cover
Contact Name
Yoga Priastomo
Contact Email
yogapriastomo@uny.ac.id
Phone
+62274-586168115
Journal Mail Official
elemen@uny.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Elemen Kimia
ISSN : -     EISSN : 3032448     DOI : 10.21831
Jurnal ilmiah yang dikelola oleh Prodi Kimia, Jurusan Pendidikan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Yogyakarta. Jurnal ini menerbitkan artikel hasil penelitian di bidang kimia dan terapannya, dua kali dalam setahun pada April dan Oktober. Ruang lingkup jurnal ini meliputi seluruh bidang kimia dan aplikasinya, termasuk kimia teoritis, studi kimia lingkungan, anorganik, organik, kimia fisika, kimia analitik dan biokimia.
Articles 116 Documents
ELEKTROLISIS H2O MENGGUNAKAN ELEKTRODE STAINLESS STEEL DALAM SUASANA BASA DENGAN MEDIA TEPUNG MAIZENA (H2O ELECTROLYSIS USING STAINLESS STEEL ELECTRODE WITH CORNSTARCH) Dhaulika Maysarrah; Isana Supiah Yosephine Louise
Jurnal Elemen Kimia Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, No 3, Edisi 3 tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas elektrode stainless steel dan mengetahui kondisi optimal elektrogenerasi gas hidrogen pada elektrolisis air dalam media tepung maizena. Subjek penelitian ini adalah elektode stainless steel, objeknya adalah aktivitas elektrode stainless steel dan efisiensi evolusi gas H2. Proses produksi gas H2 dilakukan dengan metode elektrolisis katalis NaHCO3 secara voltametri siklik, dengan dilakukan variasi penambahan media tepung maizena sebesar: 0 - 10 gram.Penggunaan elektrode stainless steel pada proses elektrolisis dengan media tepung maizena secara voltametri siklik memberikan hasil kurang baik bila dibandingkan dengan elektrolisis tanpa media tepung maizena. Kondisi optimal proses elektrolisis menggunakan elektrode stainless steel terjadi pada penambahan 1 gram tepung maizena.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI KAIN NYLON 6,6 DENGAN PENAMBAHAN NANOPARTIKEL PERAK TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS ATCC 25924 Renita Purnaningrum; Eli Rohaeti
Jurnal Elemen Kimia Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Kimia Dasar
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kain Nylon6,6 yang terdeposit nanopartikel perak (N-Ag) terhadap bakteri Staphylococcusaureus ATCC 25924.Nanopartikel perak dipreparasi dengan metode reduksimenggunakan ekstrak daun ketapang (Terminalia catappa) sebagai bioreduktordan dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Nanopartikel perakkemudian didepositkan pada sampel kain Nylon 6,6. Uji aktivitas antibakteri NAgmelalui metode difusi dengan mengukur diameter zona bening di sekitarsampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanopartikel perak telah terbentukpada panjang gelombang 448,50 nm. Hasil uji zona bening menunjukkan bahwaN-Ag mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus.Kata kunci: aktivitas antibakteri, kain Nylon 6,6, nanopartikel perak
PERBANDINGAN VALIDASI METODE ANALISIS ION BESI SECARA SPEKTROFOTOMETRI SINAR TAMPAK DENGAN PENGOMPLEKS KSCN DAN 1,10-ORTOFENANTROLIN Sari Rosiati Nur Khasanah; Sunarto Sunarto
Jurnal Elemen Kimia Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Kimia Dasar
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan validasi mana yang lebih baik dalam pengujianion besi secara spektrofotometri sinar tampak menggunakan pengompleks 1,10-fenantrolin dan tiosianat. GaramMohr sebagai pembuat larutan induk besi(II) metode fenantrolin, hidroksilamin sebagai pereduksi, buffer asetat pH3,5 sebagai pemberi suasana asam dan 1,10-fenantolin sebagai pengompleks. FeCl3.6H2O sebagai pembuat larutaninduk besi(III) metode tiosianat, HCl 1:1 sebagai pemberi suasana asam dan KSCN sebagai pengompleks. Hasilpenelitian menunjukkan persamaan garis regresi metode fenantrolin Y = 0,20438X - 0,06987 dan metode tiosianatY = 0,02647X - 0,03250 dengan nilai (r) 0,99583 dan 0,99086. Berdasarkan perhitungan nilai F, kedua garis regresitersebut linear. Batas deteksi metode fenantrolin dan metode tiosianat masing-masing 0,0061953 ppm dan0,13241777 ppm, batas kuantitasi 0,0230651 ppm dan 0,4413926 ppm, nilai RSD 0,79317% dan 2,35718% serta%recovery 99,84% dan 93,44%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa metode fenantrolin lebih baik terhadappenentuan kadar besi daripada metode tiosianat.Kata kunci: validasi metode, analisis besi, fenantrolin, tiosianat
