cover
Contact Name
Muhammad Khoiruddin Harahap
Contact Email
choir.harahap@yahoo.com
Phone
+6282251583783
Journal Mail Official
publikasi@itscience.org
Editorial Address
Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Health Community Service
ISSN : -     EISSN : 30266912     DOI : https://doi.org/10.47709/hcs
Core Subject : Health, Social,
Health Community Service | E-ISSN : 3026-6912 ] adalah jurnal ilmiah kesehatan yang menerbitkan artikel asli mengenai Pengabdian Masyarakat dibidang kesehatan masyarakat. Jurnal ini Diterbitkan dua kali setahun, pada bulan November dan Februari. Yang fokus dan ruang lingkupnya dalam permasalahan kesehatan masyarakat, meliputi: epidemiologi, pendidikan dan promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja, administrasi dan kebijakan kesehatan, biostatistik, kesehatan reproduksi, manajemen rumah sakit, ilmu gizi, dan sistem informasi kesehatan. Selain itu, penulis dapat mengirimkan artikel tentang isu apa pun yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat dengan pertimbangan editor. Tujuan dari jurnal ini adalah untuk menyediakan wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk mempublikasikan artikel penelitian asli atau artikel review. Ruang lingkup artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini membahas berbagai topik, antara lain: Epidemiology Health Education and Promotion Environmental Health Occupational Health and Safety Health Administration and Policy Biostatistics Reproductive Health Hospital Management Nutrition Science Health Information System
Articles 60 Documents
Edukasi dan Pelatihan Baby Gym untuk Stimulasi Motorik Kasar Bayi Usia 6–9 Bulan Humaira, Devina; Sari, Fatimah; Patimah, Titin
Health Community Service Vol. 3 No. 2 (2025): Nopember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/hcs.v3i2.8047

Abstract

Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan merupakan masa emas pertumbuhan dan perkembangan anak. Stimulasi yang tepat pada usia 6–9 bulan sangat penting untuk mendukung perkembangan motorik kasar seperti berguling, duduk tanpa bantuan, dan merangkak. Namun, masih banyak ibu yang belum memahami teknik stimulasi yang benar dan terstruktur, termasuk baby gym. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan baby gym sebagai upaya stimulasi motorik kasar bayi usia 6–9 bulan. Metode: PKM dilaksanakan melalui edukasi, demonstrasi, pelatihan praktik langsung, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Peserta berjumlah 25 ibu yang memiliki bayi usia 6–9 bulan. Hasil: Terjadi peningkatan skor pengetahuan ibu setelah pelatihan, dengan rata-rata nilai meningkat dari 62 menjadi 85. Kesimpulan: Edukasi dan pelatihan baby gym efektif meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu dalam melakukan stimulasi motorik kasar bayi serta berpotensi menjadi program berkelanjutan di posyandu maupun layanan kesehatan.
Pemanfaatan Ikan sebagai Sumber Protein untuk Pencegahan Kurang Energi Protein Balita Siregar, Khairani; Yuristi, Imelda; Nurmasitoh; Syahputra, Ilham
Health Community Service Vol. 3 No. 2 (2025): Nopember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/hcs.v3i2.8048

Abstract

Pendahuluan: Kurang Energi Protein (KEP) pada balita masih menjadi masalah gizi masyarakat yang berdampak pada pertumbuhan, perkembangan kognitif, dan daya tahan tubuh anak. Salah satu upaya pencegahan yang potensial adalah pemanfaatan sumber protein hewani yang terjangkau dan mudah diperoleh, seperti ikan. Namun, pemanfaatan ikan dalam menu balita masih belum optimal karena keterbatasan pengetahuan ibu mengenai kandungan gizi dan cara pengolahan yang tepat. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam memanfaatkan ikan sebagai sumber protein untuk mencegah KEP. Metode: Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, demonstrasi pengolahan menu berbahan dasar ikan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test pada 30 ibu balita. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan ibu setelah edukasi, dengan rata-rata skor meningkat dari 58 menjadi 84. Kesimpulan: Edukasi dan pelatihan pemanfaatan ikan efektif meningkatkan pemahaman ibu tentang pencegahan KEP serta berpotensi diintegrasikan dalam program layanan kesehatan.
Pemanfaatan Jamu Beras Kencur untuk Mengurangi Afterpain pada Ibu Postpartum Meiastrina, Kindi; Sari, Selvi Puspan; Margareta Andika, Rindy Arabella
Health Community Service Vol. 3 No. 2 (2025): Nopember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/hcs.v3i2.8049

