cover
Contact Name
Sumardi Efendi
Contact Email
fanshurinstitute@gmail.com
Phone
+6285260083890
Journal Mail Official
fanshurinstitute@gmail.com
Editorial Address
Jl. Daud Dariah Komplek Perumahan Cinta Kasih Paya Peunaga Kec. Meureubo Kab. Aceh Barat – Indonesia, Kode Pos 23687
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Published by FANSHUR INSTITUTE
ISSN : 30468949     EISSN : 30468957     DOI : -
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora merupakan Jurnal yang diterbitkan 3 (tiga) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Juni dan Oktober oleh FANSHUR INSTITUTE: Research and Knowledge Sharing in Aceh. Sebagai jurnal multidisiplin nasional yang mencakup berbagai isu dalam kajian ilmu-ilmu sosial dan humaniora, menerima tulisan hasil kajian dan penelitian dari para peneliti, dosen dan mahasiswa dalam bidang kajian meliputi: 1. Hukum, 2. Ekonomi, 3. Psikologi, 4. Komunikasi, 5. Seni dan Budaya, 6. Sosial dan Politik, 7. Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual dan hasil penelitian yang telah dicapai.
Articles 88 Documents
Estetika Aktivisme Digital: Konstruksi Budaya Protes Melalui Platform Media Sosial Kontemporer M. Johaeri Irhas; Mohamad Najih Arnik; Nur Shofia Asyrof; Misbah Bahauddin Faqih; Dika Okta Alief Tiyasari; Tadjoer Ridjal
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 2 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i2.480

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah secara fundamental praktik aktivisme kontemporer, terutama melalui pemanfaatan estetika digital sebagai medium utama ekspresi politik. Aktivisme digital tidak hanya mengandalkan argumen rasional dan struktur organisasi formal, tetapi juga visual, narasi singkat, simbol, dan format kreatif yang menyesuaikan dengan karakteristik platform. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai peran estetika dalam membentuk budaya gerakan serta dinamika relasinya dengan logika algoritmik dan ekonomi platform media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis estetika aktivisme digital sebagai praktik kultural dan politik dalam konteks media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui studi literatur kritis dan analisis konseptual terhadap kajian mutakhir mengenai aktivisme digital, budaya gerakan (movement culture), dan platformisasi media. Analisis data dilakukan secara tematik dan interpretatif untuk mengidentifikasi pola relasi antara estetika, identitas kolektif, partisipasi, dan struktur platform. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estetika aktivisme digital berperan penting dalam konstruksi makna, pembentukan identitas kolektif, serta penguatan partisipasi dan solidaritas di ruang digital. Namun, estetika tersebut juga menghadapi paradoks akibat dominasi logika platform, seperti komodifikasi konten, penyederhanaan pesan politik, serta kerentanan terhadap kontrol algoritmik. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan estetika digital yang lebih reflektif dan kritis agar strategi visibilitas tidak mengaburkan tujuan politik dan keberlanjutan gerakan sosial.
Peran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dalam Meningkatkan Kemandirian Masyarakat Desa Nasab Sabrina Febriyanti
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 2 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i2.496

