cover
Contact Name
Juliana Fisaini
Contact Email
j.fisaini@usk.ac.id
Phone
+6281377412304
Journal Mail Official
jurnaltekniksipil@usk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala Jl. Syech Abdurrauf No. 7 Darussalam, Banda Aceh 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20889321     EISSN : 25025295     DOI : http://dx.doi.org/10.24815/jts.v12i2.30788
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil (Journal of Civil Engineering) Universitas Syiah Kuala is a scientific journal, published by Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Syiah Kuala. It is aimed at disseminating research results related to civil engineering fields, where readers of the journal are expected from civil engineering researchers/scientists, students in related fields, engineers, and practitioners in this field. Jurnal Teknik Sipil (Journal of Civil Engineering) Universitas Syiah Kuala publishes the scientific articles in area of civil engineering, as follows. Structural Engineering, Water Resources Engineering, Transportation Engineering, Geotechnical Engineering, Construction Engineering & Management, Urban Planning Geospatial and Geomatics Engineering, and Ocean Engineering
Articles 355 Documents
INTEGRASI METODA LEAN CONSTRUCTION DAN BIM 4D PADA PROYEK RENOVASI GEDUNG PEMERINTAH LOKHSEUMAWE ACEH UNTUK MENINGKATKAN KINERJA WAKTU Andraiko, Heru; Dwiyanto, Paksi; Citra, Waode
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Mei 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v12i1.27538

Abstract

Kinerja waktu merupakan salah satu hal yang paling penting dalam kontrak konstruksi proyek proyek pemerintahan maupun swasta di Indonesia. Keterlambatan menjadi hal yang paling sering terjadi dalam pelaksanaan proses konstruksi terutama pada proyek-proyek pemerintah, baik itu kontrak yang bersifat single years maupun multi years. Integrasi Lean Construction dan BIM 4D merupakan salah satu solusi untuk mengatasi resiko keterlambatan proyek konstruksi terutama pada konstruksi bangunan gedung. Penelitian ini membahas tentang implementasi beberapa tools dari lean construction yang di integrasikan dengan BIM 4D untuk meningkatkan kinerja waktu proyek konstruksi. Tools yang digunakan dari lean construction adalah Last Planner System, Daily huddles, dan Visible Site Management. Sedangkan dari BIM 4D digunakan model 3 dimensi agar lebih melihat visualisasi dan perhitungan volume pekerjaan untuk mendukung kegiatan procurement. Studi kasus penelitian ini dilakukan pada proyek renovasi gedung pemerintah di Lokhseumawe Aceh. Metodologi penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data primer (kontraktor dan owner) dan data sekunder berupa study literature. Dan dari penelitian studi kasus ini disimpulkan dengan menerapkan integrasi lean construction dengan BIM 4D dapat meningkatkan kinerja waktu proyek pada proyek renovasi gedung pemerintah.
ANALISIS PEMILIHAN MATERIAL BETON DAN MATERIAL BAJA SEBAGAI ALTERNATIF MATERIAL PENGGANTI KAYU ULIN Retna Hapsari Kartadipura; Novitasari Novitasari
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Scarcity Borneo iron wood currently faced by the construction industry, especially for construction work that using wood. Constraints faced today than rare iron wood price is increased day after day is quite high due to its rarity. This problem makes us have to look for alternatives other material which can certainly function according to the technical specifications desired. The method used to analyze the factors using the Zero-one method. An alternative of steel and concrete material option is determined by variable selection. Each of factors has specific variables related to concrete and steel material. Factor assessment as a basis for determining alternative as assessment showed that for procurement of concrete and steel factor as equal number at the value of 139.70. The technical factor of concrete has value of 360.29 and steel has value of 485.29. On the other hand, the factor of financial/economic of concrete has value of 175 and steel has value of 125.Keywords : iron wood scarcity, alternativere materials, wood constructionAbstrak: Kelangkaan kayu ulin saat ini dihadapi oleh industri konstruksi khususnya untuk pekerjaan yang menggunakan konstruksi kayu. Kendala yang dihadapi saat ini selain langka kayu ulin harganya pun kian hari mengalami kenaikan yang cukup tinggi akibat kelangkaannya. Permasalahan ini membuat kita harus mencari alternatif material lain yang tentunya dapat ber- fungsi sesuai spesifikasi teknis yang diinginkan. Metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis faktor-faktor menggunakan Metode Zero-one. Pemilihan variabel dikemukakan untuk menentukan alternatif pemilihan material beton dan baja. Masing-masing faktor mem- iliki variabel yang spesifik berkaitan dengan material beton dan baja. Penilaian faktor sebagai dasar untuk menentukan alternatif sebagai penilaian menunjukkan bahwa untuk pengadaan beton dan baja sebagai alternatif pada bobot nilai 139,70. Faktor teknis beton memiliki bobot nilai 360,29 dan baja memiliki bobot nilai 485,29. Di sisi lain, faktor keuangan/ekonomi beton memiliki bobot nilai 175 dan baja memiliki bobot nilai 125.Kata kunci : kelangkaan kayu ulin, alternatif material, kontruksi kayu
KAJIAN KERENTANAN BENCANA BANJIR BANDANG DI GAMPONG BEUREUNUT KECAMATAN SEULIMUM KABUPATEN ACEH BESAR Erwin, Riza; Azmeri, Azmeri; Ismail, Nazli
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10058

