cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
arima@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.8 , Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora
ISSN : 30264898     EISSN : 3026488X     DOI : https://doi.org/10.62017/arima.v1i4
Core Subject : Social,
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Jurnal yang diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal ini adalah jurnal studi ilmu-ilmu Sosial humaniora dan pendidikan yang bersifat peer-review dan terbuka. Bidang kajian dalam jurnal ini termasuk linguistik, sastra, filsafat, psikologi, hukum, pendidikan, sosial, administrasi dan studi budaya. ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora dan Pendidikan menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Articles 443 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA SPINNING WHEEL SEBAGAI ALAT BANTU PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN PEMAHAMAN MATERI Setyawati, Risti; Diah Nor Khofifah; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2025): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i4.4416

Abstract

Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kerap dianggap membosankan karena metode pembelajarannya yang masih konvensional, seperti ceramah dan hafalan. Hal ini berdampak pada rendahnya minat dan pemahaman siswa terhadap materi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran inovatif berupa spinning wheel (roda putar) yang dapat meningkatkan kreativitas dan pemahaman siswa dalam pembelajaran IPS. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penelitian ini dilakukan di kelas SMPN 2 Kaliwungu Kudus Jawa Tengah Kelas 8 dengan melibatkan 30 siswa. Media dikembangkan melalui tahapan observasi, desain, validasi oleh ahli, uji coba terbatas, dan uji coba lapangan. Hasil validasi menunjukkan bahwa media ini layak digunakan dengan skor kelayakan 87% (materi) dan 91% (media). Implementasi media dilakukan dalam tiga sesi pembelajaran, menunjukkan peningkatan partisipasi siswa dari 60% menjadi 85%. Hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 58 menjadi 82, dengan gain score sebesar 0,61 (kategori sedang). Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan kreativitas melalui kegiatan bermain peran, diskusi, dan pembuatan poster. Media spinning wheel terbukti mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, serta memperkuat pemahaman siswa terhadap konsep IPS secara bertahap. Kesimpulannya, media ini efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPS dan layak dikembangkan lebih lanjut.
PERANCANGAN BUKU POP-UP INTERAKTIF SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPS MATERI PERDAGANGAN INTERNASIONAL Nada, Aizzatin; Evi Noor Yanti; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2025): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i4.4429

Abstract

Studi ini berfokus pada perancangan media pembelajaran inovatif berupa buku pop-up interaktif guna memfasilitasi pemahaman siswa terhadap materi perdagangan internasional dalam mata pelajaran IPS. Konsep-konsep perdagangan yang bersifat abstrak seringkali menimbulkan kesulitan pemahaman bagi peserta didik. Untuk mengatasi tantangan ini, dikembangkan media pembelajaran visual yang memadukan unsur interaktivitas. Penelitian ini mengimplementasikan metode Research and Development (R&D) dengan mengadopsi model pengembangan ADDIE, yang dalam pelaksanaannya mencapai tahap Development. Output penelitian menghasilkan desain buku pembelajaran tiga dimensi yang dilengkapi berbagai fitur interaktif, meliputi: Mekanisme V-Fold, Komponen roda putar, Elemen lipatan dinamis. Media ini secara khusus dirancang untuk memvisualisasikan: Proses transaksi ekspor-impor, Faktor-faktor yang memengaruhi perdagangan Keuntungan dan tantangan dalam perdagangan antarnegara.
The Concept of Ukhuwah Islamiyah in Building Civil Society for Generation Z Verina Arti Kurnia Sari; Nasikhin; Mustopa
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2025): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i4.4438

Abstract

This research aims to analyze the concept of Ukhuwah Islamiyah and its contribution in building civil society among Generation Z. The focus of the research includes Generation Z's understanding of the values of Ukhuwah Islamiyah as well as the challenges and opportunities in its application in the digital era. This study uses a qualitative method with a descriptive approach through literature studies, collecting secondary data from related scientific journals. The findings of the study show that Generation Z interprets Ukhuwah Islamiyah through a digital lens, integrating the values of brotherhood, justice, tolerance, and inclusivity in social life. These values are an important foundation in realizing a harmonious and just civil society. The study also identified challenges such as digital individualism and disinformation, as well as opportunities through social media and religious education platforms. As a contribution, this study provides strategic recommendations to increase the understanding and participation of Generation Z in actualizing Ukhuwah Islamiyah, as well as enriching academic studies on the relationship between Islamic values and the development of modern society.
THE CONCEPT OF CHILDREN'S EDUCATION IN THE PERSPECTIVE OF IBN SINA Silfya, Fauqotus; Nasikhin; Fihris
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2025): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i4.4440

