cover
Contact Name
Muslimin
Contact Email
jurnalbdb@gmail.com
Phone
+6281243230260
Journal Mail Official
jurnalbdb@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Negeri Gorontalo, Jl. Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie, Desa Moutong, Kec. Tilongkabila, Kab. Bone Bolango Telepon (0435) 821125 Fax. (0435) 821752, email: jurnalbdb@gmail.com | http://ejurnal.ung.ac.id/index.php/JBSP/
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya
ISSN : 20886020     EISSN : 27765733     DOI : https://doi.org/10.37905/jbsb
Core Subject : Education, Social,
The aims of this journal is to provide a venue for academicians, researchers and practitioners for publishing the original research articles or review articles. The scope of the articles published in this journal deal with a broad range of topics, including: - Indonesian Language - Indonesian Literature - Indonesian Culture - Teaching Indonesian Language and Literature - Foreign Language and Literature - Language Acquisition
Articles 157 Documents
STRUKTUR KOMIK BIOGRAFI HASAN AL-BANNA KARYA ABU FATHIYA DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PERAGAMAN SASTRA ANAK Ariati Suleman Matawu; Mohamad Karmin Baruadi; Zilfa Achmad Bagtayan
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 11, No 1 (2021): (Januari 2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.601 KB) | DOI: 10.37905/jbsb.v11i1.9974

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbol ‘Mim’ dalam novel Khadijah karya Sibel Eraslan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif. Kutipan berbentuk leksia yang menggambarkan makna simbol ‘Mim’ adalah data penelitian ini. Sumber data diperoleh dari novel Khadijah karya Sibel Eraslan. Data diperoleh dari teknik pembacaan dan pencatatan. Data dianalisis dengan cara mengklasifikasi, menganalisis, mendeskripsi, menginterpretasi, dan menyimpulkan. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa: (1) makna simbol ‘Mim’ ditinjau dari kode hermeneutik menggambarkan kemuliaan Nabi Muhammad Saw., yang patut untuk dicintai; (2) makna simbol ‘Mim’ ditinjau dari kode semik dan simbolik. Makna simbol ‘Mim’ ditinjau dari kode semik menggambarkan ungkapan kemuliaan sosok Nabi Muhammad Saw., yang patut untuk diteladani. Makna simbol ‘Mim’ ditinjau dari kode simbolik menggambarkan kemuliaan cinta Khadijah, kemuliaan derajat Nabi Muhammad Saw., dan kemuliaan Khadijah istri Nabi; (3) Makna simbol ‘Mim’ ditinjau dari kode proaeretik menggambarkan kemuliaan perjuangan Nabi Muhammad Saw., dalam menjalankan amanah sebagai Nabi dan Rasul; (4) Makna simbol ‘Mim’ ditinjau dari kode kultural menggambarkan kemuliaan petunjuk yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw., sebagai utusan terakhir. Dengan demikian, makna simbol ‘Mim’ dalam novel Khadijah karya Sibel Eraslan adalah kemuliaan Nabi Muhammad Saw., sosok yang patut untuk dicintai dan diteladani.
DISKRIMINASI TERHADAP MASYARAKAT DALAM NOVEL SEKALI PERISTIWA DI BANTEN SELATAN KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER Yulinar Yulinar; Sitti Rachmi Masie; Heman Didipu
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 11, No 1 (2021): (Januari 2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.368 KB) | DOI: 10.37905/jbsb.v11i1.9963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan diskriminasi terhadap masyarakat dalam novel Sekali Peristiwa di Banten Selatan karya Pramoedya Ananta Toer. Diskriminasi tersebut antara lain diskriminasi ras, diskriminasi verbal, diskriminasi fisik, dan diskriminasi gender. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan teknik catat. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah kata-kata, kalimat, dan paragraf yang mengungkapkan adanya diskriminasi terhadap masyarakat berupa diskriminasi ras, disriminasi verbal, diskriminasi fisik, dan diskriminasi gender. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Sekali Peristiwa di Banten Selatan karya Pramoedya Ananta Toer. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa yang pertama, diskriminasi ras dalam novel Sekali Peristiwa di Banten Selatan adalah perbedaan perlakuan yang dilihat melalui tindakan perbedaan kegiatan ekonomi baik itu pekerjaan, status sosial, jabatan yang dilakukan oleh golongan masyarakat kelas atas terhadap masyarakat kelas bawah; yang kedua, diskriminasi verbal yang berwujud dalam fitnah, stigmatisasi atau pemberian ciri negatif pada pribadi atau pada kelompok tindakan tersebut berupa tindakan membentak, memaki, mengancam, menghina, menghardik, memaksa, dan memarahi; yang ketiga, diskriminasi fisik dalam Sekali Peristiwa di Banten Selatan berupa tindakan kekerasan seperti pemukulan, penganiayaan, dan juga penyerangan; yang keempat, diskriminasi gender dalam novel Sekali Peristiwa di Banten Selatan ditemukan diskriminasi gender pelabelan terhadap perempuan dan kekerasan berupa kekerasan fisik, non fisik, dan kekerasan dalam rumah tangga.
ANALISIS PENDEKATAN PSIKOLOGI SASTRA DALAM NOVEL RE: DAN PEREMPUAN Sartika, Eka; Kau, Munkizul Umam; Asmagvira, Asmagvira; Hidayanti Ali, Ayu
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 12, No 2 (2022): (Mei 2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.578 KB) | DOI: 10.37905/jbsb.v12i2.15801

