cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
m.asyari@litpam.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Authentic Research
ISSN : -     EISSN : 28283724     DOI : 10.36312/jar
Journal of Authentic Research (ISSN. 2828-3724) is an open-access journal that published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes research papers in the field of social science and natural science. Journal of Authentic Research publish twice a year (bianually) in January and July. This journal has OAI address: https://journal-center.litpam.com/index.php/jar/oai
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 769 Documents
Pengembangan Model Konseptual High-Performance Work System untuk Membangun Organizational Agility pada Pendidikan Tinggi Vokasi: Kajian Literatur Integratif Siri, Abu; Indaryanto, Adrid
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6196

Abstract

Transformasi digital dan perubahan kebutuhan kompetensi menuntut pendidikan tinggi vokasi membangun organizational agility. Namun, bukti mengenai mekanisme pembentukannya melalui high-performance work system (HPWS) masih terfragmentasi dan didominasi konteks bisnis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model konseptual yang menjelaskan hubungan HPWS, kapabilitas modal manusia, kapabilitas organisasi, dynamic capability, dan organizational agility melalui kajian literatur integratif berorientasi theory building. Penelusuran terstruktur pada Mei 2026 mengidentifikasi 286 rekaman, dengan 24 studi inti dianalisis dan didukung 18 sumber teori, metode, serta kebijakan. Data dikodekan secara deduktif-induktif dan diuji melalui konsistensi konstruk, triangulasi teori, serta analisis kasus negatif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa praktik ability, motivation, dan opportunity dalam HPWS membangun kapabilitas modal manusia, yang kemudian dilembagakan melalui pembelajaran organisasi, koordinasi, berbagi pengetahuan, kemitraan industri, dan adaptasi digital. Dynamic capability selanjutnya mengubah kapabilitas tersebut menjadi kemampuan sensing, seizing, dan transforming, yang menghasilkan respons institusi secara cepat dan tepat. Model juga memasukkan kepemimpinan, otonomi tata kelola, kematangan digital, kemitraan industri, kecukupan sumber daya, serta risiko intensifikasi kerja dan kelelahan sebagai kondisi batas. Penelitian menghasilkan sembilan proposisi yang dapat diuji dan merekonseptualisasi HPWS sebagai infrastruktur kapabilitas pendidikan tinggi vokasi. Digital transformation and rapidly changing competency demands require vocational higher education institutions to develop organizational agility. However, evidence on the mechanisms through which high-performance work systems (HPWS) foster organizational agility remains fragmented and is largely drawn from business settings. This study develops a conceptual model explaining the relationships among HPWS, human capital capability, organizational capability, dynamic capability, and organizational agility through an integrative literature review adopting a theory-building approach. A structured literature search conducted in May 2026 identified 286 records, of which 24 core studies were analyzed, supported by 18 theoretical, methodological, and policy sources. Data were coded using a deductive–inductive approach and validated through construct consistency, theoretical triangulation, and negative case analysis. The synthesis indicates that the ability, motivation, and opportunity (AMO) dimensions of HPWS develop human capital capability, which is institutionalized through organizational learning, coordination, knowledge sharing, industry partnerships, and digital adaptation. Dynamic capability subsequently transforms these capabilities into sensing, seizing, and transforming capacities, enabling institutions to respond rapidly and effectively. The model further incorporates leadership, governance autonomy, digital maturity, industry partnership intensity, resource adequacy, and the risks of work intensification and employee burnout as boundary conditions. The study proposes nine testable propositions and reconceptualizes HPWS as a capability infrastructure for vocational higher education.
From Policy to Pedagogy: English Teachers’ Lesson Planning and Classroom Enactment of Mindful, Meaningful, and Joyful Learning Romzi, Muhamad Romzi; Junaidi , M.; Yusri, Ahmad; Fikni, Zahratul
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6209

Abstract

This study investigates the implementation of Mindful, Meaningful, and Joyful Learning (MMJL) principles within the Merdeka Curriculum framework in English language teaching at SDN 01 Pijot Utara. The research subjects consisted of a sixth-grade English teacher who served as both the designer of the Teaching Module and the classroom practitioner, along with sixth-grade students as secondary participants. Adopting a qualitative descriptive case study design grounded in Policy Enactment theory, data were collected through document analysis of the Teaching Module and systematic classroom observations. The findings reveal that while the MMJL principles are thoroughly embedded in the macro-structural design of the Teaching Module and successfully enacted during foundational and receptive instructional phases, a significant divergence occurs during productive phases. Activities demanding student autonomy, such as independent writing, reflection, and collaborative summarization, were only partially enacted, largely due to a lack of anticipatory scaffolding in the written plan and the persistence of teacher-centered norms intended to manage classroom silence. The study concludes that although MMJL principles effectively support classroom management and emotional well-being, their potential to drive higher-order intellectual engagement remains constrained by the gap between policy intentions and classroom realities. Practically, this research contributes to curriculum development and teacher training by recommending that Teaching Modules evolve into dynamic pedagogical instruments, supplemented by anticipatory scaffolds and differentiated strategies, to bridge the distance between curriculum vision and practice.
Respons Kebijakan Kepala Sekolah terhadap Decoupling Akreditasi di Sekolah Dasar Rural Sandi, Panu; Handayani, Baiq Indrawati; Sahrin; Muliana, Baiq Kartini; Werang, Basilius Redan
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6315

