cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
journal@idpublishing.org
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Sciences and Clinical Pharmacy Research Journal
ISSN : -     EISSN : 30474493     DOI : https://doi.org/10.47134/scpr
Core Subject : Health,
Sciences and Clinical Pharmacy Research Journal is dedicated to the exploration of Pharmaceutical Sciences and Community and Clinical Pharmacy. In the realm of pharmaceutical sciences, the journal welcomes research articles spanning Pharmaceutical Biology and Pharmacognosy, Pharmaceutical Chemistry, pharmaceutics, Pharmacology and Toxicology, as well as Biotechnology. In the domain of Community and Clinical Pharmacy, the journal encompasses discussions on Hospital Pharmacy, Clinical Pharmacy, Pharmacy Management, and Social Pharmacy.
Articles 41 Documents
Qualitative Study on The Implementation of Pharmacy Management Information Systems in Hospitals Sari, Amelia
Sciences and Clinical Pharmacy Research Journal Vol. 2 No. 4 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/scpr.v2i4.5074

Abstract

This study aims to explore the implementation of the Pharmacy Management Information System (SIMF) in hospitals, focusing on supporting factors, obstacles, and benefits obtained in operational practices and pharmacy management. The method used is qualitative research with a descriptive approach through a literature study, where data is collected from scientific literature, official reports, and relevant documents related to SIMF. Data analysis was conducted inductively through theme identification, data reduction, concept categorization, and systematic interpretation of findings to obtain a comprehensive understanding of the phenomenon under study. The results showed that SIMF improved operational efficiency, reduced medication errors, and improved drug stock management, with the support of automation technology, AI, and integrated systems. Human and organizational factors, such as staff training, multidisciplinary team involvement, and management support, proved to be key drivers, while limitations in training, system integration, and staff resistance were obstacles that needed to be overcome. These findings provide practical insights for hospital management in optimizing PIMIS implementation and enrich the academic literature on information technology adoption in pharmacy. In conclusion, this study makes a significant contribution to the understanding of factors influencing the successful implementation of PIMIS, offers adaptation strategies, and supports the improvement of service quality and patient safety in hospitals.
Analisis Deskriptif tentang Penerapan Farmakovigilans di Indonesia dalam Konteks Keselamatan Pasien Novitasari, Meliana; Wijayanti, Sari; Indarto, Indarto; Sakka, La
Sciences and Clinical Pharmacy Research Journal Vol. 2 No. 3 (2025): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/scpr.v2i3.5075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara deskriptif penerapan farmakovigilans di Indonesia dalam konteks keselamatan pasien, dengan fokus pada tantangan, upaya, dan implikasinya terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka, penelitian ini mengkaji berbagai sumber akademik, laporan resmi, dan kebijakan pemerintah yang relevan. Data dikumpulkan melalui penelusuran literatur dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik, meliputi identifikasi tema, reduksi data, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem farmakovigilans di Indonesia masih menghadapi hambatan signifikan, antara lain rendahnya tingkat pelaporan efek samping obat, keterbatasan sumber daya manusia, serta lemahnya budaya keselamatan pasien. Namun, beberapa inisiatif seperti pelatihan berkelanjutan, kolaborasi lintas profesi, dan digitalisasi sistem pelaporan menunjukkan perkembangan positif dalam memperkuat sistem farmakovigilans nasional. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap penguatan teori tentang hubungan antara budaya keselamatan pasien dan efektivitas pelaporan farmakovigilans, sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi pemerintah, akademisi, dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan kesadaran dan pelaksanaan farmakovigilans. Penelitian ini juga menegaskan perlunya pendekatan multidisipliner dan dukungan kebijakan yang berkelanjutan untuk memastikan keselamatan pasien yang lebih baik di masa depan.
Analisis Konseptual Mengenai Peran Farmasi Klinis Dalam Optimalisasi Terapi Pasien di Rumah Sakit Annafiatuzakiah; Zurroh, Al Hajar Fuadatus; Husna, Ulviani Yulia
