cover
Contact Name
Sri Andayani
Contact Email
jktm@uny.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jktm@uny.ac.id
Editorial Address
Program Studi Matematika FMIPA UNY Jl. Colombo No. 1 Karangmalang, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika
ISSN : -     EISSN : 30311152     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika adalah jurnal yang menyajikan hasil penelitian, pemikiran, kajian teori, pengembangan terkini, dan penerapan matematika. Ruang lingkup jurnal ini mencakup bidang: • Aljabar, • Analisis, • Geometri, • Matematika terapan, • Komputasi, dan • Statistika.
Articles 190 Documents
APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENGANALISIS KEPRIBADIAN BERDASARKAN TEORI ENNEAGRAM Satriyo Pambudi; Kuswari Hernawati
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membangun aplikasi sistem pakar untuk menganalisis kepribadian berdasarkan teori Enneagram guna membantu klien mengatasi masalah kepribadian dan membantu untuk proses analisis kepribadian. Sistem pakar dikembangkan dengan bahasa pemrograman PHP dan basis data My SQL dengan menggunakan waterfall model (analisis sistem, perancangan sistem, implementasi sistem, dan pengujian). Mesin inferensi yang digunakan dalam sistem pakar adalah metode runut maju. Pengguna sistem pakar dibedakan menjadi tiga, yaitu admin, pakar, dan pengguna umum. Berdasarkan hasil pengujian sistem oleh ahli komputer dan pengguna, sistem yang dikembangkan layak untuk digunakan.Kata Kunci : sistem pakar, kepribadian, enneagram,runut maju
EVALUASI USABILITY SISTEM E-LEARNING “BESMART” SEBAGAI APLIKASI PEMBELAJARAN JARAK JAUH BAGI MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA MENGGUNAKAN USELEARN Anthony Fioren Hartono; Nur Hadi Waryanto
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Kajian dan Terapan Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran jarak jauh di Universitas Negeri Yogyakarta dengan Besmart. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkatan usability serta rekomendasi perbaikan e-learning Besmart berdasarkan hasil uji usabilitas. Penelitian menggunakan pemodelan Structural Equation Modelling (SEM) dan uselearn. . Terdapat 12 kategori heuristik dalam uselearn yang akan menjadi dasar penilaian usabilitas e-learning besmart. Berdasarkan hasil evaluasi diperoleh model SEM dengan menggunakan ke-12 kategori heuristik yang berpengaruh untuk menemukan nilai usabilitas. Nilai usabilitas yang didapat adalah 0,65. Terdapat 7 kategori berpengaruh positif, yaitu: fleksibility (X3), course management (X4), interactivity , feedback and help (X5), memorability (X9), Completeness (X10), reducing redundancy (X11), aesthetics (X12) . Lima kategroi heuristik lainnya yang berpengaruhi negatif perlu diperhatikan dalam pengembangan e-learning besmart, yaitu: Error Prevention (X1), Visibility (X2), Accessibility (X6), Consistency and functionality (X7), Assessment strategy (X8)
LUAS POLIGON PADA GEOMETRI HIPERBOLIK MENGGUNAKAN MODEL POINCARÉ DISK Emi Lestari , Himmawati Puji Lestari, M.Si
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak            Geometri hiperbolik merupakan geometri yang didasarkan pada Postulat Kesejajaran Hiperbolik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penyajian objek dan konsep, segitiga, segitiga asimtotik, dan poligon serta luas poligon pada geometri hiperbolik menggunakan model Poincaré disk. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode kajian pustaka yaitu dengan mengkaji definisi, aksioma, dan teorema yang berkaitan pada geometri Euclid dan geometri hiperbolik seperti segitiga, poligon, lingkaran, dan konsep luas. Kajian yang dilakukan menghasilkan: 1) Objek dan konsep dasar geometri hiperbolik menggunakan model Poincaré disk didasarkan pada empat Postulat Euclid yang pertama dan Postulat Kesejajaran Hiperbolik. 2) Segitiga Poincaré dibagi menjadi dua jenis yaitu segitiga Poincaré biasa dan segitiga Poincaré asimtotik. 