Abstract

Dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang sebuah psikologi sastra dalam sebuah novel yang berjudul “Re: dan Perempuan” karya Maman Suherman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan menggunakan teori dari Sigmund Freund yang dimana memuat tiga macam psikis dalam teorinya, yaitu Id, Ego dan super Ego. Dalam penelitian ini juga memfokus kan kepada tokoh utama dalam novel yang mendapatkan dua teks dalam psikis Id, dua teks dalam psikis Ego dan satu teks dalam psikis super Ego. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam novel berjudul “Re: dan Perempuan” karya Maman Suherman tersebut terdapat tiga macam psikis teori Sigmund Freud yaitu Id, Ego dan Super ego.
Analisis Perbandingan Bunga Meihua dan Sakura yang Terlihat Sama Tetapi Berbeda Yolanda Natalia; Rudiansyah Rudiansyah
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 11, No 3 (2021): (September 2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.65 KB) | DOI: 10.37905/jbsb.v11i3.11144

Abstract

Flowers are one of the plants that are in great demand for cultivation or even just as decorations during certain celebrations. Meihua flowers and cherry blossoms are very beautiful flowers, not infrequently many can't tell the difference between these two types of flowers, because they really look the same. If you look closely, these two types of flowers are very easy to distinguish, starting from the shape, color and fragrance. This research uses qualitative descriptive by describing pictures of a natural phenomenon without any engineering or human intervention. From this study it can be clearly seen that the comparison between meihua flowers and cherry blossoms is the difference in the shape of the leaves, petioles, trees, flower petals and the resulting fragrance. but behind that there are benefits from this plant which is used for several purposes such as medicines and beauty products. In Chinese and Japanese beliefs, this plant also has different meaning and meanings.Keywords: meihua flower; cherry blossom; philosophy
FIGURATIVE LANGUAGE IN TAYLOR SWIFT’S SONGS (A SEMANTIC ANALYSIS) Suleman Bouti; Rusni Podungge; Irmawaty Umar; Meity Dasinsingon
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 13, No 1 (2023): (Januari 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.227 KB) | DOI: 10.37905/jbsb.v13i1.18800

