cover
Contact Name
Eko Pramudya Laksana
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
publisher@um.ac.id
Editorial Address
Semarang St. No. 5, Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Proceedings Series of Educational Studies
ISSN : -     EISSN : 29872448     DOI : 10.17977
Core Subject : Education,
The proceedings series Proceedings of Educational Study Seriesaims to publish proceedings from conferences on the theories and methods in fields of education
Articles 696 Documents
Penyebab dan Solusi dalam Mengatasi Kenakalan Remaj Khoirunnisa Muthia
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Prosiding Seminar Nasional Departemen Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universita
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.8144

Abstract

Abstract: Child delinquency is a form of behavior that deviates from religious and social norms. Child delinquency cannot be left alone because in addition to harming himself, it can also harm other people. This research method uses a qualitative approach with descriptive research, what will happen in this study is the driving factor for delinquency. The child has within himself which has become the basic potential of every human being, family and the surrounding environment will bring the child to the attitude seen in the family and society To overcome this, guidance from parents and also a good environment can be a determinant for the development of these adolescents.Keywords: Juvenile Delinquency, BehaviorAbstrak: Kenakalan anak adalah bentuk tingkah laku yang menyimpang dari norma-norma agama dan sosial. Kenakalan Anak tidak bisa dibiarkan begitu saja karena selain merugikan dirinya sendiri juga dapat merugikan oranglain. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan penelitian deskriptif, apa yang akan terjadi pada penelitian ini adalah faktor pendorong kenakalan Anak itu telah dimiliki didalam dirinya yang telah menjadi potensi dasar setiap manusia, keluarga dan lingkungan sekitarnya akan membawa anak kepada sikap yang dilihat dalam keluarga dan masyarakat Untuk mengatasinya maka bimbingan dari orang tua dan juga lingkungan yang baik bisa menjadi penentu bagi perkembangan remaja tersebut.Kata kunci: Kenakalan Remaja, Tingkah Laku
The Effectiveness of Bibliocounseling Techniques as an Effort to Increase Students' Empathic Resilience in Preventing Cases of Bullying Umaruddin Umaruddin; Ismail Tolla; Hamsu Abdul Gani
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Proceeding of International Seminar Indonesia-Malaysia 2023
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.9135

Abstract

The research aims to test the effectiveness of using bibliocounseling techniques in increasing student empathy in preventing bullying cases in junior high schools, using a quasi-experimental research design, pretest posttest one group design. The research subjects were five students who had low empathy criteria as measured using the student empathy scale. This research data collection method uses an empathy scale given at the beginning and end of treatment. Providing treatment using bibliocounseling in the form of short stories which in its application has several stages including: students are given time to read short stories, discuss the content of the story, reflect on themselves, develop commitment, try out commitment and reflect on experiences. Based on the results of the analysis, bibliocounseling using short stories is effective in increasing student empathy as an effort to prevent bullying cases in schools. This can be seen from the increase in scores at the end of the meeting. The pretest results from 5 people showed a minimum score of 60 and a maximum score of 66 with an average of 64. , standard deviation 2.455 after following treatment. The posttest results show a minimum score of 99 and a maximum score of 117 with a mean of 107.
Pengaruh Keterlibatan Masyarakat dalam Mendorong Kebijakan Pendidikan di Era 5.0 Terkait Multikulturalisme Za’imatul Wahyudi
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Seminar Pembinaan Mental Kebangsaan "Hidup Berbangsa dengan Kesadaran Multikultural: Praktik B
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.8187

Abstract

Keterlibatan masyarakat dalam mendorong kebijakan pendidikan era 5.0, terkait multikulturalisme, sangat berdampak. Keterlibatan masyarakat juga meningkatkan kualitas pendidikan dengan program inklusif, mempromosikan penghargaan terhadap budaya dalam kurikulum, mengurangi diskriminasi, dan menciptakan lingkungan pendidikan inklusif. Keterlibatan ini juga memperkuat hubungan antar komunitas yang beragam, mendukung pandangan dunia inklusif di era 5.0.
Problematika Pengembangan Komitmen Guru di Era New Normal Eduation Lely Adiba Saharani; Hasna Dwi Purbaningrum; Hifani Nimas Tyas
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Prosiding Seminar Nasional Peran Manajemen Pendidikan untuk Menyiapkan Sekolah Unggul Era Lear
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.7874

