cover
Contact Name
Ratno Susanto
Contact Email
Ratnosusanto142@gmail.com
Phone
+62881026447491
Journal Mail Official
ratnosusanto142@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.warunayama.org/index.php/jayabama/issue/view/213
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jayabama: Jurnal Peminat Olahraga
ISSN : 30313740     EISSN : 30313740     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Jayabama (Jurnal Peminat Olahraga) ialah jurnal open access yang diterbitkan oleh Cahaya Ilmu Bangsa Institute yang didalamnya menerima jurnal hasil penelitian maupun kajian pustaka tentang Ilmu Olahraga, Kepelatihan Olahraga, Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Masyarakat, Pendidikan Rekreasi, Pendidikan Olahraga Adaptif dan permasalahan Olahraga di Indonesia dan Internasional. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun. pada bulan Januari, April, Juli, dan Nopember. Jurnal ini mengundang penulis dan peneliti untuk publish di jurnal Jayabama ini
Articles 69 Documents
Survei Kondisi Fisik Atlet Joyoboyo Taekwondo Club (JTC) Kabupaten Kediri Usia Junior 15-17 Tahun Firda Fitriana; Eko Hariyanto
Jayabama: Jurnal Peminat Olahraga Vol. 2 No. 1 (2024): Jayabama: Jurnal Peminat Olahraga
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6732/jayabama.v2i01.2773

Abstract

The aim of this study was to find out the physical condition of Joyoboyo Taekwondo Club (JTC) Kediri Regency junior athletes aged 15-17 years. The method used is a survey with data collection techniques using tests and measurements. The population in this study were Joyoboyo Taekwondo Club (JTC) Kediri Regency athletes aged 15-17 years, totaling 18 athletes, with details of 12 male athletes and 6 female athletes, who were taken using total sampling techniques. In this study, the instruments used were test instruments in the form of strength tests (sit ups), endurance (balke), flexibility (sit and reach dynamometer), agility (T test), balance (standing stork test), speed (30 meter run) , explosive power in the leg muscles (standing broad jump). The data that has been obtained is then analyzed using quantitative descriptive analysis techniques. The results of this study show that the results of the abdominal muscle strength test (sit ups) for male and female athletes are predominantly in the "average" category. The results of the endurance test (balke) for male and female athletes are predominantly in the "very poor" category. For the results of the flexibility test (sit and reach dynamometer), male and female athletes are predominantly in the "very good" category. For the results of the agility test (T test), male and female athletes are predominantly in the "poor" category, for the results of the balance test (standing stork test) are predominantly in the "bad" category, for the results of the speed test (30 meter run) male and female athletes dominantly in the "very poor" category and for the results of the leg muscle explosive power test (standing broad jump) male and female athletes are predominantly in the "above average" category.
ANALISIS SWOT PEMBINAAN PRESTASI CABANG OLAHRAGA PANAHAN DI KONI KABUPATEN TRENGGALEK Sofia Isna Rahmadani; Soni Sulistyarto
Jayabama: Jurnal Peminat Olahraga Vol. 2 No. 1 (2024): Jayabama: Jurnal Peminat Olahraga
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6732/jayabama.v1i2.2914