MODIFIKASI ABU KELUD 2014 SEBAGAI BAHAN ADSORBEN ION LOGAM TEMBAGA(II) DAN NIKEL(II) DENGAN ASAM FORMAT Karyanto Karyanto; Susila Kristianingrum
Jurnal Elemen Kimia Vol 5, No 5 (2016): Volume 5, No 5 Edisi 5 Tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi maksimum asam format yang menghasilkan adsorben, mengetahui keasaman, kadar air, mengetahui daya dan efisiensi adsorpsi optimum adsorben terhadap ion logam Cu(II) dan Ni(II) serta karakter gugus fungsi dan karakter struktur kristal adsorben hasil sintesis.Sintesis adsorben dilakukan dengan melarutkan 6 gram abu vulkanik dalam 200 mL natrium hidroksida 3M disertai pengadukan dan pemanasan 100 oC selama 1 jam. Filtrat natrium silikat ditambah asam format hingga netral. Variasi asam format yang digunakan adalah 1, 3 dan 5M. Campuran didiamkan selama 24 jam kemudian disaring dan dicuci dengan akuademineralisata hingga netral. Lalu dikeringkan dan digerus. Kemudian adsorben digunakan untuk adsorpsi ion logam Cu(II) dan Ni(II). Adsorben dengan efisiensi adsorpsi optimum dikarakterisasi dengan FTIR dan XRD dan dibandingkan dengan kiesel gel 60G Merck sebagai pembanding.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi asam format yang maksimum untuk sintesis adalah 5 M dengan efisiensi produksi 9,7%. Nilai keasaman Kiesel gel 60G, AK-HCOOH 1M (adsorben Kelud dengan konsentrasi asam format 1M), AK-HCOOH 3M dan AK-HCOOH 5M berturut-turut 3,8540; 3,9729; 3,6557 dan 3,6557 mmol/g dan kadar air 5; 15; 21 dan 18%. Adsorben Kelud dengan konsentrasi asam format 3M mempunyai daya dan efisiensi adsorpsi optimum. Nilai daya adsorpsi terhadap ion logam Cu(II) dan Ni(II) berturut-turut 1,09390 dan 0,84352 mg/g dengan efisiensi adsorpsi berturut-turut 98,0608 dan 95,7879%. Adsorben mempunyai karakter gugus fungsi dan karakter kristal yang hampir sama dengan silika gel Kiesel 60G E-Merck.
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI NANOPARTIKEL EKSTRAK ETANOL TEMU KUNCI (Boesenbergia pandurata) PADA BERBAGAI VARIASI KOMPOSISI ALGINAT Ghabby Maharani P; Sri Atun Sri Atun
Jurnal Elemen Kimia Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 No 1 Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik nanopartikel dariekstrak etanol temu kunci (Boesenbergia pandurata) dan rasio optimal variasi alginat danCaCl2 untuk pembuatan nanopartikel temu kunci.Pembuatan ekstrak temu kunci dilakukanmenggunakan metode maserasi menggunakan etanol dilanjutkan evaporasi hingga terbentukekstrak kental. Koloid nanopartikel dibuat dengan mencampurkan ekstrak kental temu kuncidalam etanol, akuades, larutan alginat, dan larutan CaCl2. Terdapat 11 variasi komposisipada larutan alginat dan CaCl2 rasio (1:1); (3:1); (5:1); (1:2); (1:3); ( 1:4); (10:1); (6,66:1);(3,33:1); dan (2,5:1). Padatan dalam koloid nanopartikel dipisahkan menggunakan sentrifuge.Endapan dicuci dengan akuades dan disimpan dalam freezer. Koloid nanopartikel yangterbentuk dikarakterisasi menggunakan PSA dan zeta sizer untuk mengetahui ukuran partikeldan nilai zeta potensial. Padatan yang telah terbentuk dikarakterisasi menggunakan SEMuntuk mengetahui bentuk morfologi padatan tersebut. Karakterisasi menggunakan KLT untukmengetahui kesamaan senyawa antara nanopartikel ekstrak etanol temu kunci dan ekstraketanol temu kunci.Koloid nanopartikel yang berhasil dibuat berwarna coklat tua dan padatanberwarna coklat muda. Karakterisasi menggunakan PSA menunjukkan ukuran 339 - 877 nmsebanyak 95,2 % pada rasio konsentrasi asam alginat dan CaCl2 = 2,5:1. Nilai rerata zetapotensial adalah -72,1 mV. Hasil foto SEM menunjukkan partikel padatan berbentuk lonjongdengan ukuran 0,752 – 1,764 μm. Rf keenam sampel menunjukan hasil yang baik, yaitu Rf A= 0,66; Rf B = 0,61; Rf C = 0,60; Rf D = 0,60; Rf E = 0,65; dan Rf F = 0,71.
