cover
Contact Name
Fahmi
Contact Email
fahmi@ulm.ac.id
Phone
+6285348001395
Journal Mail Official
ijseas@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend H. Hasan Basry, Kampus ULM Banjarmasin, Gedung FKIP 1, Ruang Prodi Pendidikan IPA FKIP ULM Lt. 2
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
INDONESIAN JOURNAL OF SCIENCE EDUCATION AND APPLIED SCIENCE
ISSN : 27768252     EISSN : 30635942     DOI : https://doi.org/10.20527
Core Subject : Science, Education,
INDONESIAN JOURNAL OF SCIENCE EDUCATION AND APPLIED SCIENCE (IJSEAS) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan IPA FKIP ULM. IJSEAS menerbitkan artikel bidang pendidikan, rumpun keilmuan pendidikan IPA, pendidikan kimia, pendidikan fisika, dan pendidkan biologi. IJSEAS terbit 2 nomor setiap satu tahun.
Articles 36 Documents
MODUL KIMIA HIJAU DENGAN MENERAPKAN PROJECT-BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER KREATIF SISWA SMA Sri Rahayu; Fahmi Fahmi
Indonesian Journal of Science Education and Applied Science Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/i.v6i1.18808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan validitas modul kimia hijau yang dikembangkan dengan menerapkan pendekatan project-based learning (PjBL) untuk meningkatkan karakter kreatif siswa SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan desain ADDIE (analysis, design, development, implementation, evaluation) sampai dengan tahap uji validitas dan kepraktisan. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar validasi ahli materi, ahli media, dan ahli pembelajaran, serta respons peserta didik. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan perhitungan persentase untuk menentukan kategori validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul kimia hijau berbasis PjBL memperoleh skor validitas aspek materi sebesar 87,5% (sangat valid), aspek media sebesar 85% (sangat valid), dan aspek desain pembelajaran sebesar 88% (sangat valid). Uji kepraktisan menunjukkan respons guru sebesar 92% (sangat praktis) dan respons siswa sebesar 90% (sangat praktis). Simpulan dari penelitian ini adalah modul kimia hijau dengan menerapkan project-based learning telah terbukti valid dan praktis digunakan dalam pembelajaran untuk meningkatkan karakter kreatif siswa SMA. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan bahan ajar inovatif yang mengintegrasikan isu lingkungan dengan pembelajaran kimia yang bermakna.Kata kunci: Karakter kreatif, modul kimia hijau, project-based learning, siswa SMA. This study aims to determine the validity of a green chemistry module developed using a project-based learning (PjBL) approach to enhance the creative character of senior high school students. The research employed a development method using the ADDIE model (analysis, design, development, implementation, and evaluation), limited to the stages of validity and practicality testing. Data were collected through expert validation sheets covering material, media, and instructional design, as well as student response questionnaires. The data were analyzed using descriptive qualitative techniques and percentage calculations to determine validity categories. The results showed that the PjBL-based green chemistry module achieved a validity score of 87.5% (very valid) for the material aspect, 85% (very valid) for the media aspect, and 88% (very valid) for the instructional design aspect. Practicality testing indicated very positive responses, with teacher responses at 92% (very practical) and student responses at 90% (very practical). In conclusion, the green chemistry module implemented through project-based learning has been proven to be valid and practical for use in learning to enhance the creative character of senior high school students. These findings contribute significantly to the development of innovative teaching materials that integrate environmental issues with meaningful chemistry learning.Keywords: Creative character, green chemistry module, project-based learning, senior high school students.
MEDIA EDUGRAM MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK SMA PADA MATERI STOIKIOMETRI Rana Irdanti; Muhammad Kusasi
Indonesian Journal of Science Education and Applied Science Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/i.v5i2.17222

