cover
Contact Name
Hendri Rasminto
Contact Email
jinu@kampusakademik.co.id
Phone
+6289669609417
Journal Mail Official
office@kampusakademik.co.id
Editorial Address
Jl.Pedurungan Kidul IV rt.03/01 No.62 Kel. Pedurungan Kidul/ Kec.Pedurungan Semarang 50192 , Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50192
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Nusantara
ISSN : 30479673     EISSN : 30477603     DOI : https://doi.org/10.61722/jinu.v1i4.1570
JURNAL ILMIAH NUSANTARA (JINU), adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Kampus Akademik Publising .Jurnal Ilmiah Nusantara ( JINU) merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh dosen atau mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya yaitu: Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Bisnis, Ilmu Sosial Humaniora, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kesehatan, Psikologi, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Hukum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,128 Documents
Peran Madrasah dalam Implementasi Teori Pembelajaran pada Manajemen Pendidikan Islam Winona Nur Vardhini; Naili Khusniah Annisatul; Sutrimo Purnomo
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10229

Abstract

Madrasah is an Islamic educational institution that plays an important role in integrating general knowledge and Islamic values within the education system. This study aims to examine the role of madrasahs in the implementation of learning theories within Islamic education management, as well as to explore the development of madrasahs from several aspects, including their historical establishment, curriculum development, and the existence of public and private madrasahs. This research uses a qualitative approach with a library research method by collecting data from various relevant sources such as books, scientific journals, and previous studies. The results of the study indicate that madrasahs have experienced significant development over time in terms of management systems, curriculum, and learning methods. The madrasah curriculum continues to evolve following national education policies while maintaining the integration of religious and general knowledge. In addition, both public and private madrasahs contribute to expanding access to Islamic education in society and improving the quality of education. With proper Islamic education management and the effective application of learning theories, madrasahs are expected to produce students who are knowledgeable, faithful, morally upright, and capable of facing the challenges of modern times.
PENTINGNYA PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PADA MAHASISWA FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS LAMPUNG Muhammad Alfin Azizi; Kent Melvin; M. Aghiestio Alfarel
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10235

Abstract

pembentuk integritas mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lampung (FH Unila). Sebagai calon penegak hukum, mahasiswa rentan terhadap paparan budaya korupsi sistemik dalam dunia peradilan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara bersama [Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lampung], studi ini mengeksplorasi efektivitas kurikulum PAK dalam menginternalisasi nilai kejujuran dan tanggung jawab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAK di FH Unila berperan sebagai preventif moral yang membekali mahasiswa menghadapi tantangan etik di lapangan. Simpulannya, penguatan karakter melalui PAK adalah syarat mutlak untuk melahirkan yuris yang bersih demi terciptanya supremasi hukum yang berkeadilan.
PERAN PENDIDIKAN ANTIKORUPSI MENGURANGI DAMPAK KORUPSI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN INVESTASI Elsha Maharani; Nopa Dwi Lestari; Mas’ud Abid Dian Saputra
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10238

Abstract

Korupsi merupakan salah satu permasalahan struktural yang berdampak signifikan terhadap kinerja perekonomian suatu negara. Praktik korupsi tidak hanya menghambat pertumbuhan ekonomi melalui inefisiensi alokasi sumber daya dan pemborosan anggaran, tetapi juga menurunkan kepercayaan investor, meningkatkan biaya ekonomi, serta menciptakan ketidakpastian dalam iklim investasi. Kondisi tersebut pada akhirnya mengurangi daya saing ekonomi dan memperlambat pembangunan nasional. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif dan berkelanjutan, salah satunya melalui pendidikan antikorupsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan antikorupsi dalam mengurangi dampak korupsi terhadap pertumbuhan ekonomi dan investasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dari berbagai jurnal ilmiah, buku, dan sumber relevan lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan antikorupsi berperan strategis dalam membentuk karakter individu yang berintegritas melalui internalisasi nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, keadilan, dan kepedulian sosial. Internalisasi nilai tersebut diharapkan mampu menekan perilaku koruptif sejak dini, sehingga dalam jangka panjang dapat menciptakan tata kelola yang baik (good governance), meningkatkan transparansi, serta memperkuat kepercayaan publik dan investor. Dengan demikian, pendidikan antikorupsi tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pembentukan karakter, tetapi juga sebagai strategi fundamental dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan peningkatan kualitas investasi.
Kekerasan Berbasis Gender Online Sebagai Manifestasi Kenakalan Remaja di Media Sosial Zahra Lutfi; Nor Fatmah
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10262

