cover
Contact Name
Juliana Fisaini
Contact Email
j.fisaini@usk.ac.id
Phone
+6281377412304
Journal Mail Official
jurnaltekniksipil@usk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala Jl. Syech Abdurrauf No. 7 Darussalam, Banda Aceh 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20889321     EISSN : 25025295     DOI : http://dx.doi.org/10.24815/jts.v12i2.30788
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil (Journal of Civil Engineering) Universitas Syiah Kuala is a scientific journal, published by Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Syiah Kuala. It is aimed at disseminating research results related to civil engineering fields, where readers of the journal are expected from civil engineering researchers/scientists, students in related fields, engineers, and practitioners in this field. Jurnal Teknik Sipil (Journal of Civil Engineering) Universitas Syiah Kuala publishes the scientific articles in area of civil engineering, as follows. Structural Engineering, Water Resources Engineering, Transportation Engineering, Geotechnical Engineering, Construction Engineering & Management, Urban Planning Geospatial and Geomatics Engineering, and Ocean Engineering
Articles 355 Documents
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN JALAN W.R. SUPRATMAN AKIBAT AKTIVITAS PARKIR DI PASAR PEUNAYONG, BANDA ACEH Riza Ofansha; Sugiarto Sugiarto; Renni Anggraini
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: W.R. Supratman road was one of the collector road which has an important role in supporting the development of the trade and services sector in the city of Banda Aceh. However, the use of space in the area of trade is not in accordance with the allocation, because it is along the street collectors, so it was resulting friction to the traffic flow and frequent utilization of road section as a place of trade and parking from commerce activities in that area so it reduced the capacity of the roads. This research was conducted to find out if the market activity very influential towards the road level of service at W.R. Supratman road and how the handling scenario of congestion that occurs on W.R. Supratman road due to market activity. Level of service analysis this way used MKJI Methods. The data required, namely the volume of traffic, side friction, travel time, and geometric way. Secondary data was a population and the location of the research obtained from the relevant agencies. Based on the collection and processing of data, obtained of peak traffic volume occurring on Monday, October 17, 2016 at 07.00-08.00 am of 2080 upc/hr with side friction class was very high (1021 event/hr). Actual travel speed on existing conditions was 13.55 km/h and the degree of saturation was 0.97. DS value obtained 0.75; This proves the performance of the way have problems caused by the market activity. Analysis by scenario rearrangement of on-street parking earned DS of 0.58 and is proving to be a better road performance. Application of scenario off-street parking earned DS of 0.53. This proves the applicability of one of the two scenarios generated good road performance, but the application of off-street parking is the best option, because it produces a smaller value than the DS rearrangement of on street parking (0.53 0,58).Abstrak: Jalan W.R. Supratman merupakan salah satu jalan kolektor yang mempunyai peranan penting dalam mendukung perkembangan sektor perdagangan dan jasa di kota Banda Aceh. Namun, penggunaan ruang di kawasan perdagangan tidak sesuai dengan peruntukannya, karena berada di sepanjang jalan kolektor, sehingga menimbulkan hambatan bagi arus lalu lintas dan sering terjadi pemanfaatan ruas jalan sebagai tempat berdagang dan parkir akibat aktifitas perdagangan di kawasan tersebut sehingga mengurangi kapasitas ruas jalan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah aktivitas pasar sangat berpengaruh terhadap tingkat pelayanan jalan di Jalan W.R. Supratman dan bagaimana skenario penanganan kemacetan yang terjadi pada ruas Jalan W.R. Supratman akibat aktivitas pasar. Analisis tingkat pelayanan jalan ini menggunakan metode MKJI. Data yang dibutuhkan yaitu volume lalu-lintas, hambatan samping, waktu tempuh, dan geometrik jalan. Data sekunder berupa jumlah penduduk dan lokasi penelitian yang didapat dari instansi terkait. Berdasarkan pengumpulan dan pengolahan data, didapat volume puncak terjadi di hari Senin, 17 Oktober 2016 pada pukul 07.00-08.00 WIB sebesar 2080 smp/jam dengan kelas hambatan samping sangat tinggi (1021 kej/jam). Kecepatan tempuh aktual pada kondisi eksisting 13,55 km/jam dan derajat kejenuhan sebesar 0,972. Nilai DS yang diperoleh 0,75; ini membuktikan kinerja jalan memiliki masalah yang disebabkan adanya aktivitas pasar dikawasan tersebut. Analisis dengan skenario penataan ulang on-street parking didapat DS sebesar 0,58 dan ini membuktikan kinerja jalan menjadi lebih baik. Penerapan skenario off-street parking diperoleh DS sebesar 0,53. Hal ini membuktikan penerapan salah satu dari dua skenario tersebut menghasilkan kinerja jalan yang baik, namun penerapan pelarangan parkir (off-street parking) merupakan pilihan terbaik, karena menghasilkan nilai DS yang lebih kecil dari penataan ulang on street parking  (0,53 0,58).
