cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
m.asyari@litpam.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Authentic Research
ISSN : -     EISSN : 28283724     DOI : 10.36312/jar
Journal of Authentic Research (ISSN. 2828-3724) is an open-access journal that published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes research papers in the field of social science and natural science. Journal of Authentic Research publish twice a year (bianually) in January and July. This journal has OAI address: https://journal-center.litpam.com/index.php/jar/oai
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 339 Documents
Tren Penelitian Pengelolaan Bank Sampah dan Budaya Ramah Lingkungan di Fasilitas Kesehatan: Sebuah Pendekatan Analisis Bibliometrik Januarsyah, Andrian Syamsuri; Wajdi, Ing. Farid
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/qqnb3341

Abstract

Fasilitas kesehatan memikul tanggung jawab mulia dalam merawat dan menyelamatkan nyawa, namun di saat yang sama dihadapkan pada ironi ekologis berupa timbulan limbah medis dan non-medis yang mengancam kelestarian alam. Menanggapi krisis ini, inisiatif pengelolaan lingkungan seperti Bank Sampah dan adopsi budaya ramah lingkungan mulai diintegrasikan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan evolusi pemikiran global terkait tata kelola limbah di fasilitas kesehatan melalui pendekatan analisis bibliometrik. Pengumpulan data literatur dilakukan menggunakan perangkat lunak Publish or Perish melalui basis data Google Scholar dalam rentang waktu 2021 hingga 2026. Setelah melalui proses kurasi berlandaskan panduan PRISMA, sejumlah literatur relevan berhasil terekstraksi dan divisualisasikan menggunakan VOSviewer. Hasil pemetaan overlay menunjukkan adanya lonjakan kesadaran pro-lingkungan pasca-pandemi. Namun, visualisasi jaringan (network) menyingkap sebuah ketimpangan literatur: dominasi fokus akademik masih terpusat pada pembangunan infrastruktur fisik dan regulasi manajerial, sementara elemen fundamental seperti partisipasi aktif sumber daya manusia, internalisasi standar keselamatan (HSSE), dan instrumen evaluasi Indikator Kinerja (KPI) berbasis partisipan masih menjadi ruang sunyi (research gap). Studi ini menyimpulkan bahwa fasilitas pengelolaan limbah yang canggih tidak akan efektif tanpa dijiwai oleh budaya pekerja yang sadar lingkungan. Secara praktis, temuan ini mengisyaratkan perlunya pengembangan program Bank Sampah di fasilitas kesehatan yang tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana fisik, melainkan juga pada penguatan budaya pro-lingkungan melalui pelatihan partisipatif, sistem penghargaan berbasis perilaku hijau, serta integrasi indikator kinerja individu yang mengukur kesadaran ekologis setiap tenaga kesehatan. Temuan ini sekaligus menegaskan urgensi bagi penelitian empiris di masa depan untuk membuktikan efektivitas program Bank Sampah melalui evaluasi kinerja dan partisipasi manusia secara langsung.
Keanekaragaman Jenis dan Pola Distribusi Tumbuhan Lumut (Bryophyta) Di Kawasan Taman Wisata Alam Suranadi, Lombok Barat Mulianti, Dian; Merta, I Gde; Ilhamdi, Mohammad Liwa; Sukarso, A.A.
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/2zjj5j81