Abstract

Abstract: Gampong Beureunut is a village with 323 population which located in District of , Aceh Besar. In the last 20 years, Gampong Beureunut has been repeatedly hit by flash floods in 1987, 2000 and the latest occured on January 2nd, 2013. The occurrence of flash floods is caused by the break of natural dam at Krueng Teungku groove that is located above the village and the estuary lies right in the Gampong Beureunut so the damage impact of flash floods is quite severe. Referring to the regulation of General Guidelines for Assessment of the Disaster Ratio issued by BNPB No. 2 of 2012, will assess the level of vulnerability of the community in Gampong Beureunut in term of tackling the threat of banjir bandang. There are four indicators to be taken in advance in term of determining the level, they are; social, economic, physical and environmental vulnerability. Based on the results of analysis data which the source information mostly obtained by direct survey to the location of the research found that the vulnerability level of community Gampong Beureunut against the threat of flash floods is medium. This shows that the people of Gampong Beureunut are vulnerable to the threat of flash floods so that some strategies are needed to reduce the vulnerability, among othersthe government should support the existence of gampong institutions that have been formed as disaster information centers, the need for extension, socialization and simulation, improvement of critical facilities and relocation of housing residents who are still in danger zone of flash floods.Abstrak: Gampong Beureunut adalah suatu gampong berpenduduk 323 jiwa yang terletak di Kecamatan Seulimum Kabupaten Aceh Besar. Dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, Gampong Beureunut telah berulang kali dilanda banjir bandang yaitu tahun 1987, 2000 dan yang terakhir pada tanggal 2 Januari 2013. Terjadinya banjir bandang tersebut disebabkan karena jebolnya bendungan alam di alur Krueng Teungku yang terletak di atas permukiman penduduk dan bermuara tepat di Gampong Beureunut sehingga dampak kerusakan yang ditimbulkan cukup parah. Dengan berpedoman pada Perka BNPB No 2 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Resiko Bencana, pada penelitian ini akan ditinjau tingkat kerentanan masyarakat Gampong Beureunut terhadap ancaman banjir bandang. Untuk mendapatkan tingkat kerentanan ancaman banjir bandang, terdapat empat indikator yang harus ditentukan terlebih dahulu, yaitu kerentanan sosial, ekonomi, fisik dan lingkungan. Dari hasil analisis data yang sumbernya sebagian besar didapat dari survey langsung ke lokasi penelitian, didapat hasil bahwa tingkat kerentanan masyarakat gampong beureunut terhadap ancaman banjir bandang adalah sedang. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Gampong Beureunut rentan terhadap ancaman banjir bandang sehingga diperlukan beberapa strategi untuk mengurangi kerentanan tersebut, antara lain pemerintah harus mendukung keberadaan lembaga gampong yang telah terbentuk sebagai pusat informasi bencana, perlunya dilakukan penyuluhan, sosialisasi dan simulasi, perbaikan fasilitas kritis dan relokasi perumahan penduduk yang masih berada pada zona bahaya banjir bandang.
MODEL BANGKITAN PERGERAKAN PENGGUNA SEPEDA MOTOR BERDASARKAN AKTIVITAS MANDATORY DI KOTA LHOKSEUMAWE Heru Pramanda; Renni Anggraini; Sugiarto Sugiarto
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The increasing population and number of vehicles, especially motorcycles ownership in Lhokseumawe city raises complex traffic problems especially not accompanied by the addition of facilities. The activities influence the movement of the motorcycle. Several factors can affect the movement that is social demographic of individuals or families, accessibility and so on. This study aims to analyze the characteristics of the movement of the motorcycle and the factors that influence to obtain the trip generation model of motorcycle users in Lhokseumawe city. The primary survey conducted with questionnaires in 400 families residing in Lhokseumawe city covers four subdistricts, namely Banda Sakti, Muara Satu, Muara Dua, and Blang Mangat. Modelling the trip generation of motorcycle users for each subdistrict and each activity modelling used multiple linear regression analysis. Calibration parameters used OLS methode (Ordinary Least Square) with the SPSS-19. The results of this study were obtained two (2) groups of movement activity model in Lhokseumawe, namely the mandatory activity which variables that affect the movement of motorcycle users include: age, family income (Rp. 5 million to Rp. 7.5 million) and SIM ownership. Abstrak: Meningkatnya pertumbuhan penduduk dan jumlah kepemilikan kendaraan khususnya sepeda motor di kota Lhokseumawe menimbulkan permasalahan lalu lintas yang kompleks apalagi tidak disertai dengan penambahan fasilitas. Adanya aktivitas menimbulkan pergerakan pengguna sepeda motor. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan yaitu sosial demografi dari individu atau keluarga, aksesibilitas dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik pergerakan pengguna sepeda motor dan faktor yang mempengaruhinya sehingga didapatkan model bangkitan pergerakan pengguna sepeda motor di kota Lhokseumawe. Survei primer dilakukan dengan pengisian kuesioner pada 400 KK yang berdomisili di kota Lhokseumawe mencakup 4 kecamatan yaitu Banda Sakti, Muara Satu, Muara Dua, dan Blang Mangat. Pemodelan bangkitan pergerakan pengguna sepeda motor per masing-masing kecamatan dan masing-masing aktivitas digunakan pemodelan analisis regresi linier berganda. Kalibrasi parameter regresi digunakan metode OLS (Ordinary Least Square) dengan bantuan software SPSS-19. Hasil dari penelitian ini diperoleh 2 (dua) kelompok model aktivitas pergerakan di Kota Lhokseumawe yaitu pada aktivitas mandatory, variabel-variabel yang mempengaruhi pergerakan pengguna sepeda motor antara lain : umur, penghasilan keluarga (Rp. 5 juta s/d Rp. 7,5 juta) dan kepemilikan SIM.
TINGKAT KEPUASAN PENUMPANG TERHADAP KINERJA PELAYANAN BANDARA SULTAN ISKANDAR MUDA BANDA ACEH MENGGUNAKAN METODE CUSTOMER SATISFACTION INDEX (CSI) mutiawati, cut; Lulusi, Lulusi; Lestari, Suci
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Mei 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v10i1.21076