Sciences and Clinical Pharmacy Research Journal Vol. 2 No. 4 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/scpr.v2i4.5077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual peran farmasi klinis dalam optimalisasi terapi pasien dan peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui studi pustaka yang bersumber dari artikel ilmiah, laporan penelitian, dan dokumen akademik terbitan tahun 2015–2025. Data dikumpulkan melalui penelusuran sistematis terhadap literatur yang relevan dan dianalisis menggunakan pendekatan tematik-induktif yang meliputi identifikasi tema, reduksi data, serta kategorisasi konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan farmasis klinis memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan hasil klinis pasien, efisiensi biaya pengobatan, serta peningkatan kepuasan dan keselamatan pasien. Intervensi farmasis terbukti efektif dalam mengurangi drug-related problems, menurunkan angka readmisi, serta memperkuat kolaborasi interprofesional dalam pengambilan keputusan terapeutik. Selain itu, perkembangan teknologi seperti telepharmacy dan virtual hospital memperluas peran farmasis dalam pelayanan kesehatan berbasis digital. Temuan ini mendukung teori pharmaceutical care dan konsep value-based healthcare, serta menegaskan pentingnya integrasi peran farmasis dalam sistem pelayanan yang kolaboratif dan berorientasi pada hasil pasien. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis terhadap pengembangan ilmu farmasi klinis dan secara praktis terhadap peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit.
Peredaran Obat Secara Daring di Indonesia, Kemajuan atau Ancaman Goni, Nur; Astuti, Febriana; Abidin, Zainal; Purwanto, Gunawan
Sciences and Clinical Pharmacy Research Journal Vol. 2 No. 4 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/scpr.v2i4.5115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena peredaran obat secara daring di Indonesia dalam konteks kemajuan digital dan ancaman terhadap keamanan kesehatan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dengan menelaah artikel ilmiah, laporan resmi, serta dokumen akademik terkini terkait kebijakan farmasi digital dan regulasi BPOM. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran literatur dan analisis dokumen, sementara analisis data menggunakan tahapan identifikasi tema, reduksi data, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi farmasi memberikan kemajuan signifikan dalam peningkatan akses, efisiensi, dan pemerataan layanan kesehatan, khususnya melalui platform e-pharmacy seperti GoApotik dan KlikDokter. Namun, di sisi lain, maraknya penjualan obat tanpa izin dan lemahnya pengawasan digital menimbulkan ancaman serius bagi keamanan konsumen dan integritas profesi farmasi. Implementasi Peraturan BPOM No. 8 Tahun 2020 masih menghadapi kendala karena keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya literasi kesehatan masyarakat, serta minimnya tanggung jawab dari pihak e-commerce. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pemahaman tentang Technology Acceptance Model dan governance gap theory dalam konteks farmasi digital, sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi untuk memperkuat tata kelola distribusi obat daring di Indonesia.
Digital Transformation in Pharmaceutical Manufacturing Processes Based on Good Manufacturing Practice Andari, Susilowati
Sciences and Clinical Pharmacy Research Journal Vol. 2 No. 4 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/scpr.v2i4.5068

Abstract

This study aims to analyze the role of digital transformation in pharmaceutical manufacturing processes based on Good Manufacturing Practice (GMP) with a focus on its contribution to quality improvement, operational efficiency, and regulatory compliance. The study uses a qualitative approach with a descriptive method through a literature review, which involves analysis of scientific articles, official reports, and relevant academic documents published between 2015 and 2025. Data collection techniques were carried out through systematic searches of literature from various academic databases, while data analysis was conducted through the stages of theme identification, data reduction, concept categorization, and inductive conclusion drawing. The results of the study show that the integration of digital technologies such as Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), blockchain, digital twins, and big data analytics significantly improves the effectiveness of GMP implementation by strengthening data integrity, accelerating data-driven decision making, and increasing the transparency of the pharmaceutical supply chain. However, obstacles such as organizational resistance, limitations of legacy system integration, and cybersecurity issues remain major challenges in its implementation. Theoretically, this study expands the understanding of the evolution of digital-based quality systems in the pharmaceutical industry, while practically providing strategic guidance for companies and regulators in designing sustainable and regulatory-compliant digital transformation policies. Thus, the results of this study make an important contribution to strengthening the conceptual and implementational framework of digital transformation in the global pharmaceutical sector.
Antioxidant, Antibacterial Activity, and Chemical Composition Analysis of Habbatussauda (Nigella sativa) Products Circulating in Medan City Using GC-MS Method Bangun, Sofia; Putra, Effendy; Haro, Ginda
Sciences and Clinical Pharmacy Research Journal Vol. 2 No. 4 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/scpr.v2i4.5116

