cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
m.asyari@litpam.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Authentic Research
ISSN : -     EISSN : 28283724     DOI : 10.36312/jar
Journal of Authentic Research (ISSN. 2828-3724) is an open-access journal that published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes research papers in the field of social science and natural science. Journal of Authentic Research publish twice a year (bianually) in January and July. This journal has OAI address: https://journal-center.litpam.com/index.php/jar/oai
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 769 Documents
Hubungan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Peserta Didik Di MTSN 5 Kota Padang Yolanda, Mila; Arnando, Muhammad; Khairuddin, Khairuddin; Sepriani, Rika
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6311

Abstract

Motivasi belajar menentukan keterlibatan, ketekunan, dan usaha peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), tetapi kekuatan hubungannya dengan nilai PJOK pada konteks madrasah belum dipahami secara memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara motivasi belajar dan hasil belajar PJOK peserta didik kelas VIII di MTsN 5 Kota Padang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional. Dari populasi 1.042 peserta didik, sebanyak 91 peserta didik kelas VIII menjadi sampel penelitian. Motivasi belajar diukur menggunakan angket skala Likert lima pilihan, sedangkan hasil belajar diperoleh dari nilai rapor PJOK semester Juli–Desember 2025. Data dianalisis melalui statistik deskriptif, uji normalitas Lilliefors, korelasi Pearson, uji signifikansi koefisien korelasi, interval kepercayaan, dan koefisien determinasi. Motivasi belajar dan hasil belajar masing-masing memiliki rerata 83,00 dan 71,00. Analisis menghasilkan korelasi positif yang sangat kuat (r = 0,952; 95% CI [0,928, 0,968]; t(89) = 29,34; p < 0,001) dengan variasi bersama sebesar 90,63%. Temuan menunjukkan bahwa peserta didik dengan motivasi belajar lebih tinggi cenderung memperoleh hasil belajar PJOK yang lebih tinggi. Namun, besarnya korelasi harus ditafsirkan secara hati-hati karena desain korelasional tidak membuktikan sebab-akibat dan nilai rapor dapat mencerminkan usaha, partisipasi, serta penilaian guru. Verifikasi data mentah, linearitas, pencilan, dan karakteristik instrumen diperlukan sebelum menarik implikasi yang lebih luas. Learning motivation shapes students’ engagement, persistence, and effort in Physical Education, Sports, and Health (PESH); however, the strength of its association with PESH grades in an Islamic junior secondary school context remains insufficiently understood. This study examined the relationship between learning motivation and PESH achievement among eighth-grade students at MTsN 5 Padang. A quantitative correlational design was employed. From a population of 1,042 students, 91 eighth-grade students participated in the study. Learning motivation was measured using a five-point Likert questionnaire, while achievement was represented by PESH report-card grades for the July–December 2025 semester. The data were analyzed using descriptive statistics, the Lilliefors normality test, Pearson’s correlation, a significance test for the correlation coefficient, a confidence interval, and the coefficient of determination. The mean scores for learning motivation and achievement were 83.00 and 71.00, respectively. The analysis yielded a very strong positive correlation (r = .952, 95% CI [.928, .968], t(89) = 29.34, p < .001), with 90.63% shared variance. Students with higher learning motivation therefore tended to obtain higher PESH grades. Nevertheless, this unusually large correlation should be interpreted cautiously because a correlational design does not establish causality, and report-card grades may partly reflect effort, participation, and teacher judgment. Verification using paired raw data, linearity and outlier diagnostics, and complete evidence of instrument validity and reliability is required before broader conclusions are drawn.
Desain Situs Web Untuk Sistem Informasi Pembayaran Uang Sekolah Di SMAN 7 Garut Hamzah, Nabila Naswata; Rosliani, Elin
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6313

