cover
Contact Name
Tarmiji Siregar
Contact Email
tarmijisir@gmail.com
Phone
+6285275356446
Journal Mail Official
ami@uinsu.ac.id
Editorial Address
Jl. William Iskandar Ps. V, Medan Estate, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20371
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
AMI
ISSN : -     EISSN : 30467586     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
AMI: Jurnal Pendidikan dan Riset aims to publish and disseminate original works and current issues regarding the subject of research and studies in the fields of: 1. Teacher professionalism in Islamic Basic Education 2. Development and Design of Islamic Basic Education Learning 3. Application and development of the field of study or subject matter of Islamic Basic Education 4. Models, Strategies and Learning Methods for Islamic Basic Education 5. Basic education management in Islamic Basic Education 6. Use of Media and Technology in Islamic Basic Education 7. Wahdatul Ulum-based integration in Islamic Basic Education 8. Psychology of Islamic Basic Education Learning 9. Philosophy of Islamic Basic Education 10. Islamic Basic Education Policy
Articles 54 Documents
Implementasi dan Evaluasi Kebijakan Pendidikan: Sistematic Literature Review Oktapianingsi, Rama; Usiono, Usiono
AMI: JURNAL PENDIDIKAN DAN RISET Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : AMI: JURNAL PENDIDIKAN DAN RISET

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan evaluasi kebijakan pendidikan melalui pendekatan tinjauan literatur yang sistematik. Pokok masalah yang dikaji adalah bagaimana kebijakan pendidikan diterapkan dan dievaluasi dalam berbagai konteks serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dengan mengumpulkan, menyeleksi, dan menganalisis artikel ilmiah terkait kebijakan pendidikan dari berbagai sumber terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pendidikan sering melawan tantangan seperti keterbatasan sumber daya, koordinasi antar pemangku kepentingan, serta kurangnya pemantauan yang efektif. Kebijakan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan membantu mengidentifikasi hambatan dan peluang perbaikan, sehingga mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Temuan menyatakan bahwa keberhasilan implementasi sangat bergantung pada keterlibatan semua pihak dan kebijakan adaptasi sesuai konteks lokal. Kesimpulan penelitian ini memuat pentingnya pendekatan evaluasi yang mencakup dan penggunaan data empiris dalam meningkatkan efektivitas kebijakan pendidikan, serta perlunya penguatan mekanisme feedback agar kebijakan dapat berfungsi optimal untuk pembangunan pendidikan berkelanjutan.
Peran Seorang Guru dalam Membentuk Karakter Siswa di Kehidupan Sosial Masyarakat Sekitar Ansori, Toni; Lesi, Aktul Fika; Kencana Dewi, Sri Enggar; Widayanti, Linda; Dewi, Ratna Surya; Zuhro, Zeni Kumala
AMI: JURNAL PENDIDIKAN DAN RISET Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : AMI: JURNAL PENDIDIKAN DAN RISET

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai fasilitator, guru tidak hanya membawa pengetahuan dan ketrampilan kepada murid tetapi juga berperan untuk membina karakter siswa. Dalam hal ini guru dapat membantu siswa untuk membangun rasa percaya diri. Selain ilmu pengetahuan, guru juga bertanggung jawab pada proses pendidikan etika. Dalam kesehariannya ia mendorong sikap baik murid-murid dan mendidik mereka untuk menyadari bahwa perilaku ini sejumlah besar dipengaruhi oleh norma nilai budaya yang terkandung di masyarakat sekitarnya. Guru mampu memberikan contoh positif kepada pesertadidik lewat interaksi sehari-hari dalam kelas sebagai pedoman bimbingan. Kegiatan seperti ini tidak hanya meningkatkan keterampilan sosial siswa tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan lingkungan mereka. Oleh karena itu, peran guru dalam pengembangan karakter siswa sangat beragam. Kontribusi guru dalam pendidikan memiliki implementasi karakter jangka Panjang, membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan sosial dan bersedia memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Oleh karena itu, mendukung peran guru dalam pendidikan karakter ini sangat penting bagi semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat. Kegiatan semacam ini tidak hanya memberikan dampak positif dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa, tetapi juga membuat mereka lebih sadar akan lingkungannya. Karena itu, peran guru dalam pendidikan karakter siswa sangatlah penting dan bervariasi. Kontribusi guru dalam pendidikan mempunyai karakter jangka panjang sehingga mereka generasi yang siap untuk menghadapi tantangan sosial dan bersedia untuk memberikan kontribusi yang baik terhadap masyarakat. Untuk itu, sangat penting bagi semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk mendukung peran guru dalam pendidikan karakter.