TINJAUAN PENILAIAN KINERJA BANGUNAN GEDUNG HIJAU (BGH) PADA GEDUNG LABORATORIUM PGSD UNIVERSITAS SAMUDRA Zulistian, Fitri; Purwandito, Meilandy; Mutia, Eka
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Mei 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v12i1.31135

Abstract

Abstrak: Pembangunan Infrastruktur dapat menimbulkan dampak buruk diantaranya meningkatkan limbah pencemaran, polusi udara, berkurangnya daerah resapan dan lahan terbuka hijau. Upaya untuk mengurangi dampak buruk yang akan ditimbulkan, dengan menerapkan konsep Green Building atau Bangunan Gedung Hijau. Bangunan Gedung Hijau merupakan bangunan yang menerapkan prinsip ramah lingkungan dalam beberapa kriteria kinerja penilaian sesuai fungsi dan klasifikasi setiap variabel bangunan gedung hijau tersebut. Gedung Laboratorium PGSD Universitas Samudra merupakan salah satu bangunan Gedung perkuliahan yang berada dibawah lingkup pengelolaan FKIP. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui presentase dan rekomendasi teknis penilaian Bangunan Gedung Laboratorium PGSD Universitas Samudra sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No.01/SE/M/2022 Tentang Petunjuk Teknis Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau. Metode penelitian yang digunakan berupa survey langsung di lapangan dan wawancara menggunakan form survey. Pada hasil penelitian ini Gedung Laboratorium PGSD Universitas Samudra memperoleh total poin penilaian sebesar 74 dengan presentase 44,85%. Nilai tersebut belum termasuk kedalam katagori Bangunan Gedung Hijau. Rekomendasi teknis yang diberikan pada 5 kriteria yaitu Pengelolaan tapak, efisiensi penggunaan energi, kualitas udara, pengelolaan sampah, dan pengelolaan air limbah sebagai upaya peningkatan penilaian bangunan Gedung dengan total poin 94 sebesar 58,18% sehingga Gedung tersebut masuk kedalam katagori bangunan Gedung hijau golongan PRATAMA.Kata Kunci : Bangunan Gedung Hijau, Gedung Baru, Penilaian Bangunan, Analisa Kinerja BGH
PRE CONSTRUCTION AND POST FAILURE OF SLOPE DAM STABILITY ON SAFETY FACTOR ANALYSIS (A REVIEW) Reza P. Munirwan
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The article describes about the failure story of dam due to lack of stability. Carsington Dam in Derbyshire UK had been chosen as case study for this paper. The data obtain in the analysis was a part of postgraduate study project of the author. This dam failure is an example of an end-of-construction failure in an earth-fill slope brought from deficiency of design. In term of stability for pre-construction analysis, soil parameters of drained shear strength are used based on the original designer. In terms of porewater pressure, because there are no assumption values by the designer can be found as information in literature, range values of ru are used in the analysis. For safety factor calculation, SLOPE program version 18.2 was used follow with wedge analysis method for comparison purpose. Next, for post-failure analysis, the soil parameters combinations between peak, post-peak and residual were used to calculate the factor of safety. From the analysis of initial failure, the dam’s designer used peak strength parameters whereas for post-failure, residual strength parameters was used in boot and yellow clay, and peak strength in the boot. The safety factor at the time of failure was approximately 0.901.Keywords : earth-fill, slope, pre-construction, post-failure.Abstrak: Artikel ini menjelaskan tentang proses keruntuhan bendungan air dikarenakan oleh tingkat stabilitas lereng yang rendah. Bendungan Carsington di Derbyshire UK dipilih sebagai studi kasus untuk tulisan ini. Data yang digunakan untuk analisis adalah merupakan bagian dari studi magister dari penulis. Keruntuhan bendungan ini adalah contoh nyata dari keruntuhan pada saat akhir konstruksi dikarenakan ketidaktepatan dalam perencanaan. Berdasarkan analisis kestabilan dari tahap konstruksi, perencana menggunakan parameter kuat geser terdrainase. Parameter tekanan air pori digunakan nilai-nilai asumsi ru dikarenakan tidak diperolehnya data mengenai parameter tekanan air pori dalam literatur. Angka keamanan lereng