cover
Contact Name
Armanto Makmun
Contact Email
armanto.makmun@umi.ac.id
Phone
+6281312119884
Journal Mail Official
fmj@umi.ac.id
Editorial Address
Jln. Urip Sumoharjo KM.05, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Fakumi Medical Journal
ISSN : -     EISSN : 28089146     DOI : https://doi.org/10.33096/fmj.v4i1
Core Subject : Health, Science,
FAKUMI MEDICAL JOURNAL is a peer-reviewed, open-access journal that publishes original research articles, review articles, and interesting case reports. FAKUMI MEDICAL JOURNAL work in the field of health in a broad sense such as public health, nursing, midwifery, medicine, pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, medical records and so on.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2024): Januari" : 10 Documents clear
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera) terhadap Glukosa Darah Puasa Mencit dengan Hiperglikemia: PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa Oleifera) TERHADAP GLUKOSA DARAH PUASA MENCIT (Mus Musculus) DENGAN HIPERGLIKEMIA Muhairah Azzahrah Chairul; Armanto Makmun; Rasfayanah; Asrini Safitri; Sri Wahyuni
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i1.300

Abstract

Hiperglikemia merupakan ciri khas diabetes melitus (DM) yang diakibatkan oleh gangguan kerja insulin yang berhubungan dengan gangguan metabolisme lemak, protein, dan karbohidrat. Daun kelor memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-diabetes karena mengandung flavonoid. Dengan meningkatkan antioksidan, flavonoid yang ditemukan dalam daun kelor dapat mengurangi hiperglikemia dengan mencegah kerusakan yang disebabkan oleh ROS. Mengetahui pengaruh kadar glukosa darah puasa pada mencit (Mus Musculus) hiperglikemia setelah pemberian pemberian ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera). Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan Pretest-Posttest Control Group Design pada mencit (Mus Musculus) Pemberian ekstrak daun kelor dapat menurunkan kadar glukosa darah puasa sebesar 58.89% menjadi 112.89±29.779 yang sedikit lebih baik dari metformin yang memiliki penurunan sebesar 57.67% menjadi 108.33±21.449. Ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera) dapat menurunkan kadar glukosa darah pada mencit (Mus Musculus) betina lebih baik daripada metformin.
Karakteristik Klinis Kelumpuhan Nervus Oculomotorius Muh. Rifky Mapallawa; Ratih Natasha; Raden Selma; Marlyanti Akib; Yusuf Kidingolla; Asrini Safitri
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i1.313

Abstract

Saraf kranial ketiga juga dikenal sebagai saraf okulomotor dan memiliki dua komponen utama, serat parasimpatis luar yang mempersarafi otot siliaris dan sphincter pupil. Serat somatik dalam yang mempersarafi levator palpebrae superioris di kelopak mata dan empat otot ekstraokular. Kelumpuhan saraf ketiga memiliki berbagai etiologi dan dapat menjadi pertanda patologi yang serius. Kerusakannya dapat menyebabkan manifestasi khas seperti ptosis, diplopia, Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik klinis kelumpuhan nervus oculomotorius berdasarkan usia, jenis kelamin, riwayat penyakit, riwayat pengobatan dan penyebab umum terjadinya kelumpuhan nervus oculomotorius. Jenis penelitian ini adalah literature review dengan desain narrative review yang menggunakan elektronik based yang terakreditasi/terindeks Scopus dan Sinta seperti DOAJ, Springerlink, Cochrane, Biomed, Portal Garuda, Google Scholar, Elsevier / Clinical Key, Gale PubMed dan sumber database lainnya. Berdasarkan hasil pencarian didapatkan 8 artikel yang relevan untuk digunakan dalam narrative review ini yang menyatakan bahwa kelumpuhan nervus oculomotorius yang paling sering disebabkan oleh kelainan vaskuler seperti adanya iskemik mikrovaskuler, aneurisma dan perdarahan subarachnoid. Gejala yang paling sering pada pasien dengan kelumpuhan nervus oculmotorius yaitu ptosis dan diplopia. Berdasarkan usia, usia 51-60 tahun paling sering terjadinya kelumpuhan nervus oculomotorius dan berdasarkan jenis kelamin wanita lebih rentan. Terjadinya kelumpuhan nervus oculomotorius. Penyebab paling tersering pada kelumpuhan nervus oculomotorius adalah aneurisma arteri posterior komunikans dan terjadi pada usia kisaran 51-60 tahun dan paling sering terjadi pada wanita
Gambaran Visus Pasien Katarak Post Operatif di RS. Bhayangkara Tahun September 2019 – Januari 2022 Made Selly Dwilestari Putri; Moch. Iwan Kurniawan; Hikmah Hiromi Razak Datu; Sri Irmandha Kusumawardhani; Azizah Anoez
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i1.319

