cover
Contact Name
Juliana Fisaini
Contact Email
j.fisaini@usk.ac.id
Phone
+6281377412304
Journal Mail Official
jimts@usk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala Jalan Tgk. Syech Abdurrauf No. 7 Darussalam, Banda Aceh 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Journal of The Civil Engineering Student
ISSN : -     EISSN : 26850605     DOI : https://doi.org/10.24815/journalces.v5i4.25270
Core Subject : Engineering,
Journal of The Civil Engineering Student (JOCES) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan secara berkala oleh Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala. Jurnal ini memuat artikel dari hasil tugas akhir mahasiswa/i di Jurusan Teknik Sipil untuk dipublikasikan, baik dari Universitas Syiah Kuala maupun institusi lainnya. Journal of The Civil Engineering Student (JOCES) mempublikasikan makalah ilmiah mahasiswa dan dosen pada Bidang Ilmu Teknik Sipil yang meliputi: Rekayasa Struktur, Hidroteknik, Rekayasa Transportasi dan Material Jalan Raya, Geoteknik, dan Manajemen Rekayasa Konstruksi serta Kebencanaan.
Articles 286 Documents
Road Capacity Planning Based on Land Use (Case Study: Jalan Mr. Teuku Moh. Hasan West Side) Hidayat, Agung Wahyudi; Fadhly, Noer; Caisarina, Irin
Journal of The Civil Engineering Student Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 April 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v4i1.17533

Abstract

The determination of the batoh area as the new city center increased land user activities in the area so that there was also an increase in activities on the area's main road, namely Jalan Mr. Teuku Moh. Hassan. To find out the relationship between the development of land use in the area and the loading on the main road, it is necessary to know the factors that influence the increase in the burden on the road. To find out, the traffic volume and road capacity were calculated and modeling the trip generation and attraction caused by land users by dividing the layers for each area. Layer 1 is a commercial land use, while layers 2 and 3 are residential land use. For variables in commertial area, 3 variables were be calculated, while for residential areas 7 variables are thought to affect the burden. From the results, data processing was carried out and the capacity of the road was 2696,1 smp/hour. For the generation and pull data, multiple linear regression analysis was carried out using the backward method so that the modeling for layer 1 Y = 0.590 + 1,341 X3, for layer 2 Y = 0.220 +0.748 X1 + 0.828 X2 + 0.626 X3, and for layer 3 Y = -0.260 + 0.834 X1 + 0.720 X2 + 0.453 X3 + 0.225 X7.
Sifat Beton Ringan Struktural dengan Agregat Ringan Buatan dari Tanah Diatomae di bawah Beban Tekan Husna, Nurul
Journal of The Civil Engineering Student Vol 3, No 1 (2021): Volume 3, Nomor 1, April 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v3i1.12003

Abstract

Perkembangan penggunaan beton ringan semakin meningkat. Salah satu cara mendapatkan beton ringan yaitu menggunakan agregat ringan sebagai campuran beton ringan. Tanah diatomae merupakan alternatif yang dapat digunakan sebagai agregat ringan dalam campuran beton. Agregat kasar ringan buatan yang dibuat dari tanah diatomae divariasikan menjadi 2 macam, yaitu agregat kasar ringan buatan dari tanah diatomae serta agregat kasar ringan buatan dari campuran tanah diatomae dan 5% serbuk gergaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan, hubungan tegangan regangan, modulus elastisitas dan pola retak beton ringan struktural dengan agregat ringan buatan dari tanah diatomae. Hasil penelitian menunjukkan nilai kuat tekan rata-rata terbesar terdapat pada beton ringan dengan agregat kasar buatan dari tanah diatomae yaitu sebesar 17,599 MPa sehingga memenuhi persyaratan sebagai beton ringan struktural. Nilai modulus elastisitas rata-rata terbesar juga pada beton ringan dengan agregat kasar buatan dari tanah diatomae yaitu sebesar 12110,11 MPa. Pola kehacuran beton yang terjadi yaitu pola kehancuran geser, kerucut dan geser, serta kerucut dan belah.  
Analisis Kavitasi dan Aliran Getar Pada Model Fisik Saluran Peluncur Bendungan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya nisa, hayatun; Fauzi, Muhammad; Fatimah, Eldina
Journal of The Civil Engineering Student Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 Desember 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v4i3.20255

