cover
Contact Name
Hendri Rasminto
Contact Email
jinu@kampusakademik.co.id
Phone
+6289669609417
Journal Mail Official
office@kampusakademik.co.id
Editorial Address
Jl.Pedurungan Kidul IV rt.03/01 No.62 Kel. Pedurungan Kidul/ Kec.Pedurungan Semarang 50192 , Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50192
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Nusantara
ISSN : 30479673     EISSN : 30477603     DOI : https://doi.org/10.61722/jinu.v1i4.1570
JURNAL ILMIAH NUSANTARA (JINU), adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Kampus Akademik Publising .Jurnal Ilmiah Nusantara ( JINU) merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh dosen atau mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya yaitu: Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Bisnis, Ilmu Sosial Humaniora, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kesehatan, Psikologi, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Hukum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,128 Documents
Harmonisasi Hukum Investasi Hijau dan Kepastian Perizinan Berbasis Risiko Melalui Sistem OSS-RBA Pasca Undang-Undang Cipta Kerja Ghina Nisrina; Yunita Sarah Rosalinda; Sang Ayu Putu Rahayu
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Mei 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i3.9885

Abstract

Penelitian ini menyajikan analisis yuridis mendalam mengenai persimpangan antara reformasi hukum investasi, keberlanjutan lingkungan, dan implementasi sistem Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (OSS-RBA) di Indonesia pasca pemberlakuan Undang-Undang Cipta Kerja. Menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus, kajian ini menelaah transisi regulasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 menuju Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025. Premis utama mengeksplorasi bagaimana pengejaran investasi asing secara masif melalui deregulasi birokrasi yang ekstrem telah secara tidak sengaja memicu disharmoni hukum sistemik dan kerentanan ekologis. Temuan penelitian mengungkapkan adanya friksi regulasi yang signifikan antara pemerintah pusat dan daerah, yang dibuktikan secara spesifik melalui Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 13 Tahun 2025 yang masih berpedoman pada kebijakan nasional yang telah dicabut. Lebih lanjut, analisis ini menemukan paradoks ekologis yang mendalam di mana penyederhanaan analisis dampak lingkungan (AMDAL) dan pergeseran dari tanggung jawab mutlak menuju sanksi administratif cenderung memprioritaskan fasilitasi ekonomi jangka pendek di atas keberlanjutan jangka panjang. Hal ini menciptakan kerentanan fundamental terhadap standar proteksionisme hijau global seperti European Union Deforestation Regulation (EUDR) dan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM). Dengan mengintegrasikan teori nilai hukum Gustav Radbruch dan kerangka sistem hukum Lawrence Friedman, studi ini berargumen bahwa struktur hukum saat ini secara dominan mengutamakan kepastian formal dan kemanfaatan ekonomi, sementara secara sistematis memarginalkan keadilan substantif dan integritas ekosistem. Penelitian ini juga menyoroti peran krusial Sovereign Wealth Fund (INA dan Danantara) dalam memitigasi risiko investasi asing melalui adopsi Prinsip Santiago dan kerangka Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG). Pada akhirnya, studi ini menegaskan bahwa pencapaian pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan menuntut rekalibrasi legislatif yang fundamental untuk memulihkan partisipasi publik, mensinkronkan tata kelola lintas sektor, dan menanamkan indikator ekologis yang mengikat.
PARADIGMA BARU PEMBERANTASAN KORUPSI:INTERGRASI PENEGAKAN HUKUM DAN PENDIDIKAN ANTIKORUPSI DALAM KERANGKA SISTEM INTERGRITAS NASIONAL Imam Maliqie; Arief Ferdinand Deli Putra; Rayhan Abdal Pratama
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Mei 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i3.9886

