cover
Contact Name
Albertus Juvensius Pontus
Contact Email
albertpontus@ft.unmul.ac.id
Phone
+62853339333210
Journal Mail Official
albertpontus@ft.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Sambaliung, No:9 Kampus Gunung Kelua Samarinda 75119, Kalimantan Timur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 28087305     EISSN : 28087305     DOI : http://dx.doi.org/10.30872/jtm.v11i2
The article can be a product of researches, scientific thoughts, or case studies with a scope in the field of earth science, including: mining engineering, geology, geodesy, geophysics, and petroleum. The author may write an article by the template and submit the article online by using the OJS system. Any matters relating to the use of the software, citation and copyright permissions made by the author of the article, and the legal consequences it causes, are the sole responsibility of the author of the article.
Articles 119 Documents
LITOTIPE, PETROGRAFI, DAN KOMPOSISI KIMIA BATUBARA FORMASI PULUBALANG DAN BALIKPAPAN SEBAGAI DATA PENDUKUNG POTENSI HIDROKARBON, CEKUNGAN KUTAI, KALIMANTAN TIMUR Mulyono Dwiantoro; Sundoyo .
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2018
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v6i1.1383

Abstract

Studi ilmiah tentang litotipe, petrografi organik, dan komposisi kimia telah dilakukan pada tujuh sampel batubara yang berasal dari dua formasi berbeda yaitu Formasi Pulubalang dan Formasi Balikpapan. Tujuan penelitian untuk menganalisis perbedaan karakter batubara pada kedua formasi tersebut yang ditinjau dari komposisi material organik, lingkungan pengendapan, tingkat kematangan, dan komposisi kimianya. Batubara pada kedua formasi secara makroskopis menunjukkan perbedaan kilap dan hadirnya lapisan pengotor di dalam tubuh batubara. Batubara Formasi Pulubalang memiliki kilap yang lebih cerah dan sedikit sekali hadir lapisan pengotor jika dibandingkan terhadap batubara Formasi Balikpapan. Perbedaan tersebut juga sangat jelas terlihat dari hasil pengukuran reflektan vitrinit dan nilai kalor yang membuktikan bahwa Formasi Pulubalang memiliki peringkat (rank) yang lebih tinggi dibandingkan Formasi Balikpapan. Berdasarkan komposisi maseralnya, batubara Formasi Pulubalang diindikasikan terbentuk pada zona telmatik, lingkungan pengendapan lower delta plain, dan stadia wet forest swamp. Adapun batubara pada Formasi Balikpapan terbentuk pada zona telmatik, lingkungan upper delta plain, dan stadia wet forest swamp. Selain itu, berdasarkan hasil analisis komposisi kimia menunjukkan bahwa batubara Formasi Pulubalang memiliki nilai abu yang lebih rendah dan nilai sulfur yang lebih tinggi dibandingkan Formasi Balikpapan. Kondisi ini menunjukkan bahwa batubara Formasi Pulubalang selama proses pembentukannya masih dipengaruhi oleh air laut dan sedikit dipengaruhi material pengotor dari lingkungan darat. Hasil penelitian membuktikan bahwa batubara pada kedua formasi memiliki karakter yang berbeda ditinjau dari pendekatan ilmiah yang telah dilakukan. Penelitian ini dapat berguna sebagai data pendukung untuk penelitian selanjutnya di dalam mengidentifikasi potensi gas hidrokarbon di daerah ini.
ANALISIS PENGARUH AIRTANAH TERHADAP KESTABILAN LERENG MENGGUNAKAN FINITE ELEMENT METHOD PADA PT. BHARINTO EKATAMA, KABUPATEN KUTAI BARAT KALIMANTAN TIMUR Prety Permatasari Hutahayan; Tommy Trides
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2018
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v6i2.1752

