cover
Contact Name
Tarmiji Siregar
Contact Email
tarmijisir@gmail.com
Phone
+6285275356446
Journal Mail Official
ami@uinsu.ac.id
Editorial Address
Jl. William Iskandar Ps. V, Medan Estate, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20371
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
AMI
ISSN : -     EISSN : 30467586     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
AMI: Jurnal Pendidikan dan Riset aims to publish and disseminate original works and current issues regarding the subject of research and studies in the fields of: 1. Teacher professionalism in Islamic Basic Education 2. Development and Design of Islamic Basic Education Learning 3. Application and development of the field of study or subject matter of Islamic Basic Education 4. Models, Strategies and Learning Methods for Islamic Basic Education 5. Basic education management in Islamic Basic Education 6. Use of Media and Technology in Islamic Basic Education 7. Wahdatul Ulum-based integration in Islamic Basic Education 8. Psychology of Islamic Basic Education Learning 9. Philosophy of Islamic Basic Education 10. Islamic Basic Education Policy
Articles 64 Documents
Analisis Cognitive Theory of Multimedia Learning oleh Mayer dalam Pengembangan Media Pembelajaran Digital Zunidar Zunidar; Zuhriyyatu Aqila; Sultan Salim; Nuraisyah Fitrah
AMI Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital semakin mendorong penggunaan multimedia dalam proses belajar, sehingga meningkatkan cara penyampaian materi pelajaran. Namun, penggunaan multimedia perlu disesuaikan dengan cara berpikir siswa agar bisa menghasilkan pembelajaran yang lebih baik. Artikel ini bertujuan untuk membahas Cognitive Theory of Multimedia Learning (CTML) yang dikembangkan oleh Richard E. Mayer menjadi dasar pembuatan pembelajaran digital menggunakan media. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan mengkaji berbagai buku, jurnal, dan sumber ilmu pengetahuan yang terkait dengan Cognitive Theory of Multimedia Learning (CTML). Penelitian ini menunjukkan pada tiga asumsi pokok, yaitu adanya beberapa saluran, batasan dalam kemampuan, dan proses yang dilakukan secara aktif. Selain itu, Cognitive Theory of Multimedia Learning (CTML) memiliki beberapa prinsip desain multimedia, seperti prinsip multimedia, prinsip koherensi, prinsip kontinuitas, prinsip segmentasi, dan prinsip penandaan, yang membantu siswa memahami materi dengan lebih baik. Menerapkan prinsip-prinsip itu dalam media pembelajaran digital dapat membantu siswa lebih paham konsep, meningkatkan retensi, meningkatkan motivasi belajar, dan mencapai hasil belajar yang lebih baik. Teori Kognitif Pembelajaran Multimedia memberikan kontribusi penting dalam menciptakan media pembelajaran efektif, interaktif, dan sesuai dengan cara berpikir serta proses kognitif siswa.
Analisis Kompetensi Profesional Guru Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Cantika Cantika; Chana Ronada Silaban; Listhavia Febryana Simbolon; Ona Herpina Purba; Rike Elisabet Limbong
AMI Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kompetensi profesional guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi selama proses implementasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan wawancara semi terstruktur. Narasumber adalah seorang guru mata pelajaran IPA di SMP Negeri 35 Medan dengan pengalaman mengajar enam tahun yang telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah berupaya membangun kompetensi profesionalnya secara aktif melalui penerapan pendekatan inovatif seperti project-based learning dan discovery learning, penerapan pembelajaran berdiferensiasi yang diawali asesmen diagnostik, serta pengintegrasian nilai Profil Pelajar Pancasila secara natural dalam pembelajaran. Namun demikian, terdapat delapan kendala utama yang masih dihadapi, yaitu kesulitan adaptasi terhadap kurikulum baru, pelatihan yang belum berbasis praktik, kesulitan penyusunan Modul Ajar, hambatan penerapan pembelajaran berdiferensiasi, keterbatasan fasilitas inovatif, kesulitan menanamkan nilai Profil Pelajar Pancasila, beban administrasi yang tinggi, dan keterbatasan fasilitas pendukung. Kendala yang paling dominan adalah beban administrasi yang berlebihan dan minimnya pelatihan berbasis praktik. Dukungan pemerintah berupa penyederhanaan administrasi, peningkatan kualitas pelatihan yang lebih kontekstual, dan penyediaan fasilitas yang memadai sangat dibutuhkan untuk pengembangan kompetensi profesional guru secara optimal.
