cover
Contact Name
Albertus Juvensius Pontus
Contact Email
albertpontus@ft.unmul.ac.id
Phone
+62853339333210
Journal Mail Official
albertpontus@ft.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Sambaliung, No:9 Kampus Gunung Kelua Samarinda 75119, Kalimantan Timur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 28087305     EISSN : 28087305     DOI : http://dx.doi.org/10.30872/jtm.v11i2
The article can be a product of researches, scientific thoughts, or case studies with a scope in the field of earth science, including: mining engineering, geology, geodesy, geophysics, and petroleum. The author may write an article by the template and submit the article online by using the OJS system. Any matters relating to the use of the software, citation and copyright permissions made by the author of the article, and the legal consequences it causes, are the sole responsibility of the author of the article.
Articles 119 Documents
PENGARUH TINGKAT GETARAN TANAH (GROUND VIBRATION) AKIBAT PELEDAKAN AREA PT. RINJANI KARTANEGARA, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Mochammad Ariefudin Zuhri; Harjuni Hasan; Tommy Trides
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2018
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v6i1.1385

Abstract

Getaran tanah hasil peledakan dapat berpengaruh terhadap suatu bangunan bila melampaui ambang batas ketahanan bangunan tersebut, terutama bila kegiatan peledakan berdekatan dengan bangunan di sekitar lokasi penambangan. Oleh karena itu, dilakukan suatu analisis untuk memperhatikan jumlah isian maksimum bahan peledak yang digunakan agar tidak mendapatkan hasil getaran tanah dari peledakan melampaui ambang batas yang telah ditentukan oleh perusahaan, yaitu 5 mm/s. Pengukuran getaran tanah dilakukan untuk mengetahui besarnya nilai peak particle velocity (PPV). Dari data pengukuran getaran tanah dari tanggal 1 maret 2017 sampai 25 mei 2017 dilakukan analisa menggunakan metode regresi non linier model geometrik (regresi power) dan perbandingan antara nilai scaled distance (SD) dan peak particle velocity (PPV). Hasil dari analisis tersebut didapatkan nilai PPV=54,702 (????????)−0,837 dengan ????2= 0,404 atau ???? = −0,636 yang dinyatakan korelasi negatif. Percobaan peledakan dilakukan sebanyak lima kali untuk membandingan antara nilai PPV prediksi dan PPV aktual di lapangan. Berdasarkan kelima percobaan yang dilakukan terdapat lima koreksi perhitungan yang memiliki nilai sebagai berikut, yaitu: -27,88%, -5,937%, 12,78%, 17,077%, 77,196%. Namun, dari kelima percobaan yang dilakukan masih memiliki nilai PPV aktual diatas standar yang ditentukan oleh perusahaan.
STUDI PENCAIRAN BATUBARA (COAL LIQUEFACTION) METODE PIROLISIS PADA BATUBARA PERINGKAT, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Tri Prasetiyo; Windhu Nugroho
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2018
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v6i2.1753

Abstract

Pirolisis batubara merupakan salah satu proses penting pada teknologi konversi batubara. Pirolisis batubara pada dasarnya adalah proses pemanasan batubara dengan suhu meningkat dengan tanpa adanya atau sedikit udara atau reagen lainnya yang tidak memungkinkan terjadinya reaksi gasifikasi.Batubara yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis batubara peringkat rendah atau lignite yang didapatkan di daerah Kecamatan Loa Janan dan Kecamatan Samboja. Pirolisis batubara memiliki beberapa tahapan yaitu tahap persiapan sampel seperti crushing penimbangan dan feeding batubara kemudian batubara dipanaskan dengan variasi suhu antara lain 200 ˚C, 400 ˚C, 600 ˚C. Dalam penelitian ini di hasilkan produk char atau padatan batubara, tar, asap ringan dan minyak batubara dengan lama waktu pemanasan 6 jam dan setiap 2 jam dilakukan pengujian sampel produk pirolisis. Hasil dari proses pirolisis batubara peringkat rendah daerah Loa Janan dan Samboja yaitu terdiri dari char, tar, asap ringan, dan minyak. Dimana minyak batubara hanya dihasilkan pada pirolisis sampel batubara dari Loa Janan sebesar 14,7 ml, sedangkan pada batubara daerah samboja hanya terdapat sedikit minyak yaitu sebesar 0,1 ml. kemudian hasil analisis senyawa dengan GCMS terhadap minyak batubara daerah loa janan yaitu  senyawa hidrokarbon yang terdiri octadecane, pentadecane, naphtadecane serta benzene dan lainnya.
ESTIMASI CADANGAN BATUBARA TERTAMBANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE TRIANGULAR GROUPING PADA PIT 6 PT ARINI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Harold Bombang; Muh. Dahlan Balfas; Tommy Trides
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2020
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v8i1.3981