Abstract

Sultan Iskandar Muda Airport (SIM) is located in Aceh Besar District, Aceh Province. It is crucial to analyze Airport service quality analyzed to evaluate the level of passenger satisfaction. This study aimed to evaluate the level of passenger satisfaction using the Customer Satisfaction Index (CSI) method. Data collection was conducted by administering online questionnaires to respondents who have used airport facilities. The measurement employed the Likert scale. The results showed that the most dominant characteristics of respondents were 18-27 years old (64%), male (52%), and the latest educational level of senior high school or equivalent (46.5%) and students (60.6%). The results showed that passenger satisfaction level was 75% (less satisfied) based on the 23 indicators of service performance. This finding indicates that Sultan Iskandar Muda Airport has not provided satisfactory service to passengers. The CSI scores for safety and security variables, reliability, comfort, improvement, and equality, were 74%, 76%, 78%, 74%, and 70%. The lowest assessment was on the equality variable. Thus, the capacity and quality of facilities for disabilities and nursery rooms need to be improved.
THE INTERACTION EFFECT OF TECHNOLOGY UTILIZATION TOWARD PROJECT PERFORMANCE: A HIERARCHICAL REGRESSION ANALYSIS Hafnidar Abdul Rani; Che Sobry Abdullah; Shahimi Mohtar
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 3 (2012): Volume 1, Nomor 2, Mei 2012
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study investigates the moderating effects of technology utilization toward project performance. Hierarchical regression analysis was utilized for hypotheses testing. The result of the hierarchical regression analysis showed support for some of the moderating effects. Analysis results as a whole appears that technology utilization as a moderator the relationship between the project management function and project performance. The study was not limited to the construction company that has a specific class qualification, but including all of the grade 2 to grade 7. The outcome of this study provides vital information and also provides an insight into further understanding on the issue of interface on the effect of technology utilization toward project performance in Aceh construction organizations.Keywords : project management, project performance, technology utilization, hierarchical regression analysis.Abstrak: Penyelidikan ini mengkaji efek penengah dari pemanfaatan teknologi terhadap kinerja proyek. Analisis regresi hirarki yang digunakan untuk menguji hipotesis. Hasil analisis regresi hirarki menunjukkan dukungan untuk beberapa efek penengah. Hasil analisis secara keseluruhan ditemui bahawa pemanfaatan teknologi sebagai penengah hubungan antara fungsi manajemen proyek dan kinerja proyek. Penyelidikan ini tidak terbatas pada perusahaan konstruksi yang memiliki kualifikasi kelas tertentu, melainkan termasuk semua kelas 2 sampai dengan kelas 7. Hasil kajian ini memberikan informasi penting dan juga memberikan wawasan dalam pemahaman yang lebih lanjut mengenai isu tentang efek pemanfaatan teknologi terhadap kinerja proyek dalam organisasi konstruksi di Aceh.Kata kunci : manajemen proyek, kinerja proyek, pemanfaatan teknologi, analisis regresi hirarki.
KARAKTERISTIK CAMPURAN AC-WC MENGGUNAKAN AGREGAT SIMEULUE DENGAN VARIASI ASPAL RETONA BLEND 55 DAN ASPAL PENETRASI 60/70 Firdaus, Firdaus; Yunus, Yuhanis; Isya, Muhammad
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 3, Januari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i3.9999

