cover
Contact Name
Albertus Juvensius Pontus
Contact Email
albertpontus@ft.unmul.ac.id
Phone
+62853339333210
Journal Mail Official
albertpontus@ft.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Sambaliung, No:9 Kampus Gunung Kelua Samarinda 75119, Kalimantan Timur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 28087305     EISSN : 28087305     DOI : http://dx.doi.org/10.30872/jtm.v11i2
The article can be a product of researches, scientific thoughts, or case studies with a scope in the field of earth science, including: mining engineering, geology, geodesy, geophysics, and petroleum. The author may write an article by the template and submit the article online by using the OJS system. Any matters relating to the use of the software, citation and copyright permissions made by the author of the article, and the legal consequences it causes, are the sole responsibility of the author of the article.
Articles 119 Documents
PENERAPAN SISTEM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA MENGGUNAKAN METODE SWOT DI PERUSAHAAN PT. ANSAF INTI RESOURCES Aline Thresa; Shalaho Dina Devy; Hamzah Umar
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2020
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v8i2.5194

Abstract

Latar belakang: Dalam aktivitasnya PT. Ansaf tentunya mengharapkan agar tujuan penerapan keselamatan dan Kesehatan kerja dapat tercapai tanpa kendala. Bukan hal yang mudah untuk mencapai tujuan tersebut karena banyak hal yang harus diperhatikan terlebih lagi kendala yang akan menghambat.Perencanaan strategis merupakan proses penyusunan perencanaan jangka Panjang. Karena itu, prosesnya lebih banyak menggunakan proses analisis yang tujuannya untuk menyusun strategi sehingga sesuai dengan misi, tujuan, strategi dan kebijakan perusahaan. Dengan demikian perencanaan strategi perusahaan (kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman) dalam kondisi yang ada saat ini. Tujuan: Untuk menganalisis dan mengetahui faktor-faktor penyebab kecelakaan kerja pada PT. Ansaf. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Data yang diambil adalah data primer berupa hasil wawancara dari key informan dan informan serta hasil pengamatan langsung di lapangan. Hasil: Hasil penelitian membuktikan bahwa perencanaan K3 yang dilakukan di PT. Ansaf belum membuat rencana yang lengkap dan strategis K3 yang diterapkan untuk mengendalikan potensi bahaya di tempat kerja. Akan tetapi perusahaan mempunyai prosedur terdokumentasi yang mempertimbangkan identifikasi bahaya dan penilaian resiko pada tahap melakukan perencanaan.
KAJIAN LAPISAN AKUIFER METODE GEO-ELECTRICAL RESISTIVITY SAMARINDA UTARA, KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Christian Sarungallo; Shalaho Dina Devy
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2018
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v6i2.1751

Abstract

Salah satu sektor penyokong perekonomian di Indonesia adalah Industri pertambangan. Di wilayah Kalimantan khususnya Kalimantan timur, aktivitas penambangan terbuka batubara telah banyak dilakukan. kegiatan penambangan terbuka batubara menyumbang peran besar dalam pertumbuhan ekonomi serta kemajua teknologi bagi Indonesia. Untuk itu perlu dilakukan kajian pada setiap aspek penting seperti kajian hidrologi dan hidrogeologi berupa akuifer sehingga kegiatan penambangan dapat berjalan dengan baik dan dampak lingkungan yang ditimbulkan dapat diatasi. Kajian akuifer pada lokasi penelitian didasarkan pada nilai resistivitas material yang diperoleh lewat salah satu metode geofisika yaitu geolistrik dengan menggunakan konfigurasi wenner-schlumberger. Pada penelitian ini metode geolistrik dilakukan untuk mengetahui keadaan bawah permukaan bumi dengan menginjeksikan dua buah elektroda kedalam tanah menggunakan arus listrik searah dengan jarak tertentu sehingga dengan mengalirkan arus listrik searah dapat diketahui beda potensial dan diperoleh informasi tahanan jenis lapisan bawah permukaan bumi. Nilai tahan jenis material yang diperoleh kemudia diintepretasikan sehingga jenis akuifer pada daerah penelitian dapat diketahui. Hasil interpretasi dari nilai resistivitas material pada daerah penelitian menunjukkan bahwa sebaran akuifer untuk lintasan geolistrik 1,2 dan 3 adalah jenis akuifer semi tertekan sementara untuk lintasa geolistrik 4 adalah jenis akuifer tertekan. Berdasarkan hasil kajian hidrologi, Daerah yang diteliti memiliki curah hujan tahunan sebesar 3053,704 mm/tahun dengan luas daerah aliran sungai sebesar 16,586 km2. Sementara itu nilai evapotranspirasi daerah penelitian adalah 1784,21 mm/tahun, surface run-off sebesar 913,51mm/tahun dan imbuhan airtanah sebesar 355,98mm/tahun.
EVALUASI KINERJA ALAT BOR DALAM PENYEDIAAN LUBANG LEDAK UNTUK MENCAPAI TARGET PRODUKSI PEMBONGKARAN OVERBURDEN DI PT. SIMS JAYA KALTIM SITE PT. KIDECO JAYA AGUNG KALIMANTAN TIMUR Rydani Affandhi Saputra; Windhu Nugroho; Tommy Trides
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2020
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v8i1.3979

