cover
Contact Name
Albertus Juvensius Pontus
Contact Email
albertpontus@ft.unmul.ac.id
Phone
+62853339333210
Journal Mail Official
albertpontus@ft.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Sambaliung, No:9 Kampus Gunung Kelua Samarinda 75119, Kalimantan Timur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 28087305     EISSN : 28087305     DOI : http://dx.doi.org/10.30872/jtm.v11i2
The article can be a product of researches, scientific thoughts, or case studies with a scope in the field of earth science, including: mining engineering, geology, geodesy, geophysics, and petroleum. The author may write an article by the template and submit the article online by using the OJS system. Any matters relating to the use of the software, citation and copyright permissions made by the author of the article, and the legal consequences it causes, are the sole responsibility of the author of the article.
Articles 119 Documents
Analisis Perbandingan Batubara Formasi Balikpapan dan Batuserpih Formasi Pamaluan sebagai Potensi Sumber Batuan Penghasil Hidrokarbon di Cekungan Kutai Sasmito, Koeshadi; Andika, Bukit; Rindawati, Puspa Indah
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2024
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v12i2.17545

Abstract

Secara administrasi daerah Penelitian terbagi menjadi dua daerah, Kecamatan Tenggarong Seberang yang terletak di Kabupaten Kutai Kartenegara dan Kecamatan Sepaku yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana karakterikstik, tipe, jenis dan geokimia batuan induk berdasarkan data Total Organic Carbon (TOC) dan Rock-Eval Pyrolisis (REP) batuan Formasi Pamaluan dan Formasi Balikpapan pada daerah penelitian. Daerah Sepaku termasuk kedalam Formasi Pamaluan yang mana terdiri dari litologi serpih merupakan batuan sumber penghasil hidrokarbon terbaik. Memiliki rentan TOC 0.49-0.6 wt% dan dapat dikategorikan kedalam nilai Buruk-Cukup (Poor-Fair) untuk sebuah batuan sumber. Formasi Pamaluan daerah Sepaku menunjukan jenis kerogen tipe IV yang menunjukan jenis Innert Carbon, dan nilai Tmax menunjukan bahwa batuserpih pada Formasi Pamaluan menghasilkan dry gas dengan tingkat kematangan postmature. Batubara Formasi Balikpapan daerah Separi memiliki rentan TOC 50.39-51.12 wt% yang menunjukan nilai sempurna (excellent) untuk sebuah batuan sumber. Batubara pada Formasi Balikpapan daerah Separi menunjukan jenis kerogen tipe III yang menunjukan jenis gas-prone, yang berarti batubara merupakan batuan sumber hidrokarbon yang berpotensi menghasilkan gas dengan tingkat kematangan immature - mature.
Analisis Tingkat Pencemaran Logam Berat pada Air Limbah Pengolahan Mangan (Mn) Metboki, Matilda; Funay, Chindy M. S.
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2024
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v12i2.17668

Abstract

Aktivitas pertambangan merupakan salah satu sumber pencemaran penghasil logam berat jika tidak dikelola dengan baik. Logam berat dalam jumlah tertentu sangat dibutuhkan oleh setiap organisme hidup, namun jika dalam jumlah yang berlebihan dapat menimbulkan efek racun. Dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tingkat pencemaran logam berat pada kolam pengendapan limbah hasil pencucian bijih mangan. Metode yang digunakan yaitu penilaian kualitas air dengan CF (contamination factor) dan penilaian kualitas air terkait pencemaran logam berat indeks pencemaran logam (metal pollution index, MPI). Kemudian diseusaikan dengan baku mutu air limbah berdasarkna PP No 82 Tahun 2001. Hasil analisis diperoleh bahwa air limbah hasil pencucian bijih mangan pada kolam pengendapan mengandung logam berat Fe, Mn, Cu, Pb dan Zn yang masih melebihi baku mutu dan memiliki indeks pencemaran logam dari tingkatan tinggi sampai dengan sngat tinggi.Kata Kunci: Air Limbah, CF, Kolam Pengendapan, Logam berat, MPI
Kajian Penataan Lahan Reklamasi Batugamping Daerah Gegunung, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta Athariq, Muhammad; Puspantari, Eleonora Clarissa; Sihite, Ivan Talentio Mikaeli; Suharyadi, Heru; Ratminah, Wawong Dwi; Ernawati, Rika
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2024
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v12i2.17881

