cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
katonfath@gmail.com
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 30267854     DOI : https://doi.org/10.62017/merdeka.v1i1
Core Subject : Education,
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal ini merupakan jurnal ilmiah multidisiplin yang bersifat peer-review dan terbuka. Jurnal ini terbit 6 kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Fokus dan ruang lingkupnya meliputi: Ilmu Sosial, Humaniora, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Desain Komunikasi Visual, Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis. MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,069 Documents
PERAN PENTING KOMUNIKASI INTERNAL DALAM MENCIPTAKAN BUDAYA ORGANISASI YANG POSITIF Luluk Atul Fitriyah; Arina Manasikana; Lukmanul Hakim; Najiburrahman Najiburrahman; Mu'alimin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 5 (2024): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i5.1371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji “Peranan penting komunikasi internal dalam menciptakan budaya organisasi yang positif.” Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk mengeksplorasi dampak komunikasi internal dalam menciptakan budaya organisasi yang positif. Hasil dari penelitian ini adalah komunikasi internal mempunyai peranan yang cukup besar dalam berjalannya organisasi, hal ini dikarenakan dengan adanya komunikasi khususnya komunikasi internal maka persepsi setiap anggota akan sama dan adanya miskomunikasi antar individu akan berkurang, karena tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu kunci terciptanya budaya organisasi yang positif adalah komunikasi internal.
KENDALA SEKOLA DALAM PENGADAAN KEBUTUHAN LABORATORIUM IPS DI MTS NEGERI KABUPATEN KUDUS Ainun Wahayuningtiyas; Risma Amalia; Fainanu Zuhaida; Luqman Abdurrauf; Kuswaningsih , Kuswaningsih; Noor Fatmawati
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2024): April
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i4.1389

Abstract

Laboratorium IPS merupakan salah satu prasarana penunjang dalam proses pembelajaran IPS dan kini di sekolah sudah semakin berkembang, hal ini terlihat mulai dari munculnya laboratorium IPS dibeberapa daerah. Namun sayangnya fenomena tersebut belum didapati di MTs Negeri Kabupaten Kudus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kendala-kendala sekolah dalam pengadaan laboratorium IPS di MTs Negeri di Kabupaten Kudus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan di MTs Negeri Kabupaten Kudus tepatnya pada MTs Negeri 1 Kudus dan MTs Negeri 2 Kudus. Data yang dikumpulkan yaitu berupa data kualitatif. Subjek penelitian ini yakni guru IPS di MTs Negeri 1 Kudus dan MTs Negeri 2 Kudus. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif Miles dan Huberman dengan langkah-langkah yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: kendala sekolah dalam penyediaan laboratorium IPS dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu kendala eksternal dan kendala internal. Berdasarkan penelitian kendala-kendala tersebut, antara lain kebijakan standar sarana prasaran pendidikan, skala prioritas sarana prasarana sekolah, kurangnya dana dan kurangnya lahan.
PERANAN MANAJEMEN SUMBER MANUSIA  DALAM  ORGANISASI Destia Fitriatus S; Faizatul Khusniya; M. Nur Ardiansyah; Mu’alimin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2024): April
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i4.1391

Abstract

Peranan sumber daya manusia dalam suatu organisasi sangatlah penting dan mempunyai dampak yang signifikan terhadap peningkatan produktivitas pegawai. Semua keputusan dan praktik manajemen yang mempengaruhi sumber daya manusia secara langsung terhadap sumber daya manusia. Tujuan utama manajemen sumber daya manusia adalah untuk meningkatkan kontribusi sumber daya manusia (karyawan) pada organisasi. Untuk mencapai tujuan tersebut, sumber daya manusia harus dinilai secara menyeluruh dan dilakukan tindakan perbaikan setiap kali terdapat hasil yang kurang memuaskan atau terjadi perubahan signifikan dari pertumbuhan sebuah instansi yang sedang berjalan. Manajemen sumber daya manusia juga perlu meningkatkan kontribusi departemen pada tingkat yang selaras dengan kebutuhan organisasi. Artinya manajemen sumber daya manusia memegang peranan penting dalam mencapai tujuan organisasi. Manajemen sumber daya manusia memang sangat penting untuk keberhasilan organisasi, Dengan begitu dapat memastikan lingkungan kerja yang produktif, efisien, dan efektif dengan menerapkan, mengembangkan, dan meningkatkan personel berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan organisasi.Sumber Daya Manusia harus merencanakan strategi pengelolaan sumber daya manusia yang tepat, memastikan kepatuhan terhadap peraturan ketenagakerjaan, dan memberikan dukungan kepada karyawan agar dapat berkembang secara profesional.Manajemen Sumber Daya Manusia juga mengelola konflik, meningkatkan komunikasi internal, dan menciptakan budaya kerja yang inklusif dan berorientasi pada kinerja, serta berperan sebagai katalis dalam mencapai tujuan organisasi.Oleh karenanya Manajemen sumber daya manusia berperan penting dalam menjamin keberhasilan dan kelangsungan suatu organisasi guna membantu pengelolaan sumber daya manusia secara efektif, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang produktif, inovatif dan berkelanjutan.
Dampak kurang nya perhatian orangtua terhadap perkembangan emosi dan kecemasan pada remaja Ona marista uli sinaga; Mika Seri Dear Rohani Siahaan; Putri Setia Zebua; Dorlan Naibaho
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2024): April
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i5.1398

