cover
Contact Name
Sri kustini
Contact Email
srikustini2405@gmail.com
Phone
+6283149572086
Journal Mail Official
srikustini2405@gmail.com
Editorial Address
Jl. Rancabolang no 104 (Samping Terminal Margahayu Ledeng), Kompleks Margahayu Raya, Sekejati, Kec. Buahbatu, Kota Bandung, Jawa Barat 40286
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Generics : Journal of Research in Pharmacy
ISSN : 27749967     EISSN : -     DOI : -
Generics: Journal of Research in Pharmacy diterbitkan oleh Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro. Jurnal Generics terbit dua kali dalam setahun di bulan Januari dan Juli. Generics telah memiliki ISSN Online : 2774-9967.
Articles 101 Documents
Analisis Faktor yang Memengaruhi Kualitas Hidup Lansia dengan Penyakit Kronis Novita Dhewi Ikakusumawati; Fina Hashinah
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 2 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i2.32524

Abstract

Penuaan meningkatkan prevalensi penyakit kronis pada lansia yang dapat memengaruhi kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas hidup lansia dengan penyakit kronis di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret serta menganalisis pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap kualitas hidup. Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang dilakukan pada 70 lansia selama Januari–April 2024 menggunakan teknik purposive sampling. Kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner WHOQOL-OLD, sedangkan data demografi dan klinis diperoleh dari rekam medis. Analisis data dilakukan menggunakan uji independent t-test dan Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki kualitas hidup yang baik dengan rerata skor total WHOQOL-OLD sebesar 70,58. Dari enam domain WHOQOL-OLD, domain Intimacy memperoleh skor rerata tertinggi (81,33). Status pendidikan merupakan satu-satunya faktor internal yang berpengaruh signifikan terhadap kualitas hidup (p = 0,03), di mana responden dengan tingkat pendidikan ≥12 tahun memiliki skor kualitas hidup yang lebih tinggi. Faktor eksternal tidak dapat dianalisis secara statistik karena karakteristik responden yang homogen pada kategori yang diteliti. Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan berperan penting dalam kualitas hidup lansia dengan penyakit kronis.
Efektivitas Pemberian Jet Nebulizer terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen dan Penurunan Frekuensi Napas pada Pasien PPOK Akhmad Safi'i; Etik Pamuji Wulandari; Ninik Azizah; Zulfa Khusniyah; Jihan Aauza
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 2 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i2.31257

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan gangguan saluran napas kronis yang ditandai oleh obstruksi aliran udara dan peningkatan produksi sekret bronkus, sehingga menghambat efektivitas bersihan jalan napas. Salah satu intervensi yang efektif untuk mengatasi kondisi ini adalah pemberian jet nebulizer yang berfungsi untuk melebarkan saluran napas (bronkodilatasi), mengurangi hambatan aliran udara, dan memperbaiki ventilasi paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian jet nebulizer terhadap peningkatan saturasi oksigen dan penurunan frekuensi napas. Desain penelitian ini menggunakan pra-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Sebanyak 30 pasien PPOK diberikan terapi bronkodilator melalui jet nebulizer sebanyak tiga kali sehari. Data dikumpulkan melalui pengukuran saturasi oksigen dan frekuensi napas sebelum dan sesudah intervensi pada pemberian dosis ketiga. Hasil analisis menunjukkan peningkatan rerata saturasi oksigen dari 92,9% menjadi 96,53% (p = 0,001) dan penurunan rerata frekuensi napas dari 26,13 kali/menit menjadi 22,13 kali/menit (p = 0,001). Nilai p < 0,05 menunjukkan perubahan yang signifikan secara statistik. Pemberian jet nebulizer terbukti efektif dalam meningkatkan saturasi oksigen dan menurunkan frekuensi napas. Terapi ini direkomendasikan sebagai salah satu intervensi suportif dalam penatalaksanaan pasien PPOK di ruang rawat inap.
Acceptance and Willingness to Pay for Cardiovascular Disease Screening: A Systematic Review Amalia Hanifti Choirunisa; Susi Ari Kristina; Nanang Munif Yasin
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 2 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i2.26743

