cover
Contact Name
La Ifa
Contact Email
la.ifa@umi.ac.id
Phone
+6285242203009
Journal Mail Official
jcpe@umi.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia Jl. Urip Sumohardjo km. 05 Kampus 2 UMI Makassar, 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal Of Chemical Process Engineering
ISSN : 25274457     EISSN : 26552957     DOI : https://doi.org/10.33536/jcpe.v8i2.644
The Scope and focus of the journal are : Chemical and Process Technology Energy, Water, Environment and Sustainability Coal, oil and Gas Technology Bioreseurce and Biomass Technology Particle Technology Separation and Purification Technology Food Technology Catalyst & Kinetics Technology Essensial Oil Technology Sugar Technology Material and Biomaterial Technology Biomedical Engineering Mineral Processing Powder Technology
Articles 161 Documents
Studi Komparasi Penggunaan TiO2 Anatase dan P25 sebagai Anoda untuk Sel Surya Tersensitasi Bixin Septiani, Septiani; Naselia, Uray Amira; H. Silalahi, Imelda; Usman, Thamrin; Rahmalia, Winda
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 6 No. 1 (2021): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v6i1.821

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menentukan kinerja sel surya yang menggunakan TiO2- anatase dan TiO2-P25 sebagai anoda. Bixin digunakan sebagai sensitizer. Bixin diekstraksi dan diisolasi dari biji kesumba. Bixin dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan FTIR. Hasil analisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis menunjukkan adanya 3 puncak karakteristik bixin pada 488, 459, 430 nm. Spektra FTIR bixin ditandai dengan adanya serapan pada bilangan gelombang 3183 cm-1 mengindikasikan vibrasi renggang -OH yang berasal dari gugus karboksilat; pada 2955, 2924, dan 2852 cm-1 vibrasi renggang H-C-H; pada 1716 cm-1 vibrasi renggang C=O; pada 1608 cm-1 vibrasi tekuk O-H; pada 1563 dan 1518 cm-1 vibrasi renggang C=C (alkena); pada 1379 cm-1 vibrasi tekuk C-H; pada 1255 cm-1 vibrasi renggang C-O; pada 1161 cm-1 vibrasi simetri dan asimetri C-O-C (kelompok ester); serta pada 1012 cm-1 vibrasi renggang C-H. Kinerja sel surya yang menggunakan TiO2-antase menunjukkan efisiensi konversi energi maksimum yang lebih tinggi (0,027%) jika dibandingkan dengan TiO2-P25 (0,006%) di bawah intensitas cahaya 100 W/m2.
Synthesis and Characterization of Biodegradable Blend based on LDPE/cassava stem nanofiber cellulose Lismeri, L; Herdiana, N; Kameswara, D; Darni, Y; Azhar, Azhar
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 6 No. 1 (2021): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v6i1.822

Abstract

Conventional plastics becomes trend topic due to its long degradation time and needs attention related to environmental problem. One type of plastic that is difficult to be degraded is LDPE. Some of the efforts were done to synthesize biodegradable plastic based on organic material to accelerate the degradation process. Cellulose is an organic material that is abundant in nature and can be used as filler. This research aims to synthesis the biodegradable plastic films composted by the nanocellulose cassava stems and recycled LDPE. Mechanical (UTM), water resistance and degradation test has been done. The properties of the biodegradable composites still meet the commercial LDPE. Even though the biocomposite based on LDPE-nanofiber cellulose do not degradable totally but it is can be used as a solution to reduce the degradation time of a plastic waste.
Produksi Bahan Bakar Cair Dari Limbah Plastik Polypropylene (PP) Metode Pirolisis Azis, Hijrah Amaliah; Rante, Hanizah Batu
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 6 No. 1 (2021): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v6i1.823

