cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
m.asyari@litpam.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Authentic Research
ISSN : -     EISSN : 28283724     DOI : 10.36312/jar
Journal of Authentic Research (ISSN. 2828-3724) is an open-access journal that published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes research papers in the field of social science and natural science. Journal of Authentic Research publish twice a year (bianually) in January and July. This journal has OAI address: https://journal-center.litpam.com/index.php/jar/oai
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 769 Documents
Pengaruh Pengetahuan Keuangan dan Sikap Keuangan Terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Pada Pelaku UMKM Sentra Kerajinan Kayu di Kabupaten Dompu Aprilya, Putri; Husband, Lalu Hamdani
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan keuangan dan sikap keuangan terhadap perilaku manajemen keuangan pada pelaku UMKM Sentra Kerajinan Kayu di Kabupaten Dompu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 30 pelaku UMKM yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 4. Pengujian meliputi uji validitas konvergen, validitas diskriminan, reliabilitas, R-Square, F-Square, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku manajemen keuangan dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,477 dan p-value 0,001, sedangkan sikap keuangan berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,442 dan p-value 0,002. Nilai R-Square sebesar 0,751 menunjukkan bahwa perilaku manajemen keuangan dapat dijelaskan oleh pengetahuan keuangan dan sikap keuangan sebesar 75,1%, sedangkan sisanya sebesar 24,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.
Keefektifan Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Konsep Penjumlahan Bersusun Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Dan Kolaboratif Siswa Kelas II SD N 2 Mororejo Rahma, Salsabilla Naufi; Purnamasari, Iin; Damayani, Aries Tika
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran Problem Based Learning pada konsep penjumlahan bersusun dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kolaboratif siswa kelas II SD Negeri 2 Mororejo. Penelitian menggunakan metode Pre-Experimental Design dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 31 siswa kelas II SD Negeri 2 Mororejo. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji paired sample t-test, dan perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest sebesar 66,85 meningkat menjadi 86,77 pada posttest. Hasil uji paired sample t-test memperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil sebelum dan sesudah penerapan model Problem Based Learning. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,5678 termasuk kategori sedang. Selain itu, hasil observasi keterampilan kolaboratif menunjukkan persentase 92,61% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, model Problem Based Learning efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kolaboratif siswa pada pembelajaran konsep penjumlahan bersusun.
Persepsi Mahasiswa Dalam Memperoleh Informasi Melalui Koleksi Fisik Dan Koleksi Digital Di Perpustakaan Umum Kota Payakumbuh Indriani, Cinta Aura; Nurizzati, Nurizzati
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa dalam memperoleh informasi melalui koleksi fisik dan koleksi digital di Perpustakaan Umum Kota Payakumbuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa yang berkunjung ke Perpustakaan Umum Kota Payakumbuh pada tahun 2025 sebanyak 2.987 orang, dengan sampel sebanyak 97 orang yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dengan empat alternatif jawaban yang telah diuji validitas menggunakan corrected item-total correlation dan diuji reliabilitas menggunakan Cronbach's Alpha, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan nilai rata-rata (mean) dan kategori skala interval. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap koleksi fisik berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 3,09, sedangkan persepsi mahasiswa terhadap koleksi digital juga berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 3,13. Pada koleksi fisik, indikator ketersediaan memperoleh penilaian tertinggi, sedangkan pada koleksi digital, indikator relevansi informasi memperoleh penilaian tertinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa koleksi fisik dan koleksi digital di Perpustakaan Umum Kota Payakumbuh sama-sama mampu mendukung kebutuhan informasi mahasiswa, sehingga pengembangan kedua jenis koleksi tersebut perlu terus dilakukan secara berimbang dan berkelanjutan agar layanan informasi semakin optimal. This study aims to determine student perceptions in obtaining information through physical and digital collections at the Payakumbuh City Public Library. This study used a quantitative approach with a descriptive method. The population consisted of all students who visited the Payakumbuh City Public Library in 2025, totaling 2,987 people, with a sample of 97 respondents determined using the Slovin formula and accidental sampling technique. Data were collected through a four-point Likert scale questionnaire that had been tested for validity using corrected item-total correlation and reliability using Cronbach's Alpha, then analyzed descriptively using mean values and interval scale categories. The results show that student perceptions of the physical collection fall into the good category with a mean score of 3.09, while perceptions of the digital collection also fall into the good category with a mean score of 3.13. For the physical collection, the availability indicator received the highest rating, while for the digital collection, the relevance of information indicator received the highest rating. These findings indicate that both physical and digital collections at the Payakumbuh City Public Library are able to support students' information needs, so that the development of both types of collections needs to be carried out in a balanced and sustainable manner to optimize information services.
Analisis Risiko Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) dengan Metode HIRADC pada Proyek Pembangunan Gedung Laboratorium Pembelajaran Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Nukler, Lambor Ghenita; Syah, Nurhasan; Abdullah, Rijal; Oktaviani
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6237

