cover
Contact Name
Adit Widodo Santoso
Contact Email
adit.santoso@ukrida.ac.id
Phone
+6285171706076
Journal Mail Official
meditek@ukrida.ac.id
Editorial Address
Gedung A Lantai 5 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Krida Wacana, Jl. Arjuna Utara No. 6, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Meditek
ISSN : 26861437     EISSN : 26860201     DOI : https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran MEDITEK merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel-artikel dalam lingkup bidang kedokteran dan biomedik secara open access. Proses publikasi artikel melalui proses penelaahan oleh pakar sebidang (peer-review) secara double-blind. Jurnal Kedokteran Meditek berafiliasi pada Fakultas Kedokterandan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana, dengan misi mendorong penyebarluasan perkembangan ilmu kedokteran & biomedis di Indonesia maupun secara global dengan menerbitkan 3 edisi dalam setahun, yaitu: Januari, Mei dan September.
Articles 623 Documents
Peran dan Efektivitas Micronized Purified Flavonoid Fraction dalam Terapi Pengobatan Hemoroid Kelas I dan II Stephen; Ruchika; Roy Akur Pandapotan; Donna Mesina Rosadini Pasaribu
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i3.2347

Abstract

Hemoroid adalah suatu penyakit tidak menular yang terjadi di daerah anorektal. Hemoroid disebabkan oleh suatu aktivitas yang memicu pelebaran dan inflamasi pembuluh darah vena di plexus haemorrhoidalis yang terdapat di sekitar anus dan rektum.  Hemoroid diklasifikasikan dalam 4 tingkatan yaitu hemoroid kelas I, II, III, dan IV. Micronized Purified Flavonoid Fraction (MPFF) adalah suatu obat plebotonik yang kerap digunakan dalam pengobatan konservatif hemoroid kelas I dan II. Tinjauan Pustaka ini bertujuan untuk memahami peran MPFF dalam terapi pengobatan hemoroid kelas I dan II serta mengevaluasi efektivitasnya dalam menangani hemoroid secara menyeluruh. Tinjauan pustaka ini ditulis dengan metode menganalisis dan meninjau secara sistematis hasil kajian dari beberapa penelitian terhadap penggunaan MPFF dalam pengobatan hemoroid. Hasil penelitian yang melibatkan 1.952 pasien hemoroid secara acak menemukan bahwa MPFF efektif dalam meredakan gejala pada 1.489 (76,3%) pasien yang menderita hemoroid. Selain itu, ditemukan juga 68 (3,5%) pasien yang mengikuti pengobatan invasif (pembedahan) untuk menangani hemoroid kelas IV dan sebanyak 395 (20,2%) pasien dengan hemoroid kelas I – III  menjalani pengobatan konservatif campuran. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa MPFF termasuk pengobatan konservatif yang cukup efektif untuk mengatasi hemoroid kelas I dan II, tetapi kurang berdampak untuk mengatasi tingkatan hemoroid yang lebih tinggi.
Infeksi Jamur Rekuren dan Bakteri Persisten pada Dermatitis Atopik Dewasa: Sebuah Laporan Kasus Anandika Pawitri; Endi Novianto
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i3.2349

Abstract

Dermatitis atopik (DA) terjadi pada 1-3% orang dewasa dan memengaruhi kualitas hidup pasien. Salah satu penyulit DA adalah peningkatan risiko infeksi kulit. Kejadian infeksi kulit pada DA dapat dicegah dengan penanganan DA yang komprehensif. Pasien laki-laki usia 45 tahun dengan keluhan bercak merah dengan sisik kekuningan yang terasa gatal pada kulit kepala serta bintil kehitaman yang gatal dan perih pada bokong sejak satu bulan yang lalu. Sisik gatal pada kepala berulang sejak 30 tahun lalu. Keluhan bintil kehitaman yang gatal, perih, dan membasah pada area bokong dan paha bagian atas menunjukkan tanda infeksi sekunder dari pemeriksaan Gram dan bertahan sejak tiga bulan sebelumnya walaupun telah diobati. Terdapat riwayat atopi pada pasien dan keluarga pasien, kulit kering, alergi tungau debu rumah dan bulu hewan, tampilan allergic shiner dan Dennie-Morgan infraorbital folds. Pasien didiagnosis sebagai dermatitis atopik, dermatitis seboroik, dan furunkulosis. Hasil laboratorium menunjukkan eosinofilia (14,5%) dan hiper IgE (10,804 IU/mL). Terapi yang diberikan adalah sampo ketokonazole 2%, krim mometasone furoate 0,1%, salep Asam Fusidat, Co-Amoxiclav, dan vaselin album.Infeksi kulit yang merupakan penyulit pada DA dapat dicegah dengan lima pilar tata laksana DA yaitu edukasi, menghindari pencetus, memperbaiki fungsi sawar kulit, menyingkirkan peradangan, serta kontrol dan eliminasi siklus gatal-garuk.
Ekspresi Protein Foxo1 dan Gen Glukosa 6 Fosfatase pada Tikus dengan Diet Restriksi Vitamin B12 Imelda Rosalyn Sianipar; Trinovita Andraini; Dewi Irawati Soeria Santoso; Irena Ujianti; Marcel Antoni
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i2.2351