Abstract

Lumut (Bryophyta) merupakan salah satu komponen keanekaragaman hayati yang berperan penting dalam ekosistem, baik sebagai indikator kualitas lingkungan maupun dalam siklus hara dan retensi air. Namun, informasi mengenai keanekaragaman dan pola distribusi lumut di kawasan konservasi, khususnya di Taman Wisata Alam (TWA) Suranadi, Lombok Barat, masih sangat terbatas. Padahal, kawasan ini menghadapi berbagai tekanan ekologis akibat aktivitas wisata dan perubahan penggunaan lahan yang berpotensi mengganggu habitat lumut yang sensitif terhadap perubahan mikrohabitat. Kurangnya data dasar tentang komunitas lumut menjadi kendala dalam upaya konservasi dan pengelolaan kawasan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman jenis dan pola distribusi tumbuhan lumut (Bryophyta) di Kawasan Taman Wisata Alam Suranadi, Lombok Barat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli hingga Desember 2025 di zona pemanfaatan dan zona perlindungan. Metode yang digunakan adalah deskriptif eksploratif dengan teknik pengumpulan data berupa transek dan kuadrat secara purposive sampling. Hasil penelitian menemukan 22 spesies tumbuhan lumut yang tergolong dalam dua kelas, yaitu Bryopsida (lumut daun) dan Hepaticopsida (lumut hati). Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H') menunjukkan nilai 1,034 yang termasuk dalam kategori sedang. Pola distribusi sebagian besar spesies bersifat mengelompok. Pola distribusi mengelompok ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti kelembaban tinggi, naungan kanopi, dan ketersediaan substrat. Kawasan Taman Wisata Alam Suranadi perlu dijaga kelestariannya untuk mendukung konservasi keanekaragaman hayati lumut.
Pengembangan Media Pop-Up Book Modular Interaktif untuk Meningkatkan Kemampuan Bernalar Kritis Siswa Utomo, Muhamad Wahyu; Kurniato, Bagas
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/cr45g130

Abstract

Rendahnya kemampuan bernalar kritis siswa kelas V sekolah dasar, terutama dalam pembelajaran IPAS pada materi abstrak seperti organ pencernaan manusia, menjadi permasalahan utama yang perlu segera diatasi. Hal ini disebabkan oleh kurangnya penggunaan media pembelajaran konkret, interaktif, dan menarik yang mampu memfasilitasi siswa untuk berpikir secara mendalam serta antusias dalam mengikuti proses belajar mengajar. Penelitian ini mengkaji dampak pengembangan media Pop-Up Book Modular Interaktif terhadap kemampuan bernalar kritis siswa kelas V dalam mata pelajaran IPAS di tingkat sekolah dasar. Penelitian dilaksanakan dengan model pengembangan ADDIE, yang melibatkan 28 siswa kelas V SDN 2 Karanggeneng sebagai subjek uji coba produk. Pada tahap awal (pretest), kemampuan bernalar kritis siswa menunjukkan hasil yang rendah dengan nilai rata-rata 56,42. Namun, setelah penerapan media Pop-Up Book Modular Interaktif pada tahap uji coba, terjadi peningkatan signifikan dengan nilai rata-rata meningkat menjadi 80,23. Efektivitas media ini dibuktikan melalui hasil uji Paired Sample T-Test yang memperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 (p < 0,05), serta hasil uji N-Gain sebesar 0,54 yang termasuk dalam kategori sedang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media Pop-Up Book Modular Interaktif efektif dalam meningkatkan kemampuan bernalar kritis serta pemahaman konsep pada materi organ pencernaan yang kompleks. Secara praktis, media ini dapat digunakan guru untuk menyajikan materi IPAS abstrak menjadi lebih konkret dan menarik. Selain itu, pengembangannya mendorong terciptanya pembelajaran interaktif yang berpusat pada siswa di sekolah dasar.
Perancangan Sistem Rekomendasi Pemilihan Mobil Bekas Kategori MPV dan City Car Menggunakan K-Nearest Neighbor (K-NN) dengan Hybrid Filtering Amin, Rudi Kurnia Al; Hendriyani, Yeka; Asmara, Delvi; Fatmi, Yulia
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/qrfc5h79

