cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
arima@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.8 , Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora
ISSN : 30264898     EISSN : 3026488X     DOI : https://doi.org/10.62017/arima.v1i4
Core Subject : Social,
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Jurnal yang diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal ini adalah jurnal studi ilmu-ilmu Sosial humaniora dan pendidikan yang bersifat peer-review dan terbuka. Bidang kajian dalam jurnal ini termasuk linguistik, sastra, filsafat, psikologi, hukum, pendidikan, sosial, administrasi dan studi budaya. ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora dan Pendidikan menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Articles 55 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2025): November" : 55 Documents clear
Tradisi Ampyang Maulid Sebagai Sarana Pelestarian Nilai Sosial – Religius dan Identitas Budaya Masyarakat Loram Kulon Frida Amalia Ramadhani; Alia Shafa Noria; Richa Jauharatuz Zahroh; Muhammad Choirul Anwar; Alfin Zakaria Firmansyah; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6263

Abstract

Tradisi Ampyang Maulid di Loram Kulon menghadapi tantangan modernisasi dan penurunan pemahaman budaya generasi muda, mendesak pelestarian nilai sosial-religius dan identitas lokal di tengah ancaman komodifikasi serta resistensi sebagian kelompok. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi tradisi dalam pelestarian nilai serta mengungkap strategi agar warisan ini tetap relevan. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang melibatkan peneliti terjun langsung ke lokasi di Desa Loram Kulon untuk mengumpulkan informasi, penelitian ini menemukan bahwa revitalisasi pasca-2010 melalui integrasi Loram Expo berhasil menguatkan ekonomi dan solidaritas warga. Tradisi ini efektif menginternalisasi nilai gotong royong dan spiritualitas sekaligus mengukuhkan identitas melalui kolaborasi lintas elemen, meski masih dihadapkan pada tantangan perbedaan pandangan keagamaan dan pelanggaran ketertiban yang memerlukan kajian lanjutan mengenai strategi edukasi kultural yang lebih efektif bagi generasi mendatang.
Nilai-nilai IPS dalam Tradisi Baratan di Kalinyamat Jepara sebagai Media Pendidikan Karakter Religius dan Gotong Royong Astna Rif’atun Najihah; Natasyafaus Samawati; Wilda Fatchiyatur Rohmah; Isna Zahrotul Ma’wa; Isna Khoirun Nisa; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6266

Abstract

Fenomena sosial di masyarakat menunjukkan bahwa tradisi lokal semakin memudar akibat arus modernisasi yang menggeser praktik budaya turun-temurun. Di tengah perubahan tersebut, masyarakat Kalinyamat Jepara masih mempertahankan Tradisi Baratan sebagai bentuk pelestarian identitas kolektif. Tradisi ini menjadi fakta sosial yang merefleksikan kuatnya nilai kebersamaan, religious, dan kohesi sosial dalam kehidupan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang terkandung dalam tradisi tersebut dapat dijadikan media pendidikan karakter religious dan gotong royong. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis berbagai sumber pustaka seperti jurnal ilmiah, artikel, dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Baratan mengandung lima nilai utama IPS, yaitu nilai sosial dan budaya, nilai sejarah dan kearifan lokal, nilai ekonomi dan gotong royong, nilai agama dan spiritualisme, serta nilai norma dan tata tertib sosial. Tradisi ini menjadi media efektif dalam pembentukan karakter religious dan gotong royong karena melibatkan doa bersama, pawai obor, ziarah, dan kerja sama masyarakat. keterlibatan generasi muda dalam tradisi ini memperkuat pendidikan karakter berbasis kearifan lokal yang menumbuhkan sikap toleransi, tanggung jawab, serta kepedulian sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa Tradisi Baratan tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga berfungsi sebagai sumber belajar kontekstual dalam pendidikan IPS.
PERAN TRADISI PENGANTIN NGUBENGI GAPURA DALAM PEMBENTUKAN NILAI SOSIAL-EDUKATIF MASYARAKAT DESA LORAM KULON KUDUS Khalimatus Sa'diyah; Rafidan Safi’il Kholis; Muhammad Afril Miftaahuddin; Emilia Anggraini; Izda Mufalikhah; Dany Miftah M.Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6267