Abstract

Keterampilan literasi sains peserta didik di Indonesia masih tergolong rendah. Oleh karena itu, peneliti melakukan pengembangan edugram dengan model problem based learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan literasi sains peserta didik pada materi stoikiometri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas, praktikalitas, dan efektivitas dari edugram yang dikembangkan. Penelitian ini termasuk penelitian research & development dengan model pengembangan ADDIE. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 12 Banjarmasin dengan subjek penelitian yaitu kelas XI-3 dan XI-5 Fase F yang melaksanakan pembelajaran menggunakan edugram di aplikasi instagram. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes, lembar observasi, lembar validasi untuk ahli materi dan media, angket keterbacaan, serta angket respon peserta didik dan guru. Data hasil validasi, praktikalitas dan efektivitas edugram yang dikembangkan di analisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edugram yang dikembangkan sangat valid dengan persentase penilaian 96,39%, sangat praktis dengan persentase penilaian 91,16% dan peningkatan kemampuan literasi sains peserta didik termasuk dalam kategori tinggi berdasarkan olxtogel nilai n-gain sebesar 0,78. Dengan demikian, edugram dengan model PBL yang dikembangkan adalah layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan literasi sains peserta didik dalam pembelajaran kimia terkhusus pada materi stoikiometri.Kata kunci: Edugram, instagram, literasi sains, model PBL, stoikiometri. The scientific literacy skills of students in Indonesia are still relatively low. Therefore, researchers developed an edugram using a problem-based learning (PBL) model to improve students' scientific literacy skills in stoichiometry. This study aims to analyze the validity, practicality, and effectiveness of the developed edugram. This research is a research & development study with the ADDIE development model. This research was conducted at SMA Negeri 12 Banjarmasin with research subjects being grades XI-3 and XI-5 Phase F who implemented learning using edugram on the Instagram application. The instruments used were test instruments, observation sheets, validation sheets for material and media experts, readability questionnaires, and student and teacher response questionnaires. Data from the validation results, practicality, and effectiveness of the developed edugram were analyzed using qualitative descriptive techniques. The results of the study indicate that the developed Edugram is highly valid with a score of 96.39%, highly practical with a score of 91.16%, and the improvement in students' scientific literacy is categorized as high based on an n-gain value of 0.78. Therefore, the developed Edugram using the PBL model is suitable for improving students' scientific literacy in chemistry learning, specifically in stoichiometry.Keywords: Edugram, Instagram, scientific literacy, PBL model, stoichiometry.
PENGARUH METODE PICTORIAL RIDDLE DENGAN MEDIA POSTER TERHADAP MINAT BELAJAR IPA SISWA SMP Noorhayati Noorhayati; Mella Mutika Sari; Sauqina Sauqina
Indonesian Journal of Science Education and Applied Science Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/i.v6i1.18894

Abstract

Rendahnya minat belajar IPA di kalangan siswa SMP Negeri 8 Banjarmasin menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA, sehingga perlunya metode serta media pembelajaran yang cocok dengan karakter dan kebutuhan siswa, yakni metode pictorial riddle yang dipadukan dengan media poster. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan minat belajar IPA antara siswa yang belajar menggunakan metode tersebut dan siswa yang belajar tanpa metode tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Subjek penelitian ini terdiri dari 34 siswa kelas VIII A dan 35 siswa kelas VIII B yang dipilih secara purposive. Instrumen yang digunakan ialah angket minat belajar IPA yang telah divalidasi dan dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Diperoleh hasil analisis berupa adanya perbedaan signifikan pada minat belajar IPA antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai signifikansi 0,000. Hal ini diperkuat dengan hasil belajar siswa yang menunjukkan rata-rata n-gain lebih tinggi di kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol.Kata kunci: Minat belajar IPA, pictorial riddle, poster. The low interest in learning science among students of SMP Negeri 8 Banjarmasin has become one of the challenges in improving the quality of science education. Therefore, it is necessary to implement appropriate teaching methods and media that align with the students' characteristics and needs, namely the pictorial riddle method combined with poster media. This study aims to determine the difference in students’ interest in learning science between those who are taught using this method and those who are not. The research employed a quasi-experimental approach with a nonequivalent control group design. The subjects of the study consisted of 34 students from class VIII A and 35 students from class VIII B, selected through purposive sampling. The instrument used was a science learning interest questionnaire, which had been validated and analyzed using the Mann-Whitney test. The analysis results revealed a significant difference in students’ interest in learning science between the experimental group and the control group, with a significance value of 0.000. This finding is supported by student learning outcomes, which showed a higher average n-gain in the experimental class compared to the control class.Keywords: Interest in learning IPA, pictorial riddle, poster.
PENERAPAN LKPD PADA MATERI SUHU MELALUI REAL WORLD PROBLEM UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK SMP Dina Rusdiyanti; Maya Istyadji; Syubhan Annur
Indonesian Journal of Science Education and Applied Science Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/i.v6i1.17359