Abstract

Pemberdayaan masyarakat desa merupakan strategi untuk mencapai pembangunan desa berkelanjutan, yang bertujuan untuk mendorong kemandirian desa. Dalam konteks ini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) memiliki peran sebagai perangkat daerah yang bertanggung jawab atas merumuskan kebijakan, pemberian pembinaan, dan dukungan untuk memfasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat desa. Studi ini menganalisis peran Dispermades dalam mendorong kemandirian desa, khususnya dalam pengembangan kebijakan, penguatan kelembagaan desa, seperti aspek pembangunan ekonomi desa, dan peningkatan partisipasi sosial. Studi ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif deskriptif-analisis. Metode pengumpulan data meliputi peninjauan undang-undang dan peraturan terkait, dokumen kebijakan, laporan kegiatan Dispermades, dan penelitian sebelumnya tentang penguatan pemberdayaan masyarakat desa. Data yang dikumpulkan menjalani analisis kualitatif tiga tahap: penyederhanaan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dispermades memainkan peran penting dalam mendorong kemandirian masyarakat desa dengan memberikan pembinaan yang terintegrasi ke dalam perencanaan pembangunan daerah dan desa, memperkuat kelembagaan desa, dan mendukung proyek-proyek lokal yang bertujuan untuk memperluas peluang ekonomi. Namun, pemenuhan tanggung jawab ini menghadapi banyak tantangan, termasuk keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya koordinasi lintas sektoral, dan kurangnya kapasitas di antara beberapa pemimpin desa dan masyarakat. Oleh karena itu, peran  Dispermades perlu diperkuat dengan meningkatkan kualitas pendampingan, meningkatkan sinergi antar pemangku kepentingan, dan memperkenalkan teknologi yang mendorong kemandirian berkelanjutan di masyarakat desa.
Tingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Administrasi Kependudukan Berbasis E-Government Di Kecamatan Banjarbaru Selatan Siti Hidayatul Ferdiyanti; Gazali Rahman; Abdurrahman Abdurrahman; Ach Fatori
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 2 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i2.497

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan administrasi kependudukan berbasis e-government di Kecamatan Banjarbaru Selatan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada terus berlanjutnya keluhan masyarakat terkait kualitas layanan, seperti kondisi ruang perekaman E-KTP yang kurang memadai dan server yang tidak memadai, yang berdampak pada efektivitas layanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 79 responden dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposif. Data dianalisis menggunakan metode SERVQUAL untuk mengukur lima dimensi kualitas layanan: aspek fisik, keandalan, responsivitas, jaminan, dan empati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum masyarakat cukup puas dengan layanan administrasi kependudukan, meskipun masih terdapat beberapa kesenjangan negatif antara harapan dan kenyataan, terutama dalam hal keandalan dan fasilitas fisik. c Penelitian ini merekomendasikan untuk meningkatkan kapasitas server dan memperbaiki fasilitas fisik guna meningkatkan kualitas layanan publik secara keseluruhan.
Dinamika Kekuasaan Dalam Organisasi Mahasiswa Terhadap Pengambilan Keputusan Nazhifa Mulya Kinasih; Deva Agustrianda; Berliana Martasya; Aisyah Arrahma; Geneva Nurwahyu Al Imani; Anissa Sofienaycila Andina
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 2 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i2.499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis dinamika kekuasaan dalam organisasi mahasiswa, khususnya dalam proses pengambilan keputusan. Meskipun organisasi mahasiswa secara normatif dipahami sebagai ruang yang demokratis dan partisipatif, pada praktiknya masih sering dijumpai dominasi individu atau kelompok tertentu yang memiliki posisi strategis maupun pengaruh personal. Penelitian ini menggunakan pendekatan State of the Art (SOTA) melalui metode literature review terhadap artikel ilmiah yang relevan dengan tema kekuasaan, politik organisasi, kepemimpinan, partisipasi anggota, dan pengambilan keputusan dalam organisasi mahasiswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa kekuasaan dalam organisasi mahasiswa hadir dalam dua bentuk utama, yaitu kekuasaan formal yang bersumber dari jabatan struktural dan kekuasaan personal yang berasal dari kompetensi, pengalaman, serta pengaruh individu. Kedua bentuk kekuasaan tersebut berperan besar dalam menentukan arah diskusi, agenda forum, dan hasil akhir keputusan. Temuan juga mengungkap adanya kecenderungan dominasi dan marginalisasi suara anggota, yang berdampak pada rendahnya partisipasi, melemahnya rasa memiliki, serta berpotensi mengganggu keberlanjutan organisasi. Oleh karena itu, pengelolaan kekuasaan yang inklusif dan partisipatif menjadi kunci dalam membangun proses pengambilan keputusan yang lebih demokratis di organisasi mahasiswa.
Beban Ganda Perempuan Penanggung Jawab Keluarga Di Kelurahan Perbutulan Kabupaten Cirebon Mochammad Farhan
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 2 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i2.500