dianalisis menggunakan program SLOPE versi 18.2 dan dibandingkan dengan cara konvensional yaitu dengan analisis bagian. Analisa pasca keruntuhan lereng menggunakan data tanah yang merupakan kombinasi dari nilai puncak, pasca-puncak dan residual untuk menghitung kestabilan lereng. Berdasarkan analisa awal, perencana bendungan menggunakan nilai maksimum dari parameter tanah, sedangkan dari hasil analisa pasca keruntuhan diperoleh parameter tanah yang dugunakan adalah nilai residual pada kaki dan material tanah lempung kuning dari lereng, dan juga parameter desain maksimum pada kaki bendungan. Angka keamanan yang diperoleh pada saat keruntuhan lereng terjadi diperoleh yaitu 0.901.Kata kunci : bendungan, lereng, sebelum konstruksi, keruntuhan pasca.
PENGARUH PILAR JEMBATAN PANGO TERHADAP POLA ALIRAN SUNGAI KRUENG ACEH Putra, Teuku Devansyah; Fatimah, Eldina; Azmeri, Azmeri
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10062

Abstract

Abstract: Pango Fly Over is located in the coordinate of 50 32' 07.32" LU (North Latitude) and 950 20' 52.90 BT (East Longitude) on Pango Village, Ulee Kareng Sub District, Banda Aceh. This bridge was built across Krueng Aceh River and the pillars were built in the river so that it narrows the river cross section and affecting the increasing of flow velocity. From the research location observation, it is found that the bridge pillars cause the more narrowing of the river cross section and there is the damage of the riverbank around the river bend located in the downstream of the pillars. If there is no further follow up, it will erode the national road. This research aims to find out flow pattern without and with the pillars, and to know the flow pattern behavior in the river bend. This research uses Surface Water Modeling System (SMS Version 11.2) Program. The length of the river reviewed is 500 meters. The flow discharge used in this research is the flood discharge which the period is Q 100 and the value is 627.74 m/second (passing the Pango Fly Over). From the result of the flow patter simulations, it is obtained that the maximum flow velocity without the pillars found in the middle location of V3 reviewed point on the distance 45 m from the riverbank is 0.45 m/sec and maximum flow velocity with the pillars found in the middle location of V3 reviewed point on the distance 33 m from the riverbank is 0.35/sec. In the outer bend of the flow pattern simulation result without pillars, it is obtained that the maximum velocity found in V6 reviewd location on the distance 50 m is 0.83 m/sec in the left side of the flow.Meanwhile in the downstream of the bend, the maximum velocity wit the bridge pillars found in V6 reviewd location on the distance 50 m is 0.95 m/det in the left side of the flow. In the bridge pillars downstream location, there is the river bend required the riverbank reinforcement and the riverbed reinforcement in order to avoid the erosion in the riverbank, because it will endanger the public facilities.Abstrak: Jembatan fly over Pango berada pada koordinat 50 32' 07.32" LU dan 950 20' 52.90 BT terletak di desa Pango Kecamatan Ulee Kareng kota Banda Aceh. Jembatan ini di bangun melintang Sungai Krueng Aceh dan pilar jembatan dibangun pada sungai sehingga terjadi penyempitan penampang sungai yang menyebabkan kecepatan aliran bertambah, Dari tinjauan lokasi penelitian pilar jembatan semakin mengalami penyempitan penampang sungai dan terjadi kerusakan tebing di sekitar belokan sungai yang berada di hilir jembatan. Bila tidak segera di tindak lanjuti akan berdampak tergerusnya jalan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola aliran tanpa adanya pilar dengan adanya pilar serta untuk mengetahui perilaku pola aliran yang terjadi pada belokan sungai. Penelitian ini menggunakan program Surfacewater Modeling System (SMS. Versi 11.2). Panjang sungai yang di tinjau 500 meter. Debit aliran yang digunakan pada penelitian ini mengunakan debit banjir periode ulang Q-100 tahunan yaitu 627,74 m/detik (yang melewati jembatan fly over Pango). Dari hasil simulasi pola aliran didapatkan besaran kecepatan aliran tanpa pilar pada lokasi tengah