cover
Contact Name
Adit Widodo Santoso
Contact Email
adit.santoso@ukrida.ac.id
Phone
+6285171706076
Journal Mail Official
meditek@ukrida.ac.id
Editorial Address
Gedung A Lantai 5 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Krida Wacana, Jl. Arjuna Utara No. 6, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Meditek
ISSN : 26861437     EISSN : 26860201     DOI : https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran MEDITEK merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel-artikel dalam lingkup bidang kedokteran dan biomedik secara open access. Proses publikasi artikel melalui proses penelaahan oleh pakar sebidang (peer-review) secara double-blind. Jurnal Kedokteran Meditek berafiliasi pada Fakultas Kedokterandan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana, dengan misi mendorong penyebarluasan perkembangan ilmu kedokteran & biomedis di Indonesia maupun secara global dengan menerbitkan 3 edisi dalam setahun, yaitu: Januari, Mei dan September.
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER" : 17 Documents clear
Profil dan Kesintasan Penderita Kanker Kolorektal RS Bethesda Yogyakarta Ang Supono, Effie; Jayadi, Tejo; Hariatmoko; Siagian, Jonathan Willy
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i3.2547

Abstract

Kanker kolorektal pada tahun 2020 merupakan penyebab kematian paling banyak kedua dari seluruh kasus kanker. Di Indonesia, jumlah kasus baru kanker kolorektal sebesar 8,6% (34.189) dari seluruh kasus baru kanker. Data terkait kenaikan jumlah kasus, jumlah kematian, jenis kanker tersering sudah sering dilaporkan di Indonesia namun terkait dengan kesintasan masih jarang dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait profil dan kesintasan kanker kolorektal di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan desain potong lintang. Data diambil dari rekam medis RS Bethesda Yogyakarta periode tahun 2013-2021 dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki 63,6%, kelompok usia tua (>40 tahun) 93,5%, keluhan terbanyak berupa perubahan pola BAB 72,53%, jenis histopatologi epitel (adenokarsinoma) 92,2%, lokasi kiri 90,9%, didiagnosis pada stadium IV 39%, tata laksana pembedahan 84,42%, dan kesintasan 2 tahun 20,8%. Kesimpulan penelitian ini adalah profil kanker kolorektal lebih banyak pada jenis kelamin laki-laki, usia tua, keluhan berupa perubahan pola BAB, histopatologi tipe sel epitel (adenokarsinoma), lokasi kiri, stadium IV, tata laksana paling banyak pembedahan, serta kesintasan 2 tahun adalah 20,8%.
Uji Neurotoksin Insektisida Berbahan Ekstrak Daun Kemangi dan Piretrum terhadap Mortalitas Lalat Rumah (Musca domestica) Tanian, Michelle Amelia; Rumiati, Flora; Susilowati, Rina Priastini
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i3.2636

Abstract

Lalat rumah (Musca domestica) berpotensi tinggi dalam menyebarkan patogen bagi manusia. Upaya pengendalian yang sering digunakan adalah insektisida sintetik berbahan kimia yang memiliki dampak negatif seperti pencemaran lingkungan. Flavonoid, eugenol, alkaloid dan piretrin  yang terkandung dalam ekstrak daun kemangi dan piretrum adalah neurotoksin terhadap serangga sehingga cocok digunakan sebagai insektisida nabati. Tujuan dilakukan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas neurotoksin insektisida berbahan ekstrak daun kemangi dan piretrum terhadap mortalitas lalat rumah. Penelitian menggunakan desain penelitian eksperimental dengan metode Rancangan Acak Lengkap. Uji neurotoksin dilakukan pada sepuluh lalat rumah di setiap gelas plastik dengan tiga kali ulangan. Kelompok perlakuan adalah kontrol negatif (tanpa paparan), kontrol positif (disemprot insektisida komersial), kelompok konsentrasi 10%, 20%, 30% dan 40%. Pengamatan dilakukan setelah penyemprotan tiap 10 menit selama 1 jam dan 24 jam. Diperoleh nilai LC50 sebesar 9,557%, dan LC90 sebesar 13,299 %. Berdasarkan uji one-way ANOVA diperoleh adanya perbedaan yang sangat bermakna (p<0,01), antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan insektisida berbahan ekstrak campuran. Dapat disimpulkan bahwa Insektisida berbahan campuran ekstrak daun kemangi dan piretrum memiliki efek neurotoksin terhadap lalat rumah dan lebih efektif dalam membunuh 100% lalat rumah dengan waktu yang singkat daripada insektisida komersial yaitu dengan konsentrasi 30% dalam 10 menit.
Prolonged Grief Disorder di Masa Pandemi COVID-19: Suatu Tinjauan Pustaka Wiyoga, Renata Listian; Indriarti, Maria Rini; Septiawan, Debree
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i3.2656