3) Poligon Poincaré dibagi menjadi dua jenis yaitu poligon Poincaré biasa dan poligon Poincaré ideal 4) Luas poligon Poincaré ditentukan menggunakan total defek poligon tersebut. Kata kunci: geometri hiperbolik, luas, poligon, model Poincaré disk Abstract            Hyperbolic geometry was a geometry based on the Hyperbolic Parallel Postulate. The purpose of this research was to describe the model of objects and concepts, triangles, asymptotic triangles, and polygons and the area of polygons in hyperbolic geometry used the Poincaré disk model. The research method was literature study, it studied the definition, axiom, and theorems were related to Euclid geometry and hyperbolic geometry such as triangle, polygon, circle, and area concept. The results of this study were: 1) The basic objects and concepts of hyperbolic geometry used the Poincaré disk model were based on the fourth Euclid Postulates and Hyperbolic Parallel Postulate. 2) The Poincaré triangle was divided into two types, the usual Poincaré triangle and the asymptotic Poincaré triangle. 3) The Poincaré polygon was divided into two types, the common Poincaré polygon and the ideal Poincaré polygon 4) Area of the Poincaré polygon was determined by the total defects of it.  Keywords: hyperbolic geometry, area, polygon, Poincaré disk model
Peramalan banyaknya penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sleman menggunakan model arima Viera Setya Damayanti; Elly Arliani
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 8, No 3 (2022): Jurnal Kajian dan Terapan Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus DBD merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang belum dapat ditanggulangi. Kasus DBD di DIY masih tinggi di setiap tahunnya salah satunya di Kabupaten Sleman dan termasuk ke dalam KLB karena memiliki jumlah penduduk tertinggi di DIY yaitu 1.265.429 jiwa dengan kepadatan penduduk 2.076,32 jiwa/km2. Hal ini mengakibatkan penularan DBD di Kabupaten Sleman semakin rawan dan menyebar luas, serta seluruh wilayahnya merupakan endemik penyakit DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model yang tepat untuk peramalan banyaknya penderita DBD dengan menggunakan metode ARIMA dan untuk mendeskripsikan hasil peramalan banyaknya penderita DBD di Kabupaten Sleman pada tahun 2022 – 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ARIMA(2,1,0) merupakan model terbaik untuk melakukan peramalan banyaknya penderita DBD di Kabupaten Sleman. Berdasarkan model ARIMA(2,1,0), hasil peramalan banyaknya penderita DBD di Kabupaten Sleman pada tahun 2022 sebanyak 553 kasus, pada tahun 2023 sebanyak 867 kasus dan pada tahun 2024 sebanyak 479 kasus.
PEMODELAN PENYEBARAN PENYAKIT HERPES GENITAL MELIBATKAN WAKTU TUNDA Suhita Arum Bati , Nikenasih Binatari
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakHerpes merupakan salah satu penyakit yang menular secara vertikal dan horizontal. Penyakit herpes disebabkan oleh virus yang disebut Herpes Simplex Virus (HSV). Virus herpes simplek ini dibagi menjadi dua tipe, yaitu tipe I (HSV-I) yang menyerang daerah sekitar mulut dan tipe II (HSV-II) yang menyerang daerah genital dan sekitarnya. Pada makalah ini akan dibahas tentang pemodelan penyebaran herpes genital melibatkan waktu tunda. Penelitian menggunakan model SIR (Suceptible-Infected-Recovered) yang dirumuskan oleh Kermack dan McKendrick pada tahun 1927, kemudian menentukan titik ekuilibrium, bilangan reproduksi dasar, menganalisa kestabilan dipersekitaran titik ekuilibrium, dan menginterpretasikan model dengan melakukan simulasi model penyebaran penyakit herpes genital. Waktu tunda terjadi pada populasi sebelum individu masuk ke dalam kelas Susceptible. Individu yang masuk kedalam kelas Susceptible adalah individu yang telah berusia 14 tahun dan kematian yang terjadi adalah kematian alami. Hasil yang diperoleh yaitu apabila laju infeksi semakin mengecil maka semakin lama penyakit akan semakin berkurang atau menghilang dari populasi, sebaliknya apabila laju infeksi semakin besar maka penyakit akan terus menyebar ke dalam populasi.KataKunci : herpes genital, waktu tunda, titik ekuilibriumAbstract              Herpes is one of the communicable diseases that are vertically and horizontally. Herpes is caused by a virus called Herpes Simplex Virus (HSV). Herpes virus simplek is divided into two types, i.e. Type I (HSV-I) that attacked the area around the mouth and type II (HSV-II) that attacks the genital area and beyond. On this paper will be discussed about modeling the spread of genital herpes involves a time delay. Research using model SIR (Suceptible-Infected-Recovered) formulated by Kermack and McKendrick in 1927, then determines the equilibrium