cover
Contact Name
Muslimin
Contact Email
jurnalbdb@gmail.com
Phone
+6281243230260
Journal Mail Official
jurnalbdb@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Negeri Gorontalo, Jl. Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie, Desa Moutong, Kec. Tilongkabila, Kab. Bone Bolango Telepon (0435) 821125 Fax. (0435) 821752, email: jurnalbdb@gmail.com | http://ejurnal.ung.ac.id/index.php/JBSP/
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya
ISSN : 20886020     EISSN : 27765733     DOI : https://doi.org/10.37905/jbsb
Core Subject : Education, Social,
The aims of this journal is to provide a venue for academicians, researchers and practitioners for publishing the original research articles or review articles. The scope of the articles published in this journal deal with a broad range of topics, including: - Indonesian Language - Indonesian Literature - Indonesian Culture - Teaching Indonesian Language and Literature - Foreign Language and Literature - Language Acquisition
Articles 157 Documents
BENTUK PENYAJIAN TARI MODUAI PADA PROSESI ADAT PENYAMBUTAN TAMU MASYARAKAT TOLITOLI DI KECAMATAN BAOLAN KABUPATEN TOLITOLI Djafar, Nurlia lia; lasampo, sri astuti
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 12, No 2 (2022): (Mei 2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.416 KB) | DOI: 10.37905/jbsb.v12i2.16334

Abstract

Moduai merupakan tarian penyambutan tamu yang berada pada urutan ke tiga dalam prosesi adat penyambutan tamu masyarakat Tolitoli. Moduai di Tampilkan pada saat penyambutan tamu-tamu kerajaan atau tamu kebesaran seperti bupati, dan pemangku adat yang datang berkunjung ke Tolitoli.Penelitian ini betujuan untuk mendeskripsikan Bentuk Penyajian tari Moduai yang berada di Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli, karena tari Moduai sendiri sudah mengalami beberapa kali perubahan selama masa ke masa. Tarian Moduai saat ini adalah hasil pengembangan dari bapak Kiswan Ponulele yang merupakan seniman Tolitoli.Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, Tehnik pengumpulan data diawali dengan observasi terlebih dahulu, kemudian melakukan wawancara dan mengamati secara langsung bentuk penyajian tari Moduai kemudian di dokumentasikan dalam bentuk foto dan video.Dari hasil analisis tari Moduai di tarikan oleh 3 atau 5 orang penari putri yang memakai pakaian adat Tolitoli, memiliki 5 motif gerakdan 11 pola lantai dan di iringi oleh alat musik Gulintang, Gagandang dan Gong. Yang menjadi keunikan dari tari Moduai yakni berkaitan langsung dengan legenda asal muasal nama Kabupaten Tolitoli, sehingga tari Moduai di patenkan menjadi tari khas Tolitoli.
Interferensi Morfologi Bahasa Gorontalo pada Bahasa Indonesia Tutur Sisa dan Guru SMK Negeri 1 Kota Gorontalo Sri Fajriani Ohi; Dakia N. Djou; Muslimin Muslimin
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 11, No 3 (2021): (September 2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.12 KB) | DOI: 10.37905/jbsb.v11i3.10737

