cover
Contact Name
Adit Widodo Santoso
Contact Email
adit.santoso@ukrida.ac.id
Phone
+6285171706076
Journal Mail Official
meditek@ukrida.ac.id
Editorial Address
Gedung A Lantai 5 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Krida Wacana, Jl. Arjuna Utara No. 6, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Meditek
ISSN : 26861437     EISSN : 26860201     DOI : https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran MEDITEK merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel-artikel dalam lingkup bidang kedokteran dan biomedik secara open access. Proses publikasi artikel melalui proses penelaahan oleh pakar sebidang (peer-review) secara double-blind. Jurnal Kedokteran Meditek berafiliasi pada Fakultas Kedokterandan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana, dengan misi mendorong penyebarluasan perkembangan ilmu kedokteran & biomedis di Indonesia maupun secara global dengan menerbitkan 3 edisi dalam setahun, yaitu: Januari, Mei dan September.
Articles 623 Documents
Identifikasi Escherichia coli pada Tangan Penjamah Makanan di Kantin Kampus FK Ukrida Tahun 2016 Donny Utama; Yosephin Sri Sutanti; Flora Rumiati
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i66.1651

Abstract

Kontaminasi E. coli pada makanan cukup tinggi di Indonesia terutama di Jakarta. Tingkat kontaminasi oleh E. coli adalah 65,5% . Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan makanan juga masih tinggi yaitu 31.919 kasus tahun 1997 dengan angka kematian kasus 0,15%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya bakteri Escherichia coli pada tangan penjamah makanan di kantin Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Krida Wacana (FK Ukrida) dengan metode total purposive sampling sebanyak 17 sampel yang diteliti secara biokimia, menggunakan Analytical Profile Index Test. Pengambilan sampel dengan swab tangan hanya dilakukan satu kali saja untuk setiap penjamah makanan, menggunakan kapas lidi steril yang sudah dicelupkan ke dalam larutan NaCl 0,9% pada seluruh permukaan tangan dan sela-sela jarinya. Hasil swab tangan dibiakkan pada medium agar Eosin Methylen Blue. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa bakteri yang terdapat pada tangan penjamah makanan di kantin kampus FK Ukrida adalah koloni jamur dan bakteri gram positif, Pantoea spp, Raoultella planticola.Kata kunci: Escherichia coli, penjamah makanan, kantin kampus FK Ukrida
Hubungan Faktor Penggunaan Teknologi terhadap Kejadian Miopia pada Anak Usia Prapubertas di SD Sang Timur, Jakarta Anna Maria Dewajanti; Hendrik Kurniawan; Dewi Arista
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i66.1652

Abstract

Dengan semakin berkembangnya teknologi menyebabkan semakin banyak anak yang sering menghabiskan waktu dengan hal-hal yang berhubungan dengan perkembangan teknologi seperti bermain video game, bermain komputer, serta menggunakan smartphone. Berkurangnya aktivitas fisik anak di luar ruangan menjadi aktivitas di dalam ruangan yang membutuhkan penglihatan jarak dekat diduga memicu terjadinya miopia pada anak usia prapubertas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara penggunaan teknologi terhadap meningkatnya angka kejadian miopia pada anak usia prapubertas di SDK Sang Timur, Jakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analitik pendekatan cross sectional dengan kuesioner dan snellen chart untuk memeriksa tajam penglihatan. Hasil analisis hubungan antara penggunaan teknologi terhadap kejadian miopia pada 100 responden menggunakan uji statistik Chi Square yakni dengan nilai p < 0,05 (α) diperoleh adanya hubungan antara intensitas lamanya  penggunaan teknologi komputer, jarak menonton televisi, lamanya bermain (lebih dari 3 jam) dan posisi bermain video game portable terhadap kejadian miopia pada anak usia prapubertas.Kata Kunci: miopia, teknologi
Hubungan Kebiasaan Mengonsumsi Makanan Cepat Saji dengan Indeks Massa Tubuh pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Ukrida Angkatan 2016 Periode September 2017 Vina Cyrilla; Gracia JMT Winaktu; Susanty Dewi Winata
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i65.1653