Abstract

Abstract: In the current development of the new normal education era, teachers are required to be sensitive, fast, and responsive in preparing themselves to carry out their duties to take advantage of existing technology. In carrying out their duties and responsibilities, the teacher must have a commitment that is firmly held as a form of self-loyalty. This research discusses teacher commitment in the new normal education era, the research that has been conducted aims to explain (1) teacher commitment; (2) description of the problems or obstacles faced by the principal in developing teacher commitment; and (3) solutions and implementation of developing teacher commitment in facing the new normal education era at SDN Sumbersari 2 Malang City. The method used in this study is a single case study approach and data collection by interviews, documentary studies, and observation. The results of the research show that (1) the teacher's commitment carried out at SDN Sumbersari 2 can be said to be successful because it is in accordance with the existing criteria in the process of implementing teacher commitments, (2) the problems faced by the principal as a supervisor in developing teacher commitment, namely adjusting curriculum with technology, and (3) the solution implemented in developing teacher commitment in the new normal education era is to provide new innovations regarding the development of science and technology with training or workshops, online meetings, workshops, and so on.Keywords: new era normal; education; teacher; commitmentAbstrak: Pada perkembangan era new normal education saat ini guru dituntut untuk peka, cepat, dan tanggap dalam mempersiapkan diri menjalankan tugasnya untuk memanfaatkan teknologi yang ada. Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya guru tentunya harus memiliki komitmen yang dipegang teguh sebagai bentuk loyalitas dirinya. Penelitian ini membahas mengenai komitmen guru pada era new normal education, penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk menjelaskan (1) komitmen guru; (2) gambaran problematika atau kendala yang dihadapi kepala sekolah dalam mengembangkan komitmen guru; dan (3) solusi dan penerapan dari pengembangan komitmen guru dalam menghadapi era new normal education di SDN Sumbersari 2 Kota Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan studi kasus tunggal dan pengumpulan data dengan wawancara, studi dokumenter, dan observasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa (1) komitmen guru yang dijalankan di SDN Sumbersari 2 dapat dikatakan berhasil karena sudah sesuai dengan kriteria yang ada dalam proses pelaksanaan komitmen guru, (2) problematika yang dihadapi oleh kepala sekolah sebagai seorang supervisor dalam pengembangan komitmen guru yaitu menyesuaikan kurikulum dengan teknologi, dan (3) solusi yang diterapkan dalam pengembangan komitmen guru pada era new normal education adalah dengan memberikan inovasi baru mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan pelatihan atau workshop, rapat online, lokakarya, dan lain sebagainya.Kata kunci: era new normal; pendidikan; guru; komitmen
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Peserta Didik Roselinda Dwi Ardina
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Prosiding Seminar Nasional Peran Manajemen Pendidikan untuk Menyiapkan Sekolah Unggul Era Lear
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.7899