Abstract

Abstract: Asphalt concrete pavement is depend on the type and composition of aggregate, asphalt, and filler being used. In this study, the aggregate used was an aggregate of Simeulue Island. In this Regency are difficult to find enough hard aggregate because the majority of the rocks there come from the process of particles mineral deposition, rest of the animals and plants which are found in the River (Aribowo, 2014). This research was conducted to find out the level of asphalt mixtures resistance using Simeulue aggregate with asphalt variation percentage of retona blend 55 and pen. 60/70 as a binder. This research begins with an examination of the physical properties of asphalt and aggregate next manufactured specimens based on gradations planning to determine of optimum asphalt content (OAC) with the overlapping method. From the results obtained, the elongation and flakiness index value did not meet the required specifications, those were 35.27% and 14.38%. The soundness aggregate against of Sodium and Magnesium sulfate (Mg2SO4) = 26.43% where is the maximum value required 12%. Aggregate wear value still meets the requirement, that was 23.84% 40%. OAC for AC-WC mixture using 100% RB, 100% Pen, 80% RB/ 20% Pen, 65% RB/ 35% Pen, 50% RB/ 50% Pen. was in the amount of 6.18%; 6.37%; 6.20%; 6.06% and 6.06%. From the Marshall test results in every OAC for all variations of immersion, showed the stability value using RB higher than by using Pen. 60/70. This was becauseasphaltRBcantie theSimeulue aggregatewellcompared toasphaltPen.60/70. The flow value was higher than the asphalt RB. VIM and MQ value at all immersion variation, using asphalt RB were higher than by using asphalt Pen. The durability value in all types of AC-WC mixture still meets the requirements of the Dept. PU (2010) 90%. While the durability value of 48-hour immersion already is under 90%.Abstrak: Perkerasan beton aspal sangat tergantung pada jenis dan komposisi agregat, aspal serta filler yang digunakan. Penelitian ini menggunakan agregat dari Kabupaten Simeulue. Pada Kabupaten ini sulit ditemukan agregat yang cukup keras karena mayoritas batuan yang ada berasal dari proses pengendapan partikel mineral, sisa hewan dan tanaman yang terdapat di sungai dan memiliki nilai pelapukan yang tinggi (Aribowo, 2014). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat ketahanan agregat Simeulue dengan variasi persentase aspal retona blend 55 dan aspal penetrasi 60/70 sebagai bahan pengikat dengan harapan dapat menghasilkan perkerasan yang lebih baik. Penelitian ini diawali dengan pemeriksaan sifat fisis aspal dan agregat selanjutnya dilakukan pembuatan benda uji berdasarkan gradasi rencana untuk menentukan kadar aspal optimum (KAO) dengan metode overlapping. Dari hasil penelitian agregat diperoleh nilai indeks kepipihan dan kelonjongan tidak memenuhi syarat yaitu sebesar 35,27% dan 14,38%. Kekekalan bentuk agregat terhadap larutan NaCl dan MgSO4 = 26,43% dimana nilai yang disyaratkan maksimal 12%. Untuk nilai keausan agregat masih memenuhi syarat yaitu sebesar 23,84% 40%. KAO campuran AC-WC menggunakan 100% RB, 100% Pen. 60/70, 80% RB/ 20% Pen, 65% RB/ 35% Pen, 50% Rb/ 50% Pen, masing-masing sebesar 6,18%; 6,37%; 6,20%; 6,06% dan 6,06%. Dari hasil uji Marshall pada setiap KAO untuk semua variasi rendaman, menujukkan nilai stabilitas menggunakan aspal RB lebih tinggi dibandingkan dengan Pen. 60/70. Hal ini dikarenakan aspal RB dapat mengikat agregat Simeulue dengan baik. Nilai flow lebih tinggi dibandingkan aspal RB. Untuk nilai VIM dan nilai MQ menggunakan aspal RB lebih tinggi dibandingkan dengan Pen. 60/70. Nilai durabilitas pertama pada semua jenis campuran masih memenuhi persyaratan Departemen PU (2010) 90%. Sedangkan nilai durabilitas kedua sudah berada di bawah 90%.
