cover
Contact Name
Sumardi Efendi
Contact Email
fanshurinstitute@gmail.com
Phone
+6285260083890
Journal Mail Official
fanshurinstitute@gmail.com
Editorial Address
Jl. Daud Dariah Komplek Perumahan Cinta Kasih Paya Peunaga Kec. Meureubo Kab. Aceh Barat – Indonesia, Kode Pos 23687
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Published by FANSHUR INSTITUTE
ISSN : 30468949     EISSN : 30468957     DOI : -
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora merupakan Jurnal yang diterbitkan 3 (tiga) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Juni dan Oktober oleh FANSHUR INSTITUTE: Research and Knowledge Sharing in Aceh. Sebagai jurnal multidisiplin nasional yang mencakup berbagai isu dalam kajian ilmu-ilmu sosial dan humaniora, menerima tulisan hasil kajian dan penelitian dari para peneliti, dosen dan mahasiswa dalam bidang kajian meliputi: 1. Hukum, 2. Ekonomi, 3. Psikologi, 4. Komunikasi, 5. Seni dan Budaya, 6. Sosial dan Politik, 7. Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual dan hasil penelitian yang telah dicapai.
Articles 115 Documents
Problematika Sinkronisasi Peraturan Pusat dan Daerah Dalam Pelaksanaan Penanaman Modal Asing Di Indonesia Gabrielle Amodia Annabell
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 3 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i3.518

Abstract

Salam Bapak/Ibu Pengelola Jurnal sebagai bentuk dukungan kepada Jurnal yang Bapak/Ibu kelola berikut kami kirimkan artikel semoga bisa di publish, terimakasih sebelumnya
Lulusan Melimpah Dan Pekerjaan Terbatas: Refleksi Teologis Tentang Pergulatan Orang Muda Mencari Masa Depan Marselina Tamu Ina; Matilda Danut; Maria Fitriani Eberka; Maria Flaviana Astri; Oktaviana Dinda
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 3 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i3.550

Abstract

Artikel ini membahas refleksi teologis terhadap fenomena meningkatnya jumlah lulusan perguruan tinggi di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan di Indonesia. Meningkatnya angka pengangguran di kalangan generasi muda tidak hanya menimbulkan persoalan ekonomi, tetapi juga memicu krisis eksistensial yang berkaitan dengan identitas, martabat, dan harapan akan masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis realitas struktural surplus lulusan dari perspektif teologi Kristen, khususnya melalui doktrin panggilan hidup (vokasi), eskatologi, dan martabat kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka serta desain deskriptif-analitis. Data diperoleh dari literatur teologi, ajaran sosial Gereja, jurnal akademik, serta laporan empiris ketenagakerjaan dari Badan Pusat Statistik dan International Labour Organization. Analisis dilakukan melalui hermeneutika teologis dengan mempertemukan teks-teks teologi dan realitas sosial kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teologi Kristen menyediakan kerangka moral dan spiritual yang relevan untuk merespons krisis pengangguran kaum muda. Doktrin panggilan hidup menegaskan bahwa identitas manusia tidak semata-mata ditentukan oleh keberhasilan profesi, melainkan oleh relasinya dengan Allah dan sesama. Eskatologi Kristen menawarkan pengharapan yang menguatkan kaum muda untuk bertahan dalam ketidakpastian tanpa kehilangan makna hidup. Sementara itu, teologi kerja menegaskan martabat manusia melampaui produktivitas ekonomi serta mendorong Gereja untuk terlibat dalam pendampingan pastoral, pemberdayaan sosial, dan kritik profetis terhadap struktur ekonomi yang tidak adil. Dengan demikian, Gereja dipanggil bukan hanya untuk memberikan penghiburan spiritual, tetapi juga untuk secara aktif berpartisipasi dalam membangun masa depan yang lebih manusiawi dan bermartabat bagi kaum muda.
Analisis Perbandingan Dan Kesesuaian Pengaturan Biaya Gagal Bayar Layanan Paylater Antara Hukum Syariah Dan Hukum Positif Di Indonesia Sofi Amalia Aulia Jannah; Nuhla Sofwatin Nisa’; Baidhowi Baidhowi
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 3 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i3.551