PENENTUAN KADAR TOTAL FENOL DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK SARANG SEMUT (Myrmecodia pendens Merr. & L.M. Perry) DAN EKSTRAK KENCUR (Kaempferia galanga Linn.) DENGAN METODE β-CAROTENE BLEACHING Isnaini Amanah; Nurfina Aznam
Jurnal Elemen Kimia Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Kimia FMIPA UNY
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar totalfenol yang terdapat pada ekstrak sarang semut (Myrmecodiapendens Merr. L.M. Perry) dan ekstrak kencur (Kaempferiagalanga Linn.), aktivitas antioksidan dari kombinasi ekstraksarang semut dan kencur, kombinasi ekstrak sarang semut danekstrak kencur yang paling potensial digunakan sebagaiantioksidan, perbedaan yang signifikan pada aktivitasantioksidan dari kombinasi ekstrak sarang semut dan ekstrakkencur dengan perbandingan 3:0; 2:1; 1:1; 1:2; dan 0:3 padaberbagai variasi konsentrasi, serta adanya sinergisitas darikombinasi ekstrak.Kadar total fenol ditentukan dengan metode Foliin-Ciocalteu. Kombinasi ekstrak sarang semut dan ekstrak kencurdibuat dengan perbandingan 3:0; 2:1; 1:1; 1:2; dan 0:3 padaberbagai variasi konsentrasi yaitu 7,2; 3,6; 1,8; 0,9; dan 0,45mg/L. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode β-Carotene Bleaching. Parameter aktivitas antioksidan yaitu IC50(Inhibititon Concentration).Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar total fenolpada sarang semut dan kencur masing-masing adalah 5,675 mgGAE/g dan 5,882 mg GAE/g. Nilai IC50 dari kombinasi ekstraksarang semut dan ekstrak kencur dengan perbandingan 3:0; 2:1;1:1; 1:2; dan 0:3 masing-masing sebesar 5,7368; 7,4435;12,2688; 12,1569; dan 14,9127 mg/L. Aktivitas antioksidanpaling tinggi ditunjukkan pada kombinasi 2:1. Hasil analisisstatistik ANOVA menunjukan ada perbedaan yang signifikanaktivitas antioksidan kombinasi ekstrak sarang semut dengan22ekstrak kencur. Kombinasi ekstrak sarang semut dengan ekstrak kencur tidak menunjukan aksi sinergistis.
EKSTRAKSI ION LOGAM Zn(II) MENGGUNAKAN SENYAWA PEMBAWA TANIN TERMODIFIKASI DENGAN METODE MEMBRAN CAIR RUAH Dedi Setiawan; I Made Sukarna
Jurnal Elemen Kimia Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Kimia Dasar
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah senyawatanin termodifikasi dapat digunakan sebagai senyawa pembawadalam ekstraksi ion logam Zn(II) dengan cara menentukanwaktu pengadukan terbaik dan konsentrasi optimum dalamekstraksi ion logam Zn(II), serta mengetahui persentase transporion logam Zn(II) ke fasa penerima. Pada penelitian inidilakukan modifikasi senyawa tanin dengan reaksi asetilasidan hasilnya dikarakterisasi dengan Spektrofotometri Infrared.Selanjutnya senyawa tanin yang dimodifikasi digunakan untukmembuat membran dengan cara menambahkan 0,5 gramsenyawa ke dalam 50 mL etil asetat p.a. Membran inidigunakan untuk ekstraksi dengan variasi waktu ekstraksi 2, 4dan 6 jam. Sedangkan fasa umpan yang digunakan yaitu 50mL larutan Zn(II) 100 ppm dan fasa penerima berupa H2SO4divariasikan konsentrasinya yaitu 0,1; 0,5 dan 1 M.Kandungan ion logam Zn(II) dalam kedua fase selanjutnyadiukur dengan Spektrofotometer Serapan Atom. Disimpulkanbahwa senyawa tanin termodifikasi dapat digunakan sebagaisenyawa pembawa dalam ekstraksi ion logam Zn(II). Hasilspektra IR menunjukkan perbedaan yaitu adanya serapan darigugus C-H alkana dari senyawa tanin hasil modifikasi pada2939,52 cm-1, sedangkan pada spektra senyawa tanin tidakterdapat serapan oleh gugus C-H alkana. Selain itu, waktuekstraksi terbaik yaitu selama 6 jam dengan persentasetranspor ion logam Zn(II) sebesar 16,3074 %. Sedangkankonsentrasi optimum fasa penerima yaitu pada konsentrasiH2SO4 0,1 M dengan persentase transpor ion logam Zn(II)sebesar 16,3074 %.