Abstract

Perkembangan teknologi dan derasnya arus modernisasi membuat tradisi lokal semakin terpinggirkan, terutama di kalangan generasi muda yang mulai kehilangan kedekatan dengan budaya daerahnya. Kondisi ini menjadi perhatian karena tradisi memiliki peran penting sebagai pembentuk identitas dan nilai sosial masyarakat. Salah satu tradisi yang masih bertahan dan aktif dilaksanakan adalah Tradisi Pengantin Ngubengi Gapura di Desa Loram Kulon, Kudus, yang mengandung nilai religius dan sosial yang diwariskan secara turun-temurun yang berakar dari ajaran Sultan Hadirin, yang memadukan nilai Islam dan adat Jawa dalam proses dakwah budaya. Fenomena ini menegaskan pentingnya kajian mendalam mengenai peran tradisi dalam membentuk nilai sosial dan edukatif masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Tradisi Ngubengi Gapura dalam pembentukan nilai sosial dan edukatif masyarakat Loram Kulon. Penelitian juga bertujuan menilai relevansi tradisi sebagai media pendidikan nonformal yang berakar pada kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan teknik observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data diperoleh dari tokoh tradisi serta literatur yang relevan, selanjutnya dianalisis dalam beberapa tahap yaitu reduksi data, penyajian data, serta pengambilan kesimpulan atau verifikasi menggunakan content analysis, discourse analysis, dan interpretasi makna simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ngubengi Gapura berperan dalam menanamkan nilai sosial seperti kebersamaan, gotong royong, disiplin, dan penghormatan terhadap sesepuh. Nilai edukatif muncul melalui kesadaran beragama, tanggung jawab, serta pelestarian budaya lokal yang diwariskan melalui prosesi tradisi. Tradisi ini juga menjadi media pendidikan karakter yang efektif bagi generasi muda serta memperkuat identitas sosial masyarakat di tengah modernisasi. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah informan yang sedikit dan tidak adanya observasi langsung prosesi. Untuk penelitian berikutnya, disarankan melibatkan lebih banyak narasumber serta melakukan dokumentasi langsung agar analisis yang diperoleh lebih komprehensif.
Menumbuhkan Kesadaran Budaya Generasi Muda melalui Tradisi Lamporan di Desa Soneyan, Kec Margoyoso, Kab Pati: Tinjauan dalam Perspektif Pendidikan IPS Fahrida Khuril 'Ain; Septy Hilyatul Mufarricah; Ilham Izzul Muna; Dany Miftah M.Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6269

Abstract

Perkembangan globalisasi dan kemajuan teknologi digital membawa perubahan signifikan terhadap pola pikir dan gaya hidup generasi muda, termasuk dalam kepedulian terhadap budaya lokal. Kondisi ini tampak pada menurunnya partisipasi generasi muda dalam tradisi Lamporan di Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab rendahnya keterlibatan generasi muda, mendeskripsikan nilai-nilai sosial dan budaya yang terkandung dalam tradisi Lamporan, serta menganalisis pemanfaatan tradisi tersebut sebagai sarana menumbuhkan kesadaran budaya dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya partisipasi generasi muda dipengaruhi oleh teknologi digital, kurangnya pemahaman terhadap makna Lamporan, minimnya inovasi dalam pelaksanaan tradisi, serta melemahnya nilai sosial seperti gotong royong dan kebersamaan. Tradisi Lamporan memuat nilai-nilai sosial dan budaya berupa gotong royong, solidaritas, tanggung jawab sosial, penghormatan terhadap leluhur, religiusitas, serta estetika budaya lokal. Nilai-nilai tersebut relevan dengan tujuan pembelajaran IPS, terutama dalam membentuk karakter sosial dan kesadaran budaya peserta didik. Integrasi Lamporan dalam pembelajaran IPS maupun melalui keterlibatan langsung generasi muda terbukti dapat meningkatkan rasa memiliki, kebanggaan, dan kepedulian terhadap budaya lokal. Dengan demikian, tradisi Lamporan memiliki peran strategis sebagai media edukatif dalam menumbuhkan kesadaran budaya generasi muda di tengah tantangan modernisasi.
EFEKTIVITAS MEDIA PETA DALAM PENINGKATAN KUALITAS BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS VII Zidna Fatkhiyana Amrina; Najwa Alfina Dinata; Muhammad Sokhibul Wafa; Dany Miftah M.Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6270