Abstract

Penelitian ini berfokus pada kajian penataan lahan reklamasi bekas tambang di Padukuhan Gegunung, Kelurahan Sendangsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Reklamasi lahan pasca tambang sangat penting untuk memulihkan fungsi lingkungan yang terganggu akibat aktivitas penambangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang program reklamasi yang optimal sesuai dengan peraturan yang berlaku, khususnya berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No. 1827K/30/MEM/2018. Fokus penelitian ini meliputi perencanaan teknis penataan lahan, pengelolaan tanah pucuk (top soil), serta metode revegetasi yang dapat mendukung pemulihan ekosistem lahan bekas tambang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mencakup observasi lapangan, studi literatur, grab sampling, serta pengujian fisik dan kimia tanah untuk menentukan kesesuaian program reklamasi. Luas area yang akan di reklamasi pada lahan bekas tambang adalah 150.142,30 m2. Perencanaan reklamasi yang tepat pada area bekas potensial tambang batugamping di Padukuhan Gegunung adalah penataan lahan dengan cara mengembalikan tanah penutup dan tanah pucuk ke area yang telah dikupas material batugampingnya. Kondisi tanah di area reklamasi, yang mayoritas terdiri dari lempung berpasir, menjadi faktor penting dalam menentukan jenis tanaman yang akan ditanam. Pilihan tanaman yang sesuai dengan kondisi tanah lokal sangat kritikal untuk keberhasilan revegetasi dan pemulihan kualitas tanah. Pembagian area menjadi segmen-segmen kecil membantu meningkatkan efisiensi penggunaan alat mekanis dan keseragaman hasil reklamasi. Pemilihan alat mekanis yang tepat, seperti excavator dan dump truck, juga mempengaruhi produktivitas dan waktu pengerjaan.
Penerapan Metode Geostatistik Untuk Estimasi Sumberdaya Galena Pada Blok Gossan Di PT Kapuas Prima Coal Suwandi, Tommy; Nurkhamim, Nurkhamim; Ardian, Aldin; Meihaga, Epafras; Leka, Emil Salim Kahmi; Sasea, Fransischus R.T
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2025
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v13i1.19140

Abstract

Estimasi sumberdaya mineral sangat penting dalam eksplorasi untuk menilai kelayakan penambangan. Metode geostatistik, khususnya ordinary kriging, sering digunakan untuk memperkirakan kadar bijih di lokasi yang tidak terukur dengan memanfaatkan nilai-nilai yang diketahui dan model variabilitas spasial (variogram). Namun, metode ini memiliki keterbatasan seperti asumsi stasioneritas, aditivitas, linearitas, dan subjektivitas dalam pemodelan variogram. Galena, mineral bernilai ekonomi tinggi karena kandungan timbalnya, menjadi fokus eksplorasi untuk industri baterai dan pelindung radiasi. Estimasi yang akurat terhadap sumber daya galena penting untuk menjamin eksplorasi dan penambangan yang efisien dan berkelanjutan. Berdasarkan metode estimasi ordinary kriging, sumber daya galena diklasifikasikan ke dalam tiga kategori, yaitu measured, indicated, dan inferred. Kategori measured memiliki volume 2.012.325 m³ dengan tonase 15.092.439 ton dan kadar Pb 3,70%. Kategori indicated memiliki volume 1.555.856,25 m³ dengan tonase 11.668.921 ton dan kadar Pb 3,96%. Sementara itu, kategori inferred memiliki volume 7.309,25 m³ dengan tonase 54.819 ton dan kadar Pb 4%. Hasil perhitungan teknik estimasi Ordinary Kriging menunjukkan nilai RMSE sebesar 0,40, koefisien korelasi (r) sebesar 0,98, dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,96. Nilai-nilai ini mengindikasikan bahwa model ordinary kriging yang digunakan memiliki tingkat akurasi yang cukup baik, dengan hubungan yang cukup kuat antara nilai estimasi dan aktual. Dengan demikian, metode ini dapat diandalkan untuk estimasi sumberdaya galena.
Studi Keberhasilan Reklamasi Tahap Operasi Produksi Tambang Batubara Pada Outpit Dump 1 Tiwa Abadi, Bayan Group Tabang Project, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur Prayoga, Yogi Bayu; Respati, Lucia Litha; Magdalena, Henny; Devy, Shalaho Dina; Nugroho, Windhu
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2025
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v13i1.19459