Abstract

Katarak merupakan suatu penyakit mata akibat kekeruhan lensa mata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merincikan hasil tajam penglihatan pada pasien katarak senilis berdasarkan berbagai karakteristik, visus sebelum operasi, dan visus setelah operasi selama periode dari September 2019 hingga Januari 2022. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Jenis penelitian ini dipilih karena peneliti ingin menggambarkan karakteristik pasien dengan katarak senilis dan perbaikan visus pascaoperasi. Penelitian ini melibatkan 48 sampel. Berdasarkan hasil studi yang telah dilaksanakan, bahwa mayoritas pasien katarak senilis di RS Bhayangkara Makassar berjenis kelamin laki-laki (52,1%) dengan usia > 60 tahun (43,8%), mata yang dioperasi ialah mata kiri (58,3%) dengan stadium imatur (58,3%). Terbanyak melakukan operasi ECCE sebanyak 40 pasien (83,3%), dikerjakan oleh operator A (75%). Visus pre-operatif buruk (100%), visus post-operatif hari ke-14 visus baik (45,8%), visus post-operatif hari ke-28 visus baik (75%), dan visus post-operatif > hari ke 28 visus baik (95,8%). Dari data penelitian yang didapatkan bahwa visus pasien katarak senilis setelah 28 hari follow-up mayoritas visus baik sebanyak 95,8% dan sisanya 4,2% visus sedang.
Hubungan Infeksi Parasit Usus dengan Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih Sehat Siswa SDN 101 Luwu Nurafidah Kasmal kasmal; Satriani Hadi; Zulfitriani Murfat; Hermiaty Nasaruddin; Armanto Makmun
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i1.375

Abstract

Infelksi parasit usus melrupakan masalah kelselhatan yang masih tinggi di Indonelsia, telrutama pada anak-anak. Faktor-faktor yang belrkontribusi telrhadap pelningkatan infelksi parasit usus adalah relndahnya pelngeltahuan dan sikap hidup belrsih, sanitasi yang buruk, selrta lingkungan yang melmfasilitasi pelnularan parasit. Pelncelgahan infelksi parasit usus pelrlu difokuskan pada pelningkatan pelngeltahuan, pelrilaku hidup belrsih, dan pelrbaikan sanitasi. Tujuan Melngeltahui adanya hubungan antara infelksi parasit usus delngan pelngeltahuan pelrilaku hidup belrsih selhat pada anak di SD Nelgelri 101 Salu Simbuang, Kelc.Walelnrang Barat, Kab Luwu. Pelnellitian ini adalah obselrvasional analitik delngan pelndelkatan cross selctional. Populasi dalam pelnellitian ini adalah selluruh siswa-siswi di SD Nelgelri 101 Salu Simbuang, Kelc.Walelnrang Barat, Kab Luwu. Sampell dalam pelnellitian ini adalah siswa kellas 3,4 dan 5 SD Nelgelri 101 Salu Simbuang, selsuai kritelria inklusi dan elksklusi. Pelngambilan data belrupa quelsionelr dan pelngambilan felsels. Hasil Pelnellitian melnunjukkan ada hubungan selngnifikansi antara keljadian infelksi parasit usus delngan pelngeltahuan pelrilaku hidup belrsih pada anak-anak di SD Nelgelri 101 Salu Simbuang. Kellompok pelngeltahuan hidup belrsih yang baik (96,4%) relspondeln, seldangkan hanya (3,6%) relspondeln yang melmiliki pelngeltahuan kurang. Sellain itu kellompok pelrilaku hidup belrsih baik mayoritas melmiliki pelrilaku yang baik (80,0%) relspondeln, seldangkan hanya seldikit yang melmiliki pelrilaku yang kurang (20,0%) relspondeln. Kelsimpulan adanya hubungan yang signifikan antara pelngeltahuan hidup belrsih dan pelrilaku hidup belrsih delngan keljadian infelksi parasit usus pada anak-anak di SD Nelgelri 101 Salu Simbuang, Kelcamatan Walelnrang Barat, Kabupateln Luwu.
Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Kejadian Stunting pada Anak Balita di Puskesmas Madello Kab. Barru Nabila Maulidiana Putri; Hermiaty Nasaruddin; Sigit Dwi Pramono; Andi Husni Esa Darussalam; Rachmat Faisal Syamsu
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i1.405