Abstract

Panahan ialah olahraga yang menembakkan anak pahan ke permukaan target setepat mungkin, untuk mendapatkan akurasi yang tinggi diperlukan teknik memanah yang benar dan konsisten. Pada prinsipnya, disiplin panahan merangkum esensi dari dua domain, yakni kegiatan olahraga dan ekspresi seni. Karakterisasi sebagai sebuah aktivitas olahraga terjadi karena melibatkan aktivasi otot-otot yang bersifat fungsional, termasuk namun tidak terbatas pada trapezius, tricep, dan deltoid, serta memerlukan tingkat ketahanan fisik yang signifikan. Sementara itu, penamaan sebagai seni menegaskan perlunya dimensi kehalusan jiwa, kesabaran, ketekunan, dan ketangguhan mental dalam pelaksanaannya. Aspek-aspek seperti fokus konsentrasi, koordinasi motorik, kekuatan fisik, respon cepat, daya tahan tubuh, keseimbangan, kekuatan otot lengan, dan ketahanan otot lengan menjadi faktor-faktor utama yang memengaruhi penampilan teknik dasar yang optimal dalam praktik memanah. Untuk mengoptimalkan pencapaian prestasi dalam bidang ini, penilaian SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats) terhadap cabang olahraga panahan di wilayah Kabupaten Trenggalek merupakan suatu langkah yang penting dan diperlukan. Analisis SWOT tersebut digunakan untuk mengetahui kekuatan yang dimiliki dicabang olahraga panahan Kabupaten Trenggalek untuk mendapatkan peluang kemenangan pada lomba yang diikuti. Serta mengetahui menanggulangi ancaman dari luar maupun dalam dan memanfaatkan peluang yang dimiliki untuk meminimalkan kekuarangan yang ada. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif deskriptif, dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Sepuluh orang yang terdiri dari satu orang pengurus, dua orang pelatih, dan tujuh orang atlet menjadi subjek penelitian: Pengurus, pelatih, dan atlet panahan Kabupaten Trenggalek. Teknik analisis data yang peneliti gunakan adalah metode deskriptif presentase. Dari hasil presentase penelitian menunjukan bahwa persepsi atlet terhadap sumber daya manusia mendapatkan kategori tinggi dengan mean sebeesar 131,29 dengan kaetgori setuju, untuk persepsi atlet terhadap fasilitas berkategori setuju dengan nilai mean 131,86, lalu untuk persepsi atlet terhadap program latihan mendapatkan nilai mean 130,14 dengan kategori setuju, persepsi pelatih terhadap program latihan berkategori setuju dan tidak setuju dengan nilai mean 137,50, sedangkan pada fasilitas mendapatkan nilai 129,50 kategori setuju dan tidak setuju, kemuadian untuk pelatih sumber daya manusia mendapatkan nilai mean 62,50 berkategorikan setuju dan tidak setuju. Pada persepsi terhadap pengurus sumber daya manusia dengan nilai mean 61 dan pengurus terhadap fasilitas mendapatkan nilai mean 142.
SURVEI TINGKAT KEBUGARAN JASMANI PESERTA EKSTRAKURIKULER DI SMA NEGERI 1 SIDAYU KABUPATEN GRESIK Muhammad Adam Alif Fahmi; M.E Winarno
Jayabama: Jurnal Peminat Olahraga Vol. 2 No. 1 (2024): Jayabama: Jurnal Peminat Olahraga
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6732/jayabama.v2i1.3200

Abstract

The purpose of this study was to determine and measure the level of physical fitness of extracurricular participants, which aims to encourage an increase physical fitness activities of students for the body condition becomes healthy and fit so that during the learning process it becomes more optimal. This research is descriptive quantitative with data collection using the TKJI test and the results of the study were analyzed using descriptive statistics with percentages. In this study, after data processing and the results physical fitness test of extracurricular futsal students were obtained at 50%, volleyball at 51%, basketball at 55%, badminton at 53%, passusi at 48%, pencak silat at 54%, scouts at 48%, PMR at 48%, pecinta alam at 50%, theater at 49%, youth scientific at 47%. So the level of physical fitness of extracurricular participants in SMA Negeri 1 Sidayu Gresik with a total population of 159 students gets 50% percent in category less
TINGKAT PEMAHAMAN GURU PJOK SMP DAN MTs TERHADAP PERTOLONGAN PERTAMA PADA CEDERA ANKLE MENGGUNAKAN METODE RICE DI KOTA PROBOLINGGO Satriya Dwi Bimantoro; Joesoef Roepajadi
Jayabama: Jurnal Peminat Olahraga Vol. 2 No. 1 (2024): Jayabama: Jurnal Peminat Olahraga
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6732/jayabama.v2i1.3201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman Guru PJOK SMP dan MTs terhadap pertolonganpertama pada cedera ankle menggunakan metode RICE di Kota Probolinggo. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan metode survei dengan instrumen angketkuesioner melalui google form sebanyak 32 butir pernyataan untuk mengukur tingkat pemahaman guru PJOK terhadappertolongan pertama pada cedera. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan sasaran penelitian ini kepada 24 guru PJOK SMP dan MTs. Teknik analisis data menggunakan analisis data deskripsi kuantitatif dengan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pemahaman guru PJOK SMP dan MTs terhadap pertolonganpertama pada cedera ankle menggunakan metode RICE di Kota Probolinggo adalah sebanyak 2 responden (8,33%) kategorisangat baik, 3 responden (12,50%) kategori baik, 14 responden (58,33%) kategori sedang, 3 responden (12,50%) kategori kurang baik, dan 2 responden (8,33%) kategori sangat kurang baik. Sehingga kesimpulan rata-rata pemahaman guru PJOK tersebut adalah sedang dengan persentasesebesar 58,33%. Hal ini berarti tingkat pemahaman pada guru PJOK belum baik dan harus ditingkatkan dengan mencari informasi dari pelatihan, media sosial internet, dan juga pengalaman selama mengajar.
PROFIL GAYA KEPEMIMPINAN PELATIH SEPAKBOLA BERLISENSI C AFC PADA AKADEMI AREMA FC DAN AKADEMI ASIFA KOTA MALANG Wildan Yahya Suryaditya; Supriatna; Yulingga Nanda Hanief; Imam Hariadi
Jayabama: Jurnal Peminat Olahraga Vol. 2 No. 1 (2024): Jayabama: Jurnal Peminat Olahraga
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6732/jayabama.v2i1.3352

