cover
Contact Name
Muhammad Khoiruddin Harahap
Contact Email
choir.harahap@yahoo.com
Phone
+6282251583783
Journal Mail Official
publikasi@itscience.org
Editorial Address
Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Health Community Service
ISSN : -     EISSN : 30266912     DOI : https://doi.org/10.47709/hcs
Core Subject : Health, Social,
Health Community Service | E-ISSN : 3026-6912 ] adalah jurnal ilmiah kesehatan yang menerbitkan artikel asli mengenai Pengabdian Masyarakat dibidang kesehatan masyarakat. Jurnal ini Diterbitkan dua kali setahun, pada bulan November dan Februari. Yang fokus dan ruang lingkupnya dalam permasalahan kesehatan masyarakat, meliputi: epidemiologi, pendidikan dan promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja, administrasi dan kebijakan kesehatan, biostatistik, kesehatan reproduksi, manajemen rumah sakit, ilmu gizi, dan sistem informasi kesehatan. Selain itu, penulis dapat mengirimkan artikel tentang isu apa pun yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat dengan pertimbangan editor. Tujuan dari jurnal ini adalah untuk menyediakan wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk mempublikasikan artikel penelitian asli atau artikel review. Ruang lingkup artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini membahas berbagai topik, antara lain: Epidemiology Health Education and Promotion Environmental Health Occupational Health and Safety Health Administration and Policy Biostatistics Reproductive Health Hospital Management Nutrition Science Health Information System
Articles 44 Documents
Sosialisasi Tentang Akurasi Koding Diagnosis dan Prosedur Medis pada Dokumen Rekam Medis di Rumah Sakit Advent Medan Sinaga, Meiyana; Ginting, Suranta Bill Fatric
Health Community Service Vol. 2 No. 1 (2024): Artikel Pengabdian Februari 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/hcs.v2i1.4027

Abstract

Dalam sistim layanan di rumah sakit kode diagnosis sangat menunjang dalam pelaporan dan ketepatan penetapan diagnosa yang sesuai INA-CBG’s karena terkait dengan banyak hal termasuk rekam medis dan pembiayaan. Terkai dengan hal kode diagnosis penyakit pasien rujukan di Rumah Sakit Advent Medan masih selalu saja ditemukan ketidak sesuai dengan ICD-10. Untuk meningkatkan pengetahuan petugas dalam keakuratan kode diagnosa, petugas lebih banyak membaca dan mencari tahu kode ICD lewat google saja. Saran dari penelitian ini yaitu sebaiknya kepala puskesmas menerima tenaga lulusan rekam medis atau meningkatkan kompetensi petugas rekam medis melalui pelatihan kodefikasi.
Edukasi Manajemen Pengelolaan Obat Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Tapanuli Selatan Irwandi, Syahlis; Anshari, Zaim
Health Community Service Vol. 2 No. 1 (2024): Artikel Pengabdian Februari 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/hcs.v2i1.4049

Abstract

Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) memiliki tugas dan fungsi yang penting dalam memberikan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit yaitu mulai dari tahap seleksi, perencanaan dan pengadaan, distribusi dan penggunaan. Observasi pendahuluan menunjukkan permasalahan bahwa pengelolaan obat yang tidak lancar dan tidak efisien dapat menyebabkan kerugian terhadap rumah sakit, maka dari itu peneliti ingin melakukan evaluasi manajemen obat pada IFRSUD Tapanuli Selatan agar dapat diketahui permasalahan dan kelemahan dalam pelaksanaannya sehingga dapat dilakukan upaya perbaikan dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kata kunci: Pengelolaan obat, Indikator, Instalasi Farmasi RSUD Tapanuli Selatan.
Kekurangan Gizi Pada Balita Ruswandi, Mutiara Putri; Ranifah, Rahmawati Suci; Adawiah, Robi'atul
Health Community Service Vol. 2 No. 2 (2024): Artikel Pengabdian Nopember 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/hcs.v2i2.3344