Perkembangan Sosial Emosional dan Pembentukan Sikap Toleransi Pada Anak Usia Dini Khoirun Nadya; Fitria Ningsih; Alya Khairani; Azizah Hanum OK
AMI Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara multikultural memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa yang menuntut adanya sikap toleransi sejak usia dini. Permasalahan yang sering terjadi dalam masyarakat multikultural adalah rendahnya pemahaman mengenai pentingnya menghargai perbedaan sehingga berpotensi menimbulkan konflik sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran perkembangan sosial emosional anak usia dini dalam pembentukan sikap toleransi, empati, dan saling menghargai. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui pengumpulan data dari buku, jurnal ilmiah, artikel, dan penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi untuk menelaah berbagai teori dan hasil penelitian yang berkaitan dengan perkembangan sosial emosional dan pembentukan sikap toleransi pada anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan sosial emosional berperan penting dalam membentuk sikap toleransi anak melalui interaksi sosial, pembiasaan perilaku positif, serta keteladanan dari guru dan orang tua. Dengan demikian, penanaman nilai toleransi sejak usia dini perlu dilakukan secara konsisten di lingkungan keluarga dan sekolah agar anak mampu hidup harmonis di tengah keberagaman masyarakat.
Pengaruh Growth Mindset Orang Tua Dalam Keharmonisan Keluarga Terhadap Akademik Siswa Alya Sukmasyariah; Elen Prima
AMI Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan akademik siswa sering kali dipandang sebagai hasil dari proses formal di sekolah, padahal pondasi utamanya bermula dari lingkungan domestik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan growth mindset (pola pikir bertumbuh) oleh orang tua berkontribusi terhadap penciptaan keharmonisan keluarga dan dampaknya terhadap pencapaian akademik siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur (library research), mengintegrasikan berbagai artikel ilmiah, buku, dan dokumen relevan terkait pengasuhan cerdas berbasis growth mindset serta keterlibatan orang tua dalam pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa orang tua yang memiliki growth mindset cenderung berfokus pada apresiasi proses, evaluasi positif terhadap kegagalan, dan komunikasi dua arah yang sehat. Pola pengasuhan ini secara signifikan mampu mereduksi konflik destruktif di rumah sehingga menciptakan atmosfer keluarga yang harmonis dan aman secara psikologis. Lingkungan rumah yang harmonis tersebut bertindak sebagai fasilitator emosional yang meningkatkan motivasi intrinsik, keterlibatan aktif (student engagement), serta resiliensi siswa dalam menghadapi tantangan belajar di sekolah. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa sinergi antara pola pikir bertumbuh orang tua dan keharmonisan keluarga merupakan variabel krusial yang menopang ketahanan dan kesuksesan akademik siswa. Implikasi penelitian menyarankan pentingnya psikoedukasi atau sosialisasi parenting berbasis growth mindset bagi masyarakat luas.
Implementasi Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia Pada Materi Teks Puisi Dalam Kurikulum Merdeka di Kelas VIII SMP Negeri 16 Kota Jambi Muhammad Haikal; Taufik Hidayat Simanjuntak; A. K Farhan; Helty Helty; Liza Septa Wiliyanti
AMI Vol 4, No 2 (2026)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to describe the implementation of Indonesian language learning strategies for poetry text materials in the Merdeka Curriculum at Class VIII/I of SMP Negeri 16 Jambi City. This study employed a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive analysis model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the learning strategies, particularly discussion and practice, encouraged students to actively participate in analyzing, writing, and presenting poetry. The implementation was supported by interactive learning strategies, students' enthusiasm, and the teacher's classroom management skills. However, several obstacles were identified, including limited learning media and differences in students' self-confidence. To overcome these challenges, the teacher optimized the available learning media, provided motivation, and applied interactive teaching methods. Therefore, the implementation of Indonesian language learning strategies for poetry texts was in accordance with the principles of the Merdeka Curriculum, which emphasizes student-centered learning.
