Jurnal Ilmiah Nusantara
JURNAL ILMIAH NUSANTARA (JINU), adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Kampus Akademik Publising .Jurnal Ilmiah Nusantara ( JINU) merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh dosen atau mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya yaitu: Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Bisnis, Ilmu Sosial Humaniora, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kesehatan, Psikologi, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Hukum.
Articles
873 Documents
Fenomena Perubahan Preferensi Pembelian Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) Dari Offline Ke Online: Studi Kasus Pada Warung Makan Prasojo
Femas Dwi Nurcahyanto;
Brian Adi Sugara;
Rauly Sijabat
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61722/jinu.v3i1.8126
The development of digital technology has fundamentally transformed consumer behavior, particularly among university students, in shifting food purchasing methods from offline to online. This phenomenon is also observed at Warung Makan Prasojo, located in the Gunung Pati area of Semarang, which has long been a favorite dining spot for students of Universitas Negeri Semarang (UNNES). This study aims to understand how UNNES students perceive the shift in purchasing preferences from offline to online and its implications for the business sustainability of Warung Makan Prasojo. This research employs a qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews with UNNES students who have experience in both offline and online food purchases at Warung Makan Prasojo. Informants were selected using a purposive sampling technique. Data analysis followed the Miles and Huberman model, encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing. The study utilized the Theory of Planned Behavior (TPB) as the theoretical framework. The results indicate that students tend to choose online purchasing because it is considered more practical, time-efficient, and supported by delivery service application promotions. Furthermore, social environmental influences, ease of technological access, and uncomfortable physical dining conditions further drive the shift in purchasing preferences toward online platforms.
Menghadapi Rasa Takut Tertinggal: Fenomena Fear Of Missing Out (Fomo) Di Kalangan Mahasiswa
Rahma Indah Kusumaningrum;
Ayundha Sintya Setyaningtyas;
Rauly Sijabat
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61722/jinu.v3i1.8128
The rapid development of digital technology and social media has significantly transformed social interaction patterns among university students. One psychological phenomenon that emerges from this condition is Fear of Missing Out (FOMO), defined as the anxiety arising from the fear of missing valuable experiences or information experienced by others. This phenomenon becomes increasingly prominent due to the intensive use of social media platforms among students. This study aims to explore how students perceive the experience of FOMO, identify contributing factors, and understand the strategies they use to cope with it. This research employs a qualitative phenomenological approach. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving active university students who frequently use social media. The findings reveal that FOMO is driven by the need for social connectedness, social comparison in digital environments, and dependence on social media. FOMO affects students’ emotional well-being, academic focus, and psychological health. However, some students have begun to develop coping strategies, such as regulating social media usage and enhancing self-awareness. This study concludes that FOMO is a complex psychosocial phenomenon that requires attention in efforts to maintain students’ mental health in the digital era.
Perilaku Kecanduan Judi Online Pada Sebagian Kalangan Mahasiswa
Ariyanto, Ahmad Nazarudin;
Niam, Ahmad Assrofun;
Sijabat, Rauly
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Maret 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61722/jinu.v3i2.8143
The rapid development of digital technology has increased students’ access to online gambling, which may lead to addictive behavior. This study aims to explore and describe online gambling addiction among university students and the factors underlying this behavior. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving students who remain actively engaged in online gambling at a university environment in Semarang City. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that online gambling addiction is characterized by a loss of self-control, high intensity of gambling activity, and repeated failure to stop despite awareness of its negative consequences. Initial involvement is influenced by the social environment and early winning experiences, while the continuation of gambling behavior is reinforced by emotional drives and the desire to recover losses. This behavior negatively affects students’ financial, academic, and psychological conditions and has the potential to reduce the quality of students as future human resources.
PENGARUH POLA ASUH (PARENTING) PADA PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI (GOLDEN AGE) DI TK ABDI BANGSA 2
Yolanda Mutiara;
Suciyana Rahmawati;
Annisa Juliana;
Flora Ambarwati;
Rahma Wulandari
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61722/jinu.v3i1.8170
Artikel ini dibuat bertujuan untuk memeberikan pemahaman kepada semua orang dengan berbagai peran. Baik yang berperan sebagai orang tua maupun guru. Tentang pola asuh pada anak usia dini. Untuk mencapai itu semua kami melakukan penelitian di sebuah lembaga TK yaitu TK ABDI BANGSA 2. Kami juga melakukan kajian pustaka dengan menelaah karya ilmiah seperti buku dan jurnal. Dalam penelitian yang di lakukan kami menemukan perbedaan anak-anak dengan pola asuh yang berbeda-beda yaitu diantaranya : pertama ; anak yang didik dengan pola asuh otoriter (Authoritarian), kedua ; anak yang dididik dengan pola asuh Demokratis Ketiga ; anak yang didik dengan Pola Asuh Permisif (Permissive / Indulgent). Keempat : anak yang di didk dengan Pola Asuh Protektif (Overprotective). Di zaman yang terus berubah dan semakin maju, pola asuh menjadi pondasi awal yang berpengaruh dalam tumbuh kembang anak yang harus di tanamkan sejak dini. Pola asuh yang diterapkan pada anak harus seimbang baik di rumah maupun di sekolah dan dilingkungan sekitarnya. Hasil analisis diharapkan dapat memberikan pemahaman dalam menerapkan pola asuh yang lebih tepat untuk anak yang akan mempengaruhi tumbuh kembang anak.