Abstract

Bendungan Krueng Sabee direncakan dibangun di Kabupaten Aceh Jaya. Untuk mencapai desain yang optimal, dilakukan pemodelan bangunan pelimpah sebagai peninjauan unjuk kerja bangunan yang telah direncanakan. Model fisik adalah peniruan bangunan prototip ke suatu model miniatur dengan skala tertentu. Bagian dari bangunan pelimpah yang penting untuk dianalisis keamanannya adalah saluran peluncur. Saluran peluncur membawa aliran dari ujung hilir saluran transisi sampai peredam energi. Kecepatan aliran yang tinggi dan tekanan yang rendah pada saluran peluncur dapat menimbulkan kavitasi dan aliran getar. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada saluran. Tujuan dari penelitianini adalah untuk mengkaji keamanan saluran peluncur terhadap kavitasi dan aliran getar. Metode analisis kavitasi dilakukan dengan meninjau indeks kavitasi dan klasifikasi tingkat kerusakan yang terjadi dari level 1 sampai 5sedangkan aliran getar menggunakan grafik hubungan bilangan Vendernikov dan Montuori terhadap daerah dengan aliran getar dan tanpa aliran getar. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah profil aliran, tinggi kecepatan, dantinggi tekan yang terjadi pada saluran peluncur model fisik Bendungan Krueng Sabee dengan skala model 1:30. Debit outflow yang dialirkan adalah debit dengan periode ulang Q2th, Q5th, Q10th, Q25th, Q50th, Q100thdan Q1000th. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa indeks kavitasi pada saluran peluncur Bendungan Krueng Sabee berada pada tingkat 1 dengan nilai indeks terkecil pada debit Q1000thsebesar 1,88. Sedangkan analisis terhadap aliran getar menunjukkan bahwa saluran peluncur berada pada zona aman terhadap aliran getar. Sehingga saluran peluncur yang direncakan tidak perlu dilakukan perubahan desain untuk menghindari kavitasi dan aliran getar
Tinjauan Kapasitas-Produksi dan Umur Waduk Bendungan Rukoh Rizkillah, Ambiya; Yulianur, Alfiansyah; Ziana, Ziana
Journal of The Civil Engineering Student Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 Desember 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v4i3.22606

Abstract

Kabupaten Pidie sering mengalami masalah ketersediaan air. Air yang tersedia berasal dari Sungai Krueng Baro dan Sungai Krueng Tiro. Keberadaan air dari sumber tersebut melimpah pada musim hujan dan menjadi sangat terbatas pada musim kemarau. Maka perlu dilakukan penampungan kelebihan air untuk digunakan di saat kekurangan air, salah satunya yaitu melalui pembangunan Bendungan Rukoh. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan tinjauan perencanaan kapasitas-produksi air waduk pada Bendungan Rukoh berdasarkan kondisi topografi, data klimatologi, dan data curah hujan sehingga Bendungan Rukoh diharapkan dapat mendukung kebutuhan air irigasi dan air bersih. Perhitungan kapasitas-produksi waduk memerlukan parameter inflow dan outflow. Parameter inflow (ketersediaan air) didapat berdasarkan data curah hujan dan klimatologi, sedangkan parameter outflow (kebutuhan air) didapat berdasarkan data curah hujan setengah bulanan, debit andalan, dan jumlah penduduk. Perhitungan sedimentasi dan umur waduk memerlukan data topografi, kapasitas tampungan, dan inflow tahunan. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, didapatkan nilai debit pengambilan terbesar yaitu 3,372 m3/dt, kebutuhan air bersih untuk penduduk Kecamatan Titeu yaitu 0,032 m3/dt, dan kapasitas tampungan efektif waduk yaitu 124.421.786,792 m3. Erosi lahan yang terjadi pada lokasi tinjauan berdasarkan metode USLE modifikasi yaitu 1.216.072,839 ton/tahun dengan sedimentasi sebesar 469.634,988 m3/tahun. Umur waduk diperkirakan 247,959 tahun akibat 80% tampungan dipenuhi sedimen.
Analisis Tarif Pesawat Rute Banda Aceh - Jakarta Berdasarkan Total Operating Cost, Ability To Pay dan Willingness To Pay Putri, Siti Nadya; Darma, Yusria; Fadhly, Noer
Journal of The Civil Engineering Student Vol 3, No 1 (2021): Volume 3, Nomor 1, April 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v3i1.12352