Abstract

Korupsi merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang berdampak sistemik terhadap kehidupan ekonomi, politik, dan sosial, serta melemahkan kepercayaan publik terhadap institusi negara. Selama ini, upaya pemberantasan korupsi cenderung berfokus pada pendekatan represif melalui penegakan hukum (penal), namun belum sepenuhnya efektif dalam menekan angka korupsi secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan paradigma baru yang mengintegrasikan pendekatan penal dan non-penal melalui pendidikan antikorupsi dalam kerangka Sistem Integritas Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana integrasi penegakan hukum dan pendidikan antikorupsi dapat memperkuat upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum yang tegas harus diimbangi dengan upaya preventif melalui pendidikan antikorupsi yang sistematis guna membangun budaya integritas sejak dini. Selain itu, penerapan Sistem Integritas Nasional yang melibatkan berbagai elemen, seperti pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil, menjadi kunci dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Dengan demikian, integrasi kedua pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan strategi pemberantasan korupsi yang lebih komprehensif, berkelanjutan, dan efektif.
Profil Pemahaman Konsep Gaya Siswa Kelas V SD: Kajian Berbasis Four-Tier Diagnostic Test Lindha Puspitaning Cahaya; Maya Candra Dewi
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa sekolah dasar pada materi gaya menggunakan instrumen Four-Tier Diagnostic Test. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan 10 siswa kelas V SD sebagai responden. Instrumen penelitian terdiri atas 10 butir soal four-tier yang mencakup berbagai subtopik gaya, seperti gaya gravitasi, gaya magnet, hubungan gaya dan gerak, serta penerapan gaya dalam kehidupan sehari-hari. Jawaban siswa diklasifikasikan ke dalam kategori Scientific Conception (SC), Lack of Knowledge (LK), False Positive (FP), False Negative (FN), dan Misconception (MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40,0% siswa telah memahami konsep dengan benar, sedangkan 43,0% termasuk kategori kurang paham. Selain itu, ditemukan 4,0% false positive, 9,0% false negative, dan 4,0% miskonsepsi. Miskonsepsi yang teridentifikasi terutama berkaitan dengan anggapan bahwa semua gaya memerlukan sentuhan langsung, benda yang lebih berat jatuh lebih cepat, dan benda diam tidak dipengaruhi gaya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Four-Tier Diagnostic Test efektif digunakan untuk mendiagnosis pemahaman konsep dan miskonsepsi siswa pada pembelajaran IPA. Penelitian ini mengimplikasikan pentingnya penerapan pembelajaran berbasis eksplorasi, strategi konflik kognitif, dan demonstrasi visual untuk meningkatkan pemahaman konsep gaya pada siswa sekolah dasar.
Internal and External Factors Affecting Sales Decline of Traditional Bakery Products: A Case Study in East Java Naila Dio Tito Brata Ibrahim; Lilis Sulandari; Ila Huda Puspita Dewi; Nufimbar Susy Anindita
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10136

Abstract

Abstract. This study investigates the internal and external factors that contributed to the declining sales of pandan-flavored steamed brownies at PT Citra Kendedes Cake and Bakery, a traditional food-based MSME in Malang, East Java. Using a qualitative single-case study design, the research drew on in-depth semi-structured interviews, direct field observations, and internal sales and production records from 2017 to 2024. The findings show that the decline was shaped by interconnected internal and external pressures. Internally, the product suffered from limited innovation, inconsistent quality control, weak knowledge standardization, and inadequate digital marketing adoption. Externally, the business faced stronger competition from modern bakeries, changing consumer preferences toward novelty and visual appeal, and intensifying market pressure in digitally mediated food retail. Together, these factors explain a sustained sales decrease of approximately 35% over seven years. The study highlights that traditional food-based MSMEs cannot rely on product heritage alone; they must continuously adapt their human resources, product development processes, pricing logic, packaging, and branding strategies to remain relevant. These findings contribute practical insight into how culturally rooted bakery products can be repositioned more effectively in a competitive contemporary market. Keywords: consumer preference shift; internal business factors; local SME bakery; market competition; traditional food products
ANALISIS PERILAKU AKADEMIK SISWA KELAS 10 DI SMA 7 MEDAN Rivanti Br Sinuraya; Kesia Simanjuntak; Elza Tiurmaida Rimmauli Silalahi; Arlia Ananta Salsabila
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10195

