cover
Contact Name
Muslimin
Contact Email
jurnalbdb@gmail.com
Phone
+6281243230260
Journal Mail Official
jurnalbdb@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Negeri Gorontalo, Jl. Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie, Desa Moutong, Kec. Tilongkabila, Kab. Bone Bolango Telepon (0435) 821125 Fax. (0435) 821752, email: jurnalbdb@gmail.com | http://ejurnal.ung.ac.id/index.php/JBSP/
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya
ISSN : 20886020     EISSN : 27765733     DOI : https://doi.org/10.37905/jbsb
Core Subject : Education, Social,
The aims of this journal is to provide a venue for academicians, researchers and practitioners for publishing the original research articles or review articles. The scope of the articles published in this journal deal with a broad range of topics, including: - Indonesian Language - Indonesian Literature - Indonesian Culture - Teaching Indonesian Language and Literature - Foreign Language and Literature - Language Acquisition
Articles 157 Documents
ANALISIS PENDEKATAN TEORI DEKONTRUKSI DALAM NOVEL DIKTA DAN HUKUM Paputungan, Nadia Vega; Bagtayan, Zilfa Achmad
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 14, No 2 (2024): (Mei 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v14i2.23460

Abstract

Penelitian ini berjudul “Analisis Pendekatan Teori Dekontruksi dalam Novel Dikta dan Hukum karya Dhia'an Farah” ,terdapat penelusuran terhadap pendekatan teori dekontruksi melalui narasi yang kompleks dan serba ambivalen.Melalui karakter utama,Dikta,penulis menggambarkan proses dekonstruksi terhadap nilai-nilai yang diterima secara konvensional dalam masyarakat,terutama dalam konteks hukum dan keadilan.Teori dekontruksi menyoroti ketidakpastian dan kompleksitas arti dari suatu teks dan konsep.Dalam novel ini,penulis menghadirkan situasi-situasi yang menantang,menunjukkan bahwa apa yang dianggap sebagai kebenaran atau keadilan bisa memiliki banyak interprestasi.Melalui karakter Dikta,penulis mempertanyakan stabilitas nilai-nilai yang dianggap sebagai pijakan moral dan hukum dalam masyarakat.Dikta,sebagai tokoh sentral,digambarkan sebagai individu yang menentang konsistensi nilai-nilai yang dipegang teguh oleh masyarakat.Penulis memunculkan situasi-situasi yang membingungkan dan menetang,yang menggugah pertanyaan tentang sifat kebenaran dan keadilan.Pendekatan dekonstruksi ini hadir melalui penggunaan naratif yang kompleks,mempertanyakan otoritas nilai-nilai yang dianggap mutlak dan menantang stabilitas makna.Novel ini menimbulkan refleksi mendalam tentang interprestasi subjektif terhadap nilai-nilai yang lazimnya dianggap absolut dalam konteks hukum dan moralitas.
Nilai-Nilai Yang Terkandung Dalam Tradisi Cowongan Salah Satu Kearifan Lokal Banyumas Yang Masih Populer Putri Andini, Ernita; Putri Ryolita, Widya
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 13, No 3 (2023): (September 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v13i3.20370

Abstract

Kabupaten Banyumas memiliki berbagai macam kebudayaan yang mempunyai ciri khas tersendiri dari kebudayaan lain di Jawa Tengah, salah satunya adalah tradisi cowongan. Tradisi cowongan adalah upacara meminta hujan dengan menggunakan sarana peralatan berupa siwur (gayung), irus (entong sayur) dengan syair-syair tertentu yang mengandung doa permohonan kepada Sang Pencipta. Tradisi cowongan ini masih populer di Desa Pangebatan, Karanglewas, Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai yang terkandung dalam ritual memanggil hujan (cowongan) yang dilakukan oleh masyarakat Banyumas. Selain itu, untuk mendeskripsikan salah satu kearifan lokal yang masih populer di Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan budaya dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa cowongan merupakan ritual memanggil hujan yang dulunya dilakukan oleh para petani di Banyumas pada musim kemarau. Nilai-nilai yang terdapat dalam tradisi cowongan adalah nilai sosial sebagai unsur pembangun keidupan sosial untuk saling bergotong royong, saling membantu, dan saling berdampingan agar menciptakan kehidupan yang lebih baik. Nilai religius berkaitan dengan nilai ritual keagamaan dengan menggunakan syair-syair tembang doa terhadap Tuhan. Nilai estetis yang menyangkut kendahan seni, kreasi, dan hiburan rakyat yang terdapat dalam simbol benda yang digunakan. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tradisi cowongan ini merupakan kearifan lokal Banyumas yang memiliki nilai-nilai yang harus dilestarikan.
Penggunaan Campur Kode Pada Novel Banjarmelati Karya Ahmad Zaenudin (Kajian Kesusastraan) Wyandha, Brillita Naja Ein; Kurnia, Ita
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 13, No 3 (2023): (September 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v13i3.20848