aliran pada titik tinjauan V3 dengan jarak 45 m dari tanggul sungai kecepatan maksimumnya 0,45 m/det dan besaran kecepatan aliran dengan adanya pilar jembatan pada lokasi tengah pilar pada titik tinjauan V3 dengan jarak 33 m dari tanggul sungai kecepatan maksimumnya 0,35 m/det. Pada belokan luar dari hasil simulasi kecepatan aliran tanpa pilar besaran kecepatan maksimum pada titik tinjau V6 dengan jarak 50 m yaitu 0,83 m/det pada kiri aliran. Sedangkan di hilir belokan pada titik tinjau V6 dengan jarak 50 m dengan adanya pilar jembatan besaran kecepatan maksimum yaitu 0,95 m/det kiri aliran. Pada hilir pilar jembatan terdapat belokan sungai yang memerlukan perkuatan tebing dan perkuatan dasar agar tidak terjadi erosi di tebing sungai, sebab hal ini dapat membahayakan terhadap fasilitas umum.
MODEL PEMILIHAN MODA ANTARA BUS RAPID TRANSIT (BRT) DENGAN KENDARAAN PRIBADI PADA KORIDOR BANDARA SIM – PELABUHAN ULEE LHEUE Ina Marlia; Renni Anggraini; Irin Caisarina
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Sultan Iskandar Muda (SIM) - Ulee Lheue Corridor is the corridor serving the public transportation  mode connecting between SIM International Airport and Ulee Lheue Port. This corridor passes the center of the town (Central Business District). Currently, many populations in Banda Aceh use private vehicles and  public transportations for mobility. This study aims to find out the modal choice between Bus Rapid Transit (BRT) and  private vehicle in SIM – Ulee Lheue Corridor and to estimate the potency of BRT demand in SIM – Ulee Lheue Corridor. The data is collected by sampling technique using questionnaire distributed  to the passengers in SIM Airport and Ulee Lheue Port and also to the community living in the corridor track. The formulation of the traveller behavior in selection the mode arranged with Stated Preference Technique using questionnaire analyzed using multiple linear regressions to get utility equation and then substituted into logic binomial function. From multiple linear regression results, it is obtained utility equations with the variables; travelling cost (X1), travelling time (X2), walking time (X3), and headway (X4) significantly affecting the modal choice of the respondents. By using average values in the existing condition of each variable of X1, X2, X3, X4, it is obtained  that the probability of BRT modal choice in SIM – Ulee Lheue Corridor is 57.1%. To improve the possibility of BRT modal choice to 80%, it can shorten the headway become 30 minutes. Abstrak: Koridor Sultan Iskandar Muda (SIM)-Ulee Lheue merupakan koridor yang melayani moda transportasi umum yang menghubungkan bandara Internasional SIM dan pelabuhan Ulee Lheue. Koridor ini melewati pusat kota (Central Bussines Distric). Pada saat ini, masyarakat di Kota Banda Aceh menggunakan kendaraan pribadi dan angkutan umum untuk kegiatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pemilihan moda antara Bus Rapid Transit (BRT) dan Kendaraan Pribadi pada Koridor SIM-Ulee Lheue, dan memperkirakan potensi permintaan BRT pada Koridor SIM-Ulee Lheue. Data dikumpulkan dengan teknik sampling menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada penumpang di Bandara SIM dan Pelabuhan Ulee Lheue dan juga kepada masyarakat yang tinggal di lintasan Koridor tersebut. Perumusan perilaku pelaku perjalanan dalam memilih moda disusun dengan teknik Stated Preference dalam bentuk kuesioner yang dianalisis dengan menggunakan regresi linier berganda untuk mendapatkan persamaan utilitas yang kemudian disubstitusi ke dalam fungsi binomial logit. Dari hasil analisis regresi linier berganda maka diperoleh persamaan utilitas dengan variabel-variabel: biaya perjalanan (X1), waktu perjalanan (X2),  waktu berjalan kaki (X3), dan headway (X4) yang secara signifikan mempengaruhi dalam pemilihan moda responden. Dengan menggunakan nilai rata-rata pada kondisi eksisting dari masing-masing variabel X1, X2, X3, X4 maka nilai probabilitas pemilihan moda BRT pada koridor SIM-Ulee Lheue sebesar 57,1%. Untuk Meningkatkan kemungkinan pemilihan moda BRT hingga 80%, bisa dilakukan dengan mempersingkat headway menjadi 30 menit.