STUDI SEJARAH (HISTORIS)
Indah Aminah Putri;
Ismail Marzuki;
Taufik Kurahman;
Uswatun Hasanah
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Maret 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61722/jinu.v3i2.8240
Islam adalah sebuah agama yang mempunyai dimensi yang kompleks. Ia dapat dilihat dan dipahami dari berbagai sudut pandang, fenomena dan juga disiplin ilmu. Kajian tentang ke-Islaman tidak hanya terkait dengan persoalan ketuhanan atau keimanan saja, akan tetapi juga mencakup tentang sejarah kebudayaan Islam. Jika Islam dilihat dari segi normatif, Islam merupakan agama yang dapat berlaku kepada paradigma ilmu pengetahuan anlisis dan kritis. Sedangkan jika dilihat dari segi historis, Islam dapat dikatakan sebagai disiplin ilmu, Karena ia dipraktikkan oleh manusia dan tumbuh serta berkembang dalam kehidupan manusia, sehingga ia bisa disebut sebagai ilmu keIslaman, dimana lingkup bahasan nya juga melihat pada sistem kemasyarakatan dan femnomena kebudayaan. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan menjelaskan makna dari historitas studi Islam. Adapun metode penelitian ini dogolongkan dalam jenis penelitian studi Pustaka atau literature baik itu berupa buku, catatan dan jurnal. Jadi historitas atau Sejarah adalah suatu ilmu yang di dalamnya dibahas berbagai peristiwa dengan memperhatikan unsur tempat, waktu, objek, latar belakang, dan pelaku dari peristiwa tersebut. Dengan demikian normatif dan historitas ini sangat berkaitan dan tidak dapat dipisahkan karena normatif berisi tentang masalah ketuhanan sedangkan historis berisi nilai kesejarahan yanga bersumber dari Al-Qur’an dan hadis.
Pergeseran dan Pemertahanan Ragam Bahasa Indonesia di Era Digital
Nur Hakima Akhirani Nasution;
Ahmad Ardian Siregar;
Rio Saputra
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Maret 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61722/jinu.v3i2.8290
Era digital telah menciptakan lanskap komunikasi baru yang berdampak signifikan terhadap ragam bahasa Indonesia. Dinamika ini menimbulkan ketegangan antara pergeseran bahasa dan upaya pemertahanannya. Artikel ini menganalisis bentuk-bentuk pergeseran ragam bahasa di ruang digital serta mengidentifikasi faktor pemertahanan ragam baku. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan analisis konten terhadap interaksi berbahasa di platform media sosial dan forum online selama enam bulan. Hasilnya menunjukkan pergeseran signifikan berupa pelonggaran kaidah tata bahasa, ejaan, dan pilihan kosakata baku. Ragam nonformal dan bahasa gaul mendominasi karena faktor kecepatan, gaya personal, dan algoritma media sosial. Namun, pemertahanan ragam baku tetap kuat dalam komunikasi resmi daring, seperti website institusi, e-learning, dan artikel berita online. Ini menunjukkan bahwa konteks dan kesadaran berbahasa adalah kunci pemertahanan. Disimpulkan bahwa era digital menciptakan dualisme: memicu pergeseran ragam di ranah personal sekaligus memperkuat fungsi ragam baku di ranah formal. Pemertahanan bahasa Indonesia bergantung pada penanaman kesadaran untuk menggunakan ragam yang tepat sesuai konteksnya, bukan pada penolakan terhadap perubahan
Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Lambang Identitas Bangsa
Nur Hakima Akhirani;
Abd Rahman Rusydi Hasibuan;
Khoirunnisa Pasaribu;
Kurniawan Kurniawan
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Maret 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61722/jinu.v3i2.8291
Bahasa Indonesia memiliki kedudukan strategis sebagai pemersatu bangsa dan lambang identitas nasional. Penelitian ini dilatarbelakangi kekhawatiran akan memudarnya fungsi tersebut, terutama di kalangan generasi muda yang ditandai dengan fenomena alih kode, campur kode, dan melemahnya penggunaan bahasa baku. Tujuannya adalah untuk menganalisis kedudukan dan fungsi Bahasa Indonesia sebagai lambang identitas bangsa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penguatan dan pelemahannya di era globalisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan. Data dianalisis secara kualitatif dari berbagai sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan negara memberikannya fungsi yang kuat sebagai simbol kebanggaan dan pemersatu. Namun, fungsi ini menghadapi tantangan serius dari globalisasi, maraknya bahasa gaul, dan rendahnya kesadaran berbahasa baku di ruang publik dan media digital. Disimpulkan bahwa meskipun kedudukannya kuat secara konstitusional, fungsi Bahasa Indonesia sebagai lambang identitas perlu terus diperkuat. Penguatan dapat dilakukan melalui pendidikan karakter dan kebijakan berbahasa yang strategis untuk menjaga ketahanan identitas kebangsaan di tengah derasnya pengaruh budaya asing
Analisis Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas I Sekolah Dasar di SDN 002 Kuntu
Maudi Sakina;
Savina Octavia;
