cover
Contact Name
Juliana Fisaini
Contact Email
j.fisaini@usk.ac.id
Phone
+6281377412304
Journal Mail Official
jurnaltekniksipil@usk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala Jl. Syech Abdurrauf No. 7 Darussalam, Banda Aceh 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20889321     EISSN : 25025295     DOI : http://dx.doi.org/10.24815/jts.v12i2.30788
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil (Journal of Civil Engineering) Universitas Syiah Kuala is a scientific journal, published by Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Syiah Kuala. It is aimed at disseminating research results related to civil engineering fields, where readers of the journal are expected from civil engineering researchers/scientists, students in related fields, engineers, and practitioners in this field. Jurnal Teknik Sipil (Journal of Civil Engineering) Universitas Syiah Kuala publishes the scientific articles in area of civil engineering, as follows. Structural Engineering, Water Resources Engineering, Transportation Engineering, Geotechnical Engineering, Construction Engineering & Management, Urban Planning Geospatial and Geomatics Engineering, and Ocean Engineering
Articles 355 Documents
ANALISIS GAYA GEMPA PADA BANGUNAN RUMAH TINGGAL DI WILAYAH GEMPA TINGGI Zebua, Alfian Wiranata
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v7i2.10126

Abstract

Abstract : Four stories building was used as structure model. Static earthquake loads distribution were determined according to SNI 1726:2012. The effect of dynamic earthquake loads also considered. The result of structural analysis determined using ETABS. It were static shear force 1.082,64 KN and dynamic shear force, Fx = 1.057 KN and Fy = 983,5 KN. Colomn and beam forces were also determined. Support reactions and joint displacements were determined through structural analysis. Mass modal participation has been reached over 90% at mode 5. Story drift was still smaller than the allowable story drift.Keywords : earthquake loads analysis, residential building.Abstrak:Model struktur yang dianalisis yaitu gedung beraturan lantai 4 untuk rumah tinggal. Distribusi beban gempa statik diperoleh sesuai dengan SNI 1726:2012. Pengaruh beban gempa dinamik juga diperhitungkan. Hasil analisis struktur diperoleh antara lain besaran gaya geser statik 1.082,64 KN dan gaya geser dinamik, Fx = 1.057 KN dan Fy = 983,5 KN. Besaran gaya elemen kolom dan balok juga diperoleh. Reaksi tumpuan serta perpindahan titik buhul dapat diketahui dari hasil analisis yang dilakukan. Pada mode 5, partisipasi massa model yang dianalisis sudah mencapai 90%.Simpangan antar lantai yang terjadi pada model struktur tidak melebihi simpangan yang diijinkan.Kata kunci : analisis gaya gempa, bangunan rumah tinggal.
ANALISIS LAIK FUNGSI JALAN NASIONAL BATAS KOTA SIGLI – BEUREUNUEN MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS Teuku Zulhadi; Sofyan M. Saleh; Renni Anggraini
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Road operated for the public must be feasible of a function where the condition of the road meet the technical requirement feasibility to provide road infrastructure which is safe and convenient for its users, as well as to reduce serious injuries and fatalities. Sigli border-Beureunuen road is an eastern national road of Aceh province that connects the town of Sigli (the capital of Pidie district/ central regional government) with Beureunuen town (Commerce City). This road is also the Sumatra highway that serves as the main axis connecting people’s activities and heavy traffic road with the high level of accidents. The purpose of this study was to determine the perception of the respondents (the organizers of the road, traffic providers, and transport providers) about the importance of function feasibility and to know about the technical requirements of function feasibility that is fulfilled or prioritized. This study used Analytic Hierarchy Process (AHP), the assessment system to include the alternative technical requirements of function feasibility and safe, convenient, and economical chosen criteria based on the data processing from a questionnaire survey. The number of the respondents in this study was 9 (nine) people, who had the qualifications and competence in terms of the road function feasibility. The results from the study showed that the main factor in determining