Abstract

Pembangunan digital dan e-commerce yang pesat di Indonesia telah mendorong penggunaan layanan pembayaran yang besar. Namun, fenomena ini sering didorong oleh perilaku konsumsi impulsif (FOMO) dan kurangnya pengetahuan keuangan, terutama di kalangan Gen Z, yang meningkatkan risiko gagal bayar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa pengaturan biaya gagal bayar layanan “paylater” dari sudut pandang hukum syariah dan hukum positif Indonesia, dan juga untuk mengevaluasi seberapa baik dan sebanding keduanya. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (penelitian kepustakaan). Data primer yang digunakan termasuk POJK No. 32 Tahun 2025, POJK No. 22 Tahun 2023, dan Fatwa DSN-MUI No. 17/2000. Studi menunjukkan bahwa dalam hukum positif, sanksi gagal bayar berupa denda administratif yang dimaksudkan untuk menjaga disiplin bisnis dan stabilitas ekonomi, dan dananya dapat dianggap sebagai pendapatan penyelenggara. Sebaliknya, dalam hukum syariah, sanksi adalah ta'zir yang bersifat edukatif dan hanya boleh dikenakan pada debitur yang mampu tetapi menunda pembayaran, dan dananya harus dialokasikan sepenuhnya untuk kepentingan sosial (charity). Analisis perbandingan menunjukkan beberapa kesesuaian dalam hal transparansi biaya dan perlindungan konsumen. Namun, ada perbedaan filosofis mendasar tentang pengelolaan denda dan tujuan sanksi. Selain itu, ada celah hukum (legal gap) karena regulasi OJK saat ini belum menetapkan batasan teknis khusus untuk operasi paylater syariah. Ini berisiko menjadikan label syariah sekadar komoditas simbolis tanpa memenuhi substansi akad muamalah secara keseluruhan.
Analisis Investasi Pertambangan dan Perubahan Sosial Masyarakat di Aceh Barat Fajar Ziyady; Afriani Maifizar
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 3 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i3.559

Abstract

Artikel ini menganalisis dampak investasi pertambangan terhadap perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat di Aceh Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis untuk memahami dinamika sosial yang muncul akibat aktivitas pertambangan emas dan batu bara, baik yang berizin maupun ilegal. Hasil kajian menunjukkan bahwa investasi pertambangan telah mendorong peralihan mata pencaharian masyarakat dari sektor ekonomi tradisional menuju sektor ekstraktif, yang diikuti oleh meningkatnya ketergantungan ekonomi dan kerentanan sosial. Selain itu, aktivitas pertambangan menimbulkan kerusakan lingkungan yang signifikan, seperti degradasi hutan, pencemaran sungai, dan meningkatnya risiko bencana ekologis, yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat. Dampak lingkungan tersebut juga memicu konflik sosial, melemahkan solidaritas komunitas, serta memperlihatkan ketimpangan relasi kuasa antara masyarakat, perusahaan, dan negara. Secara sosiologis, investasi pertambangan berperan sebagai agen perubahan struktural yang membentuk ulang relasi sosial dan pola kehidupan masyarakat lokal. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan pertambangan yang berkeadilan, partisipatif, dan berkelanjutan agar pembangunan ekonomi tidak mengorbankan keberlanjutan sosial dan lingkungan.
Algorithmic Gatekeeping: Agenda Setting Digital dan Fragmentasi Informasi Keagamaan di Media Sosial Indonesia Mauliati Mauliati; Ade Irma
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 3 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i3.564

Abstract

Abstrak Perkembangan algoritma media sosial telah mengubah secara fundamental mekanisme distribusi informasi, termasuk informasi keagamaan. Jika pada era media massa konvensional fungsi penjaga gerbang (gatekeeping) dijalankan oleh editor dan redaktur, maka di era digital fungsi tersebut telah diambil alih oleh sistem algoritma platform yang bekerja berdasarkan logika engagement komersial, bukan relevansi atau kebenaran informasi. Penelitian ini bertujuan mengkaji transformasi fungsi gatekeeping dalam ekosistem informasi keagamaan digital, menganalisis bagaimana mekanisme filter bubble dan echo chamber bekerja sebagai bentuk gatekeeping algoritmik, serta mengidentifikasi implikasinya terhadap pola konsumsi informasi keagamaan Muslim di Indonesia. Dengan menggunakan metode kajian literatur (narrative literature review), artikel ini mensintesis berbagai penelitian terdahulu dari bidang komunikasi massa, algorithmic studies, dan kajian media Islam untuk menunjukkan bahwa algoritma media sosial tidak bersifat netral ia secara aktif membentuk agenda informasi keagamaan yang dikonsumsi pengguna, memperkuat homogenisasi pandangan, dan memperparah polarisasi keagamaan. Temuan menunjukkan bahwa gatekeeping algoritmik bekerja jauh lebih personal, tersembunyi, dan sistematis dibandingkan gatekeeping konvensional, sehingga menghasilkan kondisi di mana konsumsi informasi keagamaan Muslim Indonesia semakin terfragmentasi dalam gelembung-gelembung informasi yang saling tertutup.
Pengalaman Psikolog dalam Memberikan Intervensi Psikososial kepada Anak Berkebutuhan Khusus Zikril Maulana; Sri Nurhayati Selian
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 3 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i3.612