Abstract

Studi Keberhasilan Reklamasi merupakan kegiatan yang penting untuk mengukur perubahan lingkungan yang terjadi pada wilayah bekas tambang. Perubahan lingkungan yang dimaksud salah satunya adalah perubahan kimiawi yang berdampak pada air tanah dan air permukaan. Lebih jauh lagi adalah perubahan iklim disebabkan perubahan kecepatan angin, gangguan flora dan fauna, serta tanah menjadi tandus dan gundul. Menurut Kepmen 1827 K/30/MEM/2018, reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan sepanjang tahapan Usaha Pertambangan untuk menata, memulihkan, dan memperbaiki kualitas lingkungan dan ekosistem agar dapat berfungsi kembali sesuai peruntukannya. Kegiatan pengamatan di lapangan dan hasil analisa seluruh tahapan kegiatan reklamasi, dapat dilakukan penilaian keberhasilan reklamasi PT. Tiwa Abadi. Penilaian tabel keberhasilan reklamasi ada 17 kategori dalam setiap penilaian tersebut menggunakan parameter poin yaitu 1,2, dan 3. Hasil poin penilaian mendapatkan rata rata yaitu 3 poin. Menentukan nilai akhir perhitungan yaitu Total Skor Evaluasi untuk masing-masing kriteria dibagi dengan Jumlah Kriteria dikali dengan Nilai Maksimal Tiap Kriteria kemudian dikali 100%. Nilai Pencapaian persentase keberhasilan reklamasi PT. Tiwa Abadi pada tahun 2023 yaitu 78,43%. Kegiatan reklamasi juga melakukan pengelolaan pH Asam Tanah pada PT. Tiwa Abadi dengan pH Tanah (5-6). Dari faktor penghambat keberhasilan reklamasi yaitu tidak tercapai luas area revegetasi, tidak melakukan penanaman (cover crop), pertumbuhan tanaman cepat tumbuh 50%, belum melakukan penanaman tanaman lokal, belum terlihat penutup tajuk, dan belum dilakukannya penyulaman pada area revegetasi.
Analisis Pengaruh Isian Bahan Peledak Terhadap Tingkat Getaran Tanah (Ground Vibration) pada Kegiatan Peledakan di PT. Bukit Baiduri Energi Kodya Samarinda Kalimantan Timur Sundari, Woro; Metboki, Matilda; Kapitan, Steven Ferbyan Smaut; Krisnasiwi, Ika F.
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2025
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v13i1.19695

