cover
Contact Name
Juliana Fisaini
Contact Email
j.fisaini@usk.ac.id
Phone
+6281377412304
Journal Mail Official
jimts@usk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala Jalan Tgk. Syech Abdurrauf No. 7 Darussalam, Banda Aceh 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Journal of The Civil Engineering Student
ISSN : -     EISSN : 26850605     DOI : https://doi.org/10.24815/journalces.v5i4.25270
Core Subject : Engineering,
Journal of The Civil Engineering Student (JOCES) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan secara berkala oleh Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala. Jurnal ini memuat artikel dari hasil tugas akhir mahasiswa/i di Jurusan Teknik Sipil untuk dipublikasikan, baik dari Universitas Syiah Kuala maupun institusi lainnya. Journal of The Civil Engineering Student (JOCES) mempublikasikan makalah ilmiah mahasiswa dan dosen pada Bidang Ilmu Teknik Sipil yang meliputi: Rekayasa Struktur, Hidroteknik, Rekayasa Transportasi dan Material Jalan Raya, Geoteknik, dan Manajemen Rekayasa Konstruksi serta Kebencanaan.
Articles 286 Documents
Pengaruh Kekuatan Dan Gaya Tarik Akar Bambu Terhadap Stabilitas Tanah Pada Lereng Ismail Ismail; Mukhsin Mukhsin; Khaizal Khaizal
Journal of The Civil Engineering Student Vol 1, No 3 (2019): Volume 1, Nomor 3, Desember 2019
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelongsoran dan erosi merupakan bencana yang sering terjadi pada lereng-lereng yang alami.. Akar pohon sebagai perkuatan berperan penting dalam melindungi massa tanah. Tanaman bambu mempunyai sistem perakaran serabut dengan akar rimpang yang sangat kuat, meskipun berakar serabut pohon bambu sangat tahan terhadap terpaan angin kencang. Oleh karena itu, akar bambu yang diteliti apakah berpengaruh terhadap kekuatan geser terhadap stabilitas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai kekuatan tarik akar yang dapat mempengaruhi kekuatan geser tanah pada lereng. Hasil yang didapat pada penelitian di lapangan berdasarkan grafik adalah gaya tarik akar cenderung meningkat seiring bertambahnya jumlah dan diameter akar. Sementara, kekuatan tarik akar yang kurang dari tiga cenderung menurun dengan signifikan, sedangkan jumlah akar lebih dari tiga  kekuatan tarik akar tidak menurun secara signifikan. 
Analisis Kepuasan Pengguna terhadap Pelayanan Kendaraan pada Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue Ramadhan, Ramadhan; Sugiarto, Sugiarto; Darma, Yusria
Journal of The Civil Engineering Student Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 Juni 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v5i2.23515

Abstract

Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue merupakan pelabuhan yang terletak di Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh. Saat ini, Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue menjadi satu-satunya pelabuhan penyeberangan yang melayani penyeberangan penumpang dan barang dari Banda Aceh ke Sabang dan juga ke Pulo Aceh. Dengan semakin meningkatnya jumlah pengguna jasa di Pelabuhan Ulee Lheue, maka pengelola pelabuhan tetap harus memperhatikan kualitas pelayanan yang mencakup kehandalan, ketanggapan, jaminan, empati, dan wujud fisik. Terkait dengan hal tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat tingkat kepuasan penumpang terhadap pelayanan yang diberikan. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian yaitu metode kuesioner. Metode kuesioner digunakan untuk mengetahui tingkat kepentingan dan kinerja dari pelabuhan pada 190 orang responden yang membawa kendaraan, dengan metode analisis yang digunakan adalah metode Importance Performance Analysis (IPA). Hasil analisis menunjukkan nilai rata-rata tingkat kesesuaian responden (Tki) seluruh atribut pelayanan adalah 72,13%, sehingga secara keseluruhan mutu pelayanan kendaraan di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue dikategorikan C atau kurang baik.
Pengaruh Penambahan Aspal Emulsi Terhadap Nilai CBR Tanah Glee Geunteng Aceh Besar Ani Safitri; Banta Chairullah M; Halida Yunita
Journal of The Civil Engineering Student Vol 3, No 3 (2021): Volume 3, Nomor 3, Desember 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v3i3.13937