EFISIENSI KERAPATAN STASIUN HUJAN DI KABUPATEN SUMBAWA Lismula, Adi Mustikatari; Dharmawansyah, Dedy; Mawardin, Adi; Susilawati, Tri
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Mei 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v10i1.19122

Abstract

Curah hujan pada umumnya tidak merata disuatu wilayah, hal ini berimbas pada penyebaran hujan yang juga tidak seragam sehingga mempengaruhi perancangan keteknikan dimasa mendatang di suatu wilayah. Kabupaten Sumbawa sebagai daerah dengan kondisi topografi yang berbukit juga mengalami ketidakseragaman penyebaran hujan sehingga untuk mengetahui konsistensi data curah hujan ini, maka digunakan metode Kagan-Rodda dengan luaran berupa titik-titik stasiun hujan yang optimum dalam mewakili suatu wilayah di Kabupaten Sumbawa. Sedangkan metode untuk menguji konsistensi data dengan metode Rescaled Adjusted Partial Sums (RAPS). Hasil perhitungan diperoleh nilai koefisien variasi (Cv) adalah 24,1, untuk kesalahan ijin 3% dibutuhkan 64 stasiun baru dengan panjang segitiga Kagan 10,8 km, sedangkan untuk kesalahan ijin 5% dibutuhkan 23 stasiun baru dengan panjang segitiga Kagan 17,8 km
A PHYSICAL MODEL ON BED PROFILE CHANGES AS THE EFFECTS OF THE DETACHED SUBMERGED BREAKWATER Zouhrawaty A. Ariff; Isnanda Isnanda; Fachrianoza Fachrianoza
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 3 (2012): Volume 1, Nomor 2, Mei 2012
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The experiment related to change of bottom topography due to progressive wave attacks in physical wave model. The aim of the research is to get better view and solutions for the eroded sandy beach either by natural disasters or other manmade activities to get the method for set back line.  The method for this purpose is by placing the detached submerged breakwater as the control structure for sand movement. There are two cases of structure placement, i.e., at the breaking point and at the outer of breaking point with the same treatment for the experimental design. The model is carried out at Hydraulic Laboratory Civil Engineering Department Faculty of Engineering Syiah Kuala University, in a 24m x0.52m concrete wave flume using a piston type regular wave generator with 3 variations of water depth, 3 variations of wave height and periods. The bed profiles were measured using sandy surface profiler every 10cm-spacing longshore and cross-shore directions. The results show that detached submerged breakwater as the control structure for longshore and cross-shore sediment movement gives better performance when it placed at the surrounding of  the breaking point.Keywords : detached submerged breakwater, bed profile, breaking pointAbstrak: Penelitian ini berkaitan dengan perubahan profil pantai karena adanya serangan gelombang yang dilakukan melalui model fisik pantai dan gelombang. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran yang lebih baik dan juga memperoleh solusi terhadap pantai berpasir yang tererosi disebabkan oleh bencana alam ataupun aktivitas buatan lainnya, dalam usaha memperoleh metode pengembalian garis pantai pada keadaan semula. Cara yang dilakukan untuk tujuan yang dimaksud adalah dengan menempatkan model ’pemecah gelombang terputus bawah air’ sebagai suatu bangunan kontrol untuk mengamati  pergerakan sedimen. Penempatan bangunan ini dilakukan pada dua lokasi, yaitu pada tempat pecahnya gelombang dan di luar daerah gelombang pecah dengan perlakuan yang sama terhadap rancangan penelitiannya. Model ini dilakukan di Laboratorium Hidroteknik Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala. Peralatan yang digunakan adalah saluran gelombang dari beton berukuran 24m x 0.52m disertai mesin pembangkit gelombang reguler. Rancangan  penelitian yang dilakukan adalah  pengaturan tiga variasi kedalaman air, dan tiga variasi tinggi dan periode gelombang yang dibangkitkan. Profil dasar model pantai diukur dengan menggunakan peralatan sandy surface profiler dalam arah memanjang dan melintang saluran gelombang pada setiap jarak 10 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ’pemecah gelombang terputus bawah air’ yang berfungsi sebagai bangunan kontrol terhadap pergerakan sedimen sejajar dan tegak lurus pantai memberikan  kinerja yang lebih baik bila ditempatkan di sekitar gelombang pecah.Kata kunci : pemecah gelombang terputus bawah air’, profil dasar pantai, gelombang pecah