Abstract

PT. Bharinto Ekatama merupakan perusahaan pertambangan di Kalimantan Timur. Penelitian dilakukan pada Pit A yang berada pada blok. Kestabilan lereng merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi aktivitas penambangan. Kestabilan suatu lereng dipengaruhi oleh beberapa parameter yang salah satu faktornya adalah airtanah. Keberadaan airtanah tersebut mempengaruhi nilai kekuatan geser pada material yang menyebabkan menurunnya nilai kestabilan lereng. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh airtanah terhadap kestabilan lereng lowwall dan highwall Pit A. Ketinggian muka airtanah serta arah aliran airtanah diperoleh melalui pemodelan airtanah menggunakan aplikasi Visual Modflow v3.1. Hasil pemodelan airtanah tersebut digunakan sebagai ketinggian muka airtanah pada lereng Pit A, kemudian diolah menggunakan aplikasi Phase 2 v8.0 untuk mendapatkan nilai kestabilan lereng. Analisis kestabilan lereng pada penelitian ini menggunakan Finite Element Method dengan keluaran berupa zonasi tegangan, deformasi, dan perpindahan. Karena itu, digunakan pendekatan Strength Reduction Factor yaitu pengurangan kekuatan geser secara bertahap sampai kohesi dan sudut geser dalam mencapai nilai minimum dan lereng kritis. Hasil pemodelan terhadap airtanah menunjukkan bahwa, aliran airtanah mengalir menuju sungai Biangan dengan nilai hydraulic head yang bervariasi antara +76 hingga +108 mdpl. Berdasarkan analisis menggunakan Finite Element Method, nilai kestabilan lereng pada Pit A yang dipengaruhi oleh airtanah adalah sebesar 0,65 pada lereng lowwall dan 1,40  pada lereng highwall. Total displacement yang terjadi 0,019 meter pada lereng lowwall dan 0,002 pada lereng highwall. Pengaruh airtanah terhadap lereng tersebut ialah airtanah menambah beban lereng sehingga meningkatkan gaya dorong material dan menimbulkan berkurangnya kekuatan geser material yang mengakibatkan berkurangnya massa batuan dan berfungsi sebagai jalur rembesan air. Oleh karena itu, diberikan rekomendasi untuk konstruksi pada lowwall Pit A sehingga diperoleh nilai Faktor Keamanan sebesar 7,79 dengan total displacement 0,020 meter.
STUDI KESTABILAN LERENG DENGAN MENGGUNAKAN METODE KINEMATIKA PADA TAMBANG BATU PASIR DI KELURAHAN RAPAK DALAM, KECAMATAN LOA JANAN ILIR, KOTA SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR Dean Ryanda Putra; Tommy Trides; Shalaho Dina Devy
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2020
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v8i1.3980

Abstract

Kemantapan (stabilitas) lereng merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam pekerjaan yang berhubungan dengan penggalian dan penimbunan tanah, batuan dan bahan galian, karena menyangkut persoalan keselamatan manusia (pekerja), keamanan peralatan serta kelancaran produksi. Secara umum, kestabilan lereng dikontrol oleh beberapa faktor, antara lain geometri lereng, kondisi geologi (sifat fisik material penyusun lereng, struktur geologi), kondisi hidrogeologi, dan sifat keteknikan material penyusun lereng. Kestabilan lereng yang tersusun oleh massa batuan yang terkekarkan secara intensif terutama dikontrol oleh orientasi kekar dan kekuatan bidang kekar. Tipe longsor yang berpotensi terjadi pada lereng batuan yang terkekarkan dapat ditentukan melalui analisis kinematika. Untuk membuat desain lereng yang aman dan juga ekonomis. Perlu dibuat sudut kemiringan lereng securam mungkin, namun masih tetap dalam batas aman, maka untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan suatu analisis kemantapan lereng menggunakan metode analisis kinematika guna mengetahui keadaan lereng pengamatan tersebut dalam kondisi stabil atau tidak stabil. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis, diperoleh bahwa setelah melakukan uji sifat fisik batuan, didapatkan densitas rata-rata pada lereng pengamatan yaitu 2,22 gr/cc. Uji sifat mekanik dan hasil pengolahan perhitungan yang telah dilakukan menghasilkan data berupa nilai kohesi batuan pada lereng pengamatan yaitu 0,1575 MPa atau 16,06 ton/m2 dengan sudut geser dalam yaitu 14,7°. Dan berdasarkan hasil pengamatan yang terdapat pada proyeksi stereografis, potensi longsor yang akan terjadi adalah longsoran baji. Serta nilai faktor keamanan yaitu 6,39 menunjukkan lereng tersebut dalam keadaan aman.
Analisis Pengaruh Porositas Terhadap Uji Kuat Tekan Uniaksial Pada Batulempung di Desa Srimulyo Piyungan Yogyakarta Okarinda, Shofina Rizqi
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2022
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v10i2.9596