Abstract

Kabupaten Barru memiliki tingkat stunting 9,1% tahun 2017, 28,6% pada tahun 2018, dan 17,4% pada tahun 2019. Apabila tinggi badan (TB/U) atau panjang badan (PB/U) anak tidak sesuai dengan usianya, maka disebut sebagai stunting. Hal ini dapat dinilai dengan menghitung skor panjang badan indeks Z yang dianggap berada di bawah garis normal dan kurang dari -2 SD. Penelitian ini menggunakan strategi cross-sectional untuk desain analitik observasional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa stunting pada anak dibawah lima tahun dipengaruhi oleh pola asuh ibu. Perilaku makan (p= 0.003), stimulasi psikososial (p= 0.001), kebersihan/hygiene (p= 0.016), sanitasi lingkungan (p= 0.008), dan penggunaan layanan kesehatan (p= 0.003) semuanya berdampak pada pola asuh. Studi ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara pola asuh ibu dalam hal pemberian makan, stimulasi psikososial, sanitasi lingkungan, kebersihan diri, dan pemanfaatan pelayanan kesehatan dengan kasus stunting.
Karakteristik Penderita Kanker Kolorektal di Rumah Sakit Pendidikan Ibnu Sina Makassar Tahun 2022 Asmaul Husnah; Andi Kartini Eka Yanti; Arina Fathiyyah Arifin; Berry Erida Hasbi; Dzul Ikram
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i1.435

Abstract

Di Indonesia, kanker kolorektal merupakan pembunuh utama. Mengacu pada tumor ganas di usus besar dan rektum, kami mengatakan bahwa kanker ini berkembang dari jaringan epitel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil tipe orang yang terdiagnosis kanker kolorektal di Rumah Sakit Pendidikan Ibnu Sina Makassar pada tahun 2022. Penelitian deskriptif observasional dilakukan. Total sampling digunakan untuk mengumpulkan sampel penelitian sebanyak 55 pasien, yang diambil dari populasi pasien kanker kolorektal di Rumah Sakit Pendidikan Ibnu Sina Makassar. Kriteria inklusi diperhitungkan selama pengumpulan sampel, yaitu pasien kanker kolorektal dengan data rekam medik lengkap. Data diolah dengan metode univariat. Mayoritas pasien kanker kolorektal berusia 46-55 tahun (38,2%), didominasi oleh laki-laki (52,7%), riwayat keluarga yaitu yang tidak memiliki riwayat keluarga (80,0%), tingkat pendidikan terbanyak SD (36,4%), jenis pekerjaan sebagai IRT (30,9%), berdasarkan suku yaitu makassar (58,2%), riwayat sering konsumsi daging merah dengan pasien yang memiliki riwayat (80,0%), riwayat merokok dengan pasien yang tidak memiliki riwayat (52,7%), lokasi tersering berada di rektum (69,1%), gambaran histopatologi adenokarsinoma (96,4%) dan jenis kemoterapi yaitu regimen FOLFOX (56,4%. Usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, pendidikan, pekerjaan, suku, riwayat konsumsi daging merah, riwayat merokok, lokasi kanker, gambaran histopatologi serta jenis kemoterapi dari pasien kanker kolorektal merupakan hal yang perlu untuk diperhatikan.
Efek Air Zamzam terhadap Penderita Preeklampsia Aprianti Amalia Kartika; Anna Sri Dewi; Nesyana Nurmadilla; Nasruddin Andi Mappaware; Ida Royani
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i1.436