Abstract

Akreditasi sekolah idealnya mendorong pelembagaan budaya mutu berkelanjutan, namun realitasnya sering memicu fenomena decoupling (formalitas administratif). Penelitian ini bertujuan menganalisis respons kebijakan kepala sekolah terhadap implementasi penjaminan mutu pascaakreditasi dan mengidentifikasi bentuk kesenjangan antara formalitas akreditasi dengan praktik operasional di sekolah dasar rural serta mengeksplorasi faktor-faktor struktural dan kontekstual yang memengaruhinya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif-analitis di SD Negeri X, perbatasan rural Kabupaten Lombok Tengah, penelitian melibatkan 1 kepala sekolah dan 8 guru sebagai informan kunci. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi terstruktur, dan studi dokumentasi selama tiga minggu, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan kontradiksi tajam antara klaim manajerial dan realitas operasional: dokumen penjaminan mutu harian berstatus "Ada, Tidak Mutakhir", konsistensi standar pembelajaran di kelas fluktuatif, dan perbaikan sarana terhambat regulasi Dana BOS yang rigid. Temuan mengonfirmasi mekanisme organizational decoupling yang dipicu oleh beban kerja ganda guru, keterbatasan sumber daya, dan kepatuhan simbolik terhadap akreditasi. Studi menyimpulkan bahwa penjaminan mutu di sekolah rural bersifat episodik (pra-visitasi) dan memerlukan afirmasi kebijakan berbasis tata kelola adaptif serta diferensiasi instrumen akreditasi.
Motivasi Siswa Kelas IV Dan V Dalam Mengikuti Senam Indonesia Hebat Di UPT SD N 13 Sembilan Koto Kabupaten Dharmasraya Putri, Triana; Oktavani, Lucy; Sepriadi, Sepriadi; Zulbahri, Zulbahri
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6326

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan motivasi intrinsik dan ekstrinsik siswa kelas IV dan V dalam mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat di UPT SD Negeri 13 Sembilan Koto, Kabupaten Dharmasraya. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Populasi berjumlah 109 peserta didik, sedangkan sampel terdiri atas 38 siswa kelas IV dan V yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket motivasi berskala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis dengan persentase. Hasil menunjukkan bahwa motivasi keseluruhan berada pada kategori baik; 32 siswa (84,21%) berkategori baik dan 6 siswa (15,79%) sangat baik. Motivasi intrinsik mencakup 1 siswa (2,63%) berkategori cukup, 33 siswa (86,84%) baik, dan 4 siswa (10,53%) sangat baik. Motivasi ekstrinsik mencakup 18 siswa (47,37%) berkategori baik dan 20 siswa (52,63%) sangat baik. Tidak terdapat siswa berkategori kurang atau kurang sekali. Guru dan sekolah perlu mempertahankan motivasi melalui arahan, penguatan positif, kegiatan menarik, dan sarana yang memadai dan sesuai dengan karakteristik siswa. This study aimed to describe the intrinsic and extrinsic motivation of fourth- and fifth-grade students participating in Senam Anak Indonesia Hebat at UPT SD Negeri 13 Sembilan Koto, Dharmasraya Regency. A quantitative descriptive survey design was used. The population comprised 109 students, while the sample consisted of 38 fourth- and fifth-grade students selected through purposive sampling. Data were collected using a validated and reliable Likert-scale questionnaire and analyzed using percentages. Overall motivation was classified as good; 32 students (84.21%) were in the good category and 6 students (15.79%) were in the very good category. Intrinsic motivation included 1 student (2.63%) in the fair category, 33 students (86.84%) in the good category, and 4 students (10.53%) in the very good category. Extrinsic motivation included 18 students (47.37%) in the good category and 20 students (52.63%) in the very good category. No students were classified as poor or very poor. Teachers and schools should maintain motivation through clear guidance, positive reinforcement, engaging activities, and adequate facilities.
Hubungan Kepercayaan dan Regulasi Diri Terhadap Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Siswa Sekolah Dasar Hidayatih, Fira Faizah; Ermiana, Ida; Maulyda, Mohammad Archi
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6339