Abstract

Proses pembayaran uang sekolah (SPP) di SMAN 7 Garut yang masih dilakukan secara manual atau transfer tanpa sistem pencatatan terpadu menimbulkan berbagai permasalahan, seperti kurangnya transparansi informasi tagihan, rekapitulasi yang memakan waktu, risiko hilangnya bukti riwayat pembayaran, serta absennya pengingat otomatis menjelang jatuh tempo. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem informasi pembayaran uang sekolah berbasis website yang mampu menyederhanakan proses pembayaran, meningkatkan transparansi bagi orang tua dan pihak sekolah, menyediakan invoice digital yang dapat diakses sewaktu-waktu, serta menghadirkan fitur notifikasi otomatis. Pengembangan sistem menggunakan metode Waterfall yang mencakup tahap Communication, Planning, Modelling, Construction, dan Deployment. Sistem dibangun dengan framework VueJS untuk sisi front-end, ExpressJS untuk back-end, PostgreSQL sebagai basis data, dan Firebase Cloud Messaging untuk pengiriman notifikasi yang dipicu oleh job scheduler pada sisi server. Pengujian back-end terhadap seluruh fitur utama menunjukkan bahwa semua skenario uji dinyatakan valid. Hasil penelitian membuktikan bahwa sistem mampu menyajikan dashboard status tagihan secara real-time, menyederhanakan alur pembayaran dalam satu halaman terintegrasi, menyimpan riwayat pembayaran sebagai invoice digital, serta mengirimkan notifikasi otomatis terkait status dan jatuh tempo tagihan tanpa campur tangan manual staf tata usaha.
Digitalisasi Di Atas Kertas dan Siasat Pedagogis Guru: Studi Multikasus Problematika Akses Serta Defisit Perangkat Digital Pada Sekolah Dasar di Kabupaten Lombok Tengah Handayani, Baiq Indrawati; Sandi, Panu; Muliana, Baiq Kartini; Sahrin; Werang, Basilius Redan
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6314

Abstract

Pengarusutamaan digitalisasi sekolah dalam ekosistem Kurikulum Merdeka menuntut kesiapan infrastruktur teknologi yang merata, namun realitas di lapangan justru memperlihatkan kesenjangan operasional yang memicu terjadinya digitalisasi semu. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam problematika kesetaraan akses digital, defisit gawai bagi murid, serta siasat pedagogis yang ditempuh guru dalam menanggulangi keterbatasan tersebut. Dengan pendekatan kualitatif dan strategi studi multikasus, data dihimpun dari beberapa Sekolah Dasar di Kabupaten Lombok Tengah melalui kuesioner terbuka dan wawancara terstruktur terhadap sembilan informan kunci yang mewakili unsur pimpinan sekolah, guru, orang tua/wali murid, dan masyarakat sekitar. Temuan penelitian mengungkap tiga persoalan utama. Pertama, terjadi defisit perangkat digital di mana kuantitas komputer/laptop untuk murid masih sangat minim meskipun fasilitas fisik dasar pasca-rehabilitasi dinilai memadai. Kedua, hambatan teknis fungsional berupa kestabilan pasokan listrik dan gangguan jaringan nirkabel yang kerap melumpuhkan pemanfaatan media digital seperti Smart TV. Ketiga, muncul kesenjangan spasial-ekonomi di mana siswa di area pelosok dan perbatasan desa mengalami keterbatasan mobilitas fisik dan ketertinggalan dalam pengerjaan tugas mandiri akibat ketiadaan gawai pribadi. Di tengah keterbatasan tersebut, para guru memperluas siasat pedagogis melalui pembelajaran luar kelas, pemanfaatan media berbasis bahan bekas, serta penggunaan kuota internet pribadi demi menjaga kelangsungan pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa digitalisasi sekolah masih bersifat semu dan memerlukan intervensi struktural yang tidak hanya berorientasi pada pengadaan perangkat, tetapi juga pada perbaikan infrastruktur pendukung dan pemberdayaan guru sebagai agen perubahan.
Perceived Communication Challenges of Tourist Guides: A Study on Local Tourist Guides at Tetebatu Tourism Village Alfathya, Roro Ranti Dea; Amin, Muhammad; Wardana, Lalu Ali
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6323

