cover
Contact Name
Mustakim Sagita
Contact Email
mustakim_sagita@sagita.or.id
Phone
+6281360046356
Journal Mail Official
sagita_academia@sagita.or.id
Editorial Address
Sagita Akademia Maju Editorial Address : Sagita Building, Second Floor, Padat Karya Street, No. 05 Pidie - Aceh 24183. Email: sagita_academia@sagita.or.id / futureacademia377@gmail.com
Location
Kab. pidie,
Aceh
INDONESIA
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced
ISSN : 3026166X     EISSN : 30257905     DOI : https://doi.org/10.61579/future
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced is an open-access, peer-reviewed journal and is rated according to international publication standards published by Yayasan Sagita Akademia Maju, Indonesia. Future Academia is dedicated to developing studies of academics with multidisciplinary research backed by solid empirical evidence. It is hoped that it will provide a reference and guidance to improve and disseminate scientific knowledge and academic potential. Future Academia is expected to have a positive impact on individuals and society.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 400 Documents
Analisis Perilaku dan Preferensi Spasial Pengunjung dalam Pengembangan Program Ruang Edukastif Museum Pendidikan Surabaya Abrar Azizi
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 3 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i3.914

Abstract

Museum pendidikan merupakan sarana pembelajaran nonformal yang berperan dalam menyampaikan pengetahuan melalui pengalaman ruang yang edukatif. Namun, program ruang yang belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan dan pola aktivitas pengunjung sering kali menyebabkan pengalaman belajar kurang optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku dan preferensi spasial pengunjung sebagai dasar pengembangan program ruang edukatif di Museum Pendidikan Surabaya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur, observasi, serta analisis aktivitas dan perilaku pengunjung. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemahaman terhadap pola pergerakan, preferensi ruang, dan kebutuhan pengunjung dapat meningkatkan kejelasan fungsi ruang, efektivitas sirkulasi, serta kualitas interaksi dengan konten edukatif. Temuan penelitian menegaskan bahwa pengembangan program ruang yang berorientasi pada pengguna mampu menciptakan lingkungan museum yang lebih adaptif, komunikatif, dan mendukung proses pembelajaran secara optimal.
Hambatan Legalitas dan Strategi Bertahan UMKM Kuliner PascaRelokasi: Studi Kasus Pada Usaha Kuliner Rumahan di Surabaya Cecilia Dini Hapsari; Sugeng Purwanto
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 3 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i3.924

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner di Indonesia menghadapi tekanan ganda antara pemenuhan legalitas usaha dan tuntutan persaingan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dua persoalan yang dialami sebuah UMKM kuliner rumahan di Surabaya, yaitu (1) Hambatan legalitas berupa Sertifikasi halal dan perizinan edar (PIRT/BPOM), serta (2) strategi pemasaran dan strategi bertahan usaha. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus tunggal. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung serta dokumentasi yang melibatkan pemilik usaha sebagai informan utama, seluruh data kemudian ditranskripsikan secara verbatim dan dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Untuk memastikan validitas data, dilakukan triangulasi baik dari sisi sumber maupun teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan hambatan sertifikasi halal terutama muncul pada tahap pemenuhan bahan baku, yakni keharusan membeli daging dari rumah potong hewan bersertifikat dengan pembelian minimum yang dinilai memberatkan untuk kebutuhan sampling skala mikro, sehingga proses sertifikasi jalur reguler tidak dilanjutkan. Persoalan serupa ditemukan pada perizinan PIRT/BPOM untuk produk frozen food dan minuman herbal yang dipersepsikan memiliki standar terlalu tinggi bagi usaha kecil. Pada aspek pemasaran, usaha bertahan melalui strategi diferensiasi berbasis kualitas dan bahan premium, penetapan harga berbasis nilai, loyalitas pelanggan yangdibangun dari pengalaman rasa, dengan media WhatsApp dan komunikasi dari mulut ke mulut sebagai sarana utama; namun adopsi pemasaran digital masih terbatas akibat kendala waktu dan sumber daya manusia, diperberat oleh tantangan membangun ulang basis pelanggan pascarelokasi. Penelitian menyimpulkan bahwa bagi pelaku usaha, mempertahankan pelanggan dirasakan lebih sulit daripada mengurus legalitas. Implikasi penelitian menekankan perlunya penyederhanaan dan transparansi persyaratan legalitas bagi UMKM serta penguatan literasi pemasaran digital.
Analisis Perbedaan Gaya Komunikasi Mahasiswa KPI B di Main Account dan Second Accounnt M.Taufiqurrahman Al Ghifary; Andika; Wulandari Aprilia; Alma Yuhera; Arbi Febriansyah; M. Afiq Tajudin; Sri Hertimi
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 3 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i3.933