Abstract

Cardiovascular Disease (CVD) ranks as the highest economic burden; many individuals remain undiagnosed due to the absence of a structured screening program or lack of early-stage treatment. Willingness to Pay (WTP) is a method used to assess consumers' preference for a product or service by evaluating their financial capacity and willingness to pay within a given population. This systematic review aimed to examine studies of WTP and factors influencing CVD screening. The required articles were collected by searching for relevant keywords in PubMed, Scopus, and Google Scholar. This systematic review was conducted using the PRISMA method. Seven studies were included in the review. Most participants were aged above 55 years, and 50% were diagnosed with early-stage hypertension. The WTP ranged from US$ 10 to US$ 500 per annual screening test. The results of reviewed studies indicate a relatively high level of acceptance for CVD screening. Family history and perception of risk are the most significant factors, besides cost. These findings can serve as a valuable reference for policymakers in implementing effective public health interventions. By developing and promoting screening programs, governments can enhance preventive measures to reduce the morbidity and mortality associated with CVD. 
Evaluasi Mutu Fisik Gel Ekstrak Daun Srikaya (Annona squamosa L.) dengan Variasi Kombinasi Gelling Agent Natrium Alginat dan Carbopol 940 Fitra Indah Wiratantri; Siti Zulaiqah; Chossy Fradine; Aurellia Hawilla; Amanda Gita Tiaravista
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 2 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i2.31385

Abstract

Daun srikaya (Annona squamosa L.) dimanfaatkan sebagai bahan terapi topikal pada kulit karena mengandung flavonoid, saponin, serta tanin. Kandungan pada daun srikaya memiliki aktivitas antibakteri, antiinflamasi, analgetik dan antioksidan yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka kulit. Gel dipilih karena kemampuannya memberikan penetrasi optimal kedalam jaringan kulit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kombinasi zat pembentuk gel dalam formulasi gel ekstrak daun srikaya terhadap mutu fisik sediaan. Sediaan gel ekstrak etanol daun srikaya dibuat dalam tiga variasi konsentrasi gelling agent natrium alginat dan carbopol 940, yaitu F1 (2%:2%), F2 (2,5%:1,5%), dan F3 (3%:1%). Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptik, viskositas, daya sebar, daya lekat, serta pengukuran pH. Hasil pengujian viskositas (F1 :361,67 dPas, F2: 343,33 dPas, FIII: 283,33 dPas), uji daya sebar (F1: 3,67 cm, F2: 3,5 cm, FIII: 3,47 cm), uji daya lekat (F1: 4,13 detik, F2: 3,74 detik, FIII: 3,25 detik), uji pH (F1: 5,25, F2: 5,45, FIII: 5,69). Penggunaan gelling agent kombinasi natrium alginat dan carbopol 940 menghasilkan gel dengan mutu fisik yang memenuhi syarat. Formula I menghasilkan mutu fisik terbaik diantara ketiga formula. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kedua bahan tersebut dapat bekerja secara efektif dalam membentuk sediaan gel dengan mutu fisik yang baik
Formulasi, Karakterisasi dan Uji Stabilitas Sediaan Emulsi Serum Minyak Biji Anggur (Vitis vinifera L.) sebagai Pelembap Kulit Wajah Vica Aspadiah; Wa Ode Sitti Zubaydah; Suryani Suryani; Rahmat Muliadi; Ersyanda Maulin Hanif Ekaputri
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 2 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i2.31592

Abstract

Kulit kering ditandai dengan penurunan kadar kelembapan kulit. Minyak biji anggur mengandung asam lemak dan senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai pelembap kulit. Penelitian ini bertujuan memformulasikan, mengevaluasi, dan menguji stabilitas sediaan emulsi serum dengan variasi konsentrasi minyak biji anggur sebagai pelembap kulit wajah. Sediaan diformulasikan dalam empat formula, yaitu F0 (0%), F1 (10%), F2 (20%), dan F3 (30%). Evaluasi meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, serta pengamatan ukuran droplet secara mikroskopik. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula memiliki warna putih, cair, dan berbau khas. Karakteristik formula pada F0–F3 meliputi nilai pH, daya sebar, daya lekat dan viskositas memenuhi persyaratan karakteristik sediaan. Tipe emulsi menunjukkan sistem minyak dalam air (M/A). Aktivitas kelembapan menunjukkan hasil terbaik pada F3 dengan nilai 45,16%. Hasil uji stabilitas selama 12 hari menunjukkan sediaan tetap stabil, dan hasil uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p > 0,05) antara nilai kelembapan sebelum dan sesudah cycling test pada seluruh formula. Kesimpulannya, formula F3 merupakan formula terbaik karena memenuhi persyaratan karakteristik fisik, memiliki aktivitas kelembapan tertinggi, serta stabil setelah pengujian stabilitas tanpa menunjukkan perbedaan kelembapan yang signifikan secara statistik.
Optimization and Physical Quality Evaluation of Sacha Inchi (Plukenetia volubilis L.) Seed Oil Emulgel Formulated with Varying Concentrations of Tween 80 and Span 80 Using the Simple Lattice Design (SLD) Method Shabrina Nindya Hutami; Taufik Turahman; Ilham Kuncahyo; Septiawan Adi Nugroho
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 2 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i2.32000