Abstract

Anak berkebutuhan khusus memerlukan intervensi psikososial yang komprehensif untuk mendukung perkembangan psikologis, sosial, dan adaptif sesuai dengan kebutuhan individualnya. Psikolog memiliki peran penting dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi intervensi tersebut, namun pengalaman mereka dalam praktik profesional masih belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman psikolog dalam memberikan intervensi psikososial kepada anak berkebutuhan khusus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Partisipan penelitian berjumlah tiga orang psikolog yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria memiliki latar belakang pendidikan profesi psikologi, memiliki izin praktik atau bekerja sebagai psikolog, serta memiliki pengalaman memberikan intervensi psikososial kepada anak berkebutuhan khusus selama minimal dua tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi enam tema utama, yaitu memahami keunikan karakteristik anak sebagai dasar intervensi, membangun hubungan terapeutik yang aman dan bermakna, kolaborasi dengan orang tua dan lingkungan, menghadapi berbagai tantangan dalam praktik intervensi, mengembangkan strategi intervensi yang fleksibel dan individual, serta memaknai profesi psikolog sebagai bentuk tanggung jawab dan pengabdian profesional. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan intervensi psikososial dipengaruhi oleh asesmen yang komprehensif, hubungan terapeutik yang kuat, kolaborasi lintas profesi, serta kemampuan psikolog dalam menyesuaikan strategi intervensi dengan kebutuhan unik setiap anak berkebutuhan khusus.
Peran Manajer Bakat pada Pengembangan Kualitas Kinerja Pemain Muda dan Kualitas Permainan dalam Klub Persija Jakarta Periode 2025-2026 Aland Cahya Maulana; Mohammad Anno Zuhrias; Angga Nugraha
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 3 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i3.619

Abstract

Pembinaan pemain muda merupakan faktor penting dalam menjaga keberlanjutan prestasi klub sepak bola profesional. Dalam proses tersebut, manajer bakat (talent manager) berperan sebagai penghubung antara identifikasi potensi, pengembangan kompetensi, dan promosi pemain menuju tim senior. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran manajer bakat dalam pengembangan kualitas kinerja pemain muda serta kontribusinya terhadap peningkatan performa tim di Klub Persija Jakarta periode 2025–2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui pengumpulan data dari berbagai pemangku kepentingan di lingkungan klub. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajer bakat berperan strategis dalam proses identifikasi potensi pemain, penyusunan Individual Development Plan (IDP), koordinasi pembinaan, dan pemantauan perkembangan pemain secara berkelanjutan. Peran tersebut berdampak pada peningkatan kualitas kinerja pemain muda yang meliputi aspek teknis, fisik, mental, dan taktis, serta berkontribusi terhadap meningkatnya intensitas permainan, variasi serangan, kedalaman skuad, dan keberlanjutan regenerasi pemain. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajer bakat merupakan aktor kunci dalam sistem pembinaan pemain muda yang mampu mendukung peningkatan performa tim dan memperkuat daya saing klub sepak bola profesional
Analisis Pertimbangan Hakim dalam Putusan Jinayat Nomor 28/Jn/2024/Ms.Bna tentang Pemerkosaan terhadap Anak Zaghlul Syahrullah; Khairizzaman Khairizzaman; Syarifah Rahmatillah
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 3 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i3.625

Abstract

Artikel ini membahas pertimbangan hukum dan penemuan hukum dalam Putusan Jinayat No. 28/JN/2024/MS.Bna. Studi ini berangkat dari munculnya permasalahan tindak pidana pemerkosaan terhadap anak yang menuntut kejelasan dalam konstruksi hukum hakim serta metode penemuan hukum. Untuk itu, rumusan masalah yang diajukan adalah bagaimana pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana pelaku pemerkosaan anak dalam Putusan No. 28/JN/2024/MS.Bna, dan bagaimana metode penemuan hukum hakim yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan? Artikel ini berbentuk penelitian hukum normatif, dan pendekatan case approach, conceptual approach, serta statute approach. Data diperoleh melalui bahan hukum, dengan analisis bersifat deskriptif-preskriptif. Temuan menunjukkan bahwa hakim menegaskan terpenuhinya unsur-unsur pemerkosaan berdasarkan bukti visum, keterangan korban, pemeriksaan psikologis serta menekankan perlindungan anak melalui pertimbangan non-yuridis, meskipun hukuman yang dijatuhkan belum sepenuhnya proporsional dengan dampak yang dialami korban. Penemuan hukum di dalam putusan a quo lebih menekankan pada metode interpretatie dengan pendekatan teleologis, di mana hakim menafsirkan norma hukum sesuai tujuan perlindungan anak, memperkuat rasio decidendi dengan argumentasi hukum. Dalam konteks ini, hakim perlu menimbang prinsip keadilan retributif dan prinsip proporsionalitas hukuman.
Dekonstruksi Patriarki dalam Tafsir Al-Qur’an Perspektif Qiraah Tarikhiyyah dan Qiraah Unasiyyah Muhammad Thalbi Muhammad Firdaus; Syamsuar Syamsuar; Hanif Hanif; Ahmad Salihu Amin
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 3 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i3.632