Abstract

       Interferensi adalah penggunaan unsur bahasa lain oleh bahasawan yang bilngual dan dipandang berupa kesalahan yang terjadi pada tataran bahasa. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini ini adalah (1) Bagaimanakah interferensi morfologi bahasa Gorontalo pada bahasa Indonesia tutur siswa dan guru SMK Negeri 1 Kota Gorontalo? (2) Faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya interferensi morfologi bahasa Gorontalo pada bahasa Indonesia  tutur siswa dan guru SMK Negeri 1 Kota Gorontalo?. Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan interferensi morfologi bahasa Gorontalo pada bahasa Indonesia tutur siswa dan guru SMK Negeri 1 Kota Gorontalo? (2) Mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya interferensi morfologi bahasa Gorontalo pada bahasa Indonesia tutur siswa dan guru SMK Negeri 1 Kota Gorontalo.      Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode tersebut digunakan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk interferensi dan faktor terjadinya interferensi morfologi bahasa Gorontalo pada bahasa Indonesia tutur siswa dan guru SMK Negeri 1 Kota Gorontalo. Sumber datanya berasal dari tuturan-tuturan siswa dan guru, guru dan guru, siswa dan siswa yang berada di lingkungan sekolah. Adapun teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu teknik simak tak libat cakap, teknik catat, dan teknik rekam. Teknik analisis data adalah mengidentifikasi bahasa Gorontalo yang terinterferensi bahasa Indonesia, kemudian mengklasifikasi, menganalisis hasil penelitian, dan menyimpulkan hasil penelitian. Pada hasil penelitian ini peneliti menemukan beberapa bentuk-bentuk interferensi morfologi bahasa Gorontalo pada bahasa Indonesia tutur siswa dan guru SMK Negeri 1 Kota Gorontalo berupa bentuk afiksasi, dan bahasa yang memposisikan diri. Afiksasi terdiri atas unsur dan leksikal. Unsur dalam penelitian ini yakni, unsur bo, olo, debo, mota, mai, tingga-. Bentuk interferensi lain adalah kata–kata bahasa Gorontalo yang mulai memposisikan diri dalam bahasa tutur Masyarakat. Faktor yang mempengaruhi terjadinya interferensi ini adalah faktor lingkungan dan kebiasaan.
STRATEGI PELESTARIAN LONGGO SEBAGAI WARISAN BUDAYA GORONTALO DI SMA NEGERI 2 GORONTALO Sunarsi N. Dai; Habiba Hulopi; La Ode Sarudin
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 13, No 1 (2023): (Januari 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.706 KB) | DOI: 10.37905/jbsb.v13i1.18806

Abstract

The people of Gorontalo have many cultural heritages, one of which is longgo. Longgo is a martial art that has existed since ancient times. Until now, it is still maintained even though only controlled by certain groups in Gorontalo society. Longgo has noble values that can provide strengthening character education for the younger generation. However, in reality, the younger generation of Gorontalo do not know this traditional martial art anymore. This research uses qualitative research methods. The purpose of this study is to: describe the existence of longgo among the people of Gorontalo, and the efforts that can be made in preserving longgo as a cultural heritage full of noble values. The benefits of this research are expected to: broaden knowledge about the local wisdom of longgo martial arts and procedures for its implementation in Gorontalo society, add reinforcement for Gorontalo people to preserve longgo, make the results of this research part of a joint effort in realizing government policies in supporting local cultural preservation. The results of this research indicated that longgo will be preserved if all the people in Gorontalo protect and promote this martial art seriously. 
SEMIOTICS ANALYSIS OF PUNJABI’S SIKH WEDDING CEREMONY AT GURGWARA SHREE GURU NANAK DEV JI MEDAN Sheetal Sheetal; Muhammad Kiki Wardana
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 12, No 1 (2022): (Januari 2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.789 KB) | DOI: 10.37905/jbsb.v12i1.13146

Abstract

Marriage is carried out through religious rules or customs. Almost similar to Indonesian culture which has several processions of a series of wedding ceremonies, Punjabi traditions consist of various cultural and religious customs. This research is focused on Indian wedding culture and this research was also conducted to find out what signs and symbols are found in Punjabi Sikh Wedding Ceremonies and how they are used. The theory used in this research is Pierce's Semiotics Theory. The location in this research will be conducted in Gurdwara Shree Guru Nanak Dev Ji Medan. This type of research is a qualitative research with descriptive method which aims to provide an objective description of a situation in the field with data collection techniques carried out by interviews, documentation, interviews and questionnaires.
PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL PADA PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI Eka Sartika
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 11, No 2 (2021): (Mei 2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.155 KB) | DOI: 10.37905/jbsb.v11i2.14038

Abstract

Karena adanya pandemic Covid-19 yang menyebar keseluruh  wilayah Indonesia, maka  pembelajaran yang semula dilakukan di sekolah kini digantikan dengan sistem online di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat teknologi pembelajaran online pada masa pandemi. Pemanfaatan media digital sebagai salah satu alternatif harus dilakukan oleh tiap satuan pendidikan untuk mempermudah dalam penyampaian materi pembelajaran dari guru kepada peserta didik. Terdapat banyak media digital atau platform digital yang dapat dimanfaatkan oleh satuan pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran daring di Indonesia menggunakan platform google classroom, YouTube, WAG, Zoom, serta Googlemeet. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif yang mendeskripsikan  serta menunjukkan bahwa teknologi ataupun media di gital memiliki banyak sekali peran dan manfaat dalam dunia pendidikan terlebih saat pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi Covid-19 ini. Dengan metode yang di lakukan dalam penulisan artikel ini yaitu saya menggunakan metode studi pustaka dan literature.   
Analisis Interferensi Morfologi Bahasa Jawa ke Bahasa Indonesia dalam Film “Sepatu Dahlan” Karya Benni Setiawan Karim, Muhdie Amir; Febryta, Tita
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 12, No 3 (2022): (September 2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.854 KB) | DOI: 10.37905/jbsb.v12i3.16002