Abstract

Kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki siswa sekolah dasar karena berkaitan dengan kemampuan memahami masalah, merencanakan penyelesaian, serta menerapkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 22 Kota Bima pada semester genap Tahun Ajaran 2025/2026. Namun, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita sehingga kepercayaan diri dan regulasi diri menjadi aspek yang perlu dikaji hubungannya dengan kemampuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepercayaan diri dan regulasi diri dengan kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika serta mengidentifikasi hubungan aspek demografi siswa terhadap kemampuan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 40 siswa kelas V dan VI SDN 22 Kota Bima yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket kepercayaan diri, angket regulasi diri, dan tes kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika. Analisis data menggunakan uji Korelasi Spearman Rank, Regresi Quantile, Mann-Whitney, dan Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan diri memiliki hubungan positif yang signifikan dengan kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika (r = 0,509; p = 0,001), sedangkan regulasi diri juga menunjukkan hubungan positif yang signifikan (r = 0,593; p = 0,000). Analisis Regresi Quantile menunjukkan bahwa kedua variabel secara simultan menjelaskan variasi kemampuan menyelesaikan soal cerita sebesar 15,4% (Pseudo R² = 0,154), namun belum signifikan secara statistik. Berdasarkan aspek demografi, hanya usia yang menunjukkan hubungan signifikan terhadap kemampuan menyelesaikan soal cerita (p = 0,003), sedangkan gender dan status ekonomi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa kepercayaan diri dan regulasi diri berkaitan dengan kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika, meskipun masih terdapat faktor lain yang lebih dominan memengaruhi kemampuan tersebut. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi guru dalam merancang pembelajaran matematika yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga memperhatikan pengembangan aspek psikologis siswa.
Analisis Tingkat Keterampilan Membaca Pemahaman Teks Narasi Peserta Didik Kelas IV di SD Negeri 43 Mataram Hidayah, Nurul; Saputra, Heri Hadi; Setiawan, Heri
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6382

Abstract

Membaca pemahaman merupakan suatu proses kognitif yang menuntut keterlibatan aktif pembaca dalam mengidentifikasi, mengolah, dan menafsirkan informasi yang terdapat dalam suatu teks, baik yang tersurat maupun yang tersirat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan membaca pemahaman peserta didik, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, dan juga mengetahui strategi guru dalam mengatasi permasalahan mengenai tingkat keterampilan membaca pemahaman. Penelitian ini melibatkan 38 peserta didik kelas IV sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterampilan membaca pemahaman teks narasi peserta didik kelas IV pada setiap aspek menunjukkan hasil yang bervariasi. Pada aspek pemahaman literal diperoleh 97,37% dengan kategori sangat baik, pemahaman reorganisasi sebesar 73,68% dengan kategori baik, pemahaman inferensial sebesar 60,53% dengan kategori cukup, pemahaman evaluasi sebesar 36,84% dengan kategori kurang, dan pemahaman apresiasi sebesar 15,78% dengan kategori sangat kurang. Faktor-faktor yang menghambat keterampilan membaca pemahaman peserta didik meliputi kurangnya literasi membaca, minat dan motivasi membaca yang rendah, serta kurangnya dorongan membaca di rumah. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran membaca pemahaman yang lebih efektif, khususnya pada tingkat pemahaman tinggi (inferensial, evaluasi, dan apresiasi).
Integrasi Teknologi, Kepemimpinan Digital, dan Profesionalisme Pendidik dalam Penjaminan Mutu Pendidikan: Kajian Kepustakaan Darmawangsa, Lalu Teguh; Hamzah, M. Amiril; Cahye, Cahye; Norita, Baiq Mery; Werang, Basilius Redan
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6391