Abstract

Fenomena perempuan sebagai penanggung jawab keluarga semakin meningkat di Indonesia, namun mereka sering kali terjebak dalam beban ganda akibat kuatnya budaya patriarki. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan beban ganda yang dialami perempuan penanggung jawab keluarga di Kelurahan Perbutulan, Kabupaten Cirebon, dengan menggunakan perspektif sosiologi keluarga dan kerangka teori gender Caroline Moser. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipatif dan wawancara mendalam terhadap tujuh informan (lima perempuan penanggung jawab keluarga dan dua suami). Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan menjalankan Triple Role secara simultan: peran reproduktif (domestik) tetap dipikul sepenuhnya tanpa bantuan suami yang signifikan; peran produktif dilakukan di sektor informal karena urgensi ekonomi; dan peran pengelolaan komunitas dilakukan sebagai upaya membangun modal sosial. Analisis kebutuhan gender menunjukkan bahwa meskipun kebutuhan gender praktis (kelangsungan hidup harian) telah terpenuhi melalui strategi ekonomi mandiri, kebutuhan gender strategis (kesetaraan posisi tawar dan pembagian peran) masih sulit dicapai. Hal ini disebabkan oleh norma gender display dan struktur patriarki yang menempatkan perempuan pada posisi subordinat meskipun mereka telah menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.
Efektivitas Pendampingan Sosial oleh Pekerja Sosial Terhadap Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga Syafna Nur Intan; Gina Indah Permata Nastia
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 2 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i2.503

Abstract

Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan fenomena sosial universal yang berakar pada budaya patriarki dan ketimpangan relasi kuasa, yang menimbulkan dampak psikologis mendalam bagi korban. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendampingan sosial yang dilakukan oleh pekerja sosial terhadap korban KDRT di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur, yang mensintesis temuan dari jurnal ilmiah dan dokumen resmi dalam rentang waktu 2021 hingga 2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas pendampingan ditentukan oleh prosedur manajemen kasus yang terstruktur, mulai dari tahap pembangunan hubungan saling percaya (engagement), asesmen, hingga pemberdayaan ekonomi. Penggunaan pendekatan berbasis kekuatan (strength-based approach) serta kolaborasi lintas disiplin antara pekerja sosial, psikolog, dan aparat penegak hukum menjadi kunci dalam proses pemulihan trauma dan pencapaian kemandirian korban. Namun, intervensi ini masih menghadapi hambatan kultural berupa stigma sosial dan hambatan struktural seperti terbatasnya jumlah pekerja sosial profesional di wilayah terpencil. Penelitian ini merekomendasikan penguatan ekosistem hukum dan dukungan masyarakat yang responsif gender untuk meningkatkan keberhasilan intervensi sosial.
Analisis Yuridis Terhadap Perlindungan Data Pribadi Nasabah Bank Dalam Praktik Bancassurance Di Indonesia Ghefira Tsuraya; Putri Aulia; Nayla Nurrahmah Larasati S; Jocelyn Syalfa ‘Adhila Widodo
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 2 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i2.507

Abstract

Bancassurance merupakan kerja sama antara bank dan perusahaan asuransi dalam memasarkan produk asuransi kepada nasabah bank yang melibatkan penggunaan data pribadi nasabah. Hal ini menimbulkan potensi permasalahan hukum terkait perlindungan data pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap data pribadi nasabah bank dalam praktik bancassurance di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan data pribadi nasabah telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi dan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, namun dalam praktiknya masih terdapat potensi penyalahgunaan data nasabah apabila tidak disertai persetujuan yang jelas dari pemilik data.
Sengketa Penutupan Rekening Dormant Secara Sepihak Oleh Bank: Analisis Yuridis Dan Perlindungan Hukum Nasabah Febby Cahya Andina Susilo; Arlyn Safa Hassya Laksita; Delisha Mariska Siahaan; Aprillia Maisya Az Zahra
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 2 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i2.508

