Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan
Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra, dan Pendidikan, diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Nahdlatul Wathan Mataram, bertujuan untuk menerbitkan berbagai laporan penelitian, studi literatur dan tulisan ilmiah tentang fonetik, fonologi, morfologi, sintaksis, analisis wacana, pragmatik, antropolinguistik, bahasa dan budaya, dialektologi, dokumentasi bahasa, linguistik forensik, linguistik sejarah komparatif, linguistik kognitif, linguistik komputasional, linguistik korpus, neurolinguistik, pendidikan bahasa, penerjemahan, perencanaan bahasa, psikolinguistik, sosiolinguistik, sastra modern dan daerah, sastra lisan, sastra anak, pembelajaran bahasa dan sastra, pengembangan media dan metode pembelajaran bahasa Indonesia dan inggris. Terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan April dan November. Setiap artikel yang dimuat di Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan melalui proses reviwu yang mendalam. Penulis diundang untuk mengirimkan naskah yang termasuk dalam ruang lingkup Kajian linguistik, sastra dan pendidikan Bahasa Indonesia serta Inggris. Silakan baca informasi tentang proses peer-review . Artikel yang diterbitkan di Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan akan melalui proses peer-review double-blind. Oleh karena itu, keputusan diterima atau tidaknya artikel ilmiah tersebut menjadi hak Dewan Redaksi berdasarkan rekomendasi dari peer reviewer.
Articles
31 Documents
Search results for
, issue
"Vol 9 No 1 (2024)"
:
31 Documents
clear
Afiksasi Verba Bahasa Sunda dan Indonesia pada Cerpen “Stiker Hemat Energi”
Fadilla, Salma;
Rosidin, Odien
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v9i1.1560
Penelitian bertujuan untuk mengantisipasi ganguan yang ditemui pembelajar dalam mempelajari B-2. Data dalam penelitian berasal dari cerpen “Stiker Hemat Energi” yang merupakan cerpen dari buku Basa Sunda Urang karya Tatang Sumarsono (2017). Teknik penelitian ini menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi bentuk afiksasi verba bahasa Sunda dan Indonesia dalam cerpen “Stiker Hemat Energi” dan menggunakan teknik studi dokumentasi yang berkaitan dengan teori analisis kontrastif dan morfologis. Hasil penelitian menunjukan adanya kesamaan dan perbedaan bentuk afiksasi verba dalam bahasa Sunda dan Indonesia. kesamaan bentuk afiksasi verba dalam bahasa Sunda dan Indonesia, yakni prefiks {di-} dalam bahasa Sunda dengan prefiks {di-} dalam bahasa Indonesia; konfiks {di-…-keun} dalam bahasa Sunda dengan konfiks {di-…-kan} dalam bahasa Indonesia; konfiks {nga-…-keun}, {ny-…-keun}, dan {n-…-keun} dalam bahasa sunda dengan konfiks {me(N)-…-kan} dalam bahasa Indonesia; dan konfiks {nga-…-na} pada bahasa sunda dengan konfiks {me(N)-…-nya} pada bahasa Indonesia. Dalam penelitian ini juga ditemukan kesamaan dan perbedaan makna antara afiksasi verba bahasa Sunda dan Indonesia. kesamaan makna afiks verba bahasa Sunda dan Indonesia, yakni sufiks {-keun + -eun} dalam bahasa Sunda dengan konfiks {di-…-kan} dalam bahasa Indonesia dan konfiks {di-…-keun} pada bahasa Sunda dengan konfiks {di-…-kan} pada bahasa Indonesia, kedua afiks ini sama-sama membentuk makna verba pasif yang bermakna ‘melakukan perbuatan yang bersifat pasif’. Dalam penelitian ini juga dapat diketahui bahwa pada bahasa Sunda dan Indonesia terdapat kesamaan atau persamaan dalam kelas bentuk dasar, yakni penggunaan kata benda, kerja, dan sifat.
Relevansi Kalimat Imperatif Dalam Video Memasak Guntur I Wayan Sebagai Media Pembelajaran Teks Prosedur di SMP
Ni Wayan, Sri Darmawati;
Putrayasa, Ida Bagus;
Dewantara, I Putu Mas
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v9i1.1599
Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif yang secara khusus meneliti terkait relevansi konten video di Kanal YouTube Guntur IWayan sebagai media pembelajaran teks prosedur di SMP. Subjek dalam penelitian ini berupa konten video YouTube Guntur I Wayan tentang masakan khas Bali. Objek dalam penelitian ini adalah relevansi video memasak dengan pembelajaran teks prosedur di SMP. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak. Selanjutnya, data disajikan dalam bentuk tabel dan kata-kata sesuai dengan uraian-uraian yang menjawab rumusan masalah. Ditemukan sebanyak 6 (enam) kalimat imperatif dalam video memasak Guntur I Wayan dan video-video tersebut memiliki relevansi terhadap pembelajaran teks prosedur di SMP.
