cover
Contact Name
Setyo Nurwaini
Contact Email
sn164@ums.ac.id
Phone
+6287836559013
Journal Mail Official
usadha@ums.ac.id
Editorial Address
Faculty of Pharmacy, Universitas Muhammadiyah Surakarta jln Ahmad Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Usadha Journal of Pharmacy
ISSN : -     EISSN : 28279905     DOI : 10.23917/usadha
Core Subject : Health, Science,
The Usadha Journal of Pharmacy aims to present up-to-date research, surveys, and literature reviews encompassing various domains of pharmaceutical sciences. These domains include pharmacology, pharmacokinetics, formulation technology, optimization of excipients, standardization of extracts and herbal products, determination of pharmacological activities in natural sources, drug synthesis and development, molecular biology, antibiotic screening, metabolite profiling and quantification, clinical pharmacy, and health and environmental concerns. Each edition of the journal will cover these aspects comprehensively. The publication will encompass a wide range of topics, including chemistry, biochemistry, biotechnology, pharmacology, and many aspects of pharmaceutical research. It will feature communications, complete research papers, reports, and reviews, providing comprehensive coverage in these fields.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2025): Mei" : 9 Documents clear
LITERATUR REVIEW : AKTIVITAS FARMAKOLOGI TANAMAN SALAK (Salacca zalacca) Kurniawan, Dedy; Haryoto, Haryoto
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i3.535

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan hayati yang tinggi. Salah satu kekayaan hayati Indonesia adalah tanaman salak. Tanaman salak (Salacca zalacca) merupakan tanaman tropis yang dapat ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Tanaman salak diketahui memiliki berbagai aktivitas farmakologi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tanaman salak memiliki aktivitas farmakologi sebagai antioksidan, diuretik, dan lainnya. Tujuan penulisan literature review ini adalah untuk mengkaji aktivitas-aktivitas farmakologi pada tanaman salak berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dan dipublikasikan sebelumnya. Metode yang digunakan untuk penyusunan literature review dilakukan dengan penelusuran melalui database google scholar dan pubmed menggunakan kata kunci “Salacca AND (Activity OR Aktivitas OR Pharmacology OR Farmakologi)”. Artikel yang diperoleh kemudian disaring dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi yang digunakan adalah literatur primer tahun 2013-2022 yang dapat diakses full textnya dan artikel nasional atau internasional yang membahas tentang aktivitas farmakologi pada tanaman salak. Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan didapatkan 25 artikel yang memenuhi kriteria. Hasil analisis menunjukkan tanaman salak memiliki aktivitas sebagai antioksidan, α-glucosidase inhibitory, antikanker, antibakteri, antifungi, antihiperurisemia dan diuretik.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK SAMBUNG NYAWA, PEGAGAN, KETEPENG CINA, DAN BAYAM MERAH TERHADAP Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 SENSITIF DAN RESISTEN Nabila, Devina Talitha; Indrayudha, Peni
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i3.536

Abstract

Bakteri Gram-negatif Pseudomonas aeruginosa merupakan patogen oportunistik yang dapat menyebabkan infeksi nosokomial, neutropenia, luka bakar parah, atau fibrosis kistik. Penggunaan antibiotik yang berlebihan dan kurang tepat dapat mengakibatkan bakteri menjadi resisten. Salah satu alternatif pengobatan resistensi bakteri adalah menggunakan tanaman obat seperti sambung nyawa, pegagan, ketepeng cina, dan bayam merah. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan aktivitas antibakteri keempat ekstrak tanaman tersebut terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 sensitif dan resisten serta untuk mengetahui golongan senyawa antibakteri pada ekstrak tanaman yang mempunyai aktivitas antibakteri paling tinggi dengan bioautografi. Keempat tanaman diekstraksi dengan etanol 96% menggunakan metode maserasi. Metode yang digunakan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari empat ekstrak adalah metode difusi disk dengan seri konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu 20%, 40%, dan 80% b/v. Kandungan senyawa pada ekstrak yang paling poten dilakukan analisis menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dan bioautografi. Hasil dari uji antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak ketepeng cina memiliki potensi antibakteri tertinggi terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 sensitif dengan zona hambat pada konsentrasi 20%, 40%, dan 80% berturut-turut adalah 7 ± 0 mm, 8 ± 0,87 mm, dan 8,2 ± 0,29 mm. Hasil uji ekstrak ketepeng cina terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa resisten didapatkan zona hambat sebesar 9,17 ± 0,29 mm, 9,50 ± 2,60 mm, dan 13,67 ± 1,15 mm. Hasil dari uji KLT ekstrak ketepeng cina memiliki kandungan flavonoid, saponin, terpenoid, tanin, steroid, dan alkaloid. Hasil bioautografi menunjukkan bahwa ketepeng cina pada bakteri Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 sensitif dan resisten tidak ada zona hambat yang terbentuk.
UJI AKTIVITAS IMUNOMODULATOR EKSTRAK METANOL BUAH KECOMBRANG (Etilngera elatior (Jack) R.M.Smith) TERHADAP RESPON IMUN SPESIFIK PADA MENCIT Husada, Dani Fahri; Fadhilah, Arini
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i3.537

