cover
Contact Name
La Ifa
Contact Email
la.ifa@umi.ac.id
Phone
+6285242203009
Journal Mail Official
jcpe@umi.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia Jl. Urip Sumohardjo km. 05 Kampus 2 UMI Makassar, 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal Of Chemical Process Engineering
ISSN : 25274457     EISSN : 26552957     DOI : https://doi.org/10.33536/jcpe.v8i2.644
The Scope and focus of the journal are : Chemical and Process Technology Energy, Water, Environment and Sustainability Coal, oil and Gas Technology Bioreseurce and Biomass Technology Particle Technology Separation and Purification Technology Food Technology Catalyst & Kinetics Technology Essensial Oil Technology Sugar Technology Material and Biomaterial Technology Biomedical Engineering Mineral Processing Powder Technology
Articles 161 Documents
Pengaruh Konsentrasi H2SO4 Dan HCl Dalam Pembuatan Silika Gel Dari Daun Bambu Untuk Adsorpsi Logam Besi (Fe) Yusuf, Andi Asdiana Irma Sari; Sariwahyuni, Sariwahyuni; Nuria, Astuti Sinta; Tumanan, Katrina Yanti; Aksan, Andi Ariatmasanti; Ratnasari, Ratnasari
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 8 No. 1 (2023): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v8i1.761

Abstract

Daun bambu mengandung silika cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai bahan pembuatan silika gel, yang banyak dimanfaatkan dalam proses adsorpsi. Salah satu adsorpsi yang sering dilakukan yaitu adsorpsi logam besi (Fe) dalam air. Air dengan kandungan logam besi (Fe) yang tinggi berbahaya bagi lingkungan dan makhluk hidup. Penelitian ini dilakukan untuk pembuatan silika gel dari daun bambu sebagai adsorben logam besi (Fe) pada air, melalui tahap pengabuan, pembuatan natrium silikat, dan pembentukan gel serta analisis efesiensi adsorpsi logam besi (Fe). Pembuatan silika gel menggunakan katalis HCl dan H2SO4 dengan konsentrasi 0.5 M, 1 M, 1.5 M, 2 M, dan 2.5 M kemudian digunakan dalam penyerapan logam besi (Fe). Hasil penelitian menunjukkan efisiensi adsorpsi logam besi (Fe) oleh silika gel dengan katalis H2SO4 0.5 M, 1 M, 1.5 M, 2 M, dan 2.5 M sekitar 70,86 - 99,82% dengan hasil tertinggi pada konsentrasi 2.5 M sedangkan pada penggunaan HCl dengan variasi konsentrasi sama diperoleh efisiensi adsorpsi logam besi (Fe) 71,75 - 98,05% dan diperoleh hasil terbaik pada konsentrasi 0.5 M. Dengan demikian, variasi terbaik diperoleh dari Silika gel-HCl 0.5M karena dengan hanya menggunakan konsentrasi asam yang rendah diperoleh efisiensi adsorbsi yang tinggi.
Penentuan Rasio Optimum Bioadsorben Halal Dari Produk Pirolisis Serbuk Gergaji Batang Kelapa Dalam Penjernihan Virgin Coconut Oil (VCO) Syarif, Takdir; Aladin, Andi; Arman, Muh; Mohamad Yurid Sangadji; Rifaldi Mirasati
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 9 No. 1 (2024): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jcpe.v9i1.774