Peran Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Matematika berbasis STEM terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siti Umi Fadilah; Imam Sujarwo
AMI Vol 4, No 2 (2026)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) berpotensi besar mentransformasi pendidikan, namun kajian sistematis mengenai integrasinya dalam pembelajaran matematika berbasis STEM dan dampaknya terhadap berpikir kritis masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran matematika berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) terhadap kemampuan berpikir kritis matematis. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis artikel terindeks Scopus dan Sinta yang diterbitkan pada periode 2021–2026. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 22 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi AI dalam pembelajaran matematika berbasis STEM mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui pengalaman belajar yang adaptif, personal, dan interaktif. AI berperan sebagai cognitive scaffolding yang mendukung pemahaman konsep, memperbaiki miskonsepsi, serta mengembangkan kemampuan analisis, evaluasi, penalaran logis, dan pemecahan masalah matematis. Efektivitas AI semakin optimal ketika diintegrasikan dengan model pembelajaran aktif, seperti Problem-Based Learning dan Guided Inquiry. Namun, penggunaan AI secara pasif berpotensi menimbulkan ketergantungan kognitif dan belum sepenuhnya efektif dalam menyelesaikan permasalahan matematika yang kompleks. Oleh karena itu, implementasi AI memerlukan strategi pedagogis yang tepat dan pendampingan guru agar mampu mengoptimalkan pengembangan kemampuan berpikir kritis matematis.
PENULISAN TEKS BERITA: KESALAHAN BERBAHASA DALAM TATARAN MORFOLOGI DI MTS NEGERI 1 PACITAN Marsha Salsabilla Kussandi; Mukodi Mukodi; Arif Mustofa
AMI Vol 4, No 2 (2026)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus dikuasai peserta didik, termasuk dalam penulisan teks berita yang menuntut ketepatan penggunaan kaidah bahasa, khususnya aspek morfologi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk kesalahan morfologi dan faktor penyebabnya pada penulisan teks berita siswa kelas VII H MTs Negeri 1 Pacitan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data berupa kesalahan morfologi pada teks berita siswa yang diperoleh melalui dokumentasi, observasi, serta wawancara dengan guru Bahasa Indonesia dan siswa. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 22 kesalahan morfologi, terdiri atas 17 kesalahan afiksasi, 4 kesalahan reduplikasi, dan 1 kesalahan pemajemukan. Kesalahan afiksasi menjadi bentuk yang paling dominan. Faktor penyebabnya meliputi kurangnya pemahaman kaidah morfologi, pengaruh bahasa sehari-hari, dan rendahnya ketelitian siswa. Temuan penelitian menunjukkan perlunya penguatan pembelajaran morfologi melalui latihan menulis berkelanjutan agar kemampuan menulis siswa sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
Khataman Al-Qur'an dalam Shalat Tarawih sebagai Media Experiential Learning di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Klinterejo Sita Acetylena; Illu Huril Firdaus
AMI Vol 4, No 2 (2026)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi khataman Al-Qur'an dalam shalat Tarawih di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Mojokerto, sebagai sebuah sistem teknologi pembelajaran dan wahana experiential learning. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menggali data dari wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini telah bertransformasi menjadi tiga klaster instruksional yang terstruktur: khataman jamaah putra yang diasuh oleh Kiai dan ustadz, khataman jamaah putri yang dipimpin oleh Bu Nyai dan para Ning, serta khataman di aula yang dipimpin langsung oleh santri kelas 12. Tradisi ini berfungsi sebagai rehearsal technology yang efektif dalam konsolidasi memori hafalan melalui tekanan psikologis positif saat menjadi imam. Lebih jauh, siklus Experiential Learning David Kolb terjadi secara natural di mana santri mengalami transformasi pengalaman konkret menjadi internalisasi nilai. Studi ini mengisi kesenjangan literatur dengan menawarkan perspektif baru bahwa tradisi pesantren bukanlah ritual yang statis, melainkan sistem pedagogis yang adaptif.