Abstract

Perkembangan media sosial di kalangan remaja tidak hanya membawa dampak positif terhadap interaksi sosial, tetapi juga memunculkan berbagai bentuk perilaku menyimpang, salah satunya Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis KBGO sebagai manifestasi kenakalan remaja di media sosial dalam perspektif patologi sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan subjek penelitian remaja yang aktif menggunakan media sosial dan pernah terlibat maupun terpapar KBGO. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk KBGO yang dialami remaja meliputi body shaming, komentar seksual, penghinaan berbasis gender, pelecehan verbal, dan penyebaran foto tanpa izin. Praktik tersebut sering kali dinormalisasi sebagai candaan dalam lingkungan pertemanan media sosial sehingga batas antara humor dan kekerasan digital menjadi kabur. Faktor yang mendorong terjadinya KBGO meliputi pengaruh kelompok sebaya, kebutuhan memperoleh pengakuan sosial, kondisi emosional remaja yang belum stabil, serta rendahnya literasi digital. Selain berdampak pada menurunnya kepercayaan diri dan tekanan psikologis korban, fenomena ini menunjukkan bahwa kenakalan remaja telah mengalami transformasi ke bentuk digital yang lebih kompleks. Oleh karena itu, penguatan literasi digital, pendidikan etika bermedia sosial, serta pengawasan keluarga dan sekolah menjadi penting dalam upaya pencegahan KBGO pada remaja.
FENOMENA DIPLOMASI MEDIA SOSIAL: KETIKA NEGARA BERPERANG LEWAT NARASI DIGITAL Naisya Audina
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10263

Abstract

The rise of social media has shifted diplomatic practice from a conventional, elitist, and closed model toward an open, rapid, and participatory digital communication space. In this context, narratives no longer function merely as communication tools but as instruments of non-military power that shape perceptions, legitimacy, and a state’s position in the international arena. This article analyzes how developing countries in Southeast Asia utilize social media as a space for the production and contestation of strategic narratives to build national image, maintain legitimacy, and respond to the dominance of global narratives often shaped by major powers. The study employs a qualitative approach using the strategic narratives framework combined with the concepts of soft power and digital public diplomacy. Data are drawn from documentary analysis of official social media accounts of foreign ministries, heads of state, and diplomatic missions, as well as relevant literature review. The findings indicate that the digital narrative diplomacy of developing countries tends to be defensive in responding to regional geopolitical issues, accompanied by limited offensive efforts to construct national identity and international legitimacy. Limitations in digital infrastructure, the dominance of global platform algorithms, and gaps in human resource capacity pose significant challenges to expanding the reach of these narratives. The study implies a shift in the arena of power from material power to narrative power in digital spaces and highlights the urgent need for developing countries to strategically and ethically manage digital diplomacy through the mastery of strategic narratives in contemporary international relations.
EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DIGITALISASI PELAYANAN PUBLIK DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN ADMINISTRASI PEMERINTAH Anintiya Salsabilla; Ferawaty Y. Molomo; Mutia Amain; Yunika S. Lasena; Moh. Zikal Habibu
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10264

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of implementing digitalization policies for public services in improving the quality of government administrative services. Digitalization of public services is one of the government's efforts to realize good governance through the use of information and communication technology. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach. Data collection was carried out through in-depth interviews, field observations, and documentation studies. The results show that the implementation of public service digitalization policies has had a positive impact on improving the quality of administrative services, characterized by increased service accessibility, time efficiency, and community satisfaction. However, there are still several obstacles such as limited technology infrastructure, low digital literacy among the public, and internal bureaucratic resistance. This study recommends strengthening digital infrastructure, increasing human resource capacity, and massive socialization to the public.
BATAS EPISTEMOLOGIS SAINS DALAM PENAFSIRAN AL-QUR'AN: Tinjauan Kritis atas Praktik Pseudosains dalam Tafsir Ilmi Rizki Rahmadani; Lasmiati Radiah; Taufik Warman Mahfudz
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10269

Abstract

The integration between empirical science and the interpretation of the Qur'an has become one of the most dynamic issues in the study of contemporary interpretation. This tendency commonly called scientific interpretation, on the one hand, opens up a constructive dialogue between revelation and scientific knowledge, but on the other hand has the potential to give birth to pseudoscientific claims that appear to be superficial scientific but do not have a solid methodological foundation. This research investigates the epistemological boundaries that should govern the relationship between science and interpretation, as well as mapping the variety of pseudoscientific practices found in the tradition of interpretation. Using a qualitative-descriptive literature study approach, this study concludes that the contribution of science in interpretation should be limited to the function of illustration and confirmation, not as an authority to determine the meaning of the text. Various patterns of pseudoscience that have been successfully identified include excessive retrofitting of interpretations, the use of outdated scientific theories, the exploitation of numerical ambiguity, and the presentation of anecdotal evidence as if it represents scientific consensus. These findings confirm the need for a robust epistemological framework to maintain the integrity of interpretation while preventing distortions of religious understanding.
Persepsi Remaja Muslim terhadap FOMO di Media Sosial dalam Implikasinya pada Anxiety Yully Nur Angraini; Nor Fatmah
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10275

