cover
Contact Name
Muslimin
Contact Email
jurnalbdb@gmail.com
Phone
+6281243230260
Journal Mail Official
jurnalbdb@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Negeri Gorontalo, Jl. Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie, Desa Moutong, Kec. Tilongkabila, Kab. Bone Bolango Telepon (0435) 821125 Fax. (0435) 821752, email: jurnalbdb@gmail.com | http://ejurnal.ung.ac.id/index.php/JBSP/
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya
ISSN : 20886020     EISSN : 27765733     DOI : https://doi.org/10.37905/jbsb
Core Subject : Education, Social,
The aims of this journal is to provide a venue for academicians, researchers and practitioners for publishing the original research articles or review articles. The scope of the articles published in this journal deal with a broad range of topics, including: - Indonesian Language - Indonesian Literature - Indonesian Culture - Teaching Indonesian Language and Literature - Foreign Language and Literature - Language Acquisition
Articles 157 Documents
TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM PEMENTASAN DRAMA BERJUDUL MALAM JAHANAM OLEH MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PRINGSEWU Khoirotunnisa, Amida; Fitriati, Siti; Fitriani, Dwi
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 14, No 1 (2024): (JANUARI 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v14i1.24012

Abstract

 Language is a tool used to communicate, oral communication involves speakers and speech partners. A speaker is someone who speaks while a speaker is an interlocutor. In pragmatics, speech between speakers and speech partners is known as the term speech act. There are three types of speech acts, namely locution, collusion and collusion. The purpose of this study was to determine and describe illocutionary speech acts in a play entitled Malam Jahanam by students of Indonesian Language and Literature Education, University of Muhammadiyah Pringsewu. The study obtained eight data with details of seven assertive illocutionary speech acts and one commissive speech act.
‘MOTIDUPAPA' STRATEGI PEWARISAN TRADISI TUJA'I KEPADA GENERASI MUDA PADA MASYARAKAT GORONTALO Laya, Rachmi
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 14, No 1 (2024): (JANUARI 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v14i1.24509

Abstract

One of the oral literatures which is still used in Gorontalo custom event is Tuja'i Molo'opu. Oral literature is uttered at the ceremonial of official's reception in Gorontalo. As other traditions are changing, Tuja'i Molo'opu also along with the changes of the society. Therefore, it needs to be held as the Foundation for preservation of the study of oral literature Tuja'i Molo'opu. Thus, the ceremony Tuja'i Molo'opu this is not the complement of Molo'opu ceremony, but contain a moral, and ethical, and history of his supporters. The theory used in this research is the theory of orality Albert Bates Lord and Ruth Finnegan. To apply this theory is used Ethnographic aproach to explore data on composition and transmission, as the cultural aspects of the community of Gorontalo. Aspects of orality in this tuja'i Molo'opu covering composition. Composition is composing of oral literature, starting from: (1) the composition of the characters, (2) development techniques, (3) and repetition of the scene. In addition, transmission or starting inheritance from: (1) the transmission of natural processes, (2) a transmission process through training, (3) studing of acting, and (3) learning to talk.
Analisis Kajian Psikologi Sastra Pada Novel Pulang Pomolango, Cindria Wati; Achmad Baghtayan, Zilfa
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 14, No 1 (2024): (JANUARI 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v14i1.23452

Abstract

Novel adalah suatu bentuk sastra naratif yang panjang, biasanya ditulis dalam bentuk prosa. Ini adalah sebuah karya fiksi yang mencakup pengembangan karakter, alur cerita, dan tema yang kompleks. Berbeda dengan karya sastra pendek seperti cerpen, novel memberikan ruang yang lebih luas bagi pengembangan karakter dan plot.Penelitian ini merupakan penelitian yang didasari karena kurang populernya analisis novel menggunakan metode analisis psikologi sastra. Dan hal ini dilakukan dengan menggunakan sumber novel yang berjudul “pulang” karya Leila S. Chudori. Novel "Pulang" adalah sebuah novel karya Leila S. Chudori yang pertama kali diterbitkan pada tahun 2012. Leila S. Chudori adalah seorang penulis dan wartawan asal Indonesia. Novel ini merupakan karya sastra yang menggambarkan periode sejarah Indonesia dari tahun 1965 hingga 1998, khususnya mengenai peristiwa G30S/PKI dan mengungkapkan para aktivis politik.Analisis psikologi sastra adalah pendekatan yang mencoba memahami karakter, motivasi, dan perasaan karakter dalam karya sastra menggunakan konsep dan teori psikologi. Analisis ini membuka jendela ke dalam aspek psikologis manusia melalui lensa karakter dan alur cerita dalam sebuah karya sastra.
Self Improvement dalam Novel Ranah 3 Warna dan Jangan Membuat Masalah Kecil Menjadi Masalah Besar (Kajian Sastra Bandingan) Minti, Winda Kusmadanti N.; Nasiru, La Ode Gusman; Kau, Munkizul Umam
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 14, No 1 (2024): (JANUARI 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v14i1.24519

