cover
Contact Name
Serepina Yoshika Hasibuan
Contact Email
serepinahasibuan1991@gmail.com
Phone
+6282337313706
Journal Mail Official
serepinahasibuan1991@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cimangguk, RT.01/RW.02, Ujung Gn. Ilir, Kec. Menggala, Kab. Tulang Bawang, Lampung 34693
Location
Kab. tulang bawang,
Lampung
INDONESIA
Mawar Saron: Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Gereja
ISSN : 26454857     EISSN : 29868319     DOI : https://doi.org/10.62240/msj
Core Subject : Religion, Education,
Mawar Saron: Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Gereja adalah jurnal publikasi baik hasil penelitian dalam bidang Pendidikan Agama Kristen dan Gereja yang memiliki nomor ISSN 2986-8319 (Online), 2654-4857 (Print), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi. Jurnal Mawar Saron terbit 2 kali dalam setahun (Maret dan Oktober).
Articles 66 Documents
TEOLOGI PENDERITAAN: MENGAJARKAN KONSEP PENDERITAAN BERDASARKAN ALKITAB Nova Ritonga
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v3i1.33

Abstract

Penderitaan tidak pernah lekang dari kehidupan manusia. Karena itu banyak orang termasuk orang kristen salah memahami penderitaan yang dialaminya. Mereka mempersalahkan diri sendiri, orang lain, situasi dan juga Tuhan. Ini menunjukkan ketidak mengertikan manusia akan maksud dan tujuan penderitaan itu dalam hidupnya, akibatnya orang-orang tersebut tidak mempercayai lagi Tuhan yang penuh kasih karena menganggap tidak mungkin Tuhan itu penuh kasih sedangkan Ia membiarkan manusia menderita. Penelitian ini bertujuan mengajarkan penderitaan berdasarkan pandangan Alkitab sehingga orang kristen memahami penderitaan secara benar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, dimana penulis mencari sumber-sumber yang relevan dengan penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman yang kurang tentang penderitaan membuat orang kristen mengeluh ketika mengalami penderitaan, perlu dilakukan pengajaran sejak dini kepada orang-orang kristen di berbagai lini pendidikan kristen untuk memberikan pemahaman yang benar tentang penderitaan, penderitaan tidak selalu diartikan sebagai hukuman Tuhan, melalui penderitaan kuasa Tuhan nyata.
MEMAHAMI FRASA “HILANGNYA KASIH MULA-MULA” WAHYU 2:1-7 DALAM PELAYANAN GEREJA MASA KINI Sorni Lami
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v3i1.34

Abstract

Kasih Allah yang begitu besar akan dunia (Yoh. 3:16), menjadi dasar dalam setiap pelayanan kepada Allah. Jemaat di Efesus (Why. 2:17), merupakan jemaat Allah yang menunjukkan kasih yang besar kepada Allah dalam pelayanan awalnya, ketika mereka memiliki kasih mula-mula. Namun, sering berjalannya waktu Tuhan mencela pelayanan mereka, karena sebab mereka telah kehilangan kasih mula-mula dalam pelayanan mereka. Pelayanan kepada Tuhan bukan ditunjukkan banyaknya aktivitas seseorang yang berbau rohani. Pelayanan yang Allah rindukan kepada setiap kita adalah pelayanan yang lahir dari kasih mula-mula, kasih yang selalu merindukan hadirat Allah dalam kehidupan seseorang.
GEREJA YANG BERDAMPAK DI TENGAH PANDEMI Saedo Marbun
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v3i1.35

Abstract

Gereja yang berdampak adalah gereja yang melakukan pengajaran Firman Tuhan dengan konsisten. Ketika pandemi melanda bangsa Indonesia, gereja menghadapi tantangan yang besar, karena besarnya penyebaran covid-19 di Indonesia. Selama ini, pelayanan gereja dilakukan oleh pelayanan khusus, melibatkan pertemuan kontak fisik antara satu rumah atau jejaring sosial keagamaan di gedung gereja. Namun pandemi Covid-19 membatasi semua orang melakukan peribadatan dalam jumlah besar sehingga muncul banyak gereja rumah. Tetapi hal ini sebenarnya tidak boleh menjadi alasan bagi gereja untuk tidak berdampak. Oleh sebab itu, penulis mencoba mengamati dan meneliti apakah gereja masih berdampak bagi pelayanan Kristen di Indonesia bahkan masyarakat pada umumnya secara khusus di GBI Podorejo Pringsewu. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti sejauh mana dampak yang sudah dilakukan oleh GBI Podorejo selama masa pandemi covid-19. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, dengan teknik wawancara pada lima anggota jemaat. Dari hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa gereja yang berdampak adalah gereja yang terus mewartakan firman Tuhan dengan konsisten serta menerapkannya di lingkungan masyarakat. Dalam masa pandemi ini, GBI Pringsewu memang mengalami banyak kendala untuk menjalankan pelayanannya, namun masih dapat konsisten menerapkan pelayanan di lingkungan masyarakat.
Yesus Sebagai Anak Allah Berdasarkan Injil Yohanes Mathan Yunip
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v4i1.37