Abstract

The purpose of this research is to identify the dominant leadership styles applied by licensed C AFC coaches at AREMA FC Academy and ASIFA Academy in Malang City. This study is descriptive research with a quantitative approach, employing a survey method. The sample consists of coaches who are eligible for C AFC licensure, totaling 6 from AREMA FC Academy and 4 from ASIFA Academy. Data analysis in this research utilizes categorization and percentage analysis. The results indicate that the dominant leadership style among C AFC licensed coaches at ASIFA Academy in Malang City is democratic leadership with a percentage of 50%. However, the significant proportions of authoritarian, people-centered, and task-oriented styles suggest that coaches need to possess high adaptation skills. On the other hand, coaches at AREMA FC Academy exhibit a balanced adoption of all four leadership styles (authoritarian, democratic, people-centered, and task-oriented) with a percentage of 50%. This conclusion confirms that coaches at both academies need to integrate various leadership styles to meet the needs and dynamics of athlete training.
SURVEI MINAT SISWA DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SMP NEGERI 1 GANDUSARI KABUPATEN TRENGGALEK Abdillah Nuruddin; Eko Hariyanto
Jayabama: Jurnal Peminat Olahraga Vol. 2 No. 1 (2024): Jayabama: Jurnal Peminat Olahraga
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6732/jayabama.v2i1.3354

Abstract

Physical education learning is a medium for developing individuals as a whole physically, mentally, physically and socially.. Interest influences the academic process and academic achievement. Interest cannot be separated from needs and desires, which need to be cultivated by educators or instructors. The research aims to determine students' interests when taking part in physical education at Public Junior High School 1 Gandusari, Trenggalek Regency. This is quantitative descriptive research with a survey method. The population in this study was 647 students Junior High School 1 Gandusari students, Trenggalek Regency and A total of 100 students were sampled in this research. This research instrument has been tested by experts. Techniques for analyzing data using percentages with the assistance of Microsoft Excel software, which is then described in a frequency table and histogram. The results of this research show that students' interest in participating in learning physical education at Public Junior High School 1 Gandusari, Trenggalek Regency is very high, namely 85% and the high category is 15%.
KEGIATAN OLAHRAGA UNTUK MELATIH KETERAMPILAN MOTORIK KASAR PADA ANAK MELALUI PERMAINAN GOBAK SODOR Dinda Novianti; Fazira Septiani Dewi; Ilmi Auliyya; Najwa Shalsabilla Apris; Agus Mulyana
Jayabama: Jurnal Peminat Olahraga Vol. 2 No. 2 (2024): Jayabama: Jurnal Peminat Olahraga
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6732/jayabama.v2i1.3390

Abstract

Salah satu permainan tradisional Gobak Sodor yang dapat meningkatkan keterampilan motorik kasar anak adalah permainan yang melibatkan gerakan fisik seperti berlari, melompat, dan menangkap bola. Ini dapat meningkatkan kelincahan, koordinasi, dan keseimbangan anak. Studi ini menyelidiki bagaimana permainan Gobak Sodor mempengaruhi keterampilan motorik kasar anak usia dini. Untuk penelitian ini, digunakan desain pra-eksperimen satu grup pre-test post-test.
LITERATURE REVIEW: DIGITAL WEARABLE TECH: MENGOPTIMALKAN OLAHRAGA DENGAN TEKNOLOGI PENGHITUNG KADAR STRESS Ramdani, Fajar; Nabila Aulia Lailita; Nabilla Velia Khoirunnisa; Nazla Nabila Amara Pratama; Nur Adi Supriyantomo; Rifki Rochiman; Agus Mulyana
Jayabama: Jurnal Peminat Olahraga Vol. 2 No. 2 (2024): Jayabama: Jurnal Peminat Olahraga
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6732/jayabama.v2i2.3416