Abstract

Berbagai media dapat digunakan untuk menyaring crude Virgin Coconut Oil (VCO), namun mengingat minyak kelapa murni VCO ini adalahan bahan konsumsi pangan dan obat bagi manusia maka sangat penting memperhatikan faktor kehalalan dari media penyaring tersebut. Dalam penelitian ini dicoba memanfaatkan bahan baku limbah serbuk gergaji batang kelapa menjadi bioadsorben halal melalui proses pirolisis. Bioadsorben tersebut diterapkan untuk menyaring crude VCO. Dalam artikel ini disajikan hasil pengamatan pengaruh variabel rasio berat (g) bioadsorben terhadap volume VCO (mL) yaitu yaitu, 0, 1, 2, 3, 4, 6, 10 (g/mL), kemudian ditentukan rasio optimum yang memberikan tingkat kejernihan maksimum. Pada variabel konstan yaitu ukuran partikel bioadsorben 50/100 mesh dan waktu penyaringan 2 menit, diperoleh rasio optimum 2 % gr/mL yang memberikan tingkat kejernihan (turbidity) VCO sebesar 1,15 NTU, dengan karakteristik VCO hasil saringan yaitu kandungan asam laurat (C12:O) 56,09 %, total suspend (TS) 4,365 %, berat jenis (Bj) 0,97335 (g/mL) dan kandungan mikroba yaitu total plate count (TPC) <10 (Cfu/mL). Berdasarkan karakteristik ini VCO hasil saringan dengan bioadsorben halal tersebut telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) maupun Internasional, Asian and Pacific. Coconut Community (APPC). Dibandingkan dengan VCO yang beredar di pasaran yang menggunakan media penyaring dari kertas dan kain,  turbidity VCO hasil penelitian ini relatif lebih baik, dan dijamin halal dari bahan media penyaringan (bioadsorben).
Efek Gelombang Mikro pada Pembuatan Biodiesel dengan Bahan Baku Jatropa Curcas Oil Suryanto, Andi
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jcpe.v8i2.780

Abstract

Meningkatnya jumlah penduduk secara langsung berdampak terhadap kebutuhan masyarakat dan salah satunya adalah komsumsi bahar bakar minyak. Cadangan bahan bakar minyak dari fosil semakin menurun sehingga perlunya pengembangan energi baru terbarukan. Salah satu bahan bakar energi terbarukan adalah biodiesel yang dapat dibuat dari bahan tumbuhan maupun hewani melalui proses esterifikasi dan transesterifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh daya dan waktu reaksi pada pembuatan biodiesel dengan pemanasan gelombang mikro menggunakan bahan baku jatropa curcas oil. Evalusi proses dilakukan dengan daya 100, 264, 400 dan 600 watt, waktu reaksi 2,5; 5; 7,5; 10 dan 12,5 menit menggunakan katalis NaOH 0,5 % pada ratio 1:9 mol pada tekanan atmosferik. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penggunaan gelombang sangat efektif dalam meningkatkan laju reaksi dengan dengan konsentrasi katalis yang rendah. Perolehan yield biodiesel 96,65 % pada daya 400 dan waktu 7,5 menit. Karakteristik produk biodiesel yang dihasilkan sesuai dengan standar nasional Indonesia.
Pengaruh Suhu Terhadap Produksi Asap Cair dari Blending Limbah Biomassa Cangkang Sawit dengan Batubara secara Pirolisis Mustafiah, Mustafiah; Makhsud, Abdul; Aladin, Andi
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 1 No. 1 (2016): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v1i1.781