Penerapan Pendekatan Kontruktivisme-Metakognitif dalam Pembelajaran Gramatika di Kelas XI-Fase F SMK Negeri Bali Mandara
yani, Kadek Pera;
Sutama, I Made;
Dewantara, I Putu Mas
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v9i1.1632
Penelitian ini bertujuan untuk (a) mengetahui penerapan pendekatan kontruktivisme-metakognitif pada pembelajaran gramatika di kelas XI SMK Negeri Bali Mandara, (b) untuk mengetahui respons siswa terhadap penerapan pendekatan kontruktivisme-metakognitif pada pembelajaran gramatika di kelas XI SMK Negeri Bali Mandara, (c) untuk mengetahui hasil belajar bahasa siswa pada penerapan pendekatan kontruktivisme-metakognitif dalam pembelajaran gramatika di kelas XI SMK Negeri Bali Mandara. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian meliputi (a) penerapan pendekatan kontruktivis-metakognitif dalam pembelajaran gramatika memberikan dampak yang sangat baik terhadap perkembangan berfikir kritis dan kemandirian peserta didik, dibuktikan melalui hasil pengamatan bahwa siswa sangat antusias mengikuti pembelajaran tersebut. Selain itu langkah yang dilakukan guru telah sesuai dengan pedoman pendekatan kontruktivis metakognitif meskipun terdapat satu sintak pembelajaran dilewatkan guru namun ternyata tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap tujuan pembelajaran; (b) respons siswa pada pembelajaran ini sangat positif dibuktikan melalui angket respons siswa bahwa sebanyak 27 siswa merespons sangat positif dan 2 siswa memberikan respons positif; (c) hasil belajar siswa menunjukkan bahwa sebanyak 23 siswa memperoleh predikat baik dan 6 siswa memperoleh predikat amat baik sesuai dengan pedoman interval nilai penulisan karya ilmiah.
Nilai Sosial Pada Novel Janshen Sebagai Alternatif Bahan Ajar Di SMA
Saputri, Andari;
Suparmin, Suparmin;
Septiari, Wahyu Dini
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v9i1.1712
Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan bentuk-bentuk nilai sosial dalam novel Janshen karya Risa Saraswati dan (2) Mendeskripsikan relevansi nilai sosial dalam novel Janshen karya Risa Saraswati sebagai alternatif bahan ajar di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data penelitian yaitu nilai sosial berupa nilai kasih sayang (pengabdian, tolong-menolong, kekeluargaan, kesetiaan, dan kepedulian), nilai tanggung jawab (rasa memiliki, disiplin, dan empati), dan nilai keserasian hidup (keadilan, toleransi, dan kerjasama). Hasil penelitian menunjukkan adanya nilai sosial yang terkandung dalam novel Janshen. Adapun teknik pengumpulan data meliputi teknik pustaka, baca, dan catat. Sedangkan teknik analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil analisis kemudian direlevansikan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas XI KD 3.7. Kata Kunci: nilai sosial, novel, bahan ajar.
FITUR-FITUR PROSODIK DALAM BAHASA MELAYU BANGKA, DIALEK SUNGAILIAT: KAJIAN FONETIK AKUSTIK
Lubis, Donal Fernado;
Bowo, Tri Arie;
Zahan, Mochammad Sultan;
Kilen, Kevin Georgy
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v9i1.1749
The Bangka Malay language, which is a Malay-Polynesian language family, has dialect variations with heterogeneous sub-dialects within it, and one of them is Sungailiat dialect. The purpose of this study is to focus on documenting prosodic features of Sungailiat dialect as one of the dialects in Bangka Malay language. This research is a qualitative research with research stages applying phonetic experiments using a practical phonetic and phonology approaches developed by Collins and Mess (2019). Prosodic features include speech intensity, duration, and intonation. Data collection was carried out through a process of observation, interview, and recording of respondents who are native speakers of the Sungailiat dialect. The data were processed by using voice analyzer software Praat version 6.3.03 to obtain accurate measurements of intensity, duration, and intonation. The results of the analysis show some variations in lexical entries, particularly from the elder informants. Intensity is marked by the oscillation of intensity contours and the frequency densities since the speech flows in co-articulation effect. That means that the adjacent vowels or consonants interchange to form the speech dynamics. Speech intonation in Sungailiat dialect is identical with accentuations of initial syllable, particularly when addressing someone. Imperative mood is prone to be in offering form rather than in command. In speech duration, elder informants are likely to show the whole prosodic variables particularly, as in the flow of their speech in higher pace, and more accented points in intonation contours. Interference of culture in daily communications is believed to shape Sungailiat dialect as it is shown in the prosodic analysis.
