cover
Contact Name
Adit Widodo Santoso
Contact Email
adit.santoso@ukrida.ac.id
Phone
+6285171706076
Journal Mail Official
meditek@ukrida.ac.id
Editorial Address
Gedung A Lantai 5 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Krida Wacana, Jl. Arjuna Utara No. 6, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Meditek
ISSN : 26861437     EISSN : 26860201     DOI : https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran MEDITEK merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel-artikel dalam lingkup bidang kedokteran dan biomedik secara open access. Proses publikasi artikel melalui proses penelaahan oleh pakar sebidang (peer-review) secara double-blind. Jurnal Kedokteran Meditek berafiliasi pada Fakultas Kedokterandan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana, dengan misi mendorong penyebarluasan perkembangan ilmu kedokteran & biomedis di Indonesia maupun secara global dengan menerbitkan 3 edisi dalam setahun, yaitu: Januari, Mei dan September.
Articles 623 Documents
Gambaran Tingkat Stress, Kecemasan dan Depresi Mahasiswa saat Adaptasi Tahun Kedua Pandemi COVID-19 Glarisa Gaite; Elly Ingkiriwang; Elly Tania
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i3.2381

Abstract

Kasus COVID-19 pertama kali muncul di Indonesia pada Maret 2020. Memasuki tahun kedua pandemi Covid-19, berbagai adaptasi terhadap proses belajar di perguruan tinggi dilakukan. PDSKJI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia) mencatat 1.522 penduduk Indonesia mengalami gangguan kesehatan mental akibat pandemi COVID-19 ini, tidak terkecuali para mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat stress, cemas dan depresi pada mahasiswa pada tahun kedua adaptasi pandemi. Penelitian deskriptif ini menggunakan metode  purposive sampling, dimana mengikutsertakan 97 orang mahasiswa kedokteran angkatan Tahun 2018 di Fakultas Kedokteran sebagai responden. Penelitian ini bertujuan menentukan tingkat stres, kecemasan, dan depresi responden penelitian di tahun ke-2 pandemi. Data penelitian dikumpulkan pada Bulan Mei 2021 dengan menggunakan kuesioner DASS-21 (Depression Anxiety Stress Scales). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55.67% responden penelitian berada pada level stress normal, kecemasan (86,6%) dan depresi (57,73%). Studi ini juga meneliti faktor-faktor seperti jenis kelamin, usia, interaksi sosial, dan ekonomi. Responden yang mengalami kecemasan dan depresi lebih banyak ditemukan pada mahasiswa dengan status ekonomi keluarga menurun dan tidak aktif berinteraksi sosial. Peranan organisasi kemahasiswaan di kampus serta penanggulangan pandemi yang efektif diharapkan dapat mengatasi stress, cemas dan depresi pada mahasiswa saat perkuliahan online di masa pandemi.
Variasi Arteri Subscapularis : Studi Literatur Adrian Valentinus; Hartanto; Handy Winata; Santoso Gunardi
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 2 (2023): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i2.2395

Abstract

Arteri subscapularis merupakan salah satu arteri yang berlokasi di ekstremitas superior, di sisi posterior dinding toraks. Pembuluh A. subscapularis merupakan cabang besar dari A. axillaris yang berfungsi untuk mengalirkan darah ke kulit dan otot. Variasi pada A. subscapularis memiliki makna penting karena berbagai operasi ortopedi yang melibatkan bahu. Variasi ini dapat menyebabkan risiko kesalahan dalam operasi, yang dapat mengancam ekstremitas. Tujuan studi ini adalah untuk mengidentifikasi dan memberikan pemahaman mengenai variasi anatomis A. subscapularis. Metode pencarian jurnal dilakukan pada database jurnal elektronik  PubMed, ScienceDirect, Cochrane, dan Google Scholar. Studi ini menggunakan 12 literatur sebagai dasar penulisan mengenai variasi A. subscapularis. Berbagai variasi A. subscapularis adalah sebagai berikut. A. subscapularis mempercabangkan A. circumflexa humeri anterior et posterior, dan A. thoracica lateralis selain mempercabangkan arteri yang secara klasik, yaitu A.circumflexa scapulae dan A. thoracodorsalis. Selain itu, A. subscapularis yang biasa berasal dari segmen ketiga atau distal A. axillaris juga ditemukan variasinya yang berasal dari segmen kedua A. axillaris atau hasil percabangan dari A.thoracica lateralis.
Perbandingan Efektivitas Terapi Asiklovir dibandingkan dengan Plasebo pada Pitiriasis Rosea: Sebuah Laporan Kasus Berbasis Bukti Arlha Aporia Debinta; Christa Desire Gracia; Wresti Indriatmi
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i3.2396