Abstract

Perkembangan kebutuhan transportasi pribadi di Indonesia menunjukkan tren yang terus meningkat, terutama di wilayah perkotaan. Di Kota Padang, meningkatnya kebutuhan tersebut diikuti oleh semakin banyaknya pilihan mobil bekas kategori MPV dan City Car, namun banyaknya alternatif pilihan ini justru menimbulkan information overload bagi calon pembeli. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem rekomendasi berbasis website menggunakan metode K-Nearest Neighbor (K-NN) dengan pendekatan Hybrid Filtering. Metode pengembangan sistem yang diterapkan adalah model Waterfall. Pendekatan Hybrid Filtering menggabungkan Content-Based Filtering dan Collaborative Filtering, sementara algoritma K-NN digunakan untuk menghitung tingkat kemiripan antar data kendaraan berdasarkan atribut seperti harga, tahun produksi, dan spesifikasi teknis menggunakan Euclidean Distance. Sistem juga menerapkan mekanisme pre-filtering berdasarkan kategori kendaraan untuk mengurangi kompleksitas perhitungan KNN agar sistem tetap responsif. Hasil pengujian fungsional menggunakan Black Box Testing menunjukkan seluruh fitur sistem berjalan dengan baik. Pengujian akurasi menghasilkan nilai Precision rata-rata sebesar 0,78, Recall 0,83, dan Mean Absolute Error (MAE) sebesar 0,15. Simpulannya, sistem ini mampu memberikan rekomendasi yang akurat, relevan, serta membantu mempercepat proses pengambilan keputusan calon pembeli mobil bekas. The development of private transportation needs in Indonesia shows a continuously increasing trend, especially in urban areas. In Padang City, this growth is followed by various used car options in the MPV and City Car categories, yet these alternatives cause information overload for potential buyers. This research aims to design and implement a web-based recommendation system using the K-Nearest Neighbor (K-NN) method with a Hybrid Filtering approach. The system development method applied is the Waterfall model. The Hybrid Filtering approach combines Content-Based Filtering and Collaborative Filtering, while the K-NN algorithm calculates similarity levels between vehicle data based on attributes such as price, production year, and technical specifications using Euclidean Distance. The system also applies a pre-filtering mechanism based on vehicle categories to reduce K-NN computational complexity and maintain responsiveness. Functional testing results using Black Box Testing indicate that all system features operate correctly. Accuracy testing produced an average Precision value of 0.78, a Recall of 0.83, and a Mean Absolute Error (MAE) of 0.15. In conclusion, this system provides accurate and relevant recommendations, helping potential used car buyers accelerate their decision-making process.
Pengembangan Platform Visualisasi Data Pertumbuhan Balita dengan Fitur Deteksi Dini Tahap Perkembangan Anak Berbasis Laravel Putri, Adelya Destriana; Fatmi, Yulia; Hendriyani, Yeka; Darni, Resmi
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/nrdt4166

Abstract

Masalah gizi pada balita masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, dengan prevalensi stunting nasional sebesar 19,8% (SSGI 2024). Pemantauan tumbuh kembang balita masih banyak dilakukan secara manual melalui Kartu Menuju Sehat (KMS) yang memiliki keterbatasan dalam visualisasi data dan deteksi dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan platform visualisasi data pertumbuhan balita berbasis web dengan fitur deteksi dini tahap perkembangan anak menggunakan framework Laravel. Penelitian ini menggunakan metode Waterfall yang terdiri dari analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, deployment, dan pemeliharaan. Sistem dikembangkan dengan bahasa pemrograman PHP (Laravel), basis data MySQL, dan library Chart.js untuk visualisasi data. Algoritma Decision Tree digunakan sebagai metode machine learning untuk klasifikasi status gizi balita berdasarkan standar antropometri WHO. Pengujian sistem dilakukan menggunakan Black Box Testing dan User Acceptance Testing (UAT) oleh 10 ibu balita. Sistem berhasil mengintegrasikan fitur analisis status gizi berbasis z-score WHO, visualisasi grafik pertumbuhan interaktif (BB/U, TB/U, BB/TB), deteksi dini milestone perkembangan anak (motorik kasar, motorik halus, bahasa, personal-sosial), serta rekomendasi nutrisi otomatis. Hasil pengujian black box menunjukkan seluruh fungsionalitas sistem berjalan 100% sesuai harapan. UAT menunjukkan tingkat kepuasan pengguna sebesar 90% dengan kategori "Sangat Setuju" pada aspek kemudahan penggunaan dan akurasi informasi. Lebih lanjut, uji kelayakan terintegrasi dilakukan dengan metode validasi ahli (skor 89,2%/"Sangat Valid"), uji kepraktisan oleh pengguna (skor 91,5%/"Sangat Praktis"), serta uji keefektifan melalui pre-test/post-test yang menunjukkan peningkatan pemahaman ibu sebesar 42,5% dan percepatan waktu deteksi hingga 78% dibandingkan metode manual. Platform SiPAGINTA (Sistem Pemantauan Gizi dan Tumbuh Kembang Balita) yang dikembangkan terbukti valid, praktis, dan efektif dalam membantu ibu balita memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara mandiri, akurat, dan real-time. Platform SiPAGINTA (Sistem Pemantauan Gizi dan Tumbuh Kembang Balita) yang dikembangkan terbukti valid, praktis, dan efektif dalam membantu ibu balita memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara mandiri, akurat, dan real-time. Implikasi praktis penelitian ini adalah tersedianya alat bantu digital mandiri bagi ibu balita untuk mendeteksi dini risiko stunting dan keterlambatan perkembangan anak tanpa ketergantungan penuh pada tenaga kesehatan.
Pengembangan Smart Ordering System pada Kafe Lentera Berbasis Web Menggunakan Metode Content-Based filtering Kamila, Putri; Resmidarni, Resmidarni; Marta, Rizkayeni; Fatmi, Yulia
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/2xz80c27