Abstract

This study analyzes the presence of code-mixed forms in Ahmad Zaenudin's novel Banjarmelati. This study aims to describe: 1) The use of code-mixed forms in Ahmad Zaenudin's novel Banjarmelati. 2) Knowing the function of code mixing in the novel Banjarmelati by Ahmad Zaenudin. This study uses a qualitative method, namely descriptive analysis. In this study using data in the form of dialogue between characters. The research data was sourced from the novel Banjarmelati by Ahmad Zaenudin. The data collection technique in this study is by observing method and note-taking method, because the data source is in the form of text. Based on the research results, it was found that there is a form of code mixing in the novel Banjarmelati by Ahmad Zaenudin. The code-mixing functions that cause code-mixing to occur in the novel Banjarmelati by Ahmad Zaenudin include: 1) Making it easier to convey intentions, 2) Demonstrating familiarity, 3) Vocabulary requirements, 4) Talking about certain topics, 5) Demonstrating regional languageKata kunci: Literature; Mixed code; Novel Banjarmelati.
MAKNA PUISI LISAN TUJA'I DALAM UPACARA ADAT MODUTU DAN IMPIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN KARAKTER DI SEKOLAH Supriyadi, Supriyadi
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 13, No 3 (2023): (September 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v13i3.24416

Abstract

Puisi lisan Tuja'i merupakan salah satu bagian dari tahapan prosesi upacara adat perkawinan suku Gorontalo yang disebut modutu. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna, gambaran sosiokultural, fungsi puisi lisan Tuja'i dalam upacara adat modutu, serta implikasinya bagi pembelajaran karakter di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, perekaman, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi lisan Tuja'i memiliki makna yang berkaitan dengan nilai-nilai kehidupan, seperti kebersamaan, kejujuran, kesopanan, dan keagamaan. Puisi lisan Tuja'i juga mencerminkan gambaran sosiokultural masyarakat Gorontalo yang menjunjung tinggi adat istiadat, kekeluargaan, dan kearifan lokal. Fungsi puisi lisan Tuja'i dalam upacara adat modutu adalah sebagai sarana komunikasi, pendidikan, hiburan, dan pelestarian budaya. Implikasi puisi lisan Tuja'i bagi pembelajaran karakter di sekolah adalah sebagai sumber belajar, bahan ajar, media pembelajaran, dan model pembelajaran yang dapat mengembangkan kompetensi siswa dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Prefiks dalam Bahasa Sangkub Hassan, Indra; Djou, Dakia N.; Masie, Sitti Rachmi
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 14, No 2 (2024): (Mei 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v14i2.27307