Abstract

This study aimed to find out the types of figurative language meaning in Taylor Swift’s songs. There are two songs by Taylor Swift in the album 1989 with the title blank space and new romantics were used in this research as the data. This research has conducted with used descriptive qualitative method. The approach used in this research is a semantic analysis based on linguistics theory. This research used two main theories by Abram (1999), which focuses on analyzing the types of figurative language and the theory of meaning by Leech (1974) which focuses on analyzing the meaning in blank space and new romantic songs. The technique of collecting the data used library research. The data were analyzed by identifying, classifying, and analyzing. This research indicated seven types of figurative language were found in this research. As the result, there are 6 types of metaphor, 6 types of simile, 2 types of personification, 4 types of hyperbole, 12 types of symbolism,  1 type of irony, and 2 types of paradox. Furthermore, the researcher also found 5 types of semantic meaning in blank space and new romantic songs. There are 5 types of connotative meaning, 11 types of affective meaning, 9 types of social meaning, 1 type of conceptual meaning, and 2 types of collocative meaning.
Makna Simbolik Pantun Banjar Samarinda dalam Teater Tradisional Sandima (Studi Kasus Pergelaran “PPKM” Taman Budaya Kalimantan Timur) Muhammad Al Fayed; G. R. Lono Lastoro Simatupang
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 12, No 1 (2022): (Januari 2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12.608 KB) | DOI: 10.37905/jbsb.v12i1.12958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui awal mulanya tradisi pantun banjar, serta untuk mengungkapkan makna simbolik pantun Banjar Samarinda pada pergelaran Sandima. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang berusaha menjelaskan, menuturkan, mendeskripsika, menganalisis dan sebagainya mengenai awal mulanya tradisi pantun Banjar di Samarinda Kalimantan Timur pada pergelaran teater tradisional Sandima. Hasil penelitian ini pun mengungkapkan dan mengetahui makna sebenarnya dari pantun dalam pergelaran teater tradisional Sandima berjudul “PPKM” di Taman Budaya Kalimantan Timur. Pantun-pantunya memberi nasihat dan pesan kepada masyarakat dan khsusunya penonton untuk menjaga seni tradisi, selain itu pantun-pantunya juga merepresentasikan keadaan sosial masyarakat kota Samarinda saat itu.Kata kunci: Makna Simbolik; Pantun Sandima; Banjar Samarinda
Perubahan Inferioritas dan Superioritas Individual Tokoh Utama dalam Novel Egosentris Karya Syahid Muhammad Meriyanti Lakoro; Sayama Malabar; Herson Kadir
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 11, No 3 (2021): (September 2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.624 KB) | DOI: 10.37905/jbsb.v11i3.11956

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mendeskripsikan perubahan inferioritas dan superioritas individual tokoh utama dalam novel Egosentris karya Syahid Muhammad. Teori yang digunakan dalam adalah psikologi individual Adler yakni tentang teori tentang pentingnya mengatasi perasaan inferioirtas menuju ke perjuangan menjadi sukses atau superioritas. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan yang menunjukkan adanya inferioritas dan superioritas individual tokoh utama dalam novel Egosentris karya Syahid Muhammad. Sumber data dalam penelitian ini adalah kutipan-kutipan cerita dalamnovel Egosentris karya Syahid Muhammad. dilakukan dengan teknik baca, teknik catat, dan teknik pengumpulan dokumentasi.Teknik analisis data yang telah terkumpul dianalisis dengan cara mengklasifikasi data sesuai dengan subtansi permasalahan pada perubahan kepribadian inferioritas ke superioritas, menganalisis dan menginterpretasi data yang menggambarkan perubahan kepribadian tokoh utama dalam novel Egosentris karya Syahid Muhammad, serta menyimpulkan hasil penelitian.Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa: 1) perubahan kepribadian idividual tokoh utama dari inferioritas ke superioritas ditinjau dari aspek kesatuan kepribadian terdapat beberapa perubahan sikap yakni berupa sikap diam menjadi kritis; 2) perubahan kepribadian tokoh utama dari inferioritas ke superioritas ditinjau dari aspek minat sosial menunjukkan sikap peduli yang sangat tinggi terhadap orang lain; 3) perubahan kepribadian tokoh utama dari inferioritas ke superioritas ditinjau dari aspek gaya hidup memperlihatkan perubahan gaya hidup yang bermanfaat bagi orang lain; 4) perubahan kepribadian tokoh utama dari inferioritas ke superioritas ditinjau dari aspek kekuatan kreatif self menunjukkan sikap kuat dalam memberikan solusi dari setiap masalah yang terjadi. Dengan demikian, perubahan kepribadian tokoh utama dalam novel Egosentris karya Syahid Muhammad menunjukkan adanya usaha dalam mengubah perasaan yang awalnya inferioritas menjadi superioritas.Kata kunci: Inferioirtas, superioritas, Kesatuankepribadian, minatsosial, gayahidup, kekuatankreatif self, novel.
Hegemoni Kekuasaan Kamandaka dalam Menaklukkan Pasir Luhur Ryolita, Widya Putri; Nurharyani, Octaria Putri
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 12, No 3 (2022): (September 2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.743 KB) | DOI: 10.37905/jbsb.v12i3.15744