Abstract

Saat ini masalah kekurangan gizi dan stunting pada balita yang ada di Indonesia cukup tinggi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor, ciri-ciri, serta cara pencegahan dari kekurangan gizi dan stunting. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara dengan narasumber Dr. Lingga Pradipta Sp.A di aplikasi halodoc. Dari penelitian ini, didapatkan hasil mengenai faktor utama stunting adalah kurangnya gizi dan nutrisi yang adekuat, keturunan genetik, serta akses pada fasilitas kesehatan yang kurang memadai, lalu ciri-ciri utama pada balita yang mengalami stunting ialah tinggi dan berat badan yang tidak sesuai dengan umur pertumbuhannya, badan yang kering, berat badan tidak normal, terlihat lemah lesu dan perkembangan yang tidak seperti balita pada umumnya, serta tahap awal pencegahan stunting pada balita yaitu memenuhi gizi sejak hamil, kemudian pemberian ASI dan MPASI sesuai umur yang ditentukan, menjaga kebersihan lingkungan, serta pemberian imunisasi dasar dan lanjutan. Penelitian ini berkontribusi pada pengetahuan masyarakat khususnya ibu pada masalah stunting dan kurang gizi pada balita.
Pembuatan Bedak Tabur dari Ekstrak Sereh untuk Kesehatan Kulit bagi Ibu PKK Desa Cinta Rakyat Percut Sei Tuan Deli Serdang Gunawan, M; Andilala, Andilala; Masni, Masni; Lubis, Nur Azizah; Fitria, Devi Nur; Sari, Mayang; Khomariah, Putri Ayu; Fadillah, Rizka; Mayanda, Suci
Health Community Service Vol. 2 No. 2 (2024): Artikel Pengabdian Nopember 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/hcs.v2i2.4034

Abstract

Desa Cinta Rakyat, Percut Sei Tuan, berada di wilayah kabupaten Deli serdang, provinsi Sumatera Utara menjadi objek pengabdian masyarakat oleh Tim Program Kemitraan Masyarakat Program Studi S1 Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indah Medan. Aktivitas masyarakat desa sehari-hari sebagai petani dan nelayan serta mengikuti sosialisasi pada kegiatan desa dan agama. Desa ini berjarak ± 11 km dari kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indah Medan. Sebagian besar ibu rumah tangga di desa ini tergabung dalam kelompok Ibu PKK dan organisasi desa serta berbagai kegiatan di desa, namun hanya terbatas pada kegiatan keagamaan dan sosial lainnya, selebihnya sebagian besar ibu di Desa ini memilih untuk menjadi ibu rumah tangga dirumah. Bedak tabur biang keringat terdiri dari ekstrak sereh berfungsi untuk mengurangi rasa gatal, panas, atau rasa perih pada  area badan atau kulit. Sehingga mempunyai potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan. Cara pelaksanaan yang ditawarkan untuk mendukung realisasi program, tahap pertama kegiatan ini adalah melakukan observasi dan menjalin kerjasama, dan perjanjian dengan mitra toko . Kesimpulannya, menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan ibu PKK Desa Cinta Rakyat yang semula belum mengetahui manfaat ekstrak daun sereh untuk meredakan gatal-gatal dan cara membuat bedak biang keringat yang mudah dan praktis yang telah di laksanakan dengan baik dan mendapat respon positif, serta timbulnya antusias dimasyarakat untuk berwirausaha berdasarkan keterampilan yang diperoleh. Menjalin kerjasama yang baik antara peserta Pengabdian dengan masyarakat Desa Cinta Rakyat dan  meningkatkan semangat dalam membangun desa.
Penguatan Modal Sosial dan Ekonomi melalui Aksi Donor Darah di STIE Fest 2025 Munandar, Aris; Pratiwi, Aliah; Huda, Nurul; Rahmatiah, Nafisah Nurul
Health Community Service Vol. 3 No. 1 (2025): Artikel Riset Mei 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/hcs.v3i1.5782

Abstract

Kegiatan donor darah dalam STIE Fest 2025 bertujuan untuk membangun modal sosial dan memberikan kontribusi ekonomi sosial di lingkungan kampus dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian kemanusiaan di kalangan mahasiswa sebagai bagian dari pengembangan karakter dan implementasi Tridarma Perguruan Tinggi. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat jejaring sosial antar-mitra serta mendukung ekonomi lokal melalui partisipasi pelaku UMKM di sekitar kampus. Metode pelaksanaan menggunakan Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan pemangku kepentingan, seperti Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Bima, kelompok mahasiswa, UMKM lokal, dan masyarakat. Kegiatan ini terdiri dari tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Edukasi donor darah dilakukan melalui media sosial dan webinar sebelum pelaksanaan donor darah di area kampus STIE Bima. Evaluasi melibatkan kuesioner, wawancara, dan dokumentasi untuk mengukur dampak kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil mengumpulkan 275 kantong darah dari 350 partisipan serta meningkatkan modal sosial melalui keterlibatan relawan dan partisipasi lintas jurusan. Selain itu, kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi lokal dengan mendukung UMKM sekitar kampus dan memperkuat program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari mitra sponsor. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan yang terintegrasi ke dalam pengembangan karakter mahasiswa.
Pemberian Susu Kedelai (Soya Bean Milk) terhadap Peningkatan Produksi Asi pada Ibu Nifas di Desa Rawang Panca Arga Umamy, Farida
Health Community Service Vol. 3 No. 1 (2025): Artikel Riset Mei 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/hcs.v3i1.5910