Abstract

Keterampilan berpikir kreatif peserta didik masih tergolong rendah akibat proses pembelajaran yang kurang aktif, di mana peserta didik cenderung menerima informasi secara pasif tanpa mengaitkannya dengan fenomena dunia nyata. Kompleksitas materi IPA serta kurangnya kemampuan dalam menghasilkan ide yang orisinal dan bernilai juga menjadi faktor penyebab. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur peningkatan keterampilan berpikir kreatif sebelum dan sesudah pembelajaran, menganalisis keterlaksanaan pembelajaran menggunakan LKPD melalui Real World Problem, serta mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kreatif antara peserta didik yang menggunakan LKPD melalui Real World Problem dengan peserta didik yang menggunakan LKPD konvensional. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan model Nonequivalent. Sampel terdiri dari 64 siswa yang dibagi dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen berupa kuesioner alexistoto keterlaksanaan pembelajaran dan tes keterampilan berpikir kreatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) keterampilan berpikir kreatif peserta didik meningkat signifikan, dengan n-gain kelas eksperimen 0,64 (kategori sedang) dan kelas kontrol 0,07 (kategori rendah); (2) keterlaksanaan pembelajaran melalui Real World Problem mencapai rata-rata 90% (kategori sangat baik); dan (3) terdapat perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol, di mana nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi. Dengan demikian, penerapan LKPD melalui Real World Problem efektif meningkatkan keterampilan berpikir kreatif peserta didik.Kata kunci: LKPD, keterampilan berpikir kreatif, pembelajaran ipa, real world problem, suhu. Students' creative thinking skills are still relatively low due to the less active learning process, where students tend to receive information passively without relating it to real-world phenomena. The complexity of science materials and the lack of ability to produce original and valuable ideas are also contributing factors. This study aims to measure the increase in creative thinking skills before and after learning, analyze the implementation of learning using student worksheets through Real World Problems, and determine the differences in creative thinking skills between students who use student worksheets through Real World Problems and students who use conventional student worksheets. The study used a quasi-experimental design with a Nonequivalent model. The sample consisted of 64 students divided into experimental and control groups. The instruments were a learning implementation questionnaire and a creative thinking skills test. The results of the study showed: (1) students' creative thinking skills increased significantly, with an n-gain of 0.64 in the experimental class (medium category) and 0.07 in the control class (low category); (2) the implementation of learning through Real World Problems reached an average of 90% (very good category); and (3) there is a significant difference between the experimental and control classes, where the average score of the experimental class is higher. Thus, the application of student worksheets through Real World Problems is effective in improving students' creative thinking skills.Keywords:Real World Problems, students’ worksheets, creative thinking skills, science learning, temperature. 
PENGEMBANGAN E-MODUL PEMBELAJARAN IPA BERBASIS PHET SIMULATION UNTUK MATERI PEMANTULAN CAHAYA DI SMP Muhammad Kevin Al Rahman; Muhammad Fuad Sya'ban; Rizky Febriyani Putri
Indonesian Journal of Science Education and Applied Science Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/i.v6i1.17460