Abstract

Sacha inchi (Plukenetia volubilis L.) seed oil is a promising bioactive ingredient for topical applications due to its high content of essential fatty acids and antioxidants; however, its hydrophobic nature limits formulation stability and performance. This study aimed to develop and optimize an emulgel delivery system using a systematic mixture design approach to enhance its physicochemical characteristics. A Simplex Lattice Design (SLD) was applied to evaluate the combined effects of Tween 80 (1-5%) and Span 80 (1-5%) on key responses, including pH, viscosity, and adhesion. Emulgel formulations were prepared using a conventional emulsification method followed by incorporation into a gel base, then evaluated accordingly. Data were analyzed using Design Expert® software and ANOVA. The results showed that all formulations met the acceptable criteria for topical application, with pH (5.40–6.30), viscosity (25.1–61.2 P), and adhesion (1.46–3.5 s). Statistical analysis revealed a significant (p < 0.05) and non-linear interaction between surfactants across all responses, indicating the critical role of compositional balance. The optimized formulation, containing 5% Tween 80 and 1% Span 80, achieved a desirability value of 1.00. Overall, the SLD approach proved effective for optimizing emulgel formulations and enhancing the potential of sacha inchi oil as a stable topical delivery system.
Analisis Faktor dan Optimalisasi Pencegahan Dispensing Error pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit X Karangasem Gusti Ayu Oviani; Ni Putu Ayu Deviana Gayatri; I Gede Agus Sindhu Aditama
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 2 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i2.31621

Abstract

Medication error dapat terjadi pada tahap prescribing, transcribing, dispensing, dan administration, dimana fase dispensing memiliki angka kejadian cukup besar dan sering terjadi di Rumah Sakit. Dalam upaya mencapai target zero accident, penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor penyebab dispensing error dan upaya pencegahannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian mix-method dengan jumlah 17 petugas farmasi di Unit Farmasi Rumah Sakit X Karangasem selama 1 bulan. Faktor yang menyebabkan terjadinya dispensing error dalam penelitian ini dari hasil skor rata-rata indikator didapatkan bahwa jumlah tenaga kerja (69%), interupsi kerja (75%), kondisi lingkungan (75%), pengalaman kerja (79%), beban kerja (81%) dan komunikasi (82%). Upaya yang telah dilakukan untuk meminimalisir terjadinya dispensing error adalah dengan penambahan petugas kesehatan khususnya farmasi agar tidak mengalami beban kerja yang berlebih, membuat skala prioritas untuk mendahulukan mana yang membutuhkan obat segera jika adanya interupsi dari tenaga kesehatan, untuk meningkatkan optimalisasi kondisi lingkungan dilakukan dengan membuka depo rawat inap 24 jam, petugas kesehatan diberikan kesempatan belajar untuk meningkatkan pengalaman agar dapat meningkatkan kinerja dan meminimalisir terjadinya dispensing error, serta petugas kesehatan juga membutuhkan perbaikan sistem komunikasi yang profesional.
Studi Farmakovigilans Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan pada Pasien Bipolar Tiara Dewi Salindri Pratama; Novita Dhewi Ikakusumawati; Shaffa Claradhieta Az-zahra; Inayatush Sholikhah
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 2 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i2.30668

