cover
Contact Name
Suswandi
Contact Email
journal@mahad-aly.asadiyahpusat.org
Phone
+6282345757512
Journal Mail Official
suswandidaeng@gmail.com
Editorial Address
Jl Andi Unru Desa Ujung Baru Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan
Location
Kab. wajo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
TAFASIR
ISSN : 3025583X     EISSN : 30249244     DOI : https://doi.org/10.62376/tafasir.v1i2
TAFASIR Jurnal Ilmu AlQuran dan Tafsir is a peer reviewed journal dedicated to the promotion and dissemination of scholarly research to encourage and promote the study of the Qur an Particular attention is paid to works dealing with Particular attention is paid to works dealing with religious and socio cultural studies using an interdisciplinary perspective The journal is published biannually in June and December by Mahad Aly Asadiyah Sengkang Indonesia
Articles 46 Documents
PRINCIPLE OF PERSUASION FOR LOYALTY IN THE HOLY QUR’AN Surya, Ilham; Wahyuni, Sri
TAFASIR: Journal of Quranic Studies Vol 2, No 1 (2024): TAFASIR: Journal of Qur'anic Studies
Publisher : Ma'had Aly As'adiyah Sengkang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62376/tafasir.v2i1.34

Abstract

Fokus penelitian ini adalah prinsip persuasi untuk menumbuhkan kesetiaan di dalam Al-Qur’an. Tujuan penelitian ini adalah menghubungkan teori persuasi dengan ayat-ayat yang pertama kali diturunkan dalam Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif kajian literatur. Data dalam penelitian ini berasal dari buku “how to change anybody” oleh David J. Lieberman dan kitab Tafsir Al-Mishbah oleh Muhammad Quraish Shihab. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prinsip persuasi untuk menumbuhkan kesetiaan yang digagas dan dikembangkan oleh para ilmuan psikologi sejalan dengan prinsip persuasi yang ada di dalam Al-Qur’an.
ANALYSIS OF THE PHRASE BISMILLAH (A THEMATIC-COMPARATIVE METHOD BETWEEN AL-TABARI'S INTERPRETATION AND THE HADITH PERSPECTIVE) Tahir, Muhyiddin; Nasir, M. Iqbal
TAFASIR: Journal of Quranic Studies Vol 2, No 1 (2024): TAFASIR: Journal of Qur'anic Studies
Publisher : Ma'had Aly As'adiyah Sengkang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62376/tafasir.v2i1.30

Abstract

Lafaz Bismillah tanpa dilanjutkan dengan kata al-Rahman dan al-Rahim terdapat dalam al-Qur’an yaitu pada QS Hud ayat 41 yaitu bismillahi majreha wa mursaha mengindikasikan kelebihan lafaz Bismillah secara eksplisit dan implisit untuk dikaji lebih mendalam. Terlebih lagi lafaz Bismillah  selalu berulang disetiap awal surah kecuali pada awal surah al-Taubah. Demikian halnya lafaz Bismillah terdapat dalam hadis Sahih yang menunjukkan pentingnya lafaz tersebut. Oleh karena Bismillah penting untuk diteliti dan dipahami, bukan hanya sekedar bacaan semata, tetapi penting untuk diketahui arti dan manfaatnya. Penelitian ini khusus membahas tentang Bismillah tanpa lafaz al-Rahman dan al-Rahim menurut penafsiran al-Tabari dan perspektif hadis. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode tafsir tematik-komparatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa al-Tabari menafsirkan Bismillah dengan makna tasmiyya (penamaan) Allah Swt. sehingga meniadakan Tuhan selain Allah Swt. dan terkadang Bismillah mendahului ta‘awwuz di beberapa hadis.
VARIANTS OF QIRA'AT AND THEIR INFLUENCE ON ISTINBATH OF LAW Husain, Saddam; Wahyuni, Andi Eki
TAFASIR: Journal of Quranic Studies Vol 2, No 1 (2024): TAFASIR: Journal of Qur'anic Studies
Publisher : Ma'had Aly As'adiyah Sengkang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62376/tafasir.v2i1.28