Abstract

Dalam dunia pertambangan, perhitungan cadangan merupakan hal yang paling penting menentukan dalam kegiatan eksplorasi. Hasil perhitungan cadangan batubara dibutuhkan untuk mengevaluasi nilai ekonomis dari sebuah kegiatan penambangan yang akan direncanakan. Pengamatan data yang mendasar dalam perhitungan cadangan adalah sesuai dengan tingkat dan ketelitian dalam mengambil data. Oleh karena itu, agar kegiatan penambangan dapat dilakukan dengan mudah maka diperlukan software Mincom Minescape 4.118 yang dapat mempermudah dalam perhitungan dan permodelan. Adapun tujuan dari penulisan skripsi ini yaitu menghitung cadangan batubara dengan metode Triangular Grouping. Pada penelitian ini perolehan batubara didapat dengan menghitung jumlah volume yang terdapat diantara dua permukaan, floor batubara dan permukaan, dalam bentuk triangle. Hasil yang didapatkan adalah cadangan batubara sebesar 1,479,671 MT dan volume tanah penutup sebesar 5,193,067.70 BCM dengan nilai stripping ratio 3.51 : 1. Pada penelitian ini, meskipun tidak menggunakan metode model blok, atau dalam minescape disebut dengan batterblok, namun peneliti membuat pembagian jumlah cadangan menjadi beberapa blok, yang dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk melakukan scheduling produksi dan menentukan target produksi.
Geologi dan Pemodelan Geometri Ketebalan Serta Sebaran Batubara Pada Daerah Purwajaya Kecamatan Loa Janan Kalimantan Timur Resty Intan Putri
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2022
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v10i2.9724

Abstract

Secara Administratif, lokasi penelitian berada di Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kalimantan Timur, dengan luas lokasi penelitian 16 km2. Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk mengetahui kondisi geologi dan identifikasi geometri (ketebalan, kemiringan dan kemenerusan) batubara pada daerah penelitian.Dari pengamatan satuan geomorfologi daerah penelitian diperoleh dua bentuk asal struktural Perbukitan Antiklin (S1), Perbukitan Sinklin (S2), dan satu Bentuk Asal Fluvial yaitu Dataran Banjir (F1), dengan pola pengaliran trelis, stadia sungai dewasa dengan lembah cenderung berubah menjadi "U". Daerah penelitian dibagi menjadi 3 satuan yaitu Satuan Batupasir Purwajaya, Satuan Batulempung Loa Duri, dan Endapan Lempung. Struktur geologi yang berkembang adalah kekar dan lipatan dengan orientasi relatif Timur Laut – Barat Daya.Korelasi dilakukan dengan dua metode yaitu on strike dan cross strike. Beberapa seam batubara yang ditemukan di daerah penelitian adalah seam A, seam B, seam C, seam D, seam E dan seam F. sehingga dilakukan penelitian untuk mengetahui geometri batubara daerah penelitian.
ANALISIS KEMAMPUGARUAN MASSA BATUAN BERDASARKAN METODE GRADING PADA TAMBANG BATUPASIR KECAMATAN SAMARINDA SEBERANG SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR Fitri Nur Fadilah; Shalaho Dina Devy
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2016
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v4i1.1420

Abstract

Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampugaruan adalah tipe batuan, kekuatan batuan, abrasivitas, tingkat pelapukan, struktur batuan, densitas material, kemas batuan, kecepatan gelombang seismik, topografi, dan bidang perlapisan dan batas pelapukan batuan. Penelitian dilakukan dengan pengambilan sampel sandstone yang merupakan batuan yang sedang di tambang pada lokasi penelitian. Setelah didapatkan nilai nilai kuat tekan dengan uji UCS, kecepatan gelombang seismic dari sampel batuan yang di uji serta kondisi dan spasi kekar dari lokasi penelitian, penulis memberi rating berdasarkan klasifikasi massa batuan dan menganalisis tingkat kemampugaruan batuan dengan menggunaka tabel klasifikasi massa batuan Weaver (1975). Nilai kuat tekan untuk sampel uji laboraturium 10,35 Mpa. dengan nilai kecepatan gelombang seismik 1609,532 m/s. Sedangkan spasi kekar rata-rata pada lokasi penelitian adalah 0,54 meter.Dari hasil penelitian dan hasil analisis dengan menggunakan metode grading berdasarkan klasifikasi massa batuan dan analisis kemampugaruan usulan Weaver (1975) dapat disimpulkan bahwa material batupasir yang ditambang merupakan material yang sangat sulit untuk digaru, jadi apabila dilakukan suatu pembongkaran batuan perlu dilakukan penggaruan dengan menggunakan tractor D9/D8.
ESTIMASI SEDIMEN TOTAL DENGAN METODE SEDIMENT DELIVERY RATIO (SDR) PADA ROM AREA DI PT. BHARINTO EKATAMA, KUTAI BARAT, KALIMANTAN TIMUR Joko Suhadha Harta Nadi; Harjuni Hasan; Shalaho Dina Devy
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2019
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v7i2.2956