Abstract

Dalam usia remaja anak mengalami yang namanya ambang krisis, atau bisa disebut dengan Quarter Life Crisis. Anak membutuhkan orang tua sebagai pembimbing dan pengajar anak, ajaran orang tua tentu sangat berpengaruh dalam membentuk kepribadian anak yang bisa dilihat dalam bentuk sikap dan perilaku. Dalam membangun hubungan anak dengan orang tua maka diperlukan peran orang tua dalam membangun emosi anak. Hal ini didasari sebagai suatu kondisi perasaan atau reaksi perasaan yang stabil terhadap suatu objek permasalahan sehingga untuk mengambil suatu keputusan atau tingkah laku didasari dengan suatu pertimbangan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kematangan emosi adalah pola asuh orang tua yang terbagi dalam tiga tipe, yaitu pola asuh otoriter, pola asuh permisif, dan pola asuh demokratis.
Hubungan Persepsi Mahasiswa Tentang Adat Pernikahan Dengan Tradisi Larangan Pernikahan Adat Jawa (Studi Kasus di Desa Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember) Lutfi Anggraeni Permatasari; Thamrin, Muhammad
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2024): April
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i4.1418

Abstract

Tradisi (kebiasaan) adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang pelaksanaan berulang-ulang dengan corak yang sama. Larangan pernikahan meliputi, tidak diperbolehkan menikah di bulan suro, posisi rumah tidak diperbolehkan mojok (ngalor-ngulon), kecocokan weton, rumah berhadapan, tanggal meninggalnya masing-masing mempelai. Pada penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif artinya penyusunan laporan ini menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menjelaskan dan dikemas menjadi satu untuk dapat ditarik kesimpulannya. Penelitian menggunakan teori komunikasi budaya dan teori interaksi sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Persepsi mereka tergantung pada latar belakang, pengalaman yang terjadi. 
Perkembangan Manusia Sejak Anak-anak sampai Lanjut Usia Tiomia Clodianti Tampubolon; Dorlan Naibaho
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2024): April
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i4.1483

Abstract

Psikologi perkembangan mempelajari berbagai bidang teoritis, seperti proses biologis, sosial, emosi, dan arti kognitif. psikologi perkembangan yakni suatu cabang dari psikologi yang membahas tentang gejala jiwa seseorang baik menyangkut perkembangan atau kemunduran perilaku seseorang sejak masa konsepsi hingga dewasa. Dalam usaha memahami psikologi perkembangan, kita harus mengetahui apa yang dimaksud dengan perkembangan, Perkembangan menunjuk pada suatu proses kearah yang lebih sempurna dan tidak begitu saja dapat diulang kembali. Perkembangan menunjuk kearah perubahan yang bersifat tetap dan tidak dapat diputar kembali.  Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang perkembangan psikologi manusia dari masa kanak kanak hingga lanjut usia; fokus penelitian ini adalah bagaimana perkembangan psikologi kanak-kanak dan lanjut usia terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Kemudian, data dianalisis menggunakan metode analisis tematik yang berbasis data. Empat orang yang terlibat dalam penelitian ini terkait dengan penelitian perkembangan psikologi manusia. Responden pertama terlibat dalam penelitian fase kanak-kanak, responden kedua terlibat dalam penelitian fase remaja, responden ketiga terlibat dalam penelitian fase dewasa, dan responden keempat terlibat dalam penelitian fase lanjut usia.
PERBANDINGAN PRAKTIK TOLERANSI BERAGAMA DALAM INTERAKSI MEDIA SOSIAL DAN KEHIDUPAN NYATA: PERSPEKTIF SILA PERTAMA PANCASILA Seevaira Chyta Simanullang
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2024): April
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i4.1485