Abstract

Pada penelitian awal didapatkan diet restriksi vitamin B12 menyebabkan hiperhomosisteinemia dan resistensi insulin, yang ditandai oleh hiperglikemia dan meningkatnya nilai Homeostatic Model Assessment for Insulin Resistance (HOMA-IR). Dengan menggunakan sampel jaringan biologik tersimpan, hati tikus Spraque-Dawley dari penelitian tersebut, penelitian lanjutan ini bertujuan mengetahui penyebab hiperglikemia, dalam hubungannya dengan proses glukoneogenesis, dengan melihat ekspresi forkhead box protein-O1 (FoxO1) dan gen glukosa 6 fosfatase (G6Pc). Adapun sampel terdiri dari 4 kelompok: kelompok kontrol dan tiga kelompok dengan diet restriksi vitamin B12 masing-masing selama 4, 8, dan 12 minggu. Ekspresi FoxO1 diperiksa dengan metode kuantitatif Western-Blot, sedangkan gen G6Pc diperiksa dengan metode real-time Polymerase Chain Reaction (rt-PCR). Hasil yang diperoleh, tidak terdapat perbedaan bermakna ekspresi FoxO1 (P > 0,05) dan gen G6Pc (P > 0,05) antara kelompok tikus kontrol dan kelompok diet restriksi vitamin B12. Hal ini menunjukkan, hiperglikemia pada diet restriksi vitamin B12 tidak terkait dengan glukoneogenesis. Pada kondisi resistensi insulin, insulin masih dapat meneruskan efek metaboliknya melalui jalur lain, seperti melalui reseptor yang memiliki kemiripan struktur dan fungsi dengan reseptor insu   lin. Penyebab-penyebab lain terjadinya hiperglikemia seperti gangguan utilisasi glukosa oleh sel dan gangguan proses glikogenesis perlu diteliti lebih lanjut.
Efek Antiinflamasi Makrolid pada Pasien Bronkiektasis William
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i2.2355

Abstract

Bronkiektasis merupakan penyakit inflamasi kronik di saluran napas berupa dilatasi menetap dari bronkus. Penyebab bronkiektasis adalah idiopatik (> 60%) dan didapat (< 40%). Bronkiektasis memiliki gejala klinis batuk berdahak kronik disertai sesak napas progresif. Kebanyakan pasien bronkiektasis memiliki kejadian eksaserbasi yang sering. Keadaan eksaserbasi yang semakin sering akan menyebabkan penurunan kualitas hidup, memperburuk gejala bronkiektasis, penurunan fungsi paru, dan meningkatkan mortalitas. Perubahan pada mekanisme pertahanan di paru dan proses inflamasi yang terus menerus akan mempermudah infeksi di bronkus. Oleh karena itu, pengobatan bronkiektasis ditujukan untuk memperbaiki sistem pertahanan paru dan mengurangi inflamasi yang terjadi. Makrolid merupakan antibiotik yang diduga memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi sehingga dapat digunakan untuk pasien bronkiektasis. Beberapa penelitian randomized controlled trial (RCT) telah membuktikan bahwa penggunaan makrolid jangka panjang dapat mengurangi gejala eksaserbasi, memperbaiki fungsi paru, dan mengurangi produksi sputum 24 jam, tetapi meningkatkan resistensi terhadap kuman patogen penyebab infeksi pada bronkiektasis. Penggunaan makrolid jangka panjang sebaiknya mempertimbangkan keuntungan dan risiko seperti efek samping obat, interaksi obat, dosis obat, lama pengobatan, dan risiko munculnya resistensi. 
Uji Antibakteri Masker Serbuk Rimpang Kunyit (Curcuma domestica Val.) dan Tepung Beras terhadap Cutibacterium acnes Asima Widyawaty Sinurat; Yuliawati; Fathnur Sani K
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i3.2358