Abstract

Duka cita umumnya dapat mereda dengan sendirinya, sedangkan individu yang mengalami duka cita secara terus-menerus dan mengganggu fungsinya selama lebih dari satu tahun dikatakan mengalami “prolonged grief disorder”. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memaparkan faktor resiko prolonged grief disorder, diagnosa dan asesmen, tata laksana, serta implikasi pandemi COVID-19 terhadap prolonged grief disorder. Dalam melakukan pencarian literatur kata kunci yang digunakan adalah: complicated grief, persistent complex bereavement disorder, pandemic COVID-19, dan prolonged grief disorder. Total artikel yang ditemukan melalui database adalah 187 artikel, yang terdiri dari PubMed 155 artikel dan Google Scholar 32 artikel. Artikel-artikel tersebut dilakukan penilaian kritis dengan hasil akhir 10 artikel dimasukan kedalam literatur review ini. Tinjauan Pustaka ini menunjukkan adanya potensi peningkatan kasus prolonged grief disorders akibat pandemi COVID-19 di masa depan. Beberapa skala penilaian, termasuk self-report dan kuesioner dapat digunakan untuk menilai gejala duka cita tertentu dan untuk melacak kemajuan pengobatan. Diagnosis prolonged grief disorder tidak semata-mata didasarkan pada instrumen self-report tetapi juga mencakup evaluasi yang dilakukan oleh dokter. Pendekatan berbasis bukti baik psikofarmaka atau psikoterapi seperti complicated grief treatment terbukti mengobati gejala prolonged grief disorder.
Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.) Terhadap Ginjal Tikus Putih Yang Diinduksi Minyak Jelantah Aprilianti, Intan; Febriani, Husnarika; Syukriah
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i3.2703

Abstract

Penggunaan minyak jelantah dalam jangka panjang pada pengolahan bahan pangan menimbulkan berbagai kerusakan sel tubuh dan doposisi sel lemak pada organ, salah satunya ginjal diakibatkan radikal bebas pada minyak jelantah. Radikal bebas dapat diminimalisir oleh antioksidan alami yang berasal dari tanaman daun asam jawa. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh ekstrak etanol daun asam jawa terhadap, histologi, kadar ureum dan histofotometri yang diinduksi minyak jelantah. Penelitian ini menggunakan  rancangan acak lengkap 25 ekor tikus dibagi 5 kelompok dan 5 ulangan yang terdiri dari kontrol negatif, kontrol positif, kelompok perlakuan 1, 2 dan 3 dengan dosis 150, 200, dan 250 mg/kg BB selama 28 hari. Tahapan dalam penelitian ini meliputi skrining fitokimia, uji kualitas minyak, pengukuran kadar ureum, pengamatan histologi dan pengukuran pelebaran ruang bowman. Analisis data menggunakan one way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji duncan. Hasil penelitian  menunjukkan ekstrak etanol daun asam jawa dapat menurunkan kadar ureum (21,00±3,16), meminimalisir kerusakan histologi ginjal (20,80±2,95) serta berpengaruh terhadap ruang bowman (11,94±1,29) akibat induksi minyak jelantah.
Pengaruh Spirulina platensis terhadap Aktivitas Katalase Hepar Tikus (Rattus Norvegicus) yang Diinduksi Parasetamol Dosis Tinggi Hapsari, Sindy Arum; E. J. T., Sihning; Pikir, Rizqi Rokhmadhoni; Pratiknya, Djatiwidodo Edi
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i3.2758