Abstract

Habbatussauda (Nigella sativa) products marketed in Medan City, Indonesia were analyzed to determine their chemical composition, antioxidant capacity, and antibacterial activity. Antioxidant activity was evaluated using DPPH, ABTS, and FRAP assays with UV-Vis spectrophotometry, while antibacterial activity was assessed by measuring inhibition zones against Staphylococcus aureus. Chemical constituents were identified using Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS). The results showed that oil-based Habbatussauda preparations exhibited significantly higher antioxidant capacity and antibacterial activity compared to powdered products across all tested methods. GC-MS analysis revealed the presence of major bioactive compounds, including thymoquinone, dithymoquinone, and p-cymene, which are known to contribute to antioxidant and antibacterial effects. The findings indicate that the formulation type strongly influences the bioactivity of commercial Habbatussauda products. Oil-based preparations demonstrate superior functional properties and may offer greater therapeutic potential than powdered forms. This study provides scientific evidence to support informed consumer selection and quality evaluation of Habbatussauda products.
Analisis Konseptual Manajemen Farmasi dalam Mendukung Efektivitas Pelayanan Kefarmasian di Fasilitas Kesehatan Starlista, Viva
Sciences and Clinical Pharmacy Research Journal Vol. 2 No. 4 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/scpr.v2i4.5127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual peran manajemen farmasi dalam meningkatkan efektivitas pelayanan kefarmasian di fasilitas kesehatan. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka deskriptif, yang melibatkan analisis sistematis terhadap literatur akademik terbaru terkait strategi manajemen farmasi, regulasi, serta implementasinya dalam praktik pelayanan kefarmasian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui telaah berbagai jurnal ilmiah, laporan penelitian, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen farmasi yang terstruktur—dengan dukungan regulasi seperti Permenkes No. 72/2016, penerapan Lean 5S dan OCTAGON-P, kolaborasi multidisiplin, serta integrasi sistem informasi—berdampak signifikan terhadap efisiensi operasional, peningkatan mutu pelayanan, dan kepuasan pasien. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya peran apoteker dan tenaga kefarmasian dalam siklus pengelolaan sediaan farmasi. Temuan ini juga memperkuat teori sistem dalam pelayanan kesehatan serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan kebijakan dan praktik manajemen farmasi yang lebih efektif. Kesimpulannya, manajemen farmasi yang adaptif dan berbasis kolaborasi menjadi kunci dalam menjawab tantangan layanan kefarmasian modern dan mendukung tercapainya pelayanan yang bermutu dan berkelanjutan.
Literature Review: Karamunting (Rhodomyrtus Tomentosa Hask.) As A Cosmetic Agent Paramawidhita, Risqika
Sciences and Clinical Pharmacy Research Journal Vol. 2 No. 4 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/scpr.v2i4.5135