Abstract

Tanah yang ada di alam terkadang tidak dapat langsung digunakan sebagai bahan bangunan atau tempat berdirinya bangunan. Hal ini dikarenakan dengan berbagai keterbatasan sifat yang dimiliki oleh  tanah tersebut terutama tanah lempung. Usaha yang dapat dilakukan untuk memperbaiki sifat tanah yaitu dengan cara teknik stabilisasi yaitu dengan mencampur bahan-bahan additive dalam tanah asli. Pada penelitian ini digunakan bahan aditif aspal emulsi yang berasal dari PT. Perdana Dinamika Persada, tipe CSS-1h (Cationic slow setting). Tanah yang digunakan  dalam penelitian berasal dari Glee Geunteng Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar. Pemilihan lokasi ini karena tanah tersebut sering digunakan sebagai bahan timbunan bangunan dan badan jalan. Penelitian ini dilakukan dengan cara pencampuran tanah asli dan aspal emulsi pada variasi 0%, 3%, 6%, 9%, dan 12% dari berat kering tanah. Pengujian yang  dilakukan pada penelitian ini terdiri dari pengujian berat jenis, batas cair, batas plastis, pembagian butiran, dan pemadatan (standard proctor), serta pengujian CBR. Tanah Glee Geunteng yang diteliti ini menurut klasifikasi AASHTO tergolong kedalam kelompok A-6 (2) dan menurut USCS termasuk ke dalam golongan SC, di mana indeks plastisnya 12,65%. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pada tanah asli hingga penambahan aspal emulsi 12%  nilai CBR mengalami penurunan dari  35,96% menjadi 8,71%.
Optimalisasi Biaya Pekerjaan Rumah Tipe 45 Menggunakan Material B-Panel Kemal Achyar; Nurul Malahayati; Febriyanti Maulina
Journal of The Civil Engineering Student Vol 1, No 1 (2019): Volume 1, Nomor 1, April 2019
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimalisasi biaya adalah salah satu usaha yang dilakukan untuk memperoleh mutu yang lebih  baik dengan biaya yang lebih ekonomis. Kebanyakan rumah sederhana Tipe 45 menggunakan struktural beton bertulang dengan material batu bata merah sebagai dinding bangunan. Namun saat ini sudah terdapat beberapa alternatif sistem bangunan yang lebih kuat dari bangunan konvensional, serta bagian struktural dan dinding bangunan menggunakan material yang sama. Salah satu material yang dapat digunakan sebagai struktural dan dinding bangunan adalah B-Panel. B-Panel merupakan jenis konstruksi yang terdiri dari material Expanded Polystyrene (EPS), cor-an beton serta wiremash sebagai tulangannya.. Hasil penelitian menunjukkan pasangan B-Panel sebagai struktural dan dinding bangunan menghemat biaya sebesar 7,34% dibandingkan dengan struktural beton bertulang dan bata merah sebagai dinding bangunan.
Sifat Mekanis Beton Busa Dengan Serat Hardiyanti, Anggun Dian; Abdullah, Abdullah; Hayati, Yulia; Abbas, Ibnu
Journal of The Civil Engineering Student Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 Desember 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v4i3.18714

Abstract

Beton busa merupakan salah satu beton ringan yang digunakan pada struktur bangunan. Selain beratnya yang ringan, beton busa memiliki kekuatan yang bagus. Kendala yang dimiliki beton busa adalah rendahnya tegangan tarik dan bersifat getas. Untuk memperbaiki hal tersebut ialah dengan menambahkan serat ke dalam adukan beton. Dalam penelitian ini, jenis serat yang digunakan yaitu serat nilon dan serat polypropylene. Penelitian ini bertujuan untuk melihat nilai kuat tekan dan kuat tarik belah beton busa berserat dan akan dibandingkan dengan beton busa tanpa serat. Penambahan serat ialah sebesar 1% dari volume mix design beton busa dengan faktor air semen sebesar 0,4. Spesific gravity (SG) rencana sebesar 1,2; 1,4; dan 1,6. Hasil kuat tekan beton busa serat nilon dan serat polypropylene untuk SG 1,2 meningkat sebesar 11% (6,049 MPa) dan 4% (6,293 MPa). Untuk SG 1,4 meningkat sebesar 30% (11,666 MPa) dan 53% (13,713 MPa). Untuk SG 1,6 meningkat sebesar 42% (17,245 MPa) dan 69% (20,522 MPa). Kuat tarik belah beton busa serat nilon dan serat polypropylene untuk SG 1,2 meningkat sebesar 11% (1,196 MPa) dan 6% (1,148 MPa). Untuk SG 1,4 meningkat sebesar 27% (11,666 MPa) dan 61% (1,813 MPa). Untuk SG 1,6 meningkat sebesar 31% (2,226 MPa) dan 87% (3,192 MPa).
Perbandingan Metode Multichannel Analysis of Surface Wave dan Metode Cone Penetration Test Terhadap Analisis Lapisan Tanah Cut Atika Hasya; Khaizal Khaizal; Irwandi Irwandi
Journal of The Civil Engineering Student Vol 3, No 1 (2021): Volume 3, Nomor 1, April 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v3i1.12265