Abstract

Aktivitas peledakan pada kegiatan penambangan selalu menimbulkan kerusakan di sekitar dari lokasi peledakan, salah satunya adalah getaran tanah. Salah satu faktor yang menyebabkan tingkat getaran tanah yang dihasilkan dari kegiatan peledakan adalah jumlah isian bahan peledak. Jumlah isian bahan peledak yang digunakan jika tidak sesuai prosedur standar yang ditetapkan oleh pihak perusahaan akan mengakibatkan getaran tanah yang dapat merusak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh isian bahan peledak terhadap tingkat getaran tanah (ground vibration) pada kegiatan peledakan di PT. Bukit Baiduri Energi Kodya Samarinda, Kalimantan Timur. Analisis regresi linear dilakukan untuk menentukan nilai konstanta (k) dan nilai eksponen (e) yang selanjutnya dakan dikakukan rekomendasi isian yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh pihak perusahaan yaitu maksimal 2 mm/s. Dari hasil analisis yang dilakukan didapatkan nilai k dan nilai (e), maka nilai PPV (Peak Particle Velocity) prediksi nantinya akan dibandingkan dengan nilai PPV secara aktual di lapangan. Dari hasil perbandingan data disimpulkan bahwa hasil nilai PPV yang diambil secara aktual berada dibawah standar dari pihak perusahaan yakni 2 mm/s. Oleh karena itu, kegiatan peledakan di derah tersebut dikatakan aman berdasarkan standar (SNI 7571 : 2010) dan juga standar dari pihak perusahaan. Adapun jumlah isian maksimum bahan peledak per delay  berdasarkan hasil perhitungan yaitu : jarak 200 m isian 5,41 kg; jarak 250 m isian 8,46 kg; jarak 300 m isian 12,18 kg; jarak 350 m isian 16,58 kg; jarak 400 m isian 21,66 kg; jarak 450 m isian 27,41 kg; jarak 500 m isian 33,84 kg; jarak 550 m isian 40,95 kg; jarak 600 m isian 48,73 kg; jarak 650 m isian 57,19 kg; jarak 700 m isian 66,33 kg; jarak 750 m isian 76,15 kg; jarak 800 m isian 86,64 kg; jarak 850 m isian 97,81 kg; jarak 900 m isian 109,65 kg; jarak 950 m isian 122,17 kg; dan 1000 m isian 135,37 kg.
Perencanaan Teknis Mine Dewatering Pada Sump Pit Tempudo 4 PT Kalimantan Prima Persada Di PT Indexim Coalindo Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur Anapah, Devenda Christin; Banunaek, Noni; Metboki, Matilda; Ahmad, Aisyah
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2025
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v13i1.20288

Abstract

Lokasi penelitian yang akan dilakukan tahap backfilling dan di bawah sump terdapat lapisan batubara (seam 27) yang secara ekonomis layak untuk ditambang, maka perlu dilakukan perencanaan teknis mine dewatering untuk mendeliniasi sump tersebut agar dapat memaksimalkan kegiatan produksi pada akhir tahun 2024. Dalam penelitian ini, perencanaan dewatering pada sump lokasi penelitian akan mempertimbangkan faktor iklim, terutama curah hujan sebagai air yang masuk pada sump yang juga mempengaruhi laju erosivitas dan stabilitas tanah di area tambang. Dari hasil perhitungan data curah hujan 10 tahun terakhir menggunakan metode Distribusi Gumbel, pada lokasi penelitian memiliki daerah tangkapan hujan seluas 1,54 km2 (DTH I) dan 0,83 km2 (DTH II), koefisien limpasan sebesar 0,8 (area tambang) dan 0,28 (area hutan atau area yang belum ditambang). Perencanaan pengurasan air pada sump dilakukan dengan perhitungan air yang masuk ke dalam sump maupun sedimentasi yang terendapkan di dalam sump dengan menggunakan Metode USLE (Universal Loss Equation Soil) dan Metode SDR (Sediment Delivery Ratio), lalu dilakukan perencanaan pemompaan dan sistem perpipaan yang cocok yaitu menggunakan jenis Pompa Multiflo 420 EX dan Pipa HDPE. Hasil pehitungan Water Balance, dengan kapasitas 2 pompa dan dengan debit 800 m3/jam serta jam kerja untuk Sump A adalah 16 jam kerja/hari dan Sump B adalah 14 jam kerja/hari, maka pada Sump A untuk waktu pengurasan air pada Sump dapat dilakukan selama 28 hari dihitung dari tanggal 1 Oktober 2024 dengan volume terakhir yaitu 6.282,48 m3 sedangkan untuk Sump B terhitung dari tanggal 1 Oktober 2024 pengurasan air dapat dilakukan selama 13 hari dengan volume terakhir pada Sump adalah 5.143,98 m3.
Evaluasi Trigger Action Response Plan (TARP) Pergerakan Lereng Disposal Menggunakan Alat Slope Stability Radar (SSR) Pada Disposal PT. Bara Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur Sembiring, Irianta Ibo; Trides, Tommy; Nugroho, Windhu; Oktaviani, Revia; Pontus, Albertus Juvensius
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2025
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v13i1.19258