Abstract

Teknologi yang semakin canggih membuat semua orang dapat mengakses apapun termasuk pengajaran-pengajaran baik yang sesuai firman Tuhan atau tidak. Hal ini dapat membuat orang-orang Kristen yang belum memiliki pemahaman yang benar tentang Anak Allah dapat terseret dan meninggalkan Yesus. Penelitian ini bertujuan memaparkan konsep Anak Allah berdasarkan Injil Yohanes dan memberikan gambaran kepada pendidik bagaimana mengajarkan konsep Anak Allah ini dalam Pendidikan Agama Kristen. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, pendekatan studi kepustakaan dengan metode analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Yohanes menunjukkan bahwa gelar Anak Allah itu berkaitan dengan kemesiasan Yesus, asal-usul-Nya, mujizat-mujizat yang dilakukan-Nya, hubungannya dengan Bapa, keunikan-Nya sebagai Anak Allah, delapan sifat-sifat keunikan Yesus sebagai Anak Allah. Mengajarkan konsep Anak Allah perlu dilakukan dengan pendekatan budaya dan memperhatikan isu-isu yang sedang berkembang khususnya pengajaran-pengajaran yang sedang mencoba mengaburkan iman kristen. Mengajarkan konsep Anak Allah dimulai sejak dini dengan memperkenalkan Yesus melalui mujizat-mujizat, dan terus berkembang kepada kesatuan Anak dengan Bapa.
Eksegesis Filipi 1:27 dan Implikasinya dalam Pembentukan Iman Peserta Didik Rudy Roberto Walean
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v4i1.38

Abstract

Melakukan eksegesis yang baik dan benar dalam mencari kebenaran dalam suatu ayat itu sangat penting dimana hal tersebut adalah dapat menangkap inti pesan yang disampaikan oleh teks-teks yang kita baca. Demikian pembentukan iman sangat penting bagi peserta didik, berdasarkan hasil survei yang membuktikan bahwa anak-anak Kristen sudah tidak lagi tertarik dengan gereja dan terpengaruh dengan kenakalan yang begitu buruk, sehingga terpengaruh juga bagi sekolah. Dalam penelitian ini penulis menggunakan studi kepustakaan. Mengantisipasi masalah tersebut maka pentingnya eksegesis Filipi 1:27 dan implikasinya bagi peserta didik, untuk membentuk iman mereka. sehingga mereka dapat kembali mengenal identitas mereka bahwa mereka adalah warga Kerajaan Sorga, hidup sebagai orang percaya yang berjuang untuk Injil, dan membawa kepada perubahan hidup mereka, yakni karakter dan sikap, minat belajar, dan hasil belajar.
URGENSI PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DAN KREATIVITAS GURU UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN Setiaman Larosa
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v4i1.40

Abstract

Media pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan pendidikan. Media pembelajaran merupakan alat yang mengantar informasi atau pesan-pesan yang bertujuan instruksional dan mengandung maksud pengajaran. Penggunaan media pembelajaran yang tepat dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan minat belajar siswa. Selain itu, peran kreativitas guru dalam merancang, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran juga sangat mempengaruhi peningkatan minat belajar siswa. Guru PAK perlu memikirkan bagaimana cara untuk membangkitkan minat belajar siswa terhadap pelajaran PAK. Siswa yang memiliki minat belajar yang tinggi akan mendapatkan prestasi yang baik. Selanjutnya, prestasi yang baik ini akan menunjang peningkatan mutu PAK. Oleh sebab itu guru PAK dituntut untuk kreatif dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran PAK. Adapun tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk memberikan penjelasan pentingnya penggunaan media pembelajaran dan kreativitas guru dalam meningkatkan minat belajar siswa pada pelajaran pendidikan agama Kristen. Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif untuk mendeskripsikan secara komprehensif.
PERAN GURU PAK DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA PADA PESERTA DIDIK Saedo Marbun
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v4i1.41