Abstract

Isu kesetaraan gender dalam Islam kerap memicu perdebatan di kalangan akademisi, terutama terkait interpretasi ayat-ayat Al-Qur’an tentang relasi laki-laki dan perempuan. Sebagian pihak menganggap Islam mengandung diskriminasi terhadap perempuan, sementara yang lain menegaskan prinsip kesetaraan. Muhammad Thalbi memperkenalkan metode Qirâah Târîkhiyyah wa Qirâah Unâsiyyah (historis humanistis) untuk menganalisis isu gender secara kontekstual. Berdasarkan studi kepustakaan, penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan historis humanistik tidak hanya menekankan aspek hukum, tetapi juga menyoroti nilai kemanusiaan dalam Al-Qur’an yang mendukung perlindungan dan pemberdayaan perempuan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dengan memperhatikan konteks sejarah dan sosial terkait peran perempuan dalam ruang publik, pembagian waris, dan kesaksian, pendekatan ini menghindari anachronisme, yakni menilai masa lalu dengan standar masa kini, sehingga menghasilkan tafsiran yang lebih adil. Metode ini juga memperkuat objektivitas dan inklusivitas dalam penafsiran, membuka ruang diskusi yang memperluas pemahaman terhadap realitas sosial dan eksistensi perempuan. Qirâah Târîkhiyyah wa Qirâah Unâsiyyah menekankan lebih dari sekadar aspek hukum, ia menggali nilai humanis Al-Qur’an yang menekankan perlindungan dan pemberdayaan perempuan.
Transformasi Partisipasi Politik Generasi Z di Era Digital: Media Sosial sebagai Arena Demokrasi Baru dalam Penguatan Demokrasi Partisipatif di Indonesia Fauza Andriyadi; Ramzi Murziqin; Agus Junaidi; Septian Fatianda
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 3 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i3.635

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah pola partisipasi politik masyarakat, khususnya Generasi Z, melalui pemanfaatan media sosial sebagai ruang interaksi politik yang semakin terbuka dan dinamis. Media sosial tidak lagi berfungsi hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi telah berkembang menjadi arena demokrasi baru (digital public sphere) yang memungkinkan masyarakat memperoleh informasi politik, membangun opini publik, menyampaikan aspirasi, serta berpartisipasi dalam berbagai aktivitas politik secara digital. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis transformasi partisipasi politik Generasi Z di era digital dengan menempatkan media sosial sebagai arena demokrasi baru dalam penguatan demokrasi partisipatif di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui penelaahan berbagai sumber sekunder yang meliputi artikel jurnal nasional dan internasional, buku ilmiah, laporan penelitian, dokumen kebijakan, serta publikasi resmi yang relevan dengan media sosial, demokrasi digital, dan partisipasi politik Generasi Z. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis melalui teknik content analysis dan thematic analysis untuk mengidentifikasi, mengelompokkan, serta mensintesis berbagai temuan penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial telah mentransformasi pola partisipasi politik Generasi Z dari bentuk konvensional menuju partisipasi politik digital yang lebih terbuka, interaktif, dan kolaboratif. Media sosial juga memperluas ruang demokrasi melalui peningkatan akses informasi, komunikasi politik, dan keterlibatan masyarakat dalam diskursus publik. Namun demikian, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran disinformasi, polarisasi politik, echo chamber, dan kecenderungan slacktivism yang dapat memengaruhi kualitas demokrasi. Artikel ini menawarkan sintesis konseptual yang menempatkan demokrasi digital sebagai mekanisme yang menjembatani hubungan antara penggunaan media sosial dan kualitas partisipasi politik Generasi Z di Indonesia. Oleh karena itu, penguatan demokrasi partisipatif di Indonesia memerlukan peningkatan literasi politik digital, etika bermedia sosial, serta sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, masyarakat sipil, dan penyedia platform digital untuk mewujudkan ruang publik digital yang sehat, inklusif, dan demokratis.

Page 10 of 12 | Total Record : 115