Mengamati Kondisi Manula Melalui Kegiatan Home Visit Lubis, Ramadan; Naila, Shofiatun
AMI: JURNAL PENDIDIKAN DAN RISET Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : AMI: JURNAL PENDIDIKAN DAN RISET

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi manula (lanjut usia) merupakan fase kehidupan yang ditandai oleh perubahan menyeluruh pada aspek fisik, kognitif, emosional, sosial, moral, dan spiritual. Secara fisik, manula mengalami penurunan kekuatan tubuh dan fungsi pancaindra. Pada aspek kognitif, kemampuan berpikir, mengingat, dan berkonsentrasi mulai menurun. Dari sisi emosional, muncul perasaan kesepian dan kebutuhan akan perhatian. Secara sosial, interaksi dengan lingkungan berkurang akibat keterbatasan fisik dan peran. Dalam aspek moral, manula cenderung melakukan refleksi diri dan menanamkan nilai-nilai kebajikan. Sementara itu, aspek spiritual semakin kuat dengan meningkatnya ibadah dan kedekatan dengan Tuhan. Artikel ini bertujuan menguraikan kondisi manula melalui kegiatan home visit sebagai upaya memahami kesejahteraan mereka secara holistik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa home visit berperan penting dalam memahami kebutuhan manula serta menjadi sarana dukungan sosial dan emosional yang meningkatkan kesejahteraan lansia.
Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Multimedia Digital Untuk Meningkatkan Efektifitas Proses Pembelajaran Nur Nilam Sari; Nazwa Rahmadani Siregar; Dinda Widia Ningsih; Zunidar Zunidar
AMI Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran berbasis multimedia digital guna meningkatkan efektivitas proses pembelajaran. Pengembangan model dilakukan dengan memanfaatkan berbagai media digital, seperti teks, gambar, audio, dan video, untuk mendukung penyampaian materi secara lebih menarik dan interaktif. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) melalui tahap analisis, perancangan, pengembangan, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis multimedia digital layak digunakan dan mampu meningkatkan partisipasi, pemahaman, serta hasil belajar peserta didik. Dengan demikian, model ini dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan perkembangan teknologi pendidikan.
Problematika Kurikulum Integritas dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah Ibtidaiyyah Pesantren Cabang Lirboyo Fauzan Fauzan; Zakariyah Zakariyah; Ashari Ashari
AMI Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan integritas peserta didik. Namun demikian, implementasi kurikulum integritas pada lembaga pendidikan Islam masih menghadapi berbagai tantangan, khususnya pada tingkat Madrasah Ibtidaiyyah berbasis pesantren. Penelitian ini bertujuan menganalisis model kurikulum integritas, problematika implementasinya, serta hasil pembinaan peserta didik di Madrasah Ibtidaiyyah Pesantren Cabang Lirboyo Majalengka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala madrasah, guru, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum integritas diterapkan melalui integrasi nilai kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan amanah dalam pembelajaran PAI serta budaya pesantren. Problematika yang ditemukan meliputi keterbatasan kompetensi guru dalam pendidikan karakter, minimnya media pembelajaran berbasis integritas, kurang optimalnya sinergi dengan orang tua, serta keterbatasan waktu akibat tuntutan kurikulum nasional. Adapun hasil implementasi menunjukkan adanya peningkatan karakter religius, kedisiplinan, tanggung jawab, dan perilaku jujur peserta didik. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan kurikulum integritas memerlukan kolaborasi antara sekolah, pesantren, keluarga, dan masyarakat.
Strategi Pengembangan Kurikulum dalam Meningkatkan Literasi Siswa Sekolah Dasar Nabilah Ramadhani Rambe; Naysilla Ramadhani Lubis; Alya Miranti; Khairunnisa Lubis
AMI Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan kurikulum untuk meningkatkan literasi siswa sekolah dasar. Literasi adalah kompetensi fundamental yang mencakup kemampuan membaca, menulis, memahami informasi, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tinjauan pustaka, menganalisis berbagai artikel jurnal, kebijakan pendidikan, dan temuan penelitian yang berkaitan dengan implementasi kurikulum di sekolah dasar. Teknik analisis data meliputi reduksi data, kategorisasi tema, dan kesimpulan deskriptif-interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan kurikulum untuk meningkatkan literasi siswa sekolah dasar diimplementasikan melalui beberapa pendekatan utama: mengintegrasikan literasi ke dalam semua mata pelajaran, menerapkan pembelajaran berbasis proyek, memperkuat budaya literasi sekolah melalui kegiatan membaca rutin, dan mengoptimalkan peran guru sebagai fasilitator pembelajaran. Lebih lanjut, implementasi Kurikulum Independen memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk mengembangkan pembelajaran kontekstual dan berpusat pada siswa. Namun, beberapa tantangan masih ada, seperti keterbatasan kompetensi guru dalam penguatan literasi, kurangnya fasilitas pendukung, dan kesenjangan implementasi di berbagai sekolah. Oleh karena itu, dukungan kebijakan yang berkelanjutan dan penguatan kapasitas pendidik diperlukan agar pengembangan kurikulum dapat berjalan optimal dalam meningkatkan literasi siswa sekolah dasar.