Abstract

Kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Smith) adalah tanaman dari famili Zingiberacea yang terdapat di Indonesia khususnya daerah Sulawesi, Sumatera dan Jawa. Di daerah Konawe Sulawesi Tenggara buah kecombrang disebut dengan nama buah wualae oleh masyarakat buah ini biasanya dijadikan sebagai bahan tambahan dalam masakan. Selain itu, bukti empiris di kabupaten Kolaka Utara Sulawesi Tenggara, buah kecombrang digunakan sebagai obat demam tifoid karena diyakini dapat membantu dalam pemulihan. Senyawa bioaktif yang terkandung dalam buah antara lain yaitu alkaloid, flavonoid, saponin dan minyak atsiri yang juga bermanfaat sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan aktivitas imunomodulator ekstrak metanol buah kecombrang terhadap respon imun spesifik pada mencit. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah hemaglutinasi pengukuran titer antibodi. Dosis ekstrak metanol buah kecombrang yang digunakan secara per oral yaitu 25, 50, dan 100 mg/kgBB dengan perlakuan selama 12 hari. Hasil titer antibodi menunjukkan bahwa ekstrak metanol buah kecombrang kontrol positif memiliki nilai titer 1:1024 lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif 1:128. Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa sampel ekstrak metanol buah kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M. Smith) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan tanin. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol buah kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M. Smith) dosis 25, 50, dan 100 mg/kgBB memiliki aktivitas imunomodulator sebagai imunostimulan dengan tingkat sedang terhadap respon imun mencit.
EVALUASI DRUG RELATED PROBLEMS PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT JALAN PADA KLINIK PRATAMA DI KARANGANYAR TAHUN 2020 Ramadhani, Nadia Khairunnisa; Nugraheni, Ambar Yunita
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i2.541

Abstract

Diabetes melitus (DM) tipe 2 disebabkan oleh resistensi insulin yaitu kegagalan atau ketidakmampuan sel-sel sasaran insulin untuk merespon insulin secara normal. Pengobatan DM umumnya memerlukan waktu yang lama dan sering membutuhkan pengobatan yang lebih dari satu obat. Hal ini berpotensi menyebabkan terjadinya Drug Related Problems (DRPs) sehingga berpotensi mengganggu ketercapaian target terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kejadian Drug Related Problems (DRPs) pasien DM tipe 2 kategori ketidaktepatan obat (obat tidak efektif/bukan drug of choice, kontraindikasi), ketidaktepatan dosis (dosis kurang, dosis lebih), interaksi obat pada pasien DM tipe 2 rawat jalan di Klinik Pratama Karanganyar tahun 2020. Penelitian ini merupakan studi penelitian non eksperimental (observasional) dengan pengambilan data secara retrospektif dari data rekam medis pasien rawat jalan DM tipe 2 di Klinik Pratama Karanganyar periode 2020. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi meliputi pasien rawat jalan yang terdiagnosa DM tipe 2 dengan atau tanpa penyakit penyerta, pasien menerima terapi minimal 2 obat, pasien dengan data rekam medis lengkap. Data dievaluasi secara deskriptif dalam bentuk persentase. Jumlah pasien yang memenuhi inklusi 56 pasien dengan total 112 kunjungan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh DRP kategori ketidaktepatan obat meliputi obat tidak efektif sebanyak 42 kunjungan (37,5%) dan kontraindikasi sebanyak 2 kunjungan (1,79%), ketidaktepatan dosis meliputi dosis lebih sebanyak 6 kunjungan (5,36%) dan dosis kurang sebanyak 3 kunjungan (2,68%), interaksi obat sebanyak 94 kunjungan (83,93%).
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN METODE ATC/DDD PADA PASIEN ULKUS DIABETIK DI INSTALASI RAWAT INAP Utama, Haya Nabilah; Mutmainah, Nurul
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i2.542