Abstract

Uji sifat fisik batuan merupakan pengujian pada batuan untuk diketahui sifat fisik (bobot isi, berat jenis, kadar air, derajat kejenuhan, porositas dan angka pori) dari batuan tersebut. Uji kuat tekan uniaksial ialah bagaimana batuan tersebut bisa bertahan dalam sifat elastisitasnya sebelum runtuh. Uji UCS dilakukan menggunakan alat uji tekan contoh batuan dari satu arah (uniaxial). Kuat Tekan Uniaksial dan sifat fisik merupakan parameter yang menentukan dalam hal rekayasa mekanika batuan salah satunya dalam proyek pertambangan. Kuat tekan uniaksial pada batuan berpengaruh terhadap nilai porositas dan densitas suatu batuan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai porositas, dan pengaruhnya terhadap nilai kuat tekan batuan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dilakukan dengan melakukan perhitungan pada uji kuat tekan uniaksial untuk mendapatkan nilai kuat tekannya dan uji  fisik. Didapatkan nilai porositas sebesar 21,44 – 46,22 % dengan rata-rata 38,16 %, dan kuat tekan uniaksial mendapatkan nilai sebesar 16,20 – 30,46 MPa dengan rata-rata 22,29 MPa. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu adanya pengaruh hubungan antara porositas dengan kuat tekan uniaksial, dengan R² 0,9051. Semakin besar porositas dan kadar air yang terkandung, maka akan semakin berkurang kekuatan batuan.
ANALISIS KESTABILAN LERENG DENGAN MENGGUNAKAN METODE ROCK MASS RATING DAN SLOPE MASS RATING PADA TAMBANG BATUPASIR DI SAMARINDA SEBERANG, KOTA SAMARINDA, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Agusti Wulandari; Hamzah Umar
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2016
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v4i1.1419

Abstract

Kestabilan suatu lereng pada kegiatan penambangan dipengaruhi oleh kondisi geologi, bentuk keseluruhan lereng pada lokasi tersebut, kondisi air tanah, faktor luar seperti getaran akibat peledakan ataupun alat mekanis yang beroperasi. Salah satu metode analisis stabilitas lereng yaitu metode Rock Mass Rating dan Slope Mass Rating. Analisis ini dibutuhkan dalam eksploitasi tambang khususnya dalam sistem tambang terbuka. Lokasi penelitian terletak pada Formasi Pulaubalang dan Formasi Balikpapan. Nilai Kuat Tekan Batuan (UCS) di lokasi penelitian adalah 8,615 Mpa dan hasil analisis stereografis didapatkan longsoran di lokasi penelitian adalah longsoran baji. Nilai RMR di lokasi penelitian adalah 59,71 dan nilai SMR adalah 24,71. Dari hasil analisis klasifikasi massa batuan dengan menggunakan metode RMR pembobotan kelas massa batuan di lokasi penelitian termasuk kedalam kelas III yang termasuk dalam deskripsi batuan sedang. Sedangkan hasil analisis kestabilan lereng dengan metode SMR dapat disimpulkan bahwa kelas massa lereng termasuk kedalam kelas IV dengan asumsi berada dalam kelas massa batuan yang buruk, stabilitas lereng tidak stabil, dengan kelongsoran yang dapat terjadi adalah longsoran bidang dan longsoran baji, dan kemungkinan untuk longsor adalah 0,6.
PERANCANGAN PIT S17GS PADA PT. KITADIN SITE EMBALUT KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Grecensius Jevino; Shalaho Dina Devy; Hamzah Umar
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2019
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v7i2.2954

Abstract

Penambangan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengambil endapan bahan galian dibawah permukaan bumi, salah satunya adalah batubara. dalam perkembangan kemajuan teknologi sekarang ini khususnya dibidang pertambangan semakin banyak program berbasis komputerisasi yang dapat membantu pekerjaan perhitungan junlah cadangan dan berbagai jenis desain penambangan. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan dibuat suatu rancangan bukaan tambang yang didasarkan data-data penunjang sehingga rancangan tersebut mendekati kenyataan yang sesungguhnya dilapangan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan geometri pit dan jalan angkut berdasarkan spesifikasi alat, cadangan batubara tertambang dan jumlah overburden tertambang serta menghitung nisbah pengupasan berdasarkan rancangan. Metodologi penelitian meliputi beberapa tahapan yaitu studi literatur dan lapangan, pengumpulan data serta pengolahan data. Pengolahan dan analisis data meliputi pembuatan kontur topografi, pembuatan kontur struktur, dan melakukan permodelan reshgraph, optimalisasi pit limit. pada penelitian ini dilakukan dengan mengunakan software minescape 5.7 dan perhitungan cadangan menggunakan metode poligon. Perancangan pit dilakukan dengan mengacu pada striping ratio yang ditentukan oleh pihak perusahaan. Hasil dari penelitian adalah rancangan pit, estimasi cadangan batubara sebesar 3.669.806,69 ton dan volume tanah penutup sebesar 25.440.631,34 bcm, nilai nisbah pengupasan sebesar 6,93.
Cekaman Logam Berat Cromium Terhadap Tanaman Muhammad Hendrawan Suharjo; Rika Ernawati; Nurkhamim .
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2022
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v10i1.7496