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi digital pada sektor UMKM kuliner, namun Kafe Lentera masih menghadapi tantangan operasional akibat penggunaan sistem pemesanan manual yang rawan kesalahan pencatatan dan menyebabkan antrean panjang pada jam sibuk. Selain itu, ketiadaan fitur rekomendasi menu membuat pelanggan kesulitan menentukan pilihan sesuai preferensi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun Smart Ordering System berbasis web yang mengintegrasikan fitur rekomendasi menu menggunakan metode Content-Based Filtering (CBF) serta sistem pembayaran digital melalui QRIS. Pengembangan sistem dilakukan dengan mengikuti model Waterfall yang sistematis, meliputi analisis kebutuhan fungsional, perancangan arsitektur menggunakan Unified Modeling Language (UML), tahap implementasi pengkodean, hingga pengujian menyeluruh. Hasil implementasi menunjukkan bahwa aplikasi web ini mampu mengotomatisasi seluruh alur bisnis kafe, mulai dari pemesanan mandiri oleh pelanggan melalui scan QR di meja hingga pengelolaan laporan penjualan yang akurat bagi pemilik. Algoritma CBF terbukti efektif memberikan saran menu yang personal dengan memanfaatkan kemiripan atribut item, sementara integrasi QRIS mempercepat proses transaksi nontunai secara aman. Hasil pengujian Black Box mengonfirmasi bahwa seluruh fungsi berjalan sesuai spesifikasi, dan User Acceptance Test (UAT) menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi dari sisi efisiensi pelayanan dan kemudahan navigasi antarmuka. Dengan demikian, penerapan sistem ini memberikan solusi strategis dalam meminimalkan kesalahan manusia, memperpendek waktu pelayanan, dan meningkatkan daya saing usaha melalui pengalaman digital yang lebih responsif bagi pelanggan Kafe Lentera The development of information technology has driven digital transformation in the culinary MSME sector, yet Kafe Lentera still faces operational challenges due to a manual ordering system prone to recording errors and causing long queues during peak hours. Furthermore, the absence of menu recommendation features makes it difficult for customers to choose items according to their preferences. This research aims to design and build a web-based Smart Ordering System that integrates menu recommendation features using the Content-Based Filtering (CBF) method and a digital payment system via QRIS. System development was carried out following the systematic Waterfall model, covering functional requirements analysis, architectural design using Unified Modeling Language (UML), the coding implementation phase, and comprehensive testing. The implementation results show that this web application can automate the entire cafe business flow, from independent customer ordering via table QR codes to accurate sales reporting for the owner. The CBF algorithm proved effective in providing personalized menu suggestions by utilizing item attribute similarities, while the QRIS integration accelerates the secure non-cash transaction process. Black Box testing results confirmed that all functions operate according to specifications, and User Acceptance Testing (UAT) indicated a high level of satisfaction in terms of service efficiency and interface navigation ease. Consequently, the implementation of this system provides a strategic solution to minimize human error, shorten service time, and increase business competitiveness through a more responsive digital experience for Kafe Lentera customers.
Analisis Pengelolaan Arsip Dinamis di Pengadilan Agama Wonosobo Kelas 1A Lailia, Izzatul; Kharismaputra, Aulia Prima
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/2102xq19