Abstract

Produksi Air Susu Ibu (ASI) pada masa nifas sering mengalami hambatan yang dapat memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Salah satu faktor penting yang memengaruhi produksi ASI adalah asupan nutrisi ibu, termasuk konsumsi bahan makanan yang memiliki efek galaktagog. Susu kedelai (soya bean milk) mengandung fitoestrogen, terutama isoflavon, yang diketahui dapat merangsang hormon prolaktin dan oksitosin, sehingga berpotensi meningkatkan produksi ASI. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk mengedukasi dan meningkatkan praktik konsumsi susu kedelai pada ibu nifas di Desa Rawang Panca Arga sebagai upaya alami peningkatan produksi ASI. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, pelatihan pembuatan susu kedelai rumahan, serta pemberian susu kedelai secara rutin selama masa intervensi. Evaluasi dilakukan melalui wawancara dan pengisian kuesioner pre-post terhadap perubahan volume ASI dan persepsi ibu terhadap kebermanfaatan intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai nutrisi laktasi dan sebagian besar responden melaporkan peningkatan jumlah ASI setelah mengonsumsi susu kedelai. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberian susu kedelai sebagai intervensi berbasis pangan lokal merupakan pendekatan yang efektif, murah, dan dapat diimplementasikan secara mandiri oleh masyarakat. Disimpulkan bahwa intervensi ini layak dikembangkan lebih lanjut sebagai strategi pemberdayaan kesehatan ibu menyusui, khususnya di wilayah pedesaan yang memiliki akses terbatas terhadap dukungan gizi komersial. Intervensi ini juga mendukung peningkatan cakupan ASI eksklusif secara berkelanjutan.
Deteksi Dini Ketidakseimbangan Komposisi Tubuh dan Edukasi Gizi pada Populasi Usia Produktif di Jakarta Barat Santoso, Alexander Halim; Gunaidi, Farell Christian; Alvianto, Fidelia; Pratama, Aditya
Health Community Service Vol. 3 No. 1 (2025): Artikel Riset Mei 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/hcs.v3i1.6283

Abstract

Komposisi tubuh, yang mencakup proporsi lemak dan massa otot, merupakan indikator penting dalam menilai status kesehatan individu, terutama pada usia produktif. Ketidakseimbangan antara massa lemak yang tinggi dan massa otot yang rendah dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik dan degeneratif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui skrining komposisi tubuh pada 87 peserta usia produktif di SMP Kalam Kudus, Jakarta Barat, menggunakan metode Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Selain skrining, peserta diberikan edukasi mengenai faktor risiko dan pencegahan gangguan komposisi tubuh yang dapat memengaruhi kualitas hidup. Hasil skrining menunjukkan sebagian besar peserta memiliki kadar lemak tubuh yang tinggi dan massa otot yang rendah, yang dapat menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang. Metode BIA terbukti efektif untuk mendeteksi ketidakseimbangan komposisi tubuh secara dini. Edukasi berperan penting dalam meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya gaya hidup sehat dan pengelolaan komposisi tubuh. Kegiatan ini berhasil mengidentifikasi risiko kesehatan dan meningkatkan pengetahuan pencegahan penyakit. Deteksi dini dan edukasi perlu dijadikan program rutin di lingkungan sekolah dan komunitas untuk meningkatkan kualitas hidup generasi muda.
Deteksi Dini Hipertensi dan Edukasi Gaya Hidup Sehat pada Dewasa Produktif: Studi Pengabdian di Grogol Tambunan, Nicholas Albert; Santoso, Alexander Halim; Gunaidi, Farell Christian; Putri, Tiara Aulia; Febriana, Nafrisca
Health Community Service Vol. 3 No. 1 (2025): Artikel Riset Mei 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/hcs.v3i1.6284