Abstract

Globalization and urbanization have a considerable impact in eating habits. These have caused many people eat fast food which contains high calories and low nutrition. Eating fast food has become a risk factor for obesity. This study was a cross-sectional analytics study which was conducted in September 2017. Subjects of 85 active students of the 2016 batch from faculty of medicine Ukrida were selected by a simple random sampling. The study found that among the surveyed students, 37.6% rarely ate fast food, whereas 62.4% usually ate fast food. The chi-square analysis obtained a p value of 0.000 which indicated that there was a relationship between fast food consumption habit with Body Mass Index. It was also found that age and gender didn’t have relationship with Body Mass Index.Keywords: habit of consumption, fast food, body mass index
Gambaran Keluhan Muskuloskeletal pada Latihan Beban di Pusat Kebugaran Body Fitness 2017 Jason Julio Sutanto; Handy Winata; Santoso Gunardi
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i66.1654

Abstract

Latihan beban merupakan latihan fisik yang dapat membantu meningkatkan daya tahan dan kekuatan otot. Selain menjadi lebih kuat, latihan beban juga dapat meningkatkan performa olahraga seperti sepak bola, bola basket, football, dan lain-lain. Tetapi, karena latihan beban penggunaannya secara repetitif, maka potensial untuk terjadinya cedera pada jaringan lunak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lokasi tersering cedera pada latihan beban. Penelitian ini menggunakan 94 orang sebagai responden yang dipilih secara simple random sampling, berusia antara 17-45 tahun dan merupakan anggota dari Body Fitness, Jakarta Barat. penelitian ini menggunakan Nordic Body Map Questionaire untuk mengetahui lokasi keluhan muskuloskeletal pada responden. Hasil penelitian ini menunjukkan regio punggung bawah atau pinggang adalah lokasi dengan keluhan muskuloskeletal tersering dan disusul oleh bahu, lutut, lengan atas, pergelangan tangan, dan leher.Kata kunci : latihan beban, keluhan muskuloskeletal, punggung bawah
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada Balita di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk Bulan Agustus 2016 Pamela Felita; Hendrik Kurniawan; Anna Maria Dewajanti
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i65.1655

Abstract

Acute Respiratory Infection (ARI) is one of the main causes of patients to visit health facilities. The incidence and prevalence of ARI in Indonesia in 2013 is 1.8 and 4.5%, respectively. ARI is still among the top ranks of eleven major causes of morbidity and mortality in children under five in 2013. One of the factors that makes a person get exposed to respiratory diseases is the nutritional status. This study aimed to determine whether there is a relationship between nutritional status and the incidence of ARI in infants at Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk on August 2016. Research subjects were toddlers who sought treatment at MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit) health center in Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk. Eighty-four subjects participated in this study were selected by a consecutive sampling technique. Nutritional status was categorized based on anthropometric standards by measuring body weight age ratio. Among the subjects, 9 infants (64,3%) had bad nutrition and ISPA, whereas 49 infants (70,0%) had good nutrition and ISPA. Statistical analysis using Fisher test obtained a significance value, with a p-value of 0.754 (p> 0.05). The study concludes that there was no association between nutritional status and the incidence of ARI in infants in Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk in August 2016.Keywords: respiratory infections, nutritional status, toddler, Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk
Hubungan Kerja Gilir dan Faktor-Faktor Lain dengan Insomnia pada Pekerja Laki-Laki di Pabrik Sepatu PT X, Tangerang Susanty Dewi Winata
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i66.1656