the road function feasibility was the Safety road conditions (43.90%). Whereas according to the respondents, the technical requirements that were prioritized on the national road of Sigli border-Beureunuen was management and traffic engineering (signs and markings) (34.81%).Abstrak: Suatu ruas jalan dinyatakan laik fungsi apabila kondisi ruas jalan tersebut telah memenuhi persyaratan teknis kelaikan untuk memberikan infrastruktur jalan yang aman, nyaman dan berkeselamatan bagi penggunanya, juga untuk mengurangi luka berat dan kematian akibat kecelakaan. Ruas jalan Batas Kota Sigli - Beureunuen merupakan jalan lintas timur Sumatera di Provinsi Aceh yang berfungsi sebagai poros utama menghubungkan antar pusat kegiatan dan mempunyai tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi serta tingkat kecelakaan yang terjadi juga tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi responden (penyelengara jalan, penyelenggara lalu lintas dan penyelenggara angkutan) tentang pentingnya laik fungsi jalan dan untuk mengetahui tentang bagian persyaratan teknis kelaikan fungsi jalan yang paling utama dipenuhi atau diprioritaskan. Penelitian ini menggunakan metode survei kuesioner, data diolah dan dianalisis dengan menggunakan metode Analityc Hierarchy Process (AHP) yang merupakan sistem dalam penilaian dengan menyertakan alternatif persyaratan teknis kelaikan jalan dan kriteria terpilih aman, nyaman, berkeselamatan serta ekonomis. Responden pada penelitian ini berjumlah 9 (sembilan) orang, yang memiliki kualifikasi dan kompetensi dalam hal uji laik fungsi jalan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa faktor utama dalam penentuan laik fungsi jalan adalah kondisi jalan yang berkeselamatan (43,90%). Sedangkan syarat teknis laik fungsi jalan pilihan responden yang paling utama dipenuhi atau diprioritaskan untuk diterapkan pada ruas jalan Batas Kota Sigli – Beureunuen adalah manajemen dan rekayasa lalu lintas (rambu dan marka) (34,81%).
KARAKTERISTIK BAMBU ATER BANYUWANGI LAMINASI SUSUNAN LURUS BERDASARKAN KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR Rifqi, Mirza Ghulam; Amin, M Shofi'ul; Bachtiar, Riza Rahimi; Suryani, Erna; Murdani, Riko
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Mei 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v11i1.23240

Abstract

Abstract: Laminated bamboo is a building material using a manufacturing technique which is made by bonding several pieces of bamboo. Laminated bamboo has higher characteristic strength compared to natural bamboo and is more mechanical in nature. For lamination treatment arranged straight on the lamination. Pertaining to SNI-03- 3958-1995, SNI-03-3399-1994, SNI 03-3959-1995 and ISO 22157-1; 2019 for the manufacturing and testing procedures for ater banyuwangi bamboo laminate test specimens. The purpose of this study was to work out the characteristics of bamboo ater lamination. The characteristics of bamboo include tensile strength, compressive strength and bending strength. The thickness of bamboo slats of the lamina is 7 mm with a horizontal straight arrangement and uses PVA adhesive. In this study, bamboo originating from the Genteng area in Banyuwangi was used, which was 3- 5 years old. The bamboo soaked in borax for five days for preservation. Bamboo is dried within the sun to dry the air and reduce moisture content (Water content uses 12.5% -15%). Bamboo that has been dried is laminated during a straight arrangement. Testing of bamboo for the lamina using one point load. The results showed that the compressive strength, bending strength and tensile strength of laminated bamboo without preservation were 279,40 kg/cm2, 933,04 kg/cm2 dan 4.700,23 kg/cm2 Mpa respectively, and while the value of compressive strength, bending strength and tensile strength of laminated bamboo with preservation were respectively were 231,62 kg/cm2, 739,94 kg/cm2 dan 4.263,96 kg/cm2. Based on the results of compress strength values, bending strength and tensile strength, the characteristics of bamboo ater banyuwangi laminate are classified with a strong class approach of wood and wood quality code including in strong class II according to PKKI NI-5 1961 and quality code E25 according to SNI 7973 2013..Keywords : laminated bamboo, water content, bending strength, compressive strength, tensile strength.Abstrak: Bambu laminasi merupakan bahan bangunan dengan teknik pembuatan