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering terjadi di masyrakat. Hipertensi sering tidak menunjukkan gejala, namun berdampak besar terhadap risiko penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, hingga kematian. Deteksi dini melalui skrining rutin tekanan darah sangat penting untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada 67 peserta usia produktif di Kelurahan Grogol, Jakarta Barat. Skrining tekanan darah dilakukan menggunakan metode Plan-Do-Check-Act (PDCA), yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, analisis hasil, serta edukasi kepada peserta dengan hasil abnormal. Hasil skrining menunjukkan bahwa 22,22% peserta mengalami hipertensi, 63,89% berada dalam kategori pre-hipertensi, dan hanya 13,89% memiliki tekanan darah normal. Hal ini menandakan tingginya prevalensi tekanan darah tinggi pada masyarakat usia produktif dan pentingnya tindakan preventif. Oleh karena itu, deteksi dini dan edukasi kesehatan perlu menjadi program rutin untuk mencegah komplikasi hipertensi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Skrining dan Edukasi Tekanan Darah untuk Deteksi Dini Hipertensi pada Populasi Dewasa Sari, Triyana; Santoso, Alexander Halim; Gunaidi, Farell Christian; Jap, Ayleen Nathalie; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello
Health Community Service Vol. 3 No. 1 (2025): Artikel Riset Mei 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/hcs.v3i1.6285

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular serta penyebab morbiditas dan mortalitas tinggi di seluruh dunia. Deteksi dini hipertensi sangat penting untuk mencegah komplikasi serius dan meningkatkan kualitas hidup. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui skrining tekanan darah pada 87 peserta usia produktif di SMP Kalam Kudus, Jakarta Barat, menggunakan alat pengukur tekanan darah digital terstandarisasi. Selain skrining, peserta juga diberikan edukasi mengenai faktor risiko dan pencegahan hipertensi melalui penerapan gaya hidup sehat, seperti pengaturan pola makan dan peningkatan aktivitas fisik. Hasil skrining menunjukkan bahwa 21,84% peserta mengalami hipertensi, 40,23% pre-hipertensi, dan 37,93% memiliki tekanan darah normal. Efektivitas kegiatan ini tercermin dari partisipasi aktif seluruh peserta selama proses edukasi dan pemeriksaan, serta hasil skrining yang menunjukkan adanya proporsi signifikan peserta dengan potensi risiko tinggi, sehingga menegaskan pentingnya deteksi dini dan edukasi sebagai program rutin untuk menurunkan angka kejadian hipertensi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Peran Skrining SGOT dan SGPT sebagai Deteksi Dini Risiko Hepatotoksisitas pada Usia Produktif Ruslim, Welly Hartono; Santoso, Alexander Halim; Destra, Edwin; Jap, Ayleen Nathalie; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello
Health Community Service Vol. 3 No. 1 (2025): Artikel Riset Mei 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/hcs.v3i1.6286

Abstract

Disfungsi hati subklinis sering tidak terdeteksi tanpa pemeriksaan laboratorium, padahal berperan penting dalam proses awal hepatotoksisitas. Peningkatan enzim hati seperti SGOT dan SGPT dapat mengindikasikan kerusakan hepatoseluler yang memerlukan intervensi preventif. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di kawasan Danau Sunter melalui skrining fungsi hati dan edukasi kesehatan. Pemeriksaan biokimia SGOT dan SGPT dilakukan terhadap 49 individu dewasa produktif. Data dikumpulkan dan dianalisis secara deskriptif. Edukasi disampaikan secara langsung berbasis hasil pemeriksaan masing-masing peserta. Sebagian besar peserta memiliki kadar SGOT normal (83,67%), namun peningkatan SGPT ditemukan pada 38,78% individu. Rerata SGOT dan SGPT masing-masing sebesar 25 U/L dan 27,48 U/L. Tingginya proporsi peningkatan SGPT menunjukkan adanya risiko disfungsi hepatoseluler ringan yang dapat dicegah melalui edukasi dan perubahan gaya hidup. Skrining fungsi hati disertai edukasi berbasis hasil merupakan pendekatan efektif dalam promosi kesehatan hepatik. Hasil ini menunjukkan pentingnya skrining hepatik dalam upaya promotif yang terjangkau dan berbasis komunitas untuk deteksi dini gangguan hati.