Abstract

Pitiriasis rosea merupakan kelainan kulit eritroskuamosa swasirna yang diduga disebabkan oleh human herpesvirus 6 dan 7. Etiologi dan patomekanisme penyakit yang belum diketahui dengan pasti menimbulkan tantangan dalam tata laksana penyakit ini. Pengobatan yang dianjurkan beragam, mulai dari simtomatik, antivirus, antibiotik, hingga fototerapi, namun, belum terdapat pedoman tatalaksana yang baku. Tujuan dari tinjauan sistematis ini adalah untuk membandingkan asiklovir dibandingkan plasebo dalam regresi lesi pitiriasis rosea. Metode penelitian menggunakan penelusuran artikel di tiga database yaitu PubMed, Cochrane dan Scopus. Hasil penelusuran ditemukan 29 artikel, kemudian terpilih satu meta-analisis dari uji klinis yang sesuai berdasarkan validitas, kepentingan, dan aplikabilitas. Meta-analisis tersebut menunjukkan bahwa asiklovir unggul terhadap plasebo dalam regresi lesi pitiriasis rosea di hari ke-7. Kesimpulan dari penelusuran ini menunjukkan bahwa asiklovir lebih efektif dalam mengobati lesi pitiriasis rosea dibandingkan dengan plasebo.
Indeks Subjek dan Penulis Jurnal Kedokteran Meditek
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i1.2402

Abstract

Kontaminasi Telur Cacing Soil Transmitted Helminths pada Daun Selada (Lactuca sativa) : Literature Review Zefanya Decfy Irene; Monica Puspa Sari
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 1 (2023): JANUARI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i1.2405

Abstract

Prevalensi penyakit infeksi yang disebabkan oleh Soil Transmitted Helminths (STH) mencapai 60-80% dari penduduk Indonesia. Infeksi STH ditularkan melalui kotoran atau feses manusia yang telah terinfeksi telur cacing dan mengkontaminasi tanah. Telur yang terkontaminasi akan menempel pada sayuran yang tumbuhnya dekat dengan tanah seperti selada yang disajikan secara mentah. Sayur selada sering terkontaminasi oleh parasit usus seperti STH karena telur yang menempel pada daun selada. Studi ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya kontaminasi telur cacing pada sayur selada selama 5 tahun terakhir ini. Metode yang digunakan pada studi ini dengan cara pencarian artikel dalam basis eletronik melalui internet dengan menggunakan Google scholar, Pubmed, dan Proquest. Hasil didapatkan bahwa masih ada kontaminasi STH pada sayur selada dan jenis cacing paling banyak mengkontaminasi adalah Ascaris lumbricoides. Faktor yang mempengaruhi kontaminasi pada selada adalah teknik pencucian yang kurang bersih, pemakaian pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan, dan sistem irigasi untuk menyiram sayuran yang telah terkontaminasi.
Pengaruh Asap Cair Bambu Tali (Gigantochloa apus) terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis Dessy Imelda Nirmasari Siregar; Dhira Satwika; Vinsa Cantya Prakasita
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i2.2419

Abstract

Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis merupakan penyebab infeksi pada luka terbuka. Penggunaan antibiotik pada dosis yang berlebih untuk pengobatan infeksi dapat menyebabkan resistensi, oleh karena itu dibutuhkan agen antibakteri alternatif, misal dari tanaman yang dapat membunuh bakteri patogen. Bambu tali merupakan salah satu kekayaan alam yang tumbuh subur di Aek Nauli, Sumatera Utara. Masyarakat setempat menggunakan asap cair bambu tali yang dipercaya dapat mengobati infeksi luka terbuka. Belum banyak kajian potensi asap cair bambu tali, sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengkaji potensi asap cair bambu tali sebagai agen antibakteri. Pembuatan asap cair dilakukan dengan melakukan pembakaran bambu tali. Uji fitokimia dilakukan dengan menggunakan GC-MS. Dilakukan uji antibakteri dengan metode difusi agar sumuran, pengukuran nilai MIC dan MBC untuk mengetahui efektivitasnya sebagai agen antibakteri. Hasil GC-MS menunjukkan bahwa senyawa utama yang terkandung dalam cairan asap bambu tali adalah furan, fenol dan asam lemak. Hasil uji antibakteri metode difusi agar menunjukkan bahwa asap cair bambu tali dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada konsentrasi 20%. Didapatkan nilai MIC dan MBC 5% asap cair tali bambu terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis.
Tinea Corporis Therapy Inneke Kusumawati Susanto
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 1 (2023): JANUARI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i1.2423