Abstract

Riset ini mencoba membedah alasan di balik perbedaan gaya komunikasi mahasiswa di akun utama dan akun kedua mereka. Punya dua akun sebetulnya menunjukkan kalau mahasiswa pintar menempatkan diri tergantung siapa penontonnya. Di akun utama, gaya komunikasinya cenderung formal, jaim, dan penuh pertimbangan. Sementara di akun kedua, mereka merasa lebih bebas buat berekspresi secara santai tanpa takut dihakimi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data di lapangan diambil lewat observasi postingan serta wawancara langsung dengan para pemilik akun ganda ini. Dari sana ditemukan bahwa perbedaan gaya chat atau postingan ini sangat dipengaruhi oleh faktor privasi, lingkaran pertemanan, dan cara mereka mengelola personal branding. Akhirnya, riset ini menyimpulkan bahwa kedua akun tersebut memegang peran yang berbeda total dalam kehidupan sosial digital mahasiswa.
Fenomena Prostitusi Online di Era Digital: Studi Sosiologis pada Pengguna Aplikasi Bling Bling Dina Safira; Ratu Farah Erika Syaikuna; Muhammad Arifin; Maulida Sary; Minis Pratiwi; Sopar
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 3 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i3.934

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah pola interaksi sosial masyarakat, termasuk munculnya praktik transaksi seksual di ruang digital atau prostitusi online. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena prostitusi online pada pengguna aplikasi Bling Bling, khususnya terkait pola pelaksanaan, faktor penyebab, dan dampaknya dari perspektif sosiologis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui pengamatan, wawancara mendalam, dan telaah dokumen yang relevan, kemudian dianalisis secara kualitatif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta diperkuat dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik prostitusi online pada aplikasi Bling Bling berlangsung secara terselubung dengan memanfaatkan fitur hiburan, interaksi langsung, dan hadiah virtual sebagai media awal transaksi, yang selanjutnya dapat berlanjut melalui komunikasi di luar aplikasi. Fenomena tersebut didorong oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, terutama tekanan ekonomi, keterbatasan peluang kerja, kebutuhan akan pengakuan sosial, anonimitas ruang digital, serta lemahnya pengawasan dan penegakan aturan. Dari perspektif sosiologis, praktik ini berdampak pada pergeseran nilai dan norma sosial, meningkatnya kerentanan terhadap penipuan, pemerasan, eksploitasi, dan berbagai bentuk kejahatan lainnya, serta melemahnya struktur hubungan sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa prostitusi online merupakan masalah sosial yang kompleks dan multidimensional sebagai konsekuensi interaksi antara perkembangan teknologi, kondisi ekonomi, budaya, dan sistem pengendalian sosial. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengawasan digital, penyempurnaan regulasi, peningkatan kesadaran hukum, dan pembinaan sosial secara terpadu.
Hubungan Index Massa Tubuh (IMT) Dengan Tingkat Nyeri Pada Penderita Low Back Pain (LBP) di Poliklinik Saraf RSU Cempaka Lima Jodi Fahliza Pranata; Khattab; Rizkidawati
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 3 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i3.940