Abstract

Erosi adalah peristiwa pengikisan padatan (sedimen, tanah, batuan, dan partikel lainnya) akibat transportasi angin, air atau es, dibawah pengaruh gravitasi. Erosi sebenarnya merupakan proses alami yang mudah dikenali, namun dikebanyakan termpat kejadian ini diperparah oleh aktivitas manusia terutama pada saat kegiatan penambangan. Dari segi keselamatan tambang, erosi sangat mengganggu aktivitas penambangan karena membuat permuakaan tanah menjadi tidak stabil hingga dapat terjadinya longsor pada lereng-lereng tambang. Sementara itu, sedimentasi dapat menyebabkan pendangkalan saluran air pada daerah penambangan.Digunakan metode Sediment Delivery Ratio (SDR) sebagai cara untuk menghitung erosi dan sedimentasi yang terjadi pada permukaan tanah di lokasi tambang. Dengan menggunakan luas daerah penelitian, SDR dihitung dengan menggunakan persamaan Vanoni 1975. Kemudian nilai SDR digunakan untuk mencari nilai tebal erosi yang akan dipakai untuk menghitung erosi dan sedimentasi pada daerah penelitian. Dari penelitian yang telah dilakukan pada daerah penelitian yang seluas 10,4 hektar, diketahui nilai nisbah pelepasan sedimennya yaitu 0,56. Erosi total yang terjadi di daerah penelitian seberat 26.499 ton/tahun dengan kecepatan penurunan permukaan tanah 28 cm/tahun. Dan hasil sedimen yang terbentuk pada daerah penelitian seberat 14.819 ton/tahun.
Identifikasi Mineral Liat Pada Lempung Bobonaro Di Area Disposal Tambang Mangan Chindy Mathelda Sartika Funay; Rika Ernawati
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2022
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v10i1.7547

Abstract

Lempung Bobonaro termasuk dalam tanah ekspansif yang dapat mengembang dan menyusut sehingga mudah mengalami erosi. Permasalahan yang terjadi yaitu peningkatan erosi pada timbunan tanah penutup yang berasal dari hasil pembongkaran overburden yang didominasi oleh lempung Bobonaro. Erosi berkaitan dengan kemantapan agregat yang dipengaruhi oleh tipe mineral lempung. Penelitian ini hanya difokuskan pada jenis mineral sekunder atau mineral liat. Metode yang digunakan yaitu pengambilan sampel tanah secara random sampling sebanyak 3 titik pada lereng bagian atas, tengah dan bawah, identifikasi mineral lempung di laboratorium secara kualitatif menggunakan metode XRD (X-ray diffraction) dan perhitungan persentase komposisi setiap mineral secara semi kuantitatif dengan software Match. Dari hasil penelitian diperoleh mineral yang paling dominan adalah illit dengan rata-rata persentase sebesar 25.9%. Keterdapatan illit pada timbunan overburden berpengaruh terhadap kemantapan agregat sedang dan tidak stabil sehingga rentan terjadi erosi.
STUDI PERBANDINGAN ANTARA KAPUR TOHOR (CaO) DENGAN GREENHYDRO LM-50 C PADA PENGOLAHAN AIR ASAM TAMBANG DI SETTLING POND AZALEA PT. KALTIM PRIMA COAL SANGATTA KABUPATEN KUTAI TIMUR, KALIMANTAN TIMUR Wildania Sholikah; Farah Dinna
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2017
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v5i1.1402