Abstract

Tinea corporis is one of the skin diseases caused by dermatophyte fungi and is a fairly common disease caused by Trichophyton species. Tinea corporis mainly occurs in tropical countries or regions such as Southeast Asia and North America. Patients with tinea corporis usually have high activities and actively sweat. Tinea corporis has typical symptoms, i.e. the presence of patches of erythematous plaque that are circumscribed, round or oval shapes, and common predilection in the body trunk. Therapy of tinea corporis disease can use topical antifungals such as clotrimazole, ketoconazole, miconazole, naphthyline, and terbinafine. In cases of systemic infection, oral antifungals such as terbinafine, itraconazole, fluconazole, and griseofulvin can be drugs of choice. Appropriate treatment of tinea corporis gives a good prognosis and prevents resistance and recurrence.
Hubungan Obesitas dengan Premenstrual Syndrome Samuel Nico Lunardi; Flora Rumiati; Marcel Antoni; Heriyanto
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 2 (2023): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i2.2424

Abstract

Premenstrual syndrome memiliki prevalensi yang cukup tinggi pada perempuan. Premenstrual syndrome dapat menimbulkan gejala baik somatik maupun afektif pada 7-10 hari sebelum datangnya menstruasi dan dapat menyebabkan gangguan pada aktivitas sehari-hari perempuan. Banyak faktor yang berhubungan dengan premenstrual syndrome dan salah satu faktor yang dikaitkan adalah status gizi obesitas. Perempuan dengan status gizi obesitas berisiko lebih tinggi mengalami premenstrual syndrome dibanding perempuan berstatus gizi normal. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara obesitas dengan premenstrual syndrome. Metode pada literatur ini dengan cara pencarian artikel dalam database jurnal penelitian, pencarian melalui internet, dan tinjauan ulang artikel menggunakan Google Scholar dan PubMed. Berdasarkan review jurnal-jurnal yang didapatkan disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara obesitas dan premenstrual syndrome, yang menyebabkan meningkatnya angka kejadian premenstrual syndrome pada perempuan obesitas dibanding perempuan dengan status gizi normal. Hal ini dikarenakan ketidakseimbangan hormon yang berperan juga dalam pengendalian neurotransmitter. Produksi androstenedion meningkat pada perempuan obesitas yang menyebabkan estrogen meningkat juga, sehingga menimbulkan gejala-gejala Premenstrual syndrome. Terdapat beberapa penelitian yang bertentangan dengan korelasi antara obesitas dan premenstrual syndrome, namun, hal ini diduga karena jumlah responden yang obesitas tidak signifikan sehingga mendapatkan hasil yang berbeda.
Penghantaran Obat melalui Kulit: Teknologi Vesikel Liposome dan Analognya Ajeng Illastria Rosalina; Erny Sagita; Iskandarsyah
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 1 (2023): JANUARI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i1.2428

Abstract

Pengembangan teknologi farmasi selalu didorong untuk mengatasi berbagai keterbatasan sediaan yang telah ada sebelumnya. Salah satunya adalah teknologi penghantaran melalui rute transdermal yang memiliki berbagai keuntungan dibandingkan rute lain. Namun, dibalik keuntungan tersebut, penghantaran melalui jalur transdermal juga memiliki banyak hambatan dalam menghantarkan zat aktif. Salah satu hambatan tersebut adalah struktur kulit yang kompleks sebagai barier tubuh, sehingga diperlukan teknologi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu solusinya adalah dengan peningkat penetrasi. Liposom merupakan sistem peningkat penetrasi yang banyak dieksplorasi karena kemampuannya menghantarkan obat hidrofilik dan hidrofobik. Berbagai pengembangan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan struktur ini dengan variasi bahan dan metode pembuatan yang menghasilkan variasi karakteristik sistem ini. Dalam kajian ini, penulis membahas berbagai generasi baru liposom terkait keunggulan dan keterbatasannya serta metode pembuatan dan evaluasi sediaannya.
Severe Preeclampsia Complicated by Placental Abruption Leads to Fetal Distress Indra Hapdijaya; Aloysius Suryawan; Ecclesia Tessalina; Elisabeth Mariska Natasha Herdiana; Janice Natalia; Gede Anggara Setya Dewa Brata; Hendrik Andrianto; Catharine Welanai Jemarut; Livia Devina
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 1 (2023): JANUARI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i1.2432