Abstract

Penelitian ini untuk meningkatkan efektivitas penggunaan media peta dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPAS, hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada keterampilan berpikir kritis dan spasial siswa yang di lakukan dengan eksperimen kelompok atau diskusi kelompok. Peningkatan penggunaan media peta sebagai alat yang efektif mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dan menyelidiki pengaruh penggunaan media peta terhadap motivasi belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPAS. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif atau penelitian hukum normatif dengan mengumpulkan data dan penelitian melalui buku, jurnal artikel dan materi berhak cipta lainnya yang tersedia baik media cetak maupun media online. Penggunaan media peta dalam peningkatan kualitas belajar siswa kelas  mata pelajaran ipas tunjukkan bahwa adanya peningkatan minat dan motivasi belajar siswa dikarenakan hal ini sejalan Dengan ketertarikan siswa karena menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Fenomenologi Penggunaan Coffee Shop sebagai Ruang Belajar Mahasiswa dalam Meningkatkan Konsentrasi Belajar Amelia Safitri; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6271

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk memahami bagaimana coffee shop berperan sebagai ruang belajar alternatif bagi mahasiswa UIN yang membutuhkan suasana belajar yang lebih fleksibel dan nyaman. Coffee shop semakin sering dipilih mahasiswa sebagai tempat mengerjakan tugas, membaca, atau berdiskusi, terutama ketika ruang belajar formal tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada pengalaman belajar mahasiswa yang secara aktif memanfaatkan coffee shop sebagai ruang belajar. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi di beberapa coffee shop yang sering dikunjungi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa coffee shop memberikan suasana yang mendukung konsentrasi melalui kenyamanan fisik, pencahayaan yang hangat, musik latar yang lembut, serta fasilitas seperti Wi-Fi dan akses listrik. Keberadaan pengunjung lain yang juga sedang bekerja terbukti memberi dorongan psikologis bagi mahasiswa untuk tetap produktif. Selain itu, fleksibilitas ruang dan waktu membuat mahasiswa lebih mudah menyesuaikan ritme belajar dengan kebutuhan pribadi. Lingkungan yang santai juga mendorong munculnya ide-ide baru dan membantu mengurangi kejenuhan dalam proses belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa coffee shop tidak hanya berfungsi sebagai tempat alternatif, tetapi juga membentuk kebiasaan belajar baru yang lebih dinamis, mandiri, dan berkelanjutan. Temuan ini memberikan gambaran bahwa ruang belajar yang adaptif dan nyaman semakin penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tuntutan akademik yang terus berkembang.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TREASURE HUNT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA PEMBELAJARAN IPS DI KELAS VII SMP NEGERI 1 MAYONG Syafitri, Diyah Wulan; M. Nur, Dany Miftah
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6273