Abstract

Kegiatan peledakan akan selalu didahului dengan kegiatan pemboran untuk membuat lubang ledak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi dari alat bor sehingga dapat mengetahui produksi dari alat bor tersebut. Berkaitan dengan hal tersebut maka dalam penulisan skripsi ini dilakukan suatu evaluasi mengenai kinerja alat bor untuk mencapai target produksi overburden. Analisa yang dilakukan adalah mengevaluasi kinerja di setiap alat bor yang nantinya akan berpengaruh pada produksi alat bor tersebut. Pengamatan alat bor dilakukan pada lokasi dan tipe alat bor yang berbeda yaitu untuk alat bor tipe Skf Terex Drill yang meliputi DR05, DR08, dan DR09 yang berada di  pit Samurangau, alat bor tipe REICHdrill C 550 D II meliputi DR18 yang berada di pit Samurangau, dan alat bor tipe Atlas Copco DM 30 II  meliputi DR14 yang berada di pit Roto North dengan kondisi material relative sandstone pada tiap pit. Dari data pengamatan disimpulkan dengan mengurangi waktu hambatan pada masing-masing alat bor, maka efisiensi dan produksi akan meningkat yaitu pada pit Samurangau sebesar 116.799,76 m3/hari dengan efisiensi pada DR05 menjadi 14,75 % , DR08 menjadi 25,34 % , DR09 menjadi 12,65 % , dan DR18 menjadi 29,13 % . Sedangkan pada pit Roto North sebesar 21.799,36 m3/hari dengan efisiensi pada DR14 menjadi 11,56 %
Studi Perbandingan Metode Fitoremediasi dan Penggunaan Zeolit Sebagai Alternatif Pengelolaan Air Asam Tambang Pada Settling Pond Wara, PT. Adaro Indonesia Mirani, Nurul Putri
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2022
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v10i2.9208

Abstract

AbstrakAir asam tambang memiliki karakteristik logam berat yang tinggi antara lain yaitu     logam Fe dan Mn. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan air asam tambang diantaranya dengan cara Fitoremediasi dan Penggunaan Zeolite.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efesiensi metode fitoremediasi dan zeolite dalam mengurangi logam berat Fe & Mn serta kenaikkan pH dalam pengolahan Air Asam Tambang dengan menggunakan analisis AAS.Pengambilan sampel Air asam tambang pada titik sediment Pond SP Wara yang kemudian dilakukan pengujian laboratorium secara fitoremediasi dalam 21 hari dan pengujian menggunakan Zeolite.Hasil penelitian yang didapatkan dari kedua metode tersebut menunjukkan efisiensi fitoremediasi dalam menurunkan kadar logam berat Fe&Mn dalam air berturut turut 73%;13% dan zeolite berturut turut 98%;86% sedangkan kenaikan pH yang terjadi pada kedua metode tersebut sebesar 1.35 untuk Fitoremediasi dan zeolite sebesar 4.76Kata Kunci : Air Asam Tambang, Fitoremediasi ,Logam Fe & Mn, pH , Zeolite. AbstractAcid mine darinage has high heavy metal characteristics, namely Fe and Mn metals. There are many ways that can be done to overcome the problem of acid mine drainage, including Phytoremediation and the use of Zeolite.This study aims to determine the efficiency of phytoremediation and zeolite methods in reducing heavy metals Fe & Mn and increasing pH in acid mine drainage treatment using AAS analysis.Sampling of acid mine drainage at the sediment point of the SP Wara Pond which was then subjected to phytoremediation laboratory testing in 21 days and testing using Zeolite.The results obtained from the two methods showed that the efficiency of phytoremediation in reducing the levels of heavy metals Fe&Mn in water was 73%; 13% and zeolite 98%; 86% respectively, while the increase in pH that occurred in both methods was 1.35 for phytoremediation and zeolite. by 4.76Key Words : Acid Mine Drainage, Fe & Mn Metals, pH , Phytoremediation, Zeolite.
ANALISIS PENGARUH MUATAN BAHAN PELEDAK DAN DELAY PELEDAKAN TERHADAP TINGKAT GETARAN TANAH (GROUND VIBRATION) PADA AKTIFITAS PELEDAKAN DI PT. ANUGERAH BARA KALTIM, KALIMANTAN TIMUR Roni Handoko Damanik; Tommy Trides; Farah Dinna
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2016
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v4i1.1418