Politeness Strategies In Dialogue Characters John Wick Chapter 3
Adi Putra, I Nyoman Dika;
Marantika, I Made Yogi
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v9i1.1804
The aims of this study is to identify four aspects of politeness strategies, those.are.bald on record, positive and negative strategies, off record based on the theory of politeness strategies from Brown and Levinson (1987). The data were collected by several steps: downloading the movie, watching the movie, reading the script and identifying the utterances use by the characters in the movie. While the qualitative description was chosen as the method. The result of this study shows 34 data how the characters used the politeness strategies in the film John Wick Chapter 3. The data is classified according to the four types of politeness strategy, bald on record, positive and negative politeness, off record. Based on the results of the study In the film John Wick Chapter 3, understanding the various types of politeness strategies can help speakers and listeners understand each other and to achieve communication goals.
Menulis Cerpen dengan Konsep Spritualisme Kritis
Hardi, Rahmat Sulhan
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v9i1.1816
Tulisan ini mendeskripsikan tahapan dalam pembelajaran menulis cerita pendek yang menggabungkan antara teori dan latihan menulis. Pembelajaran ini terdiri atas tiga tahapan yaitu tahap pramenulis, tahap menulis, dan tahap pasca menulis. Pada tahapan pramenulis, mahasiswa mendapatkan motivasi dan teori terkait menulis cerpen dan konsep spiritualisme kritis yang dipopulerkan Ayu Utami sebagai modal dasar sebelum menulis. Konsep spiritualisme kritis yang akan membantu mereka untuk menemukan gaya menulis mereka sendiri. Pada tahap menulis, mahasiswa menulis cerita mini dan mengembangkannya menjadi cerita pendek. Pada tahapan terakhir yaitu tahap pascamenulis, mahasiswa membacakan cerpennya, mendapatkan tanggapan dari dosen, penyuntingan, dan penerbitan karya.
Respons Mahasiswa Terhadap Bahan Ajar Apresiasi Sastra Berbasis Digital dalam Penguatan Karakter Komunikatif dan Kolaboratif
Pinatih, Ni Luh Eka Purnami;
Wedasuwari, Ida Ayu Made;
Susrawan, Nyoman Adi;
Putra, I Komang Widana
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v9i1.1834
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons mahasiswa terhadap bahan ajar apresiasi sastra berbasis digital dalam penguatan karakter komunikatif dan kolaboratif. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang menggunakan metode pengumpulan data dalam bentuk angket. Hasil penelitian ini menunjukkan mahasiswa memberikan respons yang positif yaitu sebesar 96.54% mahasiswa sangat setuju dan setuju bahwa penggunaan bahan ajar apresiasi sastra berbasis digital dapat menguatkan karakter komunikatif dan kolaboratif. Penelitian ini berimplikasi terhadap pengajaran sastra dalam hal apresiasi satra sehingga kegiatan apresiasi sastra yang dilakukan dapat membantu mahasiswa dalam menguatkan karakter komunikatif dan kolaboratif.
Lexical Ambiguity in News Headlines of CNN World; Semantics Study
Diana, Erica;
Simatupang, Ervina CM
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v9i1.1938
News headlines serve as condensed gateways to information, yet they often harbor layers of ambiguity, influencing how readers interpret and engage with news. This study scrutinizes the pervasive presence of lexical ambiguity within the headlines of CNN World, employing a semantic lens to unravel its multifaceted nature. Through a meticulous analysis of linguistic structures and contextual nuances, the research dissects various instances of ambiguity, delineating the intricate interplay between words, phrases, and diverse interpretations. This research aims to identify the types of lexical ambiguity and analyze the meanings of lexical ambiguity in news headlines from CNN World. The theory used in this research is the theory from Kreidler (2002) and Lyons (1996). The research used a descriptive qualitative method to classify and the data source which taken from CNN World news headlines published in 2023. The result of research, there are 4 homonyms (60%) and 2 polysemy (40%) found in 6 news headlines from CNN. The most common form was homonymy. And the meaning occurs in this research is contextual meaning.
Flouting Maxims in the Inside Out Film (2015); Pragmatics Study
Firdaus, Nastha Cecillia;
Simatupang, Ervina CM
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v9i1.1939
The purpose of this research is to delve into the field of pragmatics, which involves understanding how meaning is conveyed by a speaker or writer and interpreted by a listener or reader, with a specific focus on instances of conversational flouting in the movie "Inside Out." The descriptive qualitative approach is used in this research to answer the research questions. The flouting maxims were found in some of the conversations from the Inside Out movie along with the function. The results of this research shows that Flouting the maxim of quality and manner is the most common type that has been observed in the characters, each constituting 30% of the data. Different functions were also identified, and the research indicates that characters in the movie predominantly exhibit maxim flouting driven by a single motive—specifically, the competitive function, which constitutes 40% of all the instances observed. Whereas convivial, collaborative, and conflictive functions are not as frequent as competitive functions.