KUAT TARIK ANGKER KANTILEVER DENGAN METODE PENDEKATAN JRC (STUDI KASUS JALAN KANTILEVER KM. 461+480 TAPAKTUAN) Jumaidi, Jumaidi; Munirwansyah, Munirwansyah; Saleh, Sofyan M.
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 3, Januari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i3.10010

Abstract

Abstract: The Tapaktuan-Bakongan is the national road access to the South-West part of Aceh. Topographically shows that the road consist of canyon and a very steep cliff, which will be impossible to build more infracstructure using either blasting or cut and fill method with heavy equipment. Referring to the situation, the study about anchor tensile strength, which is used in construction of road access expansion using cantilever method is conducted. The research methode is begin by collecting the real data which are Standard Penetration Test data (SPT) SNI 4153-2018 and tensile graund anchor proving test (Bristish Satndard 8081:1981) and geological data taken from SPT drilling data. Furthermore, the data involved N-SPT, Joint Roughness Coefficient (JRC), shear stress will be analyzed and yield loading test value. Finally, from the loading test value, the reseacher will evaluate the stability of tensile capacity and safety factor (SF) of ground anchor. From the data analysis obtained that rock mass of STA 1+ 280 or KM. 461 +480 geologically contain unrigid and very strong limestone with N-SPT value greater than 50 where the rock condition is solid concrete and could be crushed using blasting method. Five samples are taken from the 10 meters driling for the laboratory test and obtain the minimum compressive strength is 51,10 MPa and maximum is 103,89 MPa with JRC from 2 to 20. In addition, the rock quality designation (RQD) calculation yield the average stone quality is 60,8% which means the rock has medium quality. Ground anchor failure if the proving test over 80% UTS(ultimate tensile strength) i.e. the load increment reaches 92,55% UTS or 54 MPa. Therefore, the proving test maximum capacity for ground anchor is 54 Mpa and safety factor is 1,85 which are suitable to geological condition research area.Abstrak: Ruas jalan Tapaktuan Bakongan merupakan ruas jalan nasional lintas Barat Selatan Aceh. Kondisi topografi ruas jalan terdiri dari tebing yang terjal dan lereng yang curam sehingga tidak memungkinkan dilaksanakan pelaksanaan kontruksi pembangunan/peningkatan dengan metode blasting (penggunaan bahan peledak) maupun metode cut and fill yang menggunakan alat-alat berat. Dari permasalahan tersebut dilakukan sebuah kajian mengenai kuat tarik angker yang digunakan pada pelaksanaan pembangunan pelebaran badan jalan dengan menggunakan metode kantilever untuk daerah dengan kondisi topograsi tebing yang terjal dan lereng yang curam. Metode yang diterapkan pada penelitian ini diawali dengan pengumpulan data riil yang meliputi data Standard Penetration Test (SPT) SNI 4153-2008 dan uji tarik proving test ground anchor (British Standard 8081:1981) dan data geologi yang dihasilkan dari data pengeboran SPT. Selanjutnya dari data-data yang diperoleh dilakukan analisis data yang meliputi analisis nilai N-SPT, Joint Roughnes Coefficient (JRC), gaya geser, yang menghasilkan angka loading test. Dari data hasil loading test dapat dievaluasi stabilitas kapasitas tarik dan safety factor (SF). Dari data analisis didapatkan bahwasanya kondisi geologi batuan di STA 1+ 280 atau KM. 461 + 480 terdiri dari batu gamping tidak lapuk dan sangat keras dan