Abstract

Logam berat adalah unsur logam dengan berat/ massa atom tinggi. Dalam kajian lingkungan logam dikategorikan menjadi logam berat jika memilki berat jenis lebih besar dari 5 g/ml. Secara umum logam berat sudah bersifat racun pada konsentrasi yang rendah bagi tumbuhan, hewan dan manusia.  Logam berat dapat bersumber pada aktivitas alam (geogenic) dan aktivitas manusia (anthropogenic). Secara alami magma gunung api mengandung logam berat, demikian juga berbagai batuan juga mengandung logam berat. Sumber logam berat yang berasal dari aktivitas manusia antara lain gas buangan kenderaan bermotor, pertambangan, industri elektronika dan kimia, pestisida, pupuk dan lain-lain. Fakta yang ada menunjukkan bahwa masuknya logam berat ke tanah/ lingkungan terutama akibat aktivitas manusia. Masuknya logam berat ke lingkungan tidak serta merta meracuni makhluk hidup akan tetapi logam berat baru meracuni jika masuk ke dalam sistem metabolisme makhluk hidup dan melampaui ambang batas. Ambang batas untuk setiap jenis logam berat dan makhluk hidup berbeda.  Mekanisme tanaman dalam mengahdapi logam berat dapat dilakukan dengan berbagai cara tergantung jenis tanaman yaitu melalui  fitoekstrasi dan fitokelatin. Fitoekstraksi adalah salah satu bentuk fitoremediasi dimana tanaman melalui akar tanaman menyerap pencemar (logam berat) dari larutan tanah dan diakumulasi di batang dan daun (bagian tanaman yang dapat dipanen). Fitoekstraksi biasa digunakan untuk memulihkan tanah tercemar khususnya logam berat seperti Pb. Tanaman yang memiliki kemampuan untuk menyerap logam berat dalam jumlah yang lebih banyak disebut tanaman hyperaccumulator (hiperakumulator). Tanaman hiperakumulator adalah tanaman yang mampu mengakumulasi logam berat pada jaringan tanam dan bagian yang dapat dipanen yang berada diatas tanah pada kisaran 0,1 – 1% dari berat keringnya.
ANALISIS SISTEM PENIRISAN TAMBANG DI PIT S12GN PADA PT. KITADIN SITE EMBALUT KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Irvan Oktaviandi; Shalaho Dina Devy
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2017
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v5i1.1401

Abstract

Di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur banyak sekali terdapat perusahaan pertambangan yang menggali dan memanfaatkan batubara sebagai salah satu komoditas ekspor. Salah satu perusahaan tambang yang berusaha memanfaatkan batubara tersebut adalah PT. Kitadin, site Embalut. Adapun Aktivitas penambangan yang dilaksanakan oleh PT. Kitadin, site Embalut, adalah tambang batubara yang menggunakan sistem tambang terbuka. Dari hasil perhitungan data curah hujan yang terjadi pada tahun 2007-2016 diperoleh curah hujan rencana sebesar 77,07 mm/hari, dan intensitas curah hujannya sebesar 12,18 mm/jam untuk periode 10 tahun. Penentuan luas catchment area Pit S12GN menggunakan software Minescape 4.1.1.8. Pada area penelitian dalam hal ini Pit S12GN diketahui memiliki luas sekitar 114,34 Ha (1,11434 Km2). Debit limpasan yang dihasilkan oleh hujan rencana dalam suatu area tangkapan hujan yang akan masuk dalam sarana penyaliran yang akan dibuat adalah 2,86 m3/detik. Volume sumuran yang diperlukan dengan menggunakan pompa DND 150 dan DND 100 yang memiliki total kapasitas pompa aktual sebesar 379 m3/jam adalah 20.346,8 m3. Total head pompa DND 150 yang dibutuhkan untuk mengalirkan air sebesar 101,023 m, sedangkan total head pompa DND 100 sebesar 87,67 m. Air limpasan yang masuk ke dalam minesump saat terjadi hujan diperkirakan sebesar 28.684,8 m³/hari, dengan durasi pemompaan selama ± 3,4 hari menggunakan 2 pompa
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA UNIT PENGOLAHAN BATUBARA TERHADAP AKTIVITAS INLOADING DAN UTLOADING DI AREA STOCKPILE MUARA BENGALUN PT. BARADINAMIKA MUDASUKSES MALINAU KALIMANTAN UTARA Ade Ariani; Windhu Nugroho
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2018
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v6i2.1772