Abstract

Placental abruption is a common complication of preeclampsia. It is an obstetric emergency that occurs when the placenta partially or completely separates from the uterine wall. The diagnosis is usually made clinically or objectively. It is relatively rare but put a serious risk for both the fetus and the mother. We reported a case of a 32-year-old multigravid patient at 35-36 weeks gestation who presented with moderate vaginal bleeding and lower abdominal pain. Her obstetric history included one premature vaginal delivery. Her blood pressure started to rise in the second trimester of pregnancy. The examination revealed that her blood pressure was 190/120 mmHg, and she had pitting edema on her extremities and tender uterine fundus. The fetal heart rate was bradycardia at 100 beats per minute. Placental abruption and fetal distress were suspected. An emergency cesarean section was performed. Intraoperatively, the uterus showed intramural bleeding and was livid, with the beginning of Couvelaire-uterus. The uterus was left in situ. In conclusion, placental abruption interrupts the vital function of the placentae which leads to fetal hypoxia and even fetal death. It is an obstetric emergency that requires immediate intervention to save the fetus and reduce the risk of complications in the mother.

Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 2 (2026): Maret Vol 32 No 1 (2026): Januari Vol 31 No 6 (2025): November Vol 31 No 5 (2025): SEPTEMBER Vol 31 No 4 (2025): JULI Vol 31 No 3 (2025): MEI Vol 31 No 2 (2025): MARCH Vol 31 No 1 (2025): JANUARI Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER Vol 30 No 2 (2024): MEI Vol 30 No 1 (2024): JANUARI Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER Vol 29 No 2 (2023): MEI Vol 29 No 1 (2023): JANUARI Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 26 No 2 (2020): MEI-AGUSTUS Vol 26 No 1 (2020): JANUARI - APRIL Vol 25 No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 25 No 2 (2019): MEI - AGUSTUS Vol 25 No 1 (2019): JANUARI - APRIL VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018 VOL. 24 NO. 67 JULI-SEPTEMBER 2018 VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018 VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018 VOL. 23 NO. 64 OKTOBER-DESEMBER 2017 VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017 VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017 VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017 VOL. 22 NO.60 SEPTEMBER-DESEMBER 2016 VOL. 22 NO. 59 MEI-AGUSTUS 2016 VOL. 22 NO. 58 JANUARI-APRIL 2016 Vol. 21 No. 57 September-Desember 2015 Vol. 21 No. 56 Mei-Agustus 2015 Vol. 21 No. 55 Januari - April 2015 Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014 Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014 Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014 Vol. 18 No. 48 September - Desember 2012 Vol. 18 No. 47 Mei - Agustus 2012 Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012 Vol. 17 No. 45 September - Desember 2011 vol. 17 no. 44 Mei-Agustus 2011 vol. 17 no. 43 Januari-April 2011 Vol. 16 No. 43B Mei - Agustus 2010 Vol. 16 No. 42A Januari - April 2010 vol. 16 no. 42 September-Desember 2009 vol. 15 no. 40 Januari-April 2009 Vol. 15 No. 39C Januari-April 2008 Vol. 15 No. 39E September-Desember 2008 vol. 15 no. 39 Januari-April 2007 Vol. 15 No. 39A Mei-Agustus 2007 Vol. 15 No. 39B September-Desember 2007 vol. 14 no. 38 September-Desember 2006 vol. 14 no. 37 Mei-Agustus 2006 vol. 14 no. 36 Januari-April 2006 vol. 13 no. 35 September-Desember 2005 vol. 13 no. 34 Mei-Agustus 2005 vol. 13 no. 33 Januari-April 2005 vol. 12 no. 32 September-Desember 2004 vol. 12 no. 31 Mei-Agustus 2004 vol. 12 no. 30 January-April 2004 vol. 11 no. 29 Agustus-Desember 2003 vol. 11 no. 28 April-July 2003 Vol. 10 No. 27 Januari-April 2002 Vol. 9 No. 26 September - Desember 2001 Vol. 9 No. 25 Mei-Agustus 2001 Vol. 8 No. 23 September - Desember 2000 Vol. 7 No. 20 Juli-Oktober 1999 Vol. 6 No. 17 Oktober-Desember 1998 Vol. 6 No. 15 April-Juni 1998 Vol. 5 No. 13 Oktober-Desember 1997 Vol. 5 No. 12 Juli-September 1997 Vol. 5 No. 11 Juli-September 1997 Vol. 4 No. 10 September-Desember 1996 Vol. 4 No. 9 Mei-Agustus 1996 Vol. 4 No. 8 Januari-April 1996 Vol. 3 No. 7 September-Desember 1995 Vol. 3 No. 6 Mei-Agustus 1995 Vol. 3 No. 5 Januari-April 1995 More Issue