Abstract

Penelitian ini mengkaji sengketa hukum yang timbul akibat penutupan rekening secara sepihak oleh bank, dengan fokus khusus pada rekening tidak aktif dan perlindungan hukum yang diberikan kepada nasabah. Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif yang menggabungkan pendekatan yuridis dan konseptual, penelitian ini menganalisis kerangka hukum yang mengatur hubungan antara bank dan nasabah, status hukum rekening tidak aktif, tanggung jawab bank dalam kasus penyalahgunaan rekening, serta mekanisme perlindungan nasabah yang tersedia. Temuan menunjukkan bahwa penutupan rekening secara sepihak oleh bank tanpa dasar hukum yang jelas atau pemberitahuan sebelumnya yang memadai dapat merupakan pelanggaran kontrak berdasarkan Pasal 1338 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan melanggar prinsip-prinsip perlindungan konsumen berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999. Meskipun terdapat instrumen regulasi yang ada, termasuk POJK Nomor 6/POJK.07/2022 tentang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, masih terdapat celah regulasi yang signifikan, terutama terkait prosedur standar untuk penutupan rekening secara sepihak dan pengelolaan rekening tidak aktif. Studi ini menyimpulkan bahwa pencegahan yang efektif terhadap sengketa semacam itu memerlukan upaya terkoordinasi yang mencakup reformasi regulasi, revisi klausul kontrak standar, peningkatan literasi keuangan dan hukum di kalangan nasabah, serta pengawasan yang diperkuat oleh OJK. Langkah-langkah ini sangat penting untuk memastikan hubungan yang seimbang dan akuntabel antara bank dan nasabahnya.
Manajemen Kearsipan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Barat Sri Hardianty; Junias Zulfahmi; Sri Wulandari
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 2 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i2.509

Abstract

Manajemen kearsipan merupakan aspek strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Namun, pengelolaan arsip pada instansi pemerintah daerah masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait sumber daya manusia, kelembagaan, dan pemanfaatan teknologi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kearsipan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Barat, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta mengkaji upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Kepala Bidang Kearsipan dan arsiparis, observasi langsung, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validitas data dijaga melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kearsipan telah dilaksanakan secara sistematis melalui penerapan fungsi manajemen dan pemanfaatan sistem digital, seperti SRIKANDI dan JIKN. Namun, efektivitasnya masih terkendala oleh keterbatasan sumber daya manusia, belum tersusunnya SOP kearsipan secara komprehensif, serta keterbatasan anggaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kelembagaan, peningkatan kompetensi SDM, dan konsistensi dukungan kebijakan merupakan kunci dalam mewujudkan manajemen kearsipan yang profesional dan sesuai dengan prinsip good governance.
Pengaruh Ketimpangan Gender Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia Yulindawati Yulindawati
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 2 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i2.525

Abstract

Kesetaraan gender merupakan isu strategis dalam pembangunan ekonomi karena menyangkut optimalisasi peran laki-laki dan perempuan di berbagai sektor. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ketimpangan gender pada bidang pendidikan dan pekerjaan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) periode 1990–2021. Analisis data dilakukan melalui regresi untuk menguji pengaruh parsial dan simultan variabel ketimpangan gender terhadap pertumbuhan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan gender dalam pendidikan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, demikian pula ketimpangan gender dalam pekerjaan yang juga memberikan pengaruh signifikan secara parsial. Secara simultan, kedua variabel tersebut terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi ketimpangan gender, semakin terhambat potensi pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang berorientasi pada pengurangan kesenjangan gender, khususnya dalam akses pendidikan dan kesempatan kerja, guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan di Indonesia.