Abstract

Proyek konstruksi memiliki potensi risiko Kecelakaan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) yang tinggi, terutama pada pekerjaan struktur atas yang dinamis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, menganalisis, dan menentukan pengendalian risiko K3L pada pekerjaan struktur atas lantai 1 hingga penutup atap greenhouse di Proyek Pembangunan Gedung Laboratorium Pembelajaran Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, studi dokumen Job Safety Analysis (JSA), dan angket yang melibatkan 23 informan melalui purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 119 potensi bahaya yang teridentifikasi, sebagian besar tergolong risiko rendah (40,34%), risiko sedang (47,90%), dan risiko tinggi (11,76%). Risiko tinggi terutama bersumber dari pekerjaan di ketinggian, manuver alat berat, dan persiapan peralatan kerja. Integrasi data lapangan mengungkap bahwa cuaca ekstrem, kelelahan fisik, dan buruknya housekeeping menjadi pemicu utama kondisi tidak aman. Ditemukan pula kesenjangan antara prosedur JSA dengan realita lapangan, khususnya pada kepatuhan penggunaan APD dan ketiadaan fasilitas tanggap darurat medis. Disimpulkan bahwa pengendalian administratif telah tersedia, namun aspek perilaku dan kesiapsiagaan darurat perlu ditingkatkan melalui penegakan disiplin, penerapan 5R harian, dan penyediaan fasilitas medis darurat.
Pengembangan Media Pembelajaran Etnomatematika “Rumah Adat Sasambo” Berbasis Game Edukasi Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas IV SDN 38 Cakranegara Ardila, Indah Aulia; Istiningsih, Siti; Wahyuningsih, Baiq Yuni
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6270

Abstract

Motivasi belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran matematika masih tergolong rendah karena pembelajaran yang bersifat abstrak dan konvensional dianggap kurang menarik oleh siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran etnomatematika "Rumah Adat Sasak, Samawa, Mbojo (Sasambo)" berbasis game edukasi Wordwall yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV pada materi bangun datar. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), dengan subjek penelitian sebanyak 17 siswa kelas IV SDN 38 Cakranegara. Data dikumpulkan melalui angket validasi ahli, respon siswa dan guru, serta angket motivasi belajar. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil uji kevalidan menunjukkan persentase sebesar 90% dari ahli media dan 87,5% dari ahli materi yang dikategorikan sangat valid. Uji kepraktisan menunjukkan persentase respon guru sebesar 93% dan respon siswa sebesar 86% yang dikategorikan sangat praktis. Uji efektivitas menunjukkan persentase motivasi belajar siswa sebesar 88,8% yang dikategorikan sangat efektif. Secara keseluruhan, media pembelajaran etnomatematika berbasis game edukasi terbukti efektif meningkatkan motivasi belajar siswa sekaligus memperkenalkan kearifan lokal Nusa Tenggara Barat dalam pembelajaran matematika.
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Flipbook Berbasis Kearifan Lokal Sasak Terhadap Hasil Belajar IPA Kelas IV di SDN 5 Mamben Daya Rohayanita, Fatihatul Komala; Jaelani, Abdul Kadir; Suranti, Ni Made Yeni
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6271