Abstract

Latar Belakang: Low Back Pain (LBP) adalah salah satu gangguan muskuloskeletal yang seringkali terjadi dan berdampak kepada penurunan produktivitas serta kualitas hidup. Salah satu faktor risiko yang berhubungan dengan LBP adalah peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT). Kelebihan berat badan bisa memberi beban tambahan pada tulang belakang sehingga meningkatkan intensitas nyeri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan tingkat nyeri pada pasien LBP di Poliklinik Saraf RSU Cempaka Lima Banda Aceh. Metode: Penelitian ini melibatkan penggunaan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 123 pasien yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dan pengukuran IMT dari data rekam medis. Analisis data dijalankan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian memperlihatkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (69,9%) dan usia terbanyak berada pada kelompok 55–65 tahun (35,8%). Tingkat nyeri terbanyak berada pada kategori nyeri berat (50,4%), dan sebagian besar responden memiliki status gizi obesitas (43,9%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dan tingkat nyeri (p = 0,01; r = 0,321).
Optimalisasi Interior Public Space Stasiun Gubeng Lama melalui Pendekatan Desain Inklusif Jatiar Rasta
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 3 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i3.948

Abstract

Stasiun Gubeng Lama merupakan bangunan cagar budaya yang berfungsi sebagai fasilitas transportasi publik sehingga memerlukan ruang yang nyaman, aman, dan mudah diakses oleh seluruh pengguna. Namun, beberapa fasilitas interior masih belum sepenuhnya memenuhi prinsip desain inklusif, terutama pada aspek aksesibilitas dan sirkulasi. Penelitian ini bertujuan mengkaji optimalisasi interior public space Stasiun Gubeng Lama melalui pendekatan desain inklusif dengan tetap mempertahankan nilai historis bangunan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui analisis berbagai buku, artikel ilmiah, regulasi, dan dokumen yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi permasalahan dan merumuskan rekomendasi desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi interior dapat dilakukan melalui penataan sirkulasi yang lebih aksesibel, penyediaan fasilitas sesuai prinsip desain inklusif, pengembangan sistem wayfinding, penggunaan furnitur ergonomis, serta penerapan konsep adaptive reuse. Penerapan desain inklusif diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas, kenyamanan, dan kualitas pelayanan tanpa mengurangi karakter bangunan cagar budaya.
Redesain Interior Hotel Platinum Balikpapan Berbasis Budaya Lokal untuk Daya Saing Global MICE Rosega Lantang Yuliansyah
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 3 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i3.949

Abstract

Perkembangan ekonomi kreatif mendorong sektor hospitality untuk menghadirkan diferensiasi berbasis nilai budaya sebagai strategi peningkatan daya saing global. Industri perhotelan, khususnya hotel bisnis yang melayani sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), dituntut tidak hanya memenuhi standar internasional, tetapi juga memiliki identitas lokal yang kuat. Hotel Platinum Balikpapan sebagai salah satu hotel bisnis di Kota Balikpapan menghadapi tantangan dalam menciptakan karakter interior yang mampu merepresentasikan budaya lokal Kalimantan Timur sekaligus mendukung aktivitas MICE secara optimal. Permasalahan utama terletak pada belum optimalnya integrasi nilai budaya lokal dalam elemen interior serta kurangnya diferensiasi visual dibandingkan hotel sejenis. Padahal, Kalimantan Timur memiliki kekayaan budaya seperti motif Dayak, material lokal, dan filosofi ruang tradisional yang berpotensi menjadi nilai tambah desain. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep redesain interior berbasis budaya lokal sebagai strategi ekonomi kreatif untuk meningkatkan citra dan daya saing global hotel. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, studi literatur, dokumentasi, dan analisis komparatif. Hasil yang diharapkan berupa konsep desain interior yang memperkuat identitas lokal, meningkatkan pengalaman pengguna, serta memperkuat positioning hotel.
Pengaruh Indeks Massa Tubuh Terhadap Kekuatan Genggaman Tangan Pada Mahasiswa Terlatih Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama Jefriyansyah Harda Putra; Abdul Wahab; Aditya Candra
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 3 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i3.956