yang dibuat dengan mengikat beberapa batang bambu. Bambu laminasi memiliki karakteristik kekuatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan bambu alami dan lebih bersifat mekanis. Untuk perawatan laminasi diatur langsung pada laminasi. Terkait dengan SNI-03- 3958-1995, SNI-03-3399-1994, SNI 03-3959-1995 dan ISO 22157-1; 2019 untuk prosedur pembuatan dan pengujian benda uji laminasi bambu ater banyuwangi Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik laminasi ater bambu. Karakteristik bambu meliputi kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur. Ketebalan bilah bamboo untuk lamina 7 mm dengan susunan lurus horizontal dan menggunakan perekat PVA. Penelitian ini menggunakan bambu yang berasal dari daerah Genteng di Banyuwangi yang berumur 3 - 5 tahun. Bambu direndam dalam boraks selama lima hari untuk pengawetan. Bambu dikeringkan di bawah sinar matahari untuk mengeringkan udara dan mengurangi kadar air (Kadar air menggunakan 12,5% -15%). Bambu yang sudah dikeringkan dilaminasi dengan penataan lurus. Metode pengujian untuk lamina menggunakan pembebanan satu titik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan, kuat lentur dan kuat tarik bambu laminasi tanpa pengawetan masing-masing adalah 279,40 kg/cm2, 933,04 kg/cm2 dan 4.700,23 kg/cm2, sedangkan nilai kuat tekan, kuat lentur dan kuat tarik bambu laminasi dengan pengawetan masing-masing sebesar 231,62 kg/cm2, 739,94 kg/cm2 dan 4.263,96 kg/cm2. Berdasarkan hasil nilai kuat tekan, kuat lentur dan kuat tarik maka karakteristik bambu ater banyuwangi laminasi diklasifikasikan dengan pendekatan kelas kuat kayu serta kode mutu kayu termasuk pada kelas kuat II menurut PKKI NI-5 1961 dan kode mutu E25 menurut SNI 7973 2013.Kata kunci : bambu laminasi, kadar air, kuat lentur, kuat tekan, kuat tarik
HUBUNGAN NILAI CALIFORNIA BEARING RATIO DENGAN INDEKS PLASTISITAS TANAH DESA NEUHEUN ACEH BESAR Marwan Marwan; Devi Sundary
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 2, No 1 (2012): Volume 2, Nomor 1, September 2012
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research aims to evaluate effect of soil plasticity index (PI) to California Bearing Ratio (CBR) value. The soil sample that to be used for the research was taken from Neuheun Village, Mesjid Raya Subdistrict, Aceh Besar District. Based on AASHTO soil classification, the soil sample was Group A-7-6, wereas based on USCS soil classification, the soil was sandy clay of CL symbol. Soil specimen for Disturbed Sample (DS) and Undisturbed Sample (UDS) were 20 samples respectively, 10 of unsoaked samples and 10 of soaked samples with waiting period of 4 days. The result of research shows there is a linier correlation of CBR to PI, i.e., CBR = - 0,990 PI + 28,79; R2 = 0,868 for unsoaked and DS (Disturbed Sample). For unsoaked and UDS (Undisturbed Sample), the linear correlation results CBR = - 0,464 PI + 10,60; R2 = 0,728. The result of research also shows there is a linier correlation of CBR to PI for soaked and DS (Disturbed Sample). , i.e., CBR = - 0,673 PI + 15,88; R2 = 0,706. For soaked and UDS (Undisturbed Sample), the linear correlation results CBR = - 0,132 PI + 3,625; R2 = 0,887. It can be conclused that CBR value for all tested samples in this research influenced by soil plasticity index. The higher soil plasticity index resulted the lower CBR value.Keywords : CBR value, soil plasticity index, soaked and disturbed sampleAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan nilai CBR (California Bearing Ratio) dengan indeks plastisitas (Plasticity Index, PI) tanah. Tanah yang digunakan pada penelitian ini berasal dari Desa Neuheun Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar. Lokasi tersebut merupakan lereng gunung yang rawan terjadinya longsor. Kawasan ini telah digunakan sebagai sarana transportasi untuk menuju quarry yang terletak di ujung kawasan beberapa kompleks perumahan penduduk yang belum diketahui kekuatan daya dukung tanah dasarnya. Menurut klasifikasi AASHTO tanah Desa Neuheun tergolong jenis tanah lempung dengan simbol kelompok A-7-6, sedangkan menurut klasifikasi USCS tanah tersebut termasuk golongan tanah lempung berpasir dan diberi simbol CL. Pengujian CBR dilakukan dengan menggunakan alat uji CBR. Jumlah benda uji pada masing-masing tanah terganggu (Disturbed Sample, DS) dan tidak terganggu (Undisturbed Sample, UDS) 20 sampel, 10 sampel untuk benda uji  tidak terendam dan 10 sampel untuk benda uji rendaman dengan masa tunggu 4 hari yang diikuti dengan pengukuran nilai pengembangannya. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa hubungan nilai CBR tidak terendam dengan PI sampel tanah menunjukkan adanya hubungan linier dengan persamaan CBR = - 0,990 PI + 28,79; R2 = 0,868 pada sampel tanah terganggu dan CBR = - 0,464 PI + 10,60; R2 = 0,728 pada sampel tanah tidak terganggu.   Hubungan nilai CBR terendam dengan indeks plastisitas sampel tanah juga menunjukkan hubungan linier dengan persamaan CBR = - 0,673 PI + 15,88; R2 = 0,706 pada sampel tanah terganggu dan CBR = - 0,132 PI + 3,625; R2 = 0,887 pada sampel tanah tidak terganggu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa berdasarkan persamaan yang didapat dari hasil hubungan linier, nilai CBR pada setiap lokasi pengambilan sampel tanah dipengaruhi oleh nilai indeks plastisitas tanah. Semakin tinggi nilai indeks plastisitas tanah maka nilai CBR semakin rendah.Kata kunci : Nilai California Bearing Ratio, indeks plastisitas, tanah terganggu dan terendam
KAJIAN KONSEP OPERASIONAL PEMELIHARAAN GEDUNG SMA BINA GENERASI BANGSA MEULABOH ACEH BARAT Mawardi, Edi; Aulia, Teuku Budi; Abdullah, Abdullah
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10041

Abstract

Abstract: Building school as a public facility which is a means of education for the smooth process of teaching and learning. With the concept of operational maintenance of the building is less good because the various functions of building facilities declined and affect the quality and comfort of the building. If the damage to building components is left then slowly the service life of the building will decrease. Seeing the function of the building of the Senior High School (SMA) Bina Generasi Bangsa Meulaboh, it should have got the concept of good maintenance operations so that the reliability and feasibility of buildings in the architecture, structure, and utilities are maintained and functioning optimally. The objectives of the study were to find out the operational concept of building maintenance, to identify the percentage of damage, to estimate the maintenance cost and maintenance priority sequence. Analytical methods used statistical methods The result of the analysis is heavy damage happened to utility component equal to 84,04%, moderate damage at component of architecture equal to 50,24% and light damage to structural component equal to 1,56%. The calculation for maintenance cost of 13.08% of the price of the construction of the state building, in accordance with the Ministerial Decree No.24 / PRT / M / 2008 of the building entered the category of light maintenance.. The result of hammer test test shows that the compressive strength value of the structural component is low below that required by SNI 03-2847-2002 for the 225 kg / cm multi-storey building.Abstrak: Bangunan sekolah sebagai faslitas umum yang merupakan sarana pendidikan untuk kelancaran proses belajar mengajar. Dengan konsep operasional pemeliharaan gedung yang kurang baik menyebabkan berbagai fungsi fasilitas gedung semakin menurun dan mempengaruhi kualitas dan kenyamanan gedung. Apabila kerusakan komponen gedung dibiarkan maka secara perlahan umur layan gedung akan berkurang. Melihat fungsi dari bangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) Bina Generasi Bangsa Meulaboh, maka sudah seharusnya bangunan ini mendapat konsep operasional pemeliharaan yang baik agar keandalan dan kelayakan bangunan secara arsitektur, struktur, maupun utilitas tetap terjaga dan berfungsi secara optimal. Tujuan penelitian untuk mengetahui konsep operasional pemeliharaan gedung, mengidentifikasikan persentase kerusakan, memperkirakan besarnya biaya pemeliharaan dan urutan prioritas pemeliharaan. Metode analisis yang digunakan metode statistik. Hasil analisis tersebut kerusakan berat terjadi pada komponen utilitas sebesar 84,04%, kerusakan sedang pada komponen asitektur sebesar 50,24% dan kerusakan ringan pada komponen struktural sebesar 1,56%. Perhitungan untuk biaya pemeliharaan sebesar 13,08% dari harga pembangunan gedung negara, sesuai dengan permen PU No.24/PRT/M/2008 gedung tersebut masuk katagori pemeliharaan ringan. Hasil pengujian hammer test menunjukan bahwa nilai kuat tekan pada komponen struktural tergolong rendah dibawah yang disyaratkan SNI 03-2847-2002 untuk bangunan bertingkat 225 kg/cm.