Abstract

ABSTRAKInterferensi bahasa adalah ruang lingkup kajian yang dijelaskan dalam ilmu sosiolinguistik. Sosiolinguistik merupakan bagian dari satu dari sekian banyak cabang dalam ilmu linguistik. Sementara bahasa adalah bidang ilmu yang membahas tentang bahasa maupun lisan yang memiliki karakteristik empiris, rasional, dan sistematik sebagai penjelasan sistematis struktur dan aturan bahasa. Interferensi morfologi adalah ilmu memecahkan masalah yang berkaitan dengan pembentukan dan perubahan tatanan kata secara gramatikal. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Adapun tujuannya adalah untuk mengetahui bentuk interferensi morfologi dari bahasa Jawa pada film “Sepatu Dahlan”, dan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya interferensi morfologi tersebut. Berdasarkan penelitian dalam film “Sepatu Dahlan” peneliti menemukan berupa bentuk interferensi pola proses morfologi yang terdiri dari prefiks, konfiks, dan sufiks. Sedangkan faktor-faktor penyebab terjadinya interferensi dalam film “Sepatu Dahlan” memasuki dua faktor, yaitu faktor internal linguistik dan faktor eksternal non linguistik. Faktor internal linguistik dapat masuk ke dalam dua bentuk faktor yaitu kontak bahasa dan transfer negatif. Sedangkan faktor eksternal non linguistik dapat dibagi menjdikelompokkan ke dalam dua bentuk yaitu, kebiasaan berbahasa Jawa dan sikap berbahasa. Sedangkan faktor-faktor penyebab terjadinya interferensi dalam film “Sepatu Dahlan” memasuki dua faktor, yaitu faktor internal linguistik dan faktor eksternal non linguistik. Faktor internal linguistik dapat masuk ke dalam dua bentuk faktor yaitu kontak bahasa dan transfer negatif. Sedangkan faktor eksternal non linguistik dapat dibagi menjdikelompokkan ke dalam dua bentuk yaitu, kebiasaan berbahasa Jawa dan sikap berbahasa. Sedangkan faktor-faktor penyebab terjadinya interferensi dalam film “Sepatu Dahlan” memasuki dua faktor, yaitu faktor internal linguistik dan faktor eksternal non linguistik. Faktor internal linguistik dapat masuk ke dalam dua bentuk faktor yaitu kontak bahasa dan transfer negatif. Sedangkan faktor eksternal non linguistik dapat dibagi menjdikelompokkan ke dalam dua bentuk yaitu, kebiasaan berbahasa Jawa dan sikap berbahasa.Kata kunci : Sosiolingusitik; Interfensi; Morfologi; Film Sepatu Dahlan.ABSTRAKInterferensi bahasa merupakan ruang lingkup kajian yang diuraikan dalam sosiolinguistik. Sosiolinguistik merupakan bagian dari linguistik. Sedangkan linguistik adalah ilmu yang mempelajari bahasa tulis dan lisan yang mempunyai ciri empiris, rasional, dan sistematis sebagai penjelasan yang sistematis tentang struktur dan kaidah yang berkaitan dengan kaidah bahasa. Interferensi morfologi adalah ilmu bahasa yang bertugas memecahkan masalah yang berkaitan dengan pembentukan gramatikal dan perubahan susunan kata. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Tujuannya adalah untuk mengetahui jenis-jenis interferensi morfologi bahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia dalam film “Dahlan Shoes”, dan faktor-faktor yang mempengaruhi interferensi morfologi tersebut. Berdasarkan penelitian pada film “Dahlan Shoes” peneliti menemukan bentuk interferensi pada pola proses morfologi yang terdiri dari prefiks, konfiks, dan sufiks. Sedangkan faktor penyebab interferensi dalam film “Dahlan Shoes” terbagi menjadi dua faktor yaitu faktor internal linguistik dan faktor eksternal nonlinguistik. Faktor internal linguistik dapat dibagi menjadi dua yaitu bahasa kontak dan transfer negatif. Sedangkan faktor nonlinguistik dapat dibedakan menjadi dua yaitu, kebiasaan berbahasa Jawa dan sikap berbahasa.Kata Kunci: Sosiolinguistik; Gangguan; Morfologi; Sepatu Dahlan Film.
Makna dan Pesan dalam Cuplikan Gambar Video klip yang berjudul Corona La oleh Family Media Co (Kajian Analisis Semiotika Sanders peirce) Nadia Rahmi Nadia Rahmi
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 11, No 2 (2021): (Mei 2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.318 KB) | DOI: 10.37905/jbsb.v11i2.10257