Abstract

Effective communication between local tour guides and foreign tourists is essential for the success of community-based tourism, yet many local guides in Indonesia face significant linguistic barriers that hinder their ability to deliver informative and engaging tours. This study aims to identify the communication challenges faced by local tour guides in Tetebatu Tourism Village and the strategies they employ to overcome these challenges. This study employs a qualitative descriptive design with three local tour guides as participants, selected through purposive sampling. Data were collected through non-participant observation, semi-structured interviews, and document analysis. The findings indicate that tour guides face two categories of challenges: (1) language-based challenges, including forgetting vocabulary, the influence of the Sasak accent, pauses in speech, and grammatical limitations, and (2) content-based challenges, such as explaining religious topics, local culture, and historical narratives. To overcome these challenges, they employ nonverbal strategies such as pointing at objects, hand gestures, showing photos or videos on their cell phones, maintaining eye contact and smiling, as well as confirmation strategies by directly asking tourists whether they understand. This study concludes that Tetebatu tour guides face significant communication challenges but have developed various strategies to overcome them. The findings have important implications for the development of more targeted English language training programs for local tour guides, particularly in the areas of vocabulary enrichment, pronunciation practice, and cultural communication skills. Furthermore, the results suggest that tourism stakeholders and local governments should invest in sustainable training initiatives that address both linguistic competence and strategic communication skills to enhance the quality of tourism services and support the long-term sustainability of community-based tourism in Tetebatu.
Pengembangan E-Modul Kimia Berbasis Proyek Terintegrasi Pendekatan Green Chemistry untuk Meningkatakan Pemahaman Konsep dan Keterampilan Berpikir Kritis Zulfa, Ria; Hakim, Aliefman; Savalas, Lalu Rudyat Telly
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul kimia berbasis proyek terintegrasi green chemistry untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis peserta didik serta menguji kelayakannya ditinjau dari kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Prinsip green chemistry yang dikaji terbatas pada prinsip preventif (prinsip nomor 1). Jenis penelitian ini termasuk penelitian pengembangan (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Develop, Implementation, dan Evaluation). Pengembangan e-modul dinyatakan layak ditinjau dari tiga aspek dengan hasil persentase ≥ 61%. Hasil uji kelayakan pada aspek validitas oleh tiga validator memperoleh persentase 82% dengan kriteria sangat valid. Kepraktisan e-modul ditinjau dari observasi aktivitas dan angket respon peserta didik dan guru memperoleh hasil rata-rata persentase sebesar 81,56% dan 91% dengan kategori sangat praktis. Keefektifan e-modul ditinjau dari hasil N-gain pre-test dan post-test peserta didik dengan nilai 86,8% untuk pemahaman konsep dan 70,45% untuk keterampilan berpikir kritis. Berdasarkan hasil tersebut, e-modul kimia berbasis Project Based Learning (PjBL) terintegrasi pendekatan green chemistry pada materi hukum dasar kimia yang dikembangkan layak digunakan.
Analisis Kesiapan Implementasi Rekam Medis Elektronik Menggunakan Technology Readiness Index di Puskesmas Ambalawi Bimantara, Galang Dwi; Chairunnisah, Reni; Hasanah, Uswatun
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6342