Abstract

Asap cair merupakan produk utama dalam pengolahan blending limbah biomassa cangkang sawit dengan batubara secara pirolisis, memiliki kandungan utama yaitu senyawa fenol, karbonil dan asam. Tujuan penelitian untuk mengetahui persentase produk asap cair terhadap pengaruh rasio massa blending limbah biomassa cangkang sawit dengan batubara secara pirolisis dan pengaruh suhu terhadap kualitas produk asap cair yang dihasilkan dari blending limbah biomassa cangkang sawit dengan batubara secara pilorisis. Metode penelitian dengan cara preparasi sampel cangkang sawit dengan batubara kemudian diblending dengan variable rasio (gram) 0 :1000; 250:750; 500:500; 750:250;1000:0 kemudian dilanjutkan dengan metode pirolisis dengan variable suhu pirolisis 2000C pada waktu 60 menit, 3000C pada waktu 40 menit, 4000C pada waktu 25 menit. Asap hasil pembakaran dikondensasi dengan kondensor, didiamkan selama 1 minggu dipisahkan di corong pisah, diuji kimia yaitu pH, kadar air, % rendemen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa presentase produk asap cair dari blending limbah biomassa cangkang sawit dengan rasio massa 25:75, 50:50, 75:25, dan 100:0 menghasilkan presentase terendah yaitu perbandingan 0:100 pada suhu 2000C dgn nilai presentase produk asap cair 2,00 % dan presentase produk asap cair paling banyak yaitu perbandingan 100:0 suhu 4000C dengan persentase asap cair 27,11%. Adapun pengaruh perubahan suhu terhadap kualitas produk asap cair yang terbaik diperoleh dengan rasio massa blending cangkang sawit dengan batubara 100:0 pada perlakuan suhu 4000C, dengan produk asap cair bersifat asam (ph = 3,53). Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa presentase produk asap cair terhadap pengaruh rasio massa yaitu 27,11% dan suhu yang optimum digunakan adalah 400 0C.
Pengaruh Perbandingan Bahan Baku Terhadap Konsentrasi Biogas dari Eceng Gondok dengan Menggunakan Starter Kotoran Sapi Darnengsih, Darnengsih; Nurjannah, Nurjannah; Ifa, La
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 1 No. 1 (2016): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v1i1.782

Abstract

Biogas adalah produk energy yang berasal dari bahan yang terbarukan utamanya dari bahan biomassa. Saat ini telah banyak penelitian yang mengembangkan produk energy dari bahan yang terbarukan, hal ini bertujuan untuk mengurangi pemakaian energy fossil yang tak terbarukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbandingan eceng gondok, kotoran sapi dan air terhadap konsentrasi biogas yang dihasilkan.umumnya biogas dihasilkan dari fermentasi kotoran sapi namun bahan baku biogas dapat juga berasal dari biomassa lignoselulosa yang tersusun atas tiga komponen utama yaitu selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Selulosa dalam bahan lignoselulosa merupakan sumber karbon organik, sehingga bahan tersebut dapat menjadi bahan baku potensial untuk pembuatan biogas. Data hasil analisis disajikan dalam bentuk tabel dan grafik.Rasio optimum campuran bahan baku Eceng Gondok terhadap kotoran sapi adalah 5:1.
Penurunan Konsentrasi Dodecyl Benzene Sulfonate (DBS) Dari Limbah Deterjen Menggunakan Arang Ampas Kelapa Nur Aisyah, Fauziah; Darajat, Zakiyah; Sabara, Zakir; Syarif, Takdir
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 1 No. 1 (2016): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v1i1.783

Abstract

Dewasa ini pencemaran air mengalami peningkatan secara tajam seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Pencemaran air ini disebabkan berbagai hal, salah satunya akibat limbah deterjen. Deterjen yang banyak digunakan di Indonesia adalah jenis Dodecyl Benzene Sulfonate (DBS) yang sangat sulit terdegradasi secara biologis. Belakangan telah diketahui ampas kelapa memiliki kandungan polisakarida yaitu selulosa. Ampas kelapa memiliki struktur berpori dan kandungan kimia selulosa 16 %, mannan 26 %, dan galaktomanan 61 %. Selulosa dan galaktomanan merupakan polisakarida yang mengandung gugus –OH sehingga dapat digunakan sebagai adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinggi dan ukuran adsorben terbaik pada kolom dalam menurunkan kandungan senyawa DBS yang terdapat dalam limbah deterjen. Penelitian dilakukan dengan memasukkan adsorben setinggi 10 cm ke dalam kolom kemudian dimasukkan limbah deterjen hingga adsorben terendam oleh cairan. Diambil beberapa sampel larutan deterjen tiap selang waktu 20 menit lalu dianalisa menggunakan spektrofotometer Uv-Vis untuk mengetahui konsentrasi DBS yang ada di dalam larutan. Prosedur ini dilakukan untuk variasi tinggi 20 cm, 30 cm, dan 40 cm, variasi ukuran -6/+10 mesh, -10/+20 mesh dan -20/+50 mesh. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa pengolahan limbah deterjen menggunakan arang ampas kelapa dengan tinggi bed 40 cm terjadi penurunan konsentrasi cukup besar yaitu 27,6447 ppm; tinggi bed 30 cm=15,0789 ppm dan tinggi bed 20 cm = 12,8657 ppm, sehingga tinggi bed adsorben terbaik yaitu 40 cm. Untuk penurunan konsentrasi DBS dengan ukuran adsorben -6/+10 mesh = 21,4895 ppm; -10/+20 mesh= 24,2289 ppm dan -20/+50 mesh= 25,7 ppm, sehingga arang ampas kelapa yang terbaik yaitu ukuran -20/50 mesh.
Pemanfaatan Limbah Batang Kedelai Sebagai Adsorben Dalam Penurunan Kesadahan Air Fakih Has, Nur; Asryanti, Asryanti; Syarif, Takdir; Wiyani, Lastri
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 1 No. 1 (2016): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v1i1.784