Dela Pusvita;
Ahmad Nur Ihsani;
Dea Mustika
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Maret 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61722/jinu.v3i2.8316
Latar belakang penelitian ini didasarkan pada temuan lapangan bahwa sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan mengenali huruf, menggabungkan suku kata, dan membaca kata sederhana secara lancar. Penelitian ini dilakukan pada 19 desember 2025, dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi dan wawancara. Subjek penelitian terdiri atas 35 siswa kelas I dan satu orang guru kelas. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SDN 002 Kuntu serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca permulaan siswa masih tergolong rendah, baik dari aspek kognitif maupun psikomotorik. Siswa mampu mengenal sebagian besar huruf tetapi belum lancar dalam membaca kata dan memahami maknanya. Faktor penyebab rendahnya kemampuan membaca antara lain kurangnya pendampingan belajar di rumah, tidak meratanya pengalaman pra-sekolah, serta penggunaan metode pembelajaran yang masih konvensional. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pendekatan pembelajaran membaca yang lebih variatif, kontekstual, dan berbasis fonetik, serta peningkatan kolaborasi antara guru dan orang tua dalam menumbuhkan budaya literasi sejak dini.
Model Pembelajaran Drilling dan Tasking Pada Penyelesaian Soal Tes Kompetensi Akademik
Kuswahyuningsih, Kuswahyuningsih;
Suyadi, Suyadi;
Takbir Rianto;
Suparmin, Suparmin;
Wiyono, Wiyono;
Sri Suciatun
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Maret 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61722/jinu.v3i2.8321
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Drilling dan Tasking dalam penyelesaian soal Tes Kompetensi Akademik, serta mengidentifikasi kendala dan upaya guru dalam mengimplementasikan kedua model tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri Sukoharjo dengan pendekatan kualitatif melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Drilling dan Tasking dilakukan melalui empat langkah utama, yaitu: (1) pemilihan materi pembelajaran yang relevan dan esensial sesuai dengan kompetensi akademik yang diuji; (2) penerapan latihan intensif melalui model drilling untuk memperkuat penguasaan keterampilan dasar siswa; (3) penerapan model tasking melalui pemberian tugas yang menantang dan kontekstual untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah; serta (4) evaluasi dan pemberian umpan balik secara berkelanjutan untuk memperbaiki pemahaman dan kemampuan siswa. Selain itu, penelitian ini menemukan beberapa kendala dalam implementasi model pembelajaran Drilling dan Tasking, meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, keterbatasan sumber daya pembelajaran, kurangnya kesiapan siswa dalam menerima tugas yang menantang, serta adanya resistensi terhadap pendekatan pembelajaran baru dari guru maupun siswa. Adapun upaya yang dilakukan oleh guru untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan menyusun latihan soal berulang melalui model drilling dan memberikan tugas-tugas menantang melalui model tasking secara bertahap dan terstruktur. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Drilling dan Tasking mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal Tes Kompetensi Akademik. Model ini tidak hanya memperkuat penguasaan konsep dasar, tetapi juga mendorong pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi, sehingga layak dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang efektif.
ANALISIS INFRASTRUKTUR TEKNOLOGI INFORMASI PADA WEB E-LEARNING UNIVERSITAS AMIKOM PURWOKERTO MENGGUNAKAN METODE SWOT DAN BALANCED SCORECARD
Afrilia Wanti Puspita Ayu;
Annisa Rahma
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Maret 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61722/jinu.v3i2.8332
This study analyzes the information technology infrastructure of the Web E-Learning system at Universitas Amikom Purwokerto using the SWOT and Balanced Scorecard (BSC) methods. Data were collected through interviews with system administrators to evaluate hardware, software, network, data security, and human resources. The SWOT analysis identifies strengths such as stable internal servers, secure backup mechanisms, user-driven feature development, and trained IT staff, while weaknesses include reactive bug handling and irregular system updates. Opportunities arise from institutional digital support and rapid technological growth, whereas threats involve cybersecurity risks and technological shifts. Through the BSC framework, the system demonstrates efficiency, user satisfaction, and strong operational support. The findings highlight that the Web E-Learning infrastructure performs well but requires continuous improvements to remain adaptive to digital advancements.