Abstract

Tanaman kunyit (Curcuma domestica Val.) memiliki khasiat sebagai antibakteri karena adanya kandungan metabolit sekunder di dalamnya. Salah satu kandungan metabolit di dalam rimpang kunyit yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri adalah curcumin dan minyak atsiri. Pembuatan sediaan topikal masker serbuk rimpang kunyit dan tepung beras memiliki keuntungan yaitu bahan-bahan yang digunakan adalah bahan alami sehingga aman digunakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui formula masker serbuk terbaik yang beraktivitas sebagai antibakteri terhadap bakteri Cutibacterium acnes. Pengujian antibakteri terhadap C. acnes dilakukan menggunakan metode difusi cakram (5, 10, dan 15% g/g). Masker serbuk mustika ratu digunakan sebagai kontrol positif dan DMSO sebagai kontrol negatif. Evaluasi sediaan masker serbuk meliputi organoleptis, homogenitas, laju alir, sudut diam, kadar air, pengukuran pH dan cycling test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua konsentrasi memiliki aktivitas antibakteri yaitu konsentrasi 5% sebesar 7,76 mm, 10% sebesar 10,63 mm, dan 15% sebesar 11,54 mm. Formula yang memiliki sifat fisik yang baik yaitu F2, diikuti F3 dan F1. Studi menyimpulkan bahwa formula F2 merupakan formula terbaik dari segi sifat fisik pada uji stabilitas selama penyimpanan. Formula F2 konsentrasi 15% memiliki aktivitas antibakteri yang paling baik dengan zona hambat sebesar 11,54 mm. 
Evaluasi Implementasi Merdeka Belajar-Kampus Merdeka pada Fakultas Kedokteran Ida Ayu Triastuti; Heribertus Sigit Prasetya
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i3.2361

Abstract

Pelaksanaan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) telah didorong sejak tahun 2020, tetapi belum ada ketentuan untuk fakultas kesehatan, termasuk kedokteran. Dengan mempertimbangkan kebutuhan lulusan di masa depan, maka Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana (FK UKDW) mencoba mengimplementasikan MBKM kepada mahasiswa dalam bentuk Pertukaran Pelajar dan Proyek Kemanusiaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan MBKM di FK UKDW. Sumber data evaluasi menggunakan data sekunder dari survei cross sectional menggunakan Survei Implementasi MBKM 2021 di Perguruan Tinggi Swasta oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Peneliti menggunakan 14 pertanyaan dari survei yang diberikan kepada seluruh mahasiswa program studi kedokteran FK UKDW. Hasil data dikelompokkan menjadi 6 tema dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan 43,22% responden sangat tertarik terhadap program MBKM; Bentuk Kegiatan Pembelajaran (BKP) yang paling dipilih adalah Pertukaran Pelajar; kekhawatiran tertinggi dari responden adalah terkait pembiayaan dan masa studi menjadi lama; sebesar 48% responden mengetahui hanya sedikit kebijakan MBKM dengan sumber informasi terbanyak dari media massa; responden sebagian besar setuju bahwa MBKM memberikan kemampuan penyelesaian permasalahan nyata dan kompleks, menganalisis, etika profesi, memperluas perspektif, dan memberikan kompetensi tambahan yang dibutuhkan; kegiatan MBKM dirasakan sesuai (71,9%), cukup bermanfaat (58,47%), dan penting (50%) sebagai bekal di masa depan.
Hubungan Self-esteem dan Adiksi Media Sosial pada Mahasiswa Kedokteran Callista Maharani; Eva Suryani; Mahaputra
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 2 (2023): MEI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i2.2365

Abstract

Media sosial merupakan sarana komunikasi yang sering digunakan oleh masyarakat. Penggunaan media sosial yang cukup tinggi dapat berdampak pada berbagai aspek, salah satunya adalah self-esteem. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara self-esteem dengan adiksi media sosial pada mahasiswa kedokteran. Penelitian ini menggunakan metode potong lintang dengan jumlah responden 193 orang yang merupakan mahasiswa preklinik angkatan 2018, 2019, dan 2020 di Kampus Kedokteran Swasta di Jakarta yang diperoleh melalui metode proportionate stratified random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Rosenberg Self-esteem Scale (RSES) dan Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS). Analisis data menggunakan uji chi-square. Dari 193 responden, 16.1%  mengalami adiksi media sosial ringan, 77.2% mengalami adiksi media sosial sedang, dan 6.7% mengalami adiksi media sosial berat. Ditemukan 76.7% memiliki self-esteem tinggi dan 23.3% memiliki self-esteem rendah. Hasil uji chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara self-esteem dan adiksi media sosial, p = 0,109 (p > 0,05). Penggunaan media sosial yang bijak dapat menjadi penyebab tidak terdapat hubungan antara self-esteem dan adiksi media sosial.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kelopak Bunga Rosela terhadap Bakteri Multidrug Resistant Acinetobacter baumannii dan Pseudomonas aeruginosa Elisha Minarto; Irene; Lucky Hartati Moehario
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i3.2366