Abstract

Model pembelajaran Treasure Hunt merupakan strategi aktif berbasis pencarian petunjuk yang mendorong analisis dan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model Treasure Hunt pada pembelajaran IPS, menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa sebelum dan sesudah penerapan, serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat model terhadap peningkatan kemampuan tersebut pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Mayong. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Treasure Hunt meningkatkan keaktifan, kemampuan mengidentifikasi informasi, memberi argumen, dan menarik kesimpulan. Model ini terbukti efektif memperkuat kemampuan berpikir kritis siswa. Disarankan guru menerapkan model ini secara rutin untuk mendukung pembelajaran IPS yang lebih interaktif dan bernilai tinggi bagi pengembangan keterampilan berpikir.
Pelestarian Kirab Budaya dan Nilai-nilai Kearifan Lokal: Tradisi Rajabiyah dalam Konteks Membangun Solidaritas Antar Kelompok di Desa Prawoto Sukolilo Elina Aulia Sari; M. Nur, Dany Miftah
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6275

Abstract

Halo
IMPLEMENTASI MODEL INQUIRY LEARNING MELALUI KEGIATAN KELOMPOK EKSPLORATIF DALAM MENINGKATKAN KETERLIBATAN DAN MOTIVASI BELAJAR IPS Rinjani Setyo Negoro; Riko Faisal Akbar; Nailah Farasifa; Ahmad Zaim Fasuha; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6276

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model Inquiry Learning melalui kegiatan kelompok eksploratif serta menafsirkan kontribusinya terhadap keterlibatan dan motivasi belajar siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Latar belakang penelitian berangkat dari rendahnya partisipasi siswa akibat dominasi metode konvensional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dilaksanakan di SMP Negeri 1 Mijen, Kabupaten Demak, dengan subjek guru IPS dan 32 siswa kelas VII C. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan bahwa penerapan Inquiry Learning berbasis kelompok eksploratif meningkatkan partisipasi aktif, rasa ingin tahu, dan motivasi intrinsik siswa melalui pembelajaran yang otonom, kolaboratif, dan kontekstual. Keberhasilan dipengaruhi oleh peran guru sebagai fasilitator serta dukungan sumber belajar yang relevan, sedangkan kendala utama meliputi keterbatasan waktu dan dinamika kelompok yang belum seimbang. Penelitian ini menegaskan bahwa Inquiry Learning tidak hanya memperkuat aspek kognitif, tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial dan afektif siswa dalam pembelajaran IPS abad ke-21.
Kearifan Lokal dan Nilai Pendidikan Sosial di Kompleks Menara Kudus Agung Umar Setyawan; Muhammad Rizal Firdaus; Muhammad Abdul Majid; Muhammad Yusuf Arjuna; Muhammad Nashichul Umam; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6280

Abstract

Kompleks Menara Kudus menyimpan kekayaan kearifan lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber pembelajaran IPS di sekolah sekitar, padahal nilai-nilai sosial yang hidup dalam tradisi masyarakat memiliki potensi besar untuk memperkuat pembentukan karakter dan kesadaran multikultural siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk kearifan lokal di Kompleks Menara Kudus dan menganalisis relevansinya sebagai sumber pembelajaran IPS. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan pengurus YM3SK, dan dokumentasi tradisi masyarakat, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompleks Menara Kudus memiliki beragam praktik kearifan lokal yang kaya nilai sosial, meliputi tradisi Buka Luwur yang mengekspresikan kolektivitas, larangan menyembelih sapi sebagai wujud toleransi antaragama, aktivitas ziarah yang mendorong ekonomi lokal, serta tradisi Ta'sis Masjid dan Dandangan yang memperkuat kebersamaan. Nilai-nilai toleransi, gotong royong, solidaritas, dan empati dalam tradisi tersebut sangat relevan untuk pembelajaran IPS kontekstual yang membangun kesadaran sosial dan identitas budaya siswa. Keterbatasan penelitian terletak pada fokus lokasi tunggal dan minimnya data empiris mengenai dampak terhadap pencapaian belajar siswa, sehingga diperlukan penelitian lanjutan berupa pengembangan modul pembelajaran dan studi eksperimental untuk menguji keefektifannya.