Abstract

Pengelolaan arsip dinamis pada lembaga peradilan memiliki posisi strategis karena arsip tidak hanya berfungsi sebagai memori administrasi, tetapi juga sebagai bukti autentik dalam pelayanan hukum. Namun, transformasi digital kearsipan pada lembaga pengadilan tingkat pertama masih menghadapi beberapa persoalan mendasar: ketergantungan simultan pada arsip fisik dan digital, lemahnya pengendalian peminjaman, keterbatasan preservasi preventif, serta belum optimalnya penyusutan berbasis Jadwal Retensi Arsip (JRA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan arsip dinamis di Pengadilan Agama Wonosobo Kelas 1A berdasarkan siklus hidup arsip, mengidentifikasi faktor penghambatnya, serta merumuskan strategi perbaikan yang sesuai dengan karakter dokumen peradilan bernilai guna hukum tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan yang terlibat langsung dalam pengelolaan arsip seperti sekretaris, staf arsip, dan operator layanan arsip, serta melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan arsip telah mencakup tahap penciptaan, penggunaan, pemeliharaan, dan penyusutan, tetapi belum membentuk sistem yang terintegrasi. Sistem hybrid mempercepat temu kembali arsip digital, namun sekaligus menimbulkan redundansi kerja karena dokumen masih harus dicetak, disahkan, dan dipindai ulang. Ketiadaan SOP peminjaman dan JRA memperlemah kontrol akuntabilitas serta meningkatkan risiko penumpukan arsip. Kebaruan penelitian ini terletak pada penjelasan mengenai kerentanan sistem hybrid dalam konteks lembaga peradilan tingkat pertama yang memiliki beban perkara tinggi, nilai bukti hukum kuat, dan keterbatasan arsiparis yang belum banyak dikaji dalam literatur kearsipan sebelumnya. Penelitian merekomendasikan integrasi alur digital, penyusunan SOP peminjaman, penerapan JRA, penguatan kompetensi SDM, dan pemenuhan standar preservasi preventif. Dynamic records management in judicial institutions plays a strategic role because records serve not only as an administrative memory but also as authentic evidence in the administration of justice. However, the digital transformation of records management in first-instance courts still faces fundamental challenges such as simultaneous reliance on both physical and digital records, weak control over record borrowing, limitations in preventive preservation, and the absence of retention-based disposal. This study aims to analyze the management of dynamic records at the Wonosobo Class 1A Religious Court based on the records lifecycle, identify its inhibiting factors, and formulate improvement strategies appropriate for judicial documents of high legal value. The study employs a descriptive qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews with three informants directly involved in records management: the secretary, records staff, and records service operators—as well as through observation and documentation, and were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model. The research results indicate that records management has covered the stages of creation, use, maintenance, and disposal, but has not yet formed an integrated system. The hybrid system accelerates the retrieval of digital records yet simultaneously creates work redundancy because documents still need to be printed, authenticated, and rescanned. The absence of borrowing SOPs and a Record Retention Schedules weakens accountability controls and increases the risk of records accumulation. The novelty of this study lies in its explanation of the vulnerabilities of the hybrid system within the context of a first-instance judicial institution characterized by a high caseload, strong legal evidentiary value, and limited archival staff. The study recommends digital workflows integration, borrowing SOP development, Record Retention Schedule implementation, human resource capacity building, and preventive preservation improvement.
Local Guides' Experiences in Improving Speaking Skills Through Direct Interaction with Tourists in Lombok Lailbarokah, Uzly; Kamaluddin; Azis , Atri Dewi
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/q8p4ac24

Abstract

This research was motivated by the fact that most local tour guides in Lombok developed their English speaking skills not through formal education or structured training, but rather through hands-on work experience. This phenomenon raises important questions about how this informal learning process can effectively improve speaking skills, given the frequent occurrence of grammatical and pronunciation errors that do not hinder communication. This study aims to describe how on-the-job experiences improve the English speaking skills of local tour guides in Lombok. A qualitative case study design was employed, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation from two tour guides at Han's Lombok Daily Tours, Senggigi, who had worked for at least five years and learned English primarily through work experience. The results of the study showed specific improvements in all five aspects of speaking skills. Fluency improved dramatically, from frequent pauses and nervousness to more fluent speech, although there were still brief pauses. Vocabulary expanded rapidly, from being very limited to being able to use informal expressions and new tourism terms such as "alright, mate." Pronunciation and grammatical accuracy, although still found errors, no longer hindered communication because clarity of message was prioritized. Confidence increased significantly, from feeling uncomfortable to feeling calm and comfortable when speaking with foreign tourists. Finally, interactional skills became more adaptive, with the ability to use verbal and non-verbal strategies such as body language, smiles, gestures, and repetition to ensure tourists' understanding. The study concludes that on-the-job experiences serve as a natural and effective learning environment for developing tour guides' English speaking skills. Practically, these findings imply that the development of tourism human resources (HR) in Lombok need not rely solely on formal training or expensive English courses. Direct field experience through real-life interactions with foreign tourists has been shown to effectively improve all five aspects of tour guides' speaking skills.
Pengaruh Fasilitas, Harga dan Aksesibilitas Terhadap Tingkat Kepuasan Pengguna Jasa dengan Kualitas Layanan sebagai Variabel Mediasi di Bandar Udara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution Mandailing Natal Indrawan, Agus; Agusinta, Lira; Abidin, Zaenal
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/fb4as163