Abstract

Drug-Induced Liver Injury (DILI), seringkali disebabkan oleh akumulasi metabolit reaktif yang dihasilkan obat seperti parasetamol, N-acetyl-p-benzoqui-none imine (NAPQI) sehingga memicu terjadinya stres oskidatif, yaitu kondisi dimana perbandingan jumlah radikal bebas yang lebih tinggi daripada jumlah antioksidan. Ekstrak Spirulina platensis (S. platensis) yang kaya antioksidan berpotensi menangkal radikal bebas. Peneliti terdahulu  menunjukkan S. platensis 360 mg/KgBB dapat menurunkan malondialdehida sebagai indikator kadar radikal bebas.  Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan uji aktivitas katalase untuk mengetahui peran S. platensis 360 mg/KgBB sebagai indikator kadar antioksidan pada kondisi stres oksidatif. Penelitian dilakukan dengan randomized posttest only control group design. Sampel sebanyak 30 ekor tikus Rattus norvegicus jantan, dibagi menjadi 3 kelompok: (K-) kelompok yang tidak mendapat perlakuan; (K+) kelompok yang diinduksi parasetamol; (Kp) kelompok yang diinduksi parasetamol dan diberi ekstrak S. platensis 360 mg/KgBB. Pada akhir penelitian, seluruh kelompok dilakukan perhitungan aktivitas katalase jaringan hepar. Hasil uji One Way Anova menunjukkan adanya peningkatan aktivitas katalase yang signifikan (p = 0,041), terutama antara kelompok K- dengan kelompok K+ (p = 0,032) dan antara kelompok Kp dengan kelompok K+ (p = 0,025). Simpulan penelitian menunjukkan bahwa ekstrak S. platensis terbukti memberikan pengaruh antioksidan terhadap peningkatan aktivitas katalase jaringan hepar tikus yang diinduksi parasetamol dosis tinggi.
Kor Pulmonal pada Tuberkulosis Paru: Sebuah Laporan Kasus Ariobimo, Bonfilio Neltio; Nujum, Nurun
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i3.2760

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan salah satu masalah kesehatan global. Beberapa penelitian sebelumnya melaporkan bahwa ditemukan adanya kemungkinan hubungan antara penyakit TB dan Hipertensi Pulmonal. Hipertensi Pulmonal dapat mengalami perkembangan lebih lanjut yang disebut sebagai kor pulmonal. Kami melaporkan pasien wanita 22 tahun datang ke instalasi gawat darurat dengan keluhan utama sesak nafas sejak 2 hari dirasakan semakin memberat terutama saat berjalan. Pasien juga mengeluhkan bengkak di kedua kakinya sejak 1 minggu ini.  Pasien memiliki riwayat TB paru 8 bulan yang lalu namun hanya menjalani pengobatan selama 4 bulan. Pemeriksaan sinar-x thorak menunjukkan gambaran fibroinfiltrat disertai multipel kavitas di daerah parahilar dan infrahilar paru kanan dan kiri, selain itu juga ditemukan kardiomegali. Ekokardiografi menunjukan regurgitasi trikuspid ringan, dilatasi atrium kanan, dilatasi ventrikel kanan, Tricuspid Annular Plane Systolic Excursion menurun, dan efusi perikardial minimal. Diagnosis klinis mendukung gambaran suatu kor pulmonal akibat TB paru. Kondisi vasokonstriksi, inflamasi kronis, dan hipoksia alveolar kronis ini yang menyebabkan perubahan pembuluh darah paru disertai destruksi pembuluh darah paru yang bersifat ireversibel. Hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan disfungsi ventrikel kanan. Penatalaksanaan tuberkulosis paru dapat mencegah perkembangan HP yang berujung kor pulmonal. Deteksi dini sangat penting pada pasien berisiko terkena hipertensi pulmonal.
Efek Latihan Aerobik pada Hasil Pemeriksaan Elektrodiagnostik dan Kualitas Hidup Pasien Neuropati Diabetikum Sakasasmita, Steven; Julian, Tanri; Winata, Handy
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i3.2786

Abstract

Neuropati diabetikum merupakan penyakit neuropati paling sering di dunia. Neuropati diabetikum merupakan penyakit yang seiring dengan progresivitas penyakitnya, maka gejala, hasil pemeriksaan elektrodiagnostik, dan kualitas hidupnya akan semakin memburuk. Beberapa studi menyatakan bahwa salah satu terapi yang dapat digunakan untuk memperlambat progresivitas penyakit neuropati diabetikum adalah latihan aerobik. Studi ini bertujuan untuk mengetahui efek dari latihan aerobik terhadap hasil pemeriksaan elektrodiagnostik dan kualitas hidup pasien neuropati diabetikum. Metode yang digunakan pada studi ini dengan cara pencarian artikel ilmiah berbasis data daring menggunakan Google Scholar, Science Direct, Proquest, dan Pubmed. Ditemukan 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi-eksklusi untuk dikaji pada literature review ini. Sebagian besar studi menyatakan bahwa latihan aerobik selama 8-12 minggu memiliki efek yang akan memperbaiki nilai hasil elektrodiagnostik dan perbaikan pada kualitas hidup pasien neuropati diabetikum. Latihan aerobik berdampak baik pada metabolik dan vaskular pasien yang akan mengontrol kadar glikemik pasien dan mengurangi keparahan neuropati diabetikum.
Abducens Nerve Palsy Due to Coronavirus Disease (COVID-19) Goenawan, Kristian; Mahayana, Indra Tri
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i3.2805