dapat dipecahkan dengan peledakan dengan nilai N-SPT lebih besar dari 50 dimana kondisi batuan sangat padat. Dari hasil pengeboran sepanjang 10 meter diambil lima sampel untuk di uji laboratorium dan diperoleh nilai compressive strength minimal 51,10 MPa dan maksimum 103,89 MPa dengan nilai JRC 2-20. Selain daripada itu hasil perhitungan rock quality designation (RQD) menunjukkan kualitas batuan pada lokasi kajian rata-rata 60,8% yang berarti kualitas batuannya adalah sedang. Ground anchor putus pada saat uji tarik proving test diatas pembebanan 80% UTS yaitu pembebanan sampai 92,55% UTS (ultimate tensile strength) atau sebesar 54 MPa. Dengan demikian kapasitas maksimum hasil uji tarik proving test ground anchor yaitu sebesar 54 MPa dengan faktor keamanan 1,85 sesuai dengan kondisi geologi daerah kajian.
PENGEMBANGAN KINCIR ANGIN SEBAGAI PENGGERAK POMPA AIR Nur Untoro; Frida Agung Rahmadi; Taufiq Aji
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Mei 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : Windmilll is instrument  that can converse wind energy to kinetic energy. Windmills have used in many country, but in Indonesia their used very-very little, so to be necessary developed. The windmill must be designed accord with their usage and wind characteristic at this area. In SubdistrictGantiwarno District Klaten blown low wind speed, that condition more precise developed for wind pumping, rather than for the electric power  generation.At this research  designed windpumping for crops planted in dry season. Windmill  type is multiblade windmill, with 8iron galvanic blades. Water pump is made from  1 inch and 1,25 inch diameter PVC tube.Windpumping designed for deliver 5 liters/minute at wind speed 3,0m/s  and total  head 8m.  hence designed the windmill with 3.2m rotor diameter  and direct drive power transmission. Experiment result: minimum wind speed so that windmill able to pump is 2,8 m/s, with the rotor rotation is 29 rpm, and the water debit is 4.4 litres/minute. At 3.3m/s wind speed, rotor rotation is 33 rpm with the water debit 6 litres/minute. The total efficiency of system at 2,8m/s wind  speed is 6%,  the total efficiency at 3.3m/s wind  speed  is 5%.Keywords : Windmill ,  average wind speed,  water debit, head,  rotor diameter, total efficiency.Abstrak:Kincir angin adalah alat yang mengubah energi angin menjadi energi kinetik rotasi. Kincir angin telah digunakan di berbagai negara, namun di Indonesia penggunaan kincir angin masih sangat sedikit, sehingga perlu dikembangkan. Kincir angin mesti dirancang sesuai penggunaan dan karakteristik tempatnya. Di Kecamatan Gantiwarno Kabupaten Klaten umumnya bertiup angin kecepatan rendah, dengan kondisi ini lebih cocok dikembangkan kincir angin untuk pompanisasi, daripada untuk pembangkit listrik. Pada penelitian ini dirancang kincir angin penggerak pompa air untuk irigasi tanaman palawija di musim kemarau. Kincir angin dirancang berdaun 8 buah yang dibuat dari pelat besi galvanis. Pompa air dibuat dari pipa PVC  1 inci dan 1,25 inci. Pompa air dirancang untuk memindahkan air 5 liter/menit pada kecepatan angin 3,0m/s dan total head 8m. Berdasarkan kebutuhan debit air, kecepatan angin dan total head, maka dirancang kincir angin dengan diameter rotor 3,2m dengan transmisi daya langsung (direct drive). Hasil pengujian: kecepatan angin minimal agar pompa bekerja adalah 2,7m/sdengan 29 rpm dan debit 4,4 liter/menit. Pada kecepatan angin 3,3 m/s putaran kincir 33 rpm dan debit air 6liter/menit. Efisiensi total pada kecepatan angin 2,8m/s adalah sebesar 6% dan efisiensi total pada kecepatan angin 3,3m/s adalah 5%.Kata kunci : kincir angin, kecepatan angin rata-rata, head, debit pompa air, diameter rotor, efisiensi
ANALISIS KELAYAKAN JALUR EVAKUASI TSUNAMI DI KOTA MEULABOH Fadli Idris; Renni Anggraini; Muhammad Isya