PENGARUH KEKUATAN TARIK AKAR BAMBU PADA KONTRIBUSI KUAT GESER TANAH TERHADAP STABILITAS LERENG Rizki Ramadhan; Mukhsin Mukhsin
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Januari 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Continuous heavy rain on the slopes and some large tree roots that do not penetrate the slip surface can lead to progressive failure of landslide slopes. This is due to the large trees located at the top and the middle of the landslide area can reduce the stability of the slope. Various factors such as mechanics and hydrology in determining slope stability need to be considered. The phenomenon and mechanism of bamboo tree factors that lie below the slopes as the focus of research on root tensile strength of root-soil interacting. This study aims to determine the pull force and tensile strength due to root-soil interaction to the contribution of shear strength in the lower slopes. Field testing uses the root pull method by observing the diameter and number of roots. The test was performed with a tripod device equipped with strain gauge as a recording instrument on saturated soil conditions. The soil samples were taken from the study site to test the physical and mechanical properties of the soil. The result of the test shows that the soil type at the research location is inorganic silt. The results showed that the root pull force increased significantly against the increase in the number and diameter of the roots. In contrast, the tensile strength of roots in any land area decreases with increasing number of roots. Based on the graph shows that the number of roots more than five began not significant to tensile strength. Apparently, bamboo roots are dense and spread below the slopes, then the tensile strength of the roots that interact with the soil begins to stabilize. The tensile strength of the bamboo root results in additional cohesion valuesKeywords : root tensile strength, cohesion addition, soil shear strengthAbstrak: Hujan lebat yang berkelanjutan pada lereng dan sebagian akar-akar pohon besar yang tidak menembus bidang longsor (slip surface) dapat menyebabkan terjadinya kegagalan progresif terhadap longsoran lereng tanah. Hal ini, disebabkan karena pohon besar yang terletak di bagian atas dan tengah bidang longsor dapat mengurangi stabilitas lereng. Berbagai faktor  seperti mekanika dan hidrologi dalam menentukan stabilitas lereng perlu dipertimbangkan. Fenomena dan mekanisme faktor pohon bambu yang berada di bawah lereng sebagai fokus penelitian mengenai kekuatan tarik akar yang berinteraksi akar-tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan gaya cabut dan kekuatan tarik akibat interaksi akar-tanah terhadap kontribusi kuat geser di lereng bagian bawah. Pengujian di lapangan menggunakan metode gaya cabut akar dengan mengamati variabel diameter dan jumlah akar. Pengujian dilakukan dengan alat tripod yang dilengkapi strain gauge sebagai instrumen pencatat pada kondisi tanah jenuh. Sampel tanah diambil dari lokasi penelitian untuk dilakukan pengujian sifat fisis dan mekanis tanah. Hasil penegujian menunjukan bahwa jenis tanah pada lokasi penelitian adalah lanau anorganik. Hasil penelitian menunjukan bahwa  gaya cabut akar meningkat sangat signifikan terhadap pertambahan jumlah dan diameter akar. Sebaliknya, kekuatan tarik akar dalam setiap luasan tanah menurun seiring bertambah jumlah akar. Berdasarkan grafik menunjukan bahwa jumlah akar lebih dari lima mulai tidak signifikan terhadap kekuatan tarik. Ternyata, perakaran bambu yang padat dan penyebaran di bawah lereng, maka kekuatan tarik akar yang berinteraksi dengan tanah mulai stabil. Kekuatan tarik akar bambu menghasilkan nilai kohesi tambahan kepada kuat geser akibat interaksi dengan tanah terhadap stabilitas di bawah lereng.Kata kunci : kekuatan tarik akar, kohesi tambahan, kuat geser tanah