Abstract

Kegiatan peledakan yang dilakukan selalu menghasilkan efek yang akan berdampak bagi area sekitar dari lokasi peledakan, dari beberapa efek-efek peledakan yang ada salah satunya adalah getaran tanah, sehingga pada lokasi penelitian di Pit m dan Pit s yang dekat dengan perkampungan sangat penting dilakukan pengukuran tingkat getaran yang mengarah ke perkampungan sehingga didapatkan hasil getaran yang ditimbulkan dari hasil proses peledakan yang dilakukan. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu diawali dengan studi literatur mengenai beberapa sumber yang membahas tentang tema yang akan diambil dalam penelitian dilanjutkan dengan observasi lapangan dengan tujuan untuk mengetahui lokasi mana yang cocok sebagai bahan penelitian dan pengambilan data selanjutnya yang dibutuhkan dalam pengolahan data nantinya. Berdasarkan hasil analisis yang didapatkan bahwa untuk jumlah muatan bahan peledak yang sesuai dengan standar PPV yang ditetapkan perusahaan yaitu 2 mm/s maka untuk jumlah isian bahan peledak yang sesuai dengan standar PPV tersebut adalah pada jarak 500 m, 600 m, 700 m, 800 m, 900 m, dan 1000 m sebesar 21 kg, 30 kg, 40 kg, 52 kg, 66 kg, dan 81 kg. Dengan penggunaan delay 176 ms dan 42 ms pada pola rangkaian echelon cut. Dan didapatkan nilai PPV aktual dari hasil pengukuran getaran tanah adalah didapatkan 2,22 mm/s, 3 mm/s, 1,93 mm/s, 1,66 mm/s, 2,16 mm/s, 2,33 mm/s, 3,06 mm/s, 2,16 mm/s, 2,6 mm/s, 1,53 mm/s, 1,96mm/s, 1,96 mm/s, 2,5 mm/s, 1,56 mm/s, 1,35 mm/s, 1,56 mm/s, 1,94 mm/s, 1,87 mm/s.
PENGARUH LINGKUNGAN PENGENDAPAN TERHADAP KUALITAS BATUBARA DI PT. KITADIN DESA EMBALUT DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALISA ELEKTROFASIES Samsidar Sutan; Endy Mukhlis Syuhada; Mochamad Teguh
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2019
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v7i2.2953