STUDI KOMPARASI PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI BENCANA ALAM DAN NON BENCANA ALAM PADA DINAS PENGAIRAN ACEH Gustin Yulian Nova; Yuwaldi Away; Abdullah Abdullah
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Januari 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Disaster impact on losses for both material and non-material and is caused by natural and non-natural factors. Any losses require post-disaster recovery. Implementation of the recovery is done in all sectors as was done by the Irrigation Department  of Aceh. The main problems in the implementation of construction projects of natural disasters and other not natural disaster is a good project management practices between the two. The purpose of this study was to investigate the application of project management for the implementation of construction projects of natural disasters and other not natural disasters as well as investigating whether there is a difference or not to the application of project management between the two. Method study conducted through a questionnaire survey with the target respondent is the owner and contractor of the project construction natural disasters and non-natural disasters in the field of Wetlands and Coastal Irrigation (IRP) Irrigation Department  of Aceh from 2009-2012 with APBA funding. Based on the results of data processing and the discussion that has been done, the owner and the contractor have the same perception (correlated) to rank the answers in conducting project management application in the category of cost and time. For comparison (comparison test), the application of project management at the time and expense categories shows that there is a difference from the second respondent implementation of project management in both categories. Abstrak: Bencana berdampak pada kerugian baik materil maupun non materil dan disebabkan oleh faktor alam maupun non alam. Segala kerugian membutuhkan pemulihan  pasca bencana. Pelaksanaan pemulihan dilakukan pada semua sektor seperti yang dilakukan oleh Dinas Pengairan Aceh. Permasalahan utama dalam pelaksanaan proyek konstruksi bencana alam dan non bencana alam adalah penerapan manajemen proyek yang baik antara keduanya. Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki penerapan manajemen proyek untuk pelaksanaan proyek konstruksi bencana alam dan non bencana alam serta menyelidiki apakah terdapat perbedaan atau tidak untuk penerapan manajemen proyek diantara keduanya. Metode penelitian  yang dilakukan melalui survey kuesioner dengan target responden adalah pihak owner dan kontraktor pelaksanaan proyek konstruksi bencana alam dan non bencana alam pada bidang  Irigasi Rawa dan Pantai (IRP) Dinas Pengairan Aceh dari tahun 2009 – 2012 dengan sumber dana APBA. Berdasarkan hasil pengolahan data dan pembahasan yang telah dilakukan, owner dan kontraktor memiliki persepsi yang sama (berkorelasi) terhadap peringkat jawaban  dalam melakukan penerapan manajemen proyek pada kategori biaya dan waktu. Untuk perbandingan (uji komparasi), penerapan manajemen proyek  pada  kategori waktu dan biaya menunjukkan bahwa dari kedua responden terdapat perbedaan penerapan manajemen proyek pada kedua kategori.
Analisis Kinerja dan Pemodelan Simpang untuk Meningkatkan Kinerja Simpang Bersinyal Jokteng Wetan Yogyakarta Rahmayuda, Harfat; Jannah, Aisyah Nur; Prayitno, Prayogo Afang
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v13i1.36880