Abstract

Indonesia masih banyak menghadapi masalah kekurangan mutrisi, terutama nutrisi mikronutrient seperti magnesium, kalsium, zink dan selenium. Kekurangan gizi mikroonutrient yang bervariasi meningkatkan resiko preeklampsia. Pada preeklampsia terjadi disfungsi plasenta serta adanya respon inflamasi sistemik dengan mengaktivasi endotel dan koagulasi. Air zamzam dimurnikan oleh umat Islam dan dianggap penyembuhan. Air zamzam mengandung kalsium, klorida, magnesium, nitrat, florida, fosfat, ammonia, stronsium, arsenik, selenium, zink tembaga, kromium, mangan cobalt,cadmium, dan timbal. Tujuan penelitian ini mengetahui efek pemberian air zamzam pada preeklampsia. Metode yang penulis gunakan adalah studi literature review dengan desain narrative review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air zamzam merupakan air yang memiliki efek anti inflamasi kuat yang dapat mencegah aktivasi sel endotel pada preeklampsia, air zamzam juga mengandung selenium dan zink yang memiliki efek antioksidan yang tinggi dan kandungan kalsium dan magnesium yang dapat membantu agar terjadi vasodilatasi pembuluh darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah pada ibu hamil penderita preeklampsia. Penelitian menunjukkan bahwa air zamzam dapat menyebabkan turunnya tekanan darah pada ibu hamil penderita preeklampsia.
Karakteristik Osteoarthritis Genu pada Lansia yang Mendapatkan Rehabilitasi Medik di RSUD Hajjah Andi Depu Astri Wahyuni; Imran Safei; Prema Hapsari Hidayati; Sultan Buraena; Shulhana Mokhtar
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i1.437

Abstract

Osteoarthritis merupakan jenis penyakit arthritis yang bersifat degeneratif dan sering terjadi pada lansia. Osteoarthritis genu adalah gangguan pada sendi lutut yang disebabkan karena adanya kerusakan tulang rawan sendi sehingga terbentuk tulang baru pada permukaan sendi, hal ini menyebabkan kelemahan otot dan tendon sehingga membatasi aktivitas fisik, terjadi penurunan kualitas hidup, dan penurunan produktivitas kerja pada individu terutama lansia. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui karakteristik penderita osteoarthritis genu pada lansia yang mendapatkan terapi rehabilitasi medik di RSUD Hajjah Andi Depu Kab. Polewali Mandar Tahun 2019-2022. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan pendekatan cross sectional berdasarkan data sekunder dari rekam medik di RSUD Hajjah Andi Depu Kab. Polewali Mandar Tahun 2019-2022. Pasien osteoarthritis genu yang mendapatkan terapi rehabilitasi medik berdasarkan usia paling banyak adalah kelompok usia elderly/usia lanjut (60-74 tahun) sebanyak 53 pasien, berdasarkan jenis kelamin adalah perempuan sebanyak 46 pasien, berdasarkan IMT adalah obesitas 1 sebanyak 21 pasien, berdasarkan aktivitas fisik adalah aktivitas fisik sedang sebanyak 23 pasien, berdasarkan komorbid adalah hipertensi sebanyak 34 pasien, berdasarkan derajat nyeri adalah bilateral sebanyak 42 pasien, dan berdasarkan jenis terapi adalah exercise dan tens sebanyak 59 pasien. Pasien osteoarthritis genu yang mendapatkan terapi rehabilitasi medik paling banyak ditemukan pada kelompok usia elderly/usia lanjut, perempuan, status gizi obesitas 1, aktivitas fisik sedang, komorbid hipertensi, derajat nyeri sedang, lokasi nyeri bilateral, dan jenis terapi exercise dan tens.
Karakteristik Penderita Demam Tifoid di UPT RSUD Nene Mallomo Kabupaten Sidrap Tahun 2022 Khadijah Nur Khalizah; Dahliah; Hasta Handayani Idrus; Indah Lestari Daeng Kanang; Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin Karim
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i1.438