Abstract

Terjadinya kenaikan tarif pesawat sejak bulan November 2018 dan penerapan bagasi berbayar pada beberapa maskapai penerbangan sejak Januari 2019 menimbulkan menurunnya jumlah pengguna pesawat. Pokok permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah menentukan tarif pesawat terbang yang ideal berdasarkan, Total Operating Cost, Ability To Pay, dan Willingness To Pay. Penelitian ini terdiri dari pengumpulan data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner kepada pengguna pesawat terbang rute Banda Aceh – Jakarta menggunakan teknik Revealed Preference. Sedangkan data sekunder diperoleh dengan melakukan wawancara terhadap maskapai penerbangan sebagai dasar untuk menentukan Total Operating Cost (TOC) pesawat terbang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan besaran nilai tarif berdasarkan TOC maskapai penerbangan bertarif rendah dengan load factor yang diasumsikan 75% adalah sebesar Rp1.263.000. Besaran nilai tarif berdasarkan TOC maskapai penerbangan layanan penuh dengan load factor yang diasumsikan 75% adalah sebesar Rp1.556.000. Besaran nilai tarif berdasarkan Ability To Pay (ATP) pengguna pesawat Citilink sebesar Rp2.341.000; ATP pengguna pesawat Lion Air sebesar Rp2.367.000; ATP pengguna pesawat Batik Air sebesar Rp3.279.000; dan ATP pengguna pesawat Garuda Indonesia sebesar Rp3.099.000. Besaran nilai tarif berdasarkan Willingness To Pay (WTP) pengguna pesawat Citilink sebesar Rp1.357.000; WTP pengguna pesawat Lion Air sebesar Rp1.369.000; WTP pengguna pesawat Batik Air sebesar Rp1.653.000; dan WTP pengguna pesawat Garuda Indonesia sebesar Rp1.652.000.
Kategori Risiko Tingkat Tinggi yang Mempengaruhi Kinerja Pelaksanaan Proyek Bangunan Gedung di Kota Banda Aceh. Ayumi, Waznah; Abbas, Ibnu; Maulina, Febriyanti
Journal of The Civil Engineering Student Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 Desember 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v5i4.25270

Abstract

Pembangunan infrastruktur mempunyai tingkat risiko tinggi karena pekerjaan konstruksi melibatkan banyak aktivitas yang harus dijadwalkan dengan cermat. Kinerja proyek akan sangat baik apabila rencana yang diinginkan terpenuhi, dimana realisasi waktu, biaya dan mutu selama pelaksanaannya sesuai target rencana awal. Kinerja penyedia jasa berkaitan dengan faktor risiko selama melaksanakan proyek konstruksi. Maka, berdasarkan permasalahan tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko dengan kategori tingkat risiko tinggi apa yang berkontribusi terhadap kinerja pelaksanaan proyek gedung di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Berdasarkan hasil uji validitas dan reliabilitas yang dilakukan didapatkan 56 faktor risiko yang dinyatakan valid dan reliabel. Selanjutnya dari hasil pengumpulan data dianalisis dengan metode Frequency index (FI), Severity index (SI) dan Probability Impact Matrix (PIM) diperoleh kesimpulan faktor risiko tingkat tinggi yaitu produktivitas rendah akibat cuaca, change order, harga material tinggi, kesalahan dalam estimasi biaya, perubahan desain, kerusakan material selama penyimpanan, kesalahan dalam gambar, permasalahan keuangan akibat kesalahan estimasi, inflasi dan kondisi kerja berbeda dengan dikontrak.
Faktor-faktor Penyebab Kegagalan Penyedia Jasa dalam Proses Pengadaan Jasa Konstruksi dengan Sistem Elektronik Kota Banda Aceh Maharani, Septia; Buraida, Buraida; Maulina, Febriyanti
Journal of The Civil Engineering Student Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 April 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v5i1.23877