Abstract

Analisis lapisan tanah yang dilakukan di lapangan salah satunya, metode Cone Penetration Test (CPT) yang menghasilkan parameter utama nilai tahanan ujung konus (qc). Sedangkan, metode Multichannel Analysis of Surface Wave (MASW) adalah metode dari bidang ilmu geofisika untuk menganalisis lapisan tanah yang dapat menghasilkan parameter kecepatan gelombang geser (Vs). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan parameter gelombang geser (Vs) MASW dan parameter tahanan ujung CPT untuk menganalisis lapisan tanah serta membandingkan hasil dari kedua metode tersebut terhadap karakteristik lapisan tanah sebagai perencanaan pondasi bangunan sipil. Akuisisi data dilakukan di TPI (Tempat Pendaratan Ikan) Lampulo, Kecamatan Kuta Alam. Hasil penelitian pada pengukuran MASW didapatkan nilai Vs sebesar 70 - 130 m/s. Berdasarkan SNI 1726-2012, tanah pada lokasi penelitian termasuk ke dalam  kategori Tanah Lunak (SE). Data CPT yang telah dikorelasikan meggunakan persamaan empiris menjadi nilai Vs menunjukkan hasil yang  relatif sama dengan klasifikasi tanah pada MASW. Jenis pondasi yang sesuai diterapkan pada lokasi penelitian adalah pondasi tiang karena letak tanah keras berada pada kedalaman lebih dari 10 meter dibawah permukaan tanah.
Harga Komponen Struktural Pelat Lantai Bangunan Tidak Sederhana Empat Lantai Pada Zona 16 di Provinsi Aceh Rizky Triananda; Mubarak Mubarak; Tripoli Tripoli
Journal of The Civil Engineering Student Vol 2, No 2 (2020): Volume 2, Nomor 2, Agustus 2020
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komponen struktur plat lantai merupakan komponen yang dibutuhkan untuk pembangunan sebuah gedung. Pelat lantai merupakan struktur tipis yang terbuat dari beton bertulang dengan bidang yang arahnya horizontal, dan beban yang bekerja tegak lurus pada struktur tersebut. Dalam penelitian ini digunakan perencanaan model struktur bangunan gedung tidak sederhana 4 lantai dengan luas total lantai bangunan adalah 1760 m2. Setelah selesai dengan desain model bangunan struktur beton bertulang maka diuji kelayakannya dengan beban gempa respons spektrum berdasarkan dengan wilayah gempa Aceh pada 16 yang memiliki Ss dan S1 dengan nilai tertinggi. Perencanaan dimensi struktural tersebut yang menjadi acuan untuk menganalisis volume komponen plat lantai. Harga pelat lantai pada zona 16 memiliki total harga senilai Rp 400.894.263 dengan harga satuan Kota Banda Aceh
Kajian Tarif Angkutan Umum Minibus Berdasarkan Ability To Pay dan Willingness To Pay Rute Banda Aceh – Lhokseumawe Azmi, Rajul; Anggraini, Renni; Salmannur, Alfi
Journal of The Civil Engineering Student Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 Desember 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v5i4.27063