APLIKASI HIDROKSIDA LOGAM KADMIUM (II)HASIL ELEKTROKOAGULASI LIMBAH CAIR ELEKTROPLATING UNTUK PEWARNA GELASIR KERAMIK Sri Wahyuni; Regina Tutik Padmaningrum
Jurnal Elemen Kimia Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Kimia Dasar
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pembakaran dan massa hidroksidalogam hasil elektrokoagulasi limbah cair elektroplating terhadap warna gelasir keramik. Tahapanpenelitian meliputi karakterisasi limbah cair elektroplating, elektrokoagulasi, dan penggelasiran keramik.Limbah cair elektroplating dielektrokoagulasi pada pH 8, rapat arus 0,00125 A/cm2, elektroda Al-Al,volume 500 mL, dan waktu selama 30 menit. Hidroksida logam hasil elektrokoagulasi diaplikasikansebagai bahan pewarna gelasir keramik. Pengaruh suhu pembakaran keramik dipelajari dengan variasi999, 1060, dan 1101℃. Pengaruh massa dipelajari dengan variasi 4, 12, dan 16%. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kadar logam kadmium dalam limbah cair elektroplating sebesar 0,0890 mg/L,sedangkan dalam hidroksida logam hasil elektrokoagulasi kadar logam Cd sebesar kurang dari 0,01%.Suhu pembakaran dan massa hidroksida mempengaruhi nilai L*, a*, dan b* warna gelasir keramik.Semakin besar suhu pembakaran dan massa hidroksida logam, semakin kecil nilai L* tetapi nilai a*b*semakin besar dan warna yang dihasilkan semakin gelap.Kata kunci: hidroksida logam kadmium, elektrokoagulasi, suhu pembakaran, massa, gelasir keramik.
SINTESIS SITRONELIL PROPIONAT MELALUI REAKSI ESTERIFIKASI FISCHER ANTARA ASAM PROPIONAT DAN SITRONELOL HASIL REDUKSI SITRONELAL Tesia Aisyah Rahmania; Cornelia Budimarwanti
Jurnal Elemen Kimia Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Kimia FMIPA UNY
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh senyawa sitronelol dari reduksi sitronelal menggunakan NaBH4 dan mensintesis sitronelil propionat melalui reaksi esterifikasi Fischer antara asam propionat dan sitronelol hasil reduksi.Penelitian ini dimulai dengan mereduksi sitronelal menjadi sitronelol menggunakan reduktor NaBH4 dan pelarut etanol pada suhu 76oC selama 1 jam. Kemudian, hasil reduksi sitronelal direaksikan dengan asam propionat melalui reaksi esterifikasi Fischer menggunakan katalis asam sulfat pekat pada suhu 48oC selama 2 jam. Senyawa hasil reduksi sitronelal dan hasil esterifikasi Fischer diidentifikasi menggunakan KLT, spektrometer IR, dan spektrometer GC-MS.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa reduksi sitronelal menghasilkan sitronelol berupa cairan jernih tak berwarna dengan kemurnian 94,38% (rendemen 83,45%). Hasil reaksi esterifikasi Fischer antara asam propionat dengan sitronelol menghasilkan sitronelil propionat berupa cairan jernih tak berwarna dengan kemurnian 62,11% (rendemen 29,09%).
SINTESIS ASAM SITRONELAT MELALUI REAKSI OKSIDASI SITRONELAL MENGGUNAKAN OKSIDATOR ASAM KROMAT DENGAN KATALIS TRANSFER FASA TWEEN 20 Eka Purnama; Cornelia Budimarwanti
Jurnal Elemen Kimia Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Kimia Dasar
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mensintesis senyawa asam sitronelat melalui reaksi oksidasisitronelal menggunakan oksidator asam kromat dengan katalis transfer fasa tween 20. Penelitian inimenggunakan oksidator asam kromat yang diperoleh dengan melarutkan CrO3 dalam air. Reaksi oksidasisitronelal dilakukan pada suhu 35oC dengan variasi waktu, yaitu 45 menit, 2 jam, 5 jam, dan 6 jam.Senyawa hasil reaksi oksidasi sitronelal diidentifikasi menggunakan KLT, spektrofotometer FTIR, danGC-MS. Hasil penelitian ini adalah didapatkan produk berwujud cairan bening berwarna kuning yangmemiliki massa molekul 241 g/mol dengan Rt 27,343 cm-1 . Karakter dari produk ini berdasarkanspektrum IR adalah memiliki gugus C=O pada 1700,08 cm-1, CH aldehida pada daerah 2958,06 cm-1 dan2873,40 cm-1 , serta gugus OH air pada daerah 3512,97 cm-1.

Page 2 of 12 | Total Record : 116