Abstract

The problems addressed in this study are: 1) What types of prefixes are found in the Sangkub language? 2) What are the functions and meanings of prefixes in the Sangkub language? Therefore, this study aims to describe the types, functions, and meanings of prefixes in the Sangkub language. This study was conducted in North Bolaang Mongondow Regency, Sangkub District. The method used was a qualitative descriptive method. The data consisted of types of prefixes, their functions, and meanings in the Sangkub language. Data sources were obtained through interviews with residents of Sangkub District. Data collection methods included observation, interviews, note-taking, and recording. The results showed that six prefixes were identified in the Sangkub language. The functions of these prefixes include forming verbs, transforming nouns into verbs, serving as markers indicating something, such as "melihat" functioning as a conjunction "yang", indicating something that has happened in the past in Indonesian, expressing a request, and indicating a number. The meanings associated with each prefix include indicating a place descriptor, the ability to perform desired actions, performing actions based on their basic forms, and performing a specific action.
Perubahan Lafal Baku Dalam Bahasa Indonesia Akibat Dialek Daerah Arraffi, Muhammad Zaki Aidil; Girsang, Jan Kery Prananta; Arraffi, M. Zaki Aidil; Rachmadias, Rayhans Ilham; Mulyadi, Zaldi Ramadhan Danualdi; Mulyadi, Dadi; Hamidah, Siti
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 13, No 3 (2023): (September 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v13i3.19837

Abstract

Dialek daerah sangat berpengaruh terhadap penggunaan Bahasa Indonesia, dimana masalah ini sangat baik untuk diteliti lebih dalam. Penelitian ini bertujuan untuk memberi informasi perubahan lafal baku yang terpengaruh dialek daerah dan kunci penyelesaian, penelitian ini menggunakan metode reviu literatur sistematik, hasil dari penelitian ini menyatakan masih ada masyarakat yang masih terpengaruh dialek daerah dalam berbahasa Indonesia, masalah ini harus segera ditangani agar tidak terjadi secara turun-temurun dan penyelesaian untuk masalah ini adalah dengan meningkatkan keefektifan pembelajaran Bahasa Indonesia di setiap daerah Indonesia.
DAMPAK NEGATIF DARI MEDIA SOSIAL TIKTOK TERHADAP GAYA BAHASA MASYARAKAT Muslimin, Muslimin; Datunggu, Sri Aditya; Lamakaraka, Anisa
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 13, No 3 (2023): (September 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v13i3.24479

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan beberapa dampak negatif yang disebabkan oleh penggunaan TikTok terhadap gaya bahasa masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dan analisis konten dari berbagai sumber terpercaya yang mencakup literatur, studi kasus, serta pandangan pakar dalam bidang psikologi, sosiologi, dan komunikasi. Studi ini menunjukkan bahwa penggunaan TikTok telah menyebabkan perubahan dalam gaya bahasa masyarakat. Fenomena ini dapat dilihat dari penurunan kemampuan mengekspresikan diri secara tertulis dengan benar, penyalahgunaan kata-kata atau frasa tertentu, dan penggunaan singkatan atau jargon yang tidak lazim dalam percakapan sehari-hari. Lebih lanjut, penggunaan TikTok juga telah mempengaruhi keterampilan komunikasi interpersonal, di mana beberapa pengguna cenderung lebih memilih komunikasi singkat dengan memanfaatkan audio atau video pendek, daripada berkomunikasi secara verbal atau tertulis dengan detail. Selain itu, penggunaan TikTok secara berlebihan juga telah memunculkan tren penggunaan bahasa yang kurang sopan atau tidak pantas. Konten yang tidak terfilter dengan baik di platform ini dapat memengaruhi pemahaman pengguna terhadap norma-norma bahasa yang sesuai dalam komunikasi sehari-hari. Penelitian ini juga menyoroti perlunya kesadaran akan dampak dari penggunaan media sosial, khususnya TikTok, terhadap gaya bahasa masyarakat. Upaya pendidikan dan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menggunakan bahasa dengan tepat dan sopan perlu ditingkatkan, baik di lingkungan pendidikan formal maupun oleh platform-media sosial itu sendiri.
Analisis Semantik Leksikal dan Gramatikal Pada Lirik Syi'ir “Al ‘I'tiraf” Karya Abu Nuwas Hidayat, Rahmat; Pangesti, Hestyana Widya
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 14, No 1 (2024): (JANUARI 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v14i1.23077