Abstract

Diabetes Melitus didefinisikan sebagai suatu penyakit metabolik dengan keadaan tingginya kadar gula  darah yang melewati batas normal atau hiperglikemia. Kaki dengan ulkus pada pasien diabetes adalah salah satu komplikasi yang umumnya terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien ulkus diabetik yang menerima terapi antibiotik dengan menghitung nilai ATC/DDD di Instalasi Rawat Inap pada tahun 2022. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian deskriptif non analitik dengan pengambilan data secara retrospektif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi dalam penelitian ini meliputi pasien dewasa dengan data rekam medis yang lengkap, sedangakan untuk eksklusinya adalah pasien dengan infeksi lain, gangguan fungsi ginjal, gangguan fungsi hati, pulang paksa, serta meninggal dunia. Data yang diambil meliputi karakteristik pasien yaitu jenis kelamin, usia, penyakit penyerta, jenis antibiotik, bentuk sediaan, keatakuatan, rute pemberian, frekuensi, dan jumlah penggunaan antibiotik. Hasil penelitian ini diperoleh 8 jenis antibiotik yang digunakan pada 62 pasien ulkus diabetik di instalasi rawat inap pada tahun 2022 antara lain Ampisilin Sulbaktam, Metronidazol, Ampisilin, Meropenem, Levofloksasin, Ceftriakson, Ciprofloksasin, dan Ceftazidim. Hasil evaluasi penggunaan antibiotik diperoleh total penggunaan antibiotik  yaitu 119,82 DDD/100 bed-days, nilai tertinggi yaitu Ampisilin Sulbaktam sebanyak 65,73 DDD/100 bed-days sedangkan antibiotik yang masuk dalam DU 90% yaitu Ampisilin sulbaktam, Metronidazol, Ampisilin dan Meropenem.
TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU PENGGUNAAN TABIR SURYA PADA SISWA DI SMA NEGERI KECAMATAN CEPU Nabila Dwi Cahyani, Anggit; Hajma, Lilla Prapdhani Agni
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i3.543

Abstract

Paparan sinar UV di Indonesia sebagai negara khatulistiwa dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kerusakan pada kulit seperti sunburn hingga kanker kulit. Remaja merupakan usia yang paling banyak (>70%) beresiko tinggi mengalami sunburn apabila proteksi yang digunakan seperti baju lengan panjang, topi, kacamata, penggunaan tabir surya tidak diaplikasikan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan tingkat pengetahuan terhadap sikap dan tingkat pengetahuan terhadap perilaku penggunaan tabir surya pada siswa di SMA Negeri Kecamatan Cepu. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pada penelitian ini memiliki kriteria inklusi yaitu siswa di SMA Negeri Kecamatan Cepu dan responden yang pernah atau saat ini menggunakan tabir surya. Sementara itu, kriteria eksklusinya yaitu siswa di SMA Negeri Kecamatan Cepu yang menggunakan tabir surya karena indikasi medis dan siswa di SMA Negeri Kecamatan Cepu yang tidak bersedia menjadi responden dalam penelitian ini. Kuesioner merupakan instrumen yang digunakan pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan 327 siswa di SMA Negeri Kecamatan Cepu memiliki tingkat pengetahuan baik 55%, sikap kategori cukup 72,6%, dan perilaku kategori baik 50,8%. Pada uji normalitas digunakan kolmogorov smirnov didapatkan nilai 0,000. Analisis data penelitian dilanjutkan menggunakan uji spearman rank karena data tidak terdistribusi normal. Tingkat pengetahuan menunjukkan terdapat korelasi terhadap sikap 0,257 dengan p-value < 0,05 dan perilaku sebesar 0,436 dengan p-value < 0,05.
DRUG RELATED PROBLEM PADA PASIEN MULTI DRUG RESISTANT TUBERCULOSIS (TB MDR) RAWAT JALAN Fitri, Aulia; Rahmawati, Fita
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i2.563