Abstract

Demam tifoid ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Terjadi infeksi akut pada usus halus dengan gejala demam pasien mengalami ruam, mual, anoreksia, diare atau konstipasi, sakit kepala, bradikardia relatif dan penurunan derajat kesadaran. Penelitian ini menggambarkan Karakteristik Penderita Demam Tifoid di UPT RSUD Nene Mallomo Kabupaten Sidrap Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian Deskriptif menggunakan pendekatan Retrospektif. Penelitian dilaksanakan bulan Juni-Agustus 2023 untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dengan data rekam medik pasien penderita penyakit demam tifoid di UPT RSUD Nene Mallomo tahun 2022 Kabupaten Sidrap. Sampel yang diperoleh menggunakan metode total sampling yaitu hasil rekam medik yang memenuhi syarat kriteria inklusi maupun ekslusi penelitian ini. Data sekunder yang diambil dari data rekam medik pasien Demam Tifoid yang dirawat inap dengan total sampel penelitian 42 pasien yang menunjukkan hasil yaitu umur 12 – 25 tahun sebanyak 16 orang (38,1%) paling banyak mengidap. Perempuan lebih dominan terinfeksi dengan jumlah 22 orang (52,4%), lebih sering terjadi pada Pelajar/Mahasiswa dengan populasi 19 orang (16,7%). Pasien banyak tidak mengalami komplikasi sebanyak 39 orang (92,9%). Lama rawat paling tinggi yaitu < 7 hari sebanyak 41 orang (97,6%), dan gejala demam paling umum terjadi dengan total 30 Orang (71,4%). Penyakit demam tifoid lebih banyak dialami oleh umur 12 – 25 tahun dalam hal ini umur Remaja dan dewasa muda tinggi risiko menderita demam tifoid. Penyakit ini lebih banyak menginfeksi jenis kelamin Perempuan dibanding dengan jenis kelamin Laki-laki, dan lebih banyak menyerang Pelajar/Mahasiswa berjenis kelamin Laki-laki, serta banyak yang tidak disertai Komplikasi.
Karakteristik Penderita Hidrokel Di Rumah Sakit Umum Daerah Teriawaru Bone Tahun 2019-2022 Nurfaisah Fadilah; Azis Beru Gani; Armanto Makmun; Reeny Purnamasari; Dahlia
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i1.439

Abstract

Hidrokel ialah penumpukan cairan yang berlebihan diantara lapisan parietalis serta viseralis tunika vaginalis, hidrokel dibagi menjadi dua jenis yaitu primer serta sekunder. Hidrokel primer ialah hidrokel tanpa penyebab yang kentara sedangkan hidrokel sekunder diakibatkan sang penyebab mirip filariasis, cedera skrotum, tindak medis atau tumor. Tujuan penelitian mengetahui karakteristik penderita hidrokel pada Rumah Sakit Umum Daerah Tenriawaru Bone Tahun 2019-2022. memakai metode penelitian kuantitatif memakai desain studi cross sectional. Teknik pengambilan sampel memakai total sampling memakai uji chi square serta akibat dianalisis menggunakan SPSS. Dari 13 penderita, diperoleh (54%) yang menderita hidrokel menggunakan usia terbanyak yaitu 20-40 tahun, etiologi primer (69%), penderita hidrokel dengan sifat komunikan (62%), dihasilkan (54%) yang menderita hidrokel menggunakan distribusi letak kantong terbanyak bagian dextra, serta ada korelasi bermakna antara usia dengan etiologi hidrokel memakai uji chi square dihasilkan nilai p-value = 0.030 (p<0.05).

Page 1 of 1 | Total Record : 10