Abstract

Puisi atau Syi'ir dianggap karya sastra yang indah dari pilihan diksi yang disuguhkan pengarang. Syi'ir sudah ada sejak peradaban Romawi dan Arab. Puisi arab merupakan sastra lisan yang masih dijumpai hingga kini. Menariknya terdapat pesan tersirat dan tersurat dalam suatu syi'ir atau puisi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi makna leksikal dan makna gramatikal pada diksi syi'ir Al-I'tiraf karya Abu Nuwas. Serta untuk mengetahui pengelompokan kata yang bermakna leksikal dan gramatikal. Peneliti menggunakan pendekatan deskriptif dan kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik membaca berulang, mencatat dan mengelompokkan data. Teori yang penulis gunakan yaitu makna leksikal dan gramatikal Semantik. Hasil penelitian menemukan pilihan kata benda lebih banyak mengandung makna leksikal dan gramatikal dari pada kata kerja dan kata sifat. Makna gramatikal pada Syi'ir Al-I'tiraf menggambarkan ketidakberdayaan manusia sebagai pendosa dan keagungan tuhan sebagai pengampun dosa.
Kajian Sosiologi Sastra Dalam Novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori Daud, Yuniarti Safria; Bagtayan, Zilfa Achmad
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 14, No 1 (2024): (JANUARI 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v14i1.23451

Abstract

Jurnal ini bertujuan untuk melakukan kajian sosiologi sastra terhadap novel "Laut Bercerita" karya Leila S. Chudori. Penelitian berasal dari asal-usul atau konteks yang melatarbelakangi keinginan untuk memahami representasi masyarakat dalam karya sastra tersebut serta bagaimana elemen-elemen sosiologis tercermin dalam naratifnya. Tujuan utama penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis aspek-aspek sosiologis seperti kelas sosial, konflik, dan dinamika hubungan sosial yang terdapat dalam novel. Metode penelitian melibatkan analisis teks sastra dengan fokus pada penggambaran masyarakat, struktur kelas, serta interaksi sosial antar karakter. Hasil analisis mengungkapkan bagaimana novel ini tidak hanya menjadi cermin realitas sosial pada zamannya, tetapi juga menyajikan refleksi mendalam tentang perubahan sosial dan konflik yang dialami oleh masyarakat. Simpulan dari penelitian ini menyoroti kontribusi kajian sosiologi sastra dalam memberikan pemahaman lebih dalam terhadap kompleksitas masyarakat yang dihadapi oleh tokoh-tokoh dalam "Laut Bercerita". Novel tidak hanya sekedar karya sastra, tetapi juga merupakan bentuk kritik sosial yang merespon dan mencerminkan kondisi sosial suatu zaman tertentu. Kajian sosiologi sastra pada novel ini menjadi sarana untuk menggali pemahaman lebih dalam tentang dinamika sosial dan peran sastra dalam merekam serta membentuk pandangan terhadap masyarakat.
The Racial Discrimination in the 12 Years A Slave Novel by Solomonon Nrthup Towards the Supporting Character Patsey (Marxist Feminism Persective) Sumaga, Safira Deviani; Katili, Adriansyah; Podungge, Rusni
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 14, No 1 (2024): (JANUARI 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v14i1.24497

Abstract

This research examines racial discrimination towards Patsey in Solomon Northup's 12 Years A Slave novel. The study aims to categorize racial discrimination types using Gordon Allport's (1954) theory—verbal abuse, avoidance, segregation, physical attack, and extermination—analyzing through Marxist feminism. Utilizing a qualitative sociological method, the research identifies three discrimination types: verbal antagonism, avoidance, and physical attack. Segregation and extermination were not evident. In the verbal antagonism stage, Mr. Epps verbally degraded Patsey's race and gender, labeling her a black wench. The avoidance stage portrays Mrs. Epps, an upper-class woman, expressing resentment by withholding food and soap, illustrating power dynamics. The physical attack stage illustrates Patsey being flogged for not meeting cotton-picking quotas, showcasing the compounded oppression faced by women slaves in race, gender, and class. Patsey's abuse by Mr. and Mrs. Epps for their master's mistakes highlights how upper-class individuals perpetuate oppression. Patsey's naked punishment underscores gender-specific oppression. In conclusion, Patsey's narrative in 12 Years A Slave novel exemplifies race and gender intersectionality, revealing capitalism and patriarchy collaboration in marginalizing lower-class black women.