Abstract

Pendahuluan: Afterpain merupakan nyeri akibat kontraksi uterus yang sering dialami ibu postpartum, terutama pada multipara. Nyeri ini dapat mengganggu kenyamanan, istirahat, dan proses menyusui. Pemanfaatan terapi komplementer berbasis herbal seperti jamu beras kencur berpotensi menjadi alternatif non-farmakologis yang aman dan mudah diperoleh. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan ibu postpartum mengenai afterpain dan melatih pemanfaatan jamu beras kencur sebagai upaya mengurangi nyeri secara alami. Metode: PKM dilakukan melalui edukasi, demonstrasi pembuatan jamu beras kencur, serta evaluasi intensitas nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi pada 25 ibu postpartum. Hasil: Terjadi penurunan rata-rata intensitas nyeri dari skala 6 (sedang) menjadi skala 3 (ringan). Kesimpulan: Pemanfaatan jamu beras kencur efektif membantu menurunkan intensitas afterpain dan berpotensi menjadi terapi komplementer dalam pelayanan kebidanan.
Edukasi dan Pendampingan Persalinan untuk Meningkatkan Keberhasilan Inisiasi Menyusu Dini Rangkuti , Meili Savitri; Siregar , Yuni Hanas; Bahri , Serli
Health Community Service Vol. 3 No. 2 (2025): Nopember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/hcs.v3i2.8050

Abstract

Pendahuluan: Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan intervensi penting dalam satu jam pertama kehidupan bayi yang berkontribusi terhadap keberhasilan ASI eksklusif dan penurunan angka kematian neonatal. Namun, praktik IMD masih belum optimal akibat kurangnya edukasi ibu dan pendampingan saat persalinan. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester III serta mendampingi proses persalinan untuk meningkatkan keberhasilan pelaksanaan IMD. Metode: Kegiatan dilakukan melalui edukasi antenatal, simulasi IMD, serta pendampingan saat persalinan. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test pada 30 ibu hamil. Hasil: Terjadi peningkatan pengetahuan ibu dari rata-rata skor 60 menjadi 88, serta peningkatan praktik IMD sesuai prosedur standar. Kesimpulan: Edukasi dan pendampingan persalinan efektif meningkatkan kesiapan ibu dan keberhasilan IMD serta berpotensi diintegrasikan dalam pelayanan antenatal dan intranatal.
Gerak Cerdas Lansia : Fisioterapi Komunitas untuk Pencegahan Stroke di Komunitas Alzheimer Solo Raya Nur Afrina Azra; Rosa Salsa Bila Putri; Jenny Jesica Wenhar; Miftakhul Naela Mafaeza Mukaromah; Choiriyyah Haraf; Arif Prostianto
Health Community Service Vol. 3 No. 2 (2025): Nopember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/hcs.v3i2.8072

Abstract

  Indonesia's demographic transition has increased the elderly population and the risk of degenerative diseases such as Alzheimer's and stroke. Both conditions have modifiable risk factors, such as hypertension, diabetes, and lack of physical activity. Community-based interventions that combine health education and structured physical exercise have been shown to reduce the risk of stroke and maintain cognitive function in the elderly. However, accessible and sustainable programs specifically for elderly communities with cognitive impairment, such as the Solo Raya Alzheimer's Community, are still limited. This community service aims to implement a participatory and educational community physiotherapy intervention called “Gerak Cerdas Lansia” (Smart Movement for the Elderly) to increase knowledge about stroke prevention and improve the physical capacity of the elderly. The activity was carried out for two months in 2025 in Banjarsari District, Surakarta, involving 35 elderly people aged ?55 years who had stroke risk factors. The program consisted of health education about stroke and structured physical exercises in the form of breathing exercises, muscle strengthening, balance, coordination, and relaxation. Each session was supervised by a physiotherapist to ensure safety and accuracy of movements. To support sustainability, participants were provided with a guidebook and exercise videos, and community cadres were trained to guide independent activities. The results of the observation showed an increase in participants' understanding of stroke risk factors, increased participation in exercises, and improved physical stability. This program also strengthened community empowerment through the involvement of cadres and the provision of educational media. “Gerak Cerdas Lansia” proves that a community-based physiotherapy approach is feasible to support stroke prevention and create healthier and more independent elderly people. Keywords: Stroke Prevention, Elderly, Health Education   ABSTRAK Transisi demografi Indonesia telah meningkatkan populasi lansia dan risiko penyakit degeneratif seperti Alzheimer dan stroke. Kedua kondisi ini memiliki faktor risiko yang dapat dimodifikasi, seperti hipertensi, diabetes, dan kurangnya aktivitas fisik. Intervensi berbasis komunitas yang menggabungkan edukasi kesehatan dan latihan fisik terstruktur terbukti dapat menurunkan risiko stroke dan mempertahankan fungsi kognitif lansia. Namun, program yang mudah diakses dan berkelanjutan khusus untuk komunitas lansia dengan gangguan kognitif seperti Komunitas Alzheimer Solo Raya masih terbatas. Pengabdian masyarakat ini bertujuan menerapkan intervensi fisioterapi komunitas partisipatif dan edukatif bernama “Gerak Cerdas Lansia” untuk meningkatkan pengetahuan pencegahan stroke dan kapasitas fisik lansia. Kegiatan dilaksanakan selama dua bulan pada tahun 2025 di Kecamatan banjarsari, Surakarta, dengan melibatkan 35 lansia berusia ?55 tahun yang memiliki faktor risiko stroke. Program terdiri atas edukasi kesehatan mengenai stroke dan latihan fisik terstruktur berupa latihan pernapasan, penguatan otot, keseimbangan, koordinasi, serta relaksasi. Setiap sesi didampingi fisioterapis untuk menjamin keamanan dan ketepatan gerakan. Untuk mendukung keberlanjutan, peserta dibekali buku panduan dan video latihan, serta kader komunitas dilatih untuk memandu kegiatan mandiri. Hasil observasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai faktor risiko stroke, peningkatan partisipasi dalam latihan, serta perbaikan stabilitas fisik. Program ini juga memperkuat pemberdayaan komunitas melalui pelibatan kader dan penyediaan media edukatif. “Gerak Cerdas Lansia” membuktikan bahwa pendekatan fisioterapi berbasis komunitas layak diterapkan untuk mendukung pencegahan stroke dan menciptakan lansia yang lebih sehat dan mandiri. Kata kunci: Pencegahan stroke, lansia, Edukasi Kesehatan
Implementasi Support Group Berbasis Resiliensi Dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia Hipertensi Data, Hariati; Sitorus, Friska Ernita; Girsang, Rostiodertina; Siahaan, Jekson Martiar
Health Community Service Vol. 3 No. 2 (2025): Nopember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/hcs.v3i2.8132