point, the basic reproduction number, analyzes the stability of the equilibrium point of the dipersekitaran, and interpret the model by performing a simulation model of the spread of disease genital herpes. A delay occurred in the population before the individual enters into the Susceptible class. Individuals belonging to the Susceptible class are individuals who have aged 14 years and death that occurred was a natural death. The results obtained, namely when the rate of infection is increasingly dwarfed by the long illness will progressively diminish or disappear from the population, otherwise in the rate of infection is higher then the disease will continue to spread in the population.Keywords : genital herpes, time delay, equilibrium
ANALISIS CLUSTER DENGAN METODE SOM UNTUK PENGELOMPOKAN PROVINSI DI INDONESIA BERDASARKAN INDIKATOR KRIMINALITAS Mardhani Dwi Novianto; Sri Andayani
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 9, No 1 (2023): Jurnal Kajian dan Terapan Matematika (Maret)
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kriminalitas atau kejahatan adalah suatu perbuatan yang dapat mengakibatkan masalah bagi masyarakat. Salah satu teknik analisis untuk mengatasi masalah ini adalah analisis cluster. Hasil analisis ini dapat dijadikan evaluasi bagi pemerintah dalam memperhatikan kriminalitas yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis cluster dan karakteristik dari hasil analisis cluster dengan metode Self-Organizing Maps (SOM) untuk pengelompokan provinsi di Indonesia berdasarkan indikator kriminalitas nasional. Penelitian ini menggunakan data indikator kriminalitas nasional tahun 2021 yang diperoleh dari laman resmi Badan Pusat Statistik Indonesia. Data yang digunakan terdiri dari 34 provinsi dan 7 variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 cluster adalah jumlah cluster optimal dengan nilai validasi DBI 0,3793. Setiap cluster memiliki karakteristiknya tersendiri. Cluster ke-1 memiliki rata-rata jumlah kejahatan ringan, sedang, berat, dan jumlah kejahatan yang diselesaikan paling rendah, serta selang waktu terjadinya kejahatan paling lama. Cluster ke-2 memiliki rata-rata jumlah kejahatan sedang dan berat paling tinggi, serta selang waktu terjadinya kejahatan paling cepat. Cluster ke-3 memiliki rata-rata jumlah kejahatan ringan paling tinggi. Cluster ke-4 memiliki rata-rata persentase penyelesaian kejahatan dan risiko penduduk terkena kejahatan paling rendah. Cluster ke-5 memiliki rata-rata jumlah kejahatan yang diselesaikan, persentase penyelesaian kejahatan, dan risiko penduduk terkena kejahatan paling tinggi.Kata kunci: Indikator Kriminalitas Nasional, analisis cluster, Self-Organizing Maps, Davies Bouldin Index
APLIKASI FUZZY LOGIC PADA PERSAMAAN PANAS DIMENSI SATU DENGAN SYARAT BATAS DIRICHLET Imam , Musthofa
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Pada paper ini, akan dibahas tentang aplikasi fuzzy logic pada persamaan panas dimensi satu dengan syarat batas Dirichlet. Diberikan sebuah batang logam homogen yang kedua ujungnya diberi isolator, dan kemudian tepat di bawah bagian tengah dari batang logam tersebut dipanasi. Selanjutnya, ditentukan solusi perambatan panas dengan menggunakan metode separasi variabel dengan nilai awal suatu fungsi kuadrat dan syarat batas Dirichlet. Berdasarkan plot solusi dari kasus tersebut, diperoleh data untuk diaplikasikan dalam fuzzy logic. Penelitian ini menggunakan fuzzy mamdani dengan dua variable input yaitu posisi dan waktu, serta satu variable output yaitu suhu. Tahapan yang dilakukan pada paper ini adalah menentukan himpunan fuzzy pada variabel input dan output, menentukan aturan fuzzy, inferensi fuzzy metode Mamdani. Setelah itu melakukan defuzzifikasi menggunakan metode defuzzifikasi Centroid. Melakukan pengujian tingkat akurasi terhadap data testing. Langkah selanjutnya, melakukan pengujian terhadap tingkat akurasi terhadap data training.Berdasarkan analisa di atas sehingga diperoleh solusi persamaan panas dimensi satu dengan nilai awal dan syarat batas diberikan berupa bentuk deret fungsi sinus kali eksponensial dalam , dengan adalah waktu pengamatan perambatan panas. Sedangkan tingkat keakuratan model fuzzy untuk data traning sebesar 91,61% dan data testing sebesar 91,00%. Kata kunci: Persamaan Panas, Syarat Batas Dirichlet, Fuzzy logic. Abstrak—In