Abstract

This study aims to analyze the academic behavior of class X HAMKA students at SMA Negeri 7 Medan, which is not only measured through report card grades, but also through aspects of learning motivation, self-efficacy, learning habits, learning orientation, and environmental factors. This study uses a descriptive quantitative approach with a data collection technique in the form of a Likert scale questionnaire consisting of 20 statements. The research sample consisted of 30 students with a total sampling technique. The data were analyzed using descriptive statistics to obtain a general overview of student academic behavior. The results of the study showed that overall student academic behavior was in the high category with an average percentage of 75.2%. A total of 26 students were in the high category and 4 students were in the very high category. Student responses were dominated by positive answers indicating that most students had good learning motivation, self-confidence, learning habits, and environmental support in supporting the learning process. However, some students still showed a tendency towards less than optimal academic behavior, such as procrastination, lack of learning discipline, and learning that was still oriented towards grades. The findings of this study indicate that student academic behavior cannot be assessed only through report card grades, but needs to be understood more comprehensively through various aspects of learning behavior. Therefore, schools, teachers, and parents are expected to provide optimal support in fostering positive academic behavior in students, thereby making the learning process more effective and meaningful.
Fenomena: Oversharing di Media Social dan Implikasinya Terhadap Kesadaran Privasi Mahasiswa Mutiara Mutiara; Kanzilla Ayu Pracia; Anisa Pitriani; Darmawati Darmawati
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10196

Abstract

Amid the rapid growth of social media, the phenomenon of oversharing has become an integral part of students’ daily lives. This raises an important question: are students able to go through their daily activities without engaging in oversharing? Platforms such as Instagram and TikTok are no longer merely tools for communication and information exchange, but also serve as spaces where students can freely express themselves. This study aims to explore how oversharing behavior occurs and examine its implications for students’ privacy awareness at UIN Suska Riau. Using a qualitative approach with a phenomenological method, data were collected through in-depth interviews and observations of students’ social media activities.The findings reveal that oversharing is driven by the need for social validation, the desire to express emotions, and a perceived sense of safety, particularly when using second accounts. However, behind this sense of freedom and security, there are often overlooked risks, such as information leakage, interpersonal conflicts, and digital threats. Therefore, enhancing privacy awareness is essential. Efforts such as digital litera cy education, strengthening self-control, and improving understanding of boundaries in sharing information must be continuously developed to help students use social media more responsibly.
Analisis Definisi Iman dalam Materi Akidah Akhlak Madrasah Aliyah Berdasarkan Perspektif Ilmu Kalam dan Aliran Teologi Islam Muhammad Qusairi; M. Noor Fuady; Asikin Nor
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10205

Abstract

Artikel ini menganalisis definisi iman dalam materi Akidah Akhlak Madrasah Aliyah dengan menempatkannya dalam lanskap perdebatan ilmu kalam dan aliran teologi Islam. Masalah pokok penelitian ini adalah apakah rumusan iman yang diajarkan pada tingkat Madrasah Aliyah benar-benar netral secara teologis atau justru merepresentasikan pilihan mazhab tertentu yang telah dipedagogisasikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan dan analisis isi terhadap dokumen kurikulum, buku ajar Akidah Akhlak Madrasah Aliyah, serta karya-karya klasik dan modern tentang konsep iman dalam teologi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi Akidah Akhlak Madrasah Aliyah mengajarkan iman sebagai kesatuan antara pembenaran hati, pengucapan lisan, dan pembuktian amal. Rumusan ini sangat efektif untuk kepentingan pembentukan karakter peserta didik karena menolak pemisahan antara dimensi kognitif, afektif, dan praksis keagamaan. Namun, secara teologis rumusan tersebut bukanlah definisi yang sepenuhnya netral. Ia lebih dekat kepada konstruksi Ahl al-Hadith dan arus Sunni normatif yang memandang iman terkait erat dengan amal, meskipun dalam penerapannya materi pelajaran tetap menunjukkan watak moderat dan tidak bergerak ke arah eksklusivisme Khawarij maupun skema al-manzilah bayna al-manzilatayn Mu’tazilah. Artikel ini berargumen bahwa kekuatan utama materi Akidah Akhlak terletak pada orientasi etik-pedagogisnya, tetapi agar lebih kokoh secara akademik, materi tersebut perlu dilengkapi dengan penjelasan komparatif mengenai ragam definisi iman dalam sejarah teologi Islam. Dengan demikian, pembelajaran iman di Madrasah Aliyah tidak hanya membentuk kesalehan normatif, tetapi juga literasi teologis yang kritis, proporsional, dan relevan bagi pendidikan Islam kontemporer.
ANALISIS PENGGUNA MEDIA SOSIAL TERHADAP PEMBELAJARAN DAN CITRA DIRI PADA REMAJA :STUDI KASUS SMK PGRI MUARADUA Reva Andriani
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media sosial terhadap pembelajaran dan citra diri pada remaja, dengan studi kasus di SMK PGRI Muaradua. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari 15 siswa aktif pengguna media sosial dan 3 guru sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan catatan harian penggunaan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa menggunakan media sosial 4-7 jam per hari dengan platform dominan TikTok, Instagram, dan WhatsApp. Dampak terhadap pembelajaran bersifat ganda: positif berupa akses tutorial kejuruan dan diskusi tugas, namun negatif lebih dominan meliputi prokrastinasi, mengantuk di kelas, dan penurunan nilai. Dampak terhadap citra diri juga menunjukkan dominasi negatif berupa perbandingan sosial, kecemasan terhadap jumlah like, serta kebiasaan mengedit foto berlebihan. Kesimpulannya, penggunaan media sosial yang tidak terkendali memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap pembelajaran dan citra diri remaja. Saran penelitian ini adalah perlunya literasi digital terintegrasi di sekolah dan pengawasan dari orang tua.
HUBUNGAN KURIKULUM DENGAN PEMBELAJARAN & KOMPONEN-KOMPONEN KURIKULUM Nur Aliah; Sudirmanto Sudirmanto; Dadang Sumarna
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10218