Abstract

Hypertension is one of the most prevalent chronic diseases among older adults and significantly affects their physical, psychological, and social well-being. Community-based psychosocial interventions are essential to improve self-management and quality of life among elderly individuals with hypertension. This community service program aimed to implement a resilience-based support group to enhance adaptive coping mechanisms and overall quality of life among elderly hypertensive patients. The program was conducted over six sessions involving health education, stress management training, peer sharing, spiritual reinforcement, and lifestyle modification guidance. Thirty-five elderly participants were involved. Evaluation was conducted using pre–post knowledge assessment and WHOQOL-BREF-based quality of life indicators. The results showed a 38% increase in hypertension-related knowledge, a 26% improvement in psychological well-being scores, and increased social engagement among participants. The resilience-based support group proved effective in strengthening emotional regulation, medication adherence, and social support. Integrating structured support groups into primary healthcare services is recommended to ensure sustainable community empowerment in elderly hypertension management.
Pemanfaatan Daun Rimbang untuk Pencegahan Diare Fahdi, Firdaus; Hariati, Hariati; Sari, Herviani
Health Community Service Vol. 3 No. 2 (2025): Nopember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/hcs.v3i2.8133

Abstract

Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting karena mudah menimbulkan dehidrasi, terutama pada balita, tetapi sebagian besar kasus sebenarnya dapat dicegah melalui perbaikan perilaku hidup bersih dan sehat, penggunaan air bersih, sanitasi yang layak, cuci tangan pakai sabun, imunisasi rotavirus, serta tata laksana awal yang tepat di rumah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini disusun untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan mengenai pencegahan diare melalui edukasi, demonstrasi cuci tangan pakai sabun, praktik pembuatan oralit, pengenalan tanda bahaya diare, dan pemanfaatan daun rimbang (Solanum torvum Sw.) sebagai bahan pangan lokal dalam edukasi keluarga. Daun rimbang diketahui mengandung serat, protein, mineral, dan senyawa fenolik, serta pada studi in vitro menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Salmonella enteritidis. Namun, pada kegiatan ini daun rimbang ditempatkan sebagai sumber pangan lokal dan media edukasi, bukan sebagai pengganti oralit, zinc, atau terapi medis standar. Kegiatan dilaksanakan di namo tualang dengan peserta 10 kader. Metode kegiatan meliputi koordinasi dengan mitra, pre-test, penyuluhan, demonstrasi, diskusi, post-test, dan evaluasi tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan ada perbedaan pengetahuan dan keterampilan kader. Simpulan, pemberdayaan kader berbasis sumber daya lokal berpotensi memperkuat pencegahan diare di tingkat rumah tangga bila dilakukan secara sistematis, kontekstual, dan evidence-based.
Implementasi Support Group Berbasis Resiliensi Dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia Hipertensi Hariati, Hariati; Sitorus, Friska Ernita; Girsang, Rostiodertina; Siahaan, Jekson Martiar
Health Community Service Vol. 3 No. 2 (2025): Nopember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/hcs.v3i2.8134