Abstract

Penelitian ini mengkaji variasi qira'at dan pengaruhnya terhadap tenetapan hukum Islam. Qira'at merupakan ragam bacaan Al-Qur'an, dengan berbagai aliran pemikiran dan tradisi dalam pembacaan teks suci yang berbeda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang diperlukan diperoleh melalui metode library research, yaitu penelitian berdasarkan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa qira’at merujuk pada variasi bacaan yang dibacakan oleh para imam qurra’, baik yang berjumlah tujuh (qira’at sab’ah), sepuluh (qira’at asyara),  maupun empat belas (qira’at arbah asyar), dan lainnya. Penelitian ini menemukan bahwa perbedaan dalam qira’at memiliki implikasi terhadap proses istinbath (pengambilan keputusan hukum). Perbedaan tersebut memberikan alternatif bagi umat Islam untuk menjalankan agama dengan lebih beragam dan sesuai dengan tuntutan situasi dan kondisi.
AN OVERVIEW OF THE PRINCIPLES OF TAFSIR Hasan, Hasmulyadi; Ramlan, Nurul Hadi
TAFASIR: Journal of Quranic Studies Vol 2, No 1 (2024): TAFASIR: Journal of Qur'anic Studies
Publisher : Ma'had Aly As'adiyah Sengkang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62376/tafasir.v2i1.31

Abstract

Jurnal ini membahas tentang apa itu “Qawa’id at-Tafsir”, dengan memberikan gambaran singkat tentang defenisinya serta sejarah munculnya sebagai disiplin ilmu tersendiri. Lalu kami juga menyebutkan beberapa refrensi utama yang menjadi rujukan untuk mendalami “Qawa’id at-Tafsir”. Metode yang kami pakai adalah  metode Systematic Mapping Study yang merupakan salah satu metode Literature Review yang melibatkan beberapa buku yang kemudian menjadi penopang akan statement kami. “Qawa’id at-Tafsir” adalah pondasi awal yang harus diperhatikan dengan seksama sebelum memberikan interpretasi pada ayat, ia bagaikan cetakan jadi yang jika keluar dari bentuk tersebut maka dikatakan keluar dari koridor. “Qawa’id at-Tafsir” bisa dikatakan sebagai cabang ilmu yang awalnya hanya ditemukan bersama kitab-kitab tafsir dan ulum al-Qur’an. Lalu kemudian, menjadi disiplin khusus pada abad 14 H dan berkembang sampai sekarang.
MAQASHIDI TAFSIR: AN EFFORT TO UNVEIL THE INTENT AND PURPOSE OF THE QUR'AN IN CONTEMPORARY CONTEXT Samsir, Samsir; Hamzah, Hamzah
TAFASIR: Journal of Quranic Studies Vol 2, No 1 (2024): TAFASIR: Journal of Qur'anic Studies
Publisher : Ma'had Aly As'adiyah Sengkang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62376/tafasir.v2i1.32

Abstract

Tafsir Maqashidi merupakan suatu pendekatan tafsir Al-Qur'an yang menitikberatkan pada upaya mengungkap maksud dan tujuan (maqashid) dalam ayat-ayat Al-Qur'an dengan memperhatikan konteks kekinian. Kajian ini mengkaji konsep, metodologi dan penerapan Tafsir Maqashid serta pentingnya dalam memecahkan permasalahan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsir Maqashidi menawarkan perspektif baru untuk memahami nilai-nilai universal Al-Qur'an dan menerapkannya dalam konteks kontemporer. Pendekatan ini juga berperan penting dalam memberikan solusi terhadap permasalahan sosial, ekonomi, politik, dan lingkungan hidup berdasarkan prinsip-prinsip Al-Qur'an. Meskipun Tafsir Maqashidi merupakan pendekatan yang signifikan dan penuh makna, namun penerapannya memerlukan kehati-hatian untuk menghindari subjektivitas dan pemahaman yang reduktif terhadap ayat-ayat Al-Qur'an.
THE HISTORY AND DYNAMICS OF TAFSIR IN THE TABI'IN ERA Marwati, Andi; Hamzah, Idil
TAFASIR: Journal of Quranic Studies Vol 2, No 1 (2024): TAFASIR: Journal of Qur'anic Studies
Publisher : Ma'had Aly As'adiyah Sengkang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62376/tafasir.v2i1.24

Abstract

The development of Quranic exegesis during the Tabi'in era, the second generation in Islam after the Companions of Prophet Muhammad, saw continued efforts within the Muslim community to understand and interpret the messages of the Quran to guide life and religious practices. When we revisit the discussed developments in exegesis, it becomes evident that each historical period has its unique characteristics. This research aims to explore the history of exegesis based on the Tabi'in period. The research method employed is a library research approach, gathering necessary information from various reference sources such as books, records, and research articles. The findings reveal that during the Tabi'in era, the activity of Quranic exegesis continued to evolve, giving rise to various schools, methods, and styles of interpretation. In the Tabi'in era, the development of exegesis was marked by the emergence of interpretive schools in Mecca, Medina, and Iraq. Exegesis development persisted with diversity in sources, styles, and methods of interpretation. This can be observed in the context of Tabi'in exegesis, where the primary sources still retained the interpretive methods used by the Companions, yet the Tabi'in began to engage in independent interpretation (ijtihad) and introduced new ways of thinking into their interpretations.