Abstract

HiAce merupakan sebuah merk minibus dari Perusahaan Toyota, menyediakan perjalanan antara Kota Banda Aceh dan Kota Lhokseumawe. Sejak September 2022, pemerintah telah menetapkan kebijakan kenaikan biaya bahan bakar bersubsidi. Akibatnya biaya transportasi umum, termasuk tarif HiAce meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pengguna HiAce rute Banda Aceh – Lhokseumawe , serta untuk mengevaluasi tarif HiAce berdasarkan Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP). Penelitian ini terdiri dari pengumpulan data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner kepada pengguna angkutan HiAce rute Banda Aceh – Lhokseumawe. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner menggunakan teknik Simple Random Sampling dengan metode Household Budget untuk mendapatkan ATP dan teknik Stated Preference untuk mendapatkan WTP dengan langsung memberikan alternatif jawaban pada setiap pertanyaan. Sampel pada penelitian ini adalah 150 responden. Berdasarkan hasil penelitian, tarif HiAce berdasarkan ATP adalah Rp175.000 dan tarif WTP yaitu Rp135.000. Sementara itu, tarif HiAce saat ini adalah Rp140.000. Ini berarti bahwa tarif berdasarkan ATP lebih tinggi dari tarif yang ditetapkan oleh operator, akan tetapi tarif berdasarkan WTP lebih rendah. Ini menunjukkan bahwa pengguna HiAce memiliki kemampuan membayar yang lebih tinggi dari tarif saat ini, tetapi hanya bersedia membayar lebih rendah. Dalam hal ini, operator minibus HiAce harus meningkatkan kualitas pelayanan mereka agar penumpang bersedia untuk membayar lebih.
Upaya Percepatan Waktu Penyelesaian pada Proyek Peningkatan Jalan Menggunakan Metode CPM dan Pert Ratih, Andi; Zakia, Zakia; Sari, Dewi Purnama
Journal of The Civil Engineering Student Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 April 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v4i1.19648

Abstract

Dalam pelaksanaan suatu proyek penjadwalan merupakan tolak ukur yang menentukan keberhasilan suatu proyek, selain biaya dan mutu. Menentukan durasi dan urutan kerja pada saat membuat penjadwalan harus dilakukan secara teliti, agar penjadwalan yang dibuat masuk akal dan nyata. mengapa percepatan waktu perlu dilakukan adalah untuk meningkatkan kemungkinan proyek selesai tepat waktu. Untuk itu peneliti mencoba menerapkan metode CPM dan Pert dalam penelitian ini dengan tujuan mempercepat waktu pelaksanaan proyek untuk melihat seberapa besar potensi percepatan yang mungkin dilakukan. Metode penelitian kuantitatif dipilih penulis sebagai acuan dasar penelitian ini, metode ini dikenal dengan alur penelitian yang teratur dari awal sampai akhir sehingga hasil penelitian dapat diprediksi, Setelah dilakukan analisis menggunakan metode CPM dan Pert didapatkan hasil bahwa waktu tersebut masih dapat dipercepat sehingga diperoleh waktu penyelesaian tercepat selama 67 hari dengan selisih 23 hari dari time schedule awal, kemungkinan selesai dalam waktu 67 hari tersebut adalah sebesar 69,85 %.
Penggunaan VISSIM pada Perancangan Lajur Khusus Sepeda Motor di Jalan T. Nyak Arief Menuju Jalan Tengku Mohd. Daud Beureueh Astara Nia Ananda; Sugiarto Sugiarto; Noer Fadhly
Journal of The Civil Engineering Student Vol 1, No 3 (2019): Volume 1, Nomor 3, Desember 2019
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPerkembangan Kota Banda Aceh ditandai dengan bertambahnya jumlah penduduk di setiap tahun dan timbulnya permasalahan transportasi. Tahun 2016 jumlah penduduk mengalami kenaikan sebesar 3% berdasarkan BPS kota Banda Aceh, disertai tingkat kepemilikan kendaraan yang terus bertambah dengan sepeda motor mendominasi hingga 80%. Jumlah sepeda motor yang cukup banyak di jalan mengakibatkan turunnya kinerja jalan perkotaan. Tujuan penelitian ini meninjau kinerja jalan perkotaan pada keadaan eksisting  menggunakan MKJI 1997 kemudian mendisain lajur khusus sepeda motor menggunakan VISSIM. Penelitian dilakukan pada Jalan T. Nyak Arief menuju Jalan Tengku Mohd. Daud Beureueh. Volume tertinggi terjadi pada hari Senin sore dengan total 2669 smp/jam atau 5452 kend/jam. Analisa menggunakan MKJI didapat DS 0,66 dengan level of service (LOS) C. Kemudian melakukan simulasi pada keadaan eksisting didapat LOS C dengan hasil uji validasi 6,15%. Analisa yang dilakukan setelah penambahan lajur khusus dengan hasil level of service (LOS) adalah B artinya arus stabil tetapi kecepatan operasi mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas dengan hasil uji validasi 9,70%. 

Page 5 of 29 | Total Record : 286