Abstract

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki masyarakat yang beragam budaya, agama, etnis, ras, bahasa, suku, tradisi dan sebagainya. Realitas kehidupan masyarakat yang demikian, mudah terjadi kesalahpahaman yang mengatasnamakan agama, etnis, tradisi, sehingga berdampak pada keharmonisan hidup. Mengantisipasi munculnya kesalahpahaman tersebut maka menanamkan nilai-nilai moderasi beragama oleh Guru Pendidikan Agama Kristen pada peserta didik sangat dibutuhkan. Melihat adanya peningkatan praktik intoleran, dan radikalisme didalam lembaga-lembaga pendidikan mempertegas bahwa penanaman nilai moderasi beragama mutlak diperlukan. Guru Pendidikan Agama Kristen harus mengambil langkah-langkah antisipasi terhadap perkembangan radikalisme dikalangan peserta didik dengan memberikan pengajaran yang benar kepada peserta didik Kristen, yang bersumber dari Alkitab, bagaimana Tuhan Yesus mengajarkan kepada pengikut-Nya untuk mengasihi Allah dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri-sendiri. Guru Pendidikan Agama Kristen juga harus memberikan teladan bagaimana nilai-nilai moderasi beragama dipraktikkan di dalam kehidupan sehari-hari. Dan mendorong peserta didik untuk mengobarkan semangat toleransi beragama. Sehingga tercipta keharmonisan dan kedamaian di dalam masyarakat yang majemuk.
STRATEGI KATEKISASI SEBAGAI UPAYA PEMBINAAN JEMAAT DAN MANTAN PENCANDU NARKOBA Yohannes Nahuway
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v4i1.42

Abstract

Strategi katekisasi adalah bentuk pengajaran sebagai suatu proses untuk membentuk dan membina rasa spiritualitas atau keimanan, bagi anggota jemaat untuk mengatasi kecanduan narkoba dan mantan pencandu narkoba ataupun langkah untuk mencegah jemaat terjerumus menjadi pencandu narkoba. Pengajaran yang sesuai dengan iman Kristen yang dilakukan gereja, melalui gembala sidang, sebagai gembala yang baik, yang menuntun umat gembala (Maz. 23). Gereja dalam “Strategi Katekisasi Sebagai Upaya Pembinaan Jemaat dan Mantan Pencandu Narkoba” dapat mengupayakan jemaat untuk tidak teerjerumus kepada penyalahgunaan narkoba dan agar para mantan pencandu narkoba memiliki kesadaran untuk memperbaiki diri, mengingatkan kembali bahwa mereka adalah ciptaan Tuhan yang berharga, terikat kepada narkoba akan hanya membuat hidup mereka sengsara, dan secara sadar untuk mau hidup menjadi murid Kristus Yesus dengan tidak menggunakan narkoba lagi (menjadi ciptaan baru bersama Kristus).
“Blessed to be a Blessing” RINGKASAN KHOTBAH Yoges Mahendra Saragih
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v4i1.43

Abstract

irst, we are people who are blessed by God. Maybe we think that at times like this, it is difficult for us to feel God's blessings in our lives. However, do we realize that the Lord Jesus never stops blessing us? If you can come to church today with a healthy body, that is God's blessing. If today you can still have breakfast in the morning, it is God's blessing. If today we can still live, it is God's blessing. Second, God blesses us with a purpose. God never does anything without a lofty purpose. Peter said that let us serve according to the gifts that God has given us. Dear friends, this is what we as Christians to do in difficult times like these. We must be a blessing to others.
PENERIMAAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM KOMUNITAS IMAN Serepina Yoshika Hasibuan
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v4i1.44

Abstract

Anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah anak yang mengalami keterbatasan atau keluarbiasaan baik dalam fisik, mental, intelektual, sosial, maupun emosional yang berpengaruh secara signifikan dalam proses pertumbuhan atau perkembangannya dibandingkan dengan anak-anak lain yang seumur dengannya (Winarsih, 2013). Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI nomor 10 Tahun 2013 juga mendefinisikan ABK sebagai berikut: “Anak penyandang disabilitas adalah anak yang memiliki keterbatasan fisik, mental, intelektual, atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dan Dalam praktik kehidupan, ABK juga seringkali mengalami diskriminasi sosial karena keterbatasan yang mereka miliki. Hal ini mendorong penulis untuk meneliti dan memberikan tinjauan teologis terhadap fenomena ini guna menyadarkan masyarakat luas mengenai pentingnya penerimaan ABK dalam komunitas iman. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan teks pada studi biblika selain dari penelusuran artikel ilmiah, buku dan dokumen penting berkenaan dengan penanganan ABK.