Abstract

Children's education is an effort to develop the potential that each individual has from an early age. Through education, children not only understand knowledge but are also able to express and apply it in facing various life problems. The success of education requires a structured and methodological conceptual framework. This study aims to analyze the concept of children's education from Ibn Sina's perspective, focusing on three main aspects: its framework of thought, the methods applied, and its relevance to contemporary children's education.   Ibn Sina, as one of the classical Muslim thinkers, offered a holistic concept of education, covering intellectual, moral, and physical aspects. This study examines the conceptual framework, including the educational objectives, theoretical foundations, and learning methods that he proposes. In addition, this research also explores how Ibn Sina's perspective can be relevant to the concept of children's education in the modern era.   The research method used is library research, by collecting and analyzing data from various literature such as books, scientific articles, and related reference sources. The results of the study show that Ibn Sina's thoughts on children's education emphasize the balance between the development of intellect, morals, and practical skills. The contribution of this research lies in the effort to connect the legacy of classical Islamic thought with the needs of today's education, as well as providing a conceptual alternative for the development of a more integrative and characterful children's education system.  
The Concept of Puberty in Islamic Education: A Philosophical Review of the Transition of Adolescents to Adults Juniardi, Alya Diva; Nasikhin; Mustopa; Ali Imron
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2025): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i4.4441

Abstract

This study aims to analyze the understanding of the concept of puberty (adulthood) in Islamic education and its implications for the development of educational practices and the formation of adolescent character. Through a qualitative approach with the literature research method, data is collected from sources such as the Qur'an, Hadith, and related literature, then analyzed using content analysis. The results show that puberty is not just a biological change, but a critical phase for moral and spiritual growth, so it requires structured education to prepare adolescents for religious and social responsibilities. The study concludes that integrating a philosophical understanding of puberty into Islamic education can contribute significantly to the holistic development of adolescents, equipping them with the values and skills needed to navigate the complexities of modern life. This study advocates a deeper engagement with the concept of puberty to cultivate responsible and moral individuals in society.  
The Balance 0f Knowledge And Spirituality Of Ghazali’s Persepective Siti Nudia Amburika; Nasikhin; Mustopa
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2025): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i4.4484

Abstract

The balance between science and spirituality is a fundamental concept in Al-Ghazali's thought that offers a solution to the modern dichotomy between mind and heart. This article aims to analyze Al-Ghazali's perspective on the integration of science ('ilm) and spirituality (tazkiyatun nafs) as two complementary aspects in achieving happiness in this world and the hereafter. Using the library research method, this article examines how Al-Ghazali emphasizes the importance of knowledge that is not only cognitive, but also accompanied by purification of the soul to avoid intellectual arrogance. Conversely, spirituality without the basis of true knowledge can lead a person to misguidance. The findings of this article show that Al-Ghazali's concept is relevant in the present context, where humans face a crisis of meaning due to the dominance of secular science that ignores the transcendental dimension. Thus, Al-Ghazali's synthesis of science and spirituality can be a holistic framework for the development of ethical and divinity-oriented science. 
Analisis Efektivitas Program Bantuan Sosial di Kota Tanjungpinang Imelda Eka Maulia; Nur Rahmania Zakiya; Selvira Aryani
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2025): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i4.4516

Abstract

Masalah penelitian ini adalah angka kemiskinan Kota Tanjungpinang semakin naik pada tahun 2023, yakni 7,95% menurut data Badan Pusat Statistik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat efektivitas program bantuan sosial pada masyarakat Kota Tanjungpinang. Pemerintah Kota Tanjungpinang yang telah memberikan bantuan sosial seperti PKH, DTKS  dan jenis bantuan lainnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan Teknik pengumpulan data yakni dengan menggunakan studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, efektivitas pemberian bantuan sosial ini masih belum efektif bagi masyarakat Kota Tanjungpinang, yang mana angka kemiskinan naik dari tahun sebelum.
Seksulitas, teknologi digital, Makna Menjadi Manusia : Reflektif Filsafat Barat dan Islam Nusqiyah Firdaus Zacrie; Nasikhin; Kunaepi , Aang
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2025): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i4.4526