Abstract

Transformasi digital pelayanan kesehatan mendorong fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengimplementasikan rekam medis elektronik (RME). Keberhasilan implementasi RME tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sistem dan infrastruktur teknologi informasi, tetapi juga oleh kesiapan petugas kesehatan sebagai pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan petugas kesehatan dalam implementasi RME di Puskesmas Ambalawi menggunakan pendekatan Technology Readiness Index (TRI). Penelitian melibatkan 50 petugas kesehatan sebagai responden. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang terdiri atas 16 pernyataan berdasarkan empat dimensi TRI dengan skala Likert 1–4. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan nilai rata-rata setiap dimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi optimism memperoleh nilai rata-rata 3,37 (sangat tinggi), innovativeness 3,27 (sangat tinggi), discomfort 2,18 (rendah), dan insecurity 2,15 (rendah). Hal ini mengindikasikan bahwa faktor pendorong (optimism dan innovativeness) lebih dominan dibandingkan faktor penghambat (discomfort dan insecurity). Temuan tersebut menggambarkan bahwa petugas kesehatan di Puskesmas Ambalawi memiliki kecenderungan kesiapan psikologis yang positif dalam menghadapi implementasi RME. Kesiapan tersebut perlu diperkuat melalui pelatihan berkelanjutan, pendampingan pengguna, dukungan teknis, penguatan keamanan informasi, serta penyediaan infrastruktur teknologi yang memadai.
Analisis Validitas dan Reliabilitas E-Modul terintegrasi proses pembuatan keris dengan Model Problem Based Learning Utari, Wiwin Melia; Idrus, Agil Al; Harjono, Ahmad
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6344

Abstract

Pengembangan bahan ajar digital menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA yang lebih interaktif, kontekstual, dan sesuai dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas dan reliabilitas e-modul terintegrasi proses pembuatan keris dengan model Problem Based Learning (PBL) pada materi suhu, kalor, dan pemuaian. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan lima validator yang terdiri atas tiga dosen dan dua guru IPA. Perangkat yang divalidasi meliputi Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), modul ajar, e-modul terintegrasi pproses pembuatan keris, instrumen tes literasi sains, dan instrumen tes keterampilan berpikir kreatif. Analisis validitas dilakukan menggunakan koefisien Aiken's V, sedangkan reliabilitas dianalisis menggunakan metode Percentage Agreement (PA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perangkat pembelajaran memenuhi kriteria valid dengan nilai rata-rata Aiken's V, yaitu ATP sebesar 0,902, modul ajar 0,903, instrumen tes literasi sains 0,919, instrumen tes keterampilan berpikir kreatif 0,914, dan e-modul 0,891. Hasil uji reliabilitas menunjukkan seluruh perangkat berada pada kategori reliabel dengan nilai Percentage Agreement berturut-turut sebesar 97,7% (ATP), 97,7% (modul ajar), 97,5% (instrumen literasi sains), 97,2% (instrumen keterampilan berpikir kreatif), dan 96,6% (e-modul), dengan rata-rata keseluruhan sebesar 97,34%. Temuan tersebut menunjukkan bahwa e-modul terintegrasi proses pembuatan keris berbasis Problem Based Learning memenuhi kriteria valid dan reliabel sehingga layak digunakan sebagai bahan ajar IPA yang mendukung pembelajaran kontekstual, interaktif, dan bermakna.
The Influence of Food-Based Contextual Experiments on Students’ Understanding of Chemical Reaction Concepts Kamaliana, Yola; Ahmadi, Ahmadi
Journal of Authentic Research Vol. 2 No. 2 (2023): July
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v2i2.6348