Abstract

Kerja gilir telah lama diterapkan pada beberapa sektor pekerjaan yang mengharuskan beroperasi selama 24 jam. Berbagai masalah kesehatan  telah diketahui sebagai akibat dari kerja gilir dan salah satunya adalah gangguan tidur atau insomnia. Insomnia pada pekerja pabrik yang menjalani kerja gilir dapat mengganggu kerja dan dapat menurunkan produktivitas. Sebanyak 202 pekerja laki-laki pabrik sepatu di Tangerang menjadi responden penelitian yang menggunakan metode comparative cross sectional. Informasi diperoleh dengan mewawancarai semua responden. Diagnosis insomnia didapatkan melalui pengisian kuesioner Insomnia Rating Scale.  Dari 202 responden yang terdiri atas 101 orang kerja gilir dan 101 orang yang tidak kerja gilir didapatkan perbandingan  prevalensi insomnia pada kerja gilir sebesar 63,4% dan pada tidak kerja gilir 23,8%. Kerja gilir mempunyai risiko 6,65 kali lebih besar untuk terjadinya insomnia dibandingkan dengan yang tidak kerja gilir. Faktor risiko insomnia lainnya adalah umur 40 tahun atau lebih (OR=3,38), waktu merokok tiga jam atau kurang sebelum tidur (OR = 9,33), dan lingkungan tidur yang tidak nyaman. (OR = 4,00). Terdapat hubungan antara kerja gilir, umur, merokok, dan lingkungan tidur dengan terjadinya insomnia.Kata kunci: kerja gilir, insomnia,umur, merokok, lingkungan tidur
Gambaran Kejadian Obesitas dan Faktor-Faktor yang Memengaruhi pada Usia di Atas 40 Tahun di Kelurahan Tanjung Duren Jakarta Tahun 2016 Abdul Siddiq Bin Rahani; Ernawaty Tamba
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i65.1657

Abstract

Obesity in adulthood is important to be considered due to its association with various diseases such as coronary heart disease. This study aimed to determine the incidence of obesity in adults and its affecting factors such as age, gender, education level, occupation, frequency of eating per day, total calories consumption per day, level of physical activity and parental obesity status. This was a cross sectional study with analytic observational approach. The study was carried out in 2016 among adults aged above 40 years old residing in Kelurahan Tanjung Duren, Jakarta. Primary data were obtained through interviews and questionnaires. Weight and height measurements were taken to assess the Body Mass Index (BMI) of the respondents. The study found that 44 (41,12%) of the respondents were obese (BMI ≥ 25 kg/m2). Chi-square analysis between obesity and independent variables showed that the incidence of obesity was negatively related to gender (p = 0.351), age (p = 0,520), education level (p = 0.352), occupation (p = 0.141), physical activity (p = 0,220), and parental obesity status (p = 0,109). Two variables were observed to have a positive relationship with the incidence of obesity, i.e. meal frequency per day (p = 0.029) and total calories consumption per day (p = 0,000). This study recommends obese adults to have healthy diet and run appropriate physical activities to reduce the incidence of obesity and avoid obese-related diseases.Keywords: Obesity, Body Mass Index (BMI), Adults
Penatalaksanaan Polip Nasi dengan Operasi Fungsional Endoskopik Sinus Erna M. Marbun
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i65.1658

Abstract

Nasal polyps are mucosal lesions of the nasal or paranasal sinuses that can be resulted from a response to inflammatory or infections stimuli. Although the exact etiology of this polyp remains unknown,it can coexist with asthma, aspirin intolerance, ,fungal rhinosinusitis, allergy, cystic fibrosis and ciliary dyskinesia. The main symptoms are nasal obstruction and nasal discharge. Endoscopy has enhanced the diagnosis and management of nasal polyps.The initial approach is medical management. Surgical removal is performed for nonresponders to medical management. Functional Endoscopic sinus surgery (FESS) is nowadays a common and excellent method for the treatment of nasal polyposis. Recurrance rates are higher in patients with asthma, but precise recurrence remain elusiveKeywords : nasal polyposis, FESS
Patofisiologi, Klasifikasi, dan Tatalaksana pada Grave’s Ophthalmopathy Ritsia Anindita Wastitiamurti
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i65.1659

Abstract

Grave’s ophthalmopathy (GO) happens in 40% of patients who suffer from Grave’s hyperthyroidism. The underlying cause of GO is an immunology response that effects not only the thyroid but also the eyesl. Without proper management, GO may cause loss of vision. The risk of GO in Grave’s disease increases with the presence of several risk factors such as older age and smoking history. Anatomical and histological changes to the soft tissues of the orbit cause the eye to protrude (exophtalmus) which is clinically a significant sign to this disease. Proper examination and follow ups of these patients are critical to decide the management to be taken. The management would depend on the phase (active and inactive) and the severity of this disease which was chategorized from mild to sight threatening.Keywords : pathophysiology, classification, management, grave’s ophthalmopathy
Peran Pemeriksaan Laboratorium dalam Penegakan Diagnosis Penyakit Kusta Arleen Devita
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i65.1661

Abstract

Leprosy is one of serious health problems in the world, particularly in Indonesia, which reportedly is the third highest number of leprosy cases in the world. This disease is a contagious disease caused by Mycobacterium lepra. The symptoms and clinical signs resemble to other skin diseases, so often that it is referred as the great imitator. The diagnosis of leprosy is generally established by anamnesis and physical examination. However, in certain cases with vague clinical sign and symptoms, i.e. in early cases of leprosy, laboratory examination such as microscopic, histopathologic, serologic and molecular examinations, is needed to establish the diagnosis.Keywords : leprosy diagnostic, Microscopic examination, Histopathologic examination, Serologic examination and Molecular examination.

Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 2 (2026): Maret Vol 32 No 1 (2026): Januari Vol 31 No 6 (2025): November Vol 31 No 5 (2025): SEPTEMBER Vol 31 No 4 (2025): JULI Vol 31 No 3 (2025): MEI Vol 31 No 2 (2025): MARCH Vol 31 No 1 (2025): JANUARI Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER Vol 30 No 2 (2024): MEI Vol 30 No 1 (2024): JANUARI Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER Vol 29 No 2 (2023): MEI Vol 29 No 1 (2023): JANUARI Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 26 No 2 (2020): MEI-AGUSTUS Vol 26 No 1 (2020): JANUARI - APRIL Vol 25 No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 25 No 2 (2019): MEI - AGUSTUS Vol 25 No 1 (2019): JANUARI - APRIL VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018 VOL. 24 NO. 67 JULI-SEPTEMBER 2018 VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018 VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018 VOL. 23 NO. 64 OKTOBER-DESEMBER 2017 VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017 VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017 VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017 VOL. 22 NO.60 SEPTEMBER-DESEMBER 2016 VOL. 22 NO. 59 MEI-AGUSTUS 2016 VOL. 22 NO. 58 JANUARI-APRIL 2016 Vol. 21 No. 57 September-Desember 2015 Vol. 21 No. 56 Mei-Agustus 2015 Vol. 21 No. 55 Januari - April 2015 Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014 Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014 Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014 Vol. 18 No. 48 September - Desember 2012 Vol. 18 No. 47 Mei - Agustus 2012 Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012 Vol. 17 No. 45 September - Desember 2011 vol. 17 no. 44 Mei-Agustus 2011 vol. 17 no. 43 Januari-April 2011 Vol. 16 No. 43B Mei - Agustus 2010 Vol. 16 No. 42A Januari - April 2010 vol. 16 no. 42 September-Desember 2009 vol. 15 no. 40 Januari-April 2009 Vol. 15 No. 39C Januari-April 2008 Vol. 15 No. 39E September-Desember 2008 Vol. 15 No. 39B September-Desember 2007 vol. 15 no. 39 Januari-April 2007 Vol. 15 No. 39A Mei-Agustus 2007 vol. 14 no. 38 September-Desember 2006 vol. 14 no. 37 Mei-Agustus 2006 vol. 14 no. 36 Januari-April 2006 vol. 13 no. 35 September-Desember 2005 vol. 13 no. 34 Mei-Agustus 2005 vol. 13 no. 33 Januari-April 2005 vol. 12 no. 32 September-Desember 2004 vol. 12 no. 31 Mei-Agustus 2004 vol. 12 no. 30 January-April 2004 vol. 11 no. 29 Agustus-Desember 2003 vol. 11 no. 28 April-July 2003 Vol. 10 No. 27 Januari-April 2002 Vol. 9 No. 26 September - Desember 2001 Vol. 9 No. 25 Mei-Agustus 2001 Vol. 8 No. 23 September - Desember 2000 Vol. 7 No. 20 Juli-Oktober 1999 Vol. 6 No. 17 Oktober-Desember 1998 Vol. 6 No. 15 April-Juni 1998 Vol. 5 No. 13 Oktober-Desember 1997 Vol. 5 No. 12 Juli-September 1997 Vol. 5 No. 11 Juli-September 1997 Vol. 4 No. 10 September-Desember 1996 Vol. 4 No. 9 Mei-Agustus 1996 Vol. 4 No. 8 Januari-April 1996 Vol. 3 No. 7 September-Desember 1995 Vol. 3 No. 6 Mei-Agustus 1995 Vol. 3 No. 5 Januari-April 1995 More Issue