Abstract

Penelitian ini membahas tentang identifikasi faktor-faktor penyebab kegagalan penyedia jasa dalam proses pengadaan jasa konstruksi secara e-procurement di Kota Banda Aceh. E-procurement adalah proses pengadaan barang dan jasa yang dilakukan secara elektronik. Persaingan untuk memenangkan tender terjadi pada masing-masing kontraktor yang nantinya akan mendapatkan kontraktor sebagai pemenang tender. Oleh karena itu, perlu dilakukan identifikasi faktor-faktor kegagalan e-procurement. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kegagalan proses tender ditinjau dari beberapa tahapan evaluasi penawaran. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif dengan sumber data primer diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada  penyedia jasa konstruksi (kontraktor), serta data sekunder berupa data dari website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Banda Aceh. Uji data dilakukan dengan uji validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data dilakukan dengan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian ditemukan 12 faktor kegagalan e-procurement dengan persentase sangat tinggi proyek konstruksi Kota Banda Aceh pada tahun 2021. Faktor kegagalan e-procurement yang paling dominan mempengaruhi proses memenangkan tender pada evaluasi administrasi yaitu dokumen persyaratan tidak lengkap (A6). Pada tahap evaluasi teknis yaitu spesifikasi teknis kurang dari yang disyaratkan (B5). Pada tahap evaluasi harga yaitu terdapat banyak koreksi aritmatik (C8). Dan pada tahap pembuktian kualifikasi yaitu calon pemenang tidak hadir (D1).
Perilaku lentur panel pracetak ferrofoam concrete dengan satu titik pembebanan Munandar, Aril; Abdullah, Abdullah; Bermansyah, Surya
Journal of The Civil Engineering Student Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 September 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v4i2.21370

Abstract

Panel pracetak merupakan teknologi konstruksi struktur beton dengan komponen penyusun dicetak terlebih dahulu. Ferrofoam concrete adalah beton busa ringan yang terdiri dari semen, air dan foam. Penggunaan beton busa sangat berguna untuk panel pracetak, karena memiliki massa yang ringan yang dapat memudahkan pekerjaan dilapangan dan meminimalisir penggunaan alat berat (crane). Pengujian yang dilakukan adalah uji lentur panel pracetak pembebanan satu titik (terpusat) saat beton berumur 28 hari dengan dimensi panel 2200 × 500 × 80 × 30 mm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan beban maksimum yang mampu dipikul oleh panel pracetak ferrofoam concrete dan model keruntuhan. Hasil dari penelitian ini adalah beban maksimum yang didapat sebesar 0,39 tf dengan lendutan sebesar 34,550 mm serta jenis model keruntuhan yang di akibat beban lentur tersebut adalah keruntuhan geser lentur. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini dibandingkan dengan penelitian pembebanan dua titik (Effendi, 2016) dengan beban maksimum sebesar 0,69 tf serta lendutan sebesar 39,820 mm. Berdasarkan hasil tersebut beban maksimum pada pembebanan dua titik (LU-P8-1,6) lebih besar 44% dari pembebanan satu titik (LU-P6-1,4). Model keruntuhan dari panel LU-P6-1,4 adalah keruntuhan geser lentur, panel LU-P8-1,6 adalah keruntuhan geser.
DETERMINATION OF ATTRACTION BASED ON THE LAYER OF THE REGION ROAD MR. TEUKU MOH. HASAN Ziak, Zafirul; Fadhly, Noer; Caisarina, Irin
Journal of The Civil Engineering Student Vol 3, No 3 (2021): Volume 3, Nomor 3, Desember 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v3i3.17534