Abstract

Produksi dan konsumsi plastik meningkat setiap tahunnya. Olehnya itu perlu dilakukan pemanfaatan plastik khusunya plastik Polypropylene (PP) melalui metode pirolisis menghasilkan bahan bakar minyak (BBM). Hal ini merupakan alternatif untuk dapat menanggulangi pesatmya jumlah pemakaian bahan bakar minyak (BBM) dan konsumsi plastik. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan bakar alternatif dengan mengetahui temperatur dan waktu tinggal dari minyak. Metode perlakuaan thermal yaitu pirolisis, dimana bahan yang digunakan yaitu plastik bekas kemasan gelas, dengan variasi suhu 200 0C,250 0C,300 0C,3500C,4000C dan 4500C. Yield terbanyak yang didapat dari pirolisis variasi suhu di pirolisis kembali untuk mendapatkan waktu optimum variasi waktu 5,10,15,20,25 dan 30 menit. Hasil penelitian disimpulkan limbah plastik jenis PP metode pirolisis dapat dihasilkan bahan bakar minyak yang setara dengan bensin. Suhu proses yang dihasilkan 400oC yield 79,85% sedangkan waktu optimum 25 menit yield 72,19%. Hasil diperoleh 0,7542 gram/ml untuk uji densitas, 11.621,4 kal/gram untuk uji nilai kalor dan 29,91% area diperoleh kadar senyawa hidrokarbon 2,4-dimethyl-1-heptene (C9H18) pada pengujian komponen senyawa kimia di alat GC-MS.
Pengaruh Suhu dan Bobot Katalis Hidrogenasi Minyak Inti Sawit sebagai Bahan Pelunak Kompon Karet Ifa, La; Badawing, Masfira; S, Jumrawati; Mustafiah, Mustafiah
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 6 No. 1 (2021): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v6i1.825

Abstract

Bahan pelunak karet merupakan salah satu bahan kimia yang ditambahkan saat pembuatan kompon untuk melunakan karet sehingga memudahkan pencampuran dan mempersingkat waktu pengkomponan. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh suhu reaksi dan bobot katalis terhadap kualitas bahan pelunak.Tahap pembuatan reaksi hidrogenasi minyak inti sawit meliputi proses hidrogenasi dan pembuatan kompon karet. Proses hidrogenasi meliputi Menimbang katalis sebanyak yang diinginkan. Masukkan minyak inti sawit sebanyak 150 ml, methanol (CH3OH) 2 M 200 ml dan hidrogen peroksida (H2O2) 0,6 M sebanyak 100 ml serta katalis CuSO4 ke dalam reaktor kemudian diaduk menggunakan magnetic stirrer. Setelah itu memanaskan reaktor hingga mencapai suhu yang diinginkan. Mengontrol suhu dengan termometer agar tetap konstan sesuai suhu yang diinginkan selama durasi waktu hidrogenasi 5 jam kemudian minyak inti sawit yang telah terhidrogenasi dipindahkan ke dalam corong pemisah dan dimurnikan secara dekantasi. Untuk pembuatan kompon karet melalui mesin giling terbuka kemudian ampuran karet dengan bahan kimia digiling sehingga terbentuk kompon karet padat yang homogen. Hasil Analisa menunjukkan bahwa suhu reaksi terbaik pada reaksi hidrogenasi adalah suhu 70oC, penggunaan bobot katalis terbaik pada reaksi hidrogenasi adalah 1,5 gram, aplikasi bahan pelunak terhadap kompon karet yang dibuat memiliki nilai uji kuat tarik 0,0290 N/mm2
Kombinasi Bahan Koagulan Moringa Oleifera Dan Eichornia Crassipes Untuk Mereduksi BOD Dan COD Dalam Air Limbah Domestik Haslinah, Andi; Andrie, Andrie
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 6 No. 1 (2021): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v6i1.826

Abstract

Diversifikasi pengolahan bahan koagulan alami menjadi sesuatu yang dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan kontribusi yang lebih besar terhadap masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi bahan koagulan efektif dalam mereduksi BOD, COD dalam air limbah domestik. Penelitian ini merupakan experimental laboratory yang dilakukan di Laboratorium Traya Tirta Makassar. Penelitian ini diawali dengan pengambilan Moringa Oleifera dan Eichornia crassipes, pembuatan koagulan dari kedua bahan tersebut, lalu mengambil air limbah setelah itu mempersiapan alat pengaduk, kedua bahan koagulan dimasukkan dalam beaker glass kemudian larutan diaduk dengan alat jar test, setelah perlakuan filtrat dan endapan dipisahkan dengan kertas saring (membran filter) lalu dilakukan pengukuran BOD dan COD. Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah nilai BOD tertinggi pada perlakuan Eichornia crassipes yaitu mencapai 47,651%, diikuti Moringa oleifera, kombinasi 1 serta berturut-turut mengalami penurunan terdapat pada kombinasi 2, kombinasi 5, kombinasi 3 dan kombinasi 6. Serta untuk COD yaitu menunjukkan bahwa jenis perlakuan pada Eichornia crassipes mengalami penurunan yang tertinggi sebesar 64,181% lalu Moringa oleifera, kombinasi 1 dan kombinasi 2, Serta berturut-turut penurunan terdapat pada kombinasi 5 dan 3. Kesimpulannya dari kombinasi antara Moringa Oleifera dan Eichornia crassipes yang terbaik mereduksi BOD dan COD yaitu kombinasi 1 (perbandingan 10 : 10).
Operability and Flexibility of Pinch Applications on Heat Exchanger Network in Chemical Industry Mandalagiri, Levina; Irawan, Anton; Yani, Setyawati
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 6 No. 1 (2021): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v6i1.827