Abstract

This study investigates the influence of food-based contextual experiments on students’ understanding of chemical reaction concepts. Chemical reactions are fundamental topics in chemistry; however, students often experience difficulties in understanding reaction processes because they involve macroscopic observations, symbolic equations, and submicroscopic particle interactions. Food-based contextual experiments were used as an instructional strategy to connect abstract chemical reaction concepts with familiar materials found in students’ daily lives, such as vinegar, baking soda, milk, salt, sugar, and fermented food products. This study employed a pre-experimental design using a one-group pretest–posttest format. The participants consisted of 31 Grade X students at Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri. Data were collected through a conceptual understanding test consisting of five items related to indicators of chemical reaction concepts, including evidence of chemical reactions, reactants and products, conservation of mass, reaction types, and factors affecting reactions. The data were analyzed using descriptive statistics and a paired-sample t-test. The findings showed that students’ conceptual understanding significantly improved after learning through food-based contextual experiments compared with their initial understanding. The learning activities enabled students to observe real chemical phenomena, discuss reaction evidence, and relate experimental results to chemical equations. These findings suggest that food-based contextual experiments can serve as an effective contextual learning approach to improve students’ understanding of chemical reaction concepts.
Bimbingan Peer Supervisor Lintas Angkatan Terhadap Kemandirian Belajar Mahasiswa Tata Boga: Self-Efficacy Sebagai Mediator Simanjuntak, Maria; Rahayu, Enita; Yasir, Andi
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran mediasi self-efficacy dalam hubungan antara bimbingan peer supervisor lintas angkatan dengan kemandirian belajar mahasiswa Tata Boga. Sistem peer supervision yang dikaji merupakan bagian dari mata kuliah Teknik Supervisi, di mana mahasiswa semester 4 berperan sebagai peer supervisor bagi mahasiswa semester 2 yang sedang menjalani praktikum operasional di tiga stasiun kerja: Kitchen, Pastry, dan Restoran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional melibatkan 122 responden yang terdiri dari mahasiswa semester 2 aktif dan mahasiswa semester 4 (data retrospektif saat mereka semester 2), dengan pembersihan data berbasis kualitas respons. Instrumen berupa kuesioner skala Likert empat poin dengan 27 item (9 item per variabel). Analisis menggunakan PLS-SEM dengan bootstrapping 5.000 resampling. Hasil menunjukkan bimbingan peer supervisor berpengaruh positif dan signifikan terhadap self-efficacy (β=0,376; t=5,313; p<0,001); self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian belajar (β=0,739; t=13,398; p<0,001), sedangkan pengaruh langsung bimbingan peer supervisor terhadap kemandirian belajar tidak signifikan (β=0,024; t=0,334; p=0,739; p>0,05). Efek mediasi terbukti signifikan (β=0,278; t=4,642; p<0,001) dengan pola full mediation. Model menjelaskan 56% variasi kemandirian belajar (R²=0,560). Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan sistem peer supervision di pendidikan vokasi, khususnya dalam merancang program pembekalan peer supervisor yang tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pada penguatan fungsi mentoring dan psikososial untuk meningkatkan self-efficacy mahasiswa.
Model Sustainable Entrepreneurship dalam Kewirausahaan Pariwisata Berbasis Keberlanjutan: Tinjauan Literatur Sistematis Halimahtusakdiah; Yulastri, Asmar; Yuliana; Fiandra, Yudha Aditya
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6049

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan tren penelitian, model sustainable entrepreneurship, serta faktor-faktor yang memengaruhi implementasi sustainable entrepreneurship dalam kewirausahaan pariwisata berbasis keberlanjutan. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Data diperoleh dari basis data Scopus menggunakan kata kunci dan kriteria inklusi yang telah ditetapkan, sehingga diperoleh 13 artikel open access yang diterbitkan pada periode 2021--2026 untuk dianalisis. Hasil analisis mengungkap enam model dominan, yaitu Triple Bottom Line (TBL), Circular Economy (Ekonomi Sirkuler), Stakeholder Collaboration (Kolaborasi Pemangku Kepentingan), Community-Based Tourism Entrepreneurship (Kewirausahaan Pariwisata Berbasis Komunitas), Sustainable Business Model Innovation (Inovasi Model Bisnis Berkelanjutan), dan Social Entrepreneurship (Kewirausahaan Sosial). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian mengenai sustainable entrepreneurship pada sektor pariwisata mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, implementasi sustainable entrepreneurship dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu kemampuan kewirausahaan, inovasi, kolaborasi pemangku kepentingan, dukungan pemerintah, partisipasi masyarakat, serta transformasi digital. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan kewirausahaan pariwisata berkelanjutan memerlukan pendekatan yang terintegrasi untuk menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis melalui sintesis komprehensif mengenai perkembangan penelitian, model, dan faktor-faktor yang memengaruhi sustainable entrepreneurship, serta memberikan implikasi praktis bagi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan pengelola destinasi dalam mengembangkan strategi kewirausahaan pariwisata yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.