Abstract

The main causes of N.VI paralysis in adults are microvascular disease, vasculopathy, tumors, and inflammatory conditions. However, recent studies suggest that neurotropic viruses may be the etiology of N.VI paralysis. COVID-19 also has neurotropic and neuroinvasive capabilities that make the eye susceptible to bilateral optic neuritis, papilledema, and cranial nerve paralysis, the most common of which is abducens nerve palsy. The aim of this literature review is to review studies that describe the occurrence of abducens nerve palsy in COVID-19 patients. The literature search began in the period April-May 2022 from the Google Scholar database (https://scholar.google.com/). This mini review used the AMSTAR (Assessment of Multiple Systemic Review 2, including randomized and nonrandomized studies) checklist and reviewers independently agreed on the selection of eligible studies and reached consensus regarding which studies to include with inclusion criteria. This mini review found that 75% of cases were strongly associated with viral infection and 25% of cases were strongly associated with COVID-19 vaccination. Only 50% of cases report improvement in abducens nerve palsy. This has the implication that with the increasing prevalence of COVID-19 worldwide, ophthalmologists should be aware that abducens nerve palsy may be part of COVID-19. 
Pengalaman Keterikatan Ibu dan Bayi Pasca ERACS (Enhanced Recovery After Cesarean Section) di RSUD Tamansari Noviani, Felicia; Oktavia, Eva; Evan
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i3.2838

Abstract

Keterikatan ibu dan bayi pasca persalinan membantu ibu menstimulasi perkembangan fisiologis dan psikologis bayi. Di sisi lain, prosedur Enhanced Recovery After Cesarean Section (ERACS) meningkatkan keterikatan ibu dan bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengalaman keterikatan ibu dan bayi pasca ERACS. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur kepada tujuh responden 12 jam setelah ERACS. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian didapatkan lima tema utama yang teridentifikasi, meliputi inisiatif ibu mencari sumber informasi mengenai keterikatan ibu dan bayi, respons positif ibu terhadap kelahiran bayinya, perilaku promosi ibu dalam meningkatkan keterikatan dengan bayinya, dukungan perawatan bayi dan ibu pasca persalinan dan intensitas keterikatan yang terbangun. Kesimpulan dari penelitian ini ERACS mengoptimalkan keterikatan ibu dan bayi melalui dukungan perilaku promosi keterikatan ibu dengan bayi melalui praktik kontak kulit ke kulit segera setelah persalinan serta pemulihan dini memungkinkan ibu mendapat dukungan suami untuk meningkatkan keterikatan dengan bayinya.
Diagnosis dan Tata Laksana Infeksi Paru akibat Jamur Mamudi, Chrispian Oktafbipian
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i3.2845

Abstract

Infeksi paru yang disebabkan oleh jamur umumnya menyerang kelompok orang pada daerah geografis tertentu dan juga orang dengan defisiensi imun. Infeksi jamur pada paru yang paling umum terjadi yaitu Aspergillosis, Histoplasmosis, Cryptococcosis, dan Kandidiasis. Gejala awal tidak khas dan biasanya menyerupai flu atau infeksi paru oleh sebab lain. Bila ada faktor presdiposisi, sebaiknya dilakukan pemeriksaan bahan klinik yang akan memberikan diagnosis pasti. Faktor lain yang ditemukan adalah masih jarang yang melakukan pemeriksaan jamur sistemik, karena tidak adanya tenaga pemeriksa yang terlatih atau tidak didapatkan peralatan antigen di laboratorium. Permasalahan lain adalah apakah infeksi jamur tersebut bersifat koloni atau infeksi/patogen. Oleh karena itu, dilakukan review beberapa literatur termasuk jurnal dan konsensus terkait tata laksana yang tepat mulai dari anamnesis, pemeriksaan fisik, diagnosis, pencegahan, hingga pengobatan infeksi paru akibat jamur. Untuk membuat diagnosis klinis jamur paru, dalam anamnesis harus ditanyakan hal yang berkaitan dengan faktor predisposisi seperti riwayat diabetes, penyakit paru kronis, pemakaian antibiotika, steroid, atau antineoplastik jangka panjang. Pada pasien yang memiliki predisposisi untuk kejadian infeksi jamur akibat paru sebaiknya dilakukan pemeriksaan bahan klinik yang akan memberikan diagnosis pasti. Terdapat beberapa kelompok anti fungal yang dapat diberikan untuk infeksi paru akibat jamur seperti Polyenes, Triazoles, dan Echinocandins.