Abstract

Kurikulum merupakan komponen utama dalam sistem pendidikan yang berperan sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), kurikulum tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kurikulum dalam PAI, hubungan antara kurikulum dengan pembelajaran, serta komponen-komponen kurikulum yang mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai sumber literatur berupa buku dan jurnal yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum dan pembelajaran memiliki hubungan yang sangat erat dan bersifat saling melengkapi. Kurikulum berfungsi sebagai rencana dan arah pendidikan, sedangkan pembelajaran merupakan implementasi dari kurikulum di dalam kelas. Selain itu, kurikulum terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu tujuan, materi, metode, evaluasi, serta media dan sumber belajar yang harus terintegrasi secara sistematis. Dalam Pendidikan Agama Islam, integrasi antar komponen kurikulum menjadi sangat penting karena tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga aspek afektif dan psikomotorik dalam membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Dengan demikian, keberhasilan pembelajaran sangat ditentukan oleh keselarasan antara kurikulum dan pelaksanaannya dalam proses pembelajaran
Upaya Meningkatkan Minat Belajar dan Hasil Belajar Melalui Penggunaan E-Modul Interaktif pada Peserta Didik Kelas VIII.6 SMP Negeri 2 Sungguminasa Qanitah Bintu Kasman; Mutmainnah; Nurfadila Islami; Ramlawati; Sitti Saenab; Nur Janna
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10225

Abstract

This study aims to increase learning interest and cognitive learning outcomes on Earth's Structure and Its Development topics among eighth-grade students through the implementation of an interactive e-modul. This Classroom Action Research (CAR) followed the Kemmis and McTaggart framework, which spans two cycles, consisting of planning, action, observation, and reflection. The subjects of this study were 38 eighth-grade students. Data were collected using learning interest questionnaires and objective cognitive tests, then analyzed using descriptive quantitative statistics. The results revealed a continuous improvement across all stages. The initial baseline (pre-cycle) indicated low learning interest (48.50%) and extremely low cognitive achievement (mean score: 22.10, classical completeness: 10.5%). Following the introduction of the interactive e-modul in Cycle I, learning interest rose to 69.42% (High category), while the learning outcome mean slightly increased to 35.15 (classical completeness: 26.3%) due to technical adjustments. After optimizing group guidance and user navigation in Cycle II, student interest strengthened to 76.04%, and learning outcomes surged to a mean of 81.25, achieving a classical completeness of 84.2%. These findings confirm that the integration of interactive e-modules successfully fosters student engagement, reduces abstraction in science materials, and significantly enhances both students' learning interest and academic performance.