Abstract

Perdagangan batubara pada pasar internasional yang mengalami peningkatan cukup signifikan seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi dunia dan tingginya harga minyak bumi. proses pengolahan batubara yang memiliki peran sangat penting dalam proses selanjutnya baik dari segi produktivitas dan biaya yang dikeluarkan merupakan suatu alasan untuk dipertimbangkan pemakaiannya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan biaya pengoperasian pemuatan batubara ketongkang menggunakan dua unit peremuk batubara yang berbeda kapasitas produksinya dengan mempertimbangkan jumlah biaya terkecil yang dikeluarkan oleh coal crushing plant terhadap aktivitas outloading dan outloading. Dalam penelitian ini dilakukan perhitungan biaya coal crushing plant dengan membuat rencana atau planning yang terbagi dalam planning a,b,dan c. Data yang digunakan adalah waktu kerja alat, nilai depresiasi atau plant hire rate alat, bahan bakar alat serta data draft survey tongkang selama proses outloading dan outloading. Biaya yang dikeluarkan planning a outloading maupun outloading = US$ 0,59 / Ton atau sebesar Rp.8.352,04, biaya yang dikeluarkan planning b outloading maupun outloading = US$ 0,49 / Ton atau sebesar Rp.6.936,44, sedangkan biaya yang dikeluarkan planning c outloading = US$ 0,74 / Ton atau sebesar Rp.10.475,44. Dengan demikian jika dilihat perbandingannya antara planning a dan b adalah sebesar US$ 0,1/Ton , planning b dan c sebesar US$ 0,25 / Ton. Jika dikalkulasikan dalam satu bulan maka biaya yang dikeluarkan untuk planning a sebesar Rp. 1.378.086.600 (US$ 97.350), planning b sebesar Rp.1.144.512.600 (US$ 80.850), planning c sebesar Rp.1.722.342.600 (US$ 122.100). dengan demikian planning yang mengeluarkan biaya paling kecil adalah planning b yaitu US$ 0,49 dan akan menjadi opsi bagi perusahaan untuk meminimalisir biaya yang dikeluarkan. Kemampuan produktivitas alat support melebihi target perusahaan untuk wheel loader sebesar 768,96 Ton / Jam, bulldozer 867,85 Ton/ jam, belt conveyor 04 1.533,785 Ton/jam, conveyor 05 1.502,483 Ton/jam, conveyor 06 1.548,013 Ton/jam.
KARAKTERISTIK CAMPURAN BATUBARA DENGAN ARANG GERGAJI KAYU MERANTI DALAM PEMBUATAN BRIKET BATUBARA DI KOTA SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR Graciella Jacob; Harjuni Hasan; Agus Winarno
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2021
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v9i1.6000

Abstract

Briket batubara pada komposisi 75% : 25% memiliki kandungan air paling tinggi sebesar 7,82% pada sampel BPP. Sedangkan pada komposisi 65% : 35% memiliki kandungan air paling tinggi pada sampel PB sebesar 6,26%. Kadar air dalam pembuatan briket sangat berpengaruh terhadap kualitas briket, Semakin tinggi kadar air akan menyebabkan kualitas briket arang menurun. Hal ini disebabkan perekat tepung tapioka tidak tahan pada kelembaban sehingga menyerap air dan udara. Pada komposisi 50% : 50%  karbon padat (fixed carbon) pada briket batubara berjalan sempurna, karena kadar hidrogen dan oksigen yang menurun. Semakin besar kerapatan briket, laju pembakaran akan semakin lama yang di sebabkan oleh tekanan yang diberikan pada saat proses pengempaan. Tingkat kerapatan paling kecil terjadi  pada sampel BPP dengan koposisi 50% : 50%. Laju pembakaran paling tinggi terjadi pada sampel PB dengan waktu 115 menit .

Page 5 of 12 | Total Record : 119