Abstract

The development of digital technology has radically changed the way humans understand sexuality and self-identity. This research aims to analyze the impact of digital technologies-such as social media, artificial intelligence, and virtual reality-on the concept of sexuality and human nature through the perspectives of Western and Islamic philosophy. Using a comparative literature study approach, this research examines the thoughts of Western philosophers (Foucault, Baudrillard) who see sexuality as a social construction and hyperreality, as well as Islamic perspectives (Al-Ghazali, Nasr) that emphasize the concepts of fitrah, nafs, and tawhid-based sexuality ethics. The results show that digital technology creates a paradox: on the one hand it liberates sexual expression, but on the other hand it blurs the boundaries between humans and machines, causing a crisis of human meaning. Islamic philosophy offers an alternative framework by integrating the principles of spirituality and technological ethics to maintain human dignity. This research contributes to the discourse of philosophy of technology by offering a critical dialog between Western and Islamic traditions in responding to the challenges of sexuality in the digital era. The implications include the need for a multidisciplinary approach that integrates technological ethics with transcendental values.
SPIRITUALITAS, EMOSI, DAN AKAL DALAM PENDIDIKAN AGAMA REMAJA: PERSPEKTIF FILOSOFIS Muhammad Hilmi Hifdzil Haq; Nasikhin; Ahmad Muthohar
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2025): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i4.4530

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara filosofis bagaimana peran akal, emosi, dan spiritualitas memengaruhi pendidikan agama pada masa remaja, yaitu tahap perkembangan penting dalam membentuk identitas serta nilai-nilai religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kepustakaan (library research) sebagai teknik utama, yang didukung oleh analisis konten terhadap literatur klasik dan kontemporer di bidang filsafat pendidikan Islam, psikologi perkembangan remaja, dan spiritualitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Akal dalam pendidikan Islam berperan sebagai instrumen kritis untuk memahami nilai-nilai keagamaan secara rasional, memungkinkan remaja membangun keyakinan yang berdasar; (2) Emosi pada remaja, yang bersifat fluktuatif, membutuhkan pendekatan pedagogis yang empatik dan reflektif agar pendidikan agama tidak hanya bersifat normatif tetapi juga afektif; (3) Spiritualitas terbukti menjadi fondasi esensial yang mengintegrasikan aspek kognitif dan emosional dalam pembentukan religiusitas yang otentik. Kontribusi utama dari penelitian ini terletak pada tawaran kerangka konseptual pendidikan agama yang bersifat integratif—memadukan kekuatan rasional (akal), kepekaan emosional, dan kedalaman spiritual—yang relevan untuk diaplikasikan dalam kurikulum pendidikan Islam bagi remaja di era modern. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya wacana filsafat pendidikan Islam dan memberikan pijakan praktis bagi pendidik dalam membina religiusitas remaja secara holistik.
Pembentukan Karakter dan Penerapan Kesadaran Beragama Peserta didik melalui Pendidikan agama Islam Intan Febriyanti; Wafa Kamila; Mukhlisin Nata Hudin; Sani Safitri; Syarifuddin
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2025): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i4.4548

Abstract

Pendidikan dapat diartikan sebagai usaha sadar untuk meningkatkan perilaku individu dan kelompok, penting untuk mengembangkan kualitas dan karakter dalam masyarakat. Di Indonesia, sistem pendidikan menghadapi tantangan dalam mendidik warga negara yang cerdas dalam ranah spiritual, sosial, dan intelektual. Faktor-faktor negatif seperti ketidakjujuran dan kesusilaan menghalangi terwujudnya nilai-nilai Islam yang mempromosikan perdamaian, toleransi, dan demokrasi. Selain itu, perlu ditingkatkan kesadaran beragama sejak usia dini, yang dapat dibina melalui pendidikan Islam. Jenis pendidikan ini memainkan peran strategis dalam pembentukan karakter, dengan menekankan perilaku dan moral positif seperti kesabaran, kerendahan hati, dan pengendalian diri. Pentingnya pendidikan Islam ditegaskan dalam membina kerukunan masyarakat dan meningkatkan pemahaman ajaran agama. Secara keseluruhan, penanaman nilai Islam pada kaum muda sangat penting untuk membentuk pribadi yang tangguh, bermoral kuat, dan mampu memberikan sumbangsih yang positif kepada komunitas, serta menaati prinsip-prinsip moral dan etika.