cover
Contact Name
Tarmiji Siregar
Contact Email
tarmijisir@gmail.com
Phone
+6285275356446
Journal Mail Official
ami@uinsu.ac.id
Editorial Address
Jl. William Iskandar Ps. V, Medan Estate, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20371
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
AMI
ISSN : -     EISSN : 30467586     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
AMI: Jurnal Pendidikan dan Riset aims to publish and disseminate original works and current issues regarding the subject of research and studies in the fields of: 1. Teacher professionalism in Islamic Basic Education 2. Development and Design of Islamic Basic Education Learning 3. Application and development of the field of study or subject matter of Islamic Basic Education 4. Models, Strategies and Learning Methods for Islamic Basic Education 5. Basic education management in Islamic Basic Education 6. Use of Media and Technology in Islamic Basic Education 7. Wahdatul Ulum-based integration in Islamic Basic Education 8. Psychology of Islamic Basic Education Learning 9. Philosophy of Islamic Basic Education 10. Islamic Basic Education Policy
Articles 64 Documents
INTERNALISASI NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR Anisa’ul ‘Azizah; Wulan Trisnawaty; Hasan Khalawi
AMI Vol 4, No 2 (2026)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan karakter siswa melalui nilai kearifan lokal yang relevan dengan kehidupan sosial dan budaya peserta didik. Penelitian bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai kearifan lokal dalam pendidikan karakter siswa serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di SD Negeri Tremas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai kearifan lokal berlangsung melalui pembiasaan, keteladanan guru, keterlibatan siswa, interaksi sosial, dan penguatan perilaku dalam budaya sekolah. Nilai religius menjadi nilai dominan melalui Ngaji Adab Santri, pembacaan Asmaul Husna, salat berjamaah, dan Sedekah Jum’at. Nilai gotong royong, tanggung jawab, disiplin, kesantunan, dan kepedulian sosial diperkuat melalui piket kelas, kerja bakti, dan kegiatan sosial. Proses tersebut didukung konsistensi budaya sekolah dan keteladanan guru, tetapi menghadapi keberagaman latar belakang serta perbedaan pengalaman siswa. Temuan ini menegaskan bahwa kearifan lokal dapat menjadi basis pendidikan karakter ketika diintegrasikan secara konsisten dalam pengalaman sosial dan budaya siswa.
ANALISIS KETERGANTUNGAN PADA PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS XI SMKN 2 PACITAN Muhammad Nur Rochman; Mukodi Mukodi; Arif Mustofa
AMI Vol 4, No 2 (2026)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk, pola, dan tingkat ketergantungan siswa kelas XI SMKN 2 Pacitan terhadap penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif. Data dihimpun melalui observasi nonpartisipatif, wawancara terstruktur terhadap lima siswa kelas XI Perhotelan 3, serta dokumentasi, kemudian diperiksa keabsahannya melalui triangulasi teknik dan dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh informan menggunakan lebih dari satu platform AI dengan intensitas tinggi pada tugas berbasis penulisan teks, sehingga AI bergeser posisinya dari alat bantu menjadi rujukan utama, sementara sumber belajar konvensional hanya difungsikan sebagai cadangan. Ketergantungan yang terbentuk bersifat fungsional sekaligus psikologis, karena siswa tetap memeriksa dan memparafrasekan hasil AI, tetapi pemeriksaan tersebut cenderung permukaan. Dampak ketergantungan bersifat asimetris terhadap empat keterampilan berbahasa: keterampilan menulis mengalami stagnasi kemandirian, keterampilan membaca bergeser orientasinya menjadi verifikasi jawaban, sedangkan keterampilan menyimak dan berbicara relatif tidak terpengaruh.
FENOMENA POST-TRUTH DAN TANTANGAN PENGUATAN IDEOLOGI PANCASILA PADA GENERASI Z Arnia Fenti Rosari
AMI Vol 4, No 2 (2026)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan media sosial telah mengubah pola konsumsi informasi masyarakat, khususnya pada Generasi Z yang dikenal sebagai digital native. Kemudahan akses informasi tidak selalu diikuti oleh kemampuan literasi digital yang memadai, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap hoaks, disinformasi, dan berbagai bentuk manipulasi informasi. Kondisi tersebut mendorong munculnya fenomena post-truth, yaitu situasi ketika opini publik lebih dipengaruhi oleh emosi dan keyakinan pribadi dibandingkan fakta objektif. Fenomena ini menimbulkan kegelisahan akademik karena berpotensi memengaruhi proses internalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi negara pada Generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fenomena post-truth, mengidentifikasi tantangan penguatan ideologi Pancasila, serta merumuskan strategi yang relevan untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila pada Generasi Z di era digital. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji berbagai artikel ilmiah yang relevan mengenai post-truth, media sosial, Generasi Z, dan Pancasila yang diperoleh dari berbagai basis data akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena post-truth pada Generasi Z ditandai oleh tingginya ketergantungan terhadap media sosial, kecenderungan mempercayai informasi viral, munculnya echo chamber, dan rendahnya verifikasi informasi. Tantangan penguatan ideologi Pancasila meliputi rendahnya pemahaman nilai Pancasila, menurunnya nasionalisme, hoaks dan disinformasi, radikalisme digital, polarisasi politik, serta pengaruh budaya global. Adapun strategi yang dapat dilakukan meliputi penguatan literasi digital, transformasi pendidikan Pancasila, pemanfaatan media digital edukatif, dan peningkatan civic engagement. Dengan demikian, penguatan ideologi Pancasila perlu dilakukan secara adaptif dan kontekstual agar mampu membangun ketahanan ideologis Generasi Z dalam menghadapi dinamika era post-truth.
ANALISIS PELAKSANAAN DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS BIOGRAFI SISWA KELAS X ULW SMK NEGERI 1 PACITAN Veny Nur Hanisyah; Mukodi Mukodi; Arif Mustofa
AMI Vol 4, No 2 (2026)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pendekatan deep learning dalam pembelajaran menulis teks biografi di kelas X Usaha Layanan Wisata (ULW) SMK Negeri 1 Pacitan serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan deep learning telah diterapkan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran dengan mengintegrasikan komponen meaningful learning, mindful learning, dan joyful learning. Faktor pendukung meliputi kompetensi guru, penggunaan media pembelajaran, ketersediaan sumber belajar, serta motivasi peserta didik. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan peserta didik, rendahnya motivasi belajar sebagian peserta didik, dan kesulitan mengembangkan ide dalam menulis teks biografi. Penerapan pendekatan deep learning mampu menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, reflektif, dan menyenangkan.