Pengaruh Game Interaktif Wordwall Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas III SD Ahkmad Fahmi; Muhammad Shubhi Alwahidi; Gandy Asmara; Ika Dian Rahmawati
AMI Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya capaian hasil belajar Bahasa Indonesia pada siswa kelas rendah sekolah dasar umumnya dipicu oleh dominasi pendekatan konvensional yang monoton dan bersifat teacher-centered. Kondisi ini memicu ketimpangan karena anak usia 8–9 tahun membutuhkan stimulasi visual konkret untuk memahami materi kebahasaan yang abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara objektif pengaruh penggunaan game interaktif Wordwall terhadap peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas tiga sekolah dasar. Riset kuantitatif eksperimen ini menerapkan rancangan One-Group Pretest-Posttest Design pada sampel jenuh yang terdiri dari 30 peserta didik kelas III SDN 2 Keleyan. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes objektif pilihan ganda yang kemudian dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif dan statistik inferensial berbantuan SPSS. Hasil analisis deskriptif menunjukkan lonjakan performa akademik klasikal yang mencolok, di mana nilai rata-rata siswa meningkat pesat dari 56,33 saat pre-test menjadi 82,17 saat post-test. Secara inferensial, hasil uji hipotesis melalui Paired Samples T-Test memperoleh nilai t-hitung sebesar 19,42 yang lebih besar dari t-tabel (2,045) dengan nilai signifikansi mutlak 0,000 (< 0,05). Kesimpulannya, penggunaan media interaktif Wordwall berpengaruh secara signifikan dalam mendongkrak hasil belajar kognitif siswa. Aspek gamifikasi pada platform ini efektif mereduksi kecemasan belajar, meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik, mengeliminasi kejenuhan model konvensional, serta memperkuat retensi memori jangka panjang siswa sekolah dasar terhadap aturan kebahasaan.
Pemetaan Pendekatan Silo, Embedded, dan Integrated pada Pembelajaran STEM di Indonesia Miranda Puja Rakhmandani; Imam Sujarwo
AMI Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan Systematic Literature Review (SLR) yang bertujuan untuk memetakan tingkat keterpaduan pendekatan pembelajaran STEM di Indonesia berdasarkan kategori silo, embedded, dan integrated. Penelitian ini juga menganalisis keterpaduan STEM pada komponen pembelajaran yang meliputi model pembelajaran, bahan ajar, LKPD, dan asesmen. Metode penelitian yang digunakan mengacu pada PRISMA 2020 melalui tahapan identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi artikel. Data dianalisis secara kualitatif dengan teknik analisis tematik terhadap 29 artikel terpilih yang diperoleh dari berbagai database ilmiah dalam rentang tahun 2016 hingga 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan STEM di Indonesia didominasi oleh kategori embedded sebesar 72,41%, diikuti oleh integrated sebesar 24,14%, dan silo sebesar 3,45%. Pada analisis komponen pembelajaran, integrasi paling dominan terjadi pada model pembelajaran, sedangkan bahan ajar, media pembelajaran, dan asesmen masih menunjukkan tingkat integrasi yang rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi STEM di Indonesia masih berada pada tahap transisi menuju pembelajaran yang lebih terintegrasi secara menyeluruh.
Analisis Kesiapan Konselor Muda dalam Mengintegrasikan Budaya Digital Pada Layanan Bimbingan dan Konseling Muhammad Ikhwan Habibie; Asbi Asbi; Dika Madani; Khapi Yanti
AMI Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan budaya digital yang semakin pesat membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan konselor muda dalam mengintegrasikan budaya digital pada layanan Bimbingan dan Konseling. Kesiapan tersebut mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pelaksanaan layanan konseling. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konselor muda pada umumnya telah memiliki pemahaman dasar mengenai penggunaan teknologi digital, namun masih terdapat keterbatasan dalam penerapan secara optimal pada layanan BK, terutama dalam hal etika digital, pemanfaatan platform konseling daring, serta pengelolaan informasi konseli secara aman. Selain itu, dukungan institusi dan pelatihan berkelanjutan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesiapan konselor muda.
Peran Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa Melalui Kegiatan Literasi Suwaibatul Sa’diah; Siti Enik Mukhoiyaroh Bambang
AMI Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan literasi dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (literature review) dengan mengkaji berbagai sumber literatur yang relevan, seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel penelitian yang berkaitan dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan membaca, mencatat, dan mengelompokkan informasi dari berbagai sumber, sedangkan teknik analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.Hasil kajian menunjukkan bahwa kegiatan literasi yang dilakukan secara konsisten dan terintegrasi dalam pembelajaran mampu meningkatkan keterampilan menulis siswa secara signifikan. Kegiatan literasi juga berperan dalam memperkaya kosakata, meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, serta membantu siswa dalam mengorganisasi ide secara sistematis. Selain itu, keberhasilan penerapan literasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti metode pembelajaran, lingkungan belajar, serta ketersediaan sarana dan prasarana pendukung.Dengan demikian, penerapan kegiatan literasi secara berkelanjutan dan terencana sangat penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya dalam mengembangkan keterampilan menulis siswa.