cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
arima@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.8 , Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora
ISSN : 30264898     EISSN : 3026488X     DOI : https://doi.org/10.62017/arima.v1i4
Core Subject : Social,
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Jurnal yang diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal ini adalah jurnal studi ilmu-ilmu Sosial humaniora dan pendidikan yang bersifat peer-review dan terbuka. Bidang kajian dalam jurnal ini termasuk linguistik, sastra, filsafat, psikologi, hukum, pendidikan, sosial, administrasi dan studi budaya. ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora dan Pendidikan menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Articles 443 Documents
Teori Kausalitas Aristoteles: Telaah Dan Relevansinya Terhadap Pola Pendidikan Anak Azkia, Nailal; Nasikhin, Nasikhin; Fihris, Fihris; Astuti, Nita Yuli
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2025): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i4.4714

Abstract

Teori kausalitas Aristoteles, yang terdiri atas empat sebab (kausa material, formal, efisien, dan final), memberikan kerangka filosofis untuk menganalisis sistem pendidikan anak. Artikel ini bertujuan menelaah relevansi teori tersebut terhadap pola pendidikan anak di Indonesia, khususnya dalam mendesain tujuan, metode, dan nilai pedagogis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat kausa Aristoteles dapat menjadi fondasi epistemologis dalam merumuskan pendidikan holistik. Kausa materialis mengacu pada potensi dasar anak, kausa formalis pada kurikulum dan nilai, kausa efisien pada peran pendidik, dan kausa finalis pada tujuan pendidikan berupa pembentukan manusia yang mencapai eudaimonia. Temuan ini mengungkap bahwa teori Aristoteles tidak hanya relevan secara historis, tetapi juga aplikatif dalam menjawab tantangan pendidikan kontemporer, seperti degradasi moral atau pendekatan pedagogis yang terlalu instrumental. Implikasinya, teori kausalitas dapat menjadi pisau analisis kritis untuk memperkuat praktik pendidikan anak yang berorientasi pada kebijaksanaan dan kebahagiaan sejati.
Supervisi Pendidikan Humanistik : Pendekatan kepemimpinan Transformasional dalam Pengembangan Profesional Guru Rajif Jundi Ar Rabbani
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2025): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i4.4741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh supervisi pendidikan berbasis pendekatan humanistik dalam kerangka kepemimpinan transformasional terhadap pengembangan profesionalisme dan kinerja guru. Supervisi pendidikan tidak lagi dipandang sebagai proses administratif semata, melainkan sebagai bentuk pendampingan yang menekankan pada empati, penghargaan terhadap potensi individu, serta komunikasi dua arah yang bermakna. Dalam konteks ini, kepemimpinan transformasional menjadi pilar penting yang dapat menginspirasi, memotivasi, dan mendukung guru untuk terus bertumbuh secara personal dan profesional. Hasil kajian literatur dan studi terdahulu, salah satunya dari Putra dan Hariyati (2020), menunjukkan bahwa supervisi akademik yang dilakukan secara efektif dan humanistik memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja guru, dengan kontribusi mencapai 48%. Demikian pula, studi lain menunjukkan bahwa kombinasi antara gaya kepemimpinan transformasional dan supervisi yang suportif dapat membangun kultur sekolah yang kolaboratif dan reflektif. Oleh karena itu, artikel ini merekomendasikan pentingnya pergeseran paradigma dalam praktik supervisi pendidikan menuju model yang lebih manusiawi dan transformatif, demi menciptakan mutu pendidikan yang lebih berkelanjutan
Penerapan Model Pembelajaran Role Playing Dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Peserta Didik Khairida, Khalisa; Sujarwo; Desy Safitri
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2025): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i4.4760

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran role playing dalam meningkatkan keaktifan belajar peserta didik. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menganalisis berbagai hasil penelitian empiris terkait penerapan role playing di berbagai jenjang pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model role playing secara signifikan mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa, seperti keterlibatan dalam diskusi, kerjasama kelompok, dan keberanian menyampaikan pendapat. Beberapa studi, seperti yang dilakukan oleh Sely Oktaria (2017) dan Ismawati Alidha Nurhasanah,dkk (2016), mencatat peningkatan keaktifan belajar hingga 89% dan ketuntasan hasil belajar hingga 92,31%. Selain itu, model ini juga mendorong pengembangan keterampilan abad 21, termasuk komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Meskipun memerlukan persiapan yang matang dan waktu yang relatif lama, role playing terbukti efektif menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Dengan demikian, model ini dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan kualitas pembelajaran. 
"Dilema Etika dalam Asesmen Psikologi: Tantangan di Bidang Bimbingan dan Konseling" Nurisma Elok Fadila
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2025): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i4.4765