this paper, we will discuss the application of fuzzy logic on one-dimensional heat equations with Dirichlet boundary conditions. It is given a homogeneous metal rod that has both ends insulated, and then just below the center of the metal rod is heated. Furthermore, the heat propagation solution is determined by using the variable separation method with the initial value of a quadratic function and the Dirichlet boundary condition. Based on the solution plot of the case, data is obtained to be applied in fuzzy logic. This study uses fuzzy mamdani with two input variables, namely position and time, and one output variable, namely temperature. The steps taken in this study are determining the fuzzy set on input and output variables, determining fuzzy rules, Mamdani method fuzzy inference. After that, make defuzzification using the Centroid defuzzification method. Testing the level of accuracy of data training. The next step, to test the level of accuracy of data testing.Based on the analysis then the solution of the heat equation one dimension is obtained with the initial value and boundary conditions given in the form of series of exponential sine function times in t, where t is the time of observation of heat propagation. While the accuracy of the fuzzy model for data traning is 91.61% and data testing is 91.00%. Keywords: Heat Equation, Dirichlet Limit Requirements, Fuzzy Logic.
PENYELESAIAN MODEL NONLINEAR MENGGUNAKAN METODE QUADRATIC PROGRAMMING DENGAN ALGORITMA GENETIKA DALAM PENENTUAN PRODUKSI OPTIMUM PADA SALIS KONVEKSI Rofiqotun Najah , Eminugroho Ratna Sari
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada paper ini dilakukan penyelesaian model nonlinear menggunakan metode quadratic proggraming dengan algoritma genetika dalam penentuan produksi optimum pada Salis Konveksi. Langkah penyelesaiannya adalah pembentukan model nonlinear, menentukan kondisi Khun Tucker, mengidentifikasi complementary slackness, menambahkan variabel buatan, dan membentuk fungsi tujuan linear. Model linear yang diperoleh kemudian diselesaikan dengan algoritma genetika. Adapun langkah penyelesaian menggunakan algoritma genetika adalah membangkitkan populasi awal, seleksi, crossover, mutasi, dan evaluasi. Terdapat 4 variabel keputusan yang dibahas, yaitu produksi atasan dewasa, rok dewasa, dress anak, dan atasan anak. Fungsi tujuan yang terbentuk adalah meminimalkan biaya produksi dengan kendala sedemikian sehingga semua permintaan dapat terpenuhi. Berdasarkan perhitungan didapatkan hasil yaitu total minimal biaya produksi Rp 3.026.706,87 dengan produksi atasan dewasa sebanyak 102 pcs, rok dewasa sebanyak 98 pcs, dress anak sebanyak 180 pcs, dan atasan anak sebanyak 40 pcs. Kata Kunci : Optimasi, Pemrograman Nonlinear, Quadratic Programming, Algoritma Genetika Abstract This paper discusses about the completion of nonlinear model using quadratic programming with genetic algorithm to determine the optimum production at salis convection The completion steps are by establishing a nonlinear model, determining Khun Tucker's condition, identifying complementary slackness, adding artificial variables, and forming a linear objective function. Then, the obtained linear model is solved by a genetics algorithm. The completion steps using genetic algorithms are by generating initial population, selection, crossover, mutation, and evaluation. There are four decision variables that discussed, namely the production of women’s tops, skirts, child dresses, and girl’s tops. The objective function is to minimize production cost. Based on the calculation, the result shows that total minimum production cost is Rp 3.026.706, 87 with the production of women’s tops are 102 pieces, skirts are 98 pieces, child dresses are 180 pieces, and girl’s tops are 40 pieces. Key word: Optimization, Nonlinear Programming, Quadratic Programming, Genetics Algorithm
Analisis pengaruh banyak pemudik terhadap kasus positif covid di Kabupaten Sleman dengan model regresi spasial data panel Netty Angie Nazamawati; Dhoriva Urwatul Wutsqa