Abstract

This study aims to explore the potential of Rhodomyrtus tomentosa (Hask.), commonly known as karamunting, as a natural cosmetic agent through a qualitative-descriptive literature review. The research focuses on identifying the plant’s bioactive compounds, understanding their pharmacological activities, and evaluating their cosmetic relevance. Data were collected through an extensive review of peer-reviewed journals, scientific reports, and academic documents published between 2012 and 2025. The analysis involved thematic categorization and inductive interpretation of findings to derive meaningful insights into the plant’s functional roles in cosmetics. Results indicate that R. tomentosa contains diverse bioactive constituents—such as rhodomyrtone, flavonoids, phenolics, and triterpenoids—that exhibit strong antioxidant, antibacterial, anti-inflammatory, and skin-brightening properties. Advanced extraction methods, such as ultrasound-assisted extraction using eco-friendly solvents, have enhanced the yield and stability of active compounds, supporting sustainable cosmetic development. Clinical studies confirm its efficacy in acne treatment, comparable to conventional antibiotics, without adverse side effects. The findings reinforce theoretical models in phytocosmetics that emphasize the significance of natural plant-derived compounds in promoting skin health and sustainability. Overall, this study contributes to the advancement of natural cosmetology by integrating ethnobotanical knowledge with modern scientific validation and offers practical implications for future research and cosmetic formulation innovation.
Aktivitas Ekstrak Etanol 95% dari Daun Teh Putih (Camellia sinensis) Sebagai Antidepresan Pada Mencit Jantan Zaidan, Sarah; Syamsudin; Puspawardana, Indira; Pengasih, Aiy
Sciences and Clinical Pharmacy Research Journal Vol. 2 No. 4 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/scpr.v2i4.5268

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak etanol 95% daun teh putih (Camellia sinensis) secara peroral meningkatkan aktivitas motorik mencit sebagai indikator efek antidepresan. Uji dilakukan menggunakan metode Rotarod selama 30 menit untuk mengukur kemampuan mencit dalam mempertahankan diri di atas roda yang berputar. Perlakuan diberikan dengan variasi dosis, dan hasil pengamatan berupa waktu ketahanan serta jumlah jatuh dianalisis menggunakan uji ANOVA. Hasil analisis waktu ketahanan menunjukkan bahwa nilai p (0,000) < 0,005 menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan antar kelompok uji. Analisis terhadap jumlah jatuh mencit juga menunjukkan hasil signifikan dengan p (0,002) < 0,005, sehingga hipotesis alternatif diterima. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol 95% daun teh putih memiliki efek antidepresan dengan meningkatkan aktivitas motorik mencit pada dosis 400 mg/KgBB. Temuan ini menunjukkan bahwa daun teh putih berpotensi sebagai sumber alami kandidat antidepresan melalui mekanisme peningkatan aktivitas motorik hewan uji.
A Systematic Review of In Vitro Approaches for Evaluating Bioactive Natural Compound–Target Interactions in Early Drug Discovery Purba, Gratia
Sciences and Clinical Pharmacy Research Journal Vol. 2 No. 4 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/scpr.v2i4.5320

Abstract

This study aims to systematically review and analyze in vitro approaches for evaluating bioactive natural compound–target interactions in early drug discovery, with myristicin highlighted as a representative example. Employing a qualitative descriptive research design, this study utilized a library-based method through the comprehensive analysis of scientific articles, books, and reports published between 2015 and 2025. Data collection involved literature screening and document analysis from peer-reviewed journals, while data analysis followed an inductive thematic approach encompassing identification, reduction, categorization, and synthesis of findings. The results indicate that integrating in vitro assays with computational (in silico) modeling significantly enhances predictive accuracy, efficiency, and mechanistic understanding in early drug discovery. Myristicin demonstrated multitarget bioactivity, including anti-inflammatory, antimicrobial, antioxidant, and anticancer effects, primarily through modulation of COX-2, PI3K/Akt/mTOR, and P-glycoprotein pathways. These findings reinforce the theoretical framework of polypharmacology, supporting the concept that natural compounds often act through multi-target interactions rather than single-receptor specificity. The study contributes to pharmacognosy and molecular pharmacology by providing a conceptual and methodological model for integrating experimental and computational drug discovery approaches. The implications extend to both academic and industrial domains, promoting standardized in vitro validation and translational research for natural product–based drug development.