Manajemen Strategik Program Tahfidz Al-Qur'an Dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Santri: Studi Kasus di Pondok Pesantren Dafa Putri Bantur Muhammad Husni; Achmad Zainul Arifin
AMI Vol 4, No 2 (2026)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen strategik dalam program tahfidz Al-Qur'an sebagai upaya meningkatkan kualitas hafalan santri di Pondok Pesantren Dafa Putri Bantur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam kepada pengasuh pesantren, pengurus pesantren, para ustadzah, dan santri, serta observasi partisipatif dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen strategik program tahfidz dilaksanakan melalui empat tahapan utama, yaitu perumusan strategi, implementasi strategi, evaluasi strategi, dan pengembangan berkelanjutan. Perumusan strategi dilakukan dengan menetapkan visi, sistem hafalan, kurikulum kegiatan tahfidz, serta sistem pembinaan santri berbasis nilai-nilai Al-Qur'an. Implementasi strategi diwujudkan melalui pembelajaran talaqqi, muroja'ah, setoran hafalan, pembiasaan dan pendampingan intensif oleh pengasuh dan ustadzah. Evaluasi dilakukan secara berkala melalui ujian hafalan berkala, monitoring perkembangan hafalan santri, serta evaluasi kinerja para pengurus dan ustadzah. Strategi tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas hafalan santri, tetapi juga membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, istiqamah, kejujuran, dan kemandirian. Faktor pendukung meliputi kepemimpinan pengasuh, budaya pesantren, kompetensi ustadzah, serta dukungan orang tua. sedangkan faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan santri, kejenuhan belajar, dan keterbatasan sarana pendukung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan program tahfidz dipengaruhi oleh integrasi manajemen strategik dengan pembinaan secara sistematis sehingga mampu menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, spiritual, dan sosial.
UPAYA PENANGANAN KEMISKINAN BERDASARKAN TEORI PRAKTIK SOSIAL DALAM NOVEL DOMPET AYAH SEPATU IBU KARYA JS. KHAIREN Febriani Cahyaningtias; Mukodi Mukodi; Arif Mustofa
AMI Vol 4, No 2 (2026)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan tafsir bentuk-bentuk upaya penanganan kemiskinan  berdasarkan berdasarkan habitus, modal, dan arena yang dialami Asrul dan Zenna dalam novel Dompet Ayah Sepatu Ibu karya J.S. Khairen berdasarkan Teori Praktik Sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeutika karena objek kajian berupa teks sastra dari novel Dompet Ayah Sepatu Ibu yang serat makna dan membutuhkan penafsiran yang mendalam. Pendekatan ini memungkinakan peneliti memahami kemiskinan tidak hanya sebagai kondisi material, tetapi juga sebagai struktur sosial yang membentuk tindakan tokoh utama Asrul dan Zenna. Berdasarkan hasil penelitian, novel Dompet Ayah Sepatu Ibu karya J.S. Khairen melalui perspektif teori praktik sosial Pierre Bourdieu, upaya penanganan kemiskinan yang dilakukan Asrul dan Zenna dipengaruhi oleh habitus yang terbentuk dari pengalaman hidup, seperti sikap pantang menyerah, kerja keras, hidup sederhana, tanggung jawab terhadap keluarga, serta orientasi pada pendidikan  sebagai sarana mobilitas sosial. Habitus tersebut didukung oleh kepemilikan dan pemanfaatan modal ekonomi, modal sosial, modal budaya, dan modal simbolik dalam berbagai arena, seperti keluarga, pendidikan, pekerjaan, dan masyarakat, sehingga memungkinkan mereka bertahan menghadapi kemiskinan sekaligus meningkatkan kondisi kehidupan keluarga.