Abstract

Abstract: The absence of students during class learning can affect the grades and academic achievements of these students. Absence is the absence of students in learning in class. Student absence is divided into 3 types, namely permission (I), illness (S), and alpha (A). The absence of students can be caused by several factors, including: family factors, self-factors, community factors, and also school environmental factors. However, one of the efforts that can be carried out by schools in order to get past the absence of students is one of them, namely by trying to reinforce the provisions of the rules that exist in schools. The purpose of writing this article is to analyze the impact of absence on student achievement. The method of writing this article is by collecting data from book reviews, online journals, and scientific articles regarding student absences. The achievement of each student is affected by several factors, for example, because students are not present at school which results in being left behind in class learning material.Keywords: the factor; achievement; studentsAbstrak: Ketidakhadiran peserta didik pada saat pembelajaran di kelas dapat mempengaruhi nilai maupun prestasi akademik peserta didik tersebut. Ketidakhadiran merupakan ketidakadaan peserta didik di dalam pembelajaran di kelas. Ketidakhadiran peserta didik dibagi menjadi 3 jenis, yaitu ijin (I), sakit (S), dan alpha (A). Ketidakhadiran peserta didik dapat dikarenakan oleh beberapa faktor antara lain yaitu: faktor keluarga, faktor diri sendiri, faktor masyarakat, dan juga faktor lingkungan sekolah. Namun, upaya-upaya yang dapat dilaksanakan oleh sekolah dalam rangka melewati perkara ketidakhadiran peserta didik tersebut salah satunya yaitu dengan upaya mempertegas ketentuan tata tertib yang ada di sekolah. Tujuan penulisan artikel ini yaitu untuk menganalisis dampakketidakhadiran terhadap prestasi peserta didik. Metode penulian artikel ini dengan cara mengumpulkan data hasil dari review buku, jurnal online, dan artikel ilmiah mengenai ketidakhadiran peserta didik. Prestasi masing-masing peserta didik terpengaruh dari beberapa faktor misalnya yaitu karena peserta didik tidak hadir ke sekolah yang mengakibatkan ketertinggalan materi pembelajaran yang dilakukan di kelas.Kata kunci: Faktor; Prestasi; dan Peserta Didik
Agen Perubahan di SMKS Penerbangan Angkasa Nasional Kota Padang Khasanah, Havizatul; Rifma, Rifma
Proceedings Series of Educational Studies 2024: Leadership behavior and its Effectiveness in Leading School Organization
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : A change agent is a person who is able to bring about change within his/her institution. Change agents are usually people who are confident and have an optimistic attitude, so that with that attitude a change agent can invite other members or colleagues to be able to change even he is able to bring change in his institution. In schools, change agents can be principals, teachers, students or parents. In general, the change agent in the school is the principal as a leader who is able to invite members to change because he has a high position in the school. The research method used in writing this article is a qualitative method with an observation approach and interview sources. The research was conducted to find out the agents of change that exist in SMKS Penerbangan Angkasa Nasional Padang city and how the role of these agents of change. It can be seen that the agent of change at SMKS Penerbangan Angkasa Nasional is the principal as the school leader and the changes made by the school there are 2 types of changes, namely physical and non-physical changes, the changes made in this school did not get rejection from the school community because it was considered that the changes had a good impact on the development of the school.abstrak : Agen perubahan adalah orang yang mampu membawa perubahan didalam lembaganya. Agen perubahan biasanya orang yang percaya diri dan memiliki sikap yang optimis, sehingga dengan sikapnya itu seorang agen perubahan dapat mengajak anggota lain atau rekannya untuk dapat berubah bahkan ia mampu membawa perubahan dalam lembaganya. Di sekolah agen perubahan bisa jadi kepala sekolah, guru, siswa maupun orang tua siswa. Pada umumnya agen perubahan di sekolah itu adalah kepala sekolah sebaagi pemimpin yang mampu mengaja anggota untuk dapat berubah karena ia memiliki jabatan yang tinggi di sekolah. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan arikel ini adalah metode kualitatif dnegan pendekatan observasi dan interview narasumber. Penelitian dilakukan untuk mengetahui agen perubahan yang ada di SMKS Penerbangan Angkasa Nasional kota Padang dan bagaimana peranan agen perubahan tersebut. Dapat diketahui bahwa agen perubahan di SMKS Penerbangan Angkasa Nasional adalah kepala sekolah selaku pemimpin sekolah dan perubahan yang dilakukan sekolah ada 2 jenis perubahan yaitu perubahan fisik dan non fisik, perubahan yang dilakukan di sekolah ini tidak mendapatkan penolakan dari warga sekolah karena dianggap perubahan berdampak baik terhadap perkembangan sekolah.
Blended Learning Berwawasan Literasi Digital Sebagai Upaya Memenuhi Tantangan Pembelajaran Abad 21 Hanik Khusnul Khotimah; Isykarima Amalia Vita Noor Izzaty
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Prosiding Seminar Nasional Departemen Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universita
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.8135