Abstract

Air merupakan kebutuhan yang sangat utama bagi kehidupan manusia, kualitas air sumur sebagai air baku semakin menurun dari tahun ke tahun. Salah satu contoh kualitas air yang kurang baik yaitu adanya ion Na+ dan ion Cl- dengan konsentrasi cukup tinggi berkisar 19,85-21,25 mg/l. Untuk itulah perlu adanya pengolahan lanjut untuk menurunkan kadar ion-ion dalam air tersebut. Salah satu alternatif yang dapat dipakai adalah dengan menggunakan resin  penukar  ion  (Ion  Exchanger  Resin)  yang  berfungsi  sebagai  adsorben.  Pengaruh kecepatan pengadukan dan limbah batang kedelai pada proses   adsorbsi   dapat digunakan untuk menentukan koefisien transfer massa adsorbsi. Tanaman kedelai memiliki gugus amina yang dapat dimanfaatkan sebagai penukar ion, maka dilakukan penelitian “Pemanfaatan Limbah Batang Kedelai Sebagai Adsorben Dalam Penurunan Kesadahan Air”. Penelitian ini dilakukan dengan membuat variasi rasio antara kecepatan pengadukan (rpm) dan limbah batang kedelai dengan perbandingan 200:20; 200:30; 200:40; 300:20; 300:30; dan 300:40, kemudian dilakukan proses pengadukan. Dipelajari variabel yang berpengaruh pada proses adsorbsi, yaitu massa batang kedelai,kecepatan pengadukan,dan konsentrasi. Uji akhir yang dianalisis adalah kesadahan total untuk menentukan kadar CA  yang terkandung dalam air sadah. Semakin banyak massa batang kedelai dan semakin tinggi kecepatan pengadukan maka koefisien tranfer massa yang diperoleh semakin besar yakni pada massa batang kedelai 40 gr dengan N = 300 rpm, nilai α = 2,53055x10-11  dan nilai β = 3,669
Analisis Kinerja Tungku Berbahan Bakar Bio-Briket Mandasini; Sungkono; Andi Pawennari; Ahiruddin
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 1 No. 1 (2016): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v1i1.785