Abstract

Kerahasiaan dalam proses penilaian adalah elemen penting yang perlu dijaga demi melindungi hak-hak peserta dan menjaga keabsahan hasil penilaian. Penilaian, baik dalam ranah psikologi, pendidikan, maupun rekrutmen, meliputi pengumpulan informasi pribadi dan data sensitif lainnya. Oleh karenanya, menjaga kerahasiaan data peserta tidak hanya merupakan tanggung jawab moral, tetapi juga merupakan tindakan pencegahan untuk mencegah penyalahgunaan informasi yang dapat merugikan individu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti dan memahami gagasan etika dalam penilaian psikologi serta tantangan yang ada dalam bimbingan dan konseling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang memanfaatkan tinjauan pustaka yang dilakukan dengan mengumpulkan informasi melalui pencarian dan pembacaan dari sumber-sumber tertulis, seperti makalah, tulisan, atau buku digital. Dari hasil riset ini, dapat disimpulkan bahwa penilaian mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran dengan berbagai cara. Penting untuk menjaga kerahasiaan hasil guna melindungi privasi para peserta. Objektivitas seringkali terganggu oleh prasangka dan keterbatasan sarana, sehingga dibutuhkan pelatihan serta fasilitas yang memadai. Dilema etis muncul berkaitan dengan tekanan dan evaluasi terhadap aspek-aspek subjektif. Dalam konteks konseling, penilaian berperan dalam memahami klien tetapi terbatasi oleh prasangka dan sumber daya yang ada. Penilaian harus mengikuti prinsip-prinsip kerahasiaan, objektivitas, dan etika agar hasil yang diperoleh menjadi valid dan bermanfaat.
Tes STIFIn: Inovasi Tes Psikologis yang Relevan bagi Generasi Z Shafira Devi Puspitasari; Veni Meisya Putri; Sabrina Azis Azzahroh
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2025): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i4.4767

Abstract

Inovasi pada asesmen tes psikologi menjadi salah satu cara mengetahui kecenderungan seseorang, baik dalam segi kepribadian, minat, bakat, intelegensi, hubungan dengan sosial, dan lainnya. Seperti halnya tes STIFIn yang menjadi inovasi baru melalui mesin kecerdasan. Gabungan antara perangkat digital yang memudahkan dalam mendeteksi kecenderungan seseorang dengan hasil optimal. Maka dengan adanya penelitian ini, bisa bertujuan untuk mengetahui lebih dalam mengenai tes STIFIn dan keterkaitan dengan Generasi Z. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan studi literatur, yang diperoleh dari berbagai sumber, termasuk jurnal ilmiah, buku referensi, artikel yang dapat dipercaya, serta hasil riset terdahulu yang berkaitan dengan topik Tes STIFIn dan sifat psikologis Generasi Z. Hasil penelitian ini meliputi : (1)  Sejarah Tes STIFIn, (2) Teori Tes STIFIn, (3) Jenis Tes STIFIn, (4) Tahapan Tes STIFIn, (5) Akurasi Tes STIFIn, (6) Minat Masyarakat atau Generasi Z, (7) Relevansi terhadap Generasi Z, (8) Tantangan Tes STIFIn, (9) Kelebihan dan Kekurangan Tes STIFIn.
PERANAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN ISLAM UNTUK PENCEGAHAN BULLYING SISWA KELAS VI MI MANBAUL HIKAM BREBES Siti Nurkhaibah; Arshan Shanie
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2025): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i4.4772

Abstract

Bullying is a term that refers to acts of violence or oppression carried out by individuals who have more power, whether in terms of age, physical strength, or authority. Bullying behavior can take various forms, such as physical, verbal, and mental/psychological bullying, which can have negative effects on victims, such as bruises, injuries, pain, anxiety, and more. In the long term, the impacts can include psychological disorders and serious social adjustment problems. Educational psychology plays a very important role in efforts to prevent and address bullying cases in schools. Therefore, efficient and comprehensive services are needed for all students, utilizing various techniques and media that can support the role of educational psychology in addressing bullying
PENGARUH POSITIF BUDAYA K-POP TERHADAP REMAJA Fathiyah Rahmah; Desy Safitri; Sujarwo
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2025): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i4.4779