Abstract

Abstract: Learning in the 21st century is inseparable from advances in science, technological developments, and digital information. The standard for 21st century or digital century schools for teachers and students is the application of technology in learning. Digitalization of technology in the world of education has resulted in innovations in learning activities, learning resources, and learning models. Implementation of learning with a Blended Learning model can optimize students' digital literacy which will affect the increase in the quality of learning. So far, digital literacy is only known through social media which contains various information, but has not been optimized to support improving the quality of learning. The method used in this research is literature study by relying on various literature to obtain data and using a qualitative approach. As the forefront of education, teachers need to continue to adapt and develop learning strategies to produce quality learning outcomes. The concept of digital literacy in a proportionally developed Blended Learning setting can be considered as an effort to improve the quality of learning in the 21st century.Keywords: Blended Learning, digital literacy, 21st century learningAbstrak: Pembelajaran abad 21 tidak terlepas dari majunya ilmu pengetahuan, perkembangan teknologi, dan informasi digital. Standar untuk sekolah abad 21 atau abad digital bagi guru dan peserta didik adalah dengan penerapan teknologi dalam pembelajaran. Digitalisasi teknologi dalam dunia pendidikan telah mengakibatkan adanya inovasi dalam kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan model pembelajaran. Implementasi pembelajaran dengan model Blended Learning dapat mengoptimalkan literasi digital peserta didik yang akan berpengaruh terhadap meningkatnya kualitas pembelajaran. Selama ini literasi digital hanya dikenal melalui media sosial yang memuat berbagai informasi, namun belum dioptimalkan untuk mendukung peningkatan mutu pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dengan mengandalkan berbagai literatur untuk mendapatkan data dan menggunakan pendekatan kualitatif. Sebagai garda terdepan pendidikan, guru perlu terus beradaptasi dan mengembangkan strategi pembelajaran untuk menghasilkan outcome pembelajaran yang berkualitas. Konsep literasi digital dalam setting Blended Learning yang dikembangkan secara proporsional dapat dipertimbangkan sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pada abad 21.Kata kunci: Blended Learning, literasi digital, pembelajaran abad 21.
Resiliensi Akademik Remaja di Era Merdeka Belajar: Sebuah Tinjauan Aksiologi Muh. Nur Alamsyah; Nur Hidayah; Yuliati Hotifah
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Proceeding of International Seminar Indonesia-Malaysia 2023
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.9120

Abstract

Merdeka belajar adalah suatu konsep yang memberikan kebebasan kepada pengajar dan siswa untuk memilih sistem pembelajaran. Kurikulum ini menjadikan siswa sebagai subjek, sehingga fokus pada resiliensi akademik menjadi penting, mengingat tantangan dan tekanan yang muncul dalam era merdeka belajar. Studi ini bertujuan untuk melakukan tinjauan aksiologi terhadap resiliensi akademik remaja (peserta didik) di era merdeka belajar. Metode penelitian ini melibatkan studi literatur dan analisis aksiologis terhadap konsep resiliensi akademik. Data dikumpulkan melalui penelusuran artikel, buku, dan sumber-sumber literatur terkait untuk memahami perkembangan konsep resiliensi akademik dan nilai-nilai aksiologis yang terkandung di dalamnya. Dalam konteks merdeka belajar, studi ini menunjukkan bahwa aspek-aspek aksiologis seperti tanggung jawab, disiplin, dan integritas memiliki peran yang penting dalam membentuk resiliensi akademik remaja. Kesadaran terhadap nilai-nilai ini dapat memberikan landasan moral dan etis bagi remaja dalam menghadapi dinamika belajar yang semakin kompleks. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman resiliensi akademik remaja di era merdeka belajar melalui perspektif aksiologi. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang bagaimana nilai-nilai aksiologis mempengaruhi resiliensi akademik, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pemahaman yang lebih mendalam tentang tantangan dan peluang pendidikan di era Merdeka Belajar.
Membangun Masa Depan Bangsa dengan Membumikan Multicultural Education dalam Setiap Sekolah Syilvia Ifani
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Seminar Pembinaan Mental Kebangsaan "Hidup Berbangsa dengan Kesadaran Multikultural: Praktik B
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.8178