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengeruh model Problem Based Learning Berbantuan Flipbook Berbasis Kearifan Lokal Sasak Terhadap Hasil Belajar IPA Kelas IV Di SDN 5 Mamben Daya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif jenis Quasi Experimental dengan desain Non-Equivalent Control Group Desain. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik sampling jenuh, di mana kelas IV A ditetapkan sebagai kelas eksperimen dan kelas IV B sebagai kelas kontrol. Proses pengumpulan data dilakukan melalui tes dan observasi, selanjutnya data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji independent sample t-Test. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai t-hitung sebesar -8,915 > nilai t-tabel 2,028, sehingga hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning Berbantuan Flipbook Berbasis Kearifan Lokal Sasak memberi pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar IPA pada kelas IV SDN 5 Mamben Daya.
Validitas Isi Asesmen Scientific Higher-Order Thinking Berbasis Dual Space Inquiry pada Materi Kinematika Caniago, Patimah Tussukriyah; Novitra, Fuja; Hidayati, Hidayati; Afrizon, Renol
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6289

Abstract

Keterbatasan asesmen fisika yang masih berfokus pada prosedur dan jawaban akhir menyulitkan pengukuran Scientific Higher-Order Thinking (S-HOT), khususnya pada kinematika yang menuntut interpretasi fenomena, data, diagram, dan grafik gerak. Penelitian ini bertujuan memperoleh bukti awal validitas isi asesmen S-HOT berbasis Dual Space Inquiry (DSI) pada materi kinematika. Penelitian menggunakan Educational Design Research dengan model Plomp dan artikel ini melaporkan tahap preliminary research serta development/prototyping. Prototipe mengintegrasikan lima dimensi S-HOT—penalaran ilmiah, berpikir kritis, berpikir kreatif, efikasi diri sains, dan metakognisi—ke dalam fase orientasi, konseptualisasi, eksplorasi, kesimpulan dan asesmen, serta refleksi. Tiga dosen Departemen Fisika Universitas Negeri Padang menilai prototipe secara ahli menggunakan lembar validasi skala lima poin yang mencakup 27 indikator pada aspek isi, bahasa, penyajian, dan kegrafisan. Data dianalisis dengan koefisien Aiken’s V. Rata-rata V masing-masing aspek adalah 0,88, 0,90, 0,94, dan 0,94, dengan rata-rata keseluruhan 0,92. Pada tingkat indikator, 19 dari 27 indikator mencapai nilai kritis V = 0,92 untuk tiga validator dan lima kategori penilaian, sedangkan delapan indikator memerlukan revisi, terutama pada kedalaman materi, pencegahan miskonsepsi, kejelasan kalimat, rubrik penskoran, dan proporsi tampilan. Temuan menunjukkan bukti awal validitas isi yang cukup kuat untuk melanjutkan revisi prototipe, tetapi belum mendukung klaim reliabilitas, validitas konstruk, kepraktisan, atau efektivitas. Uji keterbacaan, uji coba terbatas, analisis butir, dan pengujian empiris diperlukan pada tahap berikutnya. Physics assessments that emphasize procedures and final answers provide limited evidence of students’ Scientific Higher-Order Thinking (S-HOT), particularly in kinematics, which requires the interpretation of phenomena, data, motion diagrams, and graphs. This study aimed to obtain initial content-validity evidence for an S-HOT assessment based on Dual Space Inquiry (DSI) for kinematics. The study employed Educational Design Research using the Plomp model; this article reports the preliminary research and development/prototyping phases. The prototype integrated five S-HOT dimensions—scientific reasoning, critical thinking, creative thinking, science self-efficacy, and metacognition—within the DSI phases of orientation, conceptualization, exploration, conclusion and assessment, and reflection. Three lecturers from the Department of Physics, Universitas Negeri Padang, served as expert validators. They evaluated the prototype using a five-point validation sheet comprising 27 indicators across content, language, presentation, and graphic-design aspects. The ratings were analyzed using Aiken’s V. The mean V values were 0.88 for content, 0.90 for language, 0.94 for presentation, and 0.94 for graphic design, with an overall mean of 0.92. At the indicator level, 19 of 27 indicators reached the critical value of V = 0.92 for three validators and five response categories; eight indicators required revision, particularly those concerning content depth, misconception prevention, sentence clarity, scoring rubrics, and visual proportion. These findings provide initial content-validity evidence for further prototype revision but do not establish reliability, construct validity, practicality, or effectiveness. Readability testing, limited piloting, item analysis, and empirical validation are therefore required.
Analisis Karakteristik Marshall Campuran Aspal HRS-WC Menggunakan Serbuk Bata Merah Sebagai Filler Hidayat, Wahyuda Mulya; Patriotika, Fithriyah; Rifwan, Fitra; Jufri, Windry Novalia
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6293