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan makna dan pesan yang terdapat dalam Cuplikan gambar Video Klip yang berjudul Corona La. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif, yaitu dengan mendeskripsikan bentuk dari tanda-tanda yang ada di dalam cuplikan video singkat tersebut, sehingga makna yang terdapat dalam tanda bisa terungkap. Adapun teori dalam penelitian ini adalah teori semiotika yang dipelopori oleh Sanders Peirce. Hasil dari penelitian ini yaitu makna pada gambar yang sudah ditelususi yaitu makna pentingnya menjaga serta mematuhi protokol kesehatan yang sudah diperintahkan oleh pemerintah, makna lain juga menggambarkan keadaan masyarakat selama masa Corona, keadaan tersebut dapat berupa kesenangan dan kebosanan ketika berada di dalam rumah selama sosial destancing. Adapun pesan yang terdapat dala cuplikan gambar pada video tersebut yaitu anjuran untuk mematuhi protokol kesehatan, disamping itu juga terdapat pesan moral agar masyarakat memanfaatkan masa di rumah untuk melakukan hal-hal yang positif dan melakukan hal produktif, menghargai kebersamaan bersama keluarga.Kata Kunci : Peirce, Semiotika, Video.
KRIMINALITAS DALAM NOVEL PERJANJIAN RAHASIA KARYA SANDRA BROWN Uyan Saipi; Herson Kadir; Jafar Lantowa
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 11, No 1 (2021): (Januari 2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.108 KB) | DOI: 10.37905/jbsb.v11i1.10085

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kriminalitas dan faktor penyebab terjadinya kriminalitas terhadap tokoh, dalam novel Perjanjian Rahasia Karya Sandra Brown. Krimininalitas berupa tindak kekerasan. Kekerasan fisik, kekerasan psikologis, kekerasan deprivasi. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah berupa kata-kata, kalimat, dan paragraf yang mengungkapkan adanya kriminalitas berupa tindak kekerasan, kekerasan fisik, kekerasan psikologis, kekerasan deprivasi. Sumber data adalah novel Perjanjian Rahasia Karya Sandra Brown. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara membaca dengan teliti, melakukan penandaan, melakukan pencatatan, melakukan klarifikasi, serta menyajikan hasil temuan dalam novel Perjanjian Rahasia karya Sandra Brown. Teknik analisis data dilakukan adalah dengan cara memeriksa kembali data, memgindentifikasi, mengkategorisasi, menganalisis, menginterpretasi, serta menyimpulkan hasil data penelitian. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa yang pertama, kekerasan fisik dalam novel Perjanjian Rahasia karya Sandra Brown, adalah berupa pemasukan alat cervical cup ke dalam tubuh tokoh, yang berfungsi sebagai penahan cairan semen beku. Agar tokoh bisa hamil yang dilakukan seorang dokter kepada istrinya sendiri. Kedua, kekerasan psikologis,berupa membuat tokoh merasa ketakutan dan penyerangan harga diri dengan cara menghina. Ketiga, kekerasan deprivasi berupa pembiaran dengan cara membiarkan anak ketika sakit serius, dan juga merasa tidak perduli terhadap anak yang meninggal dunia. Tidak ada rasa duka terhadap anak sendiri. Adapun faktor-faktor yang menyebakan terjadinya kriminalitas di dalam novel ini terbagi atas dua yaitu (1) faktor Ekonomi dan (2) faktor dalam diri.
PEMBELAJARAN ANSAMBEL REBANA GORONTALO MELALUI PENERAPAN METODE NUMBER HEAD TOGETHER (NHT) DI KELAS VIII SMP NEGERI 3 LIMBOTO KABUPATEN GORONTALO Podu, Mohamad Hidayat; Karlan, La Ode
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 12, No 2 (2022): (Mei 2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.894 KB) | DOI: 10.37905/jbsb.v12i2.16339