Abstract

Daerah penelitian termasuk dalam wilayah Cekungan Kutai. pada wilayah ini banyak di temukan Sumber Alam yang sangat berpotensi menjadi sumber pendapatan daerah dan negara. Sebagai salah satu resevoir potensial pada Cekungan Kutai, Formasi Balikpapan menjadi salah satu objek penelitian yang menarik, bila dilihat dari keilmuan geologi banyak hal yang dapat di pelajari dari Formasi Balikpapan ini seperti Lingkungan Pengendapan sehingga banyak di jumpai lapisan-lapisan batubara di dalammya. Komposisi hasil pemerian deskripsi terdiri dari; litik 40%, kalsit 14%, feldspar 8%, kwarsa 15%, opak 1% dan lumpur karbonat 22%. Berdasarkan sayatan tipis batuan sedimen memiliki warna kekuningan sampai dengan abu-abu, tekstur klastik dengan ukuran butir 0.2mm-0.6mm. Memiliki bentuk butir menyudut tanggung sampai membulat tanggung. Berdasarkan hasil deskripsi analisa batuan secara petrografi dimana komposisi penyusun yaitu; fosil 2%, kalsit 15%, kwarsa 14%, opak 1%, lempung ±30%, lumpur karbonat ±18%, gelas ±20%. Sehingga berdasarkan nama megaskopis Calcareous tuffaceous claystone atau Mudstone/Silstone berdasrkan Gilbert (1954) dan Marly claystone berdasarkan Pettijohn (1975). Hasil dari sayatan tipis batuan sedimen ini menunjukkan, warna putih kecoklatan, tekstur klastik, ukuran butir 0.05mm-0.3mm. Bentuk butir menyudut tanggung sampai membulat tanggung yang jika dilihat dari hasil log menunjukkan adanya persamaa distribusi butiran dari menyudut tanggung sampai dengan membulat tanggung berada pada posisi cenderung lower delta plain juga merupakan diantara area influenced by fresh water dan marine to brackish water. Hanya saja kehadiran fosil 2% sulit untuk mendeksi apakah fosil tersebut merupakan produk darat atau laut, karena mengalami replacement oleh mineral kalsit. Sehingga faktor penentu adalah ukuran butir dan kehadiran lumpur karbonat.
Pengaruh Penggunaan Ground Control Point dalam Pengolahan Foto Udara Pada PT Internasional Prima Coal Sub PT Coalindo Adhi Perkasa Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur Reonaldo Purba; Harjuni Hasan; Koeshadi Sasmito
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2022
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v10i1.7432

Abstract

Kemajuan teknologi dalam dunia survey mengalami kemajuan yang sangat pesat, dimana penggunaan foto udara atau orthophoto sudah mulai digunakan, hanya saja tingkat ketelitian dari foto udara saat ini masih dianggap belum cukup baik. Penggunaan Ground Control Point (GCP) diharapkan dapat meningkatkan ketelitian dari foto udara. GCP adalah titik di tanah yang diketahui koordinatnya dan digunakan sebagai acuan dalam bundle block adjustmen. GCP menjadi faktor penentu ketelitian geometri hasil olah foto (ortofoto, DSM, DTM), semakin teliti GCP maka semakin baik pula ketelitian geometri. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dari penggunaan GCP pada ketelitian geometri foto udara. Untuk mengetahui pengaruh tersebut maka dilakukan pengumpulan data berupa data primer. Pengambilan data primer dilakukan secara langsung di lapangan yaitu berupa foto udara dan koordinat ground control point (GCP) dan independent check point (ICP). Data-data yang sudah terkumpul selanjutnya diolah dan dianalisis dengan menggunakan software. Pengolahan foto udara diolah dengan software Agisoft Metashape Professional versi 1.6.1 dan pengujian ketelitian geometri diolah dengan bantuan software Microsoft Excel.Dari hasil pengelolahan dan analisis data, dapat diketahui penggunaan GCP dapat meningkatkan ketelitian geometri hasil foto udara. Dari 3 variasi penggunaan GCP yang digunakan, variasi penggunaan 7 GCP memberikan nilai RMSE yang lebih kecil dari penggunaan 3 dan 5 GCP. Dari uji ketelitian geometri yang dilakukan, penggunaan 7 GCP memberikan ketelitian yang lebih baik dari pada penggunaan 3 dan 5 GCP.Kata Kunci: foto udara, ground control point (GCP), ketelitian geometri, survey
PENINGKATAN KUALITAS BATUBARA SUB BITUMINOUS MENGGUNAKAN MINYAK RESIDU DI PT. X SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR Ahmad Andrian Arisandy; Adi Uzaimi
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2017
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v5i1.1400