Abstract

Menyatukan Harmoni dalam Negeri: Menegakkan Pilar Persatuan melalui PendidikanMultikultural. Hidup berdampingan dalam keberagaman adalah sebuah kekuatan. Jangansampai masyarakat mudah terprovokasi untuk terpecah belah. Tanamkan toleransi, persatuandan kesatuan bangsa. Memang tidak mudah, namun dengan langkah kecil untuk memulaidengan konsisten, maka akan mendapat hasil terbaik yang akan mengikuti.
Implementasi Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam Upaya Mempersiapkan Generasi Siap Menghadapi Era Revolusi 5.0 pada Masa Covid-19 dan Pasca Covid-19 Bagus Subambang; Indra Lesmana
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Prosiding Seminar Nasional Peran Manajemen Pendidikan untuk Menyiapkan Sekolah Unggul Era Lear
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.7864

Abstract

Abstract: We have gone through the Covid-19 pandemic with various efforts to overcome the problems thatarise from the outbreak. The transition of learning methods by utilizing the internet network (online)or known as distance learning (PJJ) became a solution at that time. In an effort to prepare thegeneration ready to face the era of revolution 5.0, the implementation of PJJ is expected not only tobe carried out limited to the Covid-19 pandemic, because there needs to be continuous habituationboth from the teacher as facilitator and students as actors in learning. This study aims to explain, (1)Obstacles encountered during the implementation of distance learning (PJJ), (2) Solutions providedas an effort to keep distance learning used after the COVID-19 pandemic. This research method usesa qualitative descriptive approach. The data collection technique in this study is a literature review.The result of this study is that there are still many obstacles encountered in the implementation ofdistance learning (PJJ). The solution provided is for the government to create learning applicationsthat can be accessed for free and can be used for post-COVID-19 learning and teachers in schools areincluded in training on the use of applications to support learning activities.Keywords: COVID 19, distance learning, revolution 5.0, facilitators Abstrak: Pandemi Covid-19 sudah kita lalui dengan beragam upaya untuk mengatasi permasalahan permasalahan yang muncul dari wabah tersebut. Peralihan metode pembelajaran dengan memanfaatkan jejaring internet (daring) atau dikenal dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) menjadi solusi pada masa tersebut. Dalam upaya untuk mempersiapkan generasi siap menghadapi era revolusi 5.0, Implementasi PJJ harapannya tidak hanya dilaksanakan terbatas pada masa pandemi Covid-19, sebab perlu adanya pembiasaan yang sifatnya kontinu baik dari pihak guru selaku fasilitator dan peserta didik sebagai aktor dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan, (1) Kendala yang ditemui saat implementasi pembelajaran jarak jauh (PJJ), (2) Solusi yang diberikan sebagai upaya agar pembelajaran jarak jauh tetap digunakan pasca pandemi covid19. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu kajian kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah masih banyak kendala yang ditemui pada impelementasi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Solusi yang diberikan adalah pemerintah membuat aplikasi pembelajaran yang dapat diakses secara gratis dan dapat digunakan untuk pembelajaran pasca covid-19 serta guru-guru yang ada di sekolah diikutsertakan pelatihan mengenai penggunaan aplikasi-aplikasi penunjang kegiatan pembelajaran.Kata kunci: covid 19, pembelajaran jarak jauh, revolusi 5.0, fasilitator

Page 8 of 70 | Total Record : 696