Abstract

Bipolar merupakan suatu penyakit mental yang menyebabkan penderitanya mengalami suatu perubahan suasana hati yang ekstrim meliputi fase mania dan depresi. Pasien bipolar biasanya mengonsumsi berbagai kombinasi obat seperti antidepresan, anticemas, antikolinergik, dan antipsikotik. Penggunaan jangka panjang berbagai jenis obat tersebut dapat menyebabkan reaksi obat yang tidak dikehendaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui reaksi obat yang tidak dikehendaki dari penggunaan obat pasien bipolar di RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif nonprobability sampling dengan metode restrospektif. Didapatkan 34 pasien populasi yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini menggunakan algoritma Naranjo. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi pengobatan pada pasien bipolar dapat menimbulkan adverse drug reaction (ADR) yang dibagi menjadi 4 jenis, yaitu gangguan gastrointestinal, gangguan ekstrapiramidal, gangguan kardiovaskular, dan gejala lainnya. Terdapat 4 tipe kejadian yaitu >9 (definite) sebanyak 16 pasien, skor 5-8 (probable) sebanyak 2 pasien, serta tidak ada pasien dengan hasil skor 1-4 (possible) dan skor 0 (doubtful). Tingkat kejadian ADR terbanyak adalah pusing yang diderita oleh 7 pasien, ADR mual diderita oleh 5 pasien, ADR mual dan muntah diderita oleh 2 pasien, ADR tremor diderita oleh 2 pasien, ADR kenaikan berat badan diderita oleh 1 pasien, dan ADR mengantuk diderita oleh 1 pasien.
Formulasi dan Evaluasi Fisik Masker Gel Peel-Off Ekstrak Etanol Daun Jamblang (Syzygium cumini (L.) Skeels) dengan Variasi Konsentrasi PVA Ester Dwi Antari; Diyan Sakti Purwanto; IIn Suhesti; Nia Tri Mandasari
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 2 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i2.30403

Abstract

Tanaman jamblang merupakan tanaman yang bermanfaat sebagai antioksidan. Pemanfaatan antioksidan pada daun jamblang sebagai perawatan kulit untuk pencegahan penuaan dini. Salah satu produk kosmetik yang banyak dijumpai adalah masker gel peel off. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan evaluasi fisik masker gel peel off ekstrak daun jamblang dengan variasi konsentrasi PVA untuk menghasilkan masker yang memenuhi persyaratan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Masker gel peel off ekstrak daun jamblang dibuat dengan menggunakan konsentrasi PVA, F1 8%, F2 12% dan F3 16%. Masker gel peel off diuji fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, waktu kering dan diuji menggunakan SPSS. Hasil uji organoleptis ketiga formula memiliki tekstur semisolid, warna coklat kemerahan dan aroma khas jamblang. Semua formula masker gel peel off memenuhi syarat uji pH, daya lekat, daya sebar, viskositas, dan waktu kering. Uji evaluasi fisik gel yang meliputi uji pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, dan waktu mengering telah menunjukkan memenuhi persyaratan pada formula 1, 2, dan 3. Berdasarkan hasil uji analisis data menggunakan One Way Anova dan Kruskal Wallis dapat disimpulkan bahwa variasi konsentrasi PVA berpengaruh terhadap uji daya sebar, daya lekat, viskositas, waktu kering dan tidak berpengaruh terhadap uji pH.
Rasionalitas Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit X Kepulauan Riau Tahun 2024 Fifin Oktaviani; Aldhehita Ari Kusumawati; Nasya Efrilianda Putri
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 2 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i2.32498

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular kronis yang menjadi kontributor utama morbiditas dan mortalitas global. Penggunaan obat antihipertensi yang tidak rasional berpotensi menurunkan efektivitas terapi dan memperburuk luaran klinis pasien. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola penggunaan antihipertensi dan mengevaluasi rasionalitasnya pada pasien rawat jalan di rumah sakit X Kepulauan Riau berdasarkan empat kriteria: tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, dan tepat dosis. Studi observasional non-eksperimental dengan desain retrospektif dilaksanakan pada periode Juli-September 2024. Sebanyak 220 rekam medis dipilih melalui systematic random sampling dan dievaluasi menggunakan JNC 8, AHA/ACC 2017, ISH 2020, dan Pharmacotherapy Handbook DiPiro edisi ke-10. Hasil menunjukkan regimen dominan adalah kombinasi dua obat Amlodipin–Candesartan (24,55%), diikuti kombinasi tiga obat Amlodipin-Candesartan-Bisoprolol (16,36%). Evaluasi rasionalitas memperoleh tepat indikasi 100%, tepat pasien 97,50%, tepat obat 78,64%, dan tepat dosis 99,09%. Temuan ini menegaskan perlunya audit farmakoterapi berkelanjutan dan penguatan kolaborasi klinisi apoteker untuk mengoptimalkan terapi antihipertensi.

Page 10 of 11 | Total Record : 101