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 8, No 3 (2022): Jurnal Kajian dan Terapan Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model spasial terbaik untuk menganalisis pengaruh banyak pemudik/pendatang periode lebaran 2020 terhadap banyak kasus positif covid di Kabupaten Sleman, serta untuk menganalisis adanya autokorelasi spasial dari data area ketetanggaan wilayah terhadap kenaikan kasus positif di Kabupaten Sleman. Banyak kasus positif COVID-19 menjadi variabel terikat dan banyak pemudik/pendatang menjadi variabel bebas pada penelitian ini. Kemudian ditetapkan matriks pembobot queen dan melakukan standarisasi untuk memberi bobot setiap daerah terhadap daerah lainnya. Lalu dilakukan pendugaan parameter efek acak dan efek tetap dengan metode Maximum Likelihood. Dari kedua model yang terbentuk ditentukan model terbaik dengan Uji Hausman. Setelahnya, dilakukan uji asumsi klasik. Sejalan dengan pembentukan model, dilakukan uji autokorelasi spasial dengan Indeks Moran. Hasil uji menunjukkan bahwa kenaikan kasus COVID-19 di Kabupaten Sleman pada periode lebaran 2020 lebih tepat dimodelkan dengan pendekatan spasial lag efek acak. Dari model yang terbentuk, kenaikan kasus COVID-19 di suatu lokasi dipengaruhi secara positif oleh rata-rata lokasi tetangga disekitar sebesar 2,246. Untuk setiap kenaikan 1% pemudik/pendatang yang keluar dan masuk wilayah Kabupaten Sleman berpengaruh pada kenaikan kasus positif COVID-19 sebesar 0,019%. Hasil dari uji pola spasial menunjukkan bahwa terdapat autokorelasi spasial dalam penyebaran virus COVID-19 yang terjadi di Kabupaten Sleman.
ANALISIS ANTRIAN SISTEM LAYANAN MANDIRI PADA SPBU ADISUCIPTO YOGYAKARTA Dwi Febriani , Sahid, M.Sc.
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSPBU Adisucipto D.I Yogyakarta merupakan SPBU yang menerapkan pengisian BBM dengan sistem layanan mandiri khusus sepeda motor. Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor khususnya sepeda motor menyebabkan kebutuhan masyarakat terhadap BBM juga mengalami peningkatan sehingga penerapan sistem ini masih menimbulkan antrian. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh model dan ukuran keefektifan sistem antrian yang optimal pada pengisian BBM dengan sistem layanan mandiri di SPBU Adisucipto Yogyakarta. Data yang digunakan berupa data kedatangan pelanggan yang diperoleh dari observasi selama 1 pekan dan data laporan bulanan milik SPBU selama tahun 2017. Pengolahan data diawali dengan analisis data kedatangan dan pelayanan pelanggan, uji kecocokan distribusi, pemeriksaan kondisi tunak (steady state) kemudian penentuan model dan ukuran keefektifan sistem serta dilakukan simulasi dan optimasi sistem antrian. Hasil penelitian berupa model antrian multifase yang disusun secara seri. Model yang diterapkan belum optimal sehingga dilakukan penambahan satu server pada fase pembayaran setiap hari kecuali pada jam 01.30-06.00. Model yang optimal adalah model antrian untuk fase pembayaran dengan ukuran keefektifan meliputi        dan ; dan model antrian untuk fase pengisian BBM dengan ukuran keefektifan meliputi        dan  Kata kunci: sistem antrian, SPBU, sistem layanan mandiri, ukuran keefektifan. AbstractThe Adisucipto gas station Yogyakarta is a gas station that implements of the fuel charging using self-service system for motorcycle. The increasing number of motorcycles in D.I Yogyakarta gives impact in increasing the needs of petroleum so the implementation of this system still creates queue. The purpose of this research is to obtain the model and to measure the effectiveness optimal of the queuing system. The data used in this reseach consists of customer arivals data obtained from observation during a week and from monthly report by the gas station during 2017. Data processing begins with data analysis of arrival rate and customer service, fit test of distribution, steady state inspection, then determining the model, measuring the system effectiveness, simulating and optimizating the queuing system. The result of this research is that the applied queuing system model is a multiphase model which consists of two phases arranged in series. The applied model was not optimized so that is added one server in the payment phase for every day except at 01.30 P.M – 06.00 P.M. The optimal queuing system model consists of the payment phase, with queuing model M/M/2 :GD/∞/∞, the effectiveness measures        and  and the fuel charging phase, with queuing model M/M/2 :GD/∞/∞, the effectiveness measures        and .Keywords: queuing system, gas station, self-service system, effectiveness measure.