Abstract

Kekuatan genggaman tangan merupakan salah satu indikator penting fungsi otot yang dapat mencerminkan kondisi fisik dan status gizi seseorang. Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan indikator antropometri yang umum digunakan untuk menilai status gizi dan komposisi tubuh. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh IMT terhadap kekuatan genggaman tangan pada mahasiswa laki-laki terlatih Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 43 mahasiswa terlatih angkatan 2023 dan 2024 yang dipilih secara proporsional. Data IMT diperoleh melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan, sedangkan kekuatan genggaman tangan diukur menggunakan CAMRY EH101 dynamometer. Analisis data meliputi uji normalitas Shapiro–Wilk dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara IMT dan kekuatan genggaman tangan, dengan nilai signifikansi p = 0,000 dan F = 9,022. Secara deskriptif, mahasiswa dengan kategori IMT normal dan overweight cenderung menunjukkan kekuatan genggaman yang lebih baik dibandingkan mahasiswa dengan kategori underweight dan obesitas II. Temuan ini menunjukkan bahwa kondisi IMT yang optimal berperan dalam mendukung kekuatan otot dan performa fisik pada mahasiswa yang terlatih. Dengan demikian, pemantauan status gizi melalui IMT dapat menjadi salah satu aspek yang dipertimbangkan dalam mendukung pemeliharaan kebugaran dan fungsi otot mahasiswa.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat Dengan Angka Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Meuraxa Banda Aceh Zilla Nabila Aulia; Suriatu Laila; Fia Dewi Auliani
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 3 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i3.959

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) ialah penyakit infeksi virus akut yang disebabkan oleh virus dengue yang tergolong Arthropod-Borne virus, genus flavivirus, famili Flaviviridae. Angka kejadian DBD di Indonesia november 2023 hingga Maret 2024 dilaporkan kasus DBD di Indonesia mencapai 53.131 orang dengan angka kematian sebesar 404 orang. Penyakit DBD berkaitan dengan kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat dengan angka kejadian DBD. Jenis penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah stratified random sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 100 orang. Analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat. Hasil uji uji univariat menunjukkan distribusi frekuensi tingkat pengetahuan masyarakat didominasi oleh kategori baik yaitu sebanyak 79 orang (79%) dan perilaku masyarakat didominasi oleh kategori baik yaitu sebanyak 54 orang (54%). Hasil uji bivariat menggunakan uji statistik chi-square didapatkan nilai p-value tingkat pengetahuan 0,000 < 0,05 dan perilaku masyarakat adalah 0,002 < 0,05 dan menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat dengan angka kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD).
Peran Masyarakat Peduli Api Terhadap Pembukaan Lahan Dengan Cara Membakar Lahan Gambut di Gampong Suak Raya Kecematan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat Sri Fatimah Zahara; Desi Ratna Sari; Tesa Marisa; Jovinka Intan Aprilia; Tasya; Fitra Mulia; Sopar
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 3 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i3.937

Abstract

Kebakaran lahan gambut merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang sering terjadi di Kabupaten Aceh Barat dan menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan, lingkungan, serta aktivitas ekonomi masyarakat. Upaya pencegahan kebakaran tidak hanya bergantung pada peran pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat sebagai gerda terdepan. Salah satu bentuk partisipasi masyarakat melalui pembentukan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang berperan dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan gambut di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Masyarakat Peduli Api dalam upaya pencegahan kebakaran lahan gambut di Gampong Suak Raya, Kabupaten Aceh Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Masyarakat Peduli Api memiliki peran penting dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat, pemantauan titik api, serta koordinasi dengan instansi terkait dalam upaya pencegahan kebakaran. Namun demikian, terdapat kendala yang di hadapi , seperti keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya kesadaran sebagian masyarakat, serta kurangnya koordinasi antar pemangku kepentingan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas masyarakat dan peningkatan kerja sama antar pihak untuk mendukung efektivitas pencegaha kebakaran lahan gambut secara berkelanjutan.