Abstract

Perkerasan jalan memerlukan campuran beraspal yang memiliki stabilitas dan durabilitas tinggi agar mampu menahan beban lalu lintas. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas campuran sekaligus memanfaatkan limbah adalah penggunaan serbuk bata merah sebagai filler. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi kadar serbuk bata merah terhadap karakteristik Marshall campuran Hot Rolled Sheet–Wearing Course (HRS-WC) serta menentukan kadar filler yang memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2. Penelitian menggunakan metode eksperimen di laboratorium dengan kadar aspal tetap sebesar 6% dan variasi kadar serbuk bata merah sebesar 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, dan 7%. Parameter yang dianalisis meliputi Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), Void Filled with Bitumen (VFB), stabilitas, flow, dan Marshall Quotient (MQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar serbuk bata merah menyebabkan nilai VIM, VFB, stabilitas, dan MQ cenderung meningkat, sedangkan nilai VMA dan flow cenderung menurun. Seluruh variasi kadar filler memenuhi persyaratan VMA, stabilitas, flow, dan MQ, sedangkan parameter VFB memenuhi persyaratan pada kadar 5%–7%, dan VIM belum memenuhi persyaratan pada seluruh variasi kadar filler. Berdasarkan hasil tersebut, serbuk bata merah berpotensi dimanfaatkan sebagai filler alternatif pada campuran HRS-WC karena mampu meningkatkan kekakuan dan stabilitas campuran, meskipun diperlukan pengendalian kadar filler agar karakteristik rongga campuran tetap memenuhi spesifikasi.
Perbandingan Oli Mineral dan Full Synthetic terhadap Temperatur Mesin dan Konsumsi Bahan Bakar Yamaha NMAX Neo 155 Akbar, Muhammad Rizky; Sugiarto, Toto
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6304

Abstract

  Pemilihan pelumas pada skuter berteknologi Variable Valve Actuation perlu didasarkan pada bukti karena karakteristik viskositas dan bahan dasar oli dapat memengaruhi gesekan, temperatur kerja, dan kebutuhan bahan bakar. Penelitian ini membandingkan temperatur kerja mesin dan konsumsi Pertamax RON 92 pada Yamaha NMAX Neo 155 ketika menggunakan oli mineral SAE 10W-40 dan oli full synthetic SAE 5W-40. Eksperimen kuantitatif dilakukan pada satu unit sepeda motor standar pabrikan dengan desain perlakuan berulang. Setiap pelumas diuji dua kali pada jarak 15, 30, dan 45 km dengan kecepatan target 40 km/jam, beban 70-75 kg, tekanan ban, rute, dan bahan bakar yang dikendalikan. Temperatur diukur pada titik blok silinder menggunakan sensor suhu digital, sedangkan volume bahan bakar ditentukan dengan metode full-to-full dan gelas ukur. Rata-rata temperatur oli mineral mencapai 74,535°C, sedangkan full synthetic 71,898°C; selisihnya 2,637°C atau 3,54%. Konsumsi full synthetic lebih rendah pada seluruh jarak, dengan pengurangan 7,83%, 20,78%, dan 5,41%. Secara agregat, efisiensi meningkat dari 54,55 menjadi 61,43 km/L. Temuan menunjukkan bahwa perlakuan full synthetic SAE 5W-40 memberikan kondisi termal lebih stabil dan konsumsi bahan bakar lebih rendah. Namun, karena jenis bahan dasar dan kelas SAE berubah bersamaan serta hanya satu kendaraan yang diuji, hasil ini harus ditafsirkan sebagai bukti komparatif awal, bukan efek kausal murni bahan dasar oli. Selecting a lubricant for a scooter equipped with Variable Valve Actuation should be evidence-based because lubricant viscosity and base-stock characteristics may affect friction, operating temperature, and fuel demand. This study compared engine operating temperature and RON 92 gasoline consumption of a Yamaha NMAX Neo 155 using mineral SAE 10W-40 and full synthetic SAE 5W-40 oils. A quantitative repeated-treatment experiment was conducted on one factory-standard motorcycle. Each lubricant was tested twice over distances of 15, 30, and 45 km at a target speed of 40 km/h, with rider load, tire pressure, route, and fuel type controlled. Temperature was measured at a consistent cylinder-block point using a digital temperature sensor, while fuel volume was determined using a full-to-full procedure and a graduated cylinder. Mean operating temperature was 74.535°C with mineral oil and 71.898°C with full synthetic oil, a difference of 2.637°C or 3.54%. Full synthetic oil also produced lower fuel consumption at all distances, with reductions of 7.83%, 20.78%, and 5.41%. The aggregated fuel economy increased from 54.55 to 61.43 km/L. These findings indicate that the full synthetic SAE 5W-40 treatment provided a more stable thermal response and lower fuel use under the tested conditions. Nevertheless, because base-stock type and SAE grade changed simultaneously and only one motorcycle was tested, the results should be interpreted as preliminary comparative evidence rather than an isolated causal effect of lubricant base stock.
Problematik Layanan Audio Visual (Bioskop Mini) Di Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kota Payakumbuh Dzakwan, Robby; Nurizzati, Nurizzati
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6305