Abstract

Simpang Jokteng Wetan merupakan simpang empat bersinyal yang terletak di Kota Yogyakarta. Lalu lintas yang tinggi pada jam puncak membuat Simpang Jokteng Wetan belum bekerja secara optimal dalam mengakomodasi pergerakan lalu lintas. Salah satu permasalahan lalu lintas yang terjadi pada simpang tersebut adalah lamanya waktu tundaan kendaraan ketika melewati simpang. Oleh karena itu, diperlukan analisis untuk mengetahui kinerja eksisting simpang serta solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Data primer penelitian diambil melalui survei lalu lintas dan geometri, sedangkan data sekunder didapatkan dari Dinas Perhubungan Yogyakarta. Analisis kinerja Simpang Jokteng Wetan dilakukan dengan menggunakan MKJI 1997 dan Permenhub No.96 Tahun 2015. Simpang beserta kondisi lalu lintasnya dimodelkan menggunakan perangkat lunak VISSIM yang selanjutnya digunakan untuk memodelkan beberapa alternatif solusi. Alternatif solusi didapatkan dengan melakukan percobaan sehingga didapat beberapa alternatif solusi dan dipilih satu alternatif solusi terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi eksisting Simpang Jokteng Wetan memiliki tingkat pelayanan F dengan tundaan rata-rata setiap lengannya sebesar 1044,03 detik/smp. Peningkatan kinerja Simpang Jokteng Wetan dilakukan melalui beberapa alternatif solusi berupa perubahan waktu siklus, manajemen lalu lintas, serta melakukan pelebaran geometrik. Alternatif solusi terbaik didapatkan dengan melakukan perubahan sistem lalu lintas menjadi satu arah pada lengan Selatan serta memperlebar jalur pada lengan lainnya. Tingkat pelayanan Simpang Jokteng Wetan dengan menerapkan alternatif solusi terbaik meningkat menjadi C dengan tundaan rata-rata setiap lengannya sebesar 21,80 detik/kendaraan.
Kolam Retensi Sebagai Penahan Debit Limpasan Permukaan Jalan Alternatif Jangli Tembalang, Kota Semarang Limbong, Benson Jhon Ferry; Susilowati, Susilowati
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v13i1.35106

Abstract

Perubahan tutupan lahan untuk kebutuhan infrastruktur menyebabkan berkurangnya ruang hijau sebagai resapan air dan meningkatnya debit limpasan permukaan. Setelah jalan alternatif Jangli-Tembalang dibangun, terjadi kejadian banjir pada tanggal 4 Februari 2023 yang diakibatkan debit limpasan dari jalan masuk ke dalam drainase eksisting perumahan Jangli Indah. Tujuan penelitian ini adalah: menentukan besar debit puncak dan volume drainase eksisting yang mengalami banjir, menentukan dimensi kolam retensi sebagai penahan debit banjir dan mengetahui debit puncak drainase eksisting setelah penambahan kolam retensi. Posisi banjir di model SWMM telah sesuai dengan posisi banjir di kejadian asli yaitu pada posisi node J2 dan Saluran Conduit 2, dengan Q puncak J2: 0,445 m3/detik, durasi banjir 59,4 menit dan volume total air banjir: 805 m3. Pada saluran Conduit 2 diperoleh Q puncak: 0,726 m3/detik dan kecepatan aliran maksimum: 2,27 m/detik. Untuk mencegah banjir tersebut dilakukan pemodelan kolam retensi pada posisi J2-Conduit 2 dengan dimensi: (40x20x1,1) m3 dan terbukti efektif meniadakan banjir di area tersebut. Hasil simulasi model SWMM dengan kolam retensi menunjukkan Q puncak pada kolam retensi: 0,24 m3/detik, volume maksimum air dalam kolam retensi: 712,61 m3 (lebih kecil dari kapasitas total volume kolam 880 m3) dan kedalaman maksimal air di kolam 0,98m (lebih kecil dari kedalaman total kolam 1,1 m) yang menandakan tidak terjadi luapan air pada kolam retensi.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 November 2025 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Mei 2025 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 November 2024 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Mei 2024 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 November 2023 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Mei 2023 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 November 2022 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Mei 2022 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 November 2021 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Mei 2021 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Mei 2020 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 3, Januari 2018 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Januari 2017 Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 2, Desember 2017 Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017 Vol 6, No 1 (2016): Volume 6, Nomor 1, September 2016 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Mei 2016 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Januari 2016 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4, Nomor 3, Mei 2015 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Januari 2014 Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil Volume 3, Nomor 1, September 2013 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Nomor 2, januari 2013 Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 1 (2012): Volume 2, Nomor 1, September 2012 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1, Nomor 2, Mei 2012 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Januari 2012 Vol 1, No 1 (2011): Volume 1, Nomor 1, September 2011 More Issue