Abstract

Cadangan batubara di Indonesia pada umumnya termasuk batubara peringkat rendah dengan kadar air total (air bawaan dan air total) yang mencapai 40%, dalam proses pembakaran, air bawaan akan mengurangi nilai kalor dan jumlah batubara yang digunakan jaub lebih besar, memiliki dampak lingkungan yang negatif.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan batubara sebelum upgraded brown coal dan sesudah upgraded brown coal dan mengetahui pengaruh suhu dan waktu terhadap kualitas batubara. Penelitian dilakukan dengan menerapkan teknologi upgraded brown coal dengan menggunakan batubara peringkat rendah, dengan komposisi batubara, oli bekas, dan bensin pada sampel A adalah 1 : 0,75 : 0,75 dan pada sampel B adalah 1 : 0,5 : 0,5. Variasi suhu yang digunakan pada penelitian ini adalah 90 menit dan 75 menit dan variasi suhu 150ºC dan 200ºC. Hasil pada penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan nilai kalori pada sampel A dan sampel B dibandingkan dengan nilai kalori pada raw coal. Nilai kalori pada raw coal adalah sebesar 5223 kal/gr, nilai kalori pada sampel A adalah 6849 kal/gr, dan nilai kalori pada sampel B adalah sebesar 6649 kal/gr. Peningkatan nilai kalori pada raw coal ke sampel A adalah sebesar 31% dan pada raw coal ke sampel B adalah sebesar 28%. Dari nilai kalori di dapatkan, batubara pada sampel A dan sampel B dapat disetarakan dengan high volatile B bituminous coal kelas bituminous. Penelitian ini membahas tentang karakteristik dari Upgraded Brown Coal secara visual serta nilai densitas, viskositas, kandungan abu, total sulfur, dan nilai kalori
OPTIMALISASI ALAT GALI MUAT UNTUK MENCAPAI TARGET PRODUKSI BATUBARA PT. KALTIM DIAMOND COAL, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Narius ,; Harjuni Hasan
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2018
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v6i2.1756

Abstract

Optimalisasi waktu kerja alat gali muat pada penggalian batubara (coal getting) ini dilakukan adalah dengan menghitung produksi alat gali muat. Setelah mendapatkan hasil produksi dari alat mekanis, dalam penelitian ini dilakukan evaluasi karena tidak tercapainya target produksi batubara. Pada penelitian ini ditemukan bahwa efisiensi kerja alat gali muat kurang maksimal, akibat mengalami kerusakan pada alat gali muat serta hambatan-hambatan kerja. Efisiensi kerja Hitachi ZX870 adalah 45 % dengan produksi sebesar 59625.30 MT/bulan alat mengalami kerusakan kemudian di back up alat gali muat Sany SY465 produksi sebesar 10217.53 MT dan  di back up Caterpillar 340D2L produksi sebesar 3482.43 MT sehingga total produksi sebesar 73370.10 MT, sedangkan target produksi sebesar 85000 MT/bulan. Setelah dilakukan optimalisasi waktu kerja, efisiensi kerja meningkat sebesar 60 % produksi Hitachi ZX870 sebesar 89527.40 MT/bulan
EVALUASI KINERJA LIMESTONE CRUSHER VI MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS UNTUK MENCAPAI TARGET PRODUKSI PADA BULAN DESEMBER 2020 DI PT. SEMEN PADANG Adevia Apriani; Muhammad Agri Finalta; Havisdin Havisdin
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2021
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v9i1.5689

Abstract

PT. Semen Padang merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam industri pembuatan semen dengan bahan baku utama batu gamping (limestone) dan melakukan eksploitasi sendiri terhadap batu gamping sebagai bahan baku pembuatan semen. Batu gamping yang terdapat di Bukit Karang Putih ditambang dengan metode penambangan quarry. Untuk mencapai target produksi dilakukan proses peledakan untuk membongkar batu gamping. Material yang telah diledakan selanjutnya dilakukan penghancuran menggunakan limestone crusher dengan masing-masing kapasitas 1300 ton/jam untuk LSC II, 1500 ton/jam untuk LSC IIIA, 1600 ton/jam untuk LSC IIIB, dan 1800 ton/jam untuk LSC VI. Target produktivitas produksi di crusher VI pada bulan Desember 2020 yaitu 1800 ton/jam, namun yang terealisasi hanya 1211,6 ton/jam. Dapat dikatakan target produksi PT. Semen Padang pada bulan Desember 2020 tidak tercapai. Untuk mengetahui tidak tercapainya target produktivitas, digunakan metode overall equipment effectiveness (OEE) yang bertujuan untuk mengukur apakah peralatan bekerja dengan normal atau tidak. Nilai OEE LSC VI pada bulan Desember 2020 belum optimal yaitu 54% dengan faktor terbesar yang menyebabkan rendahnya nilai OEE yaitu performance efficiency. Untuk mengetahui nilai yang harus ditingkatkan maka dilakukan analisa menggunakan six big losses, setelah melakukan analisa tersebut nilai reduced speed losses dan idle and minor stoppage losses yang paling mempengaruhi dikarenakan kurangnya alat hauling. Untuk itu dibutuhkan penambahan alat hauling yang terdiri 3 dump truck Komatsu 785. Dengan penambahan alat ini maka produktivitas 1800 ton/jam dapat tercapai.

Page 3 of 12 | Total Record : 119