Abstract

Toleransi berarti sifat atau sikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian, pendapat, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan dan sebagainya yang berbeda dengan pendiriannya sendiri. . Tindakan ini menjadi sarana penting dalam menghargai keragaman kepercayaan agama. Penguatan nilai-nilai Pancasila dalam mempromosikan toleransi antar umat beragama harus ditekankan dan diperjuangkan, termasuk dalam konteks interaksi sosial di media digital. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi apakah praktik toleransi beragama di media sosial sejalan dengan interaksi dalam kehidupan nyata, dan sejauh mana nilai-nilai Pancasila, khususnya sila pertama, termanifestasi dalam kedua konteks tersebut. Metode yang digunakan oleh penulis adalah Studi Literatur. Studi literatur adalah penelusuran secara sistematis berbagai sumber pustaka yang relevan dengan topik penelitian untuk mendapatkan informasi dan bahan-bahan yang diperlukan untuk penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kenyataannya, baik di dunia nyata maupun  Media Sosial, masih kurang rasa toleransi antar umat beragama. Banyak kasus kasus yang dilansir oleh media terkait masih banyaknya masyarakat Indonesia yang intoleran terhadap orang yang berbeda agama dengannya.
KEMEROSOTAN NILAI NILAI PANCASILA DI ERA GLOBALISASI DI KALANGAN PEMUDA DI DUSUN I KAMBOJA DESA LAUT DENDANG Iwain Oktaviona Nababan
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2024): April
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i4.1486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran akan bagaimana kondisi penerapan nilai-nilai pancasila di era gelobalisasi di dusun I Kamboja desa Laut Dendang saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode kualitatif dengan instrume data wawancara dan onservasi. Pancasila sendiri merupakan pegangan untuk semua warga negara Indonesia dalam bertabiat serta berperangai. Dengan adanya pancasila, masyarakat Indonesia dapat memiliki pedoman dalam mengenali serta memecahkan suatu masalah yang berbau politik, sosial, budaya, hukum, dan lain-lain. Maka dari itu, nilai-nilai pancasila bagi masyarakat Indonesia dalam beraktivitas sangatlah penting. Pada era globalisasi ini, nilai-nilai pancasila mulai luntur baik pada kalangan tua maupun kalangan muda. Keadaan ini bisa diamati dari munculnya beragam macam masalah timbul karena tidak diaplikasikannya nilai-nilai dari pancasila, dan jika tidak segera diatasi mungkin bisa saja nilai-nilai dari pancasila atau makna pancasila itu sendiri akan lenyap.
CHILD LABOUR PROFILE (Case Study of Eksploitation of children working in brick huts in Campago Guguk Bulek Village, Bukittinggi City, West Sumatra) Tomu Yupiter Situngkir; Teguh Widodo
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2024): April
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i4.1496

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Campago Guguk Bulek Kota Bukittinggi yang bertujuan untuk mengetahui proses awal anak mengenal pekerjaan sebagai buruh pembuat batu bata di Kelurahan Campago Guguk Bulek dan untuk mengetahui kondisi pekerja anak yang bekerja pada pondok batu bata dari segi ekonomi, pendidikan, dan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik purposive sampling yaitu teknik penentuan subjek penelitian dengan menentukan kriteria-kriteria yang ditentukan oleh peneliti. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 7 orang yaitu 4 pekerja anak, 2 orangtua, dan 1 pemilik pondok batu bata (Key Informan). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sosialisasi. Hasil dari penelitian ini yaitu orang tua menjadi faktor utama yang mendorong anak bekerja di pondok batu bata hal ini disebabkan karena keluarga yang berada di bawah garis kemiskinan. Hasil penelitian yang kedua yaitu ada 3 kondisi pekerja anak yang ditemukan pertama kondisi ekonomi yaitu jenis pekerjaan dan upah, kedua kondisi pendidikan kebanyakan informan tidak lagi bersekolah ada juga informan yang masih bersekolah, yang ketiga kondisi lingkungan sosial anak-anak tersebut memiliki beberapa teman di lingkungan pekerjaannya.
Eksistensi Nilai-Nilai Dakwah di Kalangan Generasi Z Melalui Media Sosial Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi Mahrus Hadi; Khoiruman, Muhamad Alfi
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 5 (2024): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i5.1500

Abstract

This research aims to investigate the existence of da'wah values ​​among Generation Z through the use of social media in Glenmore District, Banyuwangi Regency. Generation Z, which is a group that predominantly uses digital technology, often interacts with Islamic preaching values ​​through platforms such as Facebook, Instagram and TikTok. This research is based on the importance of understanding how social media facilitates the spread of da'wah values ​​in contexts that are relevant to the younger generation. The research method used is a qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews and content analysis of preaching posts spread on social media. The research results show that Generation Z in Glenmore District shows a high level of participation in receiving and spreading da'wah messages through social media. They use this platform not only for social interaction but also as a means to strengthen their religious identity. This research provides in-depth insight into how social media can be an effective tool in maintaining and developing religious practices among the younger generation, especially in local contexts such as Glenmore District, Banyuwangi Regency.

Page 25 of 107 | Total Record : 1069