Abstract

Bio-briket merupakan bahan bakar padat yang terbuat dari campuran batubara dengan sekam padi, bahan bakar padat ini selanjutnya digunakan sebagai bahan bakar pengujian tungku bakar. Penelitian ini bertujan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh laju alir udara, waktu dan temperature ruang  pembakaran terhadap  efisiensi thermal  yang  dapat  dicapai    oleh  tungku tersebut. Untuk itu perlu dicari penyelesaiannya dengan merancang system pembakaran berupa tungku bakar yang dilengkapi dengan alat instrument pengendali berupa thermokopel, flow meter dan neraca analitis, sehingga   variable seperti   laju alir udara, waktu, massa bahan bakar dan temperature pembakaran dapat terukur dengan akurat. Pada sistem pembakaran ini mula-mula laju alir udara dibuat konstan dan selanjutnya setiap interval waktu empat menit secara bersamaan temperatur ruang bakar, massa bahan bakar dan temperatur air di dalm panci dicatat, perlakuan ini dilakukan hingga air mencapai titik didinya yaitu 1000C, dengan prosedur yang sama, pembakaran diulangi dengan variasi laju alir udara yang lain (Lu): 0,06  ; 0,08  ; 0,1  (m/detik). Penelitian diperoleh variable laju alir udara 0,1 m/dtk, waktu pembakaran 12 menit dan  temperature ruang bakar 5100C serta efisiensi termal 47,11 % pada laju alir udara 0,1 m/dtk dalam waktu 10 menit
Process Simulation and Sensitvity Analysis of Cumene Production from an Integrated Alkylation and Transalkylation Reaction Hazmi, Hilman Ali
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 7 No. 2 (2022): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v7i2.787

Abstract

Cumene is a very important petrochemical commodity, mainly to produce phenol and acetone. The overall growth rate for cumene capacity has been healthy, averaging slightly less than 3.5 % per year to reach 18 million metric tons per year in 2017. The purpose of this study is to generate a steady-state process simulation using ASPEN HYSYS version 10 to produce a small capacity of 10 ton/h of cumene with 99.99 wt % product purity. An alkylation reaction of benzene with propylene is carried out for producing cumene by using a zeolites catalyst as modeled by Badger technology. Transalkylation is also integrated into the system for eliminating unwanted products such as p-diisopropyl benzene. The proposed simulation flowsheet provides a good convergence overall result. The preliminary utility consumption obtained from the simulation consists of approximately 0.0418 kton/h of steam, 1.22 kton/h of cooling water, and 450 kW of electrical duty. Optimization is carried out in the simulation by conducting a sensitivity analysis study to find the optimum operating conditions of the alkylation reactor with a dimension of 1.3 m diameter and 4 m of length. The result shows that at an optimum value of B/P molar ratio of 7, reactant temperature of 170 oC, and reactant pressure of 3 MPa, the selectivity of cumene obtained is at a high value of 0.9446, while the percentage conversion of propylene to cumene obtained is at a high value of 99.99 %.
Ekstraksi Zat Warna Kelopak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Dengan Metode Ekstraksi Berbantuan Ultrasonik dan Aplikasinya Untuk Minuman Yuyun Yuniati; Syafa’atullah, Achmad Qodim; Qadariyah, Lailatul; Mahfud, Mahfud
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 7 No. 2 (2022): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v7i2.788

Abstract

Perkembangan permintaan konsumen akan zat warna mendorong berbagai industri menghasilkan varian zat pewarna. Hanya saja, informasi akan dampak penggunaan pewarna sintesis menekan penggunaan kembali pewarna natural. Antosianin menjadi salah satu zat warna alami yang layak untuk dimanfaatkan lebih lanjut, khususnya di bidang pangan. Kelopak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) adalah bahan yang telah diakui menjadi sumber penghasil zat warna antosianin secara alami. Ultrasound-Assisted Extraction dipromosikan sebagai prosedur ekstraksi terkini yang mampu mengatasi kelemahan metode ekstraksi konvensional. Penelitian ini telah berupaya mempelajari proses ekstraksi kelopak bunga telang hingga memperoleh ekstrak antosianin serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses ekstraksi dengan metode Ultrasound Assisted Extraction, hingga akhirnya dapat dimanfaatkan sebagai produk minuman. Dari penelitian ini diperoleh capaian optimum untuk ekstraksi zat warna dari kelopak bunga telang adalah pada kondisi F/S 0.02 g/ml, suhu ekstraksi 60°C, dan waktu ekstraksi 90 menit, dengan konsentrasi antosianin di dalam minuman yang didapatkan sebesar 19.57 mg/L.

Page 3 of 17 | Total Record : 161