SIMULASI NUMERIK PERUBAHAN MORFOLOGI PANTAI AKIBAT KONSTRUKSI JETTY PADA MUARA LAMBADA LHOK ACEH BESAR MENGGUNAKAN SOFTWARE DELFT3D Fahmi, Mirza; Hafli, T. Mudi
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v8i2.13905

Abstract

Muara Lambada Lhok merupakan wilayah yang terletak di Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Pada muara Lambada Lhok terjadi penumpukan sedimen yang apabila terus dibiarkan akan menutupi mulut muara sehingga menghambat alur pelayaran nelayan. Permasalahan ini dapat diatasi dengan membangun jetty.Konstruksi jetty yang dibangun adalah tipe jetty panjang. Panjang jetty sebelah kanan 509 m dan sebelah kiri 520 m dengan tinggi puncak +3.3 m dan lebar puncak 4.3 m. Dampak perubahan morfologi pantai akibat dibangunnya konstruksi jetty pada muara Lambada Lhok dapat dilihat dengan melakukan simulasi numerik Delft3D. Simulasi perubahan morfologi pantai ini dilakukan dengan 2 skenario yaitu skenario 1 dengan kondisi dibangun jetty dan skenario 2 tanpa dibangun jetty dengan menggunakan 4 arah angin yaitu arah Barat, arah Timur Laut, arah Barat Laut dan arah Utara. Skenario 1 dengan kondisi dibangun jetty dengan dimensi sesuai hasil perhitungan perencanaan.Sedimentasi yang terjadi pada skenario 1 mencapai 334 m sepanjang jetty dan erosi mencapai 90 m sepanjang garis pantai sebelah kanan muara Lambada Lhok, pada skenario 2 sedimentasi yang terjadi bergerak maju mencapai 165 m dan menutup mulut muara sehingga menghambat alur pelayaran bagi para nelayan disekitar wilayah tersebut.
RANCANGAN DISTRIBUSI WAKTU CURAH HUJAN MENGGUNAKAN METODE MOMEN PROBABILITAS DAN BLOK PUNCAK Masimin Masimin
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2011): Volume 1, Nomor 1, September 2011
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Study on rainfall design was conducted by using a time base – annual daily maximum rainfall. A preliminary test was applied to the data set for independency and homogeneity and also for outliers. The probability weighted moments (PWM) was used as a method in frequency analysis and the result was used to define a temporal hourly rainfall distribution. The identification for data distribution showed that the data set tended to follow the Lognormal (LN) and Generalized Extreme Values (GEV) distributions. By using a Peak Block method, a 24 hours of rainfall duration scale consisted of two-sequence rainfall events that the first rainfall peak was reached on the 4th hours and the second rainfall peak was on the 18th hours. The structure of this temporal rainfall distribution, more over, can be used as an input data for the work of flood modelling.Keywords : temporal distribution, probability weighted moments, peak blockAbstrak: Studi perancangan curah hujan dilakukan dengan menggunakan data ’time base’ curah hujan harian maksimum tahunan. Pengujian awal data dilakukan untuk uji independensi, homogeneitas dan data luar (outliers). Metode ’probability weighted moments’ (PWM) diterapkan dalam analisa frekuensi dan hasilnya digunakan untuk menentukan distribusi waktu curah hujan jam-jaman. Identifikasi distribusi menunjukkan bahwa data set cenderung cocok untuk mengikuti distribusi Lognormal (LN) dan distribusi ’Generalized Extreme Values’ (GEV). Dengan menggunakan metode ’Peak Block’ , selama 24 jam terjadi dua hujan yang berurutan dengan puncak hujan pertama dicapai pada jam ke 4 dan puncak hujan kedua terjadi pada jam ke 18. Struktur distribusi waktu curah hujan ini selanjutnya dapat digunakan sebagai data masukan pada kegiatan pemodelan banjir.Kata kunci : distribusi waktu, momen probabilitas, blok puncak
KAJIAN PENGEMBANGAN KAWASAN STRATEGIS SEKTOR PERDAGANGAN DAN JASA KOTA BANDA ACEH (STUDI KASUS KECAMATAN LUENG BATA) Ridhia Maisarina; Mirza Irwansyah; Izziah Izziah