Abstract

Budaya K-Pop merupakan fenomena budaya korea di tingkat global yang mempengaruhi dunia internasional. Dalam dekade terakhir, gelombang Hallyu atau "Korean Wave" telah memasuki kehidupan sehari-hari banyak remaja di seluruh dunia, termasuk Indonesia. K-POP adalah singkatan dari Korean POP, adanya istilah ini mengacu pada musik populer dari Korea Selatan yang mencakup dari berbagai genre musik. K-POP ini juga merupakan ungkapan yang sering digunakan untuk mendeskripsikan jenis musik, lagu, dan tarian yang diproduksi oleh seorang idol dari Korea Selatan, termasuk girl grup, boy band, dan artis solo. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara kualitatif pengaruh positif budaya K-Pop terhadap remaja. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dan didukung oleh survei literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya K-Pop memiliki pengaruh positif terhadap remaja yaitu membuat remaja menguasai bahasa korea, memiliki banyak teman, termotivasi, memiliki usaha dari K-Pop, menjadi Inspirasi di dunia fashion, dan dapat mengetahui citra diri.
Penggunaan Aplikasi Canva Sebagai Media Pembelajaran Digital Pada Mahasiswa IAIN Kudus Program Studi Tadris IPS Laila Qothrun Nada; Zulia Rohmah Choirun Nisa; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2025): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i4.4787

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan aplikasi Canva sebagai media pembelajaran digital oleh mahasiswa Program Studi Tadris IPS di IAIN Kudus. Dengan perkembangan teknologi yang pesat, penggunaan media pembelajaran digital seperti Canva menjadi penting untuk meningkatkan efektivitas dan kreativitas dalam proses belajar mengajar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Canva mampu membantu mahasiswa dalam merancang media pembelajaran yang menarik dan interaktif, sehingga meningkatkan motivasi dan pemahaman materi. Selain itu, aplikasi ini juga memudahkan mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas serta menghemat waktu dalam pembuatan media pembelajaran. Penelitian ini memberikan wawasan bahwa pemanfaatan Canva sebagai media pembelajaran digital sangat relevan dan efektif dalam mendukung proses pembelajaran di era digital. Abstract This study aims to analyze the utilization of Canva application as a digital learning media by students of the Tadris IPS Study Program at IAIN Kudus. With the rapid development of technology, the use of digital learning media such as Canva is important to increase effectiveness and creativity in the teaching and learning process. The research method used is qualitative with data collection techniques through observation and interviews. The results showed that Canva is able to assist students in designing interesting and interactive learning media, thus increasing motivation and understanding of the material. In addition, this application also makes it easier for students to develop creativity and save time in making learning media. This research provides insight that the utilization of Canva as a digital learning media is very relevant and effective in supporting the learning process in the digital era.      
PERBANDINGAN TES KEPRIBADIAN OBJEKTIF DAN PROYEKTIF DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING Annora Luthfiyati
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2025): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i4.4803

Abstract

Asesmen psikologi, khususnya tes kepribadian, memegang peranan penting dalam praktik bimbingan dan konseling untuk memahami karakteristik, kebutuhan, dan potensi individu secara menyeluruh. Artikel ini bertujuan untuk membandingkan tes kepribadian objektif (seperti Minnesota Multiphasic Personality Inventory/MMPI dan Edwards Personal Preference Schedule/EPPS) dan tes proyektif (seperti Thematic Apperception Test/TAT dan Rorschach), serta menganalisis implikasi etis dalam pelaksanaannya. Melalui studi literatur, penelitian ini mengidentifikasi bahwa tes objektif menawarkan reliabilitas, validitas, dan efisiensi tinggi dalam pengukuran terstandarisasi, sementara tes proyektif mampu mengungkap dinamika bawah sadar dan konflik psikologis yang tidak terakses melalui metode terstruktur. Namun, kedua pendekatan memiliki keterbatasan, seperti risiko subjektivitas interpretasi pada tes proyektif dan keterbatasan kedalaman asesmen pada tes objektif. Aspek etis, termasuk kerahasiaan data, objektivitas, dan informed consent, menjadi tantangan utama yang harus diatasi melalui pelatihan profesional, penggunaan instrumen valid, dan supervisi berkala.
Kerahasiaan dan Objektivitas dalam Asesmen Psikologi: Perspektif Etika Konseling Safura Najah Saffanah
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2025): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i4.4808

Abstract

Asesmen psikologi merupakan proses penting dalam bimbingan dan konseling yang berfungsi untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi mengenai kondisi psikologis klien secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prinsip-prinsip etika, kerahasiaan, dan objektivitas dalam pelaksanaan asesmen psikologi serta mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dalam praktiknya. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis berbagai literatur dan kode etik profesi yang relevan, serta menggambarkan tantangan melalui studi kasus. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan prinsip etika, seperti kompetensi profesional, kerahasiaan, dan objektivitas, sangat penting untuk menjaga integritas dan kualitas layanan konseling. Namun, tantangan seperti potensi bias budaya dan kurangnya sensitivitas etis dapat memengaruhi validitas dan efektivitas asesmen. Oleh karena itu, konselor perlu meningkatkan kompetensi teknis dan etis agar asesmen dapat dilakukan secara profesional, adil, dan tepat sasaran. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan praktik asesmen psikologi yang berorientasi pada kesejahteraan klien.