Page 1 of 2 | Total Record : 17


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 1 (2026): Januari Vol 31 No 6 (2025): November Vol 31 No 5 (2025): SEPTEMBER Vol 31 No 4 (2025): JULI Vol 31 No 3 (2025): MEI Vol 31 No 2 (2025): MARCH Vol 31 No 1 (2025): JANUARI Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER Vol 30 No 2 (2024): MEI Vol 30 No 1 (2024): JANUARI Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER Vol 29 No 2 (2023): MEI Vol 29 No 1 (2023): JANUARI Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 26 No 2 (2020): MEI-AGUSTUS Vol 26 No 1 (2020): JANUARI - APRIL Vol 25 No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 25 No 2 (2019): MEI - AGUSTUS Vol 25 No 1 (2019): JANUARI - APRIL VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018 VOL. 24 NO. 67 JULI-SEPTEMBER 2018 VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018 VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018 VOL. 23 NO. 64 OKTOBER-DESEMBER 2017 VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017 VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017 VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017 VOL. 22 NO.60 SEPTEMBER-DESEMBER 2016 VOL. 22 NO. 59 MEI-AGUSTUS 2016 VOL. 22 NO. 58 JANUARI-APRIL 2016 Vol. 21 No. 57 September-Desember 2015 Vol. 21 No. 56 Mei-Agustus 2015 Vol. 21 No. 55 Januari - April 2015 Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014 Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014 Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014 Vol. 18 No. 48 September - Desember 2012 Vol. 18 No. 47 Mei - Agustus 2012 Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012 Vol. 17 No. 45 September - Desember 2011 vol. 17 no. 44 Mei-Agustus 2011 vol. 17 no. 43 Januari-April 2011 Vol. 16 No. 43B Mei - Agustus 2010 Vol. 16 No. 42A Januari - April 2010 vol. 16 no. 42 September-Desember 2009 vol. 15 no. 40 Januari-April 2009 Vol. 15 No. 39E September-Desember 2008 Vol. 15 No. 39C Januari-April 2008 Vol. 15 No. 39B September-Desember 2007 vol. 15 no. 39 Januari-April 2007 Vol. 15 No. 39A Mei-Agustus 2007 vol. 14 no. 38 September-Desember 2006 vol. 14 no. 37 Mei-Agustus 2006 vol. 14 no. 36 Januari-April 2006 vol. 13 no. 35 September-Desember 2005 vol. 13 no. 34 Mei-Agustus 2005 vol. 13 no. 33 Januari-April 2005 vol. 12 no. 32 September-Desember 2004 vol. 12 no. 31 Mei-Agustus 2004 vol. 12 no. 30 January-April 2004 vol. 11 no. 29 Agustus-Desember 2003 vol. 11 no. 28 April-July 2003 Vol. 10 No. 27 Januari-April 2002 Vol. 9 No. 26 September - Desember 2001 Vol. 9 No. 25 Mei-Agustus 2001 Vol. 8 No. 23 September - Desember 2000 Vol. 7 No. 20 Juli-Oktober 1999 Vol. 6 No. 17 Oktober-Desember 1998 Vol. 6 No. 15 April-Juni 1998 Vol. 5 No. 13 Oktober-Desember 1997 Vol. 5 No. 12 Juli-September 1997 Vol. 5 No. 11 Juli-September 1997 Vol. 4 No. 10 September-Desember 1996 Vol. 4 No. 9 Mei-Agustus 1996 Vol. 4 No. 8 Januari-April 1996 Vol. 3 No. 7 September-Desember 1995 Vol. 3 No. 6 Mei-Agustus 1995 Vol. 3 No. 5 Januari-April 1995 More Issue