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi pelaksanaan layanan audiovisual berbentuk Bioskop Mini di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh serta mengidentifikasi problematik, faktor penyebab, dan strategi perbaikannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model evaluasi CIPP yang mencakup context, input, process, dan product. Data diperoleh melalui observasi, wawancara purposif dengan kepala dinas, pustakawan, dan pemustaka, serta dokumentasi layanan; keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa Bioskop Mini telah berfungsi sebagai inovasi literasi yang mengintegrasikan kegiatan membaca, bermain, dan menonton film edukatif melalui Program Layanan Anak Tigo Sajalan. Pada dimensi context, tujuan layanan selaras dengan transformasi perpustakaan sebagai ruang belajar dan rekreasi edukatif. Namun, dimensi input masih menghadapi ketiadaan anggaran khusus, belum adanya standar layanan audiovisual yang spesifik, keterbatasan variasi film edukatif, dan sebagian peralatan pendukung yang menua. Pada dimensi process, promosi dan penyampaian jadwal belum menjangkau masyarakat secara konsisten. Pada dimensi product, pengguna menilai layanan menarik dan berniat kembali, tetapi kontribusinya terhadap peningkatan kunjungan belum didukung pengukuran kuantitatif. Perbaikan perlu difokuskan pada penyusunan SOP, diversifikasi konten legal, peningkatan kompetensi multimedia, pembaruan fasilitas bertahap, dan promosi berbasis kemitraan. This study evaluates the implementation of a mini-cinema audiovisual service at the Payakumbuh City Library and Archives Office and identifies its operational problems, underlying causes, and improvement strategies. A descriptive qualitative design was employed using the CIPP evaluation model, covering context, input, process, and product. Data were collected through observation, purposive interviews with the head of the institution, a librarian, and a user, as well as service documentation. Source and technique triangulation were used to strengthen data credibility, while analysis followed data reduction, display, and conclusion drawing. The findings show that the mini cinema functions as a literacy innovation integrating reading, play, and educational film viewing within the Layanan Anak Tigo Sajalan program. In the context dimension, the service aligns with the library’s transformation into a learning and educational recreation space. In the input dimension, major constraints include the absence of a dedicated budget, the lack of specific audiovisual service standards, limited educational film variety, and aging supporting equipment. In the process dimension, promotion and schedule dissemination remain inconsistent and do not yet reach the wider community effectively. In the product dimension, users perceive the service as engaging and express an intention to return, although its contribution to increased library visits has not been demonstrated quantitatively. Improvement should prioritize standard operating procedures, legally compliant content diversification, multimedia staff development, phased facility renewal, and partnership-based promotion.