Abstract

Penggunaan berbagai macam antibiotik menyebabkan kejadian resistensi antibiotik cepat berkembang. Acinetobacter baumannii dan Pseudomonas aeruginosa adalah bakteri multidrug resisten yang sering dikaitkan dengan terjadinya kegagalan terapi. Berbagai negara menggunakan herbal sebagai pengobatan alternatif penyakit infeksi. Studi sebelumnya menunjukkan aktivitas antibakteri yang dimiliki Hibiscus sabdariffa (rosela). Penelitian ini bertujuan untuk meneliti aktivitas antibakteri ekstrak kelopak bunga rosela pada berbagai konsentrasi terhadap bakteri Multidrug Resistant (MDR) A. baumannii dan P. aeruginosa. Kelopak bunga rosela dimaserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Aktivitas antibakteri diuji dengan metode cakram difusi pada konsentrasi 20, 40, 60, 80, dan 100%. Hasil penelitian menunjukkan diameter zona inhibisi ekstrak kelopak bunga rosela pada konsentrasi tersebut terhadap bakteri MDR A. baumannii adalah 10,8, 15, 16,8, 17, dan 21,2 mm, dan terhadap bakteri MDR P. aeruginosa adalah 10,6, 12,2, 16,8, 18, dan 23 mm. Uji statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis didapatkan nilai P = 0,000 (P < 0,05) yang menunjukkan perbedaan aktivitas antibakteri yang signifikan antar kelompok konsentrasi ekstrak terhadap bakteri MDR A. baumannii maupun P. aeruginosa. Kesimpulan yang didapat adalah aktivitas antibakteri ekstrak kelopak bunga rosela terhadap bakteri MDR A. baumannii dan P. aeruginosa meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi.
Pengaturan Sistem Heating Ventilation and Air Conditioner (HVAC) untuk Pencegahan Kontaminasi SARS-CoV-2 dalam Ruangan Gratia Erlinda Tomasoa; Wani Devita Gunardi; Ade Dharmawan
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i2.2379

Abstract

Virus SARS-CoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Corona Virus-2) termasuk dalam kelompok β-coronavirus yang merupakan virus RNA sense positif rantai tunggal dengan selubung lipid dan penyakit yang disebabkannya disebut Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19. World Health Organization (WHO) secara resmi menyatakan wabah COVID-19 sebagai pandemi global dan pemerintah di seluruh dunia mulai menerapkan strategi untuk memperlambat penyebaran infeksi. Penularan SARS-CoV-2 umumnya melalui droplet tetapi penularan secara airborne (aerosol) juga mungkin terjadi. Ventilasi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi transmisi secara airborne sehingga muncul pertanyaan tentang peran sistem heating, ventilation, and air-conditioning (HVAC) dalam penyebaran COVID-19 di lingkungan dalam ruangan. Penulis hendak mengkaji sumber-sumber kepustakaan yang tersedia yang membahas tentang kontaminasi udara dan area permukaan di lingkungan dalam ruangan dan pengaturan sistem HVAC dalam mencegah penyebaran SARS-CoV-2. Tulisan ini disusun dengan mengkaji 10 artikel jurnal penelitian yang berasal dari PubMed. Hasil kajian didapatkan bahwa pencegahan kontaminasi SARS-CoV-2 di dalam ruangan dengan sistem HVAC dapat dilakukan dengan meningkatkan laju ventilasi, menghindari sirkulasi udara kembali, menggunakan filter udara, ultraviolet germicidal irradiation (UVGI), serta rutin melakukan desinfeksi atau sterilisasi ruangan maupun permukaan.
Kesehatan Mental Mahasiswa Diploma Keperawatan dan Perlunya Upaya Promosi Kesehatan Komprehensif: Studi pada Situasi Pandemi Yosi Marin Marpaung
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i2.2380