Abstract

The spatial structure of Banda Aceh City with the strategy of developing Banda Aceh RTRW 2009-2029 describes city activities in a schematic manner, namely divided into old city centers and new city centers. The new city center is centered in the Batoh or Lamdom area which administratively will serve Lueng Bata and Baiturrahman sub-districts.The formulation of the problem is how the relationship between land use and trip generation on Teuku Moh. Hasan Street  East side Hasan. In order to know the capacity and land use influence which is caused to the road, it is necessary to know the capacity, volume, and factors causing the attraction and generation at the location. The results of data collection and processing obtained from the capacity Teuku Moh. Hasan Street is 2696.1 smp/hour. The generation model obtained in layer 1 of the research location which is a commercial land use is Y = -0.629 + 0.056 X2 + 1.002 X3, for layer 2 the research location which is a residential land use is Y = 0.409 + 1.179 X1 + 0.588 X3 + 0.440 X5 and layer 3 research locations which are residential land use are Y = -1.057 + 1.796 X1 + 0.408 X2.Keywords: trip generation and attraction, land use, regression method
Evaluasi Geometrik Tikungan di Jalan Medan – Banda Aceh pada STA 81+000 - STA 82+000 dengan Menggunakan Pedoman Desain Geometrik Jalan Tahun 2021 Taqwadin, Abda Syakura; Anggraini, Renni; Taufiq, Luthfi Chaliqi
Journal of The Civil Engineering Student Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 September 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v5i3.26857

Abstract

Berdasarkan data kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Pidie sepanjang tahun 2022, terdapat 230 kasus kecelakaan lalu lintas. Pada kasus-kasus tersebut terdapat beberapa korban dengan rincian 67 korban meninggal dunia, 2 korban luka berat, dan 550 korban luka ringan. Kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Pidie sepanjang tahun 2022 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2021, dimana sepanjang tahun 2021 tercatat sebanyak 212 kasus dengan rincian korban sebanyak 60 korban meninggal dunia, 17 korban luka berat, dan 373 korban luka ringan. Salah satu faktor penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah faktor geometrik jalan, terutama pada tikungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi eksisting lengkung horizontal pada dua lengkung yang berdekatan, serta melakukan perencanaan ulang (redesain). Lokasi penelitian yaitu pada Sta 81+000 - Sta 82+000 di jalan nasional Medan-Banda Aceh, Provinsi Aceh. Pengambilan data di lapangan dilakukan dengan menggunakan alat total station untuk mendapatkan koordinat titik-titik pada jalan eksisting terhadap koordinat lokalnya. Perancangan tikungan merujuk pada Pedoman Nomor 13/P/BM/2021 atau disebut juga Pedoman Desain Geometrik Jalan (PDGJ) tahun 2021. Data diolah dan dianalisis menggunakan aplikasi AutoCad Civil 3D untuk mendapatkan kondisi eksisting tikungan dan kondisi redesain tikungan. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa lengkung horizontal eksisting untuk kedua tikungan melebihi ketentuan minimum (28 meter) dengan menggunakan kecepatan rencana 30 km/jam. Namun, kedua tikungan tersebut tidak dapat menyediakan besaran lengkung peralihan eksisting yang sesuai terhadap lengkung horizontal eksisting masing-masing tikungannya. Superelevasi jalan eksisting juga tidak sesuai dengan PDGJ 2021 karena terdapat beberapa bagian jalan yang memiliki superelevasi melebihi superelevasi maksimum. Kelandaian memanjang jalan sudah sesuai dengan PDGJ 2021 yaitu sebesar 6,4 %, namun panjang kelandaian kritisnya melebihi batasan maksimal yang diatur. Pada perencanaan ulang, tikungan 1 dan 2 eksisiting digabungkan sehingga menciptakan tikungan tunggal. Dari hasil perencanaan ulang yang dilakukan diperoleh lengkung horizontal pada tikungan 1 adalah 60 meter dan pada tikungan 2 adalah 30 meter, lengkung peralihan pada tikungan 1 adalah 30 meter dan pada tikungan 2 adalah 38 meter, superelevasi desain pada tikungan 1 adalah 6,3 % dan pada tikungan 2 adalah 8 %, dan untuk kelandaian memanjang jalan adalah 6 % dengan panjang kelandaian kritis sebesar 360 meter dan panjang jalan adalah 353,01 meter. Diharapkan dengan dilakukan redesain pada kedua tikungan tersebut dapat mengurangi potensi terjadinya kecelakaan.