Abstract

Dewasa ini, manusia seringkali merasa kurang dan tidak percaya diri dalam menjalani kehidupan. Sering merasa tertinggal dan sulit untuk menggapai sesuatu yang diinginkan. Setidaknya, individu seperti ini perlu mendapat pencerahan atau pegangan dalam mengarungi kehidupan yang berkualitas. Untuk mendapat pegangan tersebut, buku menjadi salah satu upaya dalam menemukan setiap jawaban yang dibutuhkan. Dua buku di atas dipilih penulis sebab mengupas banyak hal tentang self improvement. Self improvement adalah adalah segala bentuk usaha yang dilakukan secara sadar oleh seseorang dalam meningkatkan taraf hidup yang lebih baik dari sebelumnya. Penulis menggunakan metode deskripsi kualitatif untuk menjabarkan nilai-nilai pengembangan diri yang ada dalam kedua buku. Tinjauan ini dimaksudkan untuk menggambarkan kepada individu bahwa ada banyak hal sederhana yang dapat dilakukan agar lebih semangat dalam mengarungi kehidupan. Hasil penelitian ditemukan lima nilai self improvement, di antaranya, jadilah orang yang dapat bersikap lebih sabar, jadilah orang yang selalu percaya diri dan optimis, jadilah orang yang mampu bersikap realistis, sikap tidak mudah menyerah, serta sikap semangat belajar dan selalu berpikir positif.
PARADIGMA PENDIDIKAN SENI DI ERA DIGITAL Pulukadang, Mimy Astuty
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 13, No 3 (2023): (September 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v13i3.24539

Abstract

Paradigma pendidikan seni di era digital berkembang pesat, menghadirkan peluang dan tantangan baru bagi pendidik dan mahasiswa. Dengan memanfaatkan teknologi sambil melestarikan praktik seni tradisional, pendidik dapat menciptakan lingkungan belajar yang kaya dan dinamis yang membekali siswa dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk berkembang di dunia yang semakin digital. Penting bagi para pemangku kepentingan dalam komunitas seni untuk beradaptasi dengan perubahan ini dan memanfaatkan potensi teknologi untuk meningkatkan ekspresi artistik dan kreativitas. Dalam menavigasi perubahan paradigma dalam pendidikan seni, penting untuk mencapai keseimbangan antara praktik seni tradisional dan alat digital inovatif. Dengan mengintegrasikan kedua pendekatan tersebut, pendidik dapat menciptakan lingkungan belajar dinamis yang menumbuhkan kreativitas, pemikiran kritis, dan kemahiran teknis.
ANALISIS ANTROPOLOGI SASTRA DALAM NOVEL 5 MENARA KARYA AHMAD FAUDI Ntelu, Nurfirawati; Bagtayan, Zilfa Achmad
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 14, No 1 (2024): (JANUARI 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v14i1.23474

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendefinisikan dan menjelaskan hubungan antara karya sastra dan budaya. Tujuannya  untuk mengkaji kebermanfaatan novel Negri 5 Menara karya Ahmad Fuadi  sebagai karya sastra yang relevan secara budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperjelas bagaimana pembaca memahami dan memaknai karya sastra yang dianalisis menggunakan antropologi sastra. Metode yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah kata dan frasa yang berkaitan dengan budaya pesantren yang muncul dalam novel Negri 5 Menara. Teknik pengolahan data yang digunakan dan dilakukan terdiri dari pembacaan cermat, identifikasi, klasifikasi, deskripsi, dan analisis terhadap data yang diteliti dalam konteks penelitian antropologi sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara karya sastra  novel Negri 5 Menara karya Ahmad Fuadi dengan nilai-nilai budaya pesantren. Budaya pesantren yang dianalisis dalam novel  meliputi sistem pendidikan 24 jam, pendalaman ilmu agama Islam, asrama, ketaatan, kesalehan, kemandirian, dan kedisiplinan. Unsur-unsur budaya pesantren seperti kesederhanaan, toleransi, percaya diri, rendah hati, berani, bersatu, jujur, istikama, kebersamaan, dan kebersihan juga terdapat dalam novel berlatar belakang pesantren.
Pemertahanan Bahasa Flores NTT oleh Masyarakat Desa Modo 1 Kabupaten Buol Liputo, Istiqamah I.; Ntelu, Asna; Masie, Sitti Rachmi
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 14, No 2 (2024): (Mei 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v14i2.27310

Abstract

The problems studied in this research are: (a) how is the Flores NTT language used by the People of Modo 1 village in Buol Regency? (b) What are the strategies for preserving the Flores NTT language for the people of Modo 1 village in Buol Regency? (c) what factors influence the maintenance of the Flores NTT language by the people of Modo 1 village in Buol Regency? This research aims to describe the use of the Flores NTT language by the people of Modo 1 village in Buol Regency in the domains of family, social, parties, organizations, bureaucracy, and school, to describe the factors influencing language preservation and the strategies for preserving the Flores NTT language by the people of Modo 1 village in Buol Regency. The theories used were Speaking (Hymes), factors influencing language maintenance (Downes), and strategies for language maintenance (Pateda).This research was conducted in Modo 1 village, BuolRegency. The method used was a descriptive qualitative method. The data were the Flores NTT language used by the people of Modo 1 village in Buol Regency. The data collection techniques included elicitation, participant observation, and structured and unstructured interviews. The data analysis techniques involved transcribing, translating, sorting, analyzing the data, concluding, and writing the research report.The research results revealed that the use of the Flores NTT language by the people of Modo 1 village in Buol Regency is predominantly in the domains of family and social interactions, whereas in the domains of parties, organizations, bureaucracy, and school, Indonesian is predominantly used. The factors influencing the preservation of the Flores NTT language by the people of Modo 1 village in Buol Regency included: family factors, social interaction factors, communication intensity factors, activity factors, education factors, and desire or aspiration factors. The strategies for preserving the Flores NTT language by the people of Modo 1 village in Buol Regency included: parents familiarizing and teaching the Flores NTT language to their children, the community using the Flores NTT language in daily communication, traditional leaders using the Flores NTT language in various traditional activities, the government supporting cultural activities that use regional languages, and integrating lessons related to regional languages into the local content curriculum in schools. Thus, it can be concluded that the Preservation of the Flores NTT Language by the People of Modo 1 Village in Buol Regency is still sustained despite being dominated by the Indonesian language.