Abstract

Masalah kesehatan mental meningkat dengan sangat serius di era pandemi COVID-19. Pandemi juga berdampak pada peningkatan gangguan kesehatan mental secara signifikan pada mahasiswa keperawatan di berbagai negara dibandingkan masa sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran masalah kesehatan mental dan faktor-faktor yang menjelaskan masalah ini pada mahasiswa diploma keperawatan. Desain cross-sectional digunakan dalam penelitian ini. Selain data kuantitatif, data kualitatif juga dikumpulkan secara bersamaan. Analisis statistik dan analisis konten dilakukan untuk menjawab tujuan penelitian. Lebih dari 80% mahasiswa diploma keperawatan Universitas X berpartisipasi. Gejala gangguan kesehatan mental dirasakan oleh sebagian besar responden. Tahun tempuh pendidikan, kondisi kesehatan sosial, fisik, dan spiritual yang dirasakan berhubungan dengan masalah kesehatan mental mahasiswa keperawatan. Analisis multivariat menunjukkan tahun tempuh pendidikan dan kesehatan sosial perlu mendapatkan perhatian khusus. Lebih jauh, hasil analisis konten mengungkap 14 stresor, di mana isu-isu sosial dan beban akademik menjadi yang paling sering muncul, di samping isu kesehatan fisik dan keterampilan halus mahasiswa. Diperlukan upaya promosi kesehatan mental yang memerhatikan seluruh dimensi kesehatan baik sosial, fisik, dan spiritual, dari awal masa pendidikan keperawatan, khususnya mengingat akibat yang ditimbulkan pandemi COVID-19.

Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 2 (2026): Maret Vol 32 No 1 (2026): Januari Vol 31 No 6 (2025): November Vol 31 No 5 (2025): SEPTEMBER Vol 31 No 4 (2025): JULI Vol 31 No 3 (2025): MEI Vol 31 No 2 (2025): MARCH Vol 31 No 1 (2025): JANUARI Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER Vol 30 No 2 (2024): MEI Vol 30 No 1 (2024): JANUARI Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER Vol 29 No 2 (2023): MEI Vol 29 No 1 (2023): JANUARI Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 26 No 2 (2020): MEI-AGUSTUS Vol 26 No 1 (2020): JANUARI - APRIL Vol 25 No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 25 No 2 (2019): MEI - AGUSTUS Vol 25 No 1 (2019): JANUARI - APRIL VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018 VOL. 24 NO. 67 JULI-SEPTEMBER 2018 VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018 VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018 VOL. 23 NO. 64 OKTOBER-DESEMBER 2017 VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017 VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017 VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017 VOL. 22 NO.60 SEPTEMBER-DESEMBER 2016 VOL. 22 NO. 59 MEI-AGUSTUS 2016 VOL. 22 NO. 58 JANUARI-APRIL 2016 Vol. 21 No. 57 September-Desember 2015 Vol. 21 No. 56 Mei-Agustus 2015 Vol. 21 No. 55 Januari - April 2015 Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014 Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014 Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014 Vol. 18 No. 48 September - Desember 2012 Vol. 18 No. 47 Mei - Agustus 2012 Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012 Vol. 17 No. 45 September - Desember 2011 vol. 17 no. 44 Mei-Agustus 2011 vol. 17 no. 43 Januari-April 2011 Vol. 16 No. 43B Mei - Agustus 2010 Vol. 16 No. 42A Januari - April 2010 vol. 16 no. 42 September-Desember 2009 vol. 15 no. 40 Januari-April 2009 Vol. 15 No. 39C Januari-April 2008 Vol. 15 No. 39E September-Desember 2008 vol. 15 no. 39 Januari-April 2007 Vol. 15 No. 39A Mei-Agustus 2007 Vol. 15 No. 39B September-Desember 2007 vol. 14 no. 38 September-Desember 2006 vol. 14 no. 37 Mei-Agustus 2006 vol. 14 no. 36 Januari-April 2006 vol. 13 no. 35 September-Desember 2005 vol. 13 no. 34 Mei-Agustus 2005 vol. 13 no. 33 Januari-April 2005 vol. 12 no. 32 September-Desember 2004 vol. 12 no. 31 Mei-Agustus 2004 vol. 12 no. 30 January-April 2004 vol. 11 no. 29 Agustus-Desember 2003 vol. 11 no. 28 April-July 2003 Vol. 10 No. 27 Januari-April 2002 Vol. 9 No. 26 September - Desember 2001 Vol. 9 No. 25 Mei-Agustus 2001 Vol. 8 No. 23 September - Desember 2000 Vol. 7 No. 20 Juli-Oktober 1999 Vol. 6 No. 17 Oktober-Desember 1998 Vol. 6 No. 15 April-Juni 1998 Vol. 5 No. 13 Oktober-Desember 1997 Vol. 5 No. 12 Juli-September 1997 Vol. 5 No. 11 Juli-September 1997 Vol. 4 No. 10 September-Desember 1996 Vol. 4 No. 9 Mei-Agustus 1996 Vol. 4 No. 8 Januari-April 1996 Vol. 3 No. 7 September-Desember 1995 Vol. 3 No. 6 Mei-Agustus 1995 Vol. 3 No. 5 Januari-April 1995 More Issue