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-Modul interaktif berbasis PhET Simulation pada materi pemantulan cahaya untuk peserta didik kelas VIII SMP. Latar belakang penelitian ini adalah kebutuhan akan media pembelajaran digital yang interaktif untuk memfasilitasi pemahaman konsep-konsep abstrak dalam IPA, khususnya pada topik optik. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D). Produk yang dikembangkan divalidasi oleh ahli materi dan media, serta diuji kepraktisan dan keefektifannya melalui implementasi pada 28 peserta didik kelas VIII SMP Negeri 31 Banjarmasin. Instrumen yang digunakan meliputi lembar validasi, angket respon peserta didik, serta soal pretest & post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-Modul sontoto berbasis PhET Simulation tergolong sangat valid dengan rata-rata persentase 91,66%, sangat praktis dengan skor kepraktisan 89,78%, dan efektif dengan nilai rata-rata N-gain sebesar 0,73 yang termasuk dalam kategori tinggi. Dengan demikian, e-Modul ini dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran IPA sebagai media yang mampu meningkatkan pemahaman konsep peserta didik secara interaktif dan menarik. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa e-Modul berbasis simulasi interaktif dapat menjadi solusi alternatif dalam pembelajaran IPA yang menuntut visualisasi dan eksplorasi konsep, serta berpotensi meningkatkan keterlibatan dan pemahaman peserta didik secara lebih mendalam. Selain itu, produk ini dapat mendukung implementasi Kurikulum Merdeka yang mendorong pembelajaran berbasis teknologi dan kemandirian belajar.Kata kunci: e-Modul, IPA SMP, pemantulan cahaya, pengembangan media, PhET Simulation. This study aims to develop an interactive science e-Modul e based on PhET Simulation for the topic of light reflection for eighth-grade junior high school students. The background of this research is the need for interactive digital learning media to facilitate students' understanding of abstract scientific concepts, particularly in optics. The research employed the Research and Development (R&D) method using the ADDIE Development model, which consists of five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The developed product was validated by subject matter experts and media experts, and its practicality and effectiveness were tested through Implementation involving 28 eighth-grade students at SMP Negeri 31 Banjarmasin. The instruments used included validation sheets, student response questionnaires, and pretest and Post-test items. The results showed that the PhET-based e-Modul e was classified as highly valid with an average percentage of 91.66%, highly practical with a practicality score of 89.78%, and effective with an average N-gain score of 0.73, which falls into the high category. Therefore, the e-Modul e is considered feasible for use in science learning as a medium that can improve students' conceptual understanding in an interactive and engaging way. The implication of this research is that interactive Simulation-based e-Modul es can serve as an alternative solution for science learning that requires visualization and conceptual exploration. This media has the potential to increase student engagement and conceptual understanding, while also supporting the Implementation of the Merdeka Curriculum, which emphasizes the use of technology and student autonomy in learning.Keywords: e-Modul, junior high school science. light reflection, media Development, PhET Simulation.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MONOPOLI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII PADA MATERI UNSUR, SENYAWA, DAN CAMPURAN Rosanti Nur Assyifa; Yudha Irhasyuarna; Sauqina Sauqina
Indonesian Journal of Science Education and Applied Science Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/i.v6i1.18081

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) yang bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berbasis permainan toto20 monopoli pada materi unsur, senyawa, dan campuran untuk peserta didik kelas VIII SMP serta mengetahui tingkat validitas, kepraktisan, dan keefektifan media yang dikembangkan. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 13 Banjarmasin. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa lembar validasi, angket kepraktisan, dan tes hasil belajar (pretest dan posttest). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media monopoli yang dikembangkan memperoleh nilai validitas rata-rata sebesar 87% (kategori sangat valid), kepraktisan berdasarkan respon peserta didik sebesar 90% (kategori sangat praktis), dan nilai N-gain hasil belajar sebesar 0,5 yang termasuk dalam kategori sedang, sehingga media dikategorikan cukup efektif dalam meningkatkan hasil belajar. Dengan demikian, media pembelajaran monopoli layak digunakan sebagai media alternatif dalam pembelajaran IPA, khususnya pada materi unsur, senyawa, dan campuran.Kata kunci: Campuran, Monopoli, Pengembangan Media, Unsur, Senyawa. This research is a development study (R&D) aimed at producing a Monopoly-based learning media on the topic of elements, compounds, and mixtures for eighth-grade junior high school students, as well as measuring the media’s validity, practicality, and effectiveness. The development model used is ADDIE. The trial subjects in this study were eighth-grade students at SMP Negeri 13 Banjarmasin. The instruments used consisted of validation sheets, practicality questionnaires, and learning outcome tests (pretest and posttest). The results showed that the developed Monopoly media obtained an average validity score of 87% (categorized as very valid), a practicality score based on student responses of 90% (categorized as very practical), and an N-gain score of 0.5, which falls into the moderate category, indicating that the media is sufficiently effective in improving learning outcomes. Then, the Monopoly learning media is considered feasible to be used as an alternative instructional tool in science learning, particularly for the topic of elements, compounds, and mixtures.Keywords: Media Development, Monopoly, Learning Outcomes, Elements, Compounds, and Mixtures.

Page 4 of 4 | Total Record : 36