Abstract

PT Bara Tabang merupakan salah satu perusahaan tambang batubara yang menggunakan alat Slope stability radar (SSR) sebagai alat monitoring lereng. SSR merupakan salah satu alat pemantauan lereng yang memiliki kelebihan dalam memantau keadaan lereng secara real time. SSR dapat menjadi alat yang sangat berguna dalam pengembangan dan penerapan Trigger Action Response Plan (TARP) untuk manajemen risiko. TARP merupakan sistem respon terstruktur yang mengatur langkah-langkah yang perlu diambil berdasarkan pemicu tertentu (trigger) yang terdeteksi di lapangan, guna mencegah kecelakaan dan kerugian. Penerapan SSR dalam menentukan TARP fokus pada identifikasi pemicu yang terkait dengan pergerakan lereng yang berbahaya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ambang batas pada alarm dengan menggunakan metode Upper Control Limit (UCL) dan merekomendasikan nilai Trigger Action Response Plan (TARP). Hasil penelitian didapatkan nilai ambang batas pada VCP 1440, nilai rekomendasi alarm ialah 5.71 mm/jam dengan critical value sebesar 15.871 mm/jam dan berdasarkan nilai VCP 1440, tindakan yang diperlukan dapat disesuaikan terhadap status kestabilan lereng Disposal Pit Bara Tabang yang dikategorikan menjadi empat yaitu kondisi hijau – aman (< -1.48 mm/jam), kondisi kuning – awas (-1.48 – 4.28 mm/jam), kondisi oranye – kritis (4.28 -5.71) mm/jam, dan kondisi merah – longsor (>15.871 mm/jam).`
Estimasi Biaya Pembuatan Jalan Akses Tambang Bidang, Mayleni; Hasan, Harjuni; Magdalena, Henny
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2025
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v13i1.19164

Abstract

Jalan akses tambang adalah sarana infrastruktur yang vital di dalam lokasi penambangan dan sekitar-nya. Kondisi jalan tambang di desain sesuai dengan ketentuan pada KepMen ESDM No 1827 K/30/MEM/2018, apabila tidak sesuai maka perlu dilakukan evaluasi pada geometri jalan untuk mengetahui kerusakan dan biaya yang diperlukan untuk melakukan perbaikan atau pembuatan jalan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memberikan rekomendasi desain geometri jalan akses ideal, mengetahui volume dan lama pengerjaan, serta memberikan estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan pembuatan jalan akses. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk melakukan pengukuran geometri jalan akses yaitu dengan menggunakan UAV (Unmanned Aerial Vehicle), merupakan kamera digital bersistem navigasi yang dapat dikontrol melalui piranti lunak perencanaan pemotretan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh lebar jalan lurus sebesar 9 meter dengan cross slope sebesar 0,18 meter. Lebar jalan belokan diperoleh sebesar 16 meter dengan jari-jari tikungan sebesar 416,04 meter dan superelevasi sebesar 6%, serta kemiringan jalan yang ditetapkan oleh perusahaan yaitu sebesar 6%. Volume material cut sebesar 5.679,74 BCM dan fill sebesar 28.150,37 BCM, dengan lama pengerjaan kurang lebih 10 hari. Sehingga diketahui total estimasi biaya untuk melakukan pembuatan jalan akses sesuai dengan rekomendasi jalan ideal yaitu sebesar Rp. 291.577.909.

Page 12 of 12 | Total Record : 119