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh aksesibilitas, fasilitas, dan harga terhadap kepuasan pelanggan dengan kualitas layanan sebagai variabel mediasi      di Bandar Udara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, yang dimotivasi oleh isu-isu terkait kecukupan fasilitas, harga tiket penerbangan perintis yang tinggi, akses transportasi umum yang terbatas, dan kinerja layanan personil bandar udara. Dengan menggunakan metode survei dan observasi, data dikumpulkan melalui kuesioner kepada pengguna layanan dan data sekunder tentang fasilitas, harga tiket, dan aksesibilitas, kemudian dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas dan fasilitas memiliki pengaruh langsung yang positif tetapi lemah dan tidak signifikan terhadap kepuasan pelanggan, sedangkan harga cenderung memiliki pengaruh negatif yang lemah dan tidak signifikan. Namun, aksesibilitas, fasilitas dan harga masing-masing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas layanan. Kualitas layanan memiliki pengaruh yang sangat kuat, positif, dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan dan sepenuhnya memediasi hubungan antara aksesibilitas, fasilitas, dan harga dengan kepuasan pelanggan. This study analyzes the influence of accessibility, facilities, and price on customer satisfaction, with service quality as a mediating variable at Jenderal Besar Abdul Haris Nasution Airport, Mandailing Natal Regency, North Sumatra. The research is motivated by issues related to inadequate facilities, high ticket prices for pioneer flights, limited public transportation access, and the performance of airport service personnel. Using survey and observation methods, data were collected through questionnaires distributed to service users, as well as secondary data on facilities, ticket prices, and accessibility, and then analyzed statistically. The results show that accessibility and facilities have a direct positive but weak and insignificant effect on customer satisfaction, while price tends to have a weak and insignificant negative effect. However, accessibility, facilities, and price each have a positive and significant effect on service quality. Service quality has a very strong, positive, and significant effect on customer satisfaction and fully mediates the relationship between accessibility, facilities, and price with customer satisfaction.
Genre Representation and Curriculum Alignment in English for Nusantara for Grade VII: A Critical Content Analysis of Text Types under the Merdeka Curriculum Qomah, Isti; Zamzam, Ahmad; Arafiq, Arafiq
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/5c3a0z10

Abstract

This study critically examines the representation of text genres in English for Nusantara for Grade VII and evaluates the extent to which the textbook supports the genre-based literacy expectations of the Merdeka Curriculum. The study responds to the need for systematic textbook evaluation because textbooks remain central instructional resources in English as a foreign language classrooms and because curriculum alignment cannot be inferred merely from official textbook status. A qualitative content analysis was employed to identify, classify, and interpret the main reading texts in the textbook by using three genre indicators: social function, generic structure, and linguistic features. The analysis shows that the textbook represents four principal genres, namely descriptive, procedure, recount, and report texts. Descriptive texts dominate the textbook and appear across several chapters, whereas procedure, recount, and report texts occur more narrowly and receive less sustained pedagogical attention. This pattern indicates partial alignment with Phase D learning outcomes, especially because students are expected to read, view, evaluate, and produce different kinds of texts in print, digital, visual, multimodal, and interactive forms. However, the uneven distribution also suggests that students may receive stronger support for describing familiar people, places, and objects than for developing informational, chronological, procedural, and analytical literacy. The novelty of this study lies in conceptualizing genre distribution as a critical indicator of curriculum alignment rather than treating alignment as the simple presence of selected text types. The study recommends that teachers supplement the textbook with additional model texts and genre-based tasks so that students can experience broader communicative purposes and more balanced literacy development.