Abstract

The successful energy-saving efforts made by industries impact on not only lowering production costs but also indirectly preserving natural resources as well as reducing the pollution of CO2 which is one of the gases contributing to global warming. Pinch analysis has been widely known for process integration, especially in heat integration, in order to gain energy efficiency and cost efficiency in many industries for decade. The analysis allows selection of efficient heat exchanger network with minimum hot and cold energy requirement. By using pinch analysis, the number of heat exchanger units required could also be minimized which leads to the optimum cost of operational and investment. Pinch analysis is also allowing for the investigation of any pinch problems, such as pinch threshold problems, cross pinch problems, and problems related to incorrect placement of utilities which impacted to the wastefulness of energy consumption. Despite many success studies of highly potential saving of heat integration through pinch analysis, the real implementation of efficient and effective heat exchanger network (HEN) based on pinch analysis is still facing difficulties, for example in term of flexibility and controllability of operation. This paper provides preliminary information in increasing energy efficiency or energy savings when utilizing pinch technology considering operability and flexibility of its operation for retrofitting units for chemical industrial plants.
Penggunaan Kitosan Dan Biji Asam Sebagai Biokoagulan Alami Dalam Perbaikan Kualitas Air Sumur Di Sekitar TPA Sampah Antang Sabara, Zakir; Artiningsih, A.; Efendi, Arham; Ira Yulistianingsih, A.
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 6 No. 1 (2021): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v6i1.828

Abstract

Lokasi TPA Antang yang berada di sekitar perumahan penduduk, dalam pengoperasiannya melakukan cara open dumping. Sistem ini tidak memperhatikan sanitasi lingkungan, sampah hanya di tumpuk dan dibiarkan membusuk. Sampah hanya ditimbun dan dibiarkan terbuka dengan tanah, di mana sistem pengolahan lindi (leachate) yang tidak maksimal dapat mempengaruhi kualitas air tanah dangkal di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas kitosan dari Cangkang Bekicot dan Biji Asam Jawa dapat menurunkan konsentrasi logam berat tembaga (Cu) pada air sumur di sekitar TPA sampah Antang Makassar. Tahap pembuatan kitosan meliputi deproteinasi, demineralisasi serta deasetilasi. Proses preparasi biji asam meliputi pembersihan biji dari bauh, di hancurkan menggunakan mortal setelah itu di ayak. Penelitian ini menggunakan variasi volume kitosan 10.000 ppm dan volume biji asam yaitu 5 mL, 10 mL, 15 mL, 20 mL dan 25 mL kitosan dan biji asam yang ditambahan kedalam air sumur 500 mL. Kadar Cu pada air sumur sebelum dan sesudah penambahan kitosan dan biji asam diukur menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometric (AAS). Penjernihan air sumur di sekitar TPA sampah Antang menggunakan kitosan dan biji asam pada penelitian ini diselesaikan melalui studi literatur dengan menggunakan metode koagulasi dan bahan aku kitosan dan biji asam. Dari beberapa hasil studi literatur yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa proses koagulasi menggunakan kitosan dari cangkang bekicot dan biji asam dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas air.
Uji Aktifitas Katalis NaOH/Ni/gamma Al2O3 pada Proses Transesterifikasi Minyak Kelapa Sawit Suryanto, Andi; Jaya, Fitra; Arifin, Mubdiana; Armayanti; Herdianzah, Yan
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 6 No. 1 (2021): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v6i1.829