Abstract

Olahraga lari merupakan aktivitas populer yang memberikan banyak manfaat untuk kesehatan, namun juga dapat menyebabkan cedera jika dilakukan dengan intensitas berlebihan. Teknologi Digital Wearable Tech memungkinkan pengukuran tingkat stres secara real-time selama aktivitas lari. Artikel ini mengeksplorasi penggunaan sensor biometrik canggih yang terpasang pada peralatan olahraga pelari untuk memantau faktor-faktor seperti denyut jantung, kadar oksigen darah, dan tingkat kortisol. Data ini dianalisis menggunakan algoritma kecerdasan buatan untuk memberikan umpan balik yang membantu pelari mengelola tingkat stres dan mencegah cedera akibat overtraining. Selain itu, teknologi ini juga dapat digunakan untuk mengoptimalkan program pelatihan dan pemulihan dengan menyesuaikan beban latihan berdasarkan kondisi tubuh pelari saat itu. Dengan penerapan teknologi penghitung kadar stres ini, diharapkan para pelari dapat meningkatkan performa dan menjaga kesehatan mereka dalam jangka panjang.
TUMBUH SEHAT DAN CERDAS: MEMBANGUN PEMBELAJARAN OLAHRAGA YANG MENYENANGKAN DI SEKOLAH DASAR M. Hanif Dhiyaulhaq; Salwa Asyifa Sabila; Sintia Adi Putri; Sri Rahayu Umiyatur Rohmah; Agus Mulyana
Jayabama: Jurnal Peminat Olahraga Vol. 2 No. 2 (2024): Jayabama: Jurnal Peminat Olahraga
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6732/jayabama.v2i1.3417

Abstract

Olahraga adalah jenis aktivitas yang melibatkan pengerahan tenaga dan pikiran untuk melatih tubuh manusia secara jasmani dan rohani, dan biasanya bersifat kompetitif dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan fisik seseorang selain memberikan hiburan kepada pemain dan penonton. Olahraga dapat dilakukan dengan berbagai tujuan, termasuk menjadi sehat, meningkatkan kebugaran fisik, meningkatkan kinerja otak, dan meningkatkan rasa percaya diri. Olahraga telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari karena selain membantu menjaga kesehatan dan kebugaran seseorang, olahraga juga dapat menyenangkan baik orang yang melakukannya maupun orang yang menontonnya. Pembelajaran olahraga di sekolah bukan hanya sekedar kegiatan rutin untuk mengisi waktu belajar di sekolah, tapi pembelajaran olahraga di sekolah juga memiliki tujuannya yaitu untuk meningkatkan kemampuan motorik, meningkatkan kebugaran jasmani, menanamkan nilai positif, dan tentunya untuk meningkatkan kecerdasan anak. Pembelajaran olahraga di sekolah biasanya hanya mengajarkan materi sehingga siswa belum menemukan kesenangannya dalam pembelajaran olahraga, terlebih lagi jika materi yang diajarkan sulit dipahami oleh siswa, sehingga siswa tidak menyukai pembelajarannya. Anak usia sekolah dasar masih senang dengan bermain, biasanya mereka lebih semangat jika pembelajaran yang dilakukan sambil bermain. Membangun pembelajaran olahraga yang menyenangkan dapat dilakukan dengan cara melakukan permainan. Permainan yang bisa dilakukan yaitu permainan tradisional. Dengan bermain permainan tradisional dapat meningkatkan motivasi anak dalam pembelajaran olahraga. Manfaat berolahraga tidak hanya membuat tubuh menjadi sehat tapi juga dapat membuat otak menjadi cerdas. Membuat anak menjadi cerdas dapat meningkatkan efektivitas dan kualitas pembelajaran anak. Pada penelitian ini metode yang digunakan yaitu kualitatif tipe deskriptif. Pada analisisnya mencoba menjelaskan secara terperinci dengan pendekatan tinjauan pustaka (library research) yang bersumber dari beberapa jurnal.
PENTINGNYA MENGEMBANGKAN KERJASAMA DAN KETERAMPILAN MELALUI KEGIATAN LARI ESTAFET DI SEKOLAH DASAR Samira Putri Tunggani; Aisykha Anindya; Muzzamil Ali Qodari; Muh. Fikri Akbar Ramdhani; Agus Mulyana
Jayabama: Jurnal Peminat Olahraga Vol. 2 No. 2 (2024): Jayabama: Jurnal Peminat Olahraga
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6732/jayabama.v2i2.3514

Abstract

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) merupakan bagian integral dari pendidikan yang bertujuan mengembangkan kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berpikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, pola hidup sehat, dan kesadaran terhadap kebersihan lingkungan melalui aktivitas jasmani. Artikel ini menyoroti pentingnya pengembangan kerjasama dan keterampilan melalui kegiatan lari estafet di sekolah dasar. Lari estafet, yang melibatkan kerjasama tim dan keterampilan koordinasi yang tinggi, dapat menjadi alat efektif dalam mencapai tujuan pendidikan yang lebih luas. Dengan metode studi literatur, artikel ini mengkaji manfaat lari estafet, teknik pelaksanaannya, dan dampaknya terhadap siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa lari estafet tidak hanya meningkatkan kemampuan fisik siswa tetapi juga keterampilan sosial dan emosional mereka. Implementasi kegiatan ini secara efektif dalam kurikulum PJOK dapat mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan baik di dalam maupun di luar lapangan.