Abstract

Tuberkulosis Multi Drug Resistant (TB MDR) merupakan kondisi kuman Mycobacterium tuberculosis yang telah resisten terhadap isoniazid dan rifampisin dengan atau tanpa OAT lainnya. Banyaknya jumlah obat pada terapi TB MDR serta rendahnya angka keberhasilan pengobatan mendorong untuk mengevaluasi permasalahan terkait pengobatan (DRPs) yang terjadi pada pasien TB MDR tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif observasional metode potong lintang. Pengamatan sampel dilakukan secara prospektif pada pasien TB MDR rawat jalan di RSUD Dr. Moewardi Surakarta dan RSP Ario Wirawan Salatiga. Klasifikasi DRPs mengacu pada klasifikasi pharmaceutical care network Europe versi 8.02. Kejadian DRPs pada pasien rawat jalan TB MDR terjadi pada seluruh pasien (117 pasien) dengan total 168 kasus. DRPs kategori efektifitas terapi 29,51% (51 kasus), DRPs kategori keamanan terapi 70,49% (117 kasus).
AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL DAN METANOL DAUN PUCUK MERAH (Syzygium Myrtifolium Walp.) TERHADAP SEL HELA Puspaningrum, Devi; Muflihah, Cita Hanif
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i3.567

Abstract

Kanker serviks salah satu penyakit penyebab tingginya kasus kematian pada perempuan di dunia dan menempati urutan nomor 2 di Indonesia  dengan persentase 10,69%. Daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium Walp.) merupakan salah satu bahan alam yang memiliki potensi sebagai agen antikanker. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi aktivitas sitotoksik ekstrak etanol dan metanol dari daun pucuk merah pada sel HeLa dan mengidentifikasi kandungan senyawa dalam ekstrak. Pelarut etanol 96% dan metanol digunakan untuk mengekstraksi daun pucuk merah melalui metode maserasi. Metode uji aktivitas sitotoksik menggunakan MTT assay dengan konsentrasi ekstrak 144; 173; 207; 249; 299; dan 358 µg/mL. Metode kromatografi lapis tipis (KLT) menggunakan fase gerak n-heksana:etil asetat (6:4) serta fase diam silika gel 60 F254, digunakan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa dalam ekstrak. Hasil penelitian didapatkan nilai IC50 106,832 µg/mL untuk ekstrak metanol daun pucuk merah yang mempunyai aktivitas sitotoksik yang lebih baik, jika dibandingkan dengan ekstrak etanol daun pucuk merah yang memiliki nilai IC50 sebesar 356,459 µg/mL. Golongan senyawa yang ditemukan pada ekstrak etanol dan metanol daun pucuk merah adalah golongan senyawa flavonoid, alkaloid, terpenoid, saponin, steroid, dan fenolik, yang diduga bertanggungjawab terhadap aktivitas sitotoksik.
EVALUASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN DIABETES MELITUS DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT Dr.H. SOEWONDO KENDAL Mudhofir, Nisrina Salsabila; Fortuna, Tista Ayu
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i3.572

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang sering terjadi pada penderita diabetes melitus sehingga pemberian pengobatannya menjadi lebih kompleks dan meningkatkan risiko terjadinya Drug Related Problems (DRPs). DRPs dapat memicu komplikasi tambahan, seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kejadian DRPs penggunaan obat antihipertensi yang meliputi dosis obat kurang, dosis obat lebih, obat tidak efektif, dan interaksi obat pada pasien hipertensi dengan diabetes melitus di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal tahun 2021. Jenis penelitian ini deskriptif dengan mengambil data rekam medis secara retrospektif. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi penelitian ini yaitu pasien rawat jalan berusia ≥18 tahun yang didiagnosis hipertensi dengan diabetes melitus di RSUD dr H. Soewondo Kendal pada periode Januari-Desember 2021 dan memiliki data rekam medis yang lengkap berupa identitas pasien (nama, umur, jenis kelamin), dan pengobatan yang diberikan (nama obat, dosis, frekuensi pemberian, rute pemberian), sedangkan kriteria eksklusi meliputi pasien hipertensi dengan diabetes melitus yang memiliki komorbid penyakit jantung. Sampel yang digunakan sebanyak 123 pasien dengan total 481 kasus DRPs. Hasil penelitian diperoleh bahwa pasien yang mengalami DRPs sebanyak 105 pasien (85,37%), sedangkan yang tidak mengalami DRPs sebanyak 18 pasien (14,63%). Kategori DRPs yang dialami pasien yaitu obat tidak efektif sebanyak 61 pasien dengan total 61 kasus (12,68%) dan interaksi obat 82 pasien dengan total 420 kasus (87,31%) dan tidak ditemukan DRPs kategori dosis obat kurang dan dosis obat lebih.

Page 1 of 1 | Total Record : 9