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang banyak dialami lansia dan berdampak pada kesejahteraan fisik, psikologis, serta sosial. Pengelolaan hipertensi pada kelompok usia lanjut memerlukan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pemeriksaan tekanan darah, tetapi juga memperkuat dukungan psikososial dan kemampuan adaptif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan support group berbasis resiliensi untuk meningkatkan kualitas hidup lansia hipertensi. Kegiatan dilaksanakan selama enam sesi pada 35 lansia hipertensi usia 60 tahun ke atas di wilayah kerja puskesmas. Intervensi mencakup edukasi hipertensi, penguatan resiliensi, manajemen stres, sharing pengalaman, penguatan spiritual, dan komitmen perubahan perilaku. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pengetahuan, observasi partisipasi, serta pengukuran indikator kualitas hidup berdasarkan domain fisik, psikologis, dan sosial. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari 56 menjadi 77, peningkatan domain fisik dari 60 menjadi 70, domain psikologis dari 55 menjadi 69, dan domain sosial dari 58 menjadi 74. Sebagian peserta juga mulai lebih teratur berolahraga, patuh minum obat, dan mampu mengelola stres. Temuan ini menunjukkan bahwa support group berbasis resiliensi relevan sebagai strategi pemberdayaan komunitas untuk meningkatkan kualitas hidup lansia hipertensi.
Deteksi Dini Mencegah Komplikasi Kehamilan Untuk Kehamilan Sehat Bagi Calon Pengantin Sinambela, Megawati; Sitepu, Stefani Anastasia; Sinaga, Jon Piter
Health Community Service Vol. 3 No. 2 (2025): Nopember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/hcs.v3i2.8135

Abstract

prakonsepsi melalui edukasi, skrining faktor risiko, dan tindak lanjut dini terhadap temuan kesehatan. Masa sebelum kehamilan merupakan jendela intervensi yang penting karena banyak faktor yang memengaruhi luaran maternal dan neonatal sudah ada sebelum konsepsi terjadi, seperti anemia, hipertensi, kelebihan berat badan, gangguan glukosa, perilaku gizi yang kurang baik, serta keterlambatan mengonsumsi asam folat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapan catin dalam mewujudkan kehamilan sehat melalui edukasi kesehatan reproduksi dan deteksi dini. Metode yang digunakan ialah pendekatan deskriptif dengan rangkaian pretest, penyuluhan, skrining kesehatan, konseling singkat, dan posttest pada 50 calon pengantin yang terdaftar di wilayah kerja puskesmas. Materi edukasi menekankan gizi prakonsepsi, suplementasi asam folat, pencegahan anemia, pengendalian penyakit kronis, serta tanda bahaya kehamilan. Hasil kegiatan menunjukkan pengetahuan baik peserta meningkat dari 46% menjadi 81% setelah intervensi. Skrining juga menemukan 18% peserta mengalami anemia ringan, 10% memiliki IMT ?25 kg/m², 8% mempunyai tekanan darah ?140/90 mmHg, dan 6% memiliki gula darah sewaktu ?200 mg/dL yang memerlukan evaluasi lanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi dan skrining prakonsepsi efektif sebagai strategi promotif dan preventif untuk mengidentifikasi faktor risiko sebelum kehamilan. Integrasi program kesiapan catin ke pelayanan primer perlu diperkuat agar pencegahan komplikasi kehamilan dapat dilakukan lebih dini dan lebih sistematis.
Pencegahan Anemia Pada Ibu Hamil Melalui Biskuit Biwa Sitepu, Stevani Anastasya; Sinambela, Megawati; Sinaga, Jon Piter
Health Community Service Vol. 3 No. 2 (2025): Nopember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/hcs.v3i2.8136

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang penting karena berhubungan dengan peningkatan risiko kelelahan, perdarahan, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah. Secara global, anemia masih memengaruhi sekitar 37% ibu hamil, sedangkan di Indonesia prevalensi anemia pada ibu hamil. Selain suplementasi tablet tambah darah, diperlukan inovasi pangan lokal yang praktis dan mudah diterima untuk mendukung pencegahan anemia. Biwa (Eriobotrya japonica) memiliki kandungan mineral, vitamin C, karotenoid, dan senyawa fenolik sehingga berpotensi dikembangkan menjadi pangan fungsional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan anemia sekaligus mengenalkan pengolahan biwa menjadi biskuit sebagai pangan selingan pendukung. Metode kegiatan meliputi edukasi, demonstrasi pembuatan biskuit biwa, diskusi gizi kehamilan, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai anemia, dan pemanfaatan pangan local biwa. Pengembangan biskuit biwa layak dipertimbangkan sebagai inovasi pangan pendamping yang praktis, mudah diterima, dan dapat diintegrasikan dengan edukasi gizi serta konsumsi tablet tambah darah pada ibu hamil.