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji persepsi remaja Muslim terhadap fenomena Fear of Missing Out (FOMO) di media sosial serta implikasinya terhadap anxiety. Masalah difokuskan pada bagaimana FOMO dialami oleh mahasiswi Muslim dan bagaimana tekanan digital menciptakan konflik dengan nilai-nilai keislaman. Guna mendekati masalah ini dipergunakan acuan teori dari Przybylski et al. (2013) mengenai konstruk FOMO dan perspektif psikologi Islam tentang qana'ah, syukur, dan tawakkal. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap dua mahasiswi Muslim berusia 19 tahun yang aktif menggunakan media sosial lebih dari delapan jam per hari, dan dianalisis secara kualitatif menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian, FOMO bermanifestasi dalam perilaku kompulsif, gangguan tidur, kecemasan antisipatif, dan perbandingan sosial yang memicu anxiety. Lebih dari itu, FOMO turut mengganggu dimensi spiritual subjek, termasuk kekhusyukan ibadah sholat, sehingga menjadikannya persoalan multidimensional yang menyentuh aspek psikologis, sosial, dan spiritual sekaligus
DINAMIKA PSIKOLOGIS DAN FAKTOR SOSIAL PADA GEPENG Qiananda Qiananda; Nor Fatmah
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10276

Abstract

Fenomena gelandangan dan pengemis (gepeng) masih menjadi persoalan sosial pelik di Indonesia, yang mengindikasikan adanya ketidakadilan dalam distribusi kesejahteraan masyarakat. Kajian ini berupaya mengupas akar persoalan gepeng, kesulitan dalam mengatasinya, serta upaya yang telah dan sedang dilakukan oleh pemerintah maupun komunitas demi menunjang taraf hidup masyarakat. Pendekatan yang digunakan ialah kualitatif deskriptif dengan menerapkan pendekatan fenomenologi dan ekologis. Subjek penelitian terdiri dari 3 orang gepeng yang aktif beroperasi di wilayah Kota Palangka Raya, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur serta observasi partisipasi pasif selama 2 minggu. Temuan studi ini mengungkap bahwa latar belakang utama personal yang menyebabkan mereka menjadi gepeng didorong oleh akumulasi kemiskinan struktural, keterbatasan fisik akibat kecelakaan, kegagalan domestik (perceraian), usia lanjut, dan krisis spiritualitas. Kondisi ini diperparah oleh tekanan struktural perkotaan dan kegagalan fungsi adaptasi psikologis individu yang berujung pada normalisasi menyimpang terhadap aktivitas mengemis. Oleh karena itu, diperlukan taktik penanggulangan yang lebih komprehensif, tidak sekadar bantuan sosial kuratif sementara, melainkan melalui intervensi Bimbingan Konseling Islam (BKI) yang bersifat rehabilitatif-lestari guna mengembalikan harkat, kemandirian, dan martabat kemainan mereka seutuhnya.
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING PADA MATERI GEMPA BUMI DI KELAS VIII SMP YP PGRI DISAMAKAN MAKASSAR BERBANTUAN MEDIA POWERPOINT INTERAKTIF Zalwa Salima; InayatuDzil Izzati; Agnes Meltipulciana Mendila; Sitti Saenab; Ramlawati Ramlawati; Hasjunika Hasbi
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10286

Abstract

This study was a Classroom Action Research (CAR) aimed at improving the learning motivation of eighth-grade students at SMP YP PGRI Disamakan Makassar on the topic of earthquakes through the implementation of the Discovery Learning model assisted by interactive PowerPoint media. The research was conducted in two cycles, each consisting of two meetings. The research instrument used was a learning motivation observation sheet covering aspects of attention, activeness in asking questions, participation in discussions, and students’ learning enthusiasm. The results showed that students’ learning motivation increased gradually from 58.5% in the pre-action stage to 67.4% in Cycle I and increased to 75.5% in Cycle II. In Cycle I, students’ learning motivation began to show positive development; however, some students were still less active and lacked confidence in expressing their opinions. After improvements were made in Cycle II through enhanced media interactivity and more intensive guidance, students became more active in asking questions, participating in discussions, and confidently expressing their opinions in front of the class. Based on these findings, it can be concluded that the implementation of the Discovery Learning model assisted by interactive PowerPoint media was effective in improving students’ learning motivation on earthquake material.