Abstract

Sistem penambangan yang digunakan di PT. KPC adalah system tambang terbuka. Mineral-mineral sulfida yang terkandung di batuan penutup dan batubara akan terekspos sehingga terjadi peningkatan kecepatan reaksi antara mineral-mineral tersebut dengan udara dan air yang kemudian menghasilkan air asam tambang. Dari hasil pengujian di laboratorium membuktikan bahwa kapur tohor cukup efektif untuk menetralkan air asam tambang dari pH rata-rata 2,93 menjadi 7,20, dengan dosis optimum kapur 0,104 g/L. Hasil uji coba greenhydro untuk menetralkan air asam tambang juga menunjukan hasil yang positif dengan kadar 1,04 gr/l berhasil menaikkan pH rata-rata 2,93 menjadi 7,25. Pada settling pond azalea diperoleh nilai besi dan mangan masing masing 104,19 mg/L dan 20,89 mg/L. Setelah penambahan kapur tohor diperoleh masing-masing nilai pengukuran 6,13 mg/L; 4,38 mg/L dan sedimentasi 120 ml/L. Dan setelah penambahan greenhydro diperoleh masing-masing 4,75 mg/L; 3,14 mg/L dan sedimentasi 19 ml/L. Sehingga dapat dihitung jumlah kebutuhan kapur tohor pada kondisi sebenarnya sebanyak 6.624 kg/hari dan jumlah kebutuhan greenhydro sebanyak 43.200 L/hari. Penerapan yang dilakukan di lapangan menunjukkan hubungan debit aliran dengan penggunaan kapur tohor membentuk garis lurus. Apabila nilai debit aliran yang semakin besar maka kapur tohor yang dibutuhkan semakin banyak.
Hubungan Kandungan Total Sulphur Terhadap Gross Calorific Value Pada Batubara PT. Carsurin Samarinda Nur Muhammad Agung; Windhu Nugroho; Harjuni Hasan
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2019
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v7i1.2422

Abstract

Kualitas batubara adalah sifat fisika dan kimia dari batubara yang mempengaruhi potensi kegunaannya. Umumnya untuk menentukan kualitas batubara dilakukan analisis kimia pada batubara yang diantaranya berupa analisis proksimat dan analisis ultimat. Analisis total Sulphur menggunakan standar acuan ASTM D4239-14e2 dengan menggunakan alat IRS Leco S-144DR. Selanjutnya untuk menganalisis nilai kalori menggunakan standar acuan ASTM D5865-13 dengan menggunakan alat PARR 6200. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa koefisien bernilai positif, besarnya kandungan sulfur pada batubara sangat mempengaruhi nilai kalori batubara. Semakin tinggi nilai total sulfur maka semakin menaikkan GCV final atau nilai kalori pada batubara. Setelah dilakukan koreksi terhadap nilai total sulfur dan keasaman didapatkan nilai kalori kotor atau GCV final batubara mengalami penurunan, antara 8 hingga 54 kalori.
METODE AGLOMERASI AIR KAPUR DAN MINYAK SAWIT MENTAH (CPO) UNTUK MENINGKATKAN NILAI KALORI BATUBARA SUB-BITUMINOUS Yudi Sapta Prastya; Windhu Nugroho; Agus Winarno
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2021
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v9i1.6002

Abstract

Total keseluruhan cadangan batubara Indonesia mencapai 37,6 milyar ton. Dengan perincian batubara kualitas kalori rendah 14,4 milyar ton, kualitas kalori sedang 20,3 milyar ton, kualitas kalori tinggi 2,3 milyar ton dan kualitas kalori sangat tinggi 0,42 milyar ton. Upaya untuk pengoptimalan batubara peringkat rendah yakni dengan penerapan teknologi batubara bersih untuk meningkatkan kualitas batubara. Teknologi aglomerasi batubara – minyak akan digunakan untuk menghasilkan produk batubara dengan kadar abu dan sulfur yang rendah. Metode aglomerasi adalah suatu metode pencucian batubara secara kimia dengan penambahan media pemisah berupa cairan. Bahan baku aglomerasi yaitu batubara raw coal dengan ukuran -40 mesh masing – masing 100 gr  untuk CPO 20 ml, 30 ml, 40 ml, dan 50 ml, serta CPO 0,4% untuk raw coal 5 kg, dan air kapur dengan kadar 3 %. Hasil pengujian proksimat pada aglomerat diperoleh inherent moisture paling tinggi 0,81% dan paling rendah 0,10%,dan inherent moisture 15,91%  pada CPO 0,4%. Dari kandungan ash content menunjukkan terjadi kenaikan kadar sebesar 15,17% (5,87%, 4,62%, 5,17% dan 10,46%), dan nilai volatile matter mengalami penurunan sebesar 17,18% (37,52%, 33,11%, 28,18% dan 33,09%). Adapun untuk fixed carbon, mengalami kenaikan 49,27% (55,85%, 61,46%, 66,49% dan 56,35%). Nilai calorific value juga mengalami kenaikan pada range 7757,56 Cal/g (dmmf) – 88210,58 Cal/g (dmmf), serta nilai total sulphur mengalami penurunan dari 2,12% menjadi 1,25%.

Page 7 of 12 | Total Record : 119