Abstract

Biodiesel adalah bahan bakar alternatif yang potensial untuk diproduksi secara berkesimbungan. Minyak kelapa sawit salah satu bahan baku yang dapat dikonversi menjadi biodisel. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh katalis (NaOH/Ni/γ-Al2O3) pada reaksi transesterfikasi minyak kelapa sawit terhadap persentase rendemen biodiesel, densitas, persentase etil ester, serta konversi asam lemak bebas dari produk biodiesel dari minyak kelapa sawit. Proses pembuatan biodiesel melalui transesterifikasi minyak kelapa sawit dengan pereaksi etanol pada suhu 60oC dengan penambahan katalis NaOH/Ni/γ-Al2O3 . Setelah waktu reaksi yang ditentukan, produk biodiesel didiamkan selama 24 jam ini bertujuan agar terjadi pemisahan antara sisa etanol, dan gliserol. Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data yang telah dilakukan, produk biodiesel terbaik pada penelitian ini adalah produk dengan persentase katalis 4% dan waktu reaksi 3 jam. Produk biodiesel ini, menghasilkan persentase rendemen sebesar 94,26% dan persentase etil ester sebesar 89,21% dan nilai konversi FFA sebesar 85,28%.
Pemanfaatan Limbah Arang Plastik Sebagai Adsorben Surfaktan Anionik dalam Air Limbah Laundry Munira, Munira; Mustafiah, Mustafiah; Darnengsih, D; Gusnawati, Gusnawati
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 6 No. 1 (2021): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v6i1.830

Abstract

Salah satu usaha yang berkembang sangat pesat saat ini adalah industri Laundry, akan tetapi limbah yang dihasilkan dari industri ini langsung dibuang ke saluran air pemukiman dan dapat menimbulkan dampak negative bagi lingkungan. Di satu sisi terdapat juga plastik yang merupakan limbah yang dapat merusak lingkungan, limbah plastik ini jika diolah dengan benar maka dapat memberikan maanfaat. Salah satunya dapat dimanfaatkan sebagai adsorben. sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana limbah arang plastik ini bisa digunakan sebagai adsorben dalam menangani air limbah laundry. Penelitian dilakukan di Laboratorium Limbah dan Teknologi Pengoahan Air pada Jurusan Teknik Kimia, preparasi arang plastik dilakukan dengan dua tahap proses yaitu pembuatan arang limbah plastik, yang kedua proses pengayakan arang plastik denga variable 100, 150 dan 200 mesh. Kemudian dilakukan proses adsorpsi pada air limbah laundry dengan variable massa arang plastik 3,6 dan 9 gram. Kecepatan pengadukan 200 rpm dengan variable waktu yang digunakan 0, 30, 60, 90 dan 120 menit. Hasil adsorbs di analisa dengan menggunakan alat Spektrofotometer UV-Vis. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa arang limbah plastik dapat digunakan sebagai adsorben dengan kondisi optimum pada ukuran partikel arang yang digunakan 200 mesh, dengan massa 6 gram dan waktu kontaknya 90 menit.
Perbandingan Karakteristik Biodiesel Berbahan Baku Minyak Jelantah Hasil Proses Transesterifikasi Berkatalis NaOH, CaO Superbasa, dan Zeolit Pasae, Yoel; Bulo, Lise; Ivonne, Brigita
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 4 No. 1 (2019): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v4i1.831

Abstract

Salah satu faktor penentu keberhasilan dalam pengembangan proses produksi biodiesel adalah ketersediaan katalis yang mudah diperoleh dan harganya murah. Secara umum katalis yang paling banyak digunakan dalam proses transesterifikasi adalah NaOH, namun dalam beberapa tahun terakhir penelitian untuk memanfaatkan jenis katalis lainnya seperti zeolit, dan CaO superbasa juga telah dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik biodiesel yang diproduksi dari bahan baku minyak jelantah dengan menggunakan katalis NaOH, CaO superbasa, dan zeolit. Proses reaksi transesterifikasi dilangsungkan dalam reaktor gelas dengan tipe reaktor tangki berpengaduk pada suhu 650C, waktu reaksi 3 jam dengan kecepatan pengadukan 200 rpm. Karakteristik biodiesel yang diuji yaitu densitas, viskositas, dan angka asam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik biodiesel yang diperoleh dengan katalis NaOH, CaO superbasa, dan zeolit masing-masing adalah densitas (kg/m3) 872; 914; dan 918, viskositas (mm2/s) 2,93; 17,65; dan 17,34, angka asam (mg NaOH/g sampel) 0,56; 0,6; 0,6. Jika dibandingkan dengan karakteristik standar yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI) yaitu densitas 850-890, viskositas 2,3-6,0 mm2/s dan angka asam max 0,6, maka dapat disimpulkan bahwa hanya angka asam untuk biodiesel berkatalis CaO super basa dan biodiesel berkatalis zeolit yang tidak memenuhi standar SNI.

Page 7 of 17 | Total Record : 161