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 6, No 1 (2016): Volume 6, Nomor 1, September 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Meulaboh, the capital city of West Aceh District, was attacked by the earthquake and tsunami on December 26, 2004. Another earthquakes in 2010 and 2012 remind people to pay more attention on managing the evacuation. Lesson learned from those years, everyone was panic and tried to evacuate themselves by heading to a safe area. Consequently, the traffic was sprawled and  unmanageably leading to severe congestion. The most common evacuation routes used by the people are Jalan Sisingamangaraja, Jalan Generation and Jalan Kayee Puteh. According to the results, the existing evacuation routes were still in normal conditions and feasible as shown by the degree of saturation (DS) 0.75. In contrast to that, based on public perception, Jalan Singamangaraja was not feasible as shown by DS 0.75.Keywords : earthquake, tsunami, evacuation route, feasibility studyAbstrak: Kota Meulaboh merupakan Ibukota Kabupaten Aceh Barat yang terkena dampak gempa dan tsunami pada tanggal 26 Desember 2004. Gempa bumi di Tahun  2010 dan Tahun 2012 menjadi pengingat akan gempa bumi dan tsunami dahsyat yang terjadi tahun 2004. Dalam kejadian tersebut, masyarakat terlihat panik dalam melakukan evakuasi, sehingga pergerakan masyarakat menjadi tidak terkendali dan menimbulkan kemacetan parah.Kemacetan lalu lintas pada ruas jalan Sisingamangaraja yang merupakan jalur evakuasi juga terjadi, dimana masyarakat berusaha menyelamatkan diri dengan menuju ke daerah aman (gampong lapang).Analisis ketiga jalur evakuasi eksisting mengidentifikasikan bahwa Jalan Sisingamangaraja merupakan jalan yang paling banyak dipilih masyarakat sebagai jalur evakuasi, sedangkan Jalan Generasi dan Jalan Kaye Puteh merupakan jalur alternatif. Sesuai hasil perhitungan, kondisi eksisting ketiga jalur evakuasi tersebut masih dalam kondisi normal dan masih layak karena nilai derajat kejenuhan (DS) 0,75. Adapun hasil perhitungan berdasarkan persepsi masyarakat tentang pilihan arah evakuasi pada ketiga jalur tersebut, didapatkan Jalan Sisingamangaraja sudah tidak layak jika ditinjau dari nilai DS 0,75.Kata kunci : gempa bumi, tsunami, jalurevakuasi, analisis kelayakan

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 November 2025 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Mei 2025 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 November 2024 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Mei 2024 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 November 2023 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Mei 2023 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 November 2022 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Mei 2022 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 November 2021 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Mei 2021 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Mei 2020 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 3, Januari 2018 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Januari 2017 Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 2, Desember 2017 Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017 Vol 6, No 1 (2016): Volume 6, Nomor 1, September 2016 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Mei 2016 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Januari 2016 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4, Nomor 3, Mei 2015 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Januari 2014 Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil Volume 3, Nomor 1, September 2013 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Nomor 2, januari 2013 Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 1 (2012): Volume 2, Nomor 1, September 2012 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1, Nomor 2, Mei 2012 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Januari 2012 Vol 1, No 1 (2011): Volume 1, Nomor 1, September 2011 More Issue