Abstract

Transformasi digital telah memperluas pemanfaatan teknologi dalam penjaminan mutu pendidikan. Namun, kajian mengenai digitalisasi sistem mutu, kepemimpinan digital, dan profesionalisme pendidik masih sering dibahas secara terpisah. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan ketiga komponen tersebut melalui pendekatan kajian kepustakaan. Literatur diperoleh dari Google Scholar, Garuda, Crossref, dan Dimensions dengan rentang publikasi 2020–2025, kemudian dipilih berdasarkan relevansi, ketersediaan naskah lengkap, dan kesesuaian dengan fokus kajian. Data dianalisis menggunakan analisis isi dan analisis tematik. Hasil sintesis menghasilkan empat tema utama, yaitu digitalisasi sistem penjaminan mutu, supervisi akademik berbasis digital, kepemimpinan digital, serta peran guru dan dosen dalam inovasi pendidikan. Teknologi memperkuat pengelolaan informasi, monitoring, evaluasi berbasis data, dan dokumentasi mutu. Supervisi digital mendukung pembinaan pendidik melalui observasi, umpan balik, refleksi, dan tindak lanjut yang sistematis. Kepemimpinan digital menghubungkan sistem teknologi dengan pengambilan keputusan, sedangkan pendidik menjadi pelaksana utama inovasi pembelajaran. Penelitian ini menegaskan bahwa mutu pendidikan berkembang melalui interaksi sistem digital, kepemimpinan, dan profesionalisme pendidik, dengan teknologi sebagai pendukung tata kelola mutu. Digital transformation has expanded the use of technology in educational quality assurance. However, previous studies have generally examined the digitalization of quality assurance systems, digital leadership, and educator professionalism as separate issues. This study aims to analyze the interrelationships among these three components through a library research approach. The literature was collected from Google Scholar, Garuda, Crossref, and Dimensions, covering publications from 2020 to 2025, and selected based on relevance, full-text availability, and alignment with the study objectives. Data were analyzed using content analysis and thematic analysis. The synthesis identified four major themes: the digitalization of educational quality assurance systems, digital academic supervision, digital leadership, and the roles of teachers and lecturers in educational innovation. The findings indicate that technology strengthens information management, data-driven monitoring and evaluation, and quality assurance documentation. Digital academic supervision enhances educators' professional development through systematic observation, feedback, reflection, and follow-up. Digital leadership bridges technological systems and organizational decision-making, while teachers and lecturers serve as the primary agents of educational innovation. This study concludes that educational quality assurance evolves through the interaction of digital systems, digital leadership, and educator professionalism, with technology serving as an enabler of effective quality governance.
Efektivitas Modul Ajar Matematika Berbasis Kearifan Lokal Uma Lengge terhadap Pemahaman Konsep Bangun Datar Siswa Sekolah Dasar Aulia, Mira Putri; Fauzi, Asri; Putri, Hikmah Ramdhani
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6395

Abstract

Pemahaman konsep merupakan salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki peserta didik dalam pembelajaran matematika karena menjadi landasan dalam memahami hubungan antar konsep serta menerapkannya pada berbagai situasi. Namun, pembelajaran matematika di sekolah dasar masih didominasi penggunaan bahan ajar yang bersifat umum dan belum mengaitkan materi dengan budaya lokal sehingga pemahaman konsep peserta didik belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas modul ajar matematika materi bangun datar berbasis kearifan lokal Mbojo Uma Lengge terhadap pemahaman konsep siswa kelas IV SDN 5 Sila. Penelitian ini menggunakan quasi‑experimental Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 43 siswa yang terdiri atas 21 siswa kelas eksperimen dan 22 siswa kelas kontrol dengan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan Independent Sample t‑test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata‑rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 80,57 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 72,18. Hasil uji hipotesis memperoleh nilai signifikansi 0,033 (<0,05), sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Dengan demikian, modul ajar matematika materi bangun datar berbasis kearifan lokal Mbojo Uma Lengge efektif terhadap pemahaman konsep siswa kelas IV SDN 5 Sila Tahun Ajaran 2025/2026. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan kontribusi bagi guru dalam mengembangkan dan menggunakan bahan ajar berbasis kearifan lokal sebagai alternatif untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa, khususnya pada materi bangun datar.
Pengembangan Bahan Ajar IPAS Dalam Materi Indonesiaku Kaya Budaya (Tari Tradisional Suku Sasak) Untuk Siswa Kelas IV SDN 1 Janapria Wartiandani, Ekhy Putri; Istiningsih, Siti; Erfan, Muhammad
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6429

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pengembangan dan kelayakan bahan ajar IPAS materi Indonesiaku Kaya Budaya (Tari Tradisional Suku Sasak) untuk siswa kelas IV SDN 1 Janapria. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (analisis, desain, pengembangan, implementasi, evaluasi). Produk yang dihasilkan berupa video pembelajaran audiovisual tentang Tari Rudat dan Tari Gandrung, dengan subjek penelitian 14 peserta didik kelas IV. Data dikumpulkan melalui angket validasi ahli materi, ahli media, serta respon peserta didik dan guru, kemudian dianalisis menggunakan indeks Aiken V dan persentase kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahan ajar valid dengan nilai 0,703 (tinggi) dari ahli materi dan 0,875 (sangat tinggi) dari ahli media, serta memperoleh respon sangat layak dari peserta didik (89–90%) dan guru (92,5%). Dengan demikian, bahan ajar ini valid dan layak digunakan dalam pembelajaran IPAS kelas IV sekolah dasar.