Abstract

Pembelajaran Ansambel Rebana Gorontalo menggunakan metode Number Head Togather (NHT) merupakan penelitian yang bertujuan untuk melihat dan mendesriksipkan sejauh mana penerapan metode NHT pada pembelajaran ansabel musik tradisi di kelas VIII SMP Negeri 3 Limboto. Untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini digunakan beberapa teori yaitu Pembelajaran, Ansambel Musik Tradisional, Ansambel Musik, Metode Pembelajaran Kooperatif dan Metode Number Head Togather.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif guna membantu memahami dan mendeskrisikan hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan yang ada dalam penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan pada saat proses pembelajaran memasuki tahap beransambel, penerapan metode NHT sangat berpengaruh. Tanggung jawab dari setiap siswa semakin tinggi untuk membawakan tugas yang telah didapatkan dalam memainkan pola rabana Gorontalo secara bersama-sama dengan teman lainnya dari awal hingga akhir. Meskipun dalam prosesnya masih terdapat siswa yang masih keliru atau kurang tepat dalam memainkan pola ritme yang menjadi tugasnya, nomor kepala dari setiap siswa sangat berperan dalam memupuk kerjasama antar siswa, baik antara siswa dalam satu kelompok maupun siswa yang memiliki nomor kepala yang sama. Dari penelitian ini didapatkan hasil yaitu berdasarkan penilaian individu dengan tiga indikator penilaian, siswa yang mendapat nilai ‘Sangat Baik (SB)' berjumlah delapan orang dan satu orang siswa mendapat nilai ‘Baik (B). Selanjutnya berdasarkan penilaian secara kelompok, dari tiga kelompok ansambel rebana Gorontalo satu kelompok mendapat nilai ‘Sangat Baik (SB)' dan dua kelompok mendapat nilai ‘Baik (B)'.
Konsep Manusia dalam Budaya Yadnya Kasada di Gunung Bromo (Kajian dalam perspektif Laudato Si Art. 84-88) Marianus Ivo Meidinata
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 11, No 3 (2021): (September 2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.095 KB) | DOI: 10.37905/jbsb.v11i3.12126

Abstract

AbstrakStudi ini Perhatian Perhatian pada hubungan manusia dengan Allah dan Bumi, dalam konteks masyarakat Tengger. Relasi ini kemudian diwujudkan oleh manusia dalam budaya Yadnya Kasada yang dilaksanakan sebagai tanda syukur dan harapan masyarakat kepada Allah atas limpahan berkat melalui Gunung Bromo. Metodologi dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan. Melalui filosofis fenomenologis, penulis hendak melihat fenomena dan makna yang terkandung dalam budaya Yadnya Kasada dalam perspektif menurut ensiklik Laudato Si', khususnya pasal 84-88. Terkait hal ini, penulis sampai pada sebuah kesimpulan bahwa masyarakat Tengger menyadari dunia relasionalitasnya melalui kearifan/kebijaksanaan setempat, mitos leluhur dan kehadiran Gunung Bromo yang memberi kesejahteraan. Dalam hal ini, Yadnya Kasada hadir sebagai penuntun perilaku manusia pada sikap dan pemahaman akan relasionalitas. Budaya ini menjadi tanda dan sarana relasi ini dilakukan. Yadnya Kasada adalah proses pembaruan, yang mana manusia diingatkan akan jati diri dan tujuan keberadannya di dunia. AbstrakKajian ini memperhatikan kehidupan hubungan manusia dengan Tuhan dan Bumi, dalam konteks masyarakat Tengger. Hubungan ini kemudian diwujudkan oleh manusia dalam budaya Yadnya Kasada yang dilakukan sebagai tanda syukur dan harapan masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan berkah melalui Gunung Bromo. Metodologi dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan. Melalui kajian filosofis fenomenologis, penulis ingin melihat fenomena dan makna yang terkandung dalam budaya Yadnya Kasada dalam perspektif menurut ensiklik Laudato Si' khususnya pasal 84-88. Terkait dengan hal tersebut, penulis mengambil kesimpulan bahwa masyarakat Tengger sadar akan dunia relasionalitas melalui kearifan lokal, mitos leluhur dan keberadaan Gunung Bromo yang memberikan kemakmuran. Pada kasus ini, Yadnya Kasada hadir sebagai pedoman perilaku manusia dalam sikap dan pemahaman relasionalitas. Budaya ini merupakan tanda dan sarana agar hubungan tersebut terlaksana. Yadnya Kasada merupakan proses pembaharuan, dimana manusia diingatkan kembali akan jati dirinya dan tujuan keberadaannya di dunia. 

Page 4 of 16 | Total Record : 157