Abstract

Penelitian mengenai Hegemoni Kekuasaan Kamandaka dalam Menakhlukan Pasir Luhur merupakan salah satu penelitian yang mengangkat bentuk praktek kekuasaan untuk mempengaruhi seseorang agar penguasa tersebut senantiasa menjadi subjek. Dengan metode deskriptif dengan fokus hegemoni kekuasaan, penelitian ini bertujuan membongkar bagaimana strategi Kamandaka dalam menakhlukan Pasir Luhur sehingga Kamandaka menjadi penguasa tanpa ada permusuhan dengan penguasa Pasir Luhur. Hasil yang diperoleh, Kamandaka berhasil menakhlukan Pasir Lihur dan menjadi adipati menggantikan Kandhadaha. Strategi yang dilakukan yaitu dengan menakhlukan Ciptarasa, merebut hatinya dan menikahinya. Strategi ini berhasil karena Kamandaka sebelumnya sudah mengetahui silsilah Pasir Luhur. Adipati Kandhadaha hanya memiliki 24 putri dan sudah menikah semua dengan raja dari kerajaan lain. Tersisa Ciptarasa yang baru mau akan dilamar oleh Pulebahas. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Kamandaka. Akhirnya dia mencoba masuk ke Pasir Luhur dan berhasil menahlukan Ciptarasa dan menggantikan Kandhadaha sebagai Adipati selanjutnya..Kata-kata kunci : Legenda Kamandaka; Hegemoni; Kekuasaan
EFEKTIVITAS METODE PENGAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DITINJAU DARI ASPEK PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN Larlen Larlen
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 10, No 3 (2020): (September 2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.736 KB) | DOI: 10.37905/jbsb.v10i3.10677

Abstract

Metode dalam proses belajar mengajar adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran, sesuai dengan hasil yang diinginkan. Metode pengajaran adalah prosedur, urutan, langkah-langkah, dan cara yang digunakan pengajar dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Perancangan metode-metode, misalnya metode tata bahasa terjemahan, metode langsung, dan metode audiolingual, menunjukan suatu ciri yang menonjol. Metode adalah suatu “teori” pengajaran bahasa, dalam arti teori kerja. Metode merupakan salah satu bidang yang harus dianalisis dalam pengajaran bahasa. Perkembangan ilmu pengetahuan telah mengakibatkan kita terbuai oleh suatu model atau bentuk metode tertentu ke model atau bentuk metode ekstrim lainnya. Hal ini membuat pengajaran bahasa dan sastra selama berabad-abad tidak mempunyai referensi yang sistematis tentang body of knowledge metode pengajarannya. Akibatnya banyak bidang metode pengajaran bahasa dan sastra lebih cenderung merupakan persoalan opini daripada fakta
MAKNA KAU DAN AKU DALAM PUISI “KAU INI BAGAIMANA ATAU AKU HARUS BAGAIMANA” KARYA K.H. A. MUSTOFA BISRI (KAJIAN SEMIOTIKA RIFFATERRE) Muhammad Arfan; Herson Kadir; Zilfa Achmad Bagtayan
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 11, No 1 (2021): (Januari 2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.472 KB) | DOI: 10.37905/jbsb.v11i1.9987

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna kau dan aku ditinjau dari ketidaklangsungan ekspresi, hipogram, matriks, model, dan varian dalam puisi “Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana”. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data penelitian ini yaitu makna puisi “Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana” karya K.H. A. karya Mustofa Bisri. Sumber data penelitian ini diperoleh dari puisi “Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana” karya K.H. A. Mustafa Bisri yang dimuat dalam Antologi Ohoi: Kumpulan Puisi Balsem. Pengumpulan data dilakukan dengan mendokumentasikan, membaca, mengidentifikasi, mencatat, dan menyajikan data.Hasil penelitian menunjukan bahwa pertama, makna kau dan aku dalam puisi “Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana” ditinjau dari ketidaklangsungan ekspresi terdapat penggantian arti berupa sinekdoke, penyimpangan arti berupa ironi, dan penciptaan arti berupa konsistensi homolog. Kedua, makna kau dan aku dari hipogram potensial merujuk pada praanggapan bahwa terdapat pernyataan dan tindakan kau yang dianggap bersifat positif dan negatif serta hipogram aktual puisi merujuk pada sejarah orde baru. Ketiga, matriks puisi yaitu “memoar positif dan negatif orde baru”. Model puisi yaitu “memoar orde baru”. Varian puisi tersebut, yaitu 1) segala ruang lingkup kehidupan masyarakat sangat diatur dengan detail oleh penguasa; 2) hukum hanya berlaku bagi oposisi dan kebijaksanaan terkadang bertentangan dengan hukum yang dibuat; 3) pembangunan menjadi prioritas hingga pemimpinnya dijuluki sebagai “Bapak Pembangunan”. Dengan demikian, makna kau dan aku dalam puisi ini secara semiotik menggambarkan sebuah kekuasaan rezim dan kondisi sosial rakyatnya.

Page 3 of 16 | Total Record : 157