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 2, Desember 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: As the capital city of Aceh province, Banda Aceh was selected as one of the strategic areas based on its potential, accessibilty and sectoral distribution activities for the city itself and for the sorrounding areas (hinterlands). Qanun (Local regulation) of spatial planning of Banda Aceh city number 04 in 2009 stated that one of Banda Aceh city’s strategic planning area is at Lueng Bata district and sorrounds. Lueng Bata district condition currently to growth as roads development and so that the population continues to growth 0.40 % from last year (yr. 2015), with a population density of 4,965 inhabitants per km2. If Lueng Bata district was developed as a strategic area of the city, it is necesessary to study in spatial and region development in term of demographic aspects, economic aspects and aspects of public services. The scope of the research is the study on the infrastructure of Banda Aceh city, which are urban system or central urban services, and infrastructure in particular regions transport network. The research methods used are the combination of qualitative and quantitative descriptive with case study approach. Data collected by doing the observation, interviews, and questionnaires. Variabels used are numbers of pupulation, number of public facilities and the accessibilty to surrounds area (hinterland). It’s analized by urban order, gravity (the attractiveness of the region), and AHP. The results study showed that strategic area of Lueng Bata district can be developed into mixed trade and sevices area, but need to be equipped with the public service facilities and infrastructure like traditional and modern markets, and it has the opportunity to undertake regional cooperation in trade and services sector with Aceh Besar district as hinterland for economic development in Aceh Province.Abstrak: Banda Aceh sebagai ibukota Provinsi Aceh merupakan salah satu kawasan strategis berdasarkan potensi, aksesibilitas dan sebaran kegiatan sektoral untuk wilayah kota dan sekitarnya (hinterland). Qanun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Nomor 4 Tahun 2009 menetapkan salah satu pengembangan kawasan strategis kota berada di Kecamatan Lueng Bata dan sekitarnya.  Kondisi Kecamatan Lueng Bata saat ini terus berkembang mengikuti pengembangan jalan (ribbons development) dan pertambahan penduduk yang terus meningkat 0,40 % (tahun 2015), dengan kepadatan penduduk Kecamatan Lueng Bata sebesar 4.965 jiwa per km2. Apabila Kecamatan Lueng Bata dikembangkan sebagai kawasan strategis kota, maka diperlukan kajian dalam penataan dan pembangunan wilayah yang ditinjau dari aspek kependudukan, aspek ekonomi dan aspek pelayanan publiknya. Lingkup penelitian adalah kajian pada infrastruktur Kota Banda Aceh yaitu sistem perkotaan atau pusat pelayanan perkotaan, dan sarana-prasarana wilayah khususnya jaringan transportasi. Penelitian menggunakan metode gabungan yaitu kualitatif, kuantitatif dan deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan kuesioner. Variabel yang digunakan adalah jumlah penduduk, jumlah fasilitas dan tingkat aksesibilitasnya dengan kawasan sekitar. Analisa data yang digunakan adalah orde perkotaan, gravitasi dan AHP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan strategis Kecamatan Lueng Bata dapat dikembangkan menjadi kawasan perdagangan dan jasa campuran namun perlu dilengkapi dengan sarana dan prasarana pelayanan publik yaitu pasar tradisional dan pasar modern, serta berpeluang untuk dilakukannya kerjasama regional sektor perdagangan dan jasa dengan wilayah Kabupaten Aceh besar sebagai hinterland untuk kemajuan ekonomi di Provinsi Aceh.
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH KERAK TANUR CANGKANG SAWIT DENGAN BAHAN PENGIKAT RETONA BLEND 55 TERHADAP CAMPURAN LASTON AC-WC Chaira Chaira; Muhammad Isya; Sofyan M. Saleh
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Januari 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Indonesia is an area that has oil palm plantations are quite extensive.Aceh Barat is one of the districts in the Province of Aceh which is boastful of palm oil industry.  Palm oil production generates waste including palm kernel shells and palm pulp; which is used to fuel the furnace/boiler/steam boiler during the extraction process of Crude Palm Oil (CPO). Shells and pulps that has been burned at high temperature ranging between 500°C to 700°C will deform into clinker which is later known as Palm Oil Clinker (POC). This study aims to investigate the physical properties of the POC to use as substitutes of fine aggregate in asphalt concrete mixture. The study also inspects the Marshall characteristics and the performance characteristics of the mixture of Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) constituted of partial replacement of its fine aggregate.Furnace crush will be crushed where the results of the collision must pass the filter 8 (2.36 mm) and retained on a sieve No. 200 in accordance with the specifications for fine aggregate issued by Department of Public Work 2010.Results of the study displays that there are characteristics value of the AC-WC mixture which compliant with the Specification for Asphalt Concrete Mix by Department of Public Work 2010. The highest stability value revealed at 100/0 percentage furnace crust and split variation of the AC-WC mixture; however, this variant bears the lowest flow value with the consequences that the asphalt concrete mix is potentially high in crack failure thus it is unacceptable to use. An array of tests revealed that the ideal value for optimum durability of asphalt concrete mixture is at ≥75%; therefore, the mixture of AC-WC with 75/25 of percentage furnace crush and split variation is recommended by the study.Keywords : Palm oil furnace crust, Marshall characteristics, Retona Blend 55Abstrak: Indonesia merupakan daerah yang memiliki areal perkebunan kelapa sawit yang cukup luas. Aceh Barat adalah salah satu kabupaten di Provinsi Aceh merupakan daerah penghasil minyak kelapa sawit dengan limbah diantaranya cangkang kelapa sawit dan serat buah kelapa sawit. Limbah ini digunakan sebagai bahan bakar tanur/boiler/ketel uap yang digunakan dalam proses ekstraksi buah kelapa sawit menjadi crude palm oil (CPO). Cangkang dan serat sawit yang telah digunakan sebagai bahan bakar dapur tungku tanur dengan pemanasan 500o – 700o nantinya akan menjadi limbah tanur berupa kerak tanur cangkang sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat fisis material alternatif, dan mengetahui karekteristik Marshall serta mengetahui kinerja Campuran aspal beton AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course) dengan menggunakan material alternatif sebagai pengganti sebagian agregat halus.Kerak tanur akan ditumbuk dimana hasil tumbukan harus lolos saringan No.8 (2,36 mm) dan tertahan pada saringan No. 200 sesuai dengan spesifikasi untuk agregat halus yang dikeluarkan oleh Bina Marga. Dari Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa nilai karakteristik pada campuran AC-WC memenuhi persyaratan. Nilai stabilitas tertinggi padavariasi perbandingan persentase penggunaan kerak tanur dan batu pecah 100/0 pada campuran AC-WC, tetapi mempunyai nilai flow terendah sehingga campuran beton aspal mudah mengalami keretakan sehingga tidak layak digunakan. Nilai durabilitas untuk campuran aspal beton AC-WC masih memenuhi persyaratan ≥ 75% dan dapat dianjurkan untuk campuran beton aspal AC-WC dengan variasi perbandingan persentase penggunaan kerak tanur dan batu pecah75/25%, karena memiliki nilai durabilitas tertinggi.Kata kunci : Kerak Tanur Cangkang Sawit,Karakteristik Marshall, Retona Blend 55

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 November 2025 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Mei 2025 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 November 2024 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Mei 2024 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 November 2023 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Mei 2023 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 November 2022 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Mei 2022 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 November 2021 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Mei 2021 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Mei 2020 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 3, Januari 2018 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Januari 2017 Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 2, Desember 2017 Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017 Vol 6, No 1 (2016): Volume 6, Nomor 1, September 2016 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Mei 2016 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Januari 2016 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4, Nomor 3, Mei 2015 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Januari 2014 Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil Volume 3, Nomor 1, September 2013 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Nomor 2, januari 2013 Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 1 (2012): Volume 2, Nomor 1, September 2012 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1, Nomor 2